Anda di halaman 1dari 4

NAMA : LAELY NUR AFIDA NIM JUR : 105090200111014 : KIMIA

Keuntungan dan Kerugian Hidup di Abad 20

Seorang yang lahir di abad dua puluh telah melihat banyak perubahan yang terjadi di hampir segala bidang kehidupan manusia. Banyak orang senang dengan tantangan yang ditawarkan oleh perubahan ini, yang lain ingin kembali ke kehidupan yang lebih sederhana, sebuah gaya hidup yang seperti masa lalu. Hidup di abad dua puluh mempunyai beberapa keuntungan seperti standar kehidupan yang lebih tinggi dan juga mempunyai beberapa kerugian seperti lingkungan yang tercemar, hubungan antar manusia yang tidak erat dan kebangkitan nilai-nilai spiritual. Dalam bidang kesehatan secara konkrit menunjukan berkembangnya mutu kesehatan yang lebih baik dari abad sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya rumah sakit yang memiliki fasilitas yang lengkap dan memadai. Selain itu ditunjang dengan adanya dokter dan perawat yang berpengalaman dalam bidangnya. Kemajuan teknologi juga berperan penting dalam kesehatan yang nantinya membantu para tenaga medis untuk proses diagnosis. Selain adanya bantuan peralatan medis yang modern, cara lain untuk meningkatkan harapan hidup yang lebih baik adalah dengan meningkatkan asupan gizi. Dengan asupan gizi yang cukup dapat mempertahankan kualitas pikiran kita untuk menciptakan halhal yang baru dan nantinya dapat dimanfaatkan dimasa yang akan datang sehingga waktu luang tidak terbuang siasia. Orangorang yang dapat menciptakan halhal baru diwaktu luang yang nantinya bermanfaat dimasa datang itu merupakan orangorang yang memanfaatkan waktu luang dengan hal yang positif tapi ada juga yang memanfaatkan dengan hal yang negatif. Contohnya orangorang yang suka mabukmabukan, berjudi, dan lain sebagainya. Pemanfaatan waktu luang tersebut tergantung pada pemikiran individu masingmasing. Sebagai generasi penerus yang berkualitas, daripada memanfaatkan waktu luang dengan halhal yang negatif, sebaiknya memanfaatkan sarana komunikasi untuk mendapatkan informasi,

agar waktu luang tersebut tidak terbuang siasia, dimana informasi tersebut dapat menambah ilmu pengetahuan kita. Suatu informasi bisa didapatkan dari radio, televisi, dan alat informasi yang lainnya. Dengan keberadaan telepon pula kita dapat informasi dari orang lain secara langsung meskipun dalam jarak yang jauh. Dengan telepon kita dapat menghemat waktu. Penghematan waktu tersebut juga diterapkan dalam alatalat pekerjaan rumah tangga. Misalnya untuk mencuci piring lebih cepat menggunakan mesin pencuci piring dibandingkan dengan mencuci secara manual.

Membersihkan lantai dan karpet cukup dengan menggunakan mesin penyedot debu, begitu juga untuk meringankan dalam proses pencucian baju dalam pekerjaan rumah diciptakanlah mesin cuci. Serta pada saat ini alat transportasi pun menjadi lebih maju dan canggih. Dengan kecanggihan alat transpotasi menjadikan kita menjangkau tempat-tempat yang jauh dengan lebih efisien dan efektif dalam segi waktu. Contohnya saja dengan adanya pesawat Jakarta - Malang yang dapat ditempuh dalam waktu 30 menit, tetapi jika dibandingkan kita menggunakan kereta api, bus, ataupun alat angkutan lainnya kita dapat menghemat waktu sekitar 14 jam. Namun, perkembangan yang memiliki banyak keuntungan ini juga diiringi oleh beberapa dampak negatif yang juga dapat merugikan kehidupan manusia. Dampak negatif ini dapat berbentuk pencemaran, yakni pencemaran air dan pencemaran udara. Pencemaran udara atau yang biasa kita sebut dengan polusi udara. Contohnya timbulnya kabut asap yang merupakan limbah dari pabrik atau kebakaran hutan, meningkatnya gas sisa pembakaran kendaraan bermotor, dan lain - lain. Pemikiran yang lebih maju serta didukung teknologi canggih dapat bermanfaat untuk kelangsungan hidup. Contohnya pemanfaatan nuklir sebagai tenaga pembangkit listrik yang apabila sedikit saja kita lalai maka akan berdampak negatif. Apabila terjadi kebocoran nuklir, radiasi yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup. Sedangkan, pencemaran air dapat berupa limbah kimia dari pabrik yang dibuang di sungai tanpa adanya pemanfaatan, yang dapat mengakibatkan varietas dan populasi ikan berkurang, serta menurunnya pasokan air di sekitar kita dan air menjadi tercemar dan tidak layak untuk dikonsumsi, meskipun bahaya yang ditimbulkan tidak dalam jangka waktu pendek namun juga dalam jangka waktu panjang.

