Anda di halaman 1dari 8

Lembaga Penunjang Pasar Modal

1. Underwriter adalah adalah kumpulan para ahli yang sudah biasa

terjun dalam bisnis finansial sehingga dapat meyakinkan para investor atau calon pemegang saham, bahwa saham yang sedang ditawarkan betul-betul mewakili perusahaan bonafide. Tugas Underwriter adalah : Memberi nasihat mengenai Jenis efek yang sebaiknya dikeluarkan Harga wajar untuk efek yang dikeluarkan Jangka waktu efek

Mengajukan pendaftaran emisi efek Penisian pendaftara emisi efek Penyusunan prospektus Merancang specimen efek Mendampingi emiten dalam proses evaluasi

Mengorganisir penyelenggarakan emisi Pendistribusian efek Menyiapkan sarana penunjang

2. Trustee ( Wali Amanat ) Waliamanat adalah pihak yang mewakili kepentingan Pemegang Efek bersifat uang. Bank Umum yang akan bertindak sebagai Wali Amanat wajib terlebih dahulu terdaftar di Bapepan untuk mendapatkan Surat Tanda Terdaftar sebagai Wali Amanat. Tugas Wali Amanat adalah : Menganalisis kemampuan dan kreditabilitas emiten Melakukan penilaian terhadap kekayaan emiten yang diterimanya sebagai kaminan Memberikan nasihat pada emiten Melakukan pengawasan terhadap pelunasan pinjaman pokok beserta bunga yang harus dilakukan emiten tepat pada waktunya Melakukan tugas selaku agen utama pembayaran Mengikuti secara terus menerus perkembanagan usaha emiten Membuat perjanjian perwaliamanatan dengan emiten Memanggil Rapat umum Pemegang Obligasi (RUPO)

3. Biro Administrasi Efek

pihak yang melakukan administrasi yang berkenaan dengan kepentingan investor dan emiten. Jasa biro ini sangat diperlukan pada pasar modal yang telah berkembang luas. Tugas Biro Administrasi Efek adalah

Membanfu emiten dan underwriter dalam rangka emisi efek;

melaksanakan kegiatan penyimpanan dan pengalihan hak atas saham para investor; menyusun Daftar Pemegang Saham dan perubahannya untuk melakukan Pembukuan Pemegang Saham (pembuatan Daftar Pemegang Saham) atas permintaan emiten; menyiapkan korespondensi emiten kepada pemegang saham, misalnya pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham dan pengumumam pembayaran deviden atas nama emiten. membuat laporan-laporan bila diminta oleh instansi berweweng, seperti Bapepam. 4. Custodian Adalah pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima deviden, bunga, dan hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya. Tugas custodian : Menyediakan TPH (tempat penitipan harta) yang aman bagi suratsurat berharga (Efek) Mencatat dan membukukan semua penitipan pihak lain secara cermat. (jasa administrasi) Mengamankan semua penerimaan dan penyerahan Efek untuk kepentingan pihak yang diwakilinya
Mengamnkan pemindah tanganan Efek

Menagih deviden saham, bunga obligasi, dan hak-hak lain yang berkaitan dengan surat berharga yang dititipkan 5. Broker pihak yang melakukan jual beli efek yang listing di bursa efek. Pialang memperoleh balas jasa dari layanan yang ia berikan kepada investor. Layanan tersebut berupa informasi yang dibutuhkan investor untuk mengambil keputusan dalam pengelolaan keuangan (financial management). Tugas Broker adalah, menjembatani antara penjual dan pembeli.
Memberikan berupa informasi yang dibutuhkan investor untuk

mengambil keputusan dalam pengelolaan keuangan (financial management). 6. Perusahaan sekuritas bergerak di bidang perdagangan efek-efek yang tercatat di bursa efek, perusahaan Surat Berharga ini didukung oleh tenaga profesional dalam mekanisasi perdagangan efek, seperti underwriter, broker, fund management. Tugas perusahaan sekuritas adalah Memasyarakatkan dan meningkatkan minat masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal sebagai alternatif berinvestasi Membantu mobilisasi dana masyarakat dengan cara memperjualbelikan efek diantara pemodal dengan pemodal atau emiten

7. Reksadana

sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya atau investor menyerahkan sejumlah dana tertentu untuk digunakan sebagai modal berinvestasi tugas reksadana adalah menganalisa surat-surat berharga di pasar uang dan pasar modal
memilih surat berharga yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh pemodal

