Anda di halaman 1dari 12

IV.

KLASIFIKASI TANAH GAMBUT (Kuliah 4)


4.1. Berdasarkan Ketebalan a. Gambut dangkal: ketebalan gambut 50 - 100 cm b. Gambut sedang : sda 100 - 200 cm c. Gambut dalam : sda 200 - 300 cm d. Gambut sangat dalam : s d a > 300 cm Tebal gambut 0 50 cm : tanah mineral bergambut (peaty soils) 4.2. Berdasar Tingkat Kesuburan Tanah a. Gambut Oligotrophic : gambut miskin bahan nutrisi (kadar abu < 5 %) b. Gambut Mesotrophic : gambut dg kesuburan sedang (kadar abu 5 10 %) c. Gambut Eutrophic : gambut kaya bahan nutrisi (kadar abu > 10 %)

4.3. Berdasar Faktor Pembentukannya a. Gambut ombrogen : gambut yang terbentuk terutama karena pengaruh curah hujan yang airnya tergenang atau gambut yang dibentuk dalam lingkungan pengendapan dimana tumbuhan pembentuk semasa hidupnya hanya tumbuh dari air hujan b. Gambut topogen : gambut yang dibentuk pada depresi topografi dan diendapkan dari sisa tumbuhan yang hidupnya mengambil nutrisi tanah mineral dan air tanah

4.4. Sistem PPT (1982) Kategori rendah yaitu Macam tanah (3)

a. Organosol fibrik : tanah organosol yang didominasi oleh bahan fibrik sedalam 50 cm atau berlapis sampai (di dalam) 80 cm dari permukaan tanah
b. Organosol hemik: didominasi bahan hemik c. Organosol saprik: didominasi bahan saprik

4.5. Sistem FAO/UNESCO (1974) Tanah gambut = tanah histosol (3 macam) a. Gelic histosol : tanah histosol yang mempunyai sifat beku (permafrost sampai kedalaman 200 cm dari permukaan. b. Distrik histosol : tanah histosol yang mempunyai pH (H2O) < 5,5, sekurang-kurangnya pada beberapa bagian lapisan tanah antara 20 50 cm dari permukaan. c. Eutrik histosol : tanah histosol lain yang tidak termasuk gelic dan distrik histosol dan umumnya mempunyai pH (H2O) > 5,5 dan KB > 50%

4.6. Sistem Soil Taxonomy (1990)

Ordo : Histosol (tanah gambut), yaitu tanah dengan sifat-sifat sbb:


1) Kandungan C-organik > 12 % bila bagian mineral tidak mengandung liat, atau > 18 %, bila bagian mineral mengandung 60 % liat atau lebih, atau 12% + (liat dengan kelipatan 0,1 kali) persen bobot C-organik, jika liat < 60 % dan tebalnya mencapai: a. 10 cm atau kurang bila terdapat di atas kontak litik atau paralitik, dengan catatan bahwa tebal lapisan bahan organik tersebutpaling sedikit 2 X lebih tebal dari lapisan mineral di atas kontak litik dan paralitik. b. tidak diperhatikan tebalnya bila lapisan bahan organik tersebut terdapat di atas bahan-bahan fragmental (kerikil, kerakal, batu-batuan lepas), dimana rongga-rongga diantaranya terisi bahan organik.

2) Mempunyai lapisan dengan bahan organik tinggi dimana permukaan (batas atas) dari lapisan tersebut terdapat pada kedalaman < 40 cm dan a. mempunyai salah satu ketebalan berikut: a.1. 60 cm bila kandungan serat (bahan organik kasar) meliputi 3/4 volume atau bila kerapatan jenis dalam keadaan lembab < 0,5 g/cc a.2. 40 cm jika a.1.1. lapisan bahan organik tersebut jenuh air lebih dari 6 bulan atau telah diadakan perbaikan drainase. a.1.2. bahan organik terdiri dari bahan organik halus (saprik) atau bahan organik sedang (hemik) bahan kasar (fibrik) < 2/3 volume dan kerapatan jenis dalam keadaan lembab > 0,1 g/cc.

b. Mempunyai bahan organik tinggi, yang 1) tidak terdapat lapisan tanah mineral setebal 40 cm, baik dipermukaan ataupun yang batas atasnya terletak pada kedalaman < 40 cm. 2) tidak mempunyai lapisan tanah mineral, yang tebalnya secara kumulatif 40 cm dan terletak pada kedalaman 80 cm.

