Anda di halaman 1dari 23

Pengukuran bidang tanah adalah proses pemastian letak batas satu atau beberapa bidang tanah berdasarkan permohonan

pemegang haknya atau calon pemegang baru yang letaknya saling berbatasan atau terpencar dalam satu desa atau kelurahan dalam rangka penyelenggaraan pendaftaran tanah (Peraturan Menter Negara Agraria/Ka. BPN No. 3 tahun 1997). Pengukuran bidang tanah dilaksanakan untuk menentukan : letak geografis, bentuk geometris, luas, situasi bidang tanah untuk lampiran sertipikat, pembuatan peta pendaftaran. Disamping itu untuk mendapatkan data ukuran bidang tanah sebagai unsur rekonstruksi batas apabila karena sesuatu hal batas-batas bidang tanah tersebut hilang. Sehingga batas-batas bidang tanah dapat direkonstruksi kembali pada posisi semula sesuai batas yang telah ditetapkan (Petunjuk teknis Peraturan Menteri Negara Agraria No.3 Tahun 1997). Sebelum diadakannya pengukuran bidang tanah harus ditentukan titik dasar teknik sebagai acuan untuk pengaitan bidang tanah yang direncanakan. Perencanaan pengukuran bidang dapat dilakukan pada peta dasar pendaftaran atau blow-up, sehingga dapat diketahui metode yang akan digunakan. Metode ini dilakukan saat pengambilan data dilapangan setelah proses penetapan batas bidang tanah yang telah disetujui oleh pihak-pihak yang berkepentingan, yaitu pemilik dengan tetangga bidang tanah. Metode pengukuran yang digunakan dalam pemetaan kadastral antara lain metode terrestrial dan pengukuran GPS. 1. Metode Terrestrial Pengukuran bidang tanah dengan cara terrestrial untuk pendaftaran tanah adalah pengukuran secara langsung dilapangan dengan cara mengambil data berupa ukuran sudut dan jarak yang dikerjakan dengan teknik-teknik pengambilan data trilaterasi (jarak), triangulasi (sudut) dan triangulaterasi (sudut dan jarak). Pada prinsipnya yang dimaksud disini adalah sudut dan jarak pada bidang datar, jadi apabila ada hal-hal akibat dari keadaan lapangan yang akan mempengaruhi pelaksanaan pengukuran dalam bidang datar dikerjakan dengan teknik-teknik pengambilan data yang benar. a. Teknik Trilaterasi Teknik ini pada prinsipnya mengikatkan titik detail/titik batas dari 2 (dua) titik tetap yang sudah ada misalnya TDT atau titik yang lain yang sudah dipetakan dalam peta dasar teknik, sehingga tanah dapat digambarkan dengan baik dan benar. b. Teknik Triangulasi Teknik ini sering digunakan dalam praktik lapangan, terutama untuk pengukuran detail bidang tanah yang cukup luas ataupun detail yang tidak beraturan bentuknya. Pengukuran dengan cara ini dapat dilakukan dengan cara azimuth titik detail diukur dari titik dasar teknik yang telah ada dan diketahui. Apabila titik detail yang akan diukur tidak tersedia maka harus dibuatkan TDT minimal dua buah sebaga titik ikat. Jika lokasi yang akan diukur mencakup wilayah yang luas atau detail bidang tanahnya sulit diidentifikasi dari TDT, maka dibuat poligon yang akan diikatkan pada TDT yang ada. c. Teknik Triangulaterasi Teknik ini mempermudah pengukuran, perhitungan dan penggambaran. Data detail yang diukur harus memperhatikan berbagai metode dasar yang ada, dengan maksud untuk mengantisipasi daerah/bidang yang luas. Dimana bidang tanah saling berbatasan dengan bidang disebelahnya yang bentuknya tidak teratur sehingga metode ini sering digunakan bersama-sama. Pada prinsipnya metode ini sama dengan pengukuran azimuth dan jarak, yang membedakan adalah data yang diperoleh dari pengukuran sudut dan jarak berupa sudut titik-titik detail yang diukur dari TDT atau dari titik poligon bantu yang telah diketahui koordinatnya menggunakan pita ukur dan kompas. Sedangkan dalam pengukuran azimuth dan jarak menggunakan metode theodolite.

Perolehan data lapangan sebelum dilakukan penggambaran, ada data yang harus diolah terlebih dahulu yaitu jarak optis. Karena saat pengukuran dilakukan, sudut vertikal ini dapat mempengaruhi jarak datar sebenarnya dilapangan. Untuk mengubah jarak optis menjadi jarak datar dapat menggunakan hitungan : d (datar) = d sin2 d (datar) = Jarak data d = Jarak hasil pengukuran = Sudut Vertikal 2. Metode pengukuran GPS Pengukuran bidang tanah menggunakan metode GPS adalah pengukuran menggunakan gelombang elektromagnetik yang dipancarkan minimal oleh 4 satelit GPS. Metode pengukuran GPS membutuhkan waktu antara 5-20 menit, pengukuran ini tergantung pada panjang baseline, sinyal atau jumlah satelit. Tujuan metode pengukuran GPS adalah untuk memetakan koordinat titik-titik batas bidang tanah dalam koordinat TM3. Metode ini efektif jika digunakan di area yang luas dan keadaannya lapang, karena kondisi yang lapang akan mempermudah dalam penangkapan elektromagnetik satelit. Sumber: http://id.shvoong.com/law-and-politics/law/2146643-metode-pengukurankadastral/#ixzz26KLg1hT4

Teknik Survei dan Pemetaan Ada banyak sekali metode dan teknik survey pemetaan yang dapat kita gunakan untuk melakukan pemantauan lingkungan. Metode pengukuran (pengumpulan data) di lapangan terbagimenjadi 3 jenis yakni terestris, fotogrametri dan penginderaan jauh. Metode terestris memilikiketerbatasan cakupan wilayah yang dapat dipantau dan kemampuan pemantauannya. Karenacakupan lingkungan yang akan dipantau luas (misalnya hutan), maka metode yang palingmungkin dan memudahkan kita untuk melakukannya adalah metode fotogrametri danpenginderaan jauh (satelit).Fotogrametri atau aerial surveying adalah teknik pemetaan melalui foto udara. Hasil pemetaansecara fotogrametrik berupapetafoto dan tidak dapat langsung dijadikan dasar atau lampiranpenerbitan peta. Pemetaan secara fotogrametrik tidak dapat lepas dari referensi pengukuransecara terestris, mulai dari penetapan ground controls (titik dasar kontrol) hingga kepadapengukuran batas tanah. Batas-batas tanah yang diidentifikasi pada peta foto harus diukur dilapangan.Penginderaan jauh (atau disingkat inderaja) adalah pengukuran atau akuisisi data dari sebuahobjek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan kontak dengan objek tersebut atau pengukuran atau akuisisi data dari sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alatdari jarak jauh, (misalnya daripesawat,pesawat luar angkasa,satelit,kapalatau alat lain. Data dapat dikumpulkan dengan berbagai macam peralatan tergantung kepada objek atau fenomenayang sedang diamati. Umumnya teknik-teknik penginderaan jauh memanfaatkanradiasielektromagnetik yang dipancarkan atau dipantulkan oleh objek yang diamati dalam frekuensi

Dillan Satyagama, 15109029 2 tertentu sepertiinframerah,cahaya tampak,gelombang mikro,dsb. Hal ini memungkinkan karena faktanya objek yang diamati (tumbuhan, rumah, permukaan air, udara dll) memancarkanatau memantulkan radiasi dalampanjang gelombangdan intensitas yang berbeda-beda. Metodepenginderaan jauh lainnya antara lain yaitu melaluigelombang suara, gravitasiataumedan magnet.Contoh dari penginderaan jauh antara lain satelit pengamatan bumi,satelit cuaca, memonitorjanindenganultrasonik danwahana luar angkasayang memantau planet dari orbit.

