Anda di halaman 1dari 28

IMUNODEFISIENSI PADA ANAK GIZI BURUK

KELOMPOK 10

IMUNODEFISIENSI

DEFINISI
sekumpulan keadaan yang berlainan, dimana sistem kekebalan tidak berfungsi secara adekuat, sehingga infeksi lebih sering terjadi, lebih sering berulang,lebih berat dan berlangsung lebih lama dari biasanya.

JENIS IMUNODEFISIENSI

PRIMER (KONGENITAL)

IMUNODEFISIENSI

SEKUNDER (DI DAPAT)

IMUNODEFISIENSI PRIMER (KONGENITAL)

Immunodefisiensi tipe congenital adalah immunodefisiensi yang timbul sejak seseorang dilahirkan atau bisa muncul di kemudian hari

IMUNODEFISIENSI SEKUNDER (DI DAPAT)

Imunodefisiensi yang didapat, biasanya terjadi akibat suatu penyakit dan lebih banyak ditemukan dibandingkan dengan imunodefisiensi kongenital.

IMUNODEFISIENSI SEKUNDER (DI DAPAT)

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

INFEKSI

MALNUTRISI (GIZI BURUK)

PENYAKIT SERIUS YANG KRONIS

GIZI BURUK

DEFINISI
Gizi buruk adalah keadaan dimana asupan zat gizi sangat kurang dari kebutuhan tubuh. Umumnya gizi buruk ini diderita oleh balita karena pada usia tersebut terjadi peningkatan energy yang sangat tajam dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi virus atau bakteri.

4 Masalah Gizi Utama di Indonesia


1. 2. 3. 4. Kurang Energi Protein (KEP) Kurang Vitamin A (KAVA) Anemia defisiensi besi Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY)

KLASIFIKASI DAN GEJALA


Kurang Energi Protein Kwashiorkor, dengan gejala klinis :
Wajah membulat dan sembab Mata sayu Cengeng dan rewel Rambut kusam. Pirang, dan mudah dicabut Bercak merah coklat pada kulit Anoreksia Sering disertai dengan anemia, diare, dan infeksi

KLASIFIKASI DAN GEJALA


Marasmus
Tampak sangat kurus Tulang terbalut kulit

Wajah seperti orang tua Cengeng dan rewel Perut cekung Kulit keriput Disertai dengan diare kronik dan sembelit

KwashiorkorMarasmus
Gejalanya meupakan gabungan dari kwashiorkor dan marasmus

KRITERIA GIZI BURUK


Menurut sistim Welcome Trust Working Party membedakan type malnutrisi energi protein berdasarkan berat badan dan edema, yaitu : Berat badan diatas 60 % dari normal + edema = kwashiorkor Berat badan dibawah 60 % dari normal + edema = marasmik kwashiorkor Berat badan dibawah 60 % dari normal tanpa edema = marasmus

KLASIFIKASI DAN GEJALA


Kurang Vitamin A (KAVA) X 1A Xerosis Konyunctiva X 1B Bercak Bitot X2 Xerosis Kornea X 3A Ulcerasi Kornea Dgn Xerosis X 3B Keratomalasia XN Buta Senja XF Xeroftalmia XS Parut Kornea XB Bercak Bitot
xeroftalmia

Bercak Bitot

KLASIFIKASI DAN GEJALA


Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY)
(BUKU PETUNJUK TEKNIS PETUGAS PALPASI SURVEY PEMETAAN GAKY, DEPKES RI, 1997 hlm 9 12) GRADE 0 : inspeksi tidak terlihat baik datar maupun tengadah maksimal dan palpasi tidak teraba. GRADE 1A : inspeksi tidak terlihat baik datar maupun tengadah maksimal dan palpasi teraba. GRADE 1B : inspeksi tidak terlihat posisi datar dan terlihat tengadah maksimal dan palpasi teraba >besar dari 1a. GRADE II : inspeksi terlihat posisi datar dan palpasi teraba > besar 1b . GRADE III : inspeksi cukup besar terlihat pada jarak > 6 meter.