Dan kurangnya kesadaran untuk membuang sampah di tempatnya, menjadikan semakin bertambah parahnya pencemaran air yang disebabkan oleh sampah, terutama sampah rumah tangga yang notabennya lebih dominan setelah limbah pabrik. Khususnya di daerah perkotaan yang kesadarannya masih rendah akan pentingnya kebersihan. Sampahsampah dibuang di selokan, aliran sungai, dan lain sebagainya tanpa memikirkan akibatnya. Daerah sekitar lepas pantai pun juga sering terjadi pencemaran air yang dikarenakan kelalaian manusia yakni bocornya penambangan minyak lepas pantai dan tumpahnya minyak kapal yang berdampak negatif bagi biota laut. Dan akhirnya juga berdampak pada kelangsungan hidup manusia. Selain itu, kerugian hidup pada abad dua puluh adalah semakin tidak personalnya hubungan antar manusia. Dengan diciptakan alat teknologi yang canggih bukan berarti kita lebih mudah melakukan sesuatu, tetapi dengan adanya hal tersebut menjadikan kita sulit untuk bersosialisasi secara langsung, padahal kita adalah makhluk sosial. Contohnya saja mesin transaksi otomatis, yang membuat kita menjadi malas untuk melakukan transaksi dengan bertatap muka. Selain itu juga adanya mesin penjawab telepon serta layanan kencan terkomputerisasi. Kedua hal tersebut menjadikan kita sedikit waktu untuk bersosialisasi secara langsung dengan orang lain. Itu sebabnya kemajuan teknologi juga berdampak buruk kalau kita tidak memanfaatkan semaksimal mungkin akan kemajuan ini. Kemajuan teknologi juga mempengaruhui besarnya angka suatu jaminan sosial. Banyak perusahaan besar yang menerapkan angka-angka sebagai jaminan dari kehidupan mereka. Sebagai contohnya jaminan kesehatan. Begitu juga diluar sana yang menggunakan angka sebagai suatu kebutuhan. Contohnya saja nomor kartu kredit, ketika seseorang memiliki ATM, maka yang mereka butuhkan adalah PIN ketika menarik uang. Dalam hidup diabad dua puluh ini, juga hidup pada era globalisasi dimana terdapat banyak barang-barang bersifat inovatif yang dihasilkan oleh manusia,banyak individu manusia itu sendiri yang menjadi sangat tergantung dan sangat membutuhkan pada barang-barang hasil inovasi tersebut. Dimana disini, dengan sifat dasar manusia tidak pernah puas akan keinginan untuk memenuhi kebutuhannya yang selalu bertambah seiring perjalanan waktu, maka manusia juga akan sangat berkebutuhan untuk memenuhi barang-barang inovatif tersebut dengan berdalih bahwa barang-barang atau benda-benda tersebut akan lebih membantu dalam berkegiatan kesehariaannya serta lebih jauh lagi mereka akan berdalih bahwa pemenuhan benda-benda hasil

inovasi abad dua puluh ini adalah untuk menunjang status sosialnya. Sehingga, dapat dikatakan bahwa individu atau manusia yang hidup pada abad dua puluh ini akan cenderung mematerialkan segala sesuatu, membendakan segala hal yang ada dalam dirinya dalam berkehidupan. Manusia menjadi semakin cenderung untuk membendakan segala sesuatunya, yang hal ini dapat disebut juga sebagai sifat materialistis yang dimiliki manusia. Manusia akan menganggap bahwa semua yang ada dalam dunia ini adalah segala hal yang dapat diindera, segala hal yang rasional, yang dapat diterima oleh logika mereka sehingga mereka tidak menerima segala hal yang bersifat irasional termasuk didalamnya yang bersifat spiritual, padahal tidak semua yang ada dalam dunia ini dapat diindera, dapat dilogika dan berupa material atau kebendaan, contohnya saja keyakinan kita sebagai manusia dalam memeluk agama yang merupakan suatu kebutuhan juga bagi manuia dalam berkehidupan. Dan manusia sendiri lebih percaya dengan ilmu bukan agama lagi. Kesimpulannya, walaupun abad dua puluh telah memberikan banyak keuntungan dengan membuat kita lebih kaya, sehat dan bebas untuk menikmati hidup, menurut pendapat saya, abad dua puluh tidak membuat kita lebih bijak. Abad dua puluh membuat bumi lebih kotor, membuat orang-orang tidak manusiawi, dan kehidupan spiritual kita miskin. Kita seharusnya menikmati keuntungan kemajuan teknologi karena kita bebas mengejar kepentingan dan tujuan hidup. Bagaimanapun, kita harus membuat langkah terpadu untuk menjaga lingkungan hidup untuk generasi masa depan. Lebih jauh, kita harus menyempatkan waktu untuk membuat hidup lebih berarti dalam sebuah dunia yang semakin tidak bersahabat dan mekanis.