Explore Zoom

PT.AURAMATRA JAYA ENGINEERING BAB IPENDAHULUAN 1 . 1 L A T A R B E L A K A N G Pelabuhan Laut Samboja merupakan pelabuhan p o t e n s i a l u n t u k dikembangkan. Hal ini disebabkan potensi hinterland yang sangat berlimpah,dan letaknya yang sangat strategis di perairan yang menghadap langsungdengan selat M akassar. Dengan peran sebagai pendamping dan penyanggaPelabuhan Balikpapan dan Pelabuhan Samarinda, Pelabuhan Laut Sambojadiharapkan memiliki dampak positif bagi peningkatan perekonomian daerah t e r u t a m a p e n i n g k a t a n P e n d a p a t a n A s l i D a e r a h ( P A D ) K a b u p a t e n K u t a i Kartanegara serhingga memiliki multiplier effect terhadap pembangunan diKabupaten Kutai Kartanegara. Tujuan dari kegiatan penyusunan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Samboja inia d a l a h u n t u k m e n y u s u n k e r a n g k a d a s a r r e n c a n a p e n g e m b a n g a n d a n pembangunan Pelabuhan Samboja sesuai dengan kondisi terkini. Kerangkad a s a r t e r s e b u t t e r t u a n g d a l a m s u a t u r e n c a n a p e n g e m b a n g a n k e r u a n g a n yang kemudian di jabarkan dalam suatu tahapan pelaksanaan pembangunan j a n g k a p e n d e k , j a n g k a m e n e n g a h d a n j a n g k a p a n j a n g s e h i n g g a d a p a t diwujudkan rencana pemanfaatan areal pelabuhan yang berkualitas, serasid a n o p t i m a l , s e s u a i d e n g a n k e b i j a k a n p e m b a n g u n a n dan serta sesuaidengan kebutuhan d an kemampuan daya dukung l i n g k u n g a n , d e n g a n menyiapkan Kelengkapan persyaratan teknis untuk memenuhi persyaratanoperasional Pelabuhan Kuala Samboja sesuai fasilitas pelabuhan umum disisil a u t s e s u a i P P . 6 1 t a h u n 2 0 0 9 t e n t a n g K e p e l a b u h a n a n d a n K e p m e n P e r h u b u n g a n N o . K M 5 4 t a h u n 2 0 0 2 t e n t a n g P e n ye l e n g g a r a a n P e l a b u h a n Laut.Untuk melengkapi persyaratan kelengkapan tersebut diperlukan antara lain:1 . M a s t e r p l a n / R e n c a n a I n d u k P e l a b u h a n i n i a d a l a h m e m b u a t K e r a n g k a Dasar Rencana Pengembangan dan Pembangunan Pelabuhan K u a l a Samboja untuk menjawab tantangan di masa depan. Kerangka dasartersebut tertuang dalam suatu rencana Pembangunan Jangka Pendek, LAPORAN PENDAHULUANPENYUSUNAN MASTERPLAN PELABUHAN/ RENCANA INDUK PELABUHAN KUALA SAMBOJA 1

PT.AURAMATRA JAYA ENGINEERING P e m b a n gu n a n J a n gk a M e n e n g a h d a n P e m b a n g u n a n J a n g k a P a n j a n g sehingga dapat terwujud rencana pemanfaatan areal pelabuhan yang berkualitas, serasi dan optimal, sesuai dengan kebijakan pembangunanserta sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan kemampuan dayadukung lingkungan. I. 2. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan PENYUSUNAN M A S T E R P L A N PELABUHAN / RENCANA INDUK PELABUHAN (RIP) KUALA SAMBOJA, ini adalahmenyiapkan Dokumen Perencanaan sebagai prasyarat kelengkapan perizinanpembangunan Pelabuhan KUALA SAMBOJA. I. 3. SASARAN KEGIATAN Sasaran Pekerjaan : PENYUSUNAN MASTERPLAN P E L A B U H A N K U A L A SAMBOJA, adalah menghasilkan Dokumen P E R E N C A N A A N M A S T E R P L A N /RENCANA INDUK PELABUHAN KUALA SAMBOJA I.4. Lokasi Kegiatan Lokasi kegiatan PENYUSUNAN MASTERPLAN P ELABUHAN / RENCANA INDUK P E LA B U H A N K U A LA S A M B O J A , t e r l e t a k d i K e l u r a h a n A m b o r a w a n g La u t , Kecamatan Kuala Samboja Kabupaten Kutai Kartanegara 1.5.SistimatikaPenulisan Buku Laporan Pendahuluan sebagai tahap konsep rancangan ini terdiri dari 5 babseperti dibawah ini:B a b I P e n d a h u l u a n y a n g m e m u a t l a t a r b e l a k a n g , m a k s u d , tujuan, dan ruang lingkup s t u d i , l o k a s i pekerjaan, proses penyusunan masterplan,p e n g e r t i a n p e n g e r t i a n d a n s i s t e m a t i k a penulisan.B a b I I G a m b a r a n Umum Wilayahy a n g m e m u a t g a m b a r a n u m u m d a e r a h d i s e k i t a r l o k a s i P e n y u s u n a n M a s t e r p l a n Pelabuhan/ Rencana Induk Pelabuhan KualaSamboja. LAPORAN PENDAHULUANPENYUSUNAN MASTERPLAN PELABUHAN/ RENCANA INDUK PELABUHAN KUALA SAMBOJA 2

