Anda di halaman 1dari 110

TABU & TOTEMISME Oleh : Mudarras Kadhir Gaznavi Diterjemahkan : Badra Naya

PRAKATA DARI PENERJEMAH Banyak umat awam begitu keasyikan dengan cerita-cerita agama mereka. Mereka terpedaya dengan kisah-kisah itu seakan semua kisah agama itu adalah sejarah faktual. Dengan bangga mereka merasa kisah-kisah itu sebagai cerita yang valid dan layak dipercaya, lebih mulia dari pada kisah-kisah dalam agama lain. Mereka lupa bahwa setiap orang dalam kelompok agama lainnya memiliki perasaan yang sama. Orang rasional melihat agama sebagai bagian dari budaya yang ditemukan oleh manusia itu sendiri di sepanjang peradabannya. Tidak ada sesuatu yang begitu bombastik, mutlak benar dan menyejarah dalam cerita-cerita agama, terlebih jika itu berkaitan dengan kisah-kisah asal mula alam semesta, penciptaan manusia, hari penghakiman dll. Semua kisah-kisah tersebut dalam agama-agama adalah produk dari psikologi sosial dan mental manusia. Bermula dari rasa ingin tahu manusia-manusia primitf yang mencoba mencari jawab tentang dari mana dirinya, mengapa, dan mau kemana kita menuju. Seiring dengan berkembangnya waktu maka bermekaranlah kisah-kisah sejenis dan kemudian hari dikanonkan oleh para ideolog agama. Sebelum kita melangkah ke sejarah agama-agama, ada baiknya mengawali perjalanan kita dari psikologi manusia itu sendiri. Dan inilah Tabu dan Totemisme, yang darinya nanti agamaagama dijalin.

***

Agama dan iman yang ada pada jaman ini sebenarnya adalah mitologi masa lalu yang dibumbui oleh interpretasi manusia, dihiasi oleh kepentingan sistem keyakinan (belief system) dan diperkuat oleh kebutuhan manusia untuk mengidentifikasi dirinya dengan sesuatu (kebutuhan ini nampaknya diciptakan oleh kemampuan psikologis manusia yang tidak pernah berakhir). Dengan kata lain manusia menggunakan manusia lainnya untuk kepentingannya sebagaimana bunyi sebuah pepatah homo homini lupus manusia adalah serigala bagi manusia lainnya. Kita telah mengambil mitologi sebagai poin awal, namun harus diingat bahwa nenek moyang kita dahulu pernah hidup di jaman pra-mitologi. Apa yang terjadi saat itu, ketika mitologi belum ditemukan oleh manusia? Adakah hierarki dan pranata sosial?

Apakah manusia mengidentifikasi dirinya dengan sesuatu? Bagaimana mereka menyikapi alam sekeliling mereka? Apa yang merea pikirkan tentang kekuatan-kekuatan alam?

PIKIRAN PRIMITIF Semua jenis mitos akan ditemukan oleh manusia manakala ia berpikir keras untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini: darimana kita berasal? mau kemana kita menuju? mengapa? untuk apa?

Namun riset menunjukkan kepada kita bahwa mitos-mitos dalam komunitas primitif bukan berupa filosofis abstrak. Mitos-mitos tersebut tidak memiliki ketertarikan akan hal-hal menyangkut sumber semesta, penciptaan manusia dll. Manusia primitif akan mengatakan, segala sesuatu ada sebagaimana mereka adanya, sebab mereka diciptakan dan ditata secara demikian. Pikiran manusia primitif tidak tertarik dengan penjelasan visioner tentang penciptaan semesta. Apa yang penting bagi pikiran manusia primitif adalah bahwa kejadian-kejadian di masa lalu begitu penting sebab darinya realitas dan hal-hal masa kini menjadi ada.

KEKUATAN KALAM (KATA / FIRMAN) Keyakinan pada mitos bahwa kalam / kata yang terucap adalah orakel, dan pengulangan kata tersebut membebaskan kekuatan kreatif dan re-kreatif yang penuh adalah pertanda dari kekuatan kata-kata! Di Sumeria kuno mereka percaya bahwa tuhan sang pencipta hanya perlu membuat rencana, dan mengutarakan kata-kata yang tepat, maka keinginannya akan terlaksana dengan cepat. Zarathustra mengkhotbahkan berpikir positif, berkata-kata positif, dan berprilaku positif. Mengapa harus berkata-kata positif? Kita harus tahu jawabannya. Berdoa kepada dan memuji Yang Ilahi lewat doa-doa yang diulang, ketakutan yang dirasakan karena menggunakan kata-kata yang pesimistik, keyakinan akan kemujaraban kutuk dll mungkin berasal dari keyakinan ini. Ingat bagaimana Injil Yohanes diawali? Injil ini dimulai dengan deklarasi: Pada mulanya adalah Firman (atau kalam / kata), dan Firman itu bersama-sama dengan Allah, dan firman itu adalah Allah. [In principio erat Verbum, et Verbum erat apud Deum, et Deus erat Verbum]. Yesus Kristus dipercaya sebagai inkarnasi dari Firman. Berdasarkan kitab-kitab suci agama Abrahami-Semitik Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, dan al Quran firman (kalam/kata)

memulai penciptaan dunia. Apakah anda ingat perintah Jadilah terang? Kalau begitu darimanakah semua cerita tentang kekuatan kalam ini berasal? Pendek kata, banyak mitos di seluruh dunia yang timbul berulang-ulang dalam budaya primitif bukanlah ekspresi dari rasa keingintahuan yang mendalam yang dirasakan untuk menjawab pertanyaan tentang penciptaan, atau suatu pencarian intelektual akan prima causa. Penciptaan semesta, penciptaan manusia, penyebab awal. frasa-frasa demikian ditemukan oleh manusia dan dijalin dalam suatu kerangka pikir hanya untuk mengungkapkan idea-idea (dan bukan fakta empiris - penerjemah). Menurut sebagian orang, lama setelah suku-suku primitif hidup, akhirnya kemampuan intelektual manusia berkembang ke arah yang benar. Apakah arah yang benar itu? Jika yang dimaksudkan arah yang benar hanyalah untuk menjelaskan hal-hal yang tak terjelaskan dan irasional, siapa yang merasa berhak mengatakan ini atau itu adalah arah yang benar ? Tidak seorang pun berhak.

Pikiran manusia primitif hanya tertarik dengan masa kini. Dari sinilah mitos-mitos primitif bermekaran dari keyakinan bahwa penciptaan dunia memiliki suatu efek permanen atas perilaku berikutnya dan struktur masyarakat. Menurut mitos Aborijin Australia mitos masa lalu adalah saat masa impian masa lalu yang panjang ketika para leluhur membawa konfigurasi bangsa-bangsa menjadi apa adanya sekarang, menciptakan beragam kelompok manusia, menetapkan hokumhukum, kebiasaan, keyakinan-keyakinan mereka, dan organisasi-organisasi keagamaan dan social mereka sebelum akhirnya mereka kembali ke dunia langit. Kemana ? ya ke dunia langit tentunya. (Tidak diperlukan lagi ada penjelasan intelek tentang apa dunia langit itu, bagaimana kehidupan di dunia langit , siapa penghuni dunia langit itu. dsb. Pokoknya dunia langit saja.titik. - penerjemah) Siapa para leluhur itu?

Apakah mereka manusia yang telah mati dan berlalu, atau apakah yang suku Aborigin ini maksudkan adalah mereka yang turun dari suatu dunia ilahi sehingga para leluhur sesaat saja tinggal di bumi dan ketika mereka merasa sudah selesai kerja mereka, lalu pergi kembali ke dunia langit ? Mengapa bukan dunia bawah tanah ? Mengapa langit begitu atraktif?

Apakah karena kekuatan luar biasa yang langit sesekali lepaskan seperti hujan, kilat dan halilintar? Apakah karena jarak langit yang begitu memukau, sukar dipahami dan dijangkau?

Apakah karena di langit terdapat matahari, bulan dan bintang-bintang serta figur-figur imajiner lainnya yang melintasi cakrawala? Jangan lupa, bagi kita manusia, bumi dianggap buruk, dan tidak diinginkan. Ini tertulis di kitab-kitab suci (misalnya : Adam dan Hawa diusir dari surga, dan dibuang ke bumi !, atau dalam mitos Hindu-Buddha : manusia yang ada saat ini adalah turunan dari dewa-dewa yang terjerat dalam nafsu mereka akan kenikmatan bumi dan lupa akan tempat tinggal mereka dahulu yang lebih bersih, halus dan cemerlang.- penerjemah). Langit bersifat bersih, diidam-idamkan, ideal ! Mahlukmahluk ilahi tidak bisa tinggal dan berjalan-jalan di antar mahluk-penduduk bumi. Bisakah mereka tinggal bersama kita? Tentu tidak. Mereka haruslah jauh di atas sana, tinggi dan tak terjangkau oleh kita.

SISI-SISI NEGATIF MANUSIA Manusia sering dianggap sebagai sumber kejahatan dan semua hal yang tidak diinginkan. Mengapa? Sebab penduduk bumi hampir selalu berkecenderungan ke sisi-sisi negatif dirinya, yang perlu dikoreksi jika ia ingin mendapatkan kehidupan di akhirat nanti dan naik ke level keberadaan yang lebih tinggi (dalam ajaran keyakinan tertentu bahkan mereka melampaui level-level tersebut dan mencapai tingkat ketiadaan/ nibanna / nirwana). Itulah kenapa kehidupan saleh selalu ditekankan. Pernahkah anda berpikir dan bertanya pada diri sendiri, mengapa? Jika kebutuhan untuk menekankan kehidupan saleh memiliki alasan yang valid, maka aspek-aspek negatif dari keberadaan pastilah sangat dominant di dunia pada jaman itu (dalam pemahaman mereka penerjemah). Apa yang kitab-kitab suci katakan akan hal ini? Tuhan, atau para tuhan menciptakan bumi untuk ditinggali manusia. Mereka menciptakan flora dan fauna untuk kepentingan manusia. Untuk menjadi superior dan tertinggi, mampu mendengar dan melihat apa yang terjadi di bawah sana pastilah para tuhan / dewa berpikir (setidaknya manusia menganggap para dewa ini memiliki pikiran yang demikian) bahwa semua itu mampu dilakukan apabila mereka tinggal di atas, di langit di dunia mereka. Lagian, matahari ada di sana, di atas dengan kekuatannya yang luar biasa. Bulan juga ada di sana, bersinar di malam hari. Tak terhitung mahluk yang berkelap-kelip di atas sana. Di atas semua itu, langit tidak terhubung dengan bumi, yang dianggap tercemar oleh manusia, pelanggaran, kelemahan, dan dosa-dosa mereka. Langit dipercaya bersih, cocok untuk mahlukmahluk superior. Mereka pastilah tinggal di atas sana, dan tidak ingin mencemarkan diri mereka bercampur dengan lumpur dunia, dan meyakinkan bahwa ciptaan mereka yang kotor dan berdosa tetap dalam keadaan mereka. Keadaan apa? Jika mereka benar-benar berada dibalik penciptaan, mengapa tidak mereka yakinkan mahluk-mahluk ciptaan mereka tetap baik dan saleh? Tidakkah seharusnya mereka memiliki kekuatan, jalan keluar, visi dll, untuk melakukannya sehingga tidak menyibukkan diri mereka memperhatikan kita, para pendosa di bawah sini? Jika kita kembali ke mitos suku Aborijin tadi, tidakkah anda temukan ketulusan dan keterbukaan mereka? Mereka mengatakan masa lampau yang sangat jauh itu sebagai masa impian. Ketulusan mereka tidak dibuat-buat. Mereka tidak memiliki rasa cemas tentang ungkapan. Mengapa manusia yang hidup di jaman sekarang merasa tidak nyaman dengan

bagaiman menjelaskan masa lalu yang jauh dibelakang itu? Bagaimana cara menjabarkannya? Disebut apa itu? Hal ini sangat sederhana, mereka seharusnya menyebutnya sebuat waktu mimpi. Titik.

SIAPA YANG PERLU ISTILAH YANG LEBIH TINGGI ? Mari kita berhenti sejenak. Tulisan yang anda baca sekarang diungkapkan dalam bahasa Indonesia. Kata-katanya milik khazanah dunia ini. Dan semua definisi, istilah dll, ditulis dalam aksara dan ekspresi lewat proses berpikir, keyakinan dan doktrin yang merupakan bagian dari peradaban manusia di bumi. Jika manusia mampu menjelaskan idea-idea yang mulia dengan katakata yang mereka temukan, maka siapa yang perlu istilah yang lebih tinggi ? Manusia telah menemukan bahasa dan idea-idea untuk diungkapkan. Bayangkanlah seorang manusia primitif yang belum menggunakan suatu bahasa apapun, ia hanya mengeluarkan suara-suara tertentu. Suara apa yang akan ia gunakan untuk menjelaskan halilintar, kilat, banjir, gempa bumi, matahari, bulan, bintang, dan terutama tuhan atau dewa-dewi? Hmmm mereka menyebutnya mahluk-mahluk ilahi, kan? Kekuatan-kekuatan ilahi ini tidak bisa dilihat, namun tanda-tanda kekuasaan, tindakan, dan energi mereka, dan serentetan akibat dari keinginan mereka bisa dialami oleh penghuni bumi, dan hampir selalu menimbulkan kerusakan untuk para penghuni bumi. Bagaimana dengan bentuk dan ukuran tuhan / dewa yang mereka yakini? Seperti apa mereka? Manusia primitif hanya melihat binatang dan benda-benda sekeliling mereka. Mereka tidak memiliki gagasan seperti apa mahlukmahluk ilahi itu tampaknya sebab mereka tidak berasal dari lingkungan kongkrit duniawi, sehingga semua gagasan itu berujung pada ide-ide tokoh superior yang tak terlihat, berkuasa, jauh, penuh selidik pada dunia dan penghukum dll. Mulai dari sinilah segi-segi personalitas tuhan yang dikaitkan dengan fenomena alam menjadi ide perintis bagi tuhan-tuhan dalam agama-agama besar sampai saat ini.

PARA LELUHUR, WAKTU IMPIAN, DAN DUNIA LANGIT Sekarang mari kita kembali ke para leluhur. Mereka konon dipercaya telah menetapkan tatanan hukum baik bagi dunia langit dan bumi. Berdasarkan suku-suku primitive, para leluhur ini tetap eksis, namun tidak lagi di bumi. Mereka menjaga ikatan mereka dengan mahluk bumi, dan masyarakat dalam suku-suku tersebut memuja dan meminta bimbingan dari mereka. Jika mereka dimintakan bimbingan dan respons mereka diharapkan, maka mereka pastilah ada di luar sana. Karena mereka memiliki kebijaksanaan bagi penduduk bumi, pastilah mereka telah menetapkan suatu ikatan juga dengan kebijaksanaan tinggi di luar sana. Kebijaksanaan siapa? Kebijaksanaan mahluk-mahluk mulia ! Jadi penduduk bumi harus berkonsultasi dengan mereka kapanpun mereka merasa perlu. Para leluhur ini adalah penjaga, pelindung tatanan dari waktu impian, dan mereka masih hidup. Sekarang mereka telah naik ke level lainnya, dan bersentuhan dengan kebijaksanaan langit. Mereka telah menjadi entitas yang special yang layak dimintai bimbingan. Pernakah anda bertanya pada diri sendiri, Siapa memberi para leluhur ini kebijaksanaan dan penghormatan? Well, ya para penduduk bumi itu sendiri.

Para leluhur hidup di jaman-jaman yang lampau, mereka lebih dekat dengan kebijaksanaan masa-masa impian dari pada generasi-generasi sesudahnya. Mereka tahu lebih banyak. Mereka menetapkan hokum-hukum dan menegakkannya. Mereka memelihara dan meneruskan hokumhukum itu pada generasi-generasi kemudian. Dan mereka dimintai bimbingan. Demikianlah semuanya. Tidak ada mistifikasi dalam hal ini. Ketika kita masih kecil, orang tua kita (biasanya mereka lebih kuat dan memaksa) menetapkan seperangkat peraturan tentang apa yang boleh dan tidak boleh kita lakukan, dan kita hanya menaatinya saja. Sekarang kita sudah dewasa, kita entah membuat peraturan yang sama, atau memodifikasi mereka sesuai dengan jaman yang terus berubah. Adakah sesuatu yang bersifat mistifikasi di sini? Bukankah semuanya sudah jelas? Hal yang paling aneh di sini adalah bahwa kaum Aborijin ini menganggap diri mereka sebagai keturunan dari kaum yang superior ini. Ketika seseorang merefleksikan apa yang para pemercaya jaman sekarang lakukan, tidak ada yang aneh dalam prilaku mereka. Namun seribu tahun mendatang, para pemercaya tersebut kadang mengusung idea-idea abstrak yang identik dengan tidak masuk di akal.

RITUAL, DOA DAN UPACARA KEAGAMAAN Sebagaimana telah saya katakana sebelumnya, suatu belief system atau agama memiliki komponen-komponen sebagai berikut: tokoh ilahi sentral yang superior, pesan ilahi, sang utusan, kitab suci, tokoh-tokoh yang diurapi, para imam, tempat suci, ritual, upacara-upacara keagamaan, pengikut setia, dan doa-doa. Upacara keagamaan sangatlah penting sebab hal ini mengindikasikan iman dari si pemercaya dan membawa suatu dimensi sosial. Agar tampak sejati, sang pemercaya harus benar-benar hati-hati untuk tidak meninggalkan atau melupakan suatu urutan proses yang harus diikuti. Sebab suatu kesalahan yang tampaknya tidak penting dan bisa diabaikan bisa mengakibatkan perasaan yang tidak enak dan hati nurani yang tertuduh. Ritual, doa dan upacara keagamaan memerlukan fokus mutlak pada suatu aktivitas tunggal dan tidak menyisakan perhatian pada aktivitas lain. Terakhir, setiap detail aktivitasnya memerlukan perhatian yang utama. Ritual, doa dan upacara keagamaan memiliki karakter yang tipikal (seperti berdoa, menghadap ke timur, menghadap ke selatan, mendaraskan doa bersama-sama). Upacara-upacara keagamaan memiliki karakter social / komunal. Detail dari upacara ini mengandung penuh arti dan simbol. Pemercaya yang mengikuti upacara-upacara tersebut jarang atau bahkan tidak pernah tertarik akan arti dibalik setiap detil prosesinya. Bagi umat awam suatu upacara berfungsi sebagai ritual pelayakan, perlindungan, dan jaminan diri. Mereka percaya bahwa dirinya cenderung berdosa, atau melakukan sesuatu yang dianggap pelanggaran keyakinan tersebut. Mereka selalu berdoa sebelum melakukan sesuatu. Tindakan ini dimaksudkan untuk meminta perlindungan.

SISTEM KEPERCAYAAN : SEBUAH NEUROSIS OBSESIF UNIVERSAL Kemunculan system kepercayaan (seperti halnya agama-agama dan kultus) serta peraturan-peraturannya memberi kita kesan bahwa mereka ini didasarkan atas penekanan dan peminggiran gejolak-gejolak alami dan instinktif. Terbukti bahwa penekanan dan peminggiran impuls ini harus terus berkelanjutan. Para pemercaya begitu disibukkan dengan ketakutan atas dosa dan perbuatan dosa. Hal ini secara alami membawa pada permohonan pertobatan. Suatu system kepercayaan bisa diartikan sebagai neurosis obsesif universal. Suatu prilaku yang melanggar

hukum akan mendatangkan rasa takut yang utama. Mungkin Anda akan bertanya kenapa? Jawabannya sangat mudah: Jika anda ingin menciptakan suatu jemaah keagamaan yang monolitik, jangan pernah memberi mereka kebebasan untuk hidup sesuka hati mereka. Untuk mengekang kebebasan, anda harus menetapkan batas-batas.

DAN YANG ILAHI INI KONON BERSABDA: AKU AKAN MENGGANJAR PERBUATAN KALIAN. Penekanan yang berkelanjutan dari instink-instink mendasar ini nampaknya menjadi salah satu fondasi dimana peradaban manusia mengalami kemajuan. Hal ini sebagian diakibatkan karena sistem kepercayaan, dan para individu diminta untuk melepaskan / menujukan kepuasan instinktifnya kepada Yang Ilahi sebab Yang Ilahi ini konon bersabda : Aku akan mengganjar perbuatan kalian. Dalam perkembangan system kepercayaan yang lama, banyak hal yang ditinggalkan oleh manusia karena dianggap berdosa, kemudian dikembalikan pada Yang Ilahi, dan mendapat pengampunan dariNya. Hal ini memberi kesempatan pada manusia untuk lepas dari dominasi instink negatif ang berbahaya bagi masyarakat.

TOTEM Sekarang kita siap untuk membahas tabu dan totem. Apa itu totem? Totem adalah suatu objek (sebagai binatang atau tanaman) berfungsi sebagai lambang dari suatu keluarga atau klan, sebagai pengingat asal-usul keturunannya. Totem biasanya berupa ukiran atau lukisan suatu objek. Totem berfungsi sebagai lambang atau simbol yang dihormati. Sebuah totem bisa diwariskan melalui keturunan perempuan atau laki-laki. Dulu pewarisan totem diturunkan lewat keturunan perempuan, dan mungkin merupakan tradisi yang dominan dari pada melalui keturunan laki-laki. Bagi seorang individu, hubungannya dengan totem adalah pusat dari semua tugas sosialnya. Ini adalah aspek utama, baru setelah itu aspek keanggotaan suku dan segala macam ikatan darah. Totem tidak terikat pada suatu tempat tertentu. Fungsi asosiasi totem bisa dilihat jaman sekarang di Australia, juga di antara penduduk asli Amerika Utara, rakyat Oseania, timur India dan di Afrika. Melihat apa yang masih tersisa saat ini, kita bisa katakan bahwa totemisme sudah ada lama sebelum kemunculan bangsa-bangsa dan kebudayaan Eropa, Arya dan Semit.

HUKUM DALAM TOTEM : EKSOGAMI Dimana ada totem, selalu ada hukum yang melarang hubungan seksual, yakni pernikahan di antara orang-orang pemilik totem yang sama. Ini adalah tabu. Setiap pria dan wanita harus menikah dengan seseorang dari suku lain pemilik totem yang berbeda. Prinsip ini disebut eksogami. Sebagaimana kita dapat dengan mudah temukan di sini, totem berfungsi sebagai ikatan hubungan darah. Semua individu yang berasal dari totem yang sama dihubungkan oleh ikatan darah. Hal ini tentu menciptakan aturan penghindaran (perempuan dan laki-laki dari klan yang sama tidak boleh hidup bersama), yang mengacu pada hubungan seksual (Dalam tradisi batak, setiap marga memiliki daftar marga yang tidak boleh dinikahi, dan nampaknya ini juga jadi contoh nyata hubungan budaya dengan totem Penerjemah). TIGA ATURAN LAINNYA DARI TOTEM Salomon Reinach, seorang arkeolog dan filolog Perancis, menuliskan Kode Totemisme. Berikut adalah tiga entri terakhir dari 12 kode tersebut: ".. Binatang totem melindungi dan memperingatkan anggota klannya. Bagi para anggota klan yang setia, binatang totem memberikan informasi terlebih dahulu tentang masa depan dan menuntun mereka. Dalam banyak kasus, anggota klan suatu totem percaya bahwa ada hubungan kekerabatan antara mereka dan binatang totem. " Apakah anda merasa akrab dengan salah satu kode ini ? Kita akan melihat lebih jauh nanti.

JENIS-JENIS TOTEM

Ada tiga jenis totem: Pertama, totem marga, totem yang mengikat seluruh klan dan diteruskan antar generasi melalui warisan (ini salah satu yang penting). Kedua, totem seksual, yang umum khusus untuk laki-laki dan perempuan. Satu totem tidak bisa dimiliki oleh kedua jenis kelamin. Ketiga, totem pribadi yang dimiliki satu orang dan tidak diwariskan (totem jenis ini terlihat jelas di zodiak, baik itu zodiak Cina ataupun Barat - penerjemah).

TOTEMISME: SISTEM KEAGAMAAN DAN SOSIAL Totemisme berfungsi sebagai sistem agama maupun sosial. Aspek religius dari totemisme melibatkan hubungan antara san totem dengan individu. Sedang aspek sosialnya berlaku untuk hubungan antara para anggota klan dan dengan anggota klan lainnya. Anggota klan totem menyebut diri dengan nama totem. Mereka menjaga kepercayaan timbal balik bahwa mereka telah benar-benar turun dari totem. Karena binatang totem diyakini sebagai nenek moyang suku, maka konsep totem memiliki efek menentukan pada bagian-bagian dari klan yang tunduk pada normanorma tradisional tertentu dan pada organisasi kesukuan secara keseluruhan.

TABU : LARANGAN, PEMBATASAN, PANTANGAN Apa itu tabu? Sederhananya tabu adalah sebuah larangan, pantangan. Tabu memiliki arti hal yang tidak boleh disentuh. Jika tabu adalah suatu hal yang tak boleh disentuh, maka rasa takut religius yang kita miliki hari ini sesuai dengan tabu. Pelanggaran tabu dalam banyak hal akan seperti melakukan perbuatan dosa. Tapi pembatasan-pembatasan berdasarkan tabu berbeda dari larangan-larangan agama dan moral. Tabu tidak terikat dengan perintah ilahi. Wilhelm Wundt menggambarkan tabu sebagai "hukum tak tertulis tertua yang umat manusia buat". Ketika tabu masih digenggam erat oleh manusia primitif, dalam relung terdalam dari sejarah, tidak ada ide tentang yang tertinggi (supreme being/ tuhan), dan tidak ada sistem kepercayaan. Oleh karena itu tabu bisa dikatakan lebih tua dari konsep ketuhanan (supreme being).

TABU : TIADA KENIKMATAN PRIBADI, TIADA KEBEBASAN BERGERAK, TIADA KEBEBASAN BERKOMUNIKASI Pada awalnya, pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh individu akan dihukum oleh tabu. Tetapi ketika konsep ketuhanan dan roh-roh muncul dalam budaya dan terkait dengan tabu di waktu-waktu kemudian, maka suatu kekuatan surgawi dipercaya akan menghukum pelanggaranpelanggaran tersebut. Kemudian, mungkin karena evolusi ekstrim dari konsep ini, masyarakat menghukum penjahat yang membahayakan kehidupan sosial. Akibatnya sistem hukuman umat mausia paling kuno dapat dikaitkan dengan tabu. Pelanggaran tabu oleh seseorang membuat pelakunya tabu juga. Menghindari bahaya yang diciptakan oleh pelanggaran tabu mungkin menjadi penebusan dosa dan pemurnian. Dengan kata lain: kita sendiri yang membayar sesuatu perbuatan pelanggaran, kita sendiri yang menahan diri dari hal-hal tertentu dan kita sendiri yang menyucikan

diri sendiri. Apa yang penting bagi kita di sini adalah serangkaian larangan yang komunitaskomunitas primitif kenakan bagi mereka sendiri. Ada segala macam larangan, tetapi mereka sendiri tidak tahu mengapa. Dan mereka tidak berpikir untuk mengajukan pertanyaan. Sebaliknya mereka menerima tabu-tabu tersebut seolah-olah itu adalah kebenaran yang terbuka, dan mereka percaya bahwa setiap pelanggaran akan dihukum secara otomatis. (Bandingkan ini dengan hukum-hukum dalam agama, dimana umatnya hanya percaya saja tanpa berpikir keras apa motif dari pelaranganpelarangan tersebut. Bahkan mengajukan pertanyaan itu sendiri dianggap tabu!- penerjemah) Semua larangan pada dasarnya ditujukan pada kebebasan menikmati diri sendiri, kebebasan bergerak dan kebebasan berkomunikasi. KITA TIDAK BOLEH MENIKMATI HIDUP SESUKA HATI. KITA TIDAK BOLEH BERGERAK BEBAS. KITA TIDAK BOLEH BEBAS BERKOMUNIKASI. Kemudian tabu dan sistem kepercayaan saat ini mengekang hidup individu, karena dalam rangka untuk menegakkan sebuah sistem kepercayaan monolitik kebebasan pribadi, personalitas dan individualisme harus diberantas, sebab menikmati diri sendiri adalah buruk. Anda tidak diizinkan untuk menikmati kehidupan 'duniawi'. Sebaliknya Anda diharapkan untuk bekerja tanpa henti untuk memperbaiki diri anda di sini di bumi. Untuk apa? Untuk kehidupan setelah kematian. Dengan kata lain, jika Anda ingin hidup selamanya (!) (Walaupun kehidupan setelah kematian berada pada level eksistensi yang sama sekali berbeda dan tidak memiliki kemiripan dengan kehidupan di bumi ini) Anda harus mematuhi aturan dan menyucikan diri. Bergerak bebas berarti menjadi individu tak terkendali. Ini tidak bisa dibiarkan. Semua orang percaya dalam suatu sistem kepercayaan harus berada di bawah pengawasan konstan atau setidaknya mereka harus merasa bahwa mereka sedang diawasi. Ide di balik ini adalah fakta bahwa orang-orang merasakan suatu dorongan untuk berdiri melawan aturan ketat dan permanen. Mereka akan mencari kebebasan pribadi dan individualisme. Berkomunikasi secara bebas berarti kebebasan menyampaikan segala macam idea dan pikiran. Beberapa idea dapat berbahaya bagi sistem kepercayaan. Jadi kebebasan komunikasi tidak dapat diizinkan. Dalam kasus tertentu tabu memiliki arti yang bisa dimengerti dan memiliki pantangan dan penolakan sebagai tujuannya. Namun dalam kasus lain tabu memiliki struktur yang sukar dimengerti, berhubungan dengan rincian yang tidak penting dan tampak seperti hanya memiliki sebuah konstitusi seremonial. Pada tahap dini tabu tidak memiliki pemisahan antara yang ilahi dan yang duniawi, menurut W. Wundt, dan "ini karakter asli tabu (pada awalnya), dan keyakinan bahwa 'kekuasaan setan' yang menetap dalam suatu objek akan membalas dendam pada si pelanggar bila disentuh atau digunakan meskipun sudah ada larangan jelas, hanya merupakan "ketakutan obyektif." "Ketakutan ini telah memperoleh dua bentuk yang berbeda pemujaan dan horor - pada tahap kemudian ketika tabu mengalami pergeseran arti dari domain kekuasaan setan (roh jahat) ke domain ilah yang tertinggi / supreme ( yaitu bahwa ada suatu sosok tuhan yang menentukan peraturan-peraturan, mengawasi pelaksanaannya dan menghukum si pelanggar peraturan). Banyak bentuk larangan muncul begitu saja tanpa penjelasan pasti, dan terus dipelihara berdasarkan rasa takut tak tertahankan. Ancaman hukuman dari luar tidak pernah diperlukan karena pada saat itu manusia primitive memiliki kepastian batin, yakni keyakinan moral, bahwa suatu pelanggaran yang akan mengakibatkan bencana yang tak tertahankan pad si pelanggar sendiri (jadi dalam alam pemikiran mereka, tidak perlu adanya suatu neraka yang menghukum para pelanggar setelah mereka mati kelak, sebab

hukuman pelanggaran itu sendiri sudah terjadi pada saat mereka masih hidup penerjemah). Namun pelarangan-pelarangan tetap dijaga oleh kebutuhan batin masing-masing sendiri. Dengan mudah mereka menjauhi tempat-tempat larangan. Mereka terhubung dengan ketakutan akan terkontaminasi dengan byek-obyek pantangan, dan mereka membutuhkan upacara-upacara untuk mengurusnya. Kita dapat berasumsi bahwa semua tabu adalah pelarangan kuno yang dipaksakan dengan kekerasan secara eksternal kepada generasi manusia primitive dalam periode tertentu.

DUA DASAR TABU: "JANGAN MEMBUNUH DAN JANGAN MENGAWINI SANAK KELUARGA " Larangan tabu tertua dan paling penting adalah dua hukum dasar totemisme: "Jangan membunuh binatang totem" dan "Hindari hubungan seksual dengan lawan jenis dari klan yang sama." Jika ini kasusnya, maka keinginan manusia yang paling mendasar, tertua dan paling kuat pastilah keinginan membunuh dan memiliki hubungan seksual dengan lawan jenis. Tidaklah diragukan bahwa orang-orang primitif yang hidup jauh sebelum penerapan hukum -hukum ilahi / relijius memiliki perintah yang sah (atau aturan moral) ini, yakni : Kalian jangan membunuh. Ini bukan pantangan dengan konsekwensi yang enteng bila dilanggar. Upacara-upacara peredaan, pengorbanan-pengorbanan, pembatasan, periode isolasi, penebusan dan upacara pemurnian setelah pertempuran di masyarakat primitif semua berasal dari satu takhayul: Jangan membunuh!. (Apakah Anda tahu bahwa isolasi algojo profesional untuk periode tertentu atau sementara, berasal dari takhayul ini?) Takhayul ini begitu akrab. Tidakkah anda berpikir demikian? Saya bantu Anda, yah. Coba Anda periksa Sepuluh Perintah Allah di Perjanjian Lama! MENAHAN GODAAN UNTUK MENYENTUH Tabu adalah sebuah institusi sosial. Kadang-kadang seseorang, yang tidak melanggar tabu, dapat menjadi suatu yang tabu secara permanen atau sementara, karena membangkitkan hasrat terlarang dan memiliki karakter menyebabkan konflik tak terduga pada orang lain. Siapa ini? Raja atau kepala suku membuat kecemburuan karena posisi istimewa mereka. Bayi baru lahir, perempuan yang sedang dalam masa haid atau dalam persalinan persalinan membangkitkan gairah karena kondisi lemah mereka. Seorang pria muda menjanjikan kesenangan baru dan gelar pujian dari rakyat. Karena itu, semua orang dan semua kondisi ini tabu. Dengan kata lain mereka tidak boleh disentuh. Kita harus menolak godaan untuk menyentuh tabu-tabu, sebab sebenarnya menyentuh manusia atau objek pantangan adalah langkah pertama untuk mengendalikan atau untuk mengambil manfaat darinya. Jika melanggar tabu memerlukan koreksi melalui pertobatan atau pendamaian yang melibatkan pelepasan kepemilikan tertentu atau mengorbankan kebebasan, maka larangan tabu, dalam dirinya sendiri, berarti menghentikan suatu hal yang diinginkan. Hal ini membawa kita kepada kesimpulan bahwa penebusan dalam upacara tabu adalah jauh lebih fundamental dari pemurnian. Tabu adalah larangan dikenakan oleh otoritas eksternal dan ia bertujuan mewujudkan harapan dan keinginan yang paling kuat. Fakta bahwa pelanggaran tabu ditegakkan tepat dengan memberikan sesuatu menunjukkan kepada kita bahwa dasar dari tabu adalah melepaskan keinginan-keinginan dan merelakannya pergi. Tabu adalah metode khas undang-undang dan ia melayani tujuan-tujuan sosial sekunder lainnya juga. Kasus ini dapat kita

lihat pada tabu-tabu yang diberlakukan oleh para kepala suku dan agamawan yang tujuannya adalah untuk melestarikan aset dan hak-hak istimewa mereka.

