Anda di halaman 1dari 11

Tumor Pankreas

Flashback 10 tahun yang lalu Gejala Awal Hari Minggu, kuartal pertama 2001, pagi2 sekali saya pergi olahraga rutin menemani bapak mertua di Bogor Raya. Tidak seperti biasanya, saya pergi olahraga tanpa sarapan terlebih dahulu. Waktu itu saya mungkin agak terburu2 bangun karena malam harinya tidur agak telat (kalo tidak salah sampai jam 12an).

Permainan saya hari itu tidak bagus, badan rasanya lemes sekali, pukulan2 saya tidak ada tenaganya saya merasa ada yang kurang beres dengan badan saya Selesai bermain sekitar jam 12 siang kami makan siang, seingat saya waktu itu makan sop ikan (mmm ). Kemudian saya kembali ke saung mertua di daerah Ciawi, rasanya capek dan lemes, sampai saya akhirnya tidur siang Setelah itu, perjalanan hidup saya berubah Bangun tidur, badan saya demam tinggi. Kepala terasa sakit. Sampai malam harinya, badan masih demam dan kepala sakit. Mulai malam itu, perut saya di dekat ulu hati terasa sakit. Saking sakitnya, saya tidak bisa tidur sampai pagi. Sakitnya luar biasa Karena tidak bisa lagi menahan sakit, saya dibawa ke RS International Bintaro. Hari itu, perut saya mulai membengkak sakit nya bukan main Observasi dan Diagnosa Mulailah proses observasi, periksa darah berulang2. Hasil cek darah menunjukkan leukosit tinggi pertanda ada infeksi. Kemudian periksa USG dengan hasil yang menunjukkan adanya cairan di dalam rongga perut, sampai akhirnya dilakukan Endoscopy Baru kali itu saya tahu apa yang namanya Endoscopy.

Malam2 saya masuk ke ruang operasi. Di sana sudah siap ahli Endoscopy dan pendamping2nya rupanya ke dalam lambung saya akan dimasukkan selang yang ujungnya ada kamera untuk mengintip isi jalur pencernaan dan waktu itu pasien dalam keadaan sadar (!!!). Ya, dalam keadaan sadar dimasukkan selang yang ujungnya ada kamera (dan lampu) sampai ke dalam lambung.

Saya diharuskan membantu prosesnya dengan seolah2 menelan selang tersebut waaaaaa kalau ingat waktu itu ngga mau lagi deh. (untungnya sekarang, 10 tahun kemudian, proses Endoscopy bisa tidak terasa karena pasien diberikan obat bius, jadi ngga sadar) Oya, hasil Endoscopy menunjukkan adanya luka di dinding lambung Hasil observasi selama beberapa hari menunjukkan adanya cairan di dalam perut yang tidak diketahui asalnya dari mana Selain terasa sakit yang sangat, saya juga mengalami demam yang sangat tinggi, sampai2 sering mengigau salah satu dugaannya saya menderita pankreatitis, yaitu pembengkakan pada organ pancreas. Tindakan Medis Dalam beberapa hari perut saya semakin membesar sampai seperti orang hamil Untuk mengurangi cairan tersebut pernah seorang dokter spesialis mencoba mengeluarkannya.