PT.AURAMATRA JAYA ENGINEERING B a b I I I M e t o d e Pelaksanaand a n R e n c a n a Kerjameliputi tahapan pelaksanaan pekerjaan,m a n a j e m e n p e l a k s a n a a n t a h a p p e k e r j a a n , t a h a p p en gu m p u l an d at a d an an al i s a (termasuk penyelidikan t a n a h ) , t a h a p p e n yu s u n a n r e n c a n a , j a d w a l p e l a k s a n a a n pekerjaan.B a b I V O r g a n i s a s i PelaksanaanPekerjaant e r d i r i d a r i o r g a n i s a s i p e l a k s a n a a n pekerjaan, organisasi tim konsultan, uraiantugas dan tanggung jawab personil, sebagaitenaga utama dan tenaga pendukung serta jadwal penugasan personilB a b V P r a R a n c a n g a n m e m b u a t i n t e r p r e s t a s i s e c a r a g a r i s b e s a r terhadap K A K d a n k o n s u l t a s i d e n g a n Pemerintah Daerah setempat m e n g e n a i Peraturan Daerah/ Perijinan Bangunan LAPORAN PENDAHULUANPENYUSUNAN MASTERPLAN PELABUHAN/ RENCANA INDUK PELABUHAN KUALA SAMBOJA 3

PT.AURAMATRA JAYA ENGINEERING BAB IIGAMBARAN UMUM WILAYAH 2 . 1 . W I LA Y A H K E R J A P E LA B U H A N K U A LA S A M B O J A LOKASI DAN BATAS PELABUHANSecara Administratif, wilayah kerja Pelabuhan Samboja terletak di KelurahanA m b o r a w a n g La u t , K e c a m a t a n S a m b o j a , K a b u p a t e n K u t a i K a r t a n e g a r a . Pelabuhan Samboja diapit oleh lokasi rencana pelabuhan khusus PT. Merindo J a ya M a n d i r i d a n P T . B u m i In d a h G e m e r l a p . D a e r a h Li n g k u n g a n PerairanP e l a b u h a n S a m b o j a j u g a d i a p i t o l e h D a e r a h L i n g k u n g a n K e r j a P e r a i r a n P e l a b u h a n S a m a r i n d a d a n D a e r a h Li n g k u n g a n K e r j a P e r a i r a n P e l a b u h a n B a l i k p a p a n . T e r d a p a t b e b e r a p a p e l a b u h a n k h u s u s l a i n n ya ya n g b e r a d a disekitar Pelabuhan Samboja, yaitu Pelabuhan Khusus Total Senipah,

SBM Total Senipah dan Terminal Khusus PT. Sing Lurus.Letak lokasi Pelabuhan Samboja pada peta citra udara dapat dilihat padagambar 1.1 Peta Lokasi Pelabuhan Samboja berikut: LAPORAN PENDAHULUANPENYUSUNAN MASTERPLAN PELABUHAN/ RENCANA INDUK PELABUHAN KUALA SAMBOJA 4

PT.AURAMATRA JAYA ENGINEERING Batas-batas wilayah Kawasan Pelabuhan Samboja antara lain sebagai berikut :1 . S e b e l a h U t a r a Dimulai dari kawasan Pusat Latihan Tempur TNI Angkatan Darat, pada koordinatk o o r d i n a t 0 1 - 5 4 1 . 0 LS d a n 1 1 7 - 4 - 5 5 . 3 B T s a m p a i d e n g a n K a w a s a n Pelabuhan Khusus Total Senipah pada koordinat 01-10 - 22.2 LS dan 117 - 3 -55.3 BT LAPORAN PENDAHULUANPENYUSUNAN MASTERPLAN PELABUHAN/ RENCANA INDUK PELABUHAN KUALA SAMBOJA 5 Gambar 1.1 Peta Lokasi Pelabuhan Samboja Lokasi Rencana PelabuhanSamboja

PT.AURAMATRA JAYA ENGINEERING 2 . S e b e l a h S e l a t a n Dimulai dari Kawasan Pelabuhan/Dermaga k h u s u s B a t u B a r a P T . B I M , p a d a k o o r d i n a t k o o r d i n a t 0 1 - 6 - 1 0 . 2 LS d a n 1 1 7 - 3 4 . 3 B T s a m p a i d e n g a n kawasan perairan Selat Makassar3 . S e b e l a h B a r a t Dimulai dari Kawasan Pertambangan Pasir pada koordinat koordinat 01-2 - 22.2LS d a n 1 1 7 - 3 - 1 . 3 B T s a m p a i d e n g a n k a w a s a n P u s a t La t i h a n T e m p u r T N I Angkatan Darat pada koordinat 01-0 - 22.2 LS dan 117 - 6 - 55.3 BT4 . S e b e l a h T i m u r Selat Makassar pada koordinat 0-6 - 22.2 LS dan 117 - 5 -