ETIOLOGI
Penyebab Langsung Ketidakcukupan asupan makanan Penyakit Infeksi Penyebab Tidak Langsung Kemiskinan Keluarga Tingkat pendidikan dan pengetahuan orangtua yang rendah Sanitasi lingkungan yang buruk Pelayanan kesehatan yang kurang memadai

Status Gizi menurut WHO NCHS


Gizi Lebih Gizi Baik Gizi Sedang Gizi Kurang Gizi Buruk +1SD - +2 SD dari Median NCHS -1SD - +1 SD dari Median NCHS -1SD - -2 SD dari Median NCHS -2SD - -3 SD dari Median NCHS <-3 SD dari Median NCHS

NILAI SKOR Z BB/U


(BBu BBr) Skor Z BB/U = --------------SDr

BBu = BB HASIL PENIMBANGAN BBr = BB NILAI RUJUKAN WHO SDr = STANDART DEVIASI STATUS GIZI DIUKUR DENGAN BB/U, TB/U ATAU BB/TB DIKATAKAN NORMAL APABILA NILAI TERLETAK ANTARA -2 SD SAMPAI +2 SD DARI NILAI MEDIAN STANDARD WHO. DIKATAKAN KURANG BILA KURANG DARI -2 SD ATAU DIBA WAH NYA NILAI BURUK BILA NILAINYA DIBAWAH DARI -3 SD. NILA Z SKOR DIATAS + 2 SD DISEBUT GIZI LEBIH (GEMUK). DIATAS +3 SD GEMUK SEKALI.

KURVA NORMAL SKOR Z

KONSEP WHO TENTANG TIMBULNYA GANGGUAN GIZI


MALNUTRISI

NUTRIENT INTAKE

INFECTIOUS DISEASES

DIRECT CAUSE

FOOD AVAILABILITY

CHILD AND PREGNANT CARE

HEALTH SERVICE

INDIRECT CAUSE

POVERTY,LOW EDUCATION LEVEL,FOOD AVAILABILITY,JOB INCAPABILITY

MAIN PROBLEM

ECONOMIC AND POLITICAL CRISIS

BASIC PROBLEM

Copyright 2007, The Johns Hopkins University and Keith West. All rights reserved. Use of these materials permitted only in accordance with license rights granted. Materials provided AS IS; no representations or warranties provided. User assumes all responsibility for use, and all liability related thereto, and must independently review all materials for accuracy and efficacy. May contain materials owned by others. User is responsible for obtaining permissions for use from third parties as needed. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike License. Your use of this material constitutes acceptance of that license and the conditions of use of materials on this site.

Copyright 2007, The Johns Hopkins University and Keith West. All rights reserved. Use of these materials permitted only in accordance with license rights granted. Materials provided AS IS; no representations or warranties provided. User assumes all responsibility for use, and all liability related thereto, and must independently review all materials for accuracy and efficacy. May contain materials owned by others. User is responsible for obtaining permissions for use from third parties as needed. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike License. Your use of this material constitutes acceptance of that license and the conditions of use of materials on this site.

Akibat Gizi Buruk terhadap Sistem Imun Tubuh


Kekurangan protein Kerusakan fungsi sel T sitotoksik Lenyapnya daerah limfosit T disekitar folikel limfoid dalam KGB Menurunnya reaksi hipersensitivitas lambat Respon imun sekunder menurun Gangguan pemprosesan antigen oleh sel-sel makrofag

Kekurangan vitamin A Gangguan integritas epitel gangguan pembentukan serum IgA yang penting utk pertahanan Pengecilan kelenjar timus dan limpa jumlah limfosit menurun

Kekurangan zat besi Gangguan perkembangan jaringan sistem imun Pengurangan sintesis protein spt antibodi dan IL-1 Gangguan aktivitas seluler dan respon imun seluler (sel NK, sel neutrofil) Gangguan fungsi pembunuhan sel sel tumor

Banyak mekanisme diatas yang belum dapat dijelaskan secara ilmiah.

TERIMA KASIH