DIMANAKAH DUNIA ORANG MATI? : "DI SISI LAIN" Tabu yang berkaitan dengan kematian adalah penting. Ada aturan tertentu tentang menyentuh orang mati. Mereka yang menyentuh orang mati harus mematuhi aturan-aturan tertentu. Orang takut roh-roh orang yang sudah mati. Banyak upacara dilakukan untuk tetap menjaga rohroh itu menjauh. Dipercayai bahwa menyebutkan nama orang yang sudah meninggal itu identik dengan membangkitkannya, dan mengakibatkan roh itu muncul mendadak. Mereka yang hidup tidak merasa aman kecuali ada badan air (misalnya sungai, danau dan laut) antara mereka dan yang sudah mati. Inilah mengapa orang mati dikubur di pulau-pulau atau di 'sisi lain' dari sungai. Ini adalah asal dari ungkapan, 'di sana- di sini', atau di sisi lain, yang berarti tempat di mana orang mati dikuburkan. Tetapi dengan datangan sistem kepercayaan makna dari ungkapan ini berubah dari 'di sisi lain' (artinya mati dikuburkan di sana di sisi lain atau di tepian lain, secara fisik) menjadi sisi lain yang memiliki arti mistis, yakni di surga, di neraka, di alam barzakh, di dunia lain, dll.

ANIMISME : ADA ROH DALAM SEGALANYA Menurut Sir James Frazer George ras manusia telah mengembangkan tiga sistem pemikiran, tiga gambar besar yang berhubungan dengan alam semesta: pemikiran animistik; pemikiran agama; pemikiran ilmiah. Namun urutan evolusi pemikiran manusia ini tidak lagi diterima. Tapi animisme ada bagi kita untuk melihatnya lebih dekat. Apakah animisme ini? Pikiran animistik mungkin merupakan yang paling koheren dan luas di antara ketiga pemikiran itu, dan menawarkan penjelasan yang benar-benar lengkap tentang sifat alam semesta. Ini adalah titik pandang manusia yang paling awal dalam menilai bumi dan alam semesta. Ini adalah teori psikologis. Bisa dikatakan bahwa animisme pada awalnya bukanlah sistem kepercayaan, namun memasukkan semua landasan yang nantinya digunakan di kemudian hari dalam pembangunan sistem keyakinan. Juga jelas bahwa mitos didasarkan pada proposisi animistik. Animisme dalam arti sempit adalah doktrin tentang roh, sedangkan maknanya lebih luas adalah doktrin tentang makhluk-mahluk yang memiliki roh. Kita sekarang tahu bahwa mereka orang-orang primitif itu jelas memiliki idea penting pada alam semesta, yang menurut pemahaman ini ada banyak roh baik dan roh jahat tinggal di bumi. Roh-roh ini dianggap sebagai penyebab fenomena alam, dan tidak hanya hewan dan tumbuhan tetapi juga semua benda mati / anorganik di bumi dianggap menjadi hidup dengan roh-roh. Paling penting dari semuanya, orang-orang primitif ini percaya bahwa roh-roh yang sama hidup pada manusia juga. Roh-roh berubah tempat tinggal mereka (orang-orang yang mereka tinggali); setelah mereka meninggalkan satu individu, mereka menghuni yang lain. Manusia-manusia dianggap sebagai media kegiatan spiritual, dan sampai batas tertentu roh-roh ini independen dari tubuh yang mereka huni. Roh pada awalnya dianggap sangat mirip dengan manusia, namun kemudian mereka kehilangan karakteristik obyektif mereka

dan dispiritualkan (mengalami mistifikasi). Sekarang mari kita berhenti sejenak untuk berpikir dan mengajukan pertanyaan yang tepat: Karena kita sekarang telah memiliki petunjuk, ijinkan saya bertanya : menurut Anda dari mana datangnya kisah-kisah tentang roh, inkarnasi dan / atau reinkarnasi, transmigrasi jiwa?Tentu saja beberapa 'agama berkitab' menentang ide-ide, karena ide-ide ini milik sistem kepercayaan yang berbeda, yang berarti persaingan, dan lebih dari itu animisme membuka pintu untuk ke dalam dunia magi, yang merupakan saingan paling serius dari agama. ANIMISME : LINGKUNGAN SEMPURNA BAGI MEJIK UNTUK MEWUJUDKAN KEHENDAK Kita tidak akan terkejut melihat bahwa suatu sistem perintah tentang bagaimana membangun dominasi atas orang lain, binatang liar dan benda-benda, atau terlebih pada roh mereka - dikembangkan bergandengan tangan dengan keyakinan animistik. Instruksi-instruksi ini dikenal sebagai sihir /mejik (magic) dan mejik hitam. Mejik hitam adalah seni mengambil seseorang atau sesuatu di bawah keinginan / kehendak seseorang. Mejik adalah sesuatu yang berbeda. Ini mengabaikan roh dan bukan memakai metode psikologis sehari-hari tetapi prosedur khusus. Ketetapan hati dan niat yang kuat benar-benar penting untuk seorang pemercayanya, tanpanya keyakinan Anda tidak berarti apa-apa. Pula tanpa pengetahuan ketetapan hati dan niat menjadi mustahil. Jadi untuk percaya atau untuk memiliki iman pada sesuatu - dengan kata lain, untuk bertindak pada tingkat spiritual - seseorang harus mengetahui, memahami, memutuskan dan bertindak sesuai. Ini adalah proses yang berkaitan dengan pikiran dan spiritualitas, dan mereka larut ke dalam 'kemauan'. 'Keinginan' membuat tindakan menjadi penting, efektif dan berharga. Keputusan dan ketetapan hati vis a vis dengan mejik. Untuk untuk melakukan mejik, seseorang harus menginginkan, berpikir, merefleksikan, memutuskan, berkonsentrasi pada apa yang harus dilakukan, proses ini dapat dinyatakan sebagai 'kehendak'. Ini 'akan' membungkus semua proses spiritual. Jadi semua proses spiritual dan 'pikiran' dianggap utama, penting dan mulia.

PIKIRAN ADALAH SEGALANYA Jadi, pikiran yang berhubungan dengan objek menjadi jauh lebih penting daripada obyek itu sendiri. "Tindakan yang berpikir tentang suatu objek, pasti akan terjadi kepada obyek itu." Singkatnya, dapat dikatakan bahwa prinsip yang berlaku dalam mejik adalah "pikiran mampu melakukan segalanya." Apakah pikiran ini menguasai materi? Coba tebak: Apa asal-muasa klaim yang berkaitan dengan memindahkan benda dari jarak jauh tanpa menyentuhnya, membaca pikiran, melengkungkan sendok, menghentikan jam dll hanya dengan berpikir dan berkonsentrasi? Mungkinkah Animisme? Mari saya beri contoh sihir: Salah satu metode yang paling luas sihir untuk merugikan musuh adalah untuk membuat boneka dari musuh itu. Kemiripan antara boneka dan musuh tidaklah penting. Setiap objek dapat digunakan sebagai boneka. Hal ini diyakini bahwa apapun yang dilakukan kepada boneka akan terjadi pada musuh; kerugian apapun yang dilakukan pada

setiap bagian boneka tersebut akan menduplikasi diri pada musuh. Sekarang ingatkah anda akan larangan di Perjanjian Lama tentang pembuatan gambar atau patung makhluk hidup? Dalam jaman kuno tersebut, masyarakat daerah itu menyembah ilah-ilah (dewa/tuhan) lokal, dan kesukuan bentuk hewan, benda yang menyerupai totem, manusia dan benda semi-manusia dll. Tetapi ilah dalam Perjanjian Lama ('yang tak dapat disebutkan') adalah entitas pencemburu (!). Entitas ini tidak pernah mau diwakili oleh berhala atau gambar. Entitas tertinggi ini juga melarang semua jenis tokoh, berhala, obyek dll. Karena pencemburu berat maka sang entitas superior ini tidak menyukai persaingan. Tapi apakah ini alasan sebenar-benarnya di balik larangan tersebut, atau mungkinkah ada sesuatu yang lain? Praktek mejik ini tentunya merupakan sisa-sisa animistis dari relung sejarah sehingga para penulis Perjanjian Lama mungkin ingin menyangkal satu keajaiban alat itu. Agama Yudaisme menganggap sihir sebagai praktek memuakkan. Nah, sekarang apa yang Anda pikirkan? Hasil alami dari menjadi sistem kepercayaan Abrahamik-Semitik,maka larangan serupa juga dimasukan ke dalam Quran. Sekarang pertanyaan yang paling sulit adalah: mana kata-kata yang telah menggantikan totem dan tabu dalam sistem kepercayaan / agama-agama dalam zaman kita? Jika Anda dapat menemukan jawaban yang benar dan berani untuk menyatakannya, Anda telah mengambil langkah menuju menjadi, individu dan bukan seorang pengikut. Demikianlah tentang tabu dan totemisme secara singkat, dirangkum dari karya Sigmund Freud, bersama dengan idea-idea yang disodorkan oleh para ahli lainnya dan saya sendiri.

AGAMA-AGAMA PRIMITIF Oleh : Mudarras Kadhir Gaznavi Diterjemahkan oleh : Badra Naya

PRAKATA PENERJEMAH Sebagian besar umat awam percaya bahwa agama mereka adalah agama yang diwahyukan oleh suatu ilah/dewa/tuhan/ allah di surga / alam lain, suatu pewahyuan yang asli dan baru yang ditujukan pada si nabi dan komunitas agamanya. Wahyu ini pastilah harus benar, tiada bercacat dan bercela, tiada kesalahan sejarah, kesalahan penulisan, dan dalam perjalanannya melewati ribuan tahun sampai ke kita dijamin tidak ada kesalahan penerjemahan dan transliterasi. (Dan derajat yang paling parah dari klaim-klaim ini dapat dengan mudah kita temukan dalam agama Islam !) Namun tentu para akademisi lintas ilmu tidak meyakini suatu klaim-klaim semacam itu yang jelas hanya didasarkan pada iman buta. Penelusuran sejarah yang kritis memperlihatkan bahwa tidak ada agama yang benar-benar asli membawa sesuatu yang baru tanpa mengambil dari dan berkonteksual dengan batasan-batasan lingkungan, budaya dan worlview jaman dimana mereka hidup. Agama yang satu mengambil (jika tidak mau disebutkan mencontek) sumber-sumber dari agama-agama sebelumnya dan mewarnai di sana-sini, lalu para ideolog agama ini memberikan stempel wahyu dari allah / tuhan dsb kepada umat awamnya agar langsung percaya dan tidak banyak bertanya. Dan demikianlah penipuan demi penipuan agama berlangsung selama ribuan tahun. Dengan membaca artikel AGAMA-AGAMA PRIMITIF ( Primal Religions bhs Ing.) kita semakin menyadari bahwa agama-agama berdogma saat ini, tidak lain adalah pewajahan lain dari agama-agama primitif yang memakai seragam isme yang baru. Tidak ada yang salah dengan dengan agama-agama primitif, itu adalah tahapan yang pernah dibuat manusia dahulu. Yang salah adalah menjadi buta dengan keimanan suatu agama, yang mempercayai bahwa hanya agamanya, imannya, tokoh pujaannya, dan sektenya yang paling murni, benar, sempurna, tidak bercacat dan bercela, dan tanpa malu-malu memaksakan kebodohan dan kedangkalan berpikir demikian ke dalam ranah umum, serta mengancam-ancam api neraka kepada mereka yang tidak mempercayainya, dan bahkan jika memungkinkan mengadakan gerakan-gerakan politik untuk menggulingkan pemerintahanan, menghancurkan multi-kulturalisme dan memaksakan praktekpraktek primitf seperti kaum padang pasir primitif dahulu lakukan. Dan mari kita memulai perjalanan singkat kita memahami sedikit agama-agama primitif dunia.

*****

YAKINKAH ANDA APA YANG ANDA TAHU SUDAH BENAR? Apa persepsi Anda tentang agama-agama primitif? Apa yang Anda tahu tentang masyarakat primitif dan keyakinan mereka? Ijinkan saya memberikan jawaban dengan mengutip contoh jawaban yang mewakili pemahaman umum ( dikutip dari : Unsur Agama-Agama Dunia, Liz Flower): Kepercayaan populer selama ini adalah bahwa agama-agama primal adalah agamaagama berbentuk animisme, menyembah leluhur, pengorbanan, fetisistik , ritualistik, perdukunan, takhayul, dan politeistik. Namun faktanya agak berbeda. Kebanyakan masyarakat kesukuan dan primitif memiliki struktur sosial yang sangat kuat. Dan banyak agama mereka didasarkan pada struktur itu. Martabat dalam kehidupan dan kematian adalah yang terpenting. Moralitas merupakan penegasan pada tradisi. Semua yang ada dan terjadi memiliki alasan tertentu, segala sesuatu memiliki tempatnya. Masyarakat primitif memiliki tingkat toleransi yang mengejutkan. Sebagian besar masyarakat menyadari bahwa kepercayaan mereka adalah milik mereka semata, dan tidak selalu melibatkan komunitas tetangganya. Ada beberapa perbedaan tentu saja. Namun di sini kita menemukan sebuah pluralitas keyakinan, mitos, kosmologi dan ritual. Intinya adalah: Ada suatu struktur sosial yang kuat. Agama didasarkan pada struktur itu. Martabat adalah yang terpenting. Segala sesuatu memiliki alasan. Segala sesuatu memiliki tempatnya. Ada toleransi terhadap kepercayaan lain. Semuanya terdengar lebih alami dan sederhana dari pada jaman sekarang. Mana yang lebih baik? Ajaran-ajaran agama yang penuh dengan spekulasi dan ambiguitas atau kesederhanaan mereka?

Meskipun ada perbedaan besar, agama-agama primitif di seluruh dunia berasal dari setengah lusin keyakinan dasar. Dan ternyata mayoritas agama-agama primitif bersifat monoteistik. Terkejut? Semua agama ini memiliki keyakinan mendasar kepada kekuatan roh-roh. Ada penghormatan dan pemujaan kepada leluhur di sebagian besar agama primitf. Pula dapat kita temukan semacam doa, hadiah, dan pengorbanan di sebagian besar ritual agama-agama ini. Dalam struktur masyarakat & agamanya ada juga tabib, dan dukun. Terakhir, sebagian besar agamaagama primal memiliki perayaan musim baru atau tahun baru. (Penerjemah : sekalipun sebagian agama primitif ini memberi tempat kepada suatu Roh Besar dan bisa dianggap sebagai monoteisme tingkat dini, namun monoteisme ini sangat berbeda dengan monoteisme ala Yudaisme, Kristen dan Islam. Monoteisme agama-agama primitif, yang juga tercermin dalam pemahaman Brahman dalam Hinduisme tidak mempercayai suatu sosok tuhan berpribadi yang berkomunikasi dengan manusia, mengurusi manusia, menganak-emaskan suatu suku bangsa tertentu dan mengkafir-kafirkan bangsa-bangsa lain yang tidak sepaham dengan bangsa anak emasnya; dan bahkan pada derajat yang paling menjijikan memberi ijin kepada sang nabi untuk membunuh bangsa lain, melakukan genosida, bahkan memberi ijin kepadanya untuk mengawini wanita-wanita yang dia inginkan. Sosok ketuhanan kejam, barbar, sembrono dan konyol dalam monoteisme semacam itu tidak pernah terlintas dalam agama-agama awal. Mereka hanya mempercayai suatu roh besar dalam hierarki yang tinggi dan menaungi semua yang ada, dan tidak terpisah dengan semuanya.)

SUATU HIERARKI DENGAN TUHAN / ALLAH / DEWA TERTINGGI DI PALING ATAS DAN TERPENCIL Agama-agama pribumi memiliki hirarki. Pada tingkat terendah ada batu, tanah dan rumput, kemudian dunia hewan, termasuk di dalamnya adalah manusia, yang mana umat manusia berada dalam posisi unggul. Level berikutnya adalah orang-orang dengan level spiritual yang tinggi, dan para leluhur. Dewa-dewa berada di level di atasnya. Dan pada tingkat terakhir adalah yang dewa tertinggi yang jauh terpencil. Kebanyakan dari agama-agama asali memiliki keyakinan pada tuhan pencipta. Setelah mencipta, tuhan ini terlalu besar, sangat kuat dan terlalu jauh untuk disembah secara langsung; setiap kali ada sesuatu yang luar biasa ia dipanggil, ia diyakini maha-melihat (Mungkin ini petunjuk ke salah satu karakteristik tuhan berpribadi jaman kita sekarang ?). Tuhan / dewa ini tidak terikat oleh waktu, tidak terikat oleh tempat dan tidak memiliki akhir. Ia dianggap sebagai memiliki belas kasih, sekaligus memiliki sifat yang tak terduga. Manusia membutuhkan perantara, karena ia tidak bisa dekat dengan tuhan / dewa ini (ini terdengar akrab ! Belas kasih dan ketidakpastian membawa kita ke idea tentang aspek-aspek tertentu dari Elohim, dan setelah itu YHVH Perjanjian Lama!). Penduduk bumi hanya dapat berkomunikasi dengan makhluk superior yang lebih rendah (Jadi mereka membutuhkan semacam 'perantara', sebagai malaikat dan penghulu malaikat yang diperlukan di jaman kita. Jadi hanya sedikit yang berubah!). Kegiatan yang paling religius terjadi di sekitar para dewa yang lebih rendah, sekitar roh-roh dalam segala hal, dan terutama di sekitar leluhur yang menjadi perantara antara umat manusia di satu sisi dan dengan lingkungan dan tuhan di sisi lain. Para leluhur sangat dihormati. Beberapa dari mereka disembah sebagai dewa. Tetapi peran utama mereka adalah

sebagai mediator dan fasilitator. Mereka mengawasi komunitas mereka dan memperingatkan mereka dari pelanggaran-pelanggaran tabu. Meskipun para leluhur memiliki tempat khusus, namun kematian tidak disambut ramah. Kematian, kecuali karena usia yang sangat tua, dianggap sebagai tidak wajar. Berikut ini adalah sebuah paradoks : kematian selain ditakuti, pada saat yang sama adalah pintu gerbang untuk menjadi leluhur. Kecuali bahwa dalam Ashanti (suatu suku di Ghana) tidak ada ajaran tentang reinkarnasi, dan roh-roh nenek moyang dipercaya benar-benar hidup di dunia ini. Mereka selalu hadir dan kadang-kadang menghuni yang masih hidup. Ada hubungan yang mendasar antara masyarakat, manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk tertinggi, dan diperlukan kepedulian untuk melestarikan hubungan yang bersih. Banyak ritus diarahkan untuk pemeliharaan atau perbaikan hubungan ini. Sebagian besar kelompok suku memiliki upacara untuk semua ritus peralihan: Kelahiran, peberian nama, inisiasi, perkawinan dan kematian. Inisiasi mengambil bentuk yang berbeda, seringkali ini berarti pelantikan menjadi dewasa. Kadang-kadang muncul sebagai inisiasi penerimaan ke dalam perkumpulan rahasia. KORBAN PERSEMBAHAN Hampir semua budaya Afrika menggunakan beberapa macam persembahan korban. Dalam suku nomaden sering sapi - yang merupakan aset yang paling berharga - ditawarkan kepada dewa saja. Kelompok yang lebih maju dan lebih kaya menggantikan korban dengan hadiah. Tetapi pemberian ini tidak selalu dibuat untuk para dewa, kadang-kadang penerimanya adalah para leluhur sebagai pengakuan atas kekuasaan mereka. Banyak ritual diberikan kepada ritus pemakaman atau pada para leluhur. Melanggar tabu, atau bahkan lebih buruk lagi, melawan hukum komunitas membutuhkan pengorbanan dan penebusan kolektif. Suku-suku asli Australia percaya roh dalam diri, batu, batu, air, pohon, hewan adalah satu dan sama dan saling bergantung. Beberapa hewan dan tumbuhan memiliki hubungan khusus dengan suatu suku. Mereka diidentifikasi dengan suku itu. Jadi, mereka bertindak sebagai pelindung. Masing-masing kelompok suku memiliki mitos leluhur tertentu. Leluhur ini diambil sebagai totem kelompok. Merawat binatang totem adalah tanggung jawab mereka yang diduga telah diturunkan dari binatang itu. Dan mereka memiliki tanggung jawab lebih lanjut untuk memastikan pasokan berlimpah daging hewan totem bagi masyarakat. Tindakan ini memperkuat hubungan antara semua kehidupan. PENCIPTAAN? Apa yang mereka pikirkan tentang Penciptaan? Dunia dipercaya telah diciptakan. Konon ada dewa langit, tetapi dia tidak memiliki bagian dalam kehidupan manusia. Nenek moyang totem berjalan bumi dalam periode yang dikenal sebagai jaman impian.

KEMATIAN: HANYA SATU TRANSISI KE KEADAAN LAINNYA Bagaimana dengan kematian? Kematian hanyalah transisi dari satu keadaan ke keadaan lain - dari satu jenis kehidupan ke jenis kehidupan yang lain. Roh tetap ada menetap sebagai bagian dari masyarakat. Hanya para sesepuh dan tabib laki-laki yang tahu. Tahu apa? Tentu saja pengetahuan rahasia dan tersembunyi. Mereka semua laki-laki (Well, bukankah katanya tuhan menciptakan laki-laki dulu pertam-tama, kan? Dan setelah itu ia memutuskan untuk menciptakan seorang wanita untuk meringankan kesepian si laki-laki itu). SUNAT & PENUMPAHAN DARAH Ada ritus inisiasi yang melibatkan sunat. Islam meminjam sunat dari bangsa Ibrani. Bangsa Ibrani diyakini telah meminjam ritus / kebiasaan ini dari Mesir dan diadopsi sebagai milik Hukum Musa. Yang benar adalah, sunat ini dipinjam dari Mandean. Agama Mandaean adalah agama Sabian, yang mendahului Yudaisme / Agama Ibrani (Artikel ini akan diterjemahkan nanti Penerjemah) Ritus lain adalah pertumpahan darah (Tentu saja, ini berarti persembahan korban binatang Jadi, ritus kurban yang ada saat ini, dimanapun mereka berada, termasuk Islam, adalah praktek-praktek kaum pagan pada awalnya. KUASA KEHIDUPAN : Sebuah Hadiah Dari Para Dewa & Inti Dari Segala Sesuatu Suku-suku Maori berbagi beberapa fitur dari sistem kepercayaan Polinesia. Seperti dewadewi pencipta: Ibu Bumi dan Bapa Langit. Keduanya dipisahkan oleh anak-anak mereka. Anakanak ini pada gilirannya menjadi abadi, mencipta bumi dan umat manusia. Kuasa kehidupan ini adalah esensi dari segala sesuatu dan merupakan hadiah dari para dewa. ALAM SEMESTA DAN TUHAN DALAM KEYAKINAN SUKU-SUKU MAORI Alam Semesta dalam keyakinan Maori memiliki tiga tingkatan: Langit , Dunia Cahaya dan Dunia Orang Mati. (Tidakkah anda akrab dengan keyakinan ini yang juga sedikit banyak di dapati dalam agama-agama samawi dan agama-agama timur?). Dewa / allah / tuhan tertinggi mereka adalah Io. Dia adalah sumber kekuatan. Tapi sayangnya ia hanya diketahui oleh beberapa tetua saja (Lagi dan lagi tema ini akrab dengan jaman kita. Tuhan / allah / dewa tertinggi masih dalam posisi itu, tidak dapat dilihat, tidak dapat didengar, hanya dialami lewat tindakannya yang berarti bahwa masyarakat umum hanya bisa tahu tentangnya lewat hasil dari tindakannya. Dan hanya sejumlah tokoh terbatas yang bisa mengetahui, lihat dan dengar, seperti nabi misalnya!) Bumi dianggap suci. Semesta adalah suci. Manusia harus memiliki tanah. Tanpa itu ia tidak berarti. Perawatan atas pemilikian tanah harus dilakukan dalam rangka untuk mewariskannya untuk generasi mendatang. Tidak ada kuil-kuil, namu tempat-tempat tertentu didedikasikan untuk dewa-dewa tertentu. Pengorbanan bukan sesuatu yang umum, kecuali sesekali menawarkan makanan untuk menenangkan suatu dewa.

MEMAKAN HATI DARI MUSUHMU Musuh pertama yang tewas didedikasikan untuk dewa perang. Memakan jantung musuh yang tewas adalah suatu keharusan. Hal ini diyakini dapat mentransferkan kekuatan musuh kepada kita. (Tema ini sering ditemukan dalam beberapa agama primitif).

KEMATIAN, TAPUS, WUDHU Ritual yang paling penting adalah berhubungan dengan kelahiran dan kematian. Tidak ada inisiasi karena kelahiran dengan sendirinya menganugerahkan sang terlahir ke dalam keanggotaan komunitas. Ritual kematian biasanya panjang dan rumit. Mereka bertujuan untuk menenangkan sang roh dari jasad dan ntuk mempercepat dia dalam perjalanannya, dan kembali keluarga ke kehidupan normal setelah terlibat dengan tapu (tabu) kematian. Tapus diperlukan untuk menjaga dari pelanggaran moral yang memiliki efek membahayakan dan hanya dapat dinetralkan oleh pemurnian dalam air yang mengalir (Dengan kata lain, wudhu. Praktek wuddhu ini datang dari tabu dan totem sehari-hari.) Untuk beberapa kebudayaan Melanesia adalah mustahil untuk memisahkan yang suci dari yang sekuler. Ritus dipraktekan dimana-mana dalam kehidupan sehari-hari: sebelum berburu, menikah, bercocok tanam. Dengan kata lain agama ada dalam totalitas kehidupan. Agama diakui sebagai hubungan abadi dan persekutuan antara manusia dan alam, manusia dan roh, manusia dan lingkungan. 'PADA MULANYA' Suatu konsep 'pada mulanya' selalu ada di beberapa budaya, yang darinya segala sesuatu berasal. Banyak kepercayaan dan upacara adalah usaha abadi untuk kembali ke keadaan awal ketika semuanya sempurna. (dalam agama Yahudi dan Kristen ini disebuat shalom keadaan damai dan konsiliasi, dalam agama islam kita dapatkan ini sebagai keadaan fitrah Penerjemah). Hubungan antara yang hidup dan roh nenek moyang mereka merupakan yang paling penting. Roh leluhur roh memiliki akses ke kekuatan supranatural dan memiliki kemampuan untuk mempertahankan kehidupan dan kemakmuran hidup atau menyebabkan mereka kesulitan. Roh-roh lebih dekat ke bumi dan hidup daripada kepada para dewa. SIAPA YANG MENCIPTAKAN DUNIA? Hanya ada sedikit rasa ingin tahu tentang asal-usul dunia. Tetapi diasumsikan bahwa beberapa dewa telah menciptakan dunia dan mereka memberikan kepada manusia sarana untuk hidup. Dunia dimana para dewa ini tinggal adalah penting, dan secara alami ada komunikasi antara manusia dan nenek moyangnya dibandingkan dengan para dewa lebih penting. Kebanyakan ritus diarahkan untuk menjaga ikatan ini utuh.

Ritual-ritual bervariasi dari yang berhubungan dengan sehari-hari, berburu ikan hidup dll, sampai pada ritual kelahiran, inisiasi dan pemakaman.

(Dalam agama-agama primitif, bahkan dalam agama-agama monoteis yang mengklaim dirinya sebagai agama yang "rasional" praktek Shamanisme lazim didapati. Sang Shaman /dukun/orang pintar dianggap sebagai media, utusan, atau nabi dari sang dewa/tuhan/ allah yang menyampaikan sabdanya kepada umat pada saat sang shamman sedang trance / kesurupan. Dalam Perjanjian Lama kita dapati kisah Nabi Yehezkiel, dalam Islam kita dapati tentu saja Muhammad yang menjalankan pola-pola channeling sejenis. Dalam jaman modern kita mendapati pola-pola serupa dalam kultus Salamulah, yaitu sang nabiah Lia Eden. Apakah anda masih bersikukuh akan adanya agama terakhir sempurna, dan rasional yang asli turun dari surga dan menutup-nutupi kalau agama itu mempraktekan contek sana-sini baik dogma, ritus maupun sastra kitabnya ?! ) PARA DUKUN PENGUSIR SETAN (SORCERER) Dukun pengusir setan atau roh-roh jahat umum ditemukan budaya ini. Mereka melakukan mejik yg bersifat simpatik, menyembuhkan, membuat ramalan, membuat perlindungan dari kejahatan. Dukun-dukun ini memiliki posisi dan memainkan peran yang sangat penting dalam masyarakat. Ada upacara inisiasi yang rumit untuk para pemuda. Nenek moyang dipanggil untuk membantu mereka melalui ritus-ritus inisiasi.

40.000 TAHUN Dikatakan bahwa asal-usul dari beberapa agama primitif Amerika Utara setidaknya berusia 40.000 tahun. Ada beberapa mitos penciptaan, banyak suku dan masyarakat percaya pada satu roh pencipta besar bersama dengan ibu bumi. Kekuatan alam dan idea kesucian memiliki saling ketergantungan (suatu metafisika alam). 'Bunda Bumi yang Kudus, pohon, dan seluruh alam, adalah saksi dari pikiran dan perbuatan' (Sebuah pepatah bijak Winnebago). Tempat-tempat suci dan simbol-simbol suci seperti batu atau pohon bukan obyek pemujaan, mereka berfungsi sebagai pengikat antara alam gaib dan nyata, tautan antara yang sakral dan sekuler. Suku-suku Indian Amerika Utara memiliki pemahaman alam dan bumi dan tempat mereka di dalamnya. Mereka memiliki tanggung jawab untuk merawat dan tahu bahwa semua kehidupan adalah suci, tidak hanya pada waktu-waktu pemujaan saja. Indian Amerika Utara peduli dengan hidup kini dan di sini, dengan kontinuitas eksistensi dan siklus musim. Hubungan dengan manusia dan hewan sangatlah khusus karena suku-suku tersebut nomaden dan bergantung pada berburu. Sukses dalam perburuan sering bergantung pada hubungan yang baik dengan roh yang dimiliki setiap binatang, dan ritus-ritus dilakukan untuk memastikan agar para roh tersebut menyukainya. Roh-roh ini memiliki hirarki, yang mencerminkan hirarki suku-suku dan terikat di bawah satu roh besar yang berkuasa ('Satu roh besar penguasa ! Mungkinkah ini menjadi konsep awal dari monoteisme?!) Keterkaitan antara dunia manusia dan dunia roh, hewan dan sayur-sayuran adalah suci dan harus dijaga setiap saat. "Roh Besar berada di pusat lingkaran dan konsep lingkaran ini sangat penting dalam setiap bidang kehidupan. Hal itu dipandang tidak hanya dalam bulan, matahari dan bintang, tapi juga dalam perputaran musim yang tidak berubah, dalam pemujaan, dalam seni, dalam kehidupan. Ini juga disebut sebagai lingkaran suci bangsa. " Manusia diperintahkan untuk bekerja menuju kesempurnaan. Kesempurnaan umumnya dicari dalam hidup ini, melalui pemahaman tentang pola-pola alami dan suci. Idenya adalah untuk menjadi yang tak terpisahkan, baik secara pribadi maupun komunal dengan dunia di sekitar mereka (Mereka kemudian akan mengalami apa yang disebut Kesadaran Universal, dan kita masih mencoba untuk mewujudkan itu). Manusia juga berada di pusat lingkaran, yang terbagi menjadi empat bagian yang sama, simbol keutuhan, yang mana setiap bagian saling bergantung. Angka empat adalah angka keramat di antara banyak suku. Ini adalah singkatan untuk empat penjuru bumi. Empat musim. Unsur-unsur (bumi, air, angin, api). Pembagian waktu (hari, malam, bulan, tahun). Empat tahap kehidupan (masa bayi, masa kanak-kanak, dewasa, usia tua). (Dalam budaya Cina juga dikenal dengan 4 Dewa Besar yang bertahta di 4 mata angin utama- Penerjemah). Ini mengungkapkan suatu harmoni total dan persatuan. Konsep kemitraan antara manusia, alam kehidupan, dan roh. Jaman sekarang Suku Indian Navajo memahami bahwa manusia adalah bersifat utuh / holistik; bahwa segala sesuatu yang saling terkait di dalamnya. Manusia adalah makrokosmos dan sekaligus mikrokosmos. Berisi benih segala sesuatu dalam dirinya dan mewakili segala sesuatu.

MITOS-MITOS SUMERIA

oleh Mudarras Kadhir Gaznavi Terjemahan : Badra Naya

BAGIAN 1

PRAKATA DARI PENERJEMAH Pada umumnya umat awam dari setiap agama mempercayai bahwa kisah-kisah dalam kitab sucinya sebagai kejadian sesungguh-sungguhnya, faktual dan menyejarah. Mereka dengan naif mempercayai bahwa sang tuhan/sesembahan yang mereka percayai mengarahkan alur sejarah untuk suatu saat memuncak pada suatu pewahyuan tertentu lewat nabi, kitab dan suku bangsa tertentu dan setelah itu manusia-manusia yang hidup setelah jaman sang nabi hanya mengias-ngias di sekitar wahyu itu dengan menggunakan tafsir yang tidak kontekstual dan tidak menjawab permasalah dunia yang semakin rumit dan beragam. Bagi kita yang hidup dalam abad ketercerahan seharusnya memahami bahwa tidak ada sesuatu yang datang dari ruang hampa. Apa lagi itu adalah kisah-kisah agama. Agama-agama yang ada sekarang hanyal turunan dan pewajahan lain dari mitologi, budaya dan agama-agama sebelumnya. Mitos-mitos agama & budaya lalu dengan sadar atau tidak diserap oleh agama yang baru, dipoles dan diakui sebagai miliknya yang sah dan orsinil. Kisah-kisah dalam Kitab Kejadian di Perjanjian Lama misalnya, sepert kisah penciptaan, Air Bah, dan Abraham/Ibrahim, diambil dari mitos-mitos Sumeria, Mesopotamia dan Mesir, diberi pemahaman yang baru oleh bangsa Israel, disetting dalam budaya Ibrani dan dianggap sebagai wahyu ilahi yang dijamin mutlak benar oleh agama Yudaisme. Ketika kekristenan muncul, mereka menerima itu tanpa kritik. Bahkan ketika Islam muncul, mereka menyerap kisah-kisah itu secara dangkal dan mengakuinya sebagai kejadian sebenar-benarnya. bedanya sekarang tuhan bagi bangsa Ibrani ,Yahwe, diganti namanya menjadi Awloh. Tidak ada yang keliru dalam budaya contek-mencontek pada jaman itu. Yang keliru, naif dan sudah seharusnya dibuang dari pikiran manusia modern adalah tidak mengakui plagiarisme itu terjadi, malahan mengaku-aku mitos versi mereka sebagai kejadian sejarah sebenar-benarnya, memuat kebenaran mutlak yang tidak boleh dikritik dan dianalisa dan disangkal, serta memberangus semua pendekatan kritis historis atas kisah-kisah tersebut. Dalam tulisan-tulisan yang akan datang kita akan menjelajah mitologi Sumeria, Mesopotamia dan Mesir, dan segera mengetahui bahwa kisah-kisah kebanggan 3 agama Abrahamik ini tidaklah asli milik mereka, namun ada serapan, duplikasi, baik tema maupun frasa-frasa kuncinya dalam beberapa kisah, sehingga alangkah jauh panggang dari api jika umatnya masih

ngotot bahwa kisah mereka paling benar, menyejarah, faktual, dan orsinil. Untuk itu mari kita memulai penelusuran kita lewat Mitologi Sumeria.

***

KAPAN SEJARAH DIMULAI ? Anda pasti pernah mendengar pernyataan : "sejarah telah dimulai di Sumeria." Bukti yang kita miliki saat ini memang menunjukkan bahwa memang sejarah dimulai antara 4000-1000 SM. Jika sejarah dimulai ketika manusia mampu menulis, maka halaman pertama lembaran sejarahnya ditulis di Mesopotamia sekitar 6000 tahun yang lalu.! Bangsa Sumeria mulai menulis kisah dan kejadian di jaman mereka dalam bentuk piktogram pada tablet tanah liat, dan sekitar 3000 SM. bentuk tulisan kuno berbentuk baji dan alfabet bersuku kata penuh muncul. Bangsa-bangsa di sekitarnya telah mengadopsi, mengubah dan menggunakan alfabet ini sesuai dengan kebutuhan mereka. DIMANA DAN SIAPA BANGSA SUMERIA INI ? Wilayah yang disebut Sumeria berada di Timur Tengah di antara dan di sepanjang sungai Efrat dan Tigris (Irak saat ini). Apakah Anda pernah bertanya pada diri sendiri? Mengapa dan bagaimana peradaban Sumeria muncul dari antah berantah ? Siapa orang-orang Sumeria?

Di mana mereka sebelum menetapkan diri mereka sebagai 'pemrakarsa' sejarah? Apakah mereka bermigrasi? Jika demikian, dari mana? Dan apa yang membuat mereka tiba-tiba 'bersinar' seperti bola lampu dalam sejarah panjang umat manusia dan peradaban? Menurut cerita pada tablet tanah liat dari Lu-dingir-ra Sumeria (bisa diterjemahkan sebagai "manusia Allah") yang hidup 4000 tahun yang lalu, ini adalah jawaban dari mana mereka datang : "Kami bermigrasi ke tempat kami hidup sekarang ribuan tahun yang lalu, tetapi mereka tidak mampu menuliskan dari mana mereka berasa karena mereka tidak tahu bagaimana menulis saat itu. Kemudian para ahli agama yang penasaran dan juru tulis istana kerajaan mempelajari informasi secara lisan dalam upaya untuk mencari tahu tentang masa lalu. Nenek moyang kami datang ke negeri ini dari wilayah di pegunungan timur laut. Tetapi juga mengatakan bahwa beberapa dari mereka telah datang melalui laut dari negeri yang disebut Dilmun di timur. Dan alasan di balik ini migrasi ini dikatakan berawal dari kekeringan tak terjelaskan di tempat asal mereka yang hangat dan berhujan. Enlil Yang Agung telah mengijinkan kami, 'kaum berkepala gelap', menetap di sini. ... Menurut rumor dan hasil penelitian saya tentang mengapa kita menyebut diri kita sendiri kaum berkepala gelap, saya temukan bahwa sebelum nenek moyang kita bermigrasi ke sini, , orang dengan rambut pirang dan mata biru tinggal di samping wilayah nenek moyang kita. Mereka para nenek moyang kita) mungkin telah mengadopsi nama tersebut untuk memisahkan diri dari tetangga mereka.. Aku tidak dapat membayangkan orang dengan rambut pirang dan mata biru Dan aku tidak berpikir itu akan menyenangkan. Aku belum pernah melihat ada orang seperti itu di negaraku. " Inilah apa yang Lu-dingir-ra tuliskan pada tablet tanah liat. Daerah dimana Sumeria didirikan sebenarnya adalah sebuah tempat persimpangan masyarakat, budaya, dan rute perdagangan. Sumeria benar-benar berada tepat di tengah-tengah 'dunia kuno'. Sehingga tidaklah mengherankan ada semua jenis pengaruh yang melewati wilayah sebelum dan di jaman bangsa Sumeria hidup. Dalam rangka untuk mengetahui pengaruh-pengaruh dan fertilisasi silang yang telah mereka telah bawa, kita harus melihat ke dalam wilayah ini lebih dalam. Pusat-pusat budaya tinggi dunia saat itu berkembang 5000 tahun lalu di sepanjang sungaisugai besar: budaya Mesir di Sungai Nil, Babilonia di Tanah Dua Sungai, dan peradaban Indus. Peradaban Indus hampir dua kali ukuran Kerajaan Mesir dan empat kali ukuran Kekaisaran Sumeria-Akkad. Sumeria berada di antara dua pusat peradaban besar zaman itu. S. Radhakrishnan bahkan sampai pada kesimpulan bahwa kebudayaan Indus dikaitkan dengan Sumeria, yang telah mengubah dirinya menjadi budaya Babylonia, sehingga nantinya warisan tradisi ini diterima oleh Eropa.

(Contoh evolusi Aksara Baji , Cuneiform, salah satu penemuan bangsa Sumeria.)

Beberapa segel berasal dari lembah Indus (beberapa dari mereka tertanggal setidaknya tahun 2000 SM) ditemukan selama penggalian di kota-kota Babel kuno. Di Ur mereka menemukan segel berasal dari jaman pra-Sargonid (2500 SM) yang merupakan imitasi lokal segel India. Beberapa ahli berpikir bahwa elemen dasar dari astrologi Babilonia mungkin berasal dari budaya Harappa. Sejumlah besar segel Indus ditemukan sepanjang Sungai Efrat. Bangsa Elam adalah link penting antara Mesopotamia dan peradaban Indus. Mereka tinggal di sebelah utara di pertemuan sungai Eufrat dan Tigris, di wilayah yang dibagi antara Iran dan Irak hari ini. Penemuan arkeologi sekarang menunjukkan bahwa budaya Elam awal berkembang di milenium keempat Sebelum Masehi, berarti sekitar 200-400 tahun sebelum kebudayaan tertua di pusat-pusat Lembah Indus pusat - budaya Amri - hanya 600 mil jauhnya dari peradaban tinggi Harappa nantinya.

Semua temuan ini bisa dijadikan bukti kontak penting antara India dan budaya tinggi ke barat (tak terkira jauhnya bagi mereka di jaman itu) lebih dari 4000 tahun yang lalu. Dewa bangsa Celtic, Cernunnos, duduk dalam posisi Sang Buddha sesuai dengan segel Harappa dari lembah Indus. Sejumlah analogi dan korespondensi antara agama Celtic dan Celto-Iberia dengan India dapat ditemukan dalam gagasan reinkarnasi, diet vegetarian, kultus pohon dan Swastika - sebuah simbol yang masih ditemukan sampai hari ini di tulisan- pintu dari rumah-rumah pertanian di Basque. Sebuah kepala Buddha dari periode yang sama bahkan telah ditemukan di sebuah ruang pemakaman Celto-Iberia di selatan Perancis. Spekulasi yang didapat adalah bahwa pada tahap awal dari budaya Amri (4 milenium SM), suatu kelompok pesatuan suku-suku, yang darinya bangsa Sumeria berasal telah menyebar di sebagian besar Asia Minor. Kita tahu bahwa suku Arya yang menginvasi lembah Indus awalnya tinggal di Anatolia dan Iran utara. Dokumen-dokumen kontrak dengan aksara runcing yang berkaitan dengan raja-raja orang Het dari Mitanni ditemukan di Bogazkoy di Anatolia (tertanggal sekitar 1400 SM) berdiri sebagai saksi atas pertukaran pengaruh budaya dalam beberapa abad. Dokumen-dokumen tersebut berisi doa kepada dewa Mi-it-ra, Ur-w-na, Indar, Na-sa-at-ti-ia. Ini adalah dewa-dewa yang dipuja di India kuno dengan nama yang sama: Mitra, Baruna, Indra, Nasatyas. Bangsa Persia Kuno menyebut diri mereka 'Arya' dan bahasa mereka berbeda sedikit dari bahasa Sansekerta. Avesta, kitab suci Iran kuno sebagian hampir identik dengan Rig-Veda, teks tertua India. Kita bisa temukan kisah tentang Raja-Dewa India, Rama, dalam Avesta serta ramuan ilahi soma' (haoma dalam bahasa Iran kuno), dan sungai suci Saraswati (Haraquati di Iran kuno). Dr B.G. Siddhart dari Hyderabad memberi tanggal penulisan Avesta dan Ramayana secara meyakinkan dari tahun 7000 SM Itu belum semua! Dalam pendapatnya, Rig-Veda itu berasal di Asia Kecil (Anatolia), 1000 tahun lebih awal dari dua buku tersebut. Sebuah tim peneliti dari Universitas Heidelberg di Jerman telah menemukan sisa-sisa budaya kota yang sangat maju yang berasal dari milenium 7 SM di Nevali Cori (Nevali Ceri) di Anatolia. Patung-patung di sana termasuk patung ukuran seorang pria dewasa menampilkan semua karakteristik dari seorang imam dari jaman Rig-Veda. Peradaban datang dan pergi di wilayah ini sejak Zaman Batu sampai ke zaman keemasan kebudayaan Yunani-Romawi. Perdamaian dan kemakmuran pastilah menjadi tonggak peradaban pada tahun-tahun tersebut di sepanjang Sungai Nil, Tigris dan Efrat karena tidak ditemukan petunjuk yang mengarah pada sebuah kegiatan peperangan dengan skala besar di wilayah ini, yang telah menjadi sabit subur dan pusat banyak peradaban . Ini adalah wilayah berbentuk semi -lingkaran berbatasan dengan gurun Arab di sebelah selatan, Yerushalim, Tirus, Sidon, Damaskus (Dimik-eS SAM) di sebelah barat, Haran dan Niniwe di sebelah utara, dan Ashur (Asur), Babel, Ur di sebelah timur. Namun suatu hari, "tiba-tiba ', gerombolan suku-suku nomaden Semitik dari jantung gurun Arab menyerang dengan brutal di utara dan barat laut, di Mesopotamia, Suriah, dan Palestina. Suku-suku pengembara yang menyerang ini disebut orang Amori, menyerang wilayah bulan sabit subur. Mereka telah mengadopsi budaya Sumeria dan aksara runcing tetapi tidak mengadopsi bahasa Sumeria. Bahasa mereka dikenal sebagai Akkadia, salah satu bahasa dari keluarga Semit. Pada akhirnya, Kekaisaran Sumeria dan Akkad runtuh pada tahun 1960 SM. Orang Amori mendirikan sejumlah negara dan dinasti. Salah satu dari mereka akhirnya menjadi tertinggi: Dinasti pertama dari Babel, pusat besar kekuasaan antara 1830-1530 SM. Rajanya yang keenam adalah Hammurabi terkenal sebagai pemberi hukum. Lalu datanglah Kekaisaran Asyur. Itulah

sebabnya mitos Mesopotamia datang kepada kita lewat bangsa-bangsa Sumeria, Babilonia dan Asyur. Ini adalah ringkasan yang sangat sangat singkat tentang Sumeria, posisi geografis mereka yang sangat penting, wilayah mereka di persimpangan budaya, dan bagaimana semuanya berakhir dengan serangan Amori. Kita semua tahu bahwa bangsa Sumeria telah menemukan banyak hal yang menjadi 'pengalaman pertama' dalam sejarah umat manusia. Namun di sini kita hanya tertarik dengan satu hal saja dari produk temuan mereka, yakni : sistem keyakinan / keagamaan yang nantinya menghantui umat manusia ribuan tahun sesudahnya. Umat manusia telah berangkat dari banyak penemuan bangsa ini dan juga telah membuat banyak perbaikan yang luar biasa pada penemuan itu. Dan ini merupakan hal yang wajar jika kita berpikir adanya rentang ribuan tahun yang memisahkan kita dari mereka. Tapi meskipun semua perkembangan dalam bidang intelektual, teknologi, dan psikologi yang ditemukan oleh bangsa Sumeria, adalah penemuan - sistem kepercayaan yang masih membingungkan pikiran berpendidikan dan tidak berpendidikan dan membawa mereka dengan yakin akan konsep ketundukan 'umat manusia,' dan 'oknum pencipta tertinggi ' dengan semua 'aksesori pengiringnya'. Sekarang kita sampai pada pertanyaan penting: Apa yang bangsa Sumeria ciptakan yang telah begitu menawan bahkan membelenggu kesadaran manusia dan membuatnya menjadi 'hamba' dalam kerajaan dunia manusia itu sendiri ? Dalam rangka memberikan jawaban atas pertanyaan ini kita harus melihat ke dalam panteon dewa/allah bangsa Sumeria dan kosmogoni (kisah tentang asal-usul dunia) mereka.

KOSMOGONI SUMERIA Bagaimana alam semesta menjadi ada? Bagaimana alam semesta terorganisir? Bagaimana alam semesta berfungsi? Bangsa Sumeria telah lama berpikir tentang pertanyaan ini dan memperdebatkannya. Ada alasan yang sah untuk berpikir bahwa ada guru-guru agama dan para pemikir yang mengusulkan kosmologi yang cukup pintar dan meyakinkan, serta perspektif teologis agama untuk menemukan solusi atas teka-teki ini pada 3000 SM. Ide-ide ini kemudian menjadi populer di sebagian besar Timur Tengah. Namun harus kita sadari bahwa tak satupun dari para sarjana ini memiliki kapasitas untuk berpikir logis dan koheren tentang masalah ini. Bahkan para pemikir Sumeria percaya bahwa persepsi mereka tentang hal-hal yang berada di luar sengketa dan apa yang diketahui tentang fungsi penciptaan dan alam semesta adalah pasti. Tidak ada kontradiksi dan diskusi. Pemikir Sumeria sudah mulai dengan hal-hal yang mereka bisa amati di lingkungan mereka. Itulah mengapa alam semesta teramati bagi mereka dianggap sebagai belahan kubah dari yang langit dan bumi sebagai dasarnya. Nama yang mereka telah diberikan kepada pembentukan ini berlaku untuk seluruh alam semesta: An-Ki (Langit -Bumi). Bumi bagi mereka dipercaya sebagai piringan yang dikelilingi oleh

air (laut). Mereka menyebut laut Apsu-Abzu (Laut ini mengelilingi batas-batas dunia mereka yang terentang dari pantai Mediterania sampai ujung Teluk Persia). Dan piringan ini (Ki) yang mengambang bebas di laut, juga merupakan wahan diametris di atas sebuah bulatan bola tak berujung. Kubah di atas bulatan bumi itu adalah langit. Kanopi tak terlihat di bawah laut itu dianggap sebagai 'lawan-langit' yang meliputi dunia bawah (neraka). Bangsa Sumeria menyebt neraka sebagai Kur. Mereka percaya akan adanya komponen ketiga yang disebut 'Lil', yang maknanya adalah udara, napas dan roh. Tapi kita bisa menerima 'angin' sebagai makna yang paling mendekati. Menurut bangsa Sumeria matahari, planet-planet, bintang dan bahkan 'kecemerlangan' (dari apapun) terbuat dari substansi yang sama. Dan di luar batas-batas alam semesta teramati ini, di setiap arahnya, terdapat samudra kosmik misterius dan tak berujung. Ruang lingkup alam semesta yang teramati ini diam dan berada di pusat dari semua ini. Kemudian para agamawannya merasa perlu untuk menjelaskan sumber dari komponen kosmik tersebut dan untuk menetapkan tahap-tahap pembentukannya: Ada permulaan. Hal pertama yang ada di awal adalah 'bunda-samudera' purba tak berujung. Dari idea bunda-laut inilah para agamawan & pemikir Sumeria mengambil konsep "prima kausa / penyebab pertama," atau penggerak-pertama. Samudera ini (Apsu-Apzu) melahirkan alam semesta. An-Ki (Langit - Bumi) terlahir. An-Ki kemudian menciptakan Langit dan Bumi. Langit dan bumi kemudian melahirkan keberadaan allah-allah lain. Tidak ada pemikir Sumeria mampu menjelaskan sepenuhnya awal dari campuran kosmologi dan Theogony (konsep asal-usul menurut perspektif keyakinan agama, bukan sains yang teramatai - Penerjemah) ini. Untuk menemukan realitasnya kita harus berkonsultasi dengan apa mythographers telah tulis. Pada tablet yang menuliskan daftar para dewa Sumeria, dewi Nammu, yang namanya ditulis dengan kata 'laut' yang ditunjukan dengan piktogram, digambarkan sebagai 'ibu yang memberikan kehidupan kepada Langit dan Bumi.' Dewa yang memisahkan Bumi dan Langit adalah dewa Enlil. Berikut adalah kosmogoni Sumeria: Ada laut purba (Ibu-Laut) pada awalnya (Tidak ada informasi mengenai asal-usul dan bagaimana hal itu muncul menjadi ada). Ibu-Laut ini menghasilkan Gunung Kosmis-yang dibentuk oleh Langit dan Bumi yang tak terpisah, An-Ki. Langit (An) adalah laki-laki dan Bumi (Ki) adalah perempuan, penyatuan ini menghasilkan Enlil. Enlil dipisahkan langit dan bumi. Sebuah mengambil langit. Enlil mengambil ibunya Ki (bumi) untuk dirinya sendiri. Persatuan Ki dan Enlil mendirikan dasar bagi alam semesta yang tertata. Penyatuan ini adalah titik awal sumber manusia, hewan, tumbuhan dan institusi peradaban. Yang berarti alam semesta diciptakan oleh para entitas tertinggi ( yakni para allah/tuhan/dewa yang jamak, bukan tunggal - Penerjemah). Para dewa pertama bercampur dengan unsur-unsur kosmis: Langit, Bumi, Udara, Air. Dewa-dewa kosmik ini melahirkan dewa-dewa lainnya yang 'lebih rendah'. Dewa-dewa 'lebih rendah' ini akhirnya akhirnya menghasilkan segala sesuatu, bahkan memenuhi sudut-sudut terkecil alam raya. Hanya dewa pertama (langit, bumi, udara, air) yang adalah 'pencipta'. Karena mereka adalah penyelenggara alam semesta yang berada dalam genggaman tangan mereka. Keberadaan, pengembangan dan kelangsungan hidup kerajaan-kerajaan besar telah tergantung pada mereka. Ini adalah 'kebenaran pada dirinya' yang fundamental bagi bangsa Sumeria. Dewa-dewa ini tidak mengungkapkan diri ke manusia. Setiap dewa bertanggung jawab di sudut-sudut mata angin alam semesta yang berbeda.

Bangsa Sumeria telah mulai konsep ketuhanan dari masyarakat manusia yang mereka tahu dan kembangkan ke tingkat pengawas tertinggi dengan karakter super-human. Dengan kata lain mereka telah menemukan 'kerajaan langit' (Mungkin dalam pemahaman mereka ada kerajaan yang nyata di langit dari makhluk luar angkasa, namun ini bukan topik bahasan kita) dengan berbagai macam dewa yang tertata bertanggung jawab atas ini atau itu. Bagi bangsa Sumeria alam semesta pastilah diawasi, diperhatikan, dikelola dan dikendalikan oleh makhluk superior yang menyerupai manusia. Mereka membuat rencana dan mewujudkan rencana tersebut seperti yang manusia lakukan. Bahkan para allah ini bertindak seperti manusia. Mereka makan, membangun keluarga, mempekerjakan sejumlah besar pegawai. Mereka tunduk pada nafsu dan kelemahan manusiawi. Semua dewa/allah ini tidak terlihat, tetapi mereka memiliki patung-patung mereka di kuil-kuil. Para imam menunjukkan rasa hormat besar kepada patung-patung dan dewa-dewa yang mereka wakili. Mereka tidak pernah memikirkan kontradiksi antara kemiripan dewa dan manusia dan kekekalan para dewa. Para dewa abadi tapi mereka membutuhkan makanan. Mereka dianggap sebagai sangat berkuasa karena mereka memeritah alam semesta. Mereka pikir para allah/dewa ini haruslah abadi karena kematian mereka dapat berarti hilangnya tatanan alam semesta dan akibatnya hidup dapat berakhir. Demikianlah bagaimana bangsa Sumeria telah memformulakan keberadaan, sifat dan fungsi mahluk super-human yang , abadi ini yang mereka sebut dingir (pencipta tertinggi, dewa, tuhan, allah ). Tidak ada satupun sebenarnya dari kisah-kisah penciptaan ala Sumero-Babilonia yang melukiskan suatu sosok dewa pencipta dalam arti transendental, karena dewa-dewa ini merupakan bagian integral dari alam semesta dan produk dari proses kreatif. Ada hirarki antara para dewa/ allah ini (Tentu saja harus ada dewa yang bertugas atas beliung dan batu bata yang tidak mungkin setara dengan dewa yang bertanggung jawab atas matahari.!) Di posisi puncak adalah Raja-dewa/allah. Dia adalah kepala dewan para dewa/allah. Di garis depan dewan ini ada empat dewa 'pencipta' bersama-sama dengan tujuh dewa yang paling terkemuka yang menjadi penentu nasib. Lalu ada lima puluh dewa / allah besar. Dewa pencipta disebut An, Enlil, Enki dan Ninhursag. Ada alasan untuk percaya bahwa pada awalnya bangsa Sumeria meyakini An sebagai dewa/allah tertinggi di dalam panteon/ jajaran dewa. Tetapi dalam sumber-sumber kemudian sekitar 2500 SM kita melihat Enlil sebagai memainkan peran dewa utama. Bagaimana, mengapa dan kapan Enlil mengambil alih posisi An tidaklah jelas. Dokumendokumen tertua yang dapat kita pahami menggambarkan dia sebagai bapak para allah/dewa, raja langit dan bumi, raja dari semua negara. Mitos dan himne terkemudian memberitahu kita bahwa Enlil adalah dewa baik hati yang bertanggung jawab untuk perencanaan dan penciptaan alam semesta dan juga melengkapi ciptaannya dengan semua hal terbaik. Dia adalah sumber dari hampir segalanya. Dalam tablet Sumeria yang dibaca dan dipublikasikan sejak tahun 1930-an himne dan mitos menggambarkan Enlil sebagai dewa yang ramah dan kebapakan yang menjaga keamanan dan kesejahteraan umat manusia umumnya dan Sumeria khususnya. Ninhursag yang juga dikenal sebagai Ninmah (Dewi Keagungan - Magnificent Lady) adalah yang keempat dari empat dewa pencipta. Dia lebih tinggi skalanya, datang sebelum Enki dalam daftar dewa. Dia yang memberikan hidup kepada semua dewa. Ia juga disebut Nintu (Dewi Kesuburan Fertile Lady). Dia adalah ibu dari semua makhluk hidup. Enki, Dewa Apsu-Abzu (Dewa / allah yang dalam tak terduga) dan dewa kebijaksanaan mengangani urusan-urusan keduniawian dan bekerja harmonis dengan Enlil. Enlil merancang rencana umum dan Enki mewujudkan rencana itu jadi nyata (Dalam semua 'agama berkitab',

dimulai dari Zoroastrianisme, selalu ada dewa / allah utama dengan dewa / allah yang lebih rendah atau malaikat-malaikat di sekelilingnya). Tidak ada tempatnya dalam alam berpikir bangsa Sumeria saat itu kecemasan untuk mencari asal-usul peristiwa konkret dan kemajuan menuju peradaban. Semua ini terkait dengan efek kreatif Enki. Segala sesuatu dijawab dengan 'Enki melakukannya' atau 'Enki melakukannya dan menatanya sedemikian rupa begitu'. (Penerjemah- tidakkah anda perhatikan kesamaan gambaran panteon dewa/allah ini dengan gambaran kerajaan langit ala agama-agama politeistik dan monoteistik? Dalam agama-agama monoteisme segala pencarian kritis tentang asal-usul manusia dan alam semesta serta metafisika selalu dijawab dengan mudah dalam kalimat allah/ tuhan telah melakukan dan menatanya sedemikian rupa sama seperti Dewa Enki dalam panteon Sumeria!) Menurut para bijak Sumeria, para dewa lebih suka moralitas dari pada amoralitas. Kebaikan, keadilan, keceriaan dan kejujuran dewa ditinggikan di semua himne. Utu, Dewa Matahari memiliki fungsi dasar sebagai pengawas tatanan moral. Tetapi pada saat yang sama Sumeria percaya bahwa para dewa telah menanamkan dalam manusia takaran yang sama kejahatan, kekejaman, dusta dan tirani. Para dewa / allah telah menemukan me. Me adalah prinsip yang diciptakan dan ditugaskan oleh para dewa dengan tujuan untuk memastikan fungsi bebas masalah alam semesta. Para me dilihat sangat efektif dalam pembentukan manusia, dan peradaban. Dewa memiliki banyak hal penting untuk dilakukan, dan tak seorang pun akan mengharapkan diri untuk terlibat langsung dengan urusan mahluk-mahluk fana di bumi. Seperti rakyat jelata yang memerlukan perantara untuk meminta sesuatu dari seorang raja, manusia membutuhkan mediator untuk membuat dirinya didengar oleh para dewa. Mediator ini harus yang disenangi oleh para dewadewa. Keyakinan ini tidak diragukan lagi menciptakan konsep malaikat, pribadi-pribadi yang berfungsi sebagai pengawas ilahi dan konsultan spiritual. Para pengawas spiritual ini menjadi malaikat pelindung yang terhubung pada pemimpin keluarga. Seseorang memohon kepada dan diselamatkan dari bencana oleh pribadi pengawas ilahi ini. Singkatnya, sistem kepercayaan bangsa Sumeria adalah politeistik. Entitas yang tertinggi mereka (supreme being) seperti manusia. Tapi mereka abadi dan memiliki kekuatan super-human. Mereka memiliki keluarga. Mereka hidup di bawah pimpinan tuhan/allah/dewa utama yang berfungsi sebagai raja. Para entitas tertinggi ini bisa bersedih, jatuh cinta, cemburu, berkelahi satu sama lain, dll seperti manusia. Mereka juga bisa berbahaya. Mereka jatuh sakit, dan kena luka juga. Entitas tertinggi dari langit, bumi, air dan udara adalah para pencipta, sedang yang lain adalah para administrator dan pelindung. Ada sekitar 1500 masing-masing entitas tertinggi yang bertanggung jawab atas sesuatu. Pengawas tertinggi bangsa Sumeria adalah allah yang bersifat antropomorfik yang melambangkan fenomena alam dan kekuatan alam. Persembahan kurban untuk para dewa dilakukan di kuil-kuil yang disebut Ziggurats. Para dewa diyakini mengatur dan mengendalikan segalanya. Dewa matahari Utu (Dewa Shamash dalam mitologi Babilonia) dianggap entitas tertinggi yang maha melihat dan menjamin keadilan dan pemerataan, dan membantu umat manusia. Enki, Dewa Kebijaksanaan dan Air adalah pelindung umat manusia dan penyihir. Dewi Inanna, simbol planet Venus, adalah pelindung cinta dan pemburu. Semua entitas tertinggi di Sumeria hidup sesuka hati. Mereka tidak pernah mengatakan kepada manusia apa keinginan mereka. Manusia harus meminta entitas tertinggi jika mereka ingin tahu keinginan mereka. Lebih lagi, keinginan dari para dewa

dapat dilihat dari tanda-tanda yang mereka tampakkan di hati dari hewan kurban yang dipersembahkan manusia ! Cara lain yang dipakai pengawas tertinggi ini untuk menyatakan keinginan mereka pada manusia adalah lewat mimpi. Dalam rangka untuk mengetahui nasihat dari para pengawas ilahi ini dan tindakan apa yang manusia harus tempuh, harus pergi ke bait suci, membuat sesaji, berdoa dan pergi tidur (Banyak budaya Timur Tengah, dan khususnya Muslim yang saleh melaksanakan praktek bangsa Babilonia ini untuk berdoa dan pergi tidur, berharap untuk mendapatkan mimpi, yang akan menjadi penunjuk tentang tindakan atau kejadian tertentu apakah bermanfaat atau berbahaya). Bangsa Sumeria percaya bahwa segala sesuatu dapat diketahui sebelumnya lewat konsultasi spiritual. Keyakinan ini berlanjut sampai milenium 1 SM. Sistem kepercayaan politeistik Sumeria secara bertahap menjadi monoteistik dengan semua entitas tertinggi berubah menjadi malaikat, roh jahat, setan, dan jin dalam sistem kepercayaan di kemudian hari. Sedangkan dewa utama berevolusi menjadi konsep TUHAN YANG MAHA ESA (kita dapat melihat 'entitas-entitas tertinggi ini dalam' agama-agama berkitab : Yudaisme, Zoroaster, Sabean, Kristen dan Islam).

BAGIAN 2

Ada tiga tema mendasar dari mitos-mitos Sumeria. Mereka tersebar luas sehingga kita tidak punya pilihan selain memanggilnya mitos dasar. Semua mitos ini muncul dalam mitologi Semitik tetapi asal usul mereka sebenarnya adalah Sumeria. Mereka adalah mitos Dumuzi dan Inanna, Mitos Penciptaan dan Mitos air bah. MITOS DUMUZI DAN INANNA Ini adalah mitos dimana Inanna turun ke Dunia Bawah (dunia orang mati). Saat itu mitos ini dibentuk terpisah-pisah. Namun sekarang dalam bentuk lengkapnya dikenal sebagai mitos 'Dumuzi dan Inanna'. Dumuzi adalah bentuk Sumeria dari nama yang lebih populernya, yaitu Tammuz, sedangkan nama Inanna dalam mitos Sumeria setara dengan Ishtar dari Semit. Jadi, Ishtar adalah Inanna, ratu surga, (dengan kata lain dia adalah ratu dari langit). Seperti yang Anda tahu ada dewadewa tetumbuhan. Dewa-dewa ini memiliki akar dalam siklus vegetasi musim dingin - musim semi. Mereka mati di musim gugur-musim dingin dan bangkit kembali di musim semi. Dumuzi adalah salah satunya. Dia turun atau diturunkan oleh setan ke Dunia Bawah , dan Inanna datang untuk membawanya ke dunia mahluk hidup lagi. Jelas ini merupakan mitos ritual. Dengan berkuasanya kaum Semitik (Akkadian) di wilayah ini, maka semua nama dewa diubah menjadi nama Akkadia. Dumuzi menjadi Tammuz, Inanna menjadi Ishtar. Dalam liturgi Ishtar dan Tammuz sering direpresentasikan sebagai sosok pohon cemara jantan dan betina. Tapi pohon-pohon cemara tidak terdapat di delta Tigris-Efrat, sebaliknya mereka ditemukan di daerah pegunungan dari mana leluhur Sumeria datang. Bukti menunjukkan bahwa bangsa Sumeria dan Semit menduduki delta tersebut untuk waktu yang lama sebelum invasi kaum Amori, dan sampai penaklukan akhir

Sumeria oleh bangsa Semit. Bangsa Semit mengambil alih aksara paku (cuneiform), sebagian besar kepercayaan dan mitos dari bangsa Sumeria. Tentu saja bangsa Semit memiliki dan memperkenalkan tafsir mereka sendiri atas mitos tersebut, yang mungkin menyebabkan perubahan yang dapat kita lihat dalam mitos Tammuz-Ishtar dari periode Assyro-Babilonia.

