Anda di halaman 1dari 2

Penatalaksanaan pada Metaherpetik Keratouveitis dengan Penurunan Visus Abstrak Metaherpetik Keratouveitis adalah peradangan yang mengenai pada

kornea (keratitis) dan uvea (uveitis) yang disebabkan karena sebelumnya terpapar oleh virus HSV (Herpes Simplek Virus). Gejala dan tanda klinisnya antara lain rasa nyeri pada mata, nrocos, fotofobia, gatal, penurunan tajam penglihatan, injeksi perikorneal. Apabila telah terjadi peradangan yang dalam, penyembuhan pada metaherpetik keratouveitis sering meninggalkan jaringan parut pada kornea berupa nebula, makula, maupun lekoma. Penatalaksanaan pada metaherpetik keratouveitis meliputi tetes antivirus, antibiotik tetes (untuk mencegah infeksi sekunder), analgesik, serta suplemen nutrisi mata. Kata Kunci: Keratouveitis, metaherpetik, penatalaksanaan. Isi Pasien laki-laki, usia 39 tahun, datang ke poliklinik mata, dengan keluhan kemerahan pada mata kanan, sejak 2 bulan yang lalu. Selain itu pasien juga mengeluhkan nyeri pada mata kanan, silau, nrocos, gatal, serta penurunan tajam penglihatan. Pasien sudah berobat ke puskesmas, namun tidak mengalami penyembuhan pada penyakitnya. Pasien pernah mengalami keluhan serupa ketika muda. KU: cukup, kompos mentis. TD: 125/85 mmHg, RR: 16 x/menit, Nadi: 80x/menit, suhu: 36,20C. Status Lokalis: pemeriksaan visus OD: 2/60, OS:20/25, kornea OD: terdapat makula, kornea OS: jernih. Pemeriksaan fluoresin test OD: positif (+), OS: negatif (-). Diagnosis: Metaherpetik Keratouveitis Terapi Terapi oral yang diberikan yaitu amoxan (antibiotik) 3x500mg, asam mefenamat 3x500mg (analgesik), Vitanom 1xsehari (suplemen nutrisi mata). Sedangakan terapi topikal yang diberikan yaitu cendo cendrid (antivirus) 3x2 tetes/hari, cendo ulcori (antibiotik) 3x2 tetes/hari, cendo midriatil (midriatikum) 3x1 tetes/hari. Terapi promotif dianjurkan dengan memakai kacamata pelindung saat beraktifitas. Diskusi Pada kasus ini kasus ini dari anamnesis diperolah gejala awal adalah mata kemerahan dan gatal, serta injeksi perikornea. Pasien juga mempunyai riwayat penyakit serupa waktu masih muda, dan terdapat sikatrik (makula) pada kornea serta sinekia posterior sehingga penyebab dari keratouveitis pada penderita ini adalah karena infeksi virus (Herpes simplek virus). Penatalaksanaan pada metaherpetik keratouveitis adalah dengan diberikan I.D.U.C (5 iodo 2 dioxy uridin) yang diteteskan 2 kali sehari yang berfungsi sebagai antivirus. Pada kasus ini pada pasien terdapat sinekia posterior maka diberikan cendo ulcori (midriatikum) yang berfungsi sebagai siklopegik. Pada pasien metaherpetik keratouveitis juga perlu diberikan antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder, dan analgesik untuk mengurangi rasa nyeri serta dianjurkan pemberian vitamin A untuk membantu keratinisasi epitel sehingga mempercepat penyembuhan. Pasien juga perlu diberikan edukasi untuk memakai kacamata pelindung saat beraktifitas, menjaga kebersihan mata dan menjaga daya tahan tubuh. Kesimpulan Metaherpetik keratouveitis adalah peradangan pada kornea dan uvea yang disebabkan karena infeksi virus herpes simplek. Penatalaksanaan pada metaherpetik keratouveitis meliputi

pemberian tetes antivirus (IDUC/iododioxy uridin), antibiotik, analgesik dan pemberian vitamin A serta edukasi untuk pemakaian kacamata pelindung ketika beraktifitas. Referensi 1. Anonim. 2010. What is Metaherpetic Keratouveitis? Diakses dari http//:www.wisegeek.com 2. Ilyas, Sidarta. 2005 Ilmu Penyakit Mata, 3rd ed, Balai Penerbit FK UI: Jakarta. 3. Ilyas, Sidarta. 2009.Dasar-Dasar Pemeriksaan Dalam Ilmu Penyakit Mata. Balai Penerbit FK UI: Jakarta. 4. Vaughan, D. Asbury, T. Eva, P.R.. 2000. Oftalmologi Umum. Widya Medika: Jakarta. 5. Wijana, N. 1993. Ilmu Penyakit Mata. Balai Penerbit FK UI: Jakarta. Penulis Nugroho Wirastanto, Bagian Ilmu Penyakit Mata, RSUD Djojonegoro, Kab. Temanggung, Jawa Tengah.