Sub Ordo Histosol (4) 1. Folist merupakan histosol yang tidak pernah jenuh air selama lebih dari beberapa hari setelah hujan lebat dan a. mempunyai kontak litik dan paralitik < 1 m dari permukaan atau terdapat batuan atau fragnen batuan yang terisi bahan organik lebih dari setengah dan b. < 3/4 dari tebal lapisan organik terdiri dari serat sphagnum. 2. Fibrist a. histosol yang didominasi oleh bahan fibrik dalam lapisan subsurface atau lapisan organik yang didominasi oleh fibrik baik lapisan subsurface maupun lapisan surface (permukaan) ,jika lapisan mineral kontinu setebal 40cm mulai pada batas kedalaman bagian bawah permukaan.

b. mempunyai timbunan di permukaan yang bagian dari volumenya , terdiri dari serat-serat yang berasal dari sphagnum dan terletak di atas kontak litik dan paralitik, bahan fragmental, tanah mineral, atau pada bahan yang membeku, yang berada di dalam batas-batas kedalaman dari lapisan permukaan atau lapisan bawah, dan c. tidak mempunyai horison sulfurik yang batas atasnya terletak dalam kedalaman 50 cm dari permukaan dan tidak mempunyai bahan sulfidik di dalam kedalaman 100 cm dari permukaan 3. Hemist: histosol yang a. didominasi oleh bahan hemik di dalam lapisan sub surface. Lapisan tersebut seluruhnya organik, kecuali lapisanlapisan mineral tipis, atau

b. mempunyai horison sulfurik yang batas atasnya berada di dalam kedalaman 50 cm dari permukaan atau mempunyai bahan sulfidik di dalam kedalaman 100 cm dari permukaan. 4. Saprits : histosol yang lain Histosol yang mempunyai tingkat perombakan sudah lanjut atau matang dengan C/N rendah atau Histosol yang didominasi bahan saprik

Catatan: dominan berarti paling banyak jika hanya 2 macam bahan organik : fibrik 1/2 volume jika 3 macam bahan organik : fibrik < volume tapi mempunyai volume > hemik dan saprik

Tanah-tanah Gambut yang banyak dijumpai di Indonesia 1.Tropofibrist : Fibrist yang mempunyai perbedaan < 5 oC antara temperatur tanah rata-rata musim panas dan musim dingin pada kedalaman 30 cm

2. Tropohemist : Hemist (idem)


3. Troposaprist : Saprist (idem) 4. Sulfihemist : Hemist yang mempunyai bahan sulfidik di dalam kedalaman 100 cm dari permukaan 5. Sulfohemist: Hemist yang mempunyai horison sulfurik, yang batas atasnya berada di dalam kedalaman 50 cm dari permukaan.

Bahan sulfidik adalah bahan tanah mineral atau bahan tanah organik jenuh air yang mengandung 0,75 % sulfur (berdasarkan berat kering) kebanyakan dalam bentuk sulfida-sulfida dan bentuk belerang dengan pH netral Horison sulfurik adalah horison yang tersususn, baik dari bahan tanah mineral maupun bahan tanah organik, yang keduanya memiliki pH (H2O) (1 : 1) < 3,5 dan karatan jarosit (berwarna jerami segar den gan hue 2,5 Y atau lebih kuning dan kroma 6.