(Ishtar turun ke Hades / Dunai Bawah / Dunia Kematian)

MITOS PENCIPTAAN: Ini adalah mitos dasar kedua. Menarik sekali untuk kita garis bawahi bahwa dalam mitosmitos kuno penciptaan, kita tidak menemukan konsep creatio ex nihilo (diciptakan dari ketiadaan). Semua mitos-mitos kuno memiliki tema : mendatangkan ketertiban pada keadaan asli sebelumnya yang kacau. Mitos penciptaan versi Assyro-Babilonia merupakan bentuk Epos Penciptaan yang terkenal itu - Enuma Elish. Dalam mitos Sumeria tidak didapati tema yang sepadan dengannya. Kosmogoni Sumeria harus disatukan dari berbagai mitos asal, sebagian karena banyak tablet yang atasnya mitos itu diawetkan telah rusak dan tidak lengkap. Jadi kita berada dalam situasi tidak menguntungkan dalam menyatukan kembali catatan-catatan yang koheren dari mitologi Sumeria. Untuk membuat tugas yang sulit ini sedikit lebih mudah kita akan melihat kisah penciptaan ini di bawah tiga judul:

a. Asal usul alam semesta: Dewi Nammu (Dewi Laut Purba - Bunda para dewa Sumeria) yang namanya ditulis dengan ideogram untuk 'laut', adalah ibu yang melahirkan langit dan bumi. Dari bahan lainnya yang juga dicatat pada sebuah tablet tanah liat kita mendapati mitos bahwa langit dan bumi awalnya berasal dari sebuah gunung. Bumi adalah dasarnya, dan langit adalah puncaknya. Langit dipersonifikasikan sebagai Dewa An, bumi dipersonifikasikan sebagai Dewi Ki. Penyatuan dewa-dewi ini menghasilkan Dewa Enlil, personifikasi dari udara. Kemudian Enlil memisahkan An-Ki (gunung langit-bumi). Dengan cara ini semesta menjadi ada di mana langit, bumi dan udara di antaranya. Di sini kita tidak memiliki penjelasan laut purba, yang ada sebelum penciptaan (Sebuah konsep yang identik muncul di Quran mana dikatakan bahwa hanya ada air sebelum penciptaan). Laut purba tak berujung ini disebut Dewi Nammu. Nammu menciptakan gunung keluar dari air. Anaknya, Dewa Udara memisahkan gunung itu menjadi dua bagian, bagian atas menjadi langit dan Dewa An (Dewa Langit dan Kebijaksanaan) memerintah atasnya, bagian bawah menjadi bumi, dan Nammu dan Enlil bersama memerintah atasnya. An dan Enlil melengkapi bumi dengan pepohonan dan air. Mereka menciptakan hewan dan mengadakan dewa-dewa yang akan bertanggung jawab atasnya. Perjanjian Lama, dalam kita Kejadian, memiliki laut purba yang sama, pemisahan langit dan bumi, penciptaan tanah, melengkapi tanah dengan pepohonan dan binatang, dan di Quran, QS 21:30 tertulis: "Apakah mereka tidak tahu bahwa langit dan bumi adalah satu dan kami memisahkannya? " Mitos Sumeria dan cerita Perjanjian Lama sangat dekat. Sedangkan Quran mewartakan mitos yang sama secara dangkal dan tidak mendetil. Dalam Perjanjian Lama tertulis bahwa penciptaan terjadi dalam 6 hari, dan 1 hari dalam pemahaman tuhan adalah 1000 tahun manusia. Jadi jika 6 hari ini ditafsirkan secara literal, maka penciptaan berkisar 6000 tahun yang lalu. Kekristenan menerima periode ini. Kuran tidak memiliki jenis skala waktu tetapi menurut mitos versi Islam penciptaan telah terjadi 5000 tahun yang lalu. Menurut daftar raja-raja Sumeria penciptaan terjadi 241.200 tahun yang lalu; menurut bangsa Cina 49.000 tahun yang lalu Cina, menurut bangsa Mesir 13.000 tahun yang lalu; menurut Herodotus 17.000 tahun lalu. Tak satu pun dari periode ini selaras dengan bukti dan tanggal yang ditunjukkan oleh studi ilmiah di zaman kita. (Kita harus berpikir dan berpikir keras apa alasan di balik perbedaan-perbedaan antara angka-angka itu. Jika sang pencipta yang menciptakan segala sesuatu adalah satu, lalu mengapa orang percaya tidak memiliki rentang waktu tunggal untuk penciptaan ? Jika kitab-kitab suci itu diberikan oleh sesosok pencipta tunggal mengapa ia tidak memberikan manusia suatu angka yang sama dan tepat? Di lain pihak sains menyodorkan proposisi lain dengan rentang waktu sekitar 12 16 milyar tahun. Dan seperti biasanya setiap penemuan baru menyodorkan angka yang berbeda pula, seperti biasanya.

Jadi, perhitungan matematis mana yang benar kalau begitu? Konon sang tuhan yang satu itu menganugerahkan kepandaian pada umat manusia. Jika demikian, bukankah keliru apabila manusia menerima begitu saja apa yang ditulis dalam kitab-kitab, tanpa pertanyaan? Jika anda setuju dengan saya, maka skala waktu mana yang benar? Bukankah sikap 'menerima sesuatu tanpa mempertanyakannya' merupakan penolakan terhadap intelektualitas itu sendiri yang seharusnya

telah diberikan oleh 'pencipta tunggal' untuk kita jadikan alat guna memisahkan yang benar dari yang salah?

(Tablet tanah liat dengan aksara baji / cuneiform berisi mitos Sumeria tentang penciptaan dunia) b. Tata Kelola Alam Semesta: Sejumlah mitos berhubungan dengan tema ini. Salah satunya adalah mitos kelahiran dewi bulan, Nanna atau juga Sin. Enlil, dewa tertinggi dalam panteon dewa-dewi Sumeria, jatuh cinta

dengan Dewi Ninlil (seorag dewi dari mitologi Sumeria) dan memperkosanya. Karena kejadian ini Enlil dihukum, diturunkan ke dunia orang mati, tetapi Ninlil yang sedang hamil, menolak ditinggalkan malahan ikuti Enlil ke dunia orang mati. Namun jika bayi itu dilahirkan pada saat Ninlil dalam perjalanan ke dunia orang mati, maka sang bayi, yang nantinya jadi dewa bulan, akan tinggal di dunia orang mati, bukannya jadi terang di langit. Untuk itu Enlil merencanakan skenario dimana Ninlil melahirkan lagi tiga dewa dunia orang mati sebagai pengganti Nanna. Sekarang Ninlil terbebaskan dan bisa kembali ke surga. Enlil kerap muncul dengan gelar Tammuz dalam liturgi Tammuz, dan Ninlil sebagai Ishtar. Ketika Nanna turun ke dunia orang mati, tidak ada penjelasan lebih lanjut. Namun sekarang kita mengetahui alasan turunnya Ninlil. Jadi, Nanna/Sin adalah kepala dewa-dewi astral. Dewa Matahari, Utu, dianggap sebagai keturunan Nanna dan istrinya Ninggal. Pada gilirannya nanti ketika kosmogoni versi Ibrani dikarang, matahari menjadi bintang besar jantan, sementara bulan menjadi betinanya (sama seperti pandangan mitologi klasik). Menurut mitos Sumerian, Nanna melintasi langit dalam sebuah quffah, yakni perahu yang sering dipakai melintasi sungai Eufrat (perahu ini sering dipakai di sana sampai saat ini dan disebut kufe). Namun mitos Sumeria tidak memiliki penjelasan bagaimana terciptanya bintang-bintang dan planet-planet lain yang menemani Nanna. Enlil memisahkan langit dari bumi. Langit diterangi oleh dewa Matahari Utu, dewa bulan Nanna, planet dan bintang-bintang. Sekarang saatnya untuk menertibkan ke bumi. Elemen yang berbeda dari urutan terestrial diterangkan lewat berbagai mitos. Sebagai contoh kota-kota dan kuilkuil para dewa dianggap sebagai yang ada sebelum penciptaan manusia (catatan-catatan Lu-dingirra dengan jelas menunjukkan kepada kita apa yang mereka percaya itu). Kita memerlukan hamba-hamba, marilah kita ciptakan mereka! Menurut apa yang diyakini bangsa Sumeria, penciptaan manusia ini dimungkinkan pada akhirnya, sebagai akibat dari kegiatan ilahi yang terlibat dalam penciptaan tatanan alam semesta. Enlil adalah sumber utama dari vegetasi, ternak, alat pertanian, dan seni peradaban. Enlil menjadikan semua ini dengan cara menciptakan dewa-dewa yang lebih rendah untuk melakukan instruksinya. Untuk menyediakan ternak dan gandum untuk bumi, Enki (Ea di Babel - dewa kebijaksanaan) dipercayakan oleh Enlil untuk melakukan sesuatu. Enlil pada gilirannya menciptakan dua dewa kecil, Lahar, Dewa Ternak dan Ashnan Dewi Bulir. Mereka menciptakan kelimpahan di bumi. Tapi mereka minum anggur, mabuk, mulai bertengkar dan mengabaikan tugas mereka. Para Anunnaki masih membutuhkan makanan dan pakaian. Mereka harus menemukan solusi - untuk kepentingan mereka sendiri! Dan mereka menemukannya. Mereka menciptakan manusia, sebagai hamba yang setia, dan menurut mitos bangsa Sumeria berjudul HewanTernak dan Bulir, ... untuk menjaga kawanan domba para dewa , maka kehidupan ditiupkan kepada manusia. (Ungkapan ini, kehidupan ditiup kepada manusia adalah sangat penting karena muncul dalam Perjanjian Lama dan Quran. Dalam Perjanjian Lama, Kejadian 2:7 ada tertulis: "Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas kehidupan ke dalam hidungnya, demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup. Dalam quran;. 32:7,9 cerita dimulai dengan :

....Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. - Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya..... Jadi sekarang Anda tahu dari mana ungkapan itu berasal ? Dari mitos Sumeria ! Lebih jauh lagi mitos yang sama menggambarkan, bagaimana Enki melakukan perjalanan di mulai dari Sumeria melewati bagian-bagian dunia yang berbeda untuk 'memperbaiki nasib' (Ini adalah istilah Sumeria yang mengacu pada aktivitas kreatif para dewa dalam menata-kelola alam semesta). Ada sebuah benda dalam mitos-mitos Babilonia yang dalam bahasa Akkadia disebut 'tablet nasib'. Memiliki tablet itu adalah salah satu atribut dewa. Mitos mengatakan bahwa tablet ini dicuri atau diambil dengan paksa beberapa kali. Karena dewa yang memiliki tablet itu memiliki kekuatan untuk mengontrol urutan alam semesta (di sini orang-orang Yahudi dan Muslim dapat mendeteksi asal-usul keyakinan mereka dalam konsep tuhan yang menentukan takdir) Tapi mari kita kembali ke kisah kita. Jadwal perjalanan Enki dimulai dari kota Ur, Tigris dan sungai Eufrat yang ia isi dengan ikan-ikan - dan berlanjut ke Meluhha (mungkin Mesir atau tanah di tepi Teluk Basra) Dia menunjuk dewa-dewi untuk bertanggung jawab atas kota-kota ini. Dia kemudian melanjutkan ke tempat Kabta, sang Dewa Bata, dan menugaskannya masalah-masalah beliung dan cetakan bata. Enki meletakan pondasi, rumah-rumah dan menempatkannya dibawah pengawasan Mushdamma Dewa Ahli Bangunan anak buah Enlil. Dia mengisi dataran dengan sayuran dan hewan, dan menempatkan Summuqan, 'Raja gunung' yang bertanggung jawab di sana. Enki membangun kandang dan ternak domba dan menempatkan mereka di bawah Dumuzi, Dewa Gembala. Pada titik ini marilah kita mencermati lagi tablet yang ditulis oleh teman kita Lu-dingir-ra dari Sumeria. Ini dia: ".. Menurut keyakinan kami, tuhan-tuhan kami telah mempersiapkan membuat kota-kota dengan jalan-jalan dan bangunan-bangunan di dalamnya. Kemudian menciptakan kita dan berkata kepada kita ambillah kota-kota itu untukmu. Hanya antara kau dan aku, aku tidak benar-benar percaya ini. Tapi aku tidak ragu bahwa kita adalah orang-orang yang dipilih oleh para dewa. Menurut pepatah yang berasal dari nenek moyang kami Sumeria adalah 'garam' bumi. Mengapa mereka menyebut kita garam bukannya cita rasa sebagai gantinya, aku tidak bisa memecahkannya. " C. Penciptaan Manusia: Telah saya sebutkan mitos Lahar, Dewa Hewan Ternak, dan Ashnan, Dewi Bulir, yang mengakibatkan penciptaan manusia. Tapi ini bukan satu-satunya mitos tentang penciptaan manusia (Seperti kita lihat dalam Perjanjian Lama, manusia bisa dibuat dalam berbagai cara di bawah kondisi yang berbeda. Jangan lupa bahwa karena ini melulu melibatkan imajinasi manusia, maka akan ada banyak kemungkinan!). Di sini saya harus menunjukkan bahwa mitos bangsa Sumeria dan Babilonia tentang Epos Penciptaan berbeda jauh. Tetapi tujuan penciptaan manusia oleh para dewa adalah identik pada kedua mitos tersebut. Ya! Hanya untuk melayani para dewa belaka. Dalam mitos bangsa Sumeria, para dewa mengeluh bahwa mereka tidak bisa mendapatkan makanan mereka. Dan mereka memohon Enki, seperti yang biasanya mereka lakukan pada saat dibutuhkan Enki sedang tidur. Dewa Laut Purba, Nammu, yang juga ibu para dewa membangunkan Enki. Enki memerintahkan Nammu dan Ninmah ('Dewi Kelahiran' Sumeria). Menurut Samuel Noah Kramer

(Tablet Sumeria) Nammu dan Ninmah, dibantu oleh dewa yang, mencampurkan tanah liat yang 'di atas jurang' dan menciptakan manusia. SIAPA YANG HADIR PADA WAKTU PENCIPTAAN MANUSIA? Dalam cerita lain, kali ini Enki membuat patung dari tanah liat lunak dan membawanya pada Dewi Nammu: Oh Ibu , makhluk yang engkau akan beri nama akan segera tercipta. Berikanlah padanya gambar (penampilan) menyerupai dewa Campurkan lumpur dari lubang tak berdasar buatlah tangan dan kakinya. Oh ibu, umumkanlah bayi yang baru lahir ini Itu adalah manusia! (Seperti yang jelas dari kutipan ini, dewa Sumeria telah menciptakan manusia dalam citra mereka Yang merupakan bukti bahwa bangsa Sumeria memvisualisasikan dewa-dewa mereka figur seperi manusia. Tindakan dewa yang menciptakan manusia dalam citra mereka juga muncul dalam Perjanjian Lama, Kejadian 1:27. Sementara itu ketika penciptaan berlangsung Dewi Nammu Dewi, ibu dari semua dewa, Ki, Dewa Bumi; Ninmah, Dewi Kelahiran, Enki, Dewa Kebijaksanaan bersama-sama hadir (Tidaklah aneh jika dalam Kitab Kejadian 1: 26 dituliskan: Berfimanlah Allah : Baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa KITA... )

Perundingan, Perundingan Itu belum semuanya ! Bagaimana kisah penciptaan yang lain? Enki memberikan jamuan kepada para dewa untuk merayakan penciptaan manusia. Enki dan Ninmah minum anggur terlalu banyak, dan menjadi mabuk. Ninmah mengambil beberapa tanah liat yang 'di atas jurang' menciptakan enam jenis manusia. Dua di antaranya adalah seorang wanita mandul dan dan kasim (bhs. Ing: eunuch). Mitos yang sama pula kemudian menggambarkan tindakan lebih lanjut dari penciptaan oleh Enki. Ia menciptakan seorang manusia yang lemah pikiran dan tubuhnya, kemudian meminta Ninmah melakukan sesuatu untuk meningkatkan makhluk ini. Tapi Ninmah tidak mampu untuk menyembuhkan makhluk itu. (Salah satu kata yang menunjukkan manusia dalam bahasa Ibrani adalah Enos yang berarti 'lemah' (lihat persamaan antara kata eunuch dalam bhs, Inggris dengan enos dalam bhs. Ibrani). Mereka yang akrab dengan puisi bahasa Ibrani tahu bahwa aspek kemanusiaan - kelemahan, dan kerendahan - 'sakit.' ditekankan dalam tema-tema puisinya. Mitos Sumeria mungkin telah menjadi sumber lain untuk penggambaran sosok manusia versi Ibrani sebagai kegagalan dibandingkan dengan tujuan ilahi yang dimaksudkan dari

penciptaannya). Di Sumeria ada dewa empat 'pencipta' yang hadir dalam penciptaan manusia, dan dalam Islam ada empat malaikat tertinggi yang membantu allah dalam penciptaan manusia. Kesejajaran yang menarik, bukan? Tidakkah ini jelas bagi anda? SIAPA YANG MENCIPTAKAN WANITA DAN BAGAIMANA? Sekarang teka-teki lain: Penciptaan perempuan. Marilah kita berpaling pada mitos-mitos Sumeria lagi. Berikut adalah petunjuk ceritanya : Di dataran Sumeria, sebelah timur ada sebuah tempat yang murni, bersih, bersinar yang disebut Dilmun, di mana para dewa tinggal. Inilah tempat 'kehidupan' di mana tidak ada penyakit atau kematian. Tetapi tidak ada air minum di tempat ini. Dewi Air, Ninhursag, meminta Enki, Dewa Matahari, untuk menyediakan air. Dia melakukannya. Dari penyatuan Enki dan Ninhursag lahirlah Ninsar atau Nimmu, Dewa Tanaman. Kemudian Enki menghamili Ninsar putrinya. Dan dari penyatuan ini lahirlah Dewi Ninkurra. Dari persatuan Enki dan Ninkurra lahirlah Dewi Uttu, yang juga disebut sebagai dewi Tanaman. Ninhursag memperingatkan Uttu dari Enki dan memberikannya saran tentang cara-cara untuk menangani pendekatan Enki. Mendengar saran ini Uttu mensyaratkan hadiah kepada Enki. Enki membawa sebuah hadiah, dan Uttu menerima dia dengan gembira dan sebagai hasilnya delapan jenis tanaman bertumbuh. Ninhursag memberikan setiap tanaman itu nama dan sifatnya masing-masing. Namun Enki tidak bisa menunggu dan ia memakan semua tanaman tersebut. Ninhursag marah dan mengutuk Enki dengan sebuah kutukan mengerikan dan kemudian pergi. Para dewa kecewa dan Enki terserang penyakit di delapan bagian berbeda di tubuhnya. Bahkan Dewa Enlil, dewa udara, tidak berdaya. Tepat pada saat itu seekor rubah muncul, dan menyatakan akan membawa kembali Ninhursag dengan imbalan harga yang wajar. Enlil menerima syarat itu. Sang rubah kemudian membujuk Ninhursag untuk kembali. Dia kembali dan mulai menyembuhkan Enki dengan menciptakan delapan dewa secara bergiliran, satu untuk setiap bagian tubuh di mana Enki penyakit tersebut berada. Lima dari para dewa adalah perempuan. Dan salah satu organ sakit Enki adalah tulang rusuknya. Nama dewi yang diciptakan untuk menyembuhkan penyakit dalam tulang rusuk Enki adalah Ninti. 'Nin' dalam bahasa Sumeria adalah 'wanita', dan ti berarti tulang rusuk. Arti lain dari 'ti' adalah 'hidup'. Jadi Ninti berarti 'Wanita Dari Tulang Rusuk' atau Wanita Kehidupan. Sementara cerita versi Sumeria adalah tentang penyembuhan tulang rusuk, kisah Perjanjian Lama menuturkan penciptaan dari tulang rusuk, dan 'Wanita Kehidupan' yang adalah Ninti dalam Sumeria menjadi Hawwah yang bahasa Ibrani dan berarti 'hidup', dan Islam membawa kisah ini dengan. Jadi 'wanita kehidupan' yang diciptakan untuk menyembuhkan tulang rusuk telah berubah menjadi 'wanita yang dihidupkan atau diberikan kehidupan dari tulang rusuk. Inti dari cerita ini adalah apa yang kita kenal sekarang sebagai 'buah terlarang,' karena Enki makan tanaman ketika masih dilarang. Ninhursag harus memberikan setiap tanaman nama dan kualitas. Tapi utusan dari Isimud menawarkan Enki menawarkan 'buah terlarang' itu. Dalam Perjanjian Lama tindakan ini dilakukan oleh ular, dan dalam Quran oleh Setan. Namun ular dan Setan bersekongkol, menurut mitologi Islam. Adam diampuni oleh perantaraan malaikat Jibril dalam mitologi Islam. Dalam mitos Sumeria seorang dewa lain memohon Ninhursag untuk menyembuhkan Enki, sang Dewa Kebijaksanaan. Di Sumeria Dewa Enki Kebijaksanaan membawa berita dari dewa kepada manusia. Ini adalah tugas malaikat Jibril dalam Islam. Kekuatan, dan karakter Jibril yang memperkenalkan wahyu kepada manusia cocok benar dengan sosok Dewa Kebijaksanaan.

MANUSIA TIADA LAIN HANYALAH HAMBA Para pemikir Sumeria memiliki pandangan negatif pada umat manusia dan takdirnya. Mereka percaya bahwa makhluk yang disebut manusia diciptakan hanya untuk melayani para dewa, yakni menyediakan mereka makanan, dan tempat tinggal, sehingga para dewa dapat melaksanakan tugas mereka dalam damai. Mereka percaya bahwa hidup penuh dengan ketidakpastian dan manusia tidak akan pernah bahagia tentang hal ini karena mereka tidak akan pernah bisa menebak apa yang para dewa, yang kehendak hatinya tidak bisa diprediksi, telah dipersiapkan untuk manusia sebagai nasib mereka (di sini kita dapat mendeteksi awal dari konsep nasib dan takdir yang menyelinap di sebagian besar agama-agama, terutama dalam Islam). Menurut pemikir Sumeria, manusia tidak lebih dari sebuah bayangan tak berdaya yang hanya berdiri dalam kegelapan pekat neraka setelah kematiannya. Di sini 'kehidupan' hanya dipandang sebagai cerminan menyedihkan dari kehidupan di bumi. Kehendak pribadi' bukanlah masalah, karena manusia tidak bebas, ia diciptakan untuk kepentingan dan kesenangan para dewa. Kematian adalah takdir manusia. Sesuai dengan hukum ilahi, hanya dewa saja yang abadi. Para pemikir Sumeria percaya bahwa kebajikan yang tertinggi dan terutama pengetahuan yang diperoleh warga dibalik pencarian sosial dan eksperimen sebenarnya diciptakan oleh para dewa. para dewa adalah pihak yang diuntungkan dan umat manusia tiada lain hanyalah hamba yang harus selalu siap patuh (tidakkah anda merasakan tema-tema ini dalam Islam ? kita hanya mengganti pada dewa itu dengan sosok awloh yang satu selanjutnya semua konsep yakni kepatuhan, kehambaan, ridha awloh dll sangat akrab ditelinga muslim penerjemah). BAGIAN 3

MITOS AIR BAH: Mitos Air Bah atau Banjir Besar mungkin merupakan yang paling populer dari tiga mitos dasar. Singkatnya, dewa-dewa yang tidak senang tentang umat manusia (untuk alasan yang berbeda dalam versi yang berbeda dari mitos). Jadi mereka ingin menghancurkan umat manusia, tetapi mereka membiarkan mereka 'utusan' tahu apa yang akan terjadi: Tuhan akan membawa banjir

global sehingga para 'utusan' harus mengambil pasangan (pria dan wanita) dari setiap makhluk (hanya yang terbaik spesimen silahkan!), menempatkan mereka naik sebuah kapal yang dia ('utusan') harus membangun sesuai dengan pengukuran yang diberikan oleh para dewa, dan mereka semua harus menunggu hujan jatuh, tetap di papan sepanjang banjir, dan turun ketika air surut sehingga akan ada tanah lagi untuk menetap di. Dengan memilih beberapa setiap makhluk 'utusan' memastikan bahwa yang terbaik dari semua selamat dari banjir / banjir, yang merupakan murka para dewa. Anda semua tahu itu, bukan ? Sang 'utusan' tersebut adalah Nuh tentu saja! Dan kapalnya disebut 'Bahtera'. Kita diberitahu bahwa ada 250 riwayat yang berbeda tentang banjir di seluruh dunia. Dan tampaknya kita memiliki lebih dari satu Nuh! Dalam kisah banjir besar versi Polinesia nama pahlawannya adalah .... coba tebak! Noa tentu saja (suatu kemiripan nama yang unik). Jadi yang versi yang mana yang asli? Siap yang dapat cerita dari siapa ? Banjir yang mana yang ditulis dalam Alkitab Perjanjian Lama? Kitab Veda tidak diragukan lagi menceritakan tradisi tertua sejarah umat manusia. Itulah sebabnya mengapa tampak masuk akal untuk menerima kisah yang diceritakan dalam Veda sebagai kisah banjir diwariskan kepada kita. Banjir dalam Veda berlangsung 40 hari. Periode ini identik dengan yang diberikan dalam Perjanjian Lama (kitab Kejadian). Kata banjir dalam bahasa Jerman adalah 'sintflut'. Beberapa akademisi mengklaim bahwa kata ini berasal dari 'Sint' (berarti total) dalam bahasa Jerman Dataran Tinggi Kuno. Tapi bagaimana dengan koneksi etimologis lain dengan kata 'Sindh' ? Sind adalah nama sungai yang darinya wilayah sub-benua India diberi nama: Indus, yang juga disebut 'Sindhu' di masa lalu. Sungai ini mengalir dari utara ke selatan, dan banjir kadang-kadang meluap memenggenangi daratan seluas 140,000 kilometer persegi provinsi Sindh di Pakistan yang sangat padat penduduknya. Jadi mungkinkah dari sini cerita asli dari air bah. Siapa tahu? Jika banjir berskala global memang pernah terjadi, sebagaimana diklaim dalam kitab-kitab berbagai agama, maka kita perlu sedikit kalkulasi matematik untuk mengetahui berapa banyak air yang dibutuhkan untuk menutupi gunung-gunung sampai ke puncak mereka. Permukaan bumi dikatakan 510 juta kilometer persegi. Jika kita ambil puncak tertinggi sebagai 9 kilometer tingginya, maka perhitungan sederhana memberitahu kita bahwa banjir ukuran yang disebutkan dalam kitab-kitab agama tersebut memerlukan curah hujan sebesar 4.000.600.000.000 meter kubik (empat triliun enam ratus juta). Sungguh tidak mungkin ! Bahkan curah hujan terberat sekalipun hanya dapat menyebabkan kenaikan air setinggi hanya 800 meter di atas permukaan laut. Jadi, kisah Air Bah berskala dunia hanyalah imajinasi manusia primitif saja yang tidak mengetahui sains ! Jika perhitungan matematika tadi tidak cukup, mari kita memeriksa kalender: Menurut perhitungan oleh Maurice Bucaille silsilah nabi Abraham dalam Kejadian memberi kita tanggal bahwa Abraham hidup sekitar 292 tahun setelah banjir. Jika Abraham hidup sekitar tahun 1850 SM, maka banjir (menurut Perjanjian Lama) haruslah terjadi antara abad 22 atau 21 SM. Faktanya ada cukup banyak peradaban di seluruh dunia pada jaman itu. Terutama di Mesir saat itu adalah periode interim, dianggap sebagai awal dari kerajaan Mesir Kuno. Jadi alangkah lucu untuk berpikir atau mengklaim bahwa seluruh peradaban dunia dihancurkan oleh Air Bah. Bagaimana dengan dimensi perahunya? Ada akademisi yang mengklaim bahwa kapal ini dibangun sesuai dengan perintah allah seperti yang tertulis dalam Perjanjian Lama. Namun jika

demiakan, maka dimensi perahu tersebut tidak akan mampun menampung semua spesies yg dibawa, ditambah dengan makanan dan air bagi mereka untuk bertahan selama berbulan-bulan. Selain itu dikatakan bahwa jendela pada kapal hanya ada satu, yang ditutup rapat-rapat agar tidak kemasukan air, akan menyebabkan semua makhluk hidup di kapal untuk mati lemas. Jadi kita bisa menyimpulkan, narasi ini tidak bisa menjadi narasi ilahi, dengan kata lain 'firman tuhan', tapi dongeng, sebuah kepalsuan. Tentu saja! Mari kita renungkan bersama: Mengapa sang tuhan yang konon maha kuasa ini tidak menghancurkan saja ciptaan-nya dengan satu tindakan dalam bentuk lain (yang dia bisa melakukannya dengan mudah) dan menciptakan makhluk baru di bumi ini, malahan terpaksa melakukan metode kejam yang diceritakan dalam cerita Air Bah. Sungguh aneh, bukan? Tapi saya yakin bahwa para ideolog agama berkitab sudah punya jawaban siap untuk pertanyaan itu. Sekarang mari kita mengambil dimensi manusia: Kejadian menakutkan itu pastilah terjadi pada saat ada manusia di bumi yang bisa mengalaminya, hidup melaluinya dan bertahan hingga bisa mewariskan kisah itu ke generasi berikutnya. Mitos Banjir Besar itu umumnya berasal dari Mesopotamia. Sungai Eufrat dan Tigris telah menyebabkan banjir sepanjang sejarah. Pendapat luas adalah bahwa mitos Banjir Global itu terkait dengan banjir di Mesopotamia, yang diturunkan kepada kita melalui beberapa garis generasi yang panjang. Berikut adalah salah satu alasan menunjuk pada kesimpulan bahwa: peta 'dunia' yang dilukis atas perintah Raja Sargon pada tahun 2700 SM (500 tahun lebih awal dari Air Bah) hanya memperlihatkan wilayah Mesopotamia. Jadi, dengan kata lain 'dunia' yang mereka sebutkan hanyalah wilayah Mesopotamia, selebihnya, diluar Mesopotamia tidak ada! Itu sebabnya, ia berpikir, banjir lokal di sana dinggap seolah-olah sebagai kejadian global. Peristiwa ini diteruskan ke bangsa Ibrani dan dari sana ke Arab, dan dimasukan ke dalam kitab-kitab agama mereka, Perjanjian Lama dan Quran masing-masing. Orang Majusi mengatakan bahwa air bah terbatas hanya pada daerah timur tanah Babilonia. KAPAN BANJIR ITU TERJADI ? Berossus menulis bahwa para dewa telah menetapkan tanggal awal Air Bah, yakni tanggal 15 bulan Daisios (bulan Mei menurut kalender Macedonia). Bar Hebraus memberikan tanggal Banjir sebagai 27 Mei. Dalam Perjanjian Lama tertulis bahwa Bahtera Nuh menetap di lahan kering pada hari ke-17 dari bulan ketujuh. 'Bulan ketujuh' masih tetap diperdebatkan. Angka tujuh dalam Perjanjian Lama diperkirakan telah didasarkan pada pemahaman mistis (mungkin berasal dari Sumeria). Tahun baru dimulai pada bulan yang berbeda di masa lalu. Asyur memulai tahun baru mereka kadang-kadang pada bulan November, tetapi dianggap April sebagai bulan pertama. Banjir ini telah dimulai pada bulan Ayar (Mei) menurut dokumen Siria kuno, sumber-sumber Yunani dan banyak orang lain. Ada beberapa yang berpikir bahwa nama sungat Eufrat adalah transformasi dari burat yang adalah kata bahasa Syria untuk banjir, dan nama lain untuk Eufrat adalah Purattu. Teks Yahwis dari Perjanjian Lama yang diduga telah ditulis pada abad ke-9 SM dan teks Rabbi yang ditulis pada abad 6 SM tidak sepakat dalam cerita-cerita yang mereka katakan. Para penulis Yahwis tidak tahu tentang tanggal banjir. Teks Rabbinik menerima bahwa bencana berskala global tersebut diceritakan dalam penanggalan yang tidak seharusnya. INIKAH BUKTINYA ?

