Anda di halaman 1dari 4

Pembahasan

Analisa kualitatif mempunyai arti mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui. Dua puluh kation yang lazim dapat di analisis dengan mudah dalam larutan berair. Kation-Kation ini dapat di bagi ke dalam lima gogolngan berdasarkan hasilkali kelarutan garam tak larutnya Karena suatu larutan tak diketahui bisa saja mengandung satu ata semua dari 20 ion tersebut, analisis harus dilakukan secara sistematis dari golongan 1 sampai golongan 5 (Raymond Chang.2003.Kimia Dasar: Konsep-konsep Inti Jilid 2 Edisi Ketiga.Erlangga:Jakarta)
Dalam praktikum kali ini, akan di bahas mengenai bagaimana pengidentifikasian kation-kation secara kualitatif. Sampel-sampel yang di pakai dalam praktikum kali ini antara lain AlCl3, NH4Cl, CaCl2, CuSO4, FeSO4, FeCl3, ZnSO4, dan Pb(CH3COO). Pendekatan yang digunakan untuk memisahkan kation ke dalam golongannya adalah melalui pengendapan. Hasil akhir dari suatu analisa suatu sampel adalah penetapan ada atau tidakin ya masing-masing ion dalam bagan analisis kualitatif (Petrucci, 1992: 352).

Identifikasi Al3+ dalam larutan AlCl3

Untuk mengetahui adanya ion Al3+ dalam sampel dapat di gunakanlah pereaksi NaOH yang menghasilkan endapan putih Al3+ + OH- Putih Al(OH)3

Identifikasi ion Pb2+ dalam larutan Pb(CH3COO)2

Pada tahap ini larutan Pb(CH3COO)2 ditambahkan amonia sehingga terbentuk endapan putih dari Pb(OH)2. Setelah ditambahkan NH3 secara berlebih endapan tetap tidak larut. Adapun reaksinya yaitu : Pb2+(aq) + 2 NH3(aq) + 2 H2O(l) Pb(OH)2(s) + 2 NH4+(aq)

Ketika larutan Pb(CH3COO)2 ditambahkan larutan KI (tak berwarna) terbentuk endapan kuning dan larutan yang berwarna kuning. Setelah ditambahkan KI berlebih endapan yang terbentuk semakin banyak atau tingkat kelarutannya semakin kecil. Adapun reaksinya yaitu: Pb2+(aq) + 2 I-(aq) PbI2(s) Larutan reagen yang agak pekat dalam jumlah yang berlebih akan melarutkan endapan dan terbentuk ion tetraiodoplumbat(II): PbI2(s) + 2I-(aq) [PbI4]2-(aq)

Identifikasi ion Cu2+ dalam larutan CuSO4

Ketika larutan uji CuSO4 yang berwarna biru ditambahkan larutan NaOH (tak berwarna) terbentuk larutan yang berwarna biru dan endapan biru dari Cu(OH)2. Reaksi yang terjadi adalah Cu2+(aq) + 2OH-(aq) Cu(OH)2(s) Penambahan KI pada sampel tidak menghasilkan reaksi apapun,hal ini bertentangan dengan dasar teori yang ada yang menjelaskan bahwa ketika larutan uji ditambahkan larutan KI (tak berwarna) terbentuk endapan putih (CuI) yang jumlahnya sedikit dan larutan yang berwarna kecoklatan.

Reaksi yang terjadi adalah 2Cu2+(aq) + 5 I-(aq) 2 CuI(s) + I3-(aq) Tidak adanya reaksi ini dimungkinkan karena adanya ion-ion triiodida (I3-). Ion ini tidak stabil dan mudah terurai menjadi ion I- dan I 2.

Identifikasi ion Fe3+ dalam larutan FeCl3

Setelah larutan uji FeCl3 yang berwarna kuning ditambahkan NaOH terbentuk endapan merah coklat dari besi (III) hidroksida. Reaksi pembentukkannya adalah sebagai berikut : Fe3+(aq) + 3 OH-(aq) Fe(OH)3(s)

Identifikasi ion Zn2+ dalam larutan ZnCl2

Pada saat larutan uji ZnCl2 yang tidak berwarna ditambahkan NaOH terbentuk endapan gelatin putih dari Zn(OH)2 dengan reaksi sebagai berikut : Zn2+(aq) + 2 OH-(aq) Zn(OH)2(s) Endapan Zn(OH)2 ketika terus ditambahkan NaOH berlebih endapan tersebut menjadi larut dan larutannya menjadi bening. Reaksi yang terjadi adalah : Zn(OH)2(s) + 2 OH-(aq) [Zn(OH)4]2-(aq)

Identifikasi ion Ca2+ dalam larutan CaCl2

Pada saat larutan uji CaCl2 yang tidak berwarna ditambahkan NaOH terbentuk endapan putih dari Ca(OH)2 dan larutannya keruh. Reaksi yang terjadi sebagai berikut : Ca2+(aq) + 2 OH-(aq) Ca(OH)2(s)

Lampiran Pereaksi NH3, sedikit NaOH, sedikit + berlebih KI + Berlebih Pereaksi NaOH + berlebih Pereaksi HCl + NH3 + air panas H2S (+ HCl) +cc. NHO3 Didihkan NH3 sedikit + berlebihan NaOH, sedikit berlebih KI sedikit + berlebihan Pereaksi NaOH + berlebih Pereaksi NaOH + air NaOH + berlebih NH3, bau uap Putih Zn2+ Putih gelatin larut NH4+ Cu2+ Biru Cu(OH)2CuSO4 Biru Cu(OH)2 Tidak larut Putih, CuI2 Fe2+ Putih Fe(OH)2 Tidak larut Pb2+ Putih, PbCl2 Tdk ada prubahan Larut Hitam, PbS Putih, PbSO4 Putih, Pb(OH)2 Tdk ada perubahan putih, Pb(OH)2 Larut, [Pb(OH4)]2 kuning PbI2 Tdk ada perubahan Fe3+ Coklat merah Fe(OH)3 Tidak larut Al3+ Putih Al(OH)3 Larut [Al(OH)3]-

Metode asam sulfat 1. HgS tak larut dalam HNO3 encer sedang PbS, Bi2S3, CuS dan CdS semuanya melarut. 2.Asam asetat menguraikan kompleks ( Cu(NH3)4)2+ yang biru menjadi Cu2+ y 3.Penambahan Ki menjadi endapan kuning 4.PbS+ 2HNO3 + 2H+ Pb2+ + 2NO2 + H2O + S penambahan asam nitrat akan memberikan reaksi berikut: Al(OH)4 + 4H+ Al3+ + 4 H2O

Ada beberapa sampel yang tidak diketahui termasuk kation jenis apa. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahun tentang percobaan ini. Kesalahan pada percobaan identifikasi kation ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu: a. Kesalahan personil dan operasi Kesalahan yang disebabkan oleh cara pelaksanaan analisis dan analisis (persona) dan bukan karena metode, sedangkan kesalah operasi umumnya bersifat fisik. b. Kesalahan metode Kesalahan ini disebabkan oleh cara pengambilan sampel dan kesalah akibat reaksi kimia yang tidak sempurna. DAFTAR PUSTAKA Dirjen POM.1979. FarmakopeIndonesiaEdisiIII. Jakarta : Depkes RI Harjadi, W. 1990. Ilmu Kimia Analitik Dasar. Jakarta : PT Gramedia Tim Penyusun, 2007. Acuan Praktikum Kimia Analisis Laboratorium Kimia Farmasi. Jakarta : Universitas Indonesia.