Caranya? perut saya ditusuk jarum yang besar, dan saya tidak dibius waaaaaa untuk menahan sakit saya sampai berkata dalam hati ya Allah, hilangkanlah rasa sakitnya, nanti saya akan memberi sedekah untuk anak yatim sebesar Rpxxx. Rupanya datanglah mujizat, proses tusuk menusuk tidak terasa sakit (?) padahal sebelumnya, bukan main deh, kebayang kan kalo perut ditusuk Tapi upaya mengeluarkan cairan tersebut tidak berhasil, cairan tidak bisa keluar Akhirnya, sebagai tindakan darurat, saya harus dioperasi segera, apalagi saat itu saya sudah muntah dan keluar darah Setelah diskusi dengan saudara2 akhirnya diputuskan operasi dilakukan oleh seorang dokter senior (profesor). Bahkan ada saudara2 yang berprofesi dokter sampai2 berdiskusi dengan kolega nya di luar negeri, hasilnya tidak diketahui, alias memang harus dioperasi Untuk pertama kalinya, saya dioperasi besar sebelum operasi saya khawatir sekali sampai2 tekanan darah naik ke 140 mmHg Operasi dilakukan malam hari, selama beberapa jam (kl. sampai 6 jam) Paska Operasi Setelah siuman saya ada di ruangan Intensive Care Unit (ICU) ooo begini tho rupanya ruangan ICU yang saya ingat ada beberapa pasien gawat, ada yang teriak2 kesakitan (termasuk saya). Rasa sakitnya bukan main, terutama di bagian perut yang dibedah (memanjang vertikal 30 cm) apalagi kalau obat biusnya sudah habis untuk mengurangi sakit saya diberi morfin Di dalam ruangan ICU juga saya bisa tau kalau ada pasien yang mendahului pasien lainnya (saya bisa mendengar dari keluarganya yang menangis). Singkat cerita, setelah dari ICU, saya masuk ruang perawatan biasa dan akhirnya berangsur pulih Analisis Paska perawatan saya tanya ke dokter yang operasi, mengenai apa yang saya derita, jawabannya kurang dimengerti, maklum waktu itu saya belum banyak pengetahuan medis seperti sekarang Mau tanya lagi, jarang ketemu dengan dokternya, yang jadwalnya ketat dan sibuk. Akhirnya saya coba bertanya kepada dokter yang mendampingi saat operasi serta kepada dokter bedah digestif lainnya menurut mereka operasi yang dilakukan cukup kompleks, perut dibuka 30cm lebih (laparatomy) dan yang dilakukan adalah membuat bypass untuk mengeluarkan cairan dari dalam rongga perut ke usus (shunt, drain). Nah, saat itu, diyakini bahwa cairan itu muncul karena ada kista di pankreas. Hal ini yang diyakini sampai tahun 2010

Kesimpulan tersebut semakin menguat, setelah operasi tahun 2001, CT Scan pada tahun2 selanjutnya menunjukkan bahwa rongga bekas cairan tadi berangsur menjadi tumor dan lokasinya berada di bawah pankreas. Sampai tahun 2010, setelah perut saya dibedah lagi, barulah diketahui bahwa yang saya derita bukan tumor pankreas, tetapi tumor lambung yang lokasinya menempel dengan pankreas Jadi, secanggih2nya CT Scan dan analisa medis, kondisi di dalam perut tetap tidak bisa 100% diketahui Namun karena ada diagnosis awal tumor pankreas, saya jadi banyak belajar mengenai pankreas termasuk jadi tahu orang2 terkenal yang menderita (a.l. Steve Jobs pendiri Apple Computer dan Presiden Mesir Husni Mubarak).

Tumor Pankreas (2)


Pendahuluan menyambung posting sebelumnya Setelah mendapat diagnosa dan analisis awal bahwa saya menderita tumor pankreas, langsung saya mencari2 informasi yang terkait. Kenapa? karena setelah saya dioperasi pada tahun 2001, tahun2 selanjutnya saya sering masuk RS karena ada pendarahan. Dikatakan bahwa pendarahan terjadi karena adanya luka di dalam lambung, luka ini timbul akibat tumor pankreas yang menekan dinding lambung. Untuk menyembuhkannya harus dioperasi kembali Nah, karena saya agak trauma dengan proses diagnosa dan operasi, saya belum mau dioperasi, apalagi dokter sendiri mengatakan bahwa jenis tumornya jinak Pankreas