Sebuah bukti jelas dari banjir dilaporkan muncul di penggalian kota Ur, di Mesopotamia. Sebuah lapisan tanah liat 2 sampai 3 meter lebarnya benar-benar ditemukan di sana. Fragmen tembikar baik di atas dan di bawah tanah liat ditemukan. Namun lapisan ini membuktikan tidak lebih dari fakta bahwa dulu pernah ada petaka banjir yang serius di distrik sekitar Ur ( Namun tidak mengindikasikan adanya suatu banjir berskala dunia !) Lapisan tanah liat ini dianggap sebagai bukti dari banjir besar. Para arkeologis memberi kisaran tanggal banjir ini sekitar 4000 SM. Namun pada saat kejadian itu terjadi suku-suku Semit nomaden dan ternaknya belum mencapai tanah diantara dua sungai tersebut (kawasan ini dihuni manusia baru pada milenium ke-3 SMPenerjemah). Jadi, mereka tidak dalam posisi untuk bertahan hidup dan mengalami kejadian tersebut. Oleh karena itu Banjir di Alkitab pastilah bercerita tentang suatu banjir yang lain. Luasnya banjir dihitung sebagai daerah barat laut Teluk Persia. Dengan standar ini kita dapat menganggapnya sebagai kejadian 'lokal', tetapi untuk orang yang tinggal di daerah tersebut kejadian ini dianggap sebagai wabah bagi 'seluruh dunia' mereka. Banjir ini terjadi sekitar 4000 SM. Jejak banjir ditemukan di Kish, Shuruppak (wilayah Fara pada jaman sekarang ), Niniwe dan Erech (Uruk). Namun bukti yang dibentuk oleh jejak ini tidak seharusnya ada sampai ke sana jika seluruh Mesopotamia dilanda banjir. Jadi ini bukan petaka Banjir Bah dalam Alkitab. Banjir Besar dalam Alkitab masih tetap tidak bisa didemonstrasikan. BANJIR BESAR : AIR LAUT YANG MENABRAK DINDING BOSPORUS HINGGA KE DANAU LAUT HITAM (!) Dua ahli geologi Amerika Dr Walter C. Pittman III. dan Dr William BF Ryan mengaku memiliki bukti yang menunjukkan bahwa air bah terjadi ketika air di laut Marmara memecah dinding bumi dan melaju memenuhi Danau Laut Hitam 7500 tahun yang lalu. Kejadian ini menyebabkan terbentuknya Selat Bosporus. Mencairnya gunung-gunung es 11,000 tahun lalu diperkirakan memicu kejadian ini. Dengan aliran besar air tepi Danau Laut Hitam menjadi meluas melebihi ukuran sebelumnya. Penduduk yang hidup dan selamat dari bencana bermigrasi ke Mesopotamia, dan ketika tulisan itu ditemukan, kisah Air Bah secara lisan itu ditulis. Ini adalah proposisi lain.

(Inilah skenario yang paling memungkinkan bagaimana Danau Laut Hitam, danau dengan dimensi yang luas dan dimana didapati air tawar dan air asin, terbentuk. Diperkirakan karena melelehnya gunung-gunung es di kutub utara (oleh suatu kejadian kosmik?) air dari laut Marmara meluap dan menabrak dinding bumi hingga menyebabkan terjadinya selat Bosporus.)

(Volume air dan luas Danau Hitam mengalami perluasan setelah bencana banjir besar ini. Tampak di gambar daerah dalam bergaris putus-putus adalah perkiraan luas awal Danau Laut Hitam)

Kisah Air Bah dalam Perjanjian Lama, secara matematis salah, secara geografis tidak pasti, dan dimensi manusianya tidak benar. Kalau begitu kisah apakah ini sebenarnya? Kisah Air Bah dalam Alkitab didasarkan pada mitos Babilonia, yang berasal dalam mitos Sumeria. Mitos ini didasarkan pada tablet tanah liat yang dibaca dan diterbitkan pada tahun 1914. Samuel Kramer Nuh dalam bukunya, Dunia Sumeria, sebuah Otobiografi, menerbitkan dua dokumen yang menunjukkan bahwa penyair Sumeria tahu bencana yang dibawa oleh banjir dan konsekuensinya. Kramer menulis bahwa ada sejumlah banjir besar di Mesopotamia, termasuk di abad ke-20 pada tahun 1925, 1930, dan 1954. Ada banjir besar yang penting dan tidak tercatat di abad ke 7 dan 8 pada saat Dinasti Abbasiyah, dan pada abad ke-10, 11 dan 12 INDAHNYA KISAH AIR BAH DALAM PERJANJIAN LAMA TERNYATA HANYA CONTEKAN Kisah banjih besar dalam Perjanjian Lama yang indah - dalam bentuk yang sekarang - telah tersebar sekeliling lewat penyebaran agama Kristen. Dulu orang berpikir bahwa kisah Air Bah hanya ditulis dalam Perjanjian Lama saja (Sebagai sebuah bentuk 'intervensi ilahi' untuk memberi pelajaran pada umat manusia !). Namun ketika perpustakaan Ashurbanipal (Raja Asyur) di Niniwe digali dan ditemukan tablet tanah liat berisi kisah yang serupa dengan kisah Air Bah di Perjanjian lama, selama penggalian di Niniwe dan kisah Air Bah, kemudian tablet tanah liat itu diperlihatkan pada tahun 1872 ada ketidakpercayaan dan kebingungan meluas, dan keyakinan kesejarahan dalam cerita Perjanjian Lama telah menguap. Kisah Perjanjian Lama tentang Air Bah diambil dari Epos Gilgames, mitos Babilonia, dan berdasarkan mitos Sumeria. Sekarang tiba waktunya bagi kita untuk kembali pada saat-saat dimana "banjir meliputi bumi sampai ke puncak pegunungan karena adanya sebuah 'intervensi ilahi' untuk menghancurkan umat manusia." BANJIR BESAR Seperti yang telah saya paparkan sebelumnya, mitos banjir besar berasal dari mitologi Sumeria. Ini dapat disaksikan dalam fragmen tablet tanah liat Sumeria yang diterbitkan oleh seorang sarjana Amerika, Arno Poebel, pada tahun 1914. Fragmen ini berisi episode apa yang kita sebut mitos air bah. Garis besarnya sebagai berikut: Pada bagian tertentu fragmen tersebut menceritakan munculnya seorang dewa yang berniat menyelamatkan manusia dari kehancuran yang dewa telah putuskan atas mereka. Sang dewa memperingatkan dan memerintahkan Ziusudra raja saleh dari Sippar. Alasan di balik keputusan untuk menghancurkan umat manusia ini tidak diberikan. Dewa yang memperingatkan Ziusudra adalah Enki. Dia memerintahkan Ziusudra untuk berdiri dengan dinding di mana ia akan mengungkapkan langkah-langkah yang harus diambil untuk menghindari banjir datang ... "Ada badai sangat kuat, pada saat yang sama banjir melanda kuil utama; banjir menyapu negeri selama tujuh hari dan tujuh malam; perahu besar ('Bahtera') telah terombang-ambing oleh badai di perairan liar .....( kemudian awan pergi dan langit dan matahari bersinar) ... Ziusudra membuka jendela kapal besar, Utu membawa sinar ke dalam perahu raksasa. Sang raja, Ziusudra, bersujud di depan Utu (Dewa Matahari); menyembelih sapi dan seekor domba (sebagai kurban persembahan tentunya )........( kalimatnya kemudian terpotong karena tabletnya tidak utuh, kemudian dilanjutkan lagi.... ).... Raja Ziusudra bersujud di depan Anu, Enlil. Dewa Anu dan menyukai Ziusudra dan memberinya kehidupan seperti dewa (membuatnya abadi);. dan menempatkan Ziusudra, sang raja, sebagai pelestari nama vegetasi, benih keturunan umat

manusia, di tanah penyeberangan, tanah Dilmun, tempat matahari terbit " Ini adalah sejauh yang kita bisa baca dari fragmen tanah liat tablet Sumeria. Namun ketika kita mengambil mitos Babilonia dan terutama Epos Gilgames, kita akan lebih jauh diberi informasi tentang air bah. PENGARUH MITOLOGI SUMERIA PADA KEPERCAYAAN LAIN Menarik sekali untuk mengikuti sirkulasi ide-ide dan karya literatur di antara peradaban kuno dari Sumeria ke Babel, Asyur, orang Het, Hurrites, dan Aramik. Jelas bahwa Sumeria tidak mempunyai pengaruh langsung pada literatur Ibrani, karena mereka telah meninggalkan panggung sejarah jauh sebelum munculnya literatur Ibrani. Tetapi tidak ada keraguan bahwa orang Sumeria memiliki efek mendalam pada orang Kanaan - pendahulu dari bangsa Israel di Palestina. Efek ini menjelaskan kemiripan antara teks-teks Sumeria dan Perjanjian Lama. Kemiripan ini tidak terlokalisir berupa suatu kesamaan cerita utuh, tetapi umumnya muncul secara sporadis dalam beberapa seri. Sebagai contoh saya akan membawa ke perhatian Anda pada puisi mitologi 'Enki dan Ninhursag' di mana ada cerita tentang surga. Surga yang dinamai Dilmun ini, yang para dewa telah bangun untuk diri mereka sendiri, tidak berada di dunia bawah tetapi di sini di bumi. (Cerita yang sama muncul dalam Perjanjian Lama. Kita dapat mengatakan bahwa mitos Enki dan Ninhursag berada di balik keyakinan Yahudi tentang kisah 'Eden, Adam, Hawa dan buah terlarang'). Karena saya telah mengundang Anda ke situs ini untuk menunjukkan asal-usul, dan praktek yang masih dilakukan oleh agama-agama Abrahamik, mari kita lanjutkan dengan beberapa contoh. Kultus Bulan memiliki tempat penting dalam sistem kepercayaan bangsa Sumeria. Pada hari pertama dan ke limabelas setiap bulannya bangsa Sumeria mengadakan upacara keagamaan dan dan tidak memakan makanan tertentu. (Ingat bahwa festival agama Islam dan bulan puasa berlangsung sesuai dengan siklus lunar). Mereka yang bertanya-tanya mengapa orang berdoa mengangkat tangan mereka ke langit dapat menemukan jawabannya di mitos 'Enki dan Mitos Tatanan Bumi', di mana ketika Enki tengah mengumumkan nasib tanah Sumeria, menyebut bangsa ini dengan pesan, Biarkan kuil-kuilmu yang tak terkalahkan menjulangkan tangan-tangannya sampai ke langit. Dan contoh terakhir yaitu keyakinan akan pentingnya kata-kata. Bangsa Sumeria menemukan dan mengembangkan teori kekuatan kreatif ilahi dari kata-kata. Teori ini kemudian menyebar ke seluruh Timur Tengah (dan memiliki paralelismenya di Mesir dalam bentuk teologi Memphite). Menurut mitologi Sumeria, sang dewa pencipta cukup hanya merencanakan sesuatu dan mengucapkan kata-kata untuk mewujudkan apa yang diinginkannya (Dalam PL & Quran ada frasa : Jadi, maka jadilah. Qun Fayaqun Penerjemah). Dari manakah bangsa Sumeria mendapatkan ide ini? Well, mereka memiliki raja-raja yang kuat yang mengatur mereka, dan kata-kata mereka adalah hukum. Bahkan satu kata pun darinya sudah cukup untuk merealisasikan keinginannya segera. Sebagai raja langit, kepala para dewa harus melakukan hal yang sama. Bahkan sistem kepercayaan primitif juga memiliki kisah-kisah kekuatan sabda. Bagi mereka sabda/kata/firman/kata/kalam itu sebuah ramalan, dan pengulangan kata akan membebaskan daya kreatif dan rekreatif dengan kekuatan penuh. Injil juga memiliki ide ini. Para teolog setuju bahwa Lukas memfokuskan pada penggambaran Yesus sebagai "Firman yang menjadi manusia, dengan kata lain sabda telah datang dan hidup dibalut dalam daging. Al

Quran pun memiliki konsep yang sama: sang pencipta mengucapkan kata/kalam dan apa pun menjadi nyata kum faya kum, jadi maka jadilah. Pastilah kepercayaan ini bersumber dari mitologi Sumeria. Alkitab tidak bisa dikecualikan! Injil Yohanes dimulai dengan kalimat ini: "Pada mulanya adalah Firman, dan Firman bersamasama dengan Allah, dan Firman itu adalah Allah," dan ketika ia (Yesus) ditanya apakah dia tahu Abraham ia menjawab, "Sebelum Abraham ada, Aku ada (Yohanes 8:58). Yang berarti bahwa ia ada hadir sepanjang waktu, bahkan sebelum Abraham hidup. Konsep serupa ada di dalam Buddhisme: 'Dharma' adalah hukum kosmik besar yang mendasari dunia kita, keyakinan ini bersesuaian dengan konsep Firman, Logos. Buddha dikatakan telah menghabiskan waktu di surga Tushita sebelum turun ke bumi. Yang berarti bahwa Buddha, seperti Yesus, telah ada dalam wahana yang berbeda sebelum turun ke bumi dan bergabung dengan manusia. Jadi sekarang kita memiliki beberapa petunjuk dari mana kisah kekuatan-dari-kata-ini mungkin berasal. Sekarang kisah penciptaan manusia. Baik Perjanjian Lama maupun Kuran membawa cerita yang hampir sama. Perjanjian Lama memiliki dua kisah penciptaan: Menurut Kejadian: 26,27 pada hari keenam penciptaan, Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, "Dia menciptakan mereka laki-laki dan perempuan". Menurut Kejadian 2:7,8,20,21,22 ada cerita lain: Allah menciptakan manusia, dan tanaman taman di sebelah timur Eden ('Dan' dalam bahasa Arab). Di sana ia menempatkan pria yang telah diciptakan. Kemudian tuhan memberikan seorang penolong untuk menemaninya? - Tuhan menyebabkan Adam jatuh tidur nyenyak, kemudian mengambil salah satu rusuk dari padanya dan membuatnya menjadi seorang wanita. Cerita-cerita penciptaan diambil dari dua sumber yang berbeda dan hanya versi yang kedua yang memiliki asal Sumeria. Jadi singkatnya, dalam ketiga agama Ibrahim-Semit : Yudaisme, Kristen dan Islam, penciptaan manusia identik: Manusia diciptakan dari lumpur. Mengapa? Karena semua sistem kepercayaan mengadopsi kisah penciptaan bangsa Sumeria itu saja! Menurut Talmud nama wanita pertama diciptakan dengan Adam adalah Lilith. (Ini adalah usaha yang jelas menutupi hal ini kekeliruan dalam Perjanjian Lama.) Kuran merujuk secara berbeda kisah penciptaan bangsa Sumeria di sejumlah surah (QS 54:26,28,29,33; 55:2, 74:12, 75:7, 88:5, 89:14, 94:59). Sekali lagi, seperti yang kita lihat dalam penciptaan kisah alam semesta, Quran lebih suka untuk tetap dangkal pada subjek tersebut, entah karena penulis Kuran jauh lebih pintar dari para penulis Perjanjian Lama, atau tidak tahu dengan rincian mitos-mitos tersebut. (Dan jikapun para muslim masih memegang kepercayaan bahwa Quran adalah firman allah yang sempurna dan tak mungkin salah yang diwahyukan lewat Jibril kepada Muhammad, maka asumsi ini malah mencitrakan Awloh dan Jibril menjadi entitas-entitas konyol yang tidak bisa membedakan mitos dari sejarah faktual, dan Muhammad sebagai manusia Arab primitif yang dengan polos mengambil kisah-kisah mitologis menjadi sejarah untuk kepentingan pewartaan agama barunya. Adalah lebih masuk akal jika kita menganggap kitab-kitab suci ini sebagai karya manusia yang dibatasi dalam keterbatasan budaya, bahasa, perspektif hidup dan pengetahuan sejarah yang bisa keliru bahkan sama sekali salah ketika dianalisa dengan metoda-metoda sains. Para penulis Alkitab, Quran dll membawa-bawa tokoh2 ahistoris mitologis baik yang insani (seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Yesus dan Muhammad) ataupun ilahiah (seperti YHWH, Awloh, Jibril) demi kepentingan penyampaian ideologi agamanya. Mereka tidak menceritakan kejadian sesungguhnya, mereka menceritakan cerita yang memuat pesan-pesan moral dan ideologi yang mereka percayai sebagai benar - Penerjemah).

MITOS-MITOS MESOPOTAMIA Oleh : Mudarras Kadhir Gaznavi Diterjemahkan oleh : Badra Naya

Saya telah memisahkan mitologi Sumeria dari mitologi lainnya di kawasan tersebut karena Sumeria memiliki tempat yang unik dalam sejarah: Mereka adalah inisiator sejarah ! Mayoritas mitologi di kemudian hari di wilayah ini bersumber dari mitologia Sumeria. Sekarang tanpa penundaan lebih lanjut, mari kita mulai dengan mitos Babilonia: MITOS BABILONIA Banyak dari teks-teks yang mengandung mitologi Babilonia ditulis oleh juru tulis Asyur. Teks-teks tersebut ditemukan di perpustakaan Ashurbanipal. Menurut Prof Sydney Smith, jelas bahwa para ahli juru tulis Asyur terlibat dalam mengubah literatur yang mereka pinjam dari Babilonia, dan kemudian mereka mengubahnya dari gaya Dinasti Pertama Babilonia ke bentuk yang kita temukan di perpustakaan Ashurbanipal. Adalah sangat penting untuk mengetahui bahwa semua entitas tertinggi Asyur juga disembah di Babel. Festival agama Asyur juga dirayakan pada waktu yang sama dan dengan cara yang sama di Babilonia. Namun tetap ada sedikit mitos dan legenda yang eksklusif milik Asyur. Legenda Sargon dari Agade adalah salah satunya. Tapi mitos yang akan kita ringkas di sini berasal dari Babilonia, dan mewakili transformasi Semitik dari bahan sebelumnya Sumeria. DUMUZI DAN INANNA LAGI, TAPI BERBEDA NAMA: TAMMUZ DAN ISHTAR Mitos pertama yang akan saya ringkas di sini adalah versi Babilonia dari mitos Dumuzi dan Inanna yang pernah kita temui sebelumnya di Mitos-mitos Sumeria. Tapi dalam versi Babilonia Dumuzi telah berubah menjadi Tammuz dan Inanna menjadi Ishtar. Akan terlihat disini bahwa karena proses pengembangan mitos ini dari Sumeria ke Asyur dan melalui budaya yang berbeda, kisah turunnya Tammuz ke dunia bawah - telah dianggap penting dan menjadi terkait dengan kematian dan kelahiran kembali vegetasi. Kemudian, kematian Tammuz dan perkabungan baginya adalah ditekankan dengan mengorbankan fitur lain dari mitos (Dalam Yehezkiel 8:14 ada referensi untuk para wanita Israel menangis untuk Tammuz.). Versi Yunani dari cerita ini adalah mitos Venus dan Adonis. PENCIPTAAN BABILONIA GAYA: "ENUMA ELISH", MARDUK, DAN TIAMAT SETAN PERTAMA DALAM SEJARAH MITOLOGI Mitos kedua adalah mitos penciptaan. Mitos penciptaan versi Babel terkait dengan festival tahun baru Babilonia Besar, atau festival Akitu. Hal ini dapat kita temukan dalam puisi atau nyanyian yang dikenal sebagai : Enuma Elish. Dewa Babel, Marduk, adalah aktor utama dalam

mitos ini. Marduk membunuh Tiamat, mengamankan 'tablet nasib', dan melakukan berbagai tindakan kreatif yang dijelaskan dalam puisi itu. Dalam Enuma Elish bentuk Asiria (ditemukan pada penggalian ibukota lama kekaisaran Asyur, Ashur) Marduk digantikan oleh Ashur, kepala para dewa di Asyur / Asyria. Mitos penciptaan versi Asyur/ Asyria adalah ada dalam dalam bentuk 7 tablet tanah liat. - Tablet satu: Pada mulanya hanya hanya ada Apsu (samudera air tawar) dan Tiamat (samudera air asin). Dari penyatuan kedua dewa ini terbentuklah segala yang ada. Pasangan pertama Lahmu dan Lahamu diinterpretasikan sebagai endapan lumpur yang tersimpan di persimpangan laut dan sungai. [Kali ini para dewa juga berasal dari lumpur (!)] Dari pasangan pertama ini lahirlah Anshar dan Kishar (diinterpretasikan sebagai cakrawala melingkar dari langit dan bumi). Anshar dan Kishar melahirkan Anu (langit) dan Nudimmud atau Ea (Dewa Bumi dan Air). Ea kemudian melahirkan Marduk yang cantik dan sangat kuat. Kemudian kita memiliki semua kisah konflik antara dewa-dewa purba dan yang mereka peranakkan. Apsu hancur. Tiamat menciptakan segerombolan makhluk dan menempatkan Kingu, ciptaannya yang paling pertama, untuk mengepalai kerajaannya dan mempersiapkannya untuk membalaskan dendam atas kematian Apsu. Tiamat mengambil langkah-langkah untuk menghancurkan Anu dan rekan-rekannya. - Tablet dua: Majelis para dewa menerima berita tentang serangan yang akan datang. Mereka mengirim Dewa Anu yang diperlengkapi dengan kewenangan untuk mengurungkan Tiamat dari tujuannya, tapi Anu pulang dengan kegagalan. Kemudian Dewa Anshar berdiri dan mengusulkan Marduk untuk tugas tersebut. - Tablet tiga: Sebuah pesta diselenggarakan oleh para dewa dimana akhirnya Marduk secara resmi diserahi tugas dan otoritas yang ia minta. - Tablet empat: Marduk bertahta sebagai raja; Dia menantang Tiamat, dan memenangkan peperangan itu. - Tablet lima: Marduk mulai menatas alam semesta. - Tablet enam: Marduk menyatakan niatnya untuk menciptakan manusia dengan tujuan untuk melayani para dewa. Sang pemimpin pemberontakan, Kingu, harus mati sehingga darinya umat manusia akan tercipta. Kingu dibunuh dan dari darahnya umat manusia dibuat untuk melayani para dewa, 'untuk membebaskan para dewa', yaitu, untuk melakukan tugas-tugas kasar dalam ritualritual kuil dan untuk menyediakan makanan bagi para dewa. - (Tablet tujuh : Pujian kepada Marduk dan para dewa lain - Penerjemah) Manusia diciptakan dari tanah di Sumeria dan kemudian dengan darah. Ada percampuran dalam hal ini. Unsur-unsur mitologi Sumeria sangat jelas terdeteksi mendasari mitos-mitos ini. Unsur-unsur Sumeria ini tersebar di sejumlah mitos dan dipadukan dalam kesatuan yang koheren.Unsur-unsur mitologi Sumeria sangat jelas terdeteksi mendasari mitos-mitos ini. Unsurunsur Sumeria ini tersebar di sejumlah mitos dan dipadukan dalam kesatuan yang koheren.

(7 tablet tanah liat Enuma Elish)

MITOS-MITOS ASSYRO-BABILONIA LAINNYA; GILGAMES MENCARI KEABADIAN Mitos banjir Epos Gilgamesh: Mitos Sumeria ini telah dikembangkan dalam versi Babilonia dan tertanam dalam epik Gilgamesh. Sebuah aspek yang sangat penting dari mitologi Semit, yang tidak ada di mitos Sumeria, yakni masalah adanya kematian dan penyakit, dan pencarian akan keabadian. Teman Gilgames adalah Enkidu, yang diciptakan oleh Dewi Aruru dari tanah liat. Enkidu adalah seorang makhluk manusia liar dari padang rumput, dengan kekuatan yang luar biasa. Karena Gilgames harus mencoba kekuatannya melawan Enkidu, dia bersiasat mengirimkan seorang pelacur dari kuil untuk menggoda Enkidu. Enkidu berahi terhadapnya. Tujuh hari mereka meluapkan gejolak birahi. Melihat itu Gilgames senang dan mengajar Enkidu bertarung. Namun tak seorangpun mampu menang atas yang lain, bahkan keduanya akhirnya berteman.

(tabet Gilgamesh) Kemudian Enkidu meninggal. Gilgames terganggu oleh kesadaran bahwa ia sendiri juga harus mati. Satu-satunya manusia yang ia ketahui memiliki kemampuan lolos dari kematian dan meraih keabadian adalah nenek moyangnya, Utnapishtim (setara dengan Ziusudra dalam mitologi Babilonia), pahlawan Sumeria dari banjir global. Gilgames memutuskan untuk mencari nenek moyangnya untuk menemukan rahasia keabadian. Setelah menempuh banyak bahaya akhirnya ia berhasil menemui Utnapishtim, yang memberitahunya bahwa dewa-dewa telah menyimpan rahasia kematian dan kehidupan untuk diri mereka sendiri. Ketika Gilgames mengutarakan kepadanya tujuan kedatangannya untuk mendapatkan keabadian, Utnapishtim menceritakan kepadanya kisah tentang banjir global: Dirinya (Utnapsihtim) adalah lelaki dari kota Shuruppak (kota paling kuno dari kota-kota Akkad). Dewa Ea mengungkapkan kepadanya melalui dinding gubuk dari buluh bahwa para dewa telah memutuskan untuk menghancurkan semua kehidupan dengan banjir besar. Ea menginstruksikan Utnapishtim untuk membangun sebuah kapal di mana dia harus membawa 'benih-benih dari semua makhluk hidup'. Dimensi dan bentuk kapal diberikan juga kepadanya. Sesuai dengan instruksi tersebut kapal itu berbentuk sempurna. Badai mengamuk (...) selama enam hari dan enam malam. Pada hari ketujuh badai mereda. Kapal tersebut mendarat di gunung Nisir. Utnapishtim menunggu selama tujuh hari, kemudian ia mengirim seekor merpati. Sang merpati itu datang kembali. Kemudian ia mengirimkan burung layang-layang. Burung itupun kembali. Akhirnya dia mengirimkan burung

gagak, dan ia tidak kembali. Setelah itu ia mengeluarkan semua binatang yang ada di kapal ke alam. Ia membuat kurban persembahan. Bau pembakaran kurban itu menarik para dewa. Enlil senang, dan menganugerahkan keabadian pada Utnapishtim dan istrinya. [Tidakkah anda langsung teringat akan kisah Nuh dalam Perjanjian Lama yang mengirimkan burung merpati dan gagak, meyakinkan dirinya bahwa banjir telah usai, kemudian memberikan persembahan kurban bakaran pada Yahwe Elohim (TUHAN allah) dan Ia pun senang hingga berjanji tidak akan menghukum manusia lagi dengan hukuman berskala besar, dan untuk menetapkan janjinya atas Nuh, Yahwe membuat pelangi sebagai pengingat akan janjinya kepada Nuh !- Penerjemah]

(Utnaphistim menceritakan pada Gilgamesh tentang Banjir Besar itu) Epos Gilgames, yang sebagian darinya adalah tentang mitos banjir besar, secara keseluruhan mewujudkan mitos-mitos awal Sumeria dan Akkadia dan cerita-cerita rakyat. Apa yang mendasari epos Gilgamesh secara keseluruhan adalah tema membentuk landasan dari beberapa mitos Akkadian lainnya, misalnya kesedihan mendalam yang dirasakan oleh roh manusia dihadapan fakta kematian dan hilangnya keabadian. (Tema ini tidak hanya khusus Timur Tengah, ini adalah tema universal eksistensi manusia,. Ada kerinduan untuk keabadian, dan tentu saja ada berbagai macam skema licik tentang sebagian manusia yang mengeksloitir manusia lain, dan aspirasi mereka yang jadi korban para manusia licik itu. Sebagai konsekuensinya menjadi 'hamba' dalam kerajaannya sendiri, dan mahluk yg dibayangkan itu menjadi tuhannya). Kita juga menemukan mitos banjir di tulisan-tulisan tertua Veda, Brahmana, di StapathaBrahmana. Jadi, kita diperhadapkan lagi dengan pertanyaan membingungkan: Siapa mendapatkan apa dari siapa? Beberapa sarjana berpendapat bahwa para pedagang India yang membawa karakter

Semit ke tanah air mereka dan juga memperkenalkan legenda Semit. Tetapi yang lain menunjukkan bahwa mitos banjir global mungkin datang ke Mesopotamia dari India.

(Sebuah tablet lain yang menceritakan tentang Banjir Besar)

ADAPA SI IDIOT YANG MENOLAK KEABADIAN Mitos Adapa - Mitos ini mungkin sangat populer di luar batas Mesopotamia. Sebuah fragmen yang menceritakan hal yang sama ditemukan di antara arsip-arsip Amarna di Mesir. Adapa adalah pahlawan dalam mitos ini. Ebeling, seorang Assyrologist (ahli kebudayaan Syria kuno) menyamakan Adapa dengan nama Adam dalam keyakinan Ibrani. Jika demikian, maka mitos ini adalah tentang manusia pertama. Menurut mitos, Adapa adalah putra Ea, dewa kebijaksanaan. Ea telah menciptakannya sebagai model manusia. Ia memberinya kebijaksanaan tapi tidak memberinya kehidupan abadi. Salah satu tugasnya adalah untuk menyediakan ikan di meja hidangan para dewa. Suatu hari ketika ia sedang memancing, angin selatan bertiup dan perahunya terbalik. Dalam kemarahan, ia memecahkan sayap angin selatan sehingga tidak ia tak mampu bertiup selama tujuh hari. Anu, sang dewa tertinggi mengamati hal ini. Kemudia ia memerintahkan agar Adapa dibawa kehadapannya. Adapa menerima saran dari ayahnya Ea, dan bertindak tepat seperti yang diperintahkan. Ketika Ea menawarkan roti dan air, ia menolak (tepat seperti yang Ea, ayahnya, peringatkan). Namun ternyata roti dan air itu bukanlah roti dan air kematian (racun), melainkan roti dan air kehidupan karena Anu, sang dewa tertinggi, mungkin menganggap dia seorang yang baik dan akan memberikan

keabadian padanya. Namun ketika Adapa ditawarkan baju dan minyak urapan, ia menerimanya. Dewa Anu bertanya mengapa Adapa bertindak begitu aneh, Adapa mengatakan kepada Anu bahwa ia bertindak atas nasihat ayahnya. Kemudian Anu memberitahu Adapa bahwa ia sebenarnya telah menolak karunia keabadian (Semua para pencari keabadian akan berduka atas kehilangan itu. Dan sekarang Adapa malah menolak. keabadian itu). Anu mengirimkan Adapa kembali ke bumi dengan keistimewaan dan keterbatasan tertentu. Adapa dibebaskan dari kewajiban feodal, martabat khusus dianugerahkan kepadanya ssebagai seorang imam, namun kesialan dan penyakit akan menjadi bagian dari umat manusia (dan Adapa adalah pelakunya), namun semua itu akan mereda oleh pelayanannya kepada Ninkarrak, Dewi Kesembuhan. Jadi dewa telah kembali menyimpan keabadian hanya untuk mereka sendiri. INILAH ORANG PERTAMA YANG NAIK KE LANGIT : ETANA Mitos Etana dan Elang Karena sejarah dimulai di Sumeria, maka orang pertama yang naik ke surga dalam sejarah mitologi pastilah Etana. Dalam catatan daftar raja Sumeria, dinasti pertama setelah banjir adalah dinasti legendaris Kish. Raja ketiga belas dinasiti Kish adalah Etana Sang Gembala. Ia naik ke surga di belakang punggung elang. Pada sebuah gambar di awal kisah itu tergambar Etana sedang naik di punggung elang, sementara domba sedang merumput dan dua anjing memandang ke arah sosok yang sedang naik. Dalam pembukaan mitos, ada deskripsi tentang keadaan manusia setelah air bah. Umat manusia tanpa bimbingan seorang raja. Para dewa di 'atas sana' memutuskan bahwa Etana harus ditunjuk sebagai raja. Dalam rangka untuk mengamankan keabadian sebuah dinasti, seorang raja harus memiliki ahli waris. Tapi Etana tidak memiliki anak. Etana membuat persembahan korban untuk Shamash ( Dewa Matahari dalam mitologi Akkadia), dan memohon kepadanya untuk memberikan ahli waris. Shamash memberitahu dia untuk menyeberangi gunung, di sana ia akan menemukan lubang di mana terdapat seekor elang yang sedang dipenjara, ia harus membebaskan elang tersebut dan elang itu akan membawanya ke Tanaman Kelahiran (tanaman ini akan memberikan dia seorang ahli waris). Kemudian dalam mitos itu sang elang membawa Etana sampai ke takhta Ishtar... dst. Karena daftar para raja itu memperlihatkan nama putra dan penerus Etana, maka mitos itu pasti memiliki akhir yang beruntung. MITOLOGI UGARITIK Pada tahun 1928 di Ras Shamra ditemukan beberapa tablet tanah liat. Ras Shamra adalah situs dimana dulunya Ugaris, sebuah kota kuno di utara Syria, dimana kota Ugarit ini juga disebutkan dalam catatan Mesir, Babilonia dan Het. Di antara tablet ini terdapat kelompok tablet yang ditulis dalam aksara baji cuneiform, yang asing bagi para ahli aksara tersebut. Aksara ini dipercaya sebagai alfabet. (Harus diingat bahwa pada jaman dulu, sebuah kata disimbolkan dengan sebuah gambar, ini disebut piktograf. Dalam bahasa penulisan berbasis piktograf tidak ada alfabet, yang ada hanyalah simbol-simbol, gambar burung berarti burung, gambar manusia berarti manusia, tidak ada abjad, vokal dan konsonan- Penerjemah) Alfabet ini terdiri dari 28 abjad. Bahasa ini nampaknya dekat dengan bahasa Semitik barat, dan paralel dengan bahasa Ibrani -Arabik, Aramaik dan Ibrani. Banyak kata dalam bahasa ini paralel dengan bahasa Ibrani. Sedangkan dalam bahasa Ibrani, penulisannya seperti dalam bahasa Arab, tidak ada vokal, sehingga sukar sekali membaca tulisan Ibrani kuno. Perjanjian Lama dalam bentuk aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani. Para ahli

mencoba untuk memahami versi aslinya ini dengan membandingkannya dengan versi berbahasa Yunani yg lebih mudah dipahami. Karena adanya sistem vokal dalam bahasa Ugaritik, maka banyak nama kota dapat dibaca. Dan karena keyakinan dan mitos Kanaan ditulis dalam teks Ugaritik, maka memahami beberapa kisah dan keyakinan relijius dalam Perjanjian Lama menjadi memungkinkan. Bahasa ini sekarang disebut bahasa Ugaritik. Referensi dalam tablet memungkinkan kita untuk melacak penanggalannya ke abad ke-14 SM. Namun mitos Kanaan dan legenda yang terkandung di dalamnya tidak diragukan lagi jauh lebih awal lagi dalam bentuk asalnya.

