Anda di halaman 1dari 2

BAB II Pembahasan 1.

Infertilitas Pasangan mandul (infertil) adalah pasangan yang telah kawin dan hidup harmonis s erta berhubungan seks selama satu tahun tetapi belum terjaddi kehamilan. Menurut statistic kehamilan terjadi sekitar 80 % pada tahun pertama, 75 % pada tahun ke dua, 50 60 % pada tahun ketiga, pada tahun keempat turun menjadi sekitar 40 50 % sedangkan pada tahun kelima lebih kecil, antara 25 30. Penekanan penatalaksanaan pasangan infertil Pasangan suami istri dipandang sebagai kesatuan biologis. Kekurangan salah satu dari mereka akan dapat diatasi oleh yang lainnya sehingga kehamilan dapat berlangsung. Pemeriksaan terhadap penyebabnya harus dapat diketahui, diselesaikan selama tiga siklus (tiga bulan). Pasangan infertil sebaiknya dapat mengikuti pemeriksaan yang telah dijadwalkan. Pemeriksaan terhadap suami meliputi pemeriksaan fisik umum, fisik khusus, dan pe meriksaan analisis sperma. 1.2 Pemeriksaan Pasangan Mandul Langkah pemeriksaan pasangan infertil dirancang dengan urutan seperti dibawah ini: Anamnesis Pada pengumpulan data dengan anamnesis (Tanya jawab) akan diketahui keharmonisan hubungan keluarga, lamanya kawin, hubungan seksual yang dilakukan ( frekuensi d alam seminggu, tingkat kepuasan yang dicapai, teknik hubungan seksual). Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan umum untuk pasangan infertil meliputi pemeriksaan tekanan darah, nad i, suhu tubuh, dan pernafasan.Juga dilakukan foto thoraks pada kedua pihak. Pemeriksaan Laboratorium Dilakukan pemerisaan laboratorium dasar secara rutin (darah, urine lengkap, fung si hepar dan ginjal, gula darah).Pemeriksaan laboratorium khusus terhadap suami meliputi pemeriksaan dan analisis sperma.untuk pemeriksaan ini diperlukan syarat yaitu tidak boleh berhubungan seks selama 3 5 hari, ditampung dalam gelas, modi fikasi dengan bersenggama memekai kondom yang telah dicuci bersih, dan bahan yan g ditampung harus mencapai laboratorium dalam waktu jam sampai 1 jam, pemeriksaa n setelah ejakulasi dalam waktu 2 jam di laboratorium. Jumlah spermatozoa dihara pakan minimal 20 juta/ml. Pemeriksaan sperma untuk mengetahui jumlah, volume, vi skositas,bau, rupanya, fruktosa, kemampuan menggumpal dan mencair kembali.pemeri ksaan yang masih perlu dilakukan diantaranya uji kontak sperma, uji antibody imo bilisasi, uji pasca sanggama.Bila jumlah dan kemampuan gerak spermatozoa mengala mi gangguan maka konsultasi suami dilakukan pada ahli urologi (ginjal dan perkrm ihan).Bila kemampuan melakukan tugasnya mengalami gangguan dapat berkonsultai pa da ahli andrologi. Penyakit verikokel pada suami, sering menyebabkan gangguan spermatozoa sehingga perlu pembedahan operasi.Verikokel adalah keadaan pembukuh darah menuju buah zak ar terlalu besar, sehingga jumlah dan kemampuan gerak spermatozoa berkurang yang berarti mengurangi kemampuannya untuk menimbulkan kehamilan. Sebelum melanjutka n pemeriksaan terhadap istri, factor suami yang menybabkan infertilitas (sekita r 40%) harus diobati terlebih dahulu. 2.Faktor Infertilitas Pada Suami Istri Faktor suami sebagai penyebab infetilitas mencakup beberapa factor sebagai berik ut; Faktor Kelainan alat kelamin Hipospadia ( muara saluran kemih terletak di permukaan bawah zakar ). Ejakulasi retrograde ( ketika ejakulasi air mani masuk kekandung kemih ) Terdapat verikokel ( pelebaran pembukuh darah tali mani ) Buah zakar mengecil ( atrofi )

Buah zaka yang tidak turun Factor fungsional Kemampuan ekresi kurang Kelainan pada pembentukan spermatozoa Gangguan pada sperma dan spermatozoa Oleh karena itu suaminya sebaiknya menjalani pemeriksaan dan pengobatannya secar a tuntas dengan melakukan konsultasi pada ahli gijal dan perkemihan (urolog), k onsultasi ppada ahli andrologi (ahli fungsi aat kelamin pria ), pemerriksaan khu sus pada testis (buah zakar) biopsy buah zakar ( kalau perlu ), dan pemeriksaann hormonal. Salah satu penyakit anak anak yang dianggap entneng adalah