Anda di halaman 1dari 3

Public service WWT: IPAL RS Panti Rapih

Cakupan : 1. Fungsi, Lokasi, Area, Kapasitas IPAL (lengkapi dengan data) 2. Flow diagram process dgn penjelasan fungsi masing-masing alat/unit (lengkapi dengan Foto) a. Karakteristik WW (influent) : target design dan riil.nya (BOD, COD, pH, Suhu, dll) b. Karakteristik Treated WW (effluent) : target design dan riil.nya (BOD, COD, pH, Suhu, dll) 3. Deskripsi fungsi, Proses yang terjadi, Kondisi proses (suhu, tekanan, dll), Dimensi masing-masing unit/alat, Gambaran alat (Dari tiap-tiap alat) 4. Analisis permormance, dan rekomendsi (Time series data)

Hasil Study Lapangan

IPAL Dibangun tahun 1997 Kapasitas IPAL, lama 300 m3 (percobaan), baru 150 m3 (lebih bagus) 24 jam Target pengolahan agar sesuai dengan baku mutu Limbah awalnya di tampung pada 7 bak sampit (terdiri dari penyaring, pemisah lemak, penampung) yang dipompa langsung ke IPAL

1. Bak equalisasi, dalamnya 4 m, diaduk dengan pompa aerator. Dipompa otomatis. 2. Bak anaerob (mikrobia muncul alami), pengendapan, filtrasi dan sedimentasi (setelah proses anaerob) berbentuk kerucut untuk menampung sludge. 3. Air bersih dipompa dan diaerasi di kolam aerobik (bakteri merek NOGIS), udara dari blower (paralel) 4. Bak pengendapan 2 buah, dikuras secara rutin 5. Bak desinfektan dengan chlorine (0,3-0,5 ppm), waktu tinggal dengan cara pipa berliku lalu dipompa ke filter tank. 6. Filter tank, pasir, karbon aktif, kerikil (sebagai penghilang bau, penurun TSS&TDS) 7. Bak pengendapan lumpur (sludge) dari bak sedimentasi, pasir, batu, sabut, lalu ke cilengsi Bogor.

Limbah dikirim ke pihak ke-3 :

a. Limbah B-3 b. Limbah sludge kering hasil sedimentasi c. Lemak hasil penjebakan lemak atau hasil grease trap

Hasil interview, Senin 15 Oktober 2012 1. Luas IPAL RS Panti Rapih 124,26 m2, dengan : Panjang 16,35 m Lebar 7,6 m Kedalaman 4 m Tinggi Air rata-rata 3,5 m 2. Kapasitas IPAL 300 m3 perhari, limbah yang diolah berupa limbah Laundry, Kamar mandi, Laboratorium seperti reagen dan darah. Memiliki 4 orang teknisi yang bergantian. 3. Di bak equalisasi terdapat aerator agar terjadi aerasi yang berguna untuk mengurangi kadar ammonia (NH3). Aerator berdiameter 50 cm berjumlah 2 buah yang terletak di tengah bak equalisasi. 4. Proses anaerob terjadi di bak sedimentasi dengan bakteri alami 5. NSI, diameter lubang filter 1 mm. Terdapat sikat spriral di dalamnya untuk membersihkan filter secara otomatis. 6. FBK (Fix Bed Cascade) Bioreaktor, terdapat bahan isian yang diberi nama rumpon. a. Bahannya dari PVC AW (Tebal) b. Bentuknya seperti atap rumah yang bergelombang yang ditumpuk saling silang sehingga menyerupai sarang lebah. Satu paket tumpukan memiliki ketinggian 60 cm. c. Rumpon dibersihkan setahun sekali dengan cara mengangkut rumpon dari dalam reaktor lalu dibersihkan dengan menyemprotkan dengan air untuk menghilangkan lumpur. d. Udara untuk proses aerasi berasal dari blower didistribusikan melalui 9 pipa yang berlubang yang terletak melintang dan berada di dasar FBK. 7. Penambahan klorin sebagai desinfektan. Debit klorin 2 Liter/jam, bisa lebih atau kurang tergantung kadar klorin di outlet limbah, harus diantara 0,3 0,5 ppm. 8. Sumpit, di RS Panti Rapih terdapat 7 Sumpit, yaitu :

a. Sumpit Poliklinik b. Sumpit Maria (limbah dari WC dan KM) c. Sumpit Lucas (limbah dari WC dan KM) d. Sumpit Biara e. Sumpit Dapur (limbah mengandung banyak lemak, dilengkapi grease trap) f. Sumpit Carolus g. Sumpit Genset 9. Limbah B3, diambil 2 hari sekali yaitu hari senin, rabu dan jumat oleh PT ARAH. Terdiri dari sampah medis, pampers serta perban. 10. Pipa instalasi, Pipa PVC AW a. 8 inchi, dari Inlet ke NSI b. 2 inchi, dari equalisasi ke clarifier c. 4 inchi, dari clarifier ke FBK d. 6 inchi, dari FBK ke Polishing e. 6 inchi, dari Polishing ke Holding f. 2 inchi, dari Holding ke Filter g. 4 inchi, dari Filter tank ke Treated tank