Mitos-mitos dan legenda Kanaan jatuh ke dalam tiga kelompok:

MITOS-MITOS BAAL, PROTOTIPE DARI 'YHWH' Kelompok terbesar dari mitos ini berkaitan dengan petualangan dan eksploitasi Dewa Baal dan hubungan dengan anggota-anggota lain dari panteon Kanaan. Nama dewa dan dewi yang akrab bagi kita dari Perjanjian Lama. Juga, potongan-potongan dari mitologi Ugaritik dapat ditemukan dalam puisi Ibrani. Kelompok kedua terdiri tablet Epos Keret. Puisi itu mungkin memiliki dasar sejarahnya sebagaimana halnya dengan Epos Gilgames. Tetapi unsur-unsur mitologis dan legendanya sudah sulit dibedakan dari sejarahnya. Ini tentu saja merupakan bagian dari mitologi Kanaan. Kelompok ketiga terdiri dari kisah atau legenda Aqhat, putra Danel Raja Kanaan legendaris lainnya. Kisah ini memiliki material mitos yang luas. Di sini kita akan meringkas mitos Baal, karena ini relevan dengan subjek kita dan dan jika dirasakan ada kebutuhan untuk mengingatkan kita akan mitos Ugaritik lain, kita akan melakukannya di bawah judul yang sesuai.

BAAL, EL, YHVH Mitos Baal dan Air Tokoh dalam mitos ini adalah dewa tertinggi El (Dewa Lembu), bapak dari para dewa. Ia berdiam di tanah El, di sumber sungai-sungai. Anak Dewa El adalah Baal, Dewa Kesuburan, yang sering disebut sebagai si 'pengendara awan. " Sebagai dewa petir dan guntur dia kadang-kadang disebut Hadad. Kemudian juga ada dewa laut dan sungai, Yam-Nahar. Ada perseteruan antara Baal dan Yam-Nahar. El menyukai Yam-Nahar dan Baal memberontak melawan ayahnya, El. Tokoh lainnya adalah, Dewa Para Pengrajin, Dewa Kothar-u-Khasis; Shapash, Dewi Matahari (bentuk Ugaritik dari Shamash Akkadia) sering disebut obor para dewa, Asytoret, istri El dan ibu dari para dewa; Asyera, Dewi Laut, yang mengingini takhta Baal untuk Asytar anaknya,

dan Anath, adik Baal. Mitos Baal ini diambil alih oleh mitologi Ibrani dan Baal nampaknya bertransformasi menjadi YHVH, ketika mereka menetap di Kanaan. Yam-Nahar mewakili aspekaspek yang tidak ramah dari laut dan sungai, sementara Baal adalah aspek dermawan sebagai hujan. Dalam bentuk lain mitos kemenangan Baal atas kekuatan gangguan dan kekacauan digambarkan dalam kisah pembunuhan Lotan, naga berkepala tujuh (lagi-lagi nomor tujuh yang muncul). Ketika kita mulai berurusan dengan mitologi Ibrani kita harus berurusan dengan detail mitos-mitos, namun untuk saat ini hanya mencatat nama-nama, dan peristiwanya saja. Pembantaian musuh-musuh Baal oleh Dewi Anat - Mitos ini tampaknya dihubungkan dengan kemenangan Baal atas Yam Nahar dan membawa gema mitos dari Mesir tentang kehancuran umat manusia oleh Hathor. Dewi Anath, adik dari dewa Baal, mengadakan sebuah pesta besar untuk merayakan penaklukan Baal atas Yam-Nahar. Pesta tersebut akan diadakan di Zaphon gunung, gunung para dewa di 'sisi utara' (ke utara). Gunung Zaphon disebutkan dalam puisi Ibrani sebagai tempat tinggal yang ilahi (Mazmur 48:2). Pada perjamuan itu Anath menutup pintupintu istana dan membunuh semua musuh Baal. Pada akhir pembantaian dia menceburkan diri dalam darah sampai ke lutut (detil kejadian yang terakhir ini juga terjadi dalam kisah pembantaian Hathor atas musuh-musuh dewa Ra). DEWI ASHERRAH MENUNGGANGI KELEDAINYA (APA ? SEORANG DEWI MENUNGGANGI KELEDAI ? TIDAK ! INI KETERLALUAN ) Istana bagi Dewa Baal : Menurut mitologi Babilonia, ketika Marduk membunuh Tiamat, para dewa membangun sebuah kuil / istana baginya di Esagila / Esangila (apakah kata Sanghrila diambil dari kata Esangila ini, melihat kemiripan pelafalannya? Penerjemah). Demikian pula setelah kemenangan Dewa Baal atas Yam-Nahar, ia mengeluh bahwa dia tidak memiliki istana seperti dewa-dewa lainnya. Baal dan adik perempuannya, Anath, memohon pada Dewi Asyerah, Dewi Laut untuk memohonkan pada El dan mendapatkan izin darinya untuk membangun rumah Baal. Asherah menunggangi pelana keledainya dan berjalan ke utara ke Gunung Zaphon, ke istana El. (Tunggu....... apa ? keledai? Seorang Dewi menunggangi keledai? Ini keterlaluan. Setelah hampir 6000 tahun peradaban datang dan berlalu, tidakkah anda rasakan kejanggalan ini? Bayangkan seorang dewi menunggangi keledai dan mengembara ke utara? Ya, pada jaman dahulu para dewadewi dibayangkan sebagai entitas yang menyerupai manusia dan mahluk yang hidup di bumi ini dengan hazat hidup kesehariannya. Kemudian semua entitas yang unggul itu (yang tentu saja diciptakan oleh imajinasi manusia) yang tadinya hidup di antara umat manusia, ditinggikan, meninggalkan ranah dunia, naik ke langit, dan Anda pasti tahu sisa cerita; mitologi berakhir dengan pencipta realitas tertinggi yang maha kuasa. Lihatlah kisah-kisah di Perjanjian Lama dimana tuhan/allah/dewa YHWH dicitrakan sebagai yang memimpin sidang para allah/dewa, yang kemudian para allah/dewa yang inferior ini dijadikan para malaikatnya? Lihat pula bagaimana Alquran mencitrakan dewa Awloh berinisiatif memilih para nabi, menurunkan kitab-kitab, menyuruh Jibril menjadi duta bagi para nabinya? tidakkah ini jelas bahwa YHWH maupun Awloh adalah dewa dalam imajinasi manusia juga yang mengambil pola-pola penceritaan dan tema-teman yang hampir sama? Jangan pernah lupakan bagaimana Dewi Asyerah menunggangi keledainya ke

utara ke gunung Zaphon. Ini semua bermula dari mitos-mitos yang diciptakan oleh bangsa Sumeria. Jangan lupakan Lu-dingir-ra yang telah dengan jujur menuliskan ketidakpercayaannya tentang kisah-kisah itu ribuan tahun yang lalu. Jangan lupakan kemajuan intelektual manusia sejak saat itu, yang sampai sekarang telah merentang masa 6000 tahun ! Sebab jika kita lupa, kita tidak memiliki pilihan lain selain menemukan diri kita dalam posisi yang sama dengan keledai Dewi Asyerah, kita ditunggangi dengan dewa-dewi, allah, tuhan dan awloh yang juga sebenarnya adalah kreasi dari manusia sendiri !) Singkat cerita, akhirnya Dewi Asherah memperoleh izin dari El bagi pembangunan kuil / Istana Baal. Setelah pembangunan istana itu selesai, Baal merayakannya bersama dengan saudarasaudaranya dan tujuh anak-anak Dewi Asyerah (lagi-lagi kita temui angka tujuh !). Pada pesta itu Baal menyatakan supremasinya dan menyatakan bahwa ia tidak akan mengirim upeti kepada Dewa Mot, dewa ketandusan dan dunia bawah / dunia kematian. Episode berikutnya dari mitos ini adalah semua tentang konflik antara Baal dan Mot ini melambangkan konflik baru ancaman yang ditimbulkan oleh perambahan padang tandus -. dipersonifikasikan oleh Mot - di atas bumi yang subur . (Telah sering diduga kemungkinan hubungan antar nama dewa 'Mot' dengan kata 'mot' dalam bahasa Ibrani yang berarti 'kematian'. Menurut beberapa sarjana, klausa terakhir ayat dalam Mazmur 48 (Authorized Version) berisi referensi untuk Mot. Mereka mengatakan bahwa klausa "Dia yang akan memimpin kita, sampai pada kematian, seharusnya dibaca , Dia akan memimpin kita melawan Mot. Baal dan Mot : Baal menolak membayar upeti kepada Mot. Utusan Baal untuk Mot kembali dengan pesan ancaman. Baal ketakutan akan balasan dan mengirimkan kembali sebuah jawaban sederhana. Kemudian diceritakan bahwa utusan itu tiba di istana El dan mengumumkan bahwa mereka telah menemukan Baal terbaring mati. Penyebab kematiannya tidak diberitahu. Mendengar berita itu Dewa El turun dari singgasananya dan duduk di tanah, menuangkan debu pada kepalanya, memakai kain kabung (Bangsa Yahudi melakukan hal yang sama ketika mereka berada dalam situasi yang sama) dan melukai pipinya dengan batu. Ia mengucapkan ratapan atas Baal. Anat pergi mengembara mencari kakaknya, dan setelah menemukan tubuhnya, dengan bantuan Shapash (setara dengan dewa Shammas, dewa Matahari bangsa Akkadia dari Ugarit), dia membawa tubuh itu ke gunung Zaphon, menguburnya, dan membuat pesta pemakaman besar sebagai penghormatan kepadanya. Dapat disimpulkan bahwa ketidakhadiran Baal di Bumi berlangsung selama tujuh tahun, tahun-tahun kekeringan dan kelaparan (lagi-lagi nomor tujuh). Kemudian Anath menangkap Mot, dan membunuhnya .. Pada akhir dari mitos itu Baal mendapatkan kembali tahtanya, Mot tampaknya telah hidup kembali juga. Ada perjuangan yang hebat, maka semacam rekonsiliasi terjadi, Baal kembali pada kekuasaannya dan memberikan penghargaan kepada para pendukungnya.

Anat dan Kerbau :

Dalam mitos ini Anath mencari tahu dimana Baal dapat ditemukan. Seseorang memberitahu bahwa Baal sedang berburu. Anat mengikuti Baal dan ketika Baal menemuinya, Baal jatuh cinta padanya. Anat bercinta dengan Baal dalam bentuk sapi betina. Pada akhirnya Anath memberitahu Baal bahwa Seekor sapi liar lahir untuk Baal, kerbau bagi pengendara dari awan. Baal bersukacita. Mitos mencerminkan pernikahan kakak dan adik yang merupakan aturan di Mesir bagi para Firaun. Mitos Yunani Zeus dan Io mungkin memiliki akarnya dalam mitos Kanaan ini. Kota Ugarit terletak dalam lingkup pengaruh baik dari Asyur maupun peradaban Mesir, dan mitos Kanaan utara ini menunjukkan tanda-tanda yang jelas mitologi baik dari Akkadia maupun Mesir. Namun mitologi Babilonia memiliki pengaruh dominan. Mitologi Kanaan pasti telah menanamkan jejak yang nyata dalam puisi dan mitologi Ibrani.

MITOS-MITOS MESIR Oleh : Mudarras Kadhir Gaznavi

Diterjemahkan : Badra Naya Mitologi Mesir, Sumeria dan Akkad memiliki kemiripan yang mendasar, namun juga memiliki perbedaan-perbedaan yang mencolok dan penting. Karena perbedaan-perbedaan melibatkan otoritas / pihak yang berwenang, dan pihak yang berwenang ini adalah para penguasa. Untuk itu mari kita memulainya dengan ciri-ciri sistem kepenguasaan raja di Mesir dan SumeriaAkkad. Bangsa Sumeria percaya bahwa raja dikirim turun dari atas sana - dari para pencipta tertinggi. Yang berarti bahwa raja-raja di bumi adalah para pengawas tertinggi. Raja-raja Sumeria, Babilonia dan Asyur telah menyatakan diri telah dipilih dan diangkat oleh para dewa. Mereka bertindak sebagai wakil para dewa dalam ritual, dan dalam beberapa kasus didewakan setelah kematiannya. Tapi di Mesir raja tidak mewakili dewa, DIA ADALAH ALLAH / SESEMBAHAN (tuhan yang hidup di bumi di antara umat manusia). ketika ia masih hidup ia dipanggil Horus (Dewa Cahaya Mesir anak dari Osiris dan Isis), dan ketika meninggal ia adalah Osiris, penguasa kematian. Oleh karena itu banyak mitos Mesir berkaitan dengan kerajaan dan siklus Osiris-Horus. Bangsa Mesir sangat disibukkan dengan kematian dan kehidupan setelah kematian, yang melahirkan kultus Osiris kultus dan mitologi, yang juga mengarah ke mumifikasi dengan mitos dan ritual yang menyertainya. Sekte lain telah ada bersama dengan pemujaan Osiris dan mungkin asal mulanya lebih kuno: Kultus Ra (kadang dilafalkan sebagai Re), Dewa Matahari, yang juga melahirkan sekelompok mitos. Akhirnya kedua kultus menjadi terjalin, mengarah ke perpaduan dari mitos Osiris dan Ra. Unsur ketiga yang sangat penting dalam agama Mesir: Sungai Nil. Sungai Nil memiliki aspek yang membungkus semua tentang kehidupan Mesir. Sungai Nil dipuja sebagai dewa dan memiliki tempat dalam ritual dan mitologi Mesir. MITOS-MITOS OSIRIS Mitos ini adalah tentang konflik antara Osiris dan Seth,saudaranya. Unsur politik dari konflik ini mencerminkan pertentangan kelas-kelas dalam monarki Mesir saat itu, yang akhirnya membuat kelas monarki Mesir bagian atas dan Mesir bagian bawah bersatu. Unsur agrikultural dalam mitos tersebut menunjukkan kepada kita bahwa Osiris adalah dewa tetumbuhan. Seperti Tammuz dalam mitologi Akkadia ( dan Dumuzi dalam mitologi Sumeria) ia adalah dewa kematian dan kebangkitan. Ia mati bersama dengan tetumbuhan yang mati dan bangkit kembali bersama dengan tunas barunya. Osiris adalah Khent-Amenti, Dewa Neraka. Dia memimpin pengadilan yang memutuskan nasib kemana jiwa-jiwa akan pergi, dan dalam aspek ini ia tidak terpisahkan dengan ritual rumit mumifikasi. Garis besar dari mitos Osiris yang terkandung dalam risalah De Iside oleh Plutarch. Menurut catatan ini Osiris adalah pahlawan budaya yang mengajarkan orang Mesir kuno seni pertanian dan kerja-logam. Dalam mitos, Osiris adalah anak Geb, Dewa Bumi, dan adiknya, sekaligus istrinya adalah dewi Isis, yang bersamanya memerintah atas Mesir dan membantunya dia dalam kegiatan kebajikan lainnya. MITOS-MITOS RA, SANG DEWA MATAHARI

Di Mesir kultus terhadap dewa matahari menduduki tempat yang jauh lebih penting daripada dalam ritual dan mitologi Sumeria dan Akkad. Shamash, (Dewa Matahari dalam mitologi Akkadia) adalah penjaga keadilan. Tapi dia tidak pernah menjadi salah satu dari tiga serangkai dewa, dan tidak pernah dikaitkan dengan mitos penciptaan. Dewa Ra menurut tradisi adalah raja pertama Mesir, dan sebagai Atum ia adalah pencipta dunia. Seperti nama yang disandangnya, kota Heliopolis adalah pusat kepala kultus Ra (Helio berarti Matahari dalam bahasa Yunani), dan mungkin di sanalah kultus Osiris dan kultus dewa matahari bergabung selama periode Kerajaan Mesir Lama. Dewa berkepala elang, Horus, dianggap sebagai kepala pelindung firaun Khafre. Patungnya menunjukkan identifikasi Horus dengan Ra dan asosiasi dari kerajaan dengan Ra. Mitologi Ra dan Osiris telah menjadi benar-benar tercampur. Namun masih ada beberapa unsur dari mitologi matahari yang tetap berbeda dengan mitos Osiris.

PENCIPTAAN MITOS Sistem kepercayaan Mesir bersifat cair, dan mitos penciptaan mengasumsikan berbagai versi. Apa yang mendasarinya adalah aktivitas matahari yang berakibat pada lendir yang ditinggalkan oleh air surut dari banjir Nil. Bentuk paling awal dari mitos ini, kemudian dimodifikasi oleh teologi Heliopolis dan Memphis, menyajikan dewa matahari Atum-Ra, duduk di atas bukit purba, dan menciptakan 'dewa-dewa yang dalam mengikuti-Nya'. Tapi Atum sendiri digambarkan sebagai yang muncul dari Nun, laut purba ( Laut Purba? Hmmm ini terdengar akrab. Seseorang pasti telah mencuri idea ini dari mitologi Sumeria !). Dalam bentuk mitos yang dimiliki Hermopolis, di Mesir Tengah, munculnya Atum adalah akibat aktivitas Ogdoad ( Ini dipahami sebagai bentuk hewan, empat ular dan empat anjing, mewakili kekacauan purba. Nama mereka Nun dan permaisurinya Naunet, Kuk dan Kauket, Huh dan Hauhet dan terakhir Amon dan Amaunet). Atum, muncul dari perairan, menata unsur-unsur kekacauan ke dalam keteraturan, sehingga dalam teks tersebut mereka muncul sebagai dewa yang berfungsi menjaga segala sesuatu sebagaimana mestinya. Dalam bentuk awal dari mitos itu, menurut Teks Piramida, Atum direpresentasikan sebagai menyuburkan dirinya dan memproduksi Shu (udara) dan Tefnut (kelembaban); dari penyatuan pasangan ini terciptalah Geb (Dewa Bumi) dan Nut (Dewi Langit); di sini teologi Heliopolitan memperkenalkan tokoh-tokoh dari kelompok Osiris, dan membuat Geb dan Nut melahirkan Osiris dan Isis, berdampingan dengan Seth dan Nephthys, sehingga menyelesaikan Ennead Heliopolitan. Ada bentuk lain dari mitos yang timbul dari keinginan untuk membela pentingnya Memphis sebagai ibukota baru dari dinasti pertama Mesir. Ptah adalah dewa lokal Memphis. Teologi Memphite, sebagaimana dokumen yang berisi bentuk mitos itu biasanya disebut, telah mengubah Ennead Heliopolitan dengan memberikan keunggulan dalam kegiatan penciptaan untuk Ptah. Di bagian dari Teologi Memphite yang menyangkut penciptaan, Ptah disamakan dengan Nun, laut purba, dan disajikan sebagai yang menjadikan Dewa Atum dan semua dewa Ennead Heliopolitan lainnya menjadi ada lewat kata-kata ilahi-Nya (Ini dia lagi, kekuatan kata-kata !). Apa yang bisa disebut kredo dari Teologi Memphite secara singkat diringkas dalam bagian berikut teks: "Ptah yang bertahta di atas Tahta Besar Ptah-Nun, bapak yang melahirkan Atum; Ptah-Naunet, ibu yang melahirkan Atum;

Ptah Yang Agung yang adalah hati dan lidah Ennead (Ptah) yang melahirkan dewa-dewa. " jantung dan lidah dalam pemikiran Mesir: Jantung dan lidah merepresentasikan pikiran dan ucapan, atribut sang pencipta, dan dipuja sebagai Horus dan Thoth (Dewa Bulan Mesir). dengan pikiran dan ucapan Ptah melakukan hal berikut: menjadikan para dewa, membawa keteraturan dari kekacauan; memutuskan nasib (seperti Marduk); menyediakan makanan bagi manusia, membagi Mesir ke dalam provinsi dan kota; memberikan tempat kepada berbagai dewa-dewa lokal. Pada jaman itu pikiran dan perasaan dikaitkan dengan aktivitas jantung, dan ucapan sederhana dari suatu realitas tertinggi dianggap cukup untuk materialisasi pikiran itu pada saat itu juga. Masalah jantung dan lidah dapat juga ditemukan juga di kepercayaan Sumeria, Zoroastrianisme, Agama Musa dan Islam. Nah, sekarang tahan dulu : deskripsi tentang aktivitas kreatif Ptah yang ditutup dengan kata-kata ".. Dan Ptah beristirahat (atau merasa puas), setelah ia membuat segalanya", Apakah terdengar akrab di telinga Anda? Ya! Tuhannya Musa dan bangsa Ibrani melakukan hal yang sama. Kisah penciptaan dalam Kejadian ditutup dengan kalimat yang hampir sama (Kejadian 2:2). Identifikasi Ptah dengan Atum-Ra menandakan hubungan antara mitos Heliopolitan Ra sebagai pencipta dan Teologi Memphite yang mengambil mitos sebagai dasar spekulasi kosmologis.

Bagaimana tentang penciptaan manusia? Well, konsep penciptaan manusia tidak memiliki tempat khusus dalam mitologi Mesir. Memang ada gambar-gambar tentang penciptaan manusia oleh Dewa Khnum di atas roda tembikar dan ada berbagai referensi dalam teks-teks Mesir untuk

kegiatan penciptaan khusus, tetapi garis antara manusia dan para dewa tidak begitu tajam seperti yang digambarkan dalam agama-agama dan mitologi Semitik. Akibatnya penciptaan manusia memiliki penekanan yang relatif sedikit dalam mitologi Mesir. DEWA RA YANG LANJUT USIANYA Tidak ada banjir disebabkan oleh sungai Nil yang bisa dibandingkan dengan banjir destruktif yang disebabkan oleh sungai Eufrat dan Tigris. Karena itu tidak ada mitos-mitos Mesir tentang kehancuran umat manusia oleh banjir. Menurut mitos ini Dewa Ra sudah lanjut umurnya dan merasa bahwa otoritasnya atas dewa-dewa dan manusia telah berkurang. Dia mengumpulkan seluruh jajaran dewa dan mengatakan kepada mereka bahwa para manusia telah berkomplot melawan dia. Dia meminta saran dari Nun, yang tertua dari para dewa. Nun menyarankan mata dewa Ra, dalam bentuk dewi Hathor, harus dikirim melawan umat manusia. Maka dikirimlah dewi Hathor. Dia memulai pembantaian dan menceburkan diri dalam darah manusia. Tetapi ternyata Dewa Ra tidak menginginkan kehancuran total umat manusia sehingga ia merencanakan sebuah rencana untuk membuatkan tujuh ribu botol bir gandum yang dicelup dengan warna merah oker agar menyerupai darah. Kemudian bir itu dicurahkan ke atas ladang sampai kedalaman sembilan inci. Ketika Dewi Hathor melihat banjir darah ini di kala fajar, kemudian dari cerminan banjir darah dan sinar matahari itu ia melihat wajahnya sendiri sendiri dalam keindahannya, dia terpikat, dia meminumnya dan menjadi mabuk hingga lupa kemarahannya terhadap umat manusia. Sehingga umat manusia diselamatkan dari kehancuran total.

PEMBANTAIAN APOPHIS

Apophis sang ular besar / naga adalah musuh Ra. Dalam salah satu teks Seth adalah sang tokoh pemenangnya. Untuk menyegarkan ingatan anda : Marduk adalah agen dari para dewa yang menaklukan Tiamat sang naga di mitos Akkadia. Dalam teks lain para dewa yang dilahirkan oleh Ra menggunakan kekuatan magis untuk menghancurkan Apophis. Kita memiliki paralel yang menarik di sini dengan kemenangan Marduk atas Tiamat sang naga di Festival Tahun Baru Babilonia. (Penerjemah Dalam teologi Kristen ada pengajaran bahwa Yesus yang adalah anak dari Sang Bapa mengalahkan Iblis yang disimbolkan dengan naga lewat kematiannya ? Tidakkah paralelisme ini jelas?) NAMA RAHASIA RA Ini adalah mitos matahari yang menyangkut potensi magis dari nama seorang dewa. Isis ingin mempelajari nama rahasia dari Ra. Dia pikir seandainya ia tahu, ia akan menggunakannya dalam mantra sihirnya. Dia menciptakan ular dan menempatkannya di jalur dimana Ra akan melintas. Re keluar istananya, dan ular mengigitnya. Ra didera rasa sakit yang amat sangat. Ia memanggil para dewa dalam suatu rapat besar. Di antara mereka adalah Isis dengan kemampuan sihirnya. Ra memberitahu mereka apa yang telah terjadi padanya, dan memohon Isis untuk meringankan rasa sakit yang dirasakannya. Isis mengatakan kepadanya, agar mantranya lebih efektif ia harus tahu nama rahasia dari Ra. Re mengatakan kepadanya bahwa ia adalah Khepri di pagi hari, Ra pada tengah hari, dan Atum di malam hari. Tetapi Isis mengatakan kepadanya bahwa tidak satupun dari nama rahasia itu yang manjur. Akhirnya ia mengungkapkan nama rahasianya dengan syarat tidak boleh diketahui oleh dewa lain kecuali Horus. Dengan menggunakan nama rahasia ini Isis mengucapkan mantra yang menghilangkan efek dari racun ular itu. Teks ini diakhiri dengan petunjuk penggunaan mantra untuk menyembuhkan gigitan ular.

THOTH SEBAGAI WAKIL RA Dewa Ra memerintahkan Dewa Thoth, dewa bulan, untuk menemui dia. Ketika ia muncul Re memberitahu Thoth bahwa ia ditunjuk untuk menjadi wakilnya dan memberikan cahaya di dunia bawah, sementara Ra bersinar di tempat yang tepat di langit. Ini adalah sebuah mitos etiologis dimaksudkan untuk menjelaskan mengapa Bulan memberi cahaya pada malam hari. MITOS BERHUBUNGAN DENGAN NIL Sungai Nil secara alami menempati tempat yang luas dalam mitologi Mesir. Ritual jenasah dan mitos pemujaan Osiris, serta pemujaan Ra terikat dengan mitos-mitos yang terhubung ke sungai Nil. Sungai itu disembah sebagai dewa dengan nama Dewa Hapi. Ada sebuah patung terkenal dari dewa Nil di Museum Vatikan yang memperlihatkan seorang dewa yang tengah berbaring, dan dikelilingi oleh enam belas anak, masing-masing satu hasta tingginya.Hal ini melambangkan kenyataan bahwa jika permukaan sungai Nil turun di bawah enam belas hasta maka akan ada kelaparan. Pada sebuah makam di Abydos kita memiliki representasi dari dua Nil

membawa papirus, teratai dan berbagai jenis makanan dan minuman. Mitos dari dua Nil terkandung dalam himne terkenal Akh-en-Aton kepada Aton / Aten, atau Piringan Matahari. Dalam mitos ini Aton menciptakan dua Nil, satu di bawah dan satu lagi di langit di atas. Aton mendatangkan Nil dibawah untuk menopang kehidupan orang-orang Mesir. Tujuan dari Nil surgawi adalah untuk menyediakan air kepada orang asing. Tetapi aspek yang paling penting dan signifikan dari mitos yang berhubungan dengan sungai Nil adalah aspek berhubungan dengan mitos Osiris. Dalam sebuah himne untuk Osiris, Raamses IV mengatakan Engkaulah Sungai Nil, dimana dewa dan manusia hidup keluar aliran airmu. Salah satu unsur dalam mitos Osiris adalah tenggelam Osiris dan dibangkitkannya oleh Isis. Plutarch menceritakan bahwa pada bulan Athyr para imam biasanya pergi ke sungai di malam hari untuk mengisi bejana emas dengan air sungai. Ketika mereka melakukannya, orang-orang hadir dalam upacara berteriak 'Osiris ditemukan.' Kisah tenggelam dan ditemukannya Osiris di Sungai Nil memainkan bagian penting dalam ritual musiman di Mesir.

Kisah-kisah dia atas hanyalah beberapa mitos dari mitologi Mesir yang begitu luas dan rumit. Bagian sebelumnya pada mitos-mitos Sumeria dan Mesopotamia dan bagian ini pada mitosmitos Mesir saya ambil dari studi yang dilakukan dengan sangat baik oleh SH Hooke berjudul Mitologi Timur Tengah. Tetapi kita tidak boleh meninggalkan Mesir tanpa menyebutkan kasus pertama dari sistem kepercayaan monoteistik: Agama yang diperkenalkan oleh Akh-enaton/Ikhnaton. KASUS PERTAMA AGAMA MONOTEISME

Oleh : Mudarras Kadhir Gaznavi Diterjemahkan oleh : Badra Naya Prawacana dari Penerjemah Jika ditanyakan pada umat awam, agama manakah dalam sejarah yang bisa disebut sebagai agama monoteistik pertama, maka kemungkinan besar mereka menjawab, Agama Yudaisme /Yahudi ini biasanya keluar dari bibir orang Kristen dan Yahudi. Orang Islam akan menjawab Agama Ibrahim. Namun sebentuk apakah agama Ibrahim itu? Tidak ada usaha yang jelas dari cendekiawan Islam untuk benar-benar secara akademis mencari tahu seperti apakah kepercayaan Ibrahim, bagaimana ritualnya, apa prinsip utamanya, darimanakah agama ini berasal dst. Alih-alih mereka hanya akan menunjukkan tradisi yang tidak berdasar pada sejarah, bahwa agama Ibrahim adalah agama yang dipraktekan oleh Ishaq, dan Ismael, dimana ia membangun Kaabahnya di Mekkah dll. Tidak ada catatan sejarah yang mendukung asumsi imajinatif semacam itu. Kaabah hanyalah kuil pagan yang dibangun abad ke-2 M. Dan kisah-kisah bahwa Ibrahim membangun kaabah hanyalah topos, legenda setempat yang tak ada tempatnya dalam sejarah. (Kisah tentang Abraham / Ibrahim akan kita telaah di artikel-artikel berikutnya). Akan halnya dengan sebagian para peneliti, mereka percaya bahwa sistem kepercayaan yang sistematis (menurut ukuran jaman itu) yang mengusung idea-idea suatu ketuhanan yang tunggal, tidak berasal dari Mesopotamia, melainkan dari Mesir. Agama ini disebut agama Aten, diambil dari nama sang allah/ sesembahannya Aten. Keagamaan ini telah lama ada namun mendapatkan signifikansinya ketika seorang Faraoh / Firaun bernama Amenhotep IV mendukung agama ini, bahkan ia mengganti namanya menjadi Akh-en-Aton. Selanjutnya ia melarang praktek dan ritual agama-agama lain, diantaranya kultus pada dewa Matahari, Amen. Namun kejayaan agama baru ini (agama Aten) tidaklah berlangsung lama. Hanya dalam beberapa tahun saja ia berkembang kemudian ia dilarang oleh Firaun berikutnya, anak dari Tut-ank-Aten.Sang Bapak digulingkan dari kekuasaan, agamanya dilarang di Mesir, dan rakyat kembali mempraktekkan agama-agama lamanya. Nampaknya dalam ribuan tahun sejarah agama-agama tidak pernah berubah. Syahwat kekuasaan dalam agama secara natural akan mencari kanal-kanal kekuasaan dan politik, bahkan kudeta berdarah-darah sekalipun ! Segera setelah ia berada di atas, ia akan mengiblis-ibliskan pihak lain yang tak sealiran dengannya. Dan gerakan-gerakan keji semacam ini jelas terlihat di Indonesia, dimana kita dapati beberapa golongan radikal keagamaan dengan semangat jihadnya berusaha meracuni masyarakat kita untuk hanya tertuju pada suatu ajaran yang mengutamakan kekakuan dan penalaran rendah satu arah. Gerakan-gerakan ini bahkan dapat dilihat baik itu lewat pergerakan radikalisme, bahkan fundamentalisme dan sektarian di lembaga-lembaga pemerintahan sekalipun ! Apakah anda akan tinggal diam sampai melihat anak-cucu kita dibelenggu oleh kebodohan, ketololan, sektarianisme dan primordialisme ? Untuk menyadarkan bahaya semacam itulah saya sengaja menerjemahkan artikel-artikel ini, untuk menunjukkan pada Indonesia betapa bahayanya dan sungguh celakanya suatu bangsa yang jatuh dalam rengkuhan agama yang membius nalar dan melulu mengutamakan kekerasan dan pembenaran.

***

Di akhir dinasti ke-18 Mesir menjadi kekuatan dunia. Perkembangan dalam pemikiran keagamaan administrator dan intelektual kelas atas mencerminkan imperialisme baru, dimana monoteisme menjadi produk sampingan dari semangat tersebut. Tuhan / allah adalah refleksi dari firaun yang adalah penguasa mutlak dari kekaisaran besar dunia. Ide dewa universal ini muncul karena pengaruh para imam / pendeta Dewa Matahari di kota On (Heliopolis) yang mungkin menjadi lebih kuat dengan impuls yang berasal dari Asia. Nama tuhan tersebut adalah Aton / Aten, dan ia tidak terbatas pada satu negara atau orang. Kemudian seorang Firaun muda berkuasa di Mesir pada 1379 SM. Seperti ayahnya, ia juga disebut Amenhotep / Amenophis (IV) (Amenhotep = 'Amon puas') pada awalnya. Kemudian ia mengubah namanya menjadi Akh-en-Aton. Dia mencoba untuk memaksakan sebuah sistem keyakinan baru pada rakyat Mesir, yang sangat kontras dengan tradisi dan kebiasaan yang sudah berumu ribuan tahun. Sistem kepercayaan baru ini adalah monoteis ortodoks, contoh pertama dari sejenisnya dalam sejarah. Amenhotep berkuasa selama 17 tahun (1379-1362 SM). Setelah kematiannya sistem kepercayaan yang baru ini menemui akhirnya secara tiba-tiba, apa pun dan segala sesuatu yang berkaitan dengan penguasa 'sesat' ini dilarang.