Saya banyak mendapat informasi mengenai pankreas, termasuk tumor pankreas dan cara2 penanganannya dari situs Johns Hopkins University, suatu universitas di Amerika yang terkenal akan pengetahuan dan keahliannya dalam bidang kedokteran/kesehatan. Apa itu pankreas? Dia adalah kelenjar yang bentuknya seperti buah pare, terletak di bagian dalam abdomen (perut). Sebagian besar orang tidak tahu mengenai pankreas (umumnya orang2 juga tidak tahu mengenai organ2 tubuh lainnya). Pankreas merupakan bagian dari sistem pencernaan yang sering tidak diperhatikan kecuali kalau ada masalah. Letaknya di antara dua organ lain, yaitu di belakang lambung dan di depan limpa. Sebagian pankreas berada dalam cekungan duodenum (usus halus, 12 jari). Pankreas mengandung enzyme untuk mengeluarkan 2 hormon, insulin dan glucagon. Dua hormon ini dikeluarkan langsung ke dalam pembuluh darah, dan bersama2 mereka mengatur tingkat gula dalam darah (glucose). Insulin menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan glucagon (menyimpan karbohidrat) dalam hati/liver. Sebaliknya, Glucagon secara perlahan akan meningkatkan gula darah. Jika insulin tidak bekerja dengan benar, terjadilah diabetes. Pankreas juga memproduksi enzyme2 yang sangat penting, mencerna makanan, protein, fat dan zat pati. Jika pankreas tidak bekerja dengan benar, maka zat2 nutrisi tidak bisa dicerna dengan baik sehingga pasien akan kekurangan nutrisi/gizi. Karena lokasinya yang dalam, tumor pankreas jarang bisa diketahui dengan meraba-menekan perut. Sehingga banyak kasus kanker pankreas tidak diketahui sampai tumor sudah besar dan mengganggu fungsi organ di sekitarnya (lambung, usus 12 jari, hati dan empedu).

Lokasi pankreas (warna kuning)

Penyebab Tumor/Kanker Pankreas Penyebabnya adalah mutasi genetik/DNA dan diketahui ada 3 hal yang dapat mengakibatkan perubahan/mutasi DNA. Keturunan, gaya hidup atau perilaku seperti merokok, dan faktor eksternal. Beberapa faktor risiko penyebab tumor/kanker pankreas: 1. Merokok, beberapa ilmuwan memperkirakan 20%-25% kasus disebabkan oleh merokok. 2. Umur, semakin berumur semakin berisiko, lebih dari 80% kasus terjadi pada usia 60 80. 3. Ras/keturunan, studi di Amerika menunjukkan bahwa penderita umumnya lebih banyak berasal dari keturunan Afrika, barangkali karena faktor sosio-ekonomi dan kebiasaan merokok. 4. Gender, lebih banyak terjadi pada pria, ini juga bisa jadi karena pria lebih banyak merokok dibanding wanita. 5. Agama, beberapa kasus pada Yahudi Ashkenazi yang diduga karena mutasi genetik BRCA2 (kanker payudara) yang banyak terjadi di keluarga Yahudi Ashkenazi. 6. Pankreatitis kronis, pembengkakan pancreas (pancreatitis) yang lama bisa dihubungkan dengan kanker pancreas. 7. Diabetes, merupakan salah satu gejala dan faktor risiko. 8. Obesitas, kegemukan. 9. Diet: banyak makan daging, cholesterol pada goreng2an dan nitrosamines akan meningkatkan risiko. Banyak buah dan sayuran akan mengurangi risiko. 10. Genetics, termasuk gen BRCA2, FAMMM, PalB2 atau Peutz-Jeghers.

Gejala Berikut ini adalah beberapa diantara gejala umum kanker pankreas dan yang mungkin timbul dari penanganannya (side effects). Informasi ini bukan menjadi pengganti advice dari dokter, tetapi dapat menjadi alarm akan adanya gangguan.

Pembengkakan (ascites) di perut (abdomen). Nyeri di daerah abdomen. Nyeri di punggung. Anorexia, hilang nafsu makan. Cachexia, berat badan turun dan jaringan otot berkurang. Menggigil. Sering kram otot. Demam. Gatal2 (Pruritis). Jaundice (mata/kulit kekuning2an). Mual.

Diagnosis Kanker pankreas sering terjadi dengan gejala klinis yang umum (tidak spesifik) seperti nyeri, jaundice dan turunnya berat badan. Dalam hal ini kanker pankreas sulit dideteksi dan didiagnosa. Beberapa teknik untuk diagnosa adalah CAT scan, endoscopic ultrasound (EUS) dan endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP). Walaupun banyak teknik diagnosa dengan prinsip imaging techniques, cara yang paling oke atau biasa disebut juga gold standard tetaplah histopathology. Jaringan tipis dari pankreas diambil untuk diuji, diambil melalui jarum biopsi yang sangat kecil atau pengambilan sebagian jaringan melalui operasi laparotomy. Angiography juga bermanfaat untuk menentukan apakah pembuluh darah di sekitar pancreas dipengaruhi tumor.