10.3 BTAdapun batas-batas wilayah Lingkungan Kerja Perairan (DLKP) di sekitar PelabuhanSamboja dapat dilihat pada gambar 2.2 Wilayah Daerah Lingkungan Kerja Perairan dis e k i t a r P e l a b u h a n S a m b o j a s e r t a p a d a t a b e l 2 . 1 B a t a s K o o r d i n a t W i l a ya h D a e r a h Lingkungan Kerja Perairan di Pelabuhan Samboja. LAPORAN PENDAHULUANPENYUSUNAN MASTERPLAN PELABUHAN/ RENCANA INDUK PELABUHAN KUALA SAMBOJA 6

Bab 1-Lap Pendahuluan Samboja Add To Collection 2.2K Reads 186 Readcasts 3 Embed Views

Published by Sulistiyowati Ragil

TIP Press Ctrl-F to search anywhere in the document. Info and Rating Category: Uncategorized. Rating: Upload Date: 10/26/2010 Copyright: Attribution Non-commercial Tags: This document has no tags. Flag document for inapproriate content

Related

14 p. PELABUHAN Agung Mardhika 663 Reads

3 p. Pels 1 Ferry Pasaribu 207 Reads

10 p. KM Menhub_53_2002 Tatanan Kepelabuhan bambangrois 113 Reads More from Scribd


Image Cluster Compression Chevron Printable Monogram - Light Blue 100 experimentos sencillos de fisica y quimica Normas Icontec 2012 Historia 4 Cuarto Grado (Ciclo Escolar 2011 - 2012)

From the Web


How far away in space can you still see Earth? EarthSky Why do humans still have body hair? Mother Nature Network Russian Satellite Takes 121 Million Megapixel Image And Video Of Earth redOrbit Clash of Candidates: What Happens If Obama Beats Romney? fora.tv PenPals in the Digital Age: How to Stay in Touch Daily Mail

[?] Leave a Comment

Submit Characters: 400 About


About Scribd Blog Join our team! Contact Us

Advertise with us

Get started AdChoices

Support

Help FAQ Press

Partners

Publishers Developers / API

Legal

Terms Privacy Copyright

Copyright 2012 Scribd Inc. Language: English Searching for laporan pendahuluan pertanian kutai...? Search for popular queries laporan pendahuluan pertanian kutai kartanegara

Tabel 2.1. Luas dan Letak Wilayah

Kabupaten Kutai Kartanegara, Tahun 2008NoKecamatan Luas WilayahLet ak W i l a y a h Km


2

PersenBuju r

TimurLinta n g 1 Samboja 1045,9 3,84116 50' - 11714'052' LS 108'LS2 Muara Jawa 754,5 2,77116 59' - 11724'043' LS -055'LS3 SangaSanga 233,4 0,86117 01' -

11717'035' LS 045'LS4 Loa Janan 644,2 2,36116 49' 11708'034' LS 045'LS5 Loa Kulu 1405,7 5,16116 29' - 11703'026'LS 054'LS6 Muara Muntai 928,6 3,41116 31' -

11635'018'LS 045'LS7 Muara Wis 1108,2 4,06115 58' - 11631'000' LU029'LS8 Kota Bangun 1143,7 4,2011627' 11646'007' LS 036'LS9 Tenggarong 398,1

1,46116 47' 11704'021' LS 034'LS10Sebulu 859,5 3,15116 41' 11708'002' LS 034'LS11 Tenggaro ngSeberang437 1,60116 58' 11708'007' LS 027'LS12Anggana

1798,8 6,60117 13' - 11736'024' LS 054'LS13Muara Badak 939,09 3,44117 07' 11732'011'LS 031'LS14Marang Kayu 1165,7 4,28117 06' 11730'013'LS -

007'LS15Muara Kaman 3410,1 12,51116 28' 11709'039' LU018'LS16Kenohan 1302,2 4,7811557' 11633'011' LU012'LS17Kembang Janggut 1923,9 7,06115 46' -

11628'027' LU002'LU18 Tabang 7764,5 28,48115 26' - 11618'128' LU018'LUKabupaten 27263 100,00115 26' - 11736'128' LU-108'LUSumber : BPS Kab.Kutai Kartanegara, 2008