Setiap perkembangan baru pastilah memiliki dasar. Dari sudut pandang ini, akar-akar monoteisme Mesir dapat ditemukan pada jaman-jaman sebelumnya. Selama periode yang signifikan telah ada upaya di antara para imam dari Kuil Matahari di On (Heliopolis) untuk mengembangkan pemikiran dan menekankan aspek moral dari suatu sosok allah/tuhan/sesembahan universal. Selama masa pemerintahan Amenhotep III (Ayah dari Akh-en-Aton) penyembahan pada Dewa Matahari tampaknya telah mencapai suatu tingkat popularitas (Ini mungkin merupakan reaksi terhadap penguatan pemujaan Amun dari Thebes). Sebuah nama yang sangat kuno dari dewa Matahari, Aten, Aton atau Atum, telah kembali mendapatkan pengaruh pentingnya. Dan raja muda Amenhotep IV (yang kemudian berganti nama menjadi Akh-en-Aton) menemukan suatu gerakan yang siap berkembang berdasarkan sistem kepercayaan pada Aten / Aton. Meskipun ia bukan orang pertama yang telah memulai sistem kepercayaan ini, ia menjadi pengikut setia. Sementara semua ini berlangsung, Mesir menjadi kekuatan dunia, dan reaksi yang ditimbulkan dari imperialisme ini menemukan refleksinya dalam agama yang bersifat universalis dan monoteistik. Sang dewa/allah/tuhan dalam keyakinan ini harus melampaui batas-batas kedaulatan negara dan menyebar ke wilayah-wilayah yang diduduki. Amenhotep IV (Akh-en-Aton) tidak pernah membantah kesetiaannya kepada kultus matahari, hanya saja ia tidak menyembah matahari sebagai obyek sesembahan tetapi sebagai simbol dari yang ilahi yang dinyatakan sebagai energi sinar cahaya, dan ia menggambarkan dirinya sebagai nabi pertama dari Re-Horakhte, yang bersukacita dalam Horizon, dalam namanya : Sinar Mentari dalam Aton." Imam Aton tinggi disebut 'Pelihat Teragung'. Nubuat-nubuat dari Dewa Aton digunakan, dan Dewa ini, sebagai realitas tertinggi, dibedakan dengan jelas dari Matahari. Dan firaun telah menguduskan kekuatan matahari untuk mempengaruhi dunia. Kultus baru ini menekankan sifat pribadi hubungan antara sang tuhan dengan sang firaun. Bukan hanya dalam bahasa antropomorfik, Matahari digambarkan sebagai bola emas penumpah sinar cahaya pada raja dan ratu Nefertiti-nya, masing-masing sinar ujungnya ditarik oleh di tangan Ankh, pengaju tanda kehidupan, untuk pasangan kerajaan. Pengaruh Amenhotep IV (Akh-en-Aton) adalah intervensi energik. Untuk pertama kalinya dia telah diperkenalkan 'faktor pengecualian' yang mengubah doktrin dewa universal ke monoteisme. Dalam salah satu himne ia berkata: "Ya, Tuhan yang satu-satunya, tidak ada tuhan lain selain Engkau!" (Sebuah kesan yang identik dapat ditemukan dalam Zoroastrianisme, Yudaisme, dan Islam). Sebagai hasil dari reaksi antara para imam Amun terhadap agama baru ini, kepercayaan Amenhotep IV ini secara bertahap menjadi jelas, koheren, pantang menyerah dan intoleran. Oposisi ini telah meningkat ke puncaknya di tahun keenam masa pemerintahan Amenhotep IV dimana ia mengganti namanya dari Amenhotep (yang sebagaiannya berasal dari nama dewa Amun / Amon) menjadi Akh-en-Aton (Akh-en-Aton = 'Aton senang' atau 'hal ini menyenangkan Aton ') (Coba sejenak pikirkan tentang kata 'amin' dalam Yudaisme, Kristen, Islam. Kata ini identik dengan apa yang mereka ucapkan. Mungkinkah ini adalah sisa-sisa dari praktek kultus dewa Amun / Amin di mana para pemercayanya memanjatkan doa-doa komunal di kuil dan mengulangi nama dewa Amin / Amun di antara doa dan nyanyian? Kata 'Amin' ini mungkin diteruskan ke Yudaisme ketika Musa membawa umatnya keluar dari Mesir, dan dari Yudaisme, Islam

mengadopsinya secara alami karena kitab suci Islam Quran - adalah tindak lanjut dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru). Akh-en-Aton telah menghilangkan nama Dewa Amun / Amin, tidak hanya dari namanya dalam ritual dan praktek keagamaan, tetapi juga menghapusnya dari semua prasasti. Setelah mengubah namanya ia meninggalkan kota Thebes, dan mendirikan ibukota kerajaan baru di dekat sungai sungai, yang ia beri nama 'Akhetaten' (Akhetaton / Akhetaten = ' Cakrawala Aten / Aton') reruntuhan istananya itu berada di Tell el -Amarna di zaman kita sekarang. Dia menutup semua kuil Amun, ibadah di kuil-kuil tersebut dilarang, semua aset kuil disita. Menurut Akh-en-Aton apa yang dikatakan tentang dewa-dewa lainnya semua kebohongan, dan penipuan. Dia benar-benar menolak ilusi kehidupan setelah kematian yang sangat penting bagi Mesir. Aton / Aten sistem kepercayaan telah melarang segala sesuatu yang berhubungan dengan mitos, magis, dan tenung. "Semua rumus, dan alat-alat ritual yang berhubungan dengan sihir dibakar. Jin, setan, monster, roh, mahluk setengah dewa, setan, bahkan Osiris dibakar menjadi abu." (Nampaknya semangat intoleransi, kekerasan, pemaksaan, tafsir sepihak dan tindakan barbarik dan kudeta politik selalu menjadi modus operandi kelompok monoteistik sepanjang masa, karena hanya dengan cara itulah agama monoteistik mendapatkan posisis kuatnya ! Penerjemah) Akh-en-Aton menerima energi sinar matahari sebagai sumber kehidupan di bumi, dan menyembah energi ini sebagai simbol kekuatan tuhannya. Dia menyebarkan kebahagiaannya yang disebabkan oleh 'penciptaan', dan kehidupan Ma'at-nya ( kehidupan yang jujur dan adil). Meskipun semua kekayaan dan keagungan yang bisa dilihat dalam seni periode Amarna, tetap tidak ada representasi lain atau gambar pribadi- Dewa Matahari Aten / Aton. Karena Akh-en-Aton tidak memungkinkan pembuatan berhala atau gambar dari Dewa Matahari. Raja berkata bahwa Tuhan / Dewa / Allah / Sesembahan yang sebenarnya tidak memiliki bentuk, dan terus selamanya hidupnya, tidak berubah. Sebuah titik terakhir: Satu poin penting terakhir : agama ini tidak berbicara apa-apa tentang Osiris dan dunia orang mati.

[ Sisipan dari Penerjemah : Guna memperjelas penggambaran Aten ini, secara visual saya tambahkan gambar dan keterangan dari sumber lain :

Dewa Mesir Aten digambarkan sebagai bulatan piring matahari dengan sinarnya yang sampai ke bumi. Di ujung sinar itu terdapat tangan-tangan manusia yang sering memperpanjang Ankh untuk Firaun. Aten disebut pencipta manusia dan roh pemelihara dunia. Aten hanya dipuja oleh Firaun Akh-en-aten (Amenhotep IV) dan istri pertamanya,Nefertiti, dan ini banyak menyebabkan perpecahan dalam kerajaan. PenerusA khenaten melakukan semua yang mereka bisa lakukan untuk menghapus Akhenaten dan dewa pujaannya, Aten, dari perhatian publik. Akhirnya, Agama Akhenaten ditinggalkan dan nama "Akhenaten" dicap sebagai "raja sesat." Sumber : http://www.magialuna.net/goda.html ]

***

Terlepas dari fakta bahwa Akh-en-Aton telah melarang semua dewa lain dan bersikeras hanya dewa Matahari sebagai dewa tunggal untuk disembah, (dengan kata lain ia benar-benar monoteis), ia menjadi orang pertama yang dituduh sebagai orang yang anti-teis, kemudian dengan ateis. Firaun Mesir Akh-en-Aton adalah ateis pertama dalam daftar sejarah umat manusia. Meskipun Akh-en-Aton telah menyembah dewa tunggal, Dewa Matahari Aten / Aton, dalam hukum Tut Ankh-Aton ia dituduh oleh anaknya yang menggantikan dia sebagai ateis, karena ia telah menolak para dewa resmi kerajaan. Nama tut-Ankh-Aton diubah menjadi Tut Ankh-amen karena sistem kepercayaan Aton ditinggalkan setelah kematian Akh-en-Aton. Berikut ini adalah sebuah himne yang menyatakan dasar-dasar pemujaan Aton / Aten:

".. betapa beragamnya apa yang telah engkau buat ! ... oh tuhan yang satu, tiada yang menyerupaimu ! engkau menciptakan dunia sesuai dengan keinginanmu, ketika engkau sendirian; semua manusia, ternak dan binatang liar, apapun yang di bumi, yang berjalan dengan kakinya, dan apa pun yang terbang tinggi dengan sayap-sayapnya negeri-negeri Suriah dan Nubia, tanah Mesir, engkau menetapkan setiap orang di tempatnya, engkau sediakan kebutuhan mereka, setiap orang memiliki makanan, dan waktu hidupnya diperhitungkan. bahasa mereaka engkau beda-bedakan, dan sifat-sifat mereka juga; warna kulit mereka dibedakan, karena engkau membedakan orang-orang asing ... ... tidak ada yang lain yang tak mengenal mu, selamatkanlah anakmu nefer-kheperu-re wa-en-re, sebab engkau telah membuatnya fasih dalam rencanamu dan dalam kekuatanmu. " (Para pemeluk Yudaisme dan Islam dapat menemukan beberapa atribut yang tepat dari tuhan mereka dalam himne ini). Tapi sayangnya, kultus atau sistem kepercayaan Aten ini tidak menikmati popularitas yang lama, dan kemungkinan besar terbatas pada lingkaran dekat firaun saja. Selanjutnya sebuah periode anarki muncul sampai tahun 1350 SM ketika jendral Haremhab / Horemheb membangun kembali tata negara. Dalam periode interim ini sistem keyakinan lama diperkenalkan kembali, dan agama/sistem kepercayaan Aten ditinggalkan. Ibu kota Akh-en-Aton dihancurkan dan dijarah dan Akh-en-Aton diperlakukan seperti kriminal biasa, dihilangkan dari daftar raja, dan menjadi 'Akh-en-Aton si Kriminal. Sejak kemunculan agama Akh-en-Aton, semua orang yang menolak atau menentang para dewa resmi di Mesir, Yunani atau Roma dituduh ateisme. Socrates, Anaxagoras, Diagoras, Protagoras dan lain-lain yang memiliki pola pikir seperti mereka termasuk di antara mereka yang dituduh ateis. Ide monoteisme yang telah bangkit dalam pemahaman Akh-en-Aton harus tetap tinggal dalam kegelapan untuk waktu yang lama. Beberapa sarjana menemukan asal-usul idea tentang adanya dewa yang tunggal, bapak / sumber dari kitab-kitab keagamaan Yudaisme, Kristen dan Islam di sini, di Mesir, dalam sistem kepercayaan Aton. Beberapa sejarawan Barat berpendapat bahwa Musa telah mendapatkan ide dewa yang tunggal dari Akh-en-Aton. Selanjutnya mereka percaya bahwa Musa adalah seorang pribadi historis yang pernah hidup di Mesir pada saat upaya reformasi keagamaan oleh Akh-en-Aton dan dipengaruhi oleh monoteisme ini. Kita tidak tahu banyak tentang sistem kepercayaan Aton / Aten, akan tetapi jika Musa adalah seorang Mesir maka sistem kepercayaan yang ia perkenakan pada bangsa Ibrani pasti bukan agama lain, melainkan agama Aton / Aten.

AGAMA MITHRAISME
Oleh : Khadir Mudaras Gaznavi Diterjemahkan oleh : Badra Naya Sebelum kita lebih lanjut berkelana dalam agama-agama langit, kita harus memahami satu persatu prekursor utama atau kepercayaan-kepercayaan utama pada jaman itu yang mendahului kemunculan agama-agama langit di jaman kita ini, sebab kepercayaan-kepercayaan ini mempunyai cara-cara tersendiri dalam mempengaruhi sistem kepercayaan /agama-agama langit yang datang kemudian. Dengan pemahaman yang tepat, tak seorangpun berani mengatakan bahwa keyakinankeyakinan yang didasari atas tabu dan totemisme, pemujaan leluhur, kepercayaan primitif, agamaagama primal, animisme, dan beberapa hal lain yang akan kita lihat nanti, telah secara serentak dan tiba-tiba berakhir pengaruhnya dalam kesadaran manusia. Jejak dari keyakinan-keyakinan tersebut masih berurat-akar dalam psikologi manusia. Hanya dengan pencarian sederhana, anda akan temukan beberapa elemen tabu dan sejenisnya di dalam diri anda. Singkatnya, mereka masih ada bersama-sama dengan kita !

(Mithra, Bulan dan Matahari)

MITHRA: DEWA CAHAYA Salah satu sistem kepercayaan yang memiliki pengaruh besar pada sistem kepercayaan berkitab atau agama langit adalah kultus Mithraik. Pada dasarnya ini adalah kultus yang penyembahan pada Dewa Cahaya dari Indo-Iran, Mithra. Kultus ini menyebar dari Persia ke Asia Kecil (Anatolia sekarang) dan dari sana ke Barat. Salah satu kultus terakhir dari kultus-kultus misteri oriental yang mencapai Barat adalah Mithraisme, yang muncul sebagai saingan utama dan lawan dari agama Kristen, sebab pada saat itu Paganisme sedang sekarat. Mithraisme datang ke Mesir dua ratus tahun sebelum Yesus lahir; ia tiba di Roma sekitar pergantian milenium dan segera menjadi agama Kekaisaran Romawi yang paling penting - kultus Mithras, yang adalah entitas superior dari panteon (jajaran dewa) India dan Persia. MITANNIES DAN TANAH KHURU (ASIA MINOR) Untuk memahami peran apa yang dimainkan oleh Asia Minor (Anatolia) dalam memajukan Mithraisme ke dunia Barat, kita harus berhenti untuk jangka waktu singkat di tanah 'Khuru' di mana orang Hurrian tinggal. Alkitab menyebut mereka sebagai orang Hori dan tanah dimana mereka tinggal disebut Khuru. Orang Hori disebutkan dalam Perjanjian Lama bukanlah orang-orang Semit. Tempat tinggal mereka ada di antara gunung-gunung sekitar Danau Van di Anatolia Timur. Mereka adalah suku bangsa utama di bagian utara Mesopotamia, Suriah dan Asia Kecil sebelah timur sekitar tahun 1500 SM Nama-nama pada dokumen Hurrian banyak menunjukkan bahwa setidaknya kasta bangsawan harus diperhitungkan sebagai Indo-Arya. Di bagian utara Mesopotamia mereka mendirikan kerajaan kuat Mitanni antara hulu sungai Eufrat dan Tigris. Raja-raja mereka telah mengumpulkan di sekitar mereka aristokrasi dari ahli-ahli perang berperang dan mereka menyandang nama-nama Indo-Arya. Aristokrasi negara disebut Marya (sebuah kata dalam bahasa India kuno) yang setara dengan prajurit muda. Kuil mereka didedikasikan untuk dewa India kuno. Mantera ajaib dari Rgveda didaraskan di depan arca Mithras / Mithra Sang Pemenang, Cahaya yang mengalahkan Kegelapan, Yang Memerintah Badai, dan Varuna, yang memerintah tatanan abadi alam semesta. Dengan kedatangan entitas tertinggi ini dewa-dewa bangsa Semitik jatuh dari panggung mereka. Dalam kenyataannya Mithra yang menarik bangsa-bangsa Barat ini bukan ilah milik suatu bangsa tertentu, tapi merupakan campuran yang mengambil bentuk akhirnya di bagian timur Asia Kecil (Anatolia) dimana tradisi Persia terpelihara sangat lama.

(Wilayah bangsa Hurrian) MITHRA: ILAH UTAMA Ada kemungkinan bahwa Mithra adalah bawahan baik dari Zurvan Akarana / Zeroana Akerne ( personifikasi dari waktu tak terbatas) dan Ahura Mazda (Tuhan dalam agama Zoroaster). Mithra sebagai pencipta, dan juga sebagai mediator antara manusia dan entitas-entitas yang lebih tinggi, dan jelas dia sebagai dewa utama dalam kultus tersebut. [...] Di antara beberapa peristiwa yang penting dicatat, diantaranya adalah : Kelahiran Mithra dari batu, Penembakan panah di tebing untuk mendatangkan air (Apakah Anda ingat cerita serupa tentang Musa yang mengetuk batu dan mengeluarkan air dan Yesus yang mengubah air menjadi anggur ?), Petualangannya dalam mengejar banteng suci berakhir dengan keengganannya mengorbankan sang sang hewan, Aliansi-Nya dengan dewa Matahari, pesta bersama denganNya (Apakah Anda ingat 'perjamuan terakhir'?) Mithra menjadi pencipta kehidupan, karena dengan cerita-cerita lainnya lainnya dia adalah pelindung terhadap kejahatan.

Nah, bagaimana dengan hierarki agama misteri ini ? Telah diketahui bahwa ada tujuh tahap ( angka 'tujuh' lagi ! Terus perhatikan angka ini yang selalu saja muncul dalam setiap tradisi mitologi, dan kelak kita akan akan mencoba untuk menemukan sumbernya). Inisiasi terbuka sampai tahap tertinggi, mungkin sesuai dengan tujuh bola planet yang dilalui oleh jiwa dalam pencapaian kesempurnaannya. Mereka yang berada di level terendah disebut 'pelayan', yang di tengah dan di atas, disebut 'partisipan / pengambil serta', mungkin hal ini mengacu pada perjamuan kudus roti dan air, yang oleh para penulis Kristen disukai dan mirip dengan ekaristi. Inisiasi ke dalam kultus ini terbuka untuk laki-laki saja, tidak untuk perempuan. Pembersihan intensif, termasuk mungkin semacam baptisan, adalah prasyarat untuk inisiasi. Orang yang diinisiasi ditandai di dahi, dan selanjutnya direrekrut tentara Mithra, bersumpah untuk memerangi kejahatan. Masing-masing kelompok dikepalai baik oleh pater atau imam. Tidak ada petunjuk dari Magus Persia atau apapun yang menyerupai kasta imam. Tidak ada organisasi ekumenis atau hirarki. Paling-paling, pada setiap pusat ada patrum pater (bapak dari segala bapak), yang merupakan penilik atau uskup (perhatikan keserupaan ini dengan organisasi Kristen, baik itu Katolik, Ortodox ataupun Protestan Lutheran dan Calvinis! Penerjemah),

CATATLAH : MEREKA YANG SETIA AKAN MENIKMATI KEABADIAN Ajaran Mithraisme mengaku menjelaskan asal-usul alam semesta dan juga tujuan akhirnya, dan Mithra yang dulu telah membuat alam semesta ini, sekarang bertugas sebagai penjaga dan penolong umat manusia, dan pada hari akhir nanti akan meresmikan sebuah tatanan dunia baru di mana umat beriman akan menikmati keabadian selamanya. (ingat : keabadian, yang merupakan hasrat alami manusia dalam mempertahankan hidupnya yang fana sekali lagi disodorkan ! Dan ini persis seperti konsep Dunia Baru dalam kitab Wahyu Yohanes ! Penerjemah.) Mithra, sebagaimana entitas ilahi lainnya dari Timur, menawarkan pembebasan manusia, tapi tidak seperti lain seperti Attis dan Osiris, ia juga bisa berfungsi sebagai suatu sosok ideal, pemimpin heroik bagi manusia untuk mengikuti dan menjadi lebih sukses dalam perjuangan melawan kejahatan. Mithra tidak disebutkan dalam Gatha-gatha (pujian pengagungan). Yang menunjukkan bahwa ia sengaja diabaikan dalam reformasi monoteisme Zoroaster-Zarathustra. Kemudian Zoroasrianism menemukan ruang untuk dia tapi hanya sebagai bawahan entitas tertinggi Ohrmazd (Ormizd, Ahura Mazda, Hormuz).

Himne Avestan kitab suci Zoroastrianisme - menggambarkan dia sebagai: Dewa cahaya surgawi Yang Maha Melihat Penjaga Sumpah-sumpah (suci) Pelindung orang benar di dunia ini dan selanjutnya Musuh besar dari kuasa kejahatan dan kegelapan Dewa pertempuran.

Veda India telah menyembah Mithra sebagai: Sebuah pelindung hubungan manusia, Pemelihara langit dan bumi, Musuh bagi kebohongan dan pelanggaran.

MITHRA - MAITREYA - MESHIA - MESIAS Di Persia di mana dia adalah utusan Ahura Mazda (dewa cahaya) ia muncul di langit saat fajar dan kemudian melintasi cakrawala dalam kereta yang ditarik oleh empat ekor kuda putih

(Ingat : dari catatan pertama kita, langit selalu dianggap tempat yang tepat untuk 'entitas tertinggi', dan bukan ranah bumi yang dianggap hina dan kotor). Sebagai mediator antara dunia cahaya dan kegelapan, sebagai sekutu manusia dalam perjuangan melawan kejahatan, dan sebagai panduan jiwa-jiwa dalam pendakiannya kepada kehidupan kekal. Mithras segera diidentifikasi sebagai penebus dinubuatkan oleh Zarathustra dan juga Dewa Matahari yang akan muncul sebagai manusia di akhir zaman. Dia akhirnya menjadi dewa tertinggi dan mulai mencapai kemenanganNya di seluruh dunia Yunani-Romawi bersamaan dengan Buddha Maitreya penyelamat di Timur. Di perbatasan di mana Islam Kashmir bertemu dengan kaum Buddhis Ladakh ada sebuah desa Mulbek. Dekat desa yang ada patung relief Maitreya, penyelamat umat Buddha yang di masa yang akan datang dijanjikan oleh Sakyamuni , dipahat di dinding batu vertikal.

(Jauh ke timur dari Persia, yakni India, sosok Mithra ini diadopsi dan dijadikan tokoh ahistoris Buddha Maitrea, Buddha perwujudan idea Cinta Kasih (maitri / metta) yang akan datang di akhir masa dharma. Ini kemungkinan terjadi pada saat kitab-kitab agama Buddha ditulis, jauh setelah Gautama wafat.)

Nama Maitreya juga terkait dengan kata dalam bahasa Aramaik Meshia ( yang berarti Mesias) yakni juru selaat diharapkan oleh bangsa Yahudi Yahudi untuk datang di hari akhir untuk menyelamatkan mereka . Keduanya, Maitreya dan Meshia / Mesias diharapkan datang di masa depan untuk menyelamatkan umat manusia dan membangun suatu tatanan ilahi. Kedua kata Maitreya dan Mithra - secara etimologis berhubungan, Maitreya berarti 'ramah, penuh kasih' dan berakar kata dari Maitri bentukan Sansekerta dari Mithras. Tapi itu belum semuanya ! Kata ini pun digunakan sebagai nama pribadi. Bahkan Maitreya berarti 'Anak Mithra. " Seperti Maitreya, Mithras dikatakan menunggu di surga di akhir zaman, untuk turun ke bumi. Menurut legenda, Penebus akan lahir dari seorang perawan, atau dewi, dalam kesederhanaan dan diselimuti cahaya bagai siang hari. Kelahiran-Nya akan diawasi oleh para gembala, yang akan menyembah yang baru lahir ini (hmmmm tunggu : Dia akan lahir dari seorang perawan .. kelahiran-Nya akan diawasi oleh gembala .. Gembala akan memujanya .. Coba tebak ke mana Anda bisa membaca cerita yang sama. Apakah Anda terdeteksi paralel dengan kisah Yesus dan beberapa tokoh lain lain?). Misi fana-Nya berujung pada kemenangannya atas banteng ... Dari tubuh banteng sekarat tumbuhlah jagung (roti) dan anggur (wine) sampai akhirnya Mithras naik ke surga dengan kereta-matahari dan dianugrahkan takhta oleh dewa cahaya sebagai penguasa dunia yang akan kembali ke bumi untuk membangunkan orang-orang mati dan menjadi hakimnya. ( Tunggu... tunggu.... : Naik ke surga .. Bertahta sebagai dewa / allah / sesembahan .. Dia akan kembali ke bumi untuk membangkitkan orang-orang mati dan menghakimi manusia .. hanya suatu kebetulan belaka?) Legenda tidak menentukan apakah kisah kelahirannya adalah peristiwa masa lalu atau masa depan. Bagi mereka yang percaya pada Mithras: Dialah satu-satunya yang dinantikan, yang kedatangannya dirayakan setiap tahun pada malam 24-25 Desember (Hey---- Ini hari ulang tahunnya siapa yah? Halooooo ....), Ketika masyarakat merayakan festival paling penting mereka. Festival besar tahunan lainnya diadakan di awal musim semi (Paskah?). Upacara sakral mingguan ini diadakan pada hari Minggu - hari yang tertinggi. Aktivitas kultus yang paling penting adalah memakan anggur dan roti tak beragi berbentuk roti kering / wafer dengan menyandang tanda salib terlebih dahulu. Hmmm persamaan-persamaan ini terlalu banyak! SOL INVICTUS MITHRA '(MITHRA MATAHARI TAK TERTERKALAHKAN ) Pengangkatan kultus Mithra Sol Invictus (Matahari Tak Terkalahkan) sebagai agama negara di Roma oleh Aurelis mungkin telah berkontribusi terhadap prestise Mithra. Namun Mithraisme tidak pernah mencapai tempatnya di kultus publik negara. Hanya pada tahun 307 M di bawah kekaisaran Diokletianus suatu upaya dedikasi yang nyata dibuat untuk Sol Invictus Mithra, yang menjadikan dia sebagai 'Pelindung Kekaisaran'.

MITHRAISME & KEKRISTENAN Kekristenan dan Mithraisme memiliki banyak kesamaan: Seorang master ilahi dengan perbuatan yang menakjubkan, dilakukan sekali, manusia meyakini keselamatan setelah kematian, Perjamuan sakramental, Ritual baptisan, Sebuah konsep agama, yang mengubah kehidupan beragama menjadi gaya hidup melayani di bawah komandan ilahi, seperti milisi Christi atau milisi Mithrae, Ide-ide mereka tentang surga dan neraka dan Penghakiman terakhir tidak berbeda, Sebuah kode moral yang jauh lebih tinggi dan lebih kaku daripada yang ditemukan dalam masyarakat kontemporer atau diperlukan oleh sekte-sekte lainnya, Pemimpin spiritual tertinggi agama Mithras disapa sebagi Pater Patrum, 'Bapa dari segala Bapa' seperti Paus Roma, Pusat Gereja Katolik Roma, Gereja Santo Petrus - dibangun di atas situs kultus Mithras. Kultus Mithras memiliki enam sakramen-sakramen lainnya yang berhubungan sepenuhnya dengan

ritual dari Gereja Katolik - .... LITURGY , PLEASE....., KAMI MEMBUTUHKANNYA SEGERA . Ketika di awal abad ke-4 Masehi Kaisar Konstantin menyatakan agama Kristen Katolik sebagai agama negara, dia tidak memiliki pilihan lain kecuali mengambil alih liturgi yang sudah

ada, yakni liturgi kultus Mithraik jaman itu. Mari kita ingat: Bagi mereka yang percaya pada Mithras, dia adalah 'yang datang / yang dinantikan' yang kedatangannya dirayakan setiap tahun pada malam 24-25 Desember, yakni ketika masyarakat mengadakan pesta penting (Ini adalah hari titik balik matahari musim dingin; diadopsi oleh Kristen awal sebagai hari kelahiran Yesus). Festival besar tahunan lainnya diadakan di awal musim semi (Paskah?). Upacara ilahi mingguan diadakan pada hari Minggu hari yang tertinggi, hari tuhan kita (domingos, sun day, hari matahari). Menurut C.F. von Volney, ".. Misa tiada lain adalah perayaan dari agama [Mithraic] misteri ini ... seruan Dominus vobiscum (Allah menyertaimu sekalian) dari sang imam secara harfiah adalah ucapan berkat: Chron-k-am, p-ak- dalam ritual Mithraisme." Aktivitas kultus yang paling penting adalah makan anggur dan roti tak berarti dalam bentuk wafer / roti kering yang sebelum meminum dan memakannya harus memberi tanda salib. Kami memiliki lebih banyak kesamaan di sini. Mari kita daftarkan mereka: Ulang tahun Mithra diambil alih ulang tahun Yesus. Minggu Ilahi layanan diambil alih. Minggu menjadi hari yang tertinggi. Aktivitas makan roti dan minum anggur yang dicangkokkan ke dalam kekristenan.