Tumor Pankreas (3)


kembali melanjutkan posting sebelumnya

Penanganan dan Terapi Untuk tumor yang telah menjadi ganas (kanker), bisa dilakukan operasi, radiasi, kemoterapi dan vaksin. Dalam tulisan ini saya hanya akan membahas pembedahan, kenapa? karena itu yang paling umum dan biasanya radiasi serta kemoterapi diberikan setelah dilakukan pembedahan. Pembedahan juga menjadi perhatian saya karena pada awal tahun 2000-an saya diminta dokter untuk dioperasi Pada saat didiagnosa kanker pankreas, biasanya penyakit sudah mencapai stadium lanjut. Oleh karena itu, banyak pasien yang tidak bisa dioperasi. Dengan kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, tahap awal kanker pankreas dapat dideteksi, termasuk ketika masih belum menjadi ganas (masih tumor jinak), sehingga operasi dapat dilakukan. Kapan kanker pankreas bisa dioperasi, umumnya bila terlokalisir, sehingga bisa dipotong tumornya. Artinya, kanker belum menyebar ke pembuluh darah, simpul getah bening maupun jaringan organ tubuh lainnya. Namun, sesuai perkembangan, walaupun sudah menyebar ke jaringan getah bening disekitarnya, masih dapat dioperasi. Bahkan perkembangan terakhir memungkinkan penggantian pembuluh darah utama yang menuju hati/liver. Jika kanker sudah ditemukan berada di simpul getah bening yang jauh lokasinya dari pankreas, pada organ lain atau jaringan pembuluh darah, pembedahan tidak akan dilaksanakan.

Pembedahan mungkin dilakukan tapi untuk menghilangkan beberapa gejala dan agar kualitas hidup pasien lebih baik tetapi bukan sebagai pengobatan (non-curative). Bagaimana operasi tumor/kanker pankreas? tergantung bagian pankreas yang terkena

Bila berada di bagian Head, Neck atau Uncinate Process maka akan dilakukan Whipple Procedure. Proses ini disebut juga pancreaticoduodenectomy, atau pemotongan kandung empedu, usus 12 jari, dan head dari pankreas. Pertama kalinya dilakukan oleh Dr. Alan O. Whipple dari New York Memorial Hospital (Memorial Sloan-Kettering). Ada beberapa variasi Whipple : 1. Standard Whipple dengan lymph node dissection:

kondisi pasca operasi:

2. Radical Whipple with lymph node dissection 3. Pylorus Preserving mempertahankan pylorus (bagian dimana lambung dikosongkan, menuju usus 12 jari). 4. Classic termasuk pemotongan 40% lambung. Sebagai informasi, dalam proses laparatomy yang saya alami, lambung dipotong 75% termasuk pylorus nya. Bila berada di Body atau Tail, agak kompleks. Tumor di lokasi tersebut akan berkembang sebelum muncul gejala seperti nyeri dan jaundice. Sayangnya, ketika gejala muncul biasanya kanker sudah berada pada stadium lanjut sering dengan adanya penyebaran. Oleh karena itu tidak dapat dioperasi (non-operable). Jika ternyata masih dapat dioperasi, akan dilakukan distal pancreatectomy and splenectomy. Yaitu pemotongan bagian kiri pankreas dan limpa. Metastasis kata lain dari penyebaran. Untuk stadium yang telah menyebar, ada beberapa lokasi yang mungkin untuk penyebaran :

Penutup Ketika saya akan dioperasi pada bulan Mei 2010, dokter menyampaikan kemungkinan pengangkatan atau pemotongan pankreas. Hal tersebut dapat mengakibatkan proses pencernaan yang tidak normal serta yang lebih dikhawatirkan adalah tidak adanya pengaturan gula darah oleh insulin dan glucagon. Jadi kemungkinannya adalah seumur hidup tergantung suntikan insulin. Waktu itu saya sedih juga bahkan sudah searching di internet mengenai alat2 untuk suntik insulin. Alhamdulillah, saya masih diberikan kesempatan, ternyata setelah dibedah, lokasi tumor terlepas dari jaringan pankreas sehingga pankreas tidak di-otak-atik Walaupun demikian, saya pernah sangat concern dengan organ pankreas sebagaimana yang saya share dalam tulisan2 di blog ini Mudah2an informasi ini bisa bermanfaat.