Produk di Pasar Modal 1. Saham Salah satu efek yang pasar umumnya dijual di pasar modal (bursa efek) adalah saham. Saham adalah tanda penyertaan modal pada suatu Perseroan Terbatas (PT). Manfaat yang diperoleh dari pemilikan saham adalah sebagai berikut : Deviden : bagian dari keuntungan yang dibagikan kepada pemilik Capital gain : keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli Manfaat nonfinansial, yaitu mempunyai hak suara dalam aktivitas

saham.

dan harga jual saham. perusahaan. 2. Saham Preferen Saham preferen merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). Saham preferen lebih aman dibandingkan dengan saham biasa karena memiliki hak klaim terhadap kekayaan perusahaan dan pembagian dividen terlebih dahulu Akan tetapi saham preferen mempunyai kelemahan yaitu sulit untuk diperjualbelikan seperti saham biasa, karena jumlahnya yang sedikit. Karakteristik saham istimewa meliputi :4 a. Saham istimewa adalah saham yang merupakan bentuk kepemilikan yang diterbitkan perusahaan dan diperdagangkan oleh

para pemodal. b. Saham istimewa mempunyai sifat untuk mengurangi FisTko pemodal, selain dapat membatasi perolehan, Jumlah dividen dijamin dan dibayarkan sebelum dividen saham biasa. c. Para pemegang saham istimewa tidak mendapatkan penambahan dividen, apabila perusahaan memperoleh tambahan keuntungan. d. Harga saham istimewa umumnya mengalami kenaikan harga lebih lambat. e. Para pemegang saham istimewa memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh kembali sebagian investasi, apabila perusahaan mengalami likuidasi. f. Para pemegang saham istimewa diberikan hak-hak istimewa, seperti mendapatkan hak keuntungan (dividen), hak mendapatkan pembagian assets perusahaan apabila terjadi likuidasi dan mendapatkan hak khusus dalam manajemen perusahaan. 3. Obligasi Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran. Ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam obligasi tersebut seperti misalnya identitas pemegang obligasi, pembatasan-pembatasan atas tindakan hukum yang dilakukan oleh penerbit. 4. Obligasi konversi Obligasi konversi atau yang dikenal juga dengan nama convertible bond, adalah suatu jenis obligasi yang dapat dikonversikan menjadi saham dari perusahaan penerbit obligasi dan biasanya pada rasio pertukaran yang sudah ditentukan terlebih dahulu pada penerbitan obligasi tersebut. Ini merupakan sekuriti hibrida yaitu suatu sekuriti yang terdiri dari dua unsur yaitu utang

dan ekuitas. Walaupun demikian biasanya obligasi konversi ini memiliki tingkat suku bunga kupon yang rendah dimana pemegang obligasi diangap telah menerima kompensasi berupa suatu kesempatan untuk menukarkan atau mengkonversikan obligasinya dengan saham biasa dengan harga yang lebih rendah dari harga saham tersebut dipasaran. Dari sisi penerbit obligasi konversi maka keuntungan yang diperolehnya yaitu pembayaran bunga yang lebih rendah, namun sebagai kompensasi keuntungan tersebut maka penerbit juga akan mengalami dilusi saham sewaktu pemegang obligasi melakukan konversi obligasinya ke saham baru. 5. Right Issue Right issue merupakan hak untuk memesan saham baru yang akan dikeluarkan oleh emiten. Rights ini diberikan cuma-cuma dan diprioritaskan kepada pemegang saham biasa untuk memesan saham baru. Tujuan. Pada umumnya tujuan rights issue adalah untuk menghimpun dana segar yang akan digunakan untuk ekspansi usaha, membayar pinjaman, atau untuk modal kerja. Beberapa tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan porsi kepemilikan pemegang saham, atau untuk meningkatkan jumlah saham beredar sehingga lebih likuid perdagangannya. 6. Warran Warrant adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh perusahaan yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham perusahaan dengan persyaratan yang telah ditentukan sebelumnya. Persyaratan tersebut biasanya mengenai harga, jumlah, dan masa berlakunya warrant tersebut. 7. Stock split Stock split adalah corporate action yang umunya dilakukan perusahaan untuk menginformasikan ke pasar mengenai kinerja dan prospek perusahaan di masa yang akan datang. Selain itu, peristiwa stock split juga ditujukan untuk memoles saham agar tampak lebih menarik di mata investor. Penelitian ini

bertujuan untuk melihat bagaimana pengaruh split_signal factor sebagai proksi informasi privat dalam peristiwa pemecahan saham dan Return on Equity (ROE) sebagai variabel kontrol terhadap laba bersih, perubahan laba dan laba per lembar saham (EPS) perusahaan. 8. Opsi Option adalah surat pernyataan yang dikeluarkan oleh seseorang/lembaga (tetapi bukan emiten) untuk memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli saham (call option) dan menjual saham (put option) pada harga yang telah ditentukan sebelumnya.