(Penerjemah ada masih banyak perdebatan dalam hal ini, setidaknya kita harus tahu bahwa pengangkatan agama kristen sebagai agama negara oleh Kaisar Konstantin memang memiliki signifikansi terhadap tata kelola organisasi keagamaan yang pada waktu itu belum terorganisir secara baik. Namun sendi-sendi agama kristen menurut saya, dan ini bisa dibuktikan oleh berbagai ahli, bukan diambil dari agama Mithraisme, melainkan sudah ada tertanam sejak gereja pertama, beberapa dekade setelah wafatnya Yesus. Misa yang diadakan pada hari Minggu, misalnya, telah dilakukan oleh kaum Kristen sejak mereka masih menjadi salah satu sekte dalam agama Yahudi. Hari Minggu adalah hari dimana konon Yesus bangkit dari kematian. Sakramen meminum anggur dan memakan roti tawar berasal dari Yesus yang mungkin mengambil contoh dari praktek Paskah Yahudi kuno, atau mungkin berasal dari sekte-sekte gnostik Mesir dan Esseni ? Dan ini telah berlangsung 300 tahun sebelum Kristen Katolik dijadikan agama resmi Romawi. Yang paling nyata memang untuk kasus perayaan kelahiran Yesus, selama sekitar 300 tahun perayaan ini tidak pernah ada sebelum Kristen mengambilnya dari Mithraisme.) ULANG TAHUN SIAPAKAH INI? Nah, sekarang apakah Anda benar-benar ingat ulang tahun Yesus? Kita akan menelusuri hal ini secara terperinci kelak, tetapi karena kita sedang membahas pengaruh kultus Mithras agama Kristen, langit yang sakral tidak akan jatuh menimpa jika saya memberikan sedikit ringkasan. Tentu tanggal kelahiran Yesus tidak diketahui pasti. Gereja Kristen sebagai agama terorganisir telah menetapkan 25 Desember sebagai hari kelahirannya. (Apakah ini bukan tanggal untuk perayaan tahunan kedatangan 'Ia Yang Datang' , Mithras ?). Lukas dan Matius dalam hubungannya dengan kelahiran Yesus menulis bahwa para gembala berada di padang untuk mengawasi ternak

mereka siang dan malam hari. Namun harus diingat bahwa di Palestina pada bulan Desember malam sangatlah dingin, jadi baik domba maupun gembala tidak mungkin menjaga kawanan ternak mereka mengawasi di malam hari di sekitar waktu itu, karena akan beku kedinginan. Ternak yang dilepaskan ke padang rumput biasanya terjadi antara bulan Maret dan November. Jadi ada sesuatu yang keliru di sini. Dan anda tahun apa itu: tanggal 25 Desember pastilah bukan tanggal yang asli. Ini adalah tanggal kelahiran Mithra yang diambil alih dari bangsa Romawi yang biasanya merayakan tanggal ini sebagai 'hari kelahiran Mithras'. Penduduk Roma menyembah Mithras sebagai penyelamat umat manusia, dan 25 Desember adalah perayaan Dies Natalis Invicti ('Tanggal lahir dari Yang Tak Terkalahkan'). Singkatnya, ketika penduduk Roma beralih memeluk agama Kristen, merekapun mengkonversi festival Mithra ke festival Kristen. Tanggal ini ditetapkan sewenang-wenang oleh seorang biarawan Scythian - Dionysius Exiguus di tahun 533 M. Selanjutnya ia memindahkan tahun 1 SM menjadi 1 M. Sebelum Exiguus ulang tahun Yesus dirayakan tanggal 6 Januari, hal ini masih dirayakan di gereja Ortodoks, di Balkan dan Meksiko. Dari manakah tanggal kelahiran Yesus yang 6 Januari ini ditetapkan ? Perayaan Efifani Kristen berasal dari Gereja Timur mungkin sedini abad 3 M, dan mulai dirayakan di Barat pada abad ke-4. Pilihan tanggal 6 Januari mungkin merupakan adaptasi dari perayaan kaum pagan saingan mereka. Di Mesir, air sungai Nil dipercayai akan mengandung kekuatan khusus selama malam 5- 6 Januari, yakni festival dari Dewa Aeon, yang lahir dari Perawa Kore perawan. Kenapa tokoh-tokoh khusus ini selalu dicitrakan sebagai anak yang lahir dari perawan ? Kenapa? Untuk memperpendek cerita ingatlah pada catatan kita yang lalu. Mitologi-mitologi selalu menempatkan manusia yang berdarah dan berdaging ini sebagai 'buruk', 'penuh dosa' berkualitas rendah dll, sebab ia merupakan hasil hubungan antara pria dan wanita. Hubungan ini dianggap rendah, downgrade. Hubungan seks dianggap sebagai perenggut manusia dari jalur yang tertinggi. Hubungan seksual membuat manusia menikmati kepuasan diri, dalam kesenangan daging, dll (Omong kosong. Semua ini hanyalah penemuan manusia sendiri.. Tetapi pada saat yang sama keyakinan ini mencerminkan apa yang manusia pikirkan tentang dirinya sendiri : Realitas Tertinggi tidak mungkin merendahkan diri menjadi manusia dan bertindak untuk menyelamatkan mahluk ciptaannya !). Ulang tahun pada 6 Januari dirayakan di Mesir dan Asia Kecil. Dan ulang tahun Yesus versi Januari ini mungkin diambil alih dari ulang tahun Dewa Aeon. Saya ingin menambahkan beberapa baris lagi. Salah satu tokoh utama dari pembuat doktrin-doktrin Kristen adalah Rasul Paulus yang adalah seorang mantan Farisi. Paulus adalah orang dengan semangat intelektual besar dan mendalam dan tahu banyak akan gerakan keagamaan pada jaman itu. Dia sangat memahami Yudaisme, dan agama Mithraisme dan agama-agama di Aleksandria saat itu. Dia telah memuat lebih banyak ide-ide dan istilah asing ke dalam agama Kristen. Menurut Injil Aquarian, orangorang Yahudi di Palestina tidak pernah percaya pada pengorbanan manusia , maupun dalam penyaliban Mesias bagi dosa-dosa dunia. Kaum paganlah yang percaya bahwa dewa-dewa mereka Adonis, Attis, Osiris dan Mithra telah mati untuk dosa-dosa umat manusia. Adalah Paulus yang meminjam gagasan korban penebus dosa (yang juga sebenarnya diambil dari konsep Yudaisme) dan penekanannya diletakkan pada Yesus yang disalibkan. Teori dosa asal dan penebusan oleh kematian Anak Allah adalah penemuan oleh Paulus. Sementara umat Kristen awal - di bawah pengaruh dogma Mithraik, sisa-sisa dari jaman Kekaisaran Romawi - percaya bahwa Yesus telah mati di kayu salib untuk penebusan dari dosa asal. Mulai dari jaman itu kaum gnostik percaya bahwa Yesus adalah manusia bijaksana tidak mungkin mati dan menderita penyaliban. Mereka percaya bahwa bukan Yesus yang disalib. Karena

itu Allah telah mengangkat dia, tubuh, ke surga. Dan idea ini dipertahankan dalam Quran. Sebagai Nabi Allah, Yesus tidak boleh menyerah pada kematian terkutuk seperti itu. KEKRISTENAN YANG BERJAYA Kemiripan dogma-dogma Kristen dengan Mithraisme melebihi perbedaan di antara keduanya, namun kemiripan ini cenderung menguntungkan Kekristenan sebab pada jaman itu pemikiran filsafat dan populer semakin cenderung menyukai monoteisme yang sederhana. Menurut beberapa orang, alasan lain dari kemenangan telak kekristenan atas para pesaingnya yang lebih terhormat adalah fakta bahwa agama kristen tidak dikekang dengan mitos fantastis dan ritual yang berasal dari budaya yang tidak beradab. Kekristenan menawarkan kebutuhan spiritual dan eskatologis jaman itu secara lebih rasional cara daripada para pesaingnya (dengan kata lain menjawab kebutuhan dasar manusia seperti misalmua hasrat akan hidup yang kekal, tidak khawatir tentang kematian, sebuah janji yang jelas tentang akhirat dll, jauh lebih baik daripada yang lain). Apa yang ditinggalkan oleh rasionalitas Yunani telah memberikan teologi yang logis dan koheren kepada agama baru ini. Dilain pihak dalam Mithraisme, permuliaan Mithra sangat melekat pada tradisi politeistik. Dalam perbandingan dengan Kristen, Mithraisme juga menderita terlalu banyak karena figur penebusnya, Mithra, tidak berjejak pada sejarah, jika dibandingkan dengan Yesus yang historis, sebagai tuhan yang menjelma'. Mithraisme juga benar-benar lemah karena tidak menerima keanggotaan wanita di dalamnya. Ia juga gagal untuk menggunakan keluarga sebagai sumber kekuatan agama dan kontinuitasnya. Kegagalan ini mungkin menjelaskan mengapa Mithraisme runtuh tiba-tiba dan menghilang dengan kecepatan yang mengejutkan.

IMAN SABIAN
Oleh : Mudarras Kadhir Gaznavi Diterjemahkan oleh : Badra Naya

Bagian 1

PRAWACANA DARI PENERJEMAH Dalam artikel-artikel sebelumnya kita berpapasan dengan mitologi-mitologi kuno dan agama monoteistik Mesir Kuno, Aten dan agama Mithraisme. Mitologi dan agama-agama inilah yang nantinya diambil tema-temanya lalu dibaptiskan ke dalam budaya dan paradigma baru dan menghasilkan agama-agama baru yang kita kenal saat ini. Jika agama Yudaisme mengambil banyak tema-temanya dari agama-agama Kanaan, Babilonia dan Mesir, kemudian agama Kristen mengambil dari Yudaisme dan Mithraisme serta mitologi lainnya yang bertebaran saat itu, Agama Islam sebagaimana yang kita akan lihat nanti, mengambil tema-temanya dari agama-agama Yudaisme, aliran-aliran Yudeo-Kristen, Kristen (sedikit), Samarianisme, dan Zoroastrianisme. Apa yang disebut aliran Yudeo-Kristen adalah pelbagai ajaran dan komunitas dimana Hukum Musa menjadi dasar pengajarannya, dan Yesus sebagai Mesias / Mahdi, namun bukan sebagai Anak Allah sebagaimana diajarkan dalam Kristen Ortodoks. Ada banyak komunitas keagamaan yang bertebaran disepanjang wilayah Bulan Sabit Emas yaitu mulai dari Sinai, Palestina, Samaria, Syria dan Mesopotamia. Bagi beberapa ahli, Sabianisme digolongkan ke dalam kelompok Yudeo-Kristen. Namun bagi Kaum Sabian sendiri mereka pasti akan merasa keberatan. Sebagaimana ada pepatah Kecap kami Nomor Satu ! kaum Sabean percaya bahwa agama merekalah yang paling lurus dan benar, suatu agama yang memiliki transmisi dari Adam, Set, Henokh, dan Yohanes Pembaptis. Kaum Sabian menolak disebut Yudeo-Kristen bahkan bersikeras bahwa Yudaisme dan Kristen telah menyimpang dari ajaran sebenarnya (suatu tuduhan yang nantinya Islam adopsi dengan sengit digaris terdepan tanpa mengerti apa yang mereka tuduhkan !), sekalipun banyak kesamaan antara tradisi mereka dengan tradisi Yudaisme. Dan jelas bahwa Sabianpun telah mengalami evolusi pengajaran dan paradigma selama ribuan tahun ini, apalagi ketika bersinggungan terus dan ditundukkan oleh politisasi Islam. Sang Penulis, Mudarras Khadir Gaznavi , percaya bahwa agama Sabean adalah prekursor dari agama Islam (dan ia bukan satu-satunya yang percaya hal demikian dengan berbagai macam bukti yang disodorkan), dengan kata lain Islam mengambil banyak hal dari Sabeanisme (dan Samarianisme) untuk menopang konstruksi berpikir mereka, di samping tentu saja Islam yang diformulasikan di Irak abad ke-8 dan 9 ini mengambil Muhammad dan kaum Hagaren sebagai titik tolak sejarah mereka. Tokoh yang digelari Muhammad ini banyak mengambil hal-hal dari

Sabianisme dan menjadikan Ibrahim / Abraham sebagai Patron mereka. Kembali pada agama Abraham (Sabean) dan Tuhannya itulah topik utama ajaran Muhammad. Itulah kenapa para ahli menyebut ajaran Muhammad ini sebagai Abrahamisme, karena Muhammad yang sejarah (bukan Muhammad dalam kisah-kisah Sunnah dan Sirat yang ditulis setelah tahun 750M) tidak pernah terdengar mengajarkan kata Islam dan Muslim. Kedua kata ini tidak terdengar sampai tahun 690. Sampai tahun 700an kelompok Arab yang menduduki Yerusalem dan Levante disebut Mahgraye / Magaritai, kaum yang hijrah dari Sinai ke Yerusalem, bukan dari Mekkah ke Madinah sebagaimana dikisahkan dalam legenda-legenda yang datang kemudian. Ini akan terlihat semakin jelas di artikel-artikel mendatang khususnya ketika kita berpapasan dengan artikel-artikel mendatang : Muhammad sang Utusan Kaum Hagarin dan Islam ( Pengajaran Kaum Hagarin). Tanpa perlu memanjangkan topik ini, mari kita langsung ke bacaan inti kita.

****

(Kaum Sabean sedang mengadakan ritual Baptisan)

KAUM SABIAN MANDAEAN Iman / kultus/ sistem keyakinan / agama Sabian (apapun pilihan kata yang anda sukai) telah menarik perhatian saya ketika saya sedang mencari informasi tempat yang disebut Bakka dalam QS 3:96 dan referensi-referensi kepada kaum Sabian dalam Quran sebagai 'orang-orang yang memiliki kitab di tangan mereka'. Petunjuk yang kita dapatkan tentang kaum Sabean dalam Quran adalah Abraham / Ibrahim (penerjemah: untuk selanjutnya saya hanya akan menuliskan Abraham, bukan Ibrahim sesuai dengan tulisan aslinya). Pernahkah Anda memikirkan tentang Abraham ini? Dia tidak muncul di manapun, kecuali di Perjanjian Lama, Perjanjian Baru dan Quran. Apakah Anda pernah berpikir tentang alasan di balik teka-teki ini?

Av'ram (Abraham) adalah leluhur (patriak) umum dari sistem kepercayaan Yudaisme, Kristen dan Islam. Maka dari itu ia pasti telah hidup lebih awal dari mereka semua, atau telah disebutkan dalam literatur lokal yang lebih tua dari teks-teks dari 3 agama langit ini. Tetapi iman agama Sabian itu sendiri memiliki akar dalam kultus-kultus pagan, Yudaisme dan Kekristenan. Kebingungan ini diciptakan oleh konstruksi aktual dari kisah Abraham dalam Kejadian (Taurat). Penulis cerita ini pasti telah mengembangkan kepribadian 'Av'ram' (Abraham) dengan mencampur tokoh dalam tablet-tablet yang disebut Ebrum dari Ebla (~ 2300 SM) dan Bahram Orang Mandai dari kaum Mandean. Ada perbedaan antara kisah Kejadian dalam Taurat dan cerita dalam Quran, karena Islam telah meminjam ceritanya dari Sabian-Mandean. Di sini saya harus mengarahkan anda ke legenda Mandaean berjudul Abraham dan Yurba, yang pada dasarnya adalah sebuah legenda sangat tua yang didasarkan pada dualisme Zoroastrian yang dikembangkan pada jaman penambahan berbagai tema dari budaya daerah-daerah sekitar. Mandean dianggap sebagai penjaga pengetahuan rahasia kuno, dan kisah tentang Abraham ini adalah salah satu dari kisah-kisah yang mereka pasti telah warisi dari generasi masa lalu. Mandean salah satu sekte haemerobaptis yang hidup di Palestina dan sekitarnya. Seperti yang telah saya tunjukkan, satu-satunya tempat di mana kita bertemu Abraham, selain dari kitab-kitab suci agama, adalah dari kisah kaum Mandean yang tinggal di Kutha (Irak) dulu sekali. Di kota kelahirannya namanya adalah Bahram. Kutha adalah salah satu pusat paling penting di mana kaum Mandean tinggal. Menurut Ebu el Zanad (meninggal 747 M) orang-orang Mandean juga merupakan "satu suku yang hidup di Kutha, Irak." Cerita yang membawa nama Ibrahim (Bahram) dan penelitian kami pada gerakan Hagarene (iman Sabian, tetapi yang saat ini dikenal sebagai Islam) dimulai dengan kelahiran pemikiran gnosis di dalam dan sekitar Samaria, Sungai Jordan, Asia Kecil, dan Alexandria (Mesir). Naassenes (bersama dengan Simon Magus) dianggap oleh heresiologis sebagai nenek moyang gnosis. (Gnosis /Gnosticism (bahasa Yunani: gnsis, pengetahuan) merujuk pada bermacammacam gerakan keagamaan yang beraliran sinkretisme pada zaman dahulu kala. Gerakan ini mencampurkan pelbagai ajaran agama, yang biasanya pada intinya mengajarkan bahwa manusia pada dasarnya adalah jiwa yang terperangkap di dalam alam semesta yang diciptakan oleh tuhan yang tidak sempurna. Secara umum dapat dikatakan Gnostisisme adalah agama dualistik, yang dipengaruhi dan memengaruhi filosofi Yunani, Yudaisme, dan Kekristenan. Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Gnostisisme ) Siapakah kaum Naassens? Menurut beberapa sarjana Naassenes adalah Ophites, sedangkan untuk peneliti lain kaum Naassenes adalah Nasoreans dan Eseni yang sudah eksis dari masa sebelum Yesus sampai abad ke 4 M. Dari Naassenes, dilaporkan, muncullah kaum Ophites, kaum Sethian, dan lain-lain. Simon Magus datang dari Samaria dan mengadopsi kekristenan Dia dikatakan telah menjadi murid Dositheos Mesias dari Samaria. Kedua tokoh ini dikatakan telah menjadi murid-murid Yohanes Pembaptis. Menurut LA Waddell, Yohanes Pembaptis bukan hanya seorang bidat Yahudi, tetapi juga seorang gibil terlatih (imam api). Tradisi Sumeria adalah akar dari pelatihannya, dan baptisan

yang ia praktekan dilaporkan memiliki sifat magis yang sama dengan pembaptisan praktekan oleh kaum Mandean. Baiklah, jadi siapakah kaum Mandean? Catatan sejarah menggambarkan mereka sebagai masyarakat yang tinggal di Ceziret-ul Mawsil (Tanah Mosul - Irak). Kaum Mandean dan kaum Manichaean, dan kaum Mandean dan kaum Dositheans terhubungkan. Misalnya, Theodore bar Khoni mengklaim bahwa salah satu nama untuk Mandean adalah Dostai. Ini adalah nama awal untuk Dositheans, akan kembali ke periode pertukaran Samaria (8 ke-7 abad SM). Dengan kata lain Dositheans dan Samaria mungkin telah menjadi kelompok orang yang sama atau dua kelompok terpisah yang berasal dari kelompok orang sebelumnya. Oleh karena itu kaum Dosithean haruslah jadi kelompok dimana kita harus memulai. Dosithean tumbuh dari kelompok Gnostik Haemerobaptists. Dosithean yang diprakarsai oleh Dositheos orang Samaria, yang menyatakan dirinya sebagai 'Mesias'. Dia dilaporkan seorang murid Yohanes Pembaptis, yang dikenal sebagai Yahya oleh Mandean. Fakta bahwa ia muncul dalam Quran dengan nama yang Yahya, dan bukannya Yohanes mengindikasikan bahwa sumber Islam adalah ajaran dari Sang Utusan dari Kaum Hagarin (Muhammad). Ajaran Hagarin didasarkan pada iman Sabian. Kaum Dosithean adalah sekte bidah yang lahir di abad-abad pertama era Kristen. Keyakinan Sumeria kuno merupakan akar gerakan ini. Keyakinan ini diwariskan ke Ophites di Phyrgia, orang Samaria di Samaria, dan sampai ke Haemerobaptists. Kaum Mandean diyakini telah para pemilik kepercayaan Sumeria kuno. Berikut adalah petikan dari QS 4:162: Tetapi orang-orang yang mendalam ilmunya di antara mereka dan orang-orang mu'min, mereka beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu, dan apa yang telah diturunkan sebelummu dan orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan yang beriman kepada Allah dan hari kemudian. Orang-orang itulah yang akan Kami berikan kepada mereka pahala yang besar. Adakah yang dimaksud di sini kaum Sabian? Cabang yang mengarah ke Mandean telah dimulai ketika kaum Esseni menghilang. Esseni telah bermunculan dari sekte Dosithean. Komunitas Essene mungkin terletak di daerah Laut Mati dari 90 SM sampai 68 M Ketika Esseni mencapai akhir mereka, para Elchasaites (para pengikut Elxai) mulai muncul (abad 1 M), karena beberapa dari kaum Eseni telah menerima pengajaran Elxai sebelumnya. Orang Arab menyebut kaum Elchasaites sebagai El Hasih. Elxai / Elkesai adalah pendiri sekte ini. Dia telah mulai menanamkan pesan-pesannya pada tahun ketiga pemerintahan Kaisar Trajan. Riwayat-riwayat yang berkaitan dengan Elxai memberikan kesan bahwa ia dibesarkan dengan doktrin Haemerobaptist / Mughtasila. Nama Elxai / Elkesai (hanya nama) muncul sekali dalam sebuah catatan etnografis dalam Kitab al-Fihrist oleh Ibn Ya'kub Ebi el Nedim (Flugel ed.). Catatan tersebut mengacu pada komunitas religius yang pengikutnya menghuni rawa-rawa yang luas di hilir sungai Eufrat, yang secara lokal dikenal oleh orang Arab sebagai al-Mughtasila ('mereka yang mencuci diri'). Pada kenyataannya mereka ini adalah kaum Sabian Penghuni Rawarawa. "Mereka harus identik dengan kaum Sabian (kata 'baptis' dalam bahasa Arab adalah Subba) yang disebutkan dalam Quran. Kaum Sabian Penghuni Rawa-rawa adalah kaum Elchasaites. Sekte ini juga dikenal sebagai Mughtasila, Masbutha, Sampsean, Nazerini, Galilei. Para Mughtasilah, sebelum bermigrasi ke Mesopotamia pastilah hidup sangat dekat dengan Sungai Yordan. Karena mereka kaum pembaptis dan mereka lebih suka air yang mengalir. Mereka

tersinggung oleh cara baptisan Kristen yang memilih membaptis air yang tenang / tidak mengalir. Mughtasilah ini (yang adalah haemerobaptists) adalah gelar yang diberikan oleh sumber-sumber non-Arab. Kaum Haemerobaptists telah dikenal sebagai kaum Sampsaean sejak tahun 70 M dan seterusnya. Epifanius melaporkan telah mendengar tentang .. sebuah sekte hidup di negeri-negeri timur di daerah Jordan dan Laut Mati. Mereka disebut Sampsaeans (Sampsenes, Sampsites), yang percaya pada satu Ilah, dan menyembah Dia dengan cara berwudhu dahulu. Mereka menyatakan bahwa kehidupan muncul dari air. Mereka membanggakan Elkesai sebagai guru mereka. Kebanyakan syahadat dan ritual mereka sama dengan Yudaisme, walaupun demikian mereka bukan Yahudi. Keganjilan yang membedakan mereka adalah penghormatan mereka bagi Kitab Elkesai, dan mereka tidak menganggap otoritas baik Perjanjian Lama atau Perjanjian Baru. Yang bergabungkan dengan mereka adalah kaum-kaum Ebion, Nasoraean, Nazaraean, dan Ossean. Epifanius menyatakan bahwa kaum Ossean (Essene) telah meninggalkan Yudaisme, dan tidak lagi hidup dalam tata cara orang Yahudi. Terlebih lagi, Epifanius mengidentifikasi kaum Sampsaean dengan Elchasaites / Elxai. Tulisan-tulisannya menunjukkan bahwa kaum Nasoraean masih ada pada waktu itu, meski sedikit jumlahnya. Epifanius lebih lanjut menyatakan bahwa kaum Sampsaeans keluar dari Ossaean (Eseni) dari sisi lain dari Laut Mati di Perea (sekarang Moab) di mana Yohanes Pembaptis (Yahya dari kaum Mandaean) pernah aktif. Mani, pendiri Manikeisme, dilaporkan lahir dan dibesarkan di komunitas Mughtasilah / Hermerobaptist (Mandean atau komunitas terkait). Menurut Kitab al-Fihrist, Mani diinisiasi ke dalam Elchesaite / doktrin Elkasaite (Joachim Klimkeit, Ajaran Gnosis di Jalan Sutra). Elchasaites / Elkasai juga merupakan Sampsaean. Dengan berlalunya waktu, kaum Sampsaean / Elchasaites menjadi terkenal sebagai kaum Galilea atau Nazerini, dan akhirnya disebut Nusairi (Nasara). Inilah ceritanya: Setelah bubarnya kaum Esseni, kaum Sampsaean diperkirakan bermigrasi ke wilayah Hauran, kota Bosra (Syria sekarang) dan Pella. Mereka diduga terus bergerak ke utara, akhirnya tiba di Dimask / Dimik-es Sam (Damaskus). Dari sana, jelas bahwa beberapa dari mereka terus ke Palmyra, karena dilaporkan sebagian bahasa Aram Mandaean telah dipengaruhi oleh bahasa Palmyrene. Dari sana mereka bermigrasi ke selatan sepanjang Sungai Efrat ke tanah air baru mereka. Seringkali pada awal abad ke-3 kelompok lain (Nazereni dari Pliny) bermigrasi barat laut dari daerah Hauran dan akhirnya berakhir di Latakia (dulu dikenal sebagai Laodikia). Kelompok ini dikenal sebagai Nusairis tersebut. Kaum Elchasaites / Elxai adalah yang paling mungkin menjadi pendahulu dari kaum Mandean. Mandean mungkin telah memenangkan beberapa pengikut Elxai. Mandean dilaporkan telah memiliki tradisi tua yang dikenal umat manusia yang terus menerus disampaikan dari satu generasi ke generasi lain, yang bersumber dari bangsa Sumeria. Elchasaites / Elkesai diketahui Muhammad sebagai monoteis dan pemilik dari tulisantulisan suci, dan beberapa waktu sesudahnya seorang penanya yang belajar dari mereka mengetahui bahwa pendiri dan master (lord) mereka disebut Elkesai. Sekarang, tidak setiap agama memiliki master (lord) sekaligus pendirinya. Namun demikian, Islam mentolerir bentuk-bentuk

keyakinan agama seperti itu, dan pada gilirannya mengaplikasikan hal yang sama. (John Hastings, Encyclopaedia of Religion and Ethics). Adalah sangat menarik bagaimana kelompok seperti kaum Eseni, yang pernah terpengaruh oleh Buddhisme, suatu saat akan menjadi sebuah sekte Yahudi pada awalnya, lalu berubah menjadi sebuah sekte Kristen (yang memegang agama Gereja yang paling primitif, yang utamanya membawa misi Mesias) dan akhirnya berakhir sebagai sebuah sekte rahasia Islam, mendasarkan dirinya pada doktrin Ismailiyah (dari faksi Sevener Syiah). Sekte Yohanit-Yahyaist bukanlah Yahudi, atau Kristen, atau Islam, namun itu adalah sekte yang membantu mengilhami penciptaan ketiga agama langit tersebut. Ringkasan di atas menunjukkan bahwa kaum Sampseans dan Mughtasilah-Haemerobaptists, dan Nasoraeans-Nazerini, dan Elchasaites-Elkasaites, dan MandeanSabian adalah nama sekte dalam gerakan Gnostik besar. Para Mughtasilah-Nasoraean-Elkasaite-Mandean (Sabian) telah mengembangkan suatu teologi yang dalam banyak hal sangat mirip dengan apa yang ada sebelumnya, tapi pada saat yang sama sangat berbeda. Kita diberitahu bahwa kaum Mandean telah dianggap sebagai sebuah sekte pinggiran yang ekstrim dari bidah Yahudi. Bukan rahasia lagi bahwa kaum Gnosis mengembangkan sebuah antipati yang kuat terhadap apapun yang berkaitan dengan kaum Yahudi, dan terlebih kepada keyakinan Kristen, terutama karena sejarah masa lalu dari kedua kelompok ini. (Dan Islam, yang memang berasal dari ajaran Sabian, telah mengadopsi sikap yang identik. Penerjemah : Dapat dipahami bahwa kebencian dan antipati pada Yahudi dan Kristen serta tuduhan pemalsuan atas kitab-kitab mereka berawal dari sini.) Para Mughtasilah, Haemerobaptist, Sampsaean, Elchasaite, Mandean (Sabian) muncul dalam sastra Arab sebagai Sabe'e-Sabi atau Al-Sabiun. Penulis Arab kadang-kadang tertukar antara Mandean dengan Magus, atau Majusi, dan bukan tanpa alasan, karena kultus mereka serupa. Ini adalah kebiasaan para pelancong di Timur untuk merujuk mereka sebagai 'orang-orang Kristen dari Santo Yahanes, dan orang-orang Eropa yang datang ke Irak sejak Perang Besar mengenal mereka sebagai 'para pekerja perak dari Amarah (nama sebuah daerah)'. Pada tahun 1994 Profesor inasi Gndz menerbitkan sebuah studi yang ekstensif dalam Journal of Semitic Studies yang secara meyakinkan menunjukkan bahwa kaum Mandean dan Sabian adalah kelompok yang sama, berdasarkan sisa-sisa agama monoteistik yang sangat kuno yang berasal dari atau tentang timur Suriah dan utara Irak kadang-kadang sekitar 4000 SM. Kita bisa menganggap Sabianisme sebagai suatu keimanan yang unik, atau suatu sekte yang terdiri dari kumpulan doktrin dari Manikeisme, animisme, agama-agama primal, dan penyembahan berhala. Agama yang diajarkan oleh orang awam biasanya bersifat sinkretis, dan personifikasi kualitas, aspek dan emanasi dari 'Realitas Besar atau Great Life'. Bagaimana mereka memanggil Ilah Tertinggi mereka, muncul dalam sejumlah mitos. Sejumlah besar doktrin Sabian telah diadopsi terutama oleh Islam. Dalam Al Quran, Ibrahim adalah muslim yang pertama (yang berserah kepada Yang Ilahi) yang memiliki iman di dalam keberadaan dan kekuasaan Allah. Rasul dan / atau para penulis Quran pasti berpikir begitu. Sangat jelas dalam pikiran mereka ketika mereka menulis QS 2:135:

Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk". Katakanlah : "Tidak, melainkan (kami mengikuti) agama Ibrahim yang lurus. Dan bukanlah dia (Ibrahim) dari golongan orang musyrik. Di sini, (mengacu pada ayat dalam bahasa Inggris yang lebih jelas) politeisme mengacu pada orang Kristen yang mengilahkan Yesus, dan yang tidak lurus (corruption) mengacu pada kaum Yahudi yang dianggap dituduh telah mengubah Perjanjian Lama (firman Tuhan, wahyu ilahi). Paulus adalah orang pertama yang dalam suratnya kepada jemaat di Roma, ditulis tahun 58 M, menyatakan Abraham adalah 'bapa kita semua "(Roma 4:16),di sini sang Utusan dan / atau para penulis Quran mengulangi pernyataan Paulus dalam kata-kata mereka sendiri. Jika kita dapat melihat pernyataan Quran bahwa 'agama Ibrahim' haruslah sebenarnya mengacu pada keyakinan Mandean-Sabian. Orang-orang Arab menyebut kaum Sabian sebagai kaum Hanif / Hanifiyyun. Umar bin alKhattab pernah menyatakan bahwa Rasulullah adalah seorang Sabian. Menurut literatur Islam, sebelum panggilan itu, sang Utusan telah mengetahui bahwa beberapa orang Arab yang tinggal di Suriah telah menemukan kembali 'iman murni dari Ibrahim. Selain itu, empat anggota terkemuka dari suku Kureysh telah mengadopsi hanifiyye (iman Ibrahim). Tak terpikirkan untuk mengasumsikan bahwa sang Utusan tidak pernah tahu-menahu tentang kaum hanifiyyah tersebut. Pada jaman itu, orang-orang Yahudi dan Kristen memandang rendah orang Arab, dan menerima mereka sebagai 'barbar tidak beradab', karena mereka tidak memiliki kuil atau 'tempat suci' seperti milik kaum Sabian, Yahudi, Kristen dan Zoroastrian. Yahudi dan Kristen menyebut orang Arab dengan label meremehkan sebagai hanif / hunefa. Jadi, kaum Arab harus memulai perjalanan mereka untuk menemukan ilah tertinggi mereka sebagai Hanif, yang menurut kaum Yahudi dan Kristen adalah para pemuja berhala tak bertuhan. Tapi bagaimanapun Para Hanif punya iman, iman Sabian. Kita tahu bahwa ada orang yang telah percaya pada ilah tunggal sebelum kemunculan Yudaisme dan Kristen. Dalam lingkungan ini Sang Utusan, dan (atau) penasihat, atau gurunya pasti berpikir bahwa 'tradisi oral' dari para rabbi (QS 2:211) dan ajaran Trinitas dari Kristen telah menyimpang dari iman murni Ibrahim. Selanjutnya Perjanjian Lama adalah bukti bahwa Yahudi telah menyimpang dari sistem kepercayaan Musa, karena itu mereka juga telah melanggar iman yang benar Ibrahim (Av'ram) [atau para penulis kitab suci Hagarene awal, yaitu Quran, mungkin percaya bahwa mereka telah melakukannya] . Aspek ini sangat penting untuk kebutuhan tertentu dari Sang Utusan dan / atau penasihat / tutor dan / atau para penulis Quran, dan mereka telah menyatakan Ibrahim sebagai nenek moyang dari kaum Hagarin. Jadi, hubungan langsung didirikan antara pengajaran Hagarin dan Ibrahim. Para sarjana Muslim yang hidup di jaman Hagarin (Sabian) dan mengenal sang Utusan, menghubungkan istilah Sabi-Sabe'e dengan sang Utusan dan ajarannya. Para penulis awal mempertahankan bahwa ajaran sang Utusan terhubung dengan kepercayaan monoteistik dari Sabian yang tinggal di Irak. Kepercayaan umum menyatakan bahwa istilah Sabian berasal dari Sabi'un, yang berarti orang yang 'bertobat dari politeisme untuk menyembah satu tuhan yang benar'. Definisi ini telah digunakan terutama oleh para cendekiawan Arab sejak abad pertengahan. Sedangkan, bagi banyak

sarjana Barat kata sabiun bukanlah kata dalam bahasa Arab. Dan ini benar! 'Hamza' dalam kata Sabiun adalah upaya arabisasi kata tersebut. Akar kata itu berasal dari bahasa Mandaik, di mana akar 'sb' dikembangkan dari kata kerja bahasa Syria. Elemen 'ayn' dari Syriac diubah menjadi 'alaf' / aleph di Mandaic. Oleh karena itu orang-orang Arab harus meminjam akar kata 'sb' dari bahasa Mandean. E.S. Drower menunjukkan bahwa istilah ini dihubungkan dengan kata kerja Syria 'sb' yang berarti "mencelupkan, melembabkan, mewarna, membaptis". Bagi orang Arab kaum Mandean diketahui sebagai tetangga dari orang Iran, yang dikenal sebagai Subba ('pencelup'). Istilah Sabian telah ada sebelum jaman Sang Utusan (Muhammad). Eusibius mengacu pada karya-karya Hegesippus, yang memberi nama sekte-sekte yang pernah ada di antara masyarakat Yahudi sebagai berikut: Selain itu, ada berbagai pendapat tentang masalah sunat di antara bangsa Israel, yang dipelihara oleh lawan-lawan dari suku Yehuda dan Kristen, seperti kaum Esseni, kaum Galilea, kaum Haemerobaptists, kaum Masbothaei, orang-orang Samaria, orang-orang Saduki, orang-orang Farisi. Sekte-sekte ini muncul juga dalam Konstitusi Apostolik, di daftar ajaran sesat Yahudi: Karena bangsa Yahudi memiliki bidah-bidah yang jahat: ... kaum-kaum Saduki, Farisi, Basmothean, Haemerobaptists, Ebion, dan Eseni. Kata Masbuthaean berasal dari akar yang sama dengan kata Sabian. Dalam bahasa Mandaik kata Masbuta adalah istilah yang digunakan dalam ritus baptisan, dan juga berasal dari akar kata sba yang berarti 'membenamkan', 'berenang di', atau 'membaptis'. Ini adalah akar yang sama, yang digunakan untuk kata Sabian. Para Sampsaean, sebagaimana dicatat oleh Epifanius, mengagungkan hidup dan air. Epifanius telah menulis bahwa ia telah melihat salah satu kitab Sampsaeans, dari mana ia menyalin pernyataan berikut: "Aku akan menjadi saksi kalian pada hari besar kiamat." (Ini terdengar sangat berbau Islam!). Literatur yang diciptakan oleh para ulama Arab dalam menyoal kaum Sabian dengan mudah dapat dianggap sebagai kuno. Tapi ada masalah di sini. Sementara ulama Arab yang paling dekat dengan waktu Sang Utusan menuliskan tentang kaum Sabian (Mughtasilah-HaemerobaptistsMandean) yang nyata ada, namun para ulama Arab yang menulis kisah itu dalam atau setelah abad ke-9 telah secara keliru merujuk kaum Harranian sebagai Sabian. Karena kaum Harranian (berlokasi di Harran dekat Urfa, di Turki tenggara) terburu-buru mengadopsi Sabianisme, hanya dalam namanya saja. Sebagaimana Hamzah al-Ishfahani (meninggal 961 AD) menulis: Saat ini keturunan mereka ( kaum Harranian) hidup di kota Harran dan Ruha (Urfa modern). Mereka tidak memakai lagi