Anda di halaman 1dari 3

Rasio-rasio keuangan yang sering digunakan untuk analisis keuangan calon debitur adalah : Sumber : http://usaha-umkm.blog.com/2009/04/15/analisa-finansial-3--prosedur-memperoleh-kredit/ http://hutapeamanik.blogspot.com/2011/04/tugas-analisis-rasio-keuangan.html http://sovi70-ovi.blogspot.com/2010/04/jenis-rasio-keuangan-bank.

html

Liquidity ratio (rasio likuiditas) Rasio likuiditas mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek perusahaan dengan melihat aktiva lancar peruahaan relativ terhadap hutang lancarnya (hutang dalam hal ini merupakan kewajiban bank). Suatu bank dikatakan liquid apabila bank bersangkutan dapat memenuhi kewajiban utang-utangnya, dapat membayar kembali semua depositonya, serta dapat memenuhi permintaan kredit yang diajukan tanpa terjadi penangguhan. Oleh karena itu, bank dapat dikatakan liquid apabila: a) Bank tersebut memiliki cash assets sebesar kebutuhan yang digunakan untuk memenuhi likuiditasnya, b) Bank tersebut memiliki cash assets yang lebih kecil dari kebutuhan likuiditasnya, tetapi mempunyai aset atau aktiva lainnya (misal surat berharga) yang dapat dicairkan sewaktuwaktu tanpa mengalami penurunan nilai pasarnya, dan c) Bank tersebut mempunyai kemampuan untuk menciptakan cash asset baru melalui berbagai bentuk hutang. Rasio yang rendah menunjukkan resiko likuiditas yang tinggi, sedangkan rasio yang tinggi menunjukkan adanya kelebihan aktiva lancar, yang akan mempunyai pengaruh yang tidak baik terhadap profitabilitas perusahaan 1. Current Ratio : aktiva lancar dibagi dengan pasiva lancar. Rasio ini menggambarkan kemampuan untuk membayar hutang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar (rata-rata 2,50 kali) 2. Cash Ratio : kas ditambah sekuritas dibagi pasiva lancar. Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar hutan yang segera dipenuhi dengan kas dan sekuritas (rata-rata 1,00 kali) 3. LDR merupakan usuran likuiditas dan tingkat efisiensi operasional yang dicapai bank dengan indikator BOPO. Menurut BI, LDR di bawah 93,75% dikatakan sehat, antara 93,76% - 97,5% dikatakan cukup sehat, jika antara 97,6% - 101,25% dikatakan kurang sehat, dan di atas 101,25% tidak sehat

Leverage ratio Rasio untuk mengukur seberapa jauh aktiva yang dibiayai dari hutang: 1. Debt Ratio : total hutang dibagi dengan asset. Gambaran dari seluruh kebutuhan dana yang dibiayai dengan hutang atau berapa modal sendiri dibanding dengan hutang (rata-rata 33%) 2. Debt to Equity : total hutang dibanding dengan equity. Setiap modal sendiri yang menjamin seluruh hutang. 3. Times Interest Earned : profit before taxes + interest charges disbanding dengan interest charges.Rasio ini memberikan gambaran besarnya keuantungan untuk menjamin pembayaran bunga hutang (rata-rata 8,00 kali)

Activity ratio Rasio untuk mengukur seberapa jauh efektivitas perusahaan dalam mengelola sumber-sumber keuangan: 1. ITO (inventory turn over) : sales dibanding dengan inventory. Untuk mengetahui dana yang tertanam dalam persediaan barang berputar dalam suatu periode tertentu (rata-rata 9 kali) 2. A.C.P : Receiveable dibandingkan dengan sales per day. Adalah rasio untuk mengetahui lama penagihan piutang (rata-rata 20 hari) 3. Total Asset Turn Over : Sales disbanding dengan Total Aset. Adalah rasio untuk mengetahui perputaran dari seluruh kekayaan (rata-rata 2 kali) 4. Working Capital Turn Over : Sales dibandingkan dengan Current assets dikurangi Current Liabilities. Merupakan rasio untuk menunjukkan perputaran dari modal kerja dalam 1 tahun.

Profitability ratio Rasio untuk menunjukkan hasil akhir yang dicapai manajemen dari setiap kebijakan dan keputusannya: 1. Profit Margin Ratio : Profit after taxes dibanding sales. Rasio yang dapat menggambarkan hasil yang dicapai oleh setiap kebijakan dan keputusan manajemen (rata-rata 5%). 2. Return on Assets : Net Profit After Taxes dibanding dengan total asset. Rasio yang menunjukkan kemampuan modal yang ditanam secara keseluruhan untuk menghasilkan keuntungan (rata-rata 10%). 3. Return on Equity : Net Profit After Taxes dibanding Equity. Rasio yang dapat menunjukkan kemampuan modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan (rata-rata 15%) Kualitas Aset NPL(Non Performing Loan) merupakan masalah yang sering terjadi akhir akhir ini yang menyebabkan kredit macet yang akan mengurangi jumlah modal dan pendapatan bank. Semakin kecil NPL maka semakin baik bagi suatu bank.

Rentabilitas 1. ROA(Return on Assets), merupakan rasio yang digunakan mengukur kemampuan bank menghasilkan keuntungan secara relatif dibandingkan dengan total asetnya. Semakin besar ROA semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank dari segi penggunaan asset. Menurut BI, tingkat ROA yang sehat di atas 1,22%, cukup sehat 0,99%-1,22%, kurang sehat 0,77%-0,99%, dan tidak sehat di bawah 0,77%. 2. ROE(Return on Equity), merupakan perbandingan antara keuntungan yang diperoleh bank dengan total modal sendiri. Jadi, semakin besar ROE akan semakin baik bagi bank. 3. NIM(Net Interest Margin), merupakan perbandingan antara pendapatan bunga bersih dengan rata rata aktiva produktif 4. BOPO(Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional), yaitu kemampuan bank dalam mempertahankan tingkat keuntungannya agar dapat menutupi biaya-biaya operasional. Menurut BI, tingkat BOPO yaitu jika di bawah 93,52% dikatakan bank tersebut sehat, jika antara 93,52% - 94,72% cukup sehat, jika antara 94,72% - 95,92% kurang sehat, jika di atas 95,92% dikatakan tidak sehat.