Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Di Indonesia keberadaan pedagang kecil sangat populer.

Kepopuleran pedagang kecil yang berwujud seperti pedagang rumahan, pedagang kaki lima, pedagang menggunakan gerobak, sepeda, sepeda motor ataupun yang lainnya. Dilihat dari sisi ekonomi pedagang kecil memiliki dampak positif, sebagai pedagang, secara pasti dapat menyerap lapangan pekerjaan dari sekian banyak orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Dengan demikian para pedagang ini telah mencoba berkreasi, berwirausaha dengan modal sendiri atau tanpa modal. Keberanian dalam dalam berjuang memenuhi tuntuan hidup inilah yang patut diacungi jempol dan layak untuk diperhatikan dan ditumbuh kembangkan keberadaannya. Kementerian Tenaga Kerja dan Kadin Pusat telah mencanangkan, agar kehidupan pedagang kecil, dibina, diatur, jangan dimatikan, karena mereka sudah turut dalam menyumbangkan andil dalam membangun lapangan pekerjaan. Mengingat pentingnya pedagang kecil sebagai wirausahawan dalam membangun perekonomian, maka pemberian pembinaan harus sering dilakukan untuk menunjang keberhasilan mereka. Pembekalan dalam berbagai bidang keilmuan antara lain pemasaran, keuangan, manajemen, komunikasi, kewirausahaan, dll harus dilakukan. Mengapa strategi pemasaran penting dipahami oleh wirausahawan? Karena pemasaran merupakan ujung tombak setiap usaha, wirausahawan dituntut untuk memahami berbagai situasi didalam menjalankan usahanya diantara karena terbatasnya sumberdaya yang dimiliki ( pendidkian, uang, peralatan, bahan baku dsb) dan juga ketidak pastian mengenai kekuatan bersaing. B. Landasan Teori Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori pemasaran oleh Kotler (1980) dan Stanton (1978) mengenai pengertian pemasaran dan konsep pemasaran. C. PERUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana para pedagang kecil melakukan kegiatan usahanya? 2. Bagaimana proses pemasaran yang dilakukan para pedagang kecil? 3. Masalah-masalah pemasaran apa sajakah yang di hadapi pedagang kecil?dan bagaimana mereka meng hadapinya?

BAB 2 ANALISA DAN EVALUASI Dalam melakukan penelitian,di gunakan meode kuesioner dengan memberi beberapa pertanyaan kepada penjual/pedagang kecil,sehingga bisa di analisa untuk memecahkan masalah terutama dalam pemasaran dan kemudian melakukan evaluasi berupa kesimpulan dan saran.Ada beberapa teori yang menjadi landasan untuk melakukan analisa dan evaluasi,diantaranya : A. Teori Pemasaran Secara definisi, Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan (Kotler, 1980).Perusahaan yang sudah mulai mengenal bahwa pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses usahanya, akan mengetahui adanya cara dan falsafah baru yang terlibat di dalamnya. Sedangkan teori lain menyebutkan,Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepadakonsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982). B. Konsep Pemasaran Sebagai falsafah bisnis, konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan berorientasi kepada kebutuhan konsumen. Hal ini secara asasi berbeda dengan falsafah bisnis terdahulu yang berorientasi pada produk, dan penjualan. Secara definitif dapatlah dikatakan bahwa: Konsep Pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Stanton, 1978).

Tiga unsur konsep pemasaran: 1. Orientasi pada Konsumen 2. Penyusunan kegiatan pemasaran secara integral 3. Kepuasan Konsumen

KUESIONER PENELITIAN

Nama Responden

: Bu Ida

Usia

Jenis Kelamiin

: Perempuan

Tingkat Pendidikan

Status

: Menikah

Jumlah Tanggungan Keluarga

Jam Bekerja

: 5 Jam (pukul 6 pagi sampai 11 siang)

PERTANYAAN

1. Apa nama warung/usaha anda ? Lontong Bu Ida 2. Apa saja yang anda jual? Lontong,Nasi Gurih,lupis,cenil,dan Gorengan 3. Sudah berapa lama anda melakukan usaha ini? Sejak tahun 2004 4. Dimana lokasi warung/usaha anda? Jln. Binjai KM 11,5 Sukabumi Baru Gang 2 5. Berapa harga jual produk makanan? Lontong : Rp 5.000 nasi gurih? Lupis? Cenil? Gorengan? 6. Berapa pendapatan anda selama sehari? Rata-rata Rp 50.000 7. Bagaimana cara anda memasarkan usaha anda? Melalui mulut ke mulut (tetengga dekat) 8. Berapa modal yang anda butuhkan? Rp 200.000 9. Pada jam berapa anda mulai berjualan? Jaml 6 pagi sampai 11 siang 10. Jarak warung anda dengan pesain? Dalam 200 m2 ada 2 pesaing 11. Apa saja kesulitan dalam Pemasaran? Lokasi berjualan yang berada di dalam gang 12. Kesulitan lainnya? Jarak dengan pesaing Modal yang kurang Lokasi berjualan 13. Siapa saja karyawan dalam usaha anda? Anak dan anggota keluarga

Warung Lontong Bu Ida telah dimulai sejak 8 tahun yang lalu,warung ini di gunakan sebagai sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi keluarga Bu Ida.Warung ini menjual berbagai makanan untuk sarapan pagi berupa Lontong,cenil,gorengan,dsb. Usaha warung di mulai dengan modal yang tidak terlalu besar yaitu Rp 200.000 dan dengan pendapatan per hari rata-rata Rp 50.000.Warung ini di buka sejak pukul 6 pagi sampai sekitar pukul 11 siang.Pemasaran produk warung ini di lakukan denagan cara mulut ke mulut atau memberi tahu tetangga sekitar.Pemasaran melalui mulut ke mulut ini memang lazim di gunakan oleh pedagang kecil dan strategi pemasaran ini cukup berhasil. Ketika di amati, yang menyebabkan warung Lontong Bu Ida cukup berhasil yaitu : 1. Harganya relatif murah (mulai Rp 2 ribu sampai 5 ribu untuk satu porsi untuk tiap makanan ) 2. Rasanya enak. 3. Variasi produk cukup banyak (lontong sayur,cenil,lupis,gorengan,dll) 4. Penjualnya ramah.

Namun,usaha warung ini juga memiliki beberapa hambatan seperti jumlah pesaing yang cukup banyak dan saling berdekatan yaitu hanya berjarak sekitar 200 meter.Modal usaha yang relatif kecil menyebabkan usaha warung ini sulit berkembnag karena hanya mendapat hasil yang juga tidak terlalu besar tiap harinya.Lokasi berjualan yang cukup masuk ke dalam gang sehingga cukup sulit untuk di ketahui konsumen yang ingin membeli. Kebanyakan pedagang kecil kesulitan dalam mengatasi masalah ini,karena modal yang di butuhkan relatif kecil menyebabkan banyak masyarakat lain yang mencoba usaha ini dan menimbulkan persaingan usaha sehingga pendapatan yang di peroleh cenderung berkurang dan tidak pasti. Selain itu lokasi berjualan yang berada di dalam gang menyebabkan konsumen cukup sulit untuk mengetahui lokasi berjualan yang hanya di ketahui tetangga sekitar saja,membuat usaha ini sulit berkembang dan hanya bergantung pada konsumen sekitar lokasi berjualan saja.

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN Pedagang kecil sangat penting bagi perekonomian di Indonesia,karena usaha ini sangat populer dan di lakukan oleh banyak masyarakat Indonesia.Seperti halnya usaha warung Lontong Bu Ida,usaha warung ini menggunakan strategi pemasaran seperti halnya usaha pedagang kecil lainnya yaitu pemasaran dari mulut ke mulut. Strategi pemasaran ini cukup berhasil namun belum mengurangi hambatan yang di alami usaha warung ini,seperti hambatan pesaing,modal dan lokasi berjualan.Walaupun dengan pendapatan yang tidak terlalu besar dan belum pasti usaha ini tetap di lanjutkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Saran bagi usaha warung ini adalah untuk selalu menjaga kualitas dan meningkatkanya agar konsumen semakin tertarik dan setia pada produk warung ini.Selain itu pemasaran warung ini yang harus lebih di tingkatkan agar konsumen bisa memperoleh informasi mengenai lokasi dan produk dari warung ini. Selanjutnya untuk memperbesar usaha warung ini bisa dilakukan dengan pinjaman modal melalui bank yang mempunyai bunga pinjaman yang lunak atau melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Semoga pedagang kecil di Indonesia lebih di perhatikan oleh pemerintah mengingat potensi usaha ini yang menjanjikan.

KATA PENGANTAR