SURAT EDARAN MTKI terkait STR (Surat Tanda Registrasi Tenaga Kesehatan

)
Posted by joe pada 05/12/2011 Dari : Ketua Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI)

Kepada : Seluruh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Perihal : Pelaksanaan Registrasi dan Sertifikasi Tenaga Kesehatan Dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Kesehatan Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1796/MENKES/PER/VIII/2011 tentang Registrasi Tenaga Kesehatan dan mempermudah tenaga kesehatan untuk dapat menjalankan pekerjaan sesuai dengan keahlian dan kewenangan serta sambil menunggu diterbitkannya Surat Tanda Registrsi (STR) bagi tenaga kesehatan yang bersangkutan, maka dapat diambil langkah-langkah sebagai berikut: 1. Tenaga Kesehatan yang dimaksudkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan tersebut adalah Tenaga Kesehatan selain Tenaga Medis dan Tenaga Kefarmasian. 2. Bagi tenaga kesehatan yang telah memiliki: 1. SIP bagi Perawat berdasarkan Permenkes Nomor. 1239/Menkes/SK/XI/2001dan Nomor. 02.02/MENKES/148/I/2010 2. SIF bagi Fisioterapis berdasarkan Permenkes Nomor. 1363/Menkes/SK/XII/2001 3. SIPG bagi Perawat Gigi berdasarkan Permenkes Nomor. 1392/Menkes/SK/XII/2001 4. SIRO bagi Refraksionis Optisien berdasarkan Permenkes Nomor. 544/Menkes/SK/VI/2002 5. SIB bagi Bidan berdasarkan Permenkes Nomor. 900/Menkes/SK/VII/2002 dan Nomor. 1464/MENKES/PER/X/2010 6. SITW bagi Terapis Wicara berdasarkan Permenkes Nomor. 867/Menkes/Per/VIII/2004 7. SIR bagi Radiografer berdasarkan Permenkes Nomor. 357/Menkes/Per/V/2006 8. SIOT bagi Okupasi Terapis berdasarkan Permenkes Nomor. 548/Menkes/Per/V/2007 9. baik yang belum habis masa berlakunya maupun yang telah habis masa berlakunya dapat memperoleh SIK atau SIP berdasarkan Permenkes tersebut diatas. Dengan demikian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota tetap dapat mengeluarkan SIK/SIP berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan tersebut.

1. Bagi tenaga kesehatan yang belum memiliki: 1. SIP bagi Perawat berdasarkan Permenkes 1239/Menkes/SK/XI/2001dan Nomor. 02.02/MENKES/148/I/2010 2. SIF bagi Fisioterapis berdasarkan Permenkes 1363/Menkes/SK/XII/2001

Nomor. Nomor.

357/Menkes/Per/V/2006 8. SIR bagi Radiografer berdasarkan Permenkes Nomor. Institusi Pendidikan dan/atau Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan /atau Majelis Tenaga Kesehatan Provinsi. . 900/Menkes/SK/VII/2002 dan Nomor. 548/Menkes/Per/V/2007 1. SIR bagi Radiografer berdasarkan Permenkes Nomor. SIRO bagi Refraksionis Optisien berdasarkan Permenkes Nomor. 867/Menkes/Per/VIII/2004 7. Bagi tenaga kesehatan tang telah memperoleh STR dari MTKI wajib melaporkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota selambat-lambatnya 2(dua) minggu setelah menerima STR. SITW bagi Terapis Wicara berdasarkan Permenkes Nomor. 1363/Menkes/SK/XII/2001 3. 544/Menkes/SK/VI/2002 5. SIOT bagi Okupasi Terapis berdasarkan Permenkes Nomor. 867/Menkes/Per/VIII/2004 7. 1392/Menkes/SK/XII/2001 4. SIRO bagi Refraksionis Optisien berdasarkan Permenkes Nomor. SIP bagi Perawat berdasarkan Permenkes Nomor. SIB bagi Bidan berdasarkan Permenkes Nomor. SIB bagi Bidan berdasarkan Permenkes Nomor. Dengan demikian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat mengeluarkan SIK/SIP berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan tersebut. SIOT bagi Okupasi Terapis berdasarkan Permenkes Nomor. 1464/MENKES/PER/X/2010 6. Tenaga kesehatan untuk memperbaharui: 1. SITW bagi Terapis Wicara berdasarkan Permenkes Nomor. 1392/Menkes/SK/XII/2001 4. dapat memperoleh SIK atau SIP berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan tersebut diatas. SIPG bagi Perawat Gigi berdasarkan Permenkes Nomor.02/MENKES/148/I/2010 2. 02. 1239/Menkes/SK/XI/2001dan Nomor. 548/Menkes/Per/V/2007berdasarkan Permenkes Nomor. SIPG bagi Perawat Gigi berdasarkan Permenkes Nomor. SIF bagi Fisioterapis berdasarkan Permenkes Nomor. 548/Menkes/Per/V/2007 9. 900/Menkes/SK/VII/2002 dan Nomor. 1. 2. dengan STR diajukan kepada Ketua Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) secara kolektif melalui Organisasi Profesi. 357/Menkes/Per/V/2006 8. 544/Menkes/SK/VI/2002 5.3. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dapat menerbitkan SIK bagi tenaga kesehatan tersebut sambil menunggu STR bagi tenaga kesehatan yang bersangkutan diterbitkan. 1. Bagi tenaga kesehatan yang belum diatur Surat Izin Kerja (SIK) nya dapat memperoleh Surat Izin Kerja (SIK) dengan mengajukan permohonan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dimana dia bekerja dengan melampirkan ijazah tenaga kesehatan yang bersangkutan. 1464/MENKES/PER/X/2010 6.

Tenaga Nutrisionis b. Tenaga Elektro Medik f. Tenaga Perawat Anastesi h. Para Kepala BKD Kab/Kota . Tenaga Fisikawan Medis j.Tenaga kesehatan dimaksud meliputi: a. Kepala Badan PPSDM Kesehatan (sebagai laporan) 4. November 2011 Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia Ketua. Para Eselon I di Lingkungan Kementerian Kesehatan 5. Tenaga Ortotik Prostetik Demikian Surat Edaran ini disampaikan. Para Ketua MTKP 8. Para Kepala BKD Provinsi 7. Tenaga Kesehatan Lingkungan e. Para Kepala Dinas Kesehatan Provinsi 6. Tenaga Teknik Gigi d. untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya. FAIQ BAHFEN Tembusan disampaikan kepada yth: 1. Jakarta. Tenaga Akupuntur i. Sekretaris Jenderal (sebagai laporan) 3. Tenaga Teknik Laboratorium Kesehatan g. Menteri Kesehatan (sebagai laporan) 2. Tenaga Perekam Medis dan Informasi c.

9. Para Ketua PP Organisasi Profesi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful