Anda di halaman 1dari 2

3. Berikan 2 contoh kasus atau kondisi yang ditangani dengan program telehealth dan telecare!

TELEHEALTH BAGI PENDERITA HIV-AIDS

Telehealth merupakan penyediaan layanan kesehatan kepada klien yang jauh dari satu lokasi ke beberapa tempat menggunakan beberapa jenis teknologi elektronik seperti telepon, audio/video atau internet. Kondisi geografis Indonesia yang beribu pulau diakibatkan akses yang tidak ada atau susah membuat pasien yang terinfeksi HIV/AIDS dipelosok sering tidak mendapatkan kunjungan dari petugas kesehatan khususnya perawat sehingga pasien maupun keluarga tidak mampu merawat kondisinya agar tidak terkena infeksi oportunistik pada saat daya tahan tubuh mereka mengalami penurunan. Sehingga dibutuhkan teknologi komunikasi dengan akses yang cepat dan praktis. Kemajuan teknologi termasuk konektivitas wireless dan perangkat mobile akan memberikan praktisi, pusat kesehatan, dan rumah sakit alat-alat baru yang penting untuk mengelola perawatan pasien, catatan elektronik serta penagihan medis untuk akhirnya memungkinkan pasien memiliki kontrol lebih dari kesejahteraan mereka sendiri itu bisa mereka dapatkan dengan mengaplikasi telehealth. Telehealth pada pasien HIV/AIDS membantu pasien HIV/AIDS dalam mengefisiensikan waktu mereka untuk berhubungan dengan petugas kesehatan, mengurangi kerentanan mereka untuk terjangkit infeksi yang akan memperburuk kondisi mereka nantinya, serta lebih mengefisiensikan waktu mereka dalam berhubungan dengan petugas kesehatan terutama pasien yang berada di pelosok. Pasien dan perawat melakukan interaktif dengan menggunakan komunikasi dua arah audio interaktif dan atau video untuk mengumpulkan dan mengirimkan data klinis pasien. Telehealth pada saat ini tidak hanya berbatas pada pengumpulan data vital tapi juga perawat mampu memberikan perawatan paliatif, rehabilitasi, manajemen kasus dan manajemen penyakit kronis. Pada waktu jadwal kunjungan oleh perawat secara telehealth pasien juga dilengkapi dengan thermometer yang diberikan kepada semua pasien yang dikunjungi dengan telehealth, stetoskop,. Sphygmomanometer, glucometer, kamera dan lampu lantai. Sehingga dengan begitu perawat dapat mengumpulkan data pasien seperti tekanan darah, suhu, denyut jantung, suara paru-paru, kadar gula darah, bising usus, status gizi, kondisi kulit, dan kemungkinan adanya infeksi oportunistik. Tidak hanya itu perawat dan pasien juga dapat melakukan diskusi tentang perlunya

kunjungan gawat darurat,

rawat inap, obat-obatan saaat ini, serta status kesehatan umum,

termasuk masalah pasien sejak awal kunjungan sampai terakhir kunjungan. Kunjungan ini dilakukan selama 20-30 menit tapi tidak menutup kemungkinan untuk melakukan lebih dari 30 menit tapi biasanya berakhir dalam waktu 30 menit atau kurang.
TELEHEALTH BAGI PENDERITA HIV-AIDS. (online)

Anonim.

2010.

(www.fik.ui.ac.id/pkko/files/uts%20sim%20Tele%20hiv.rtf. Diakses: tanggal 20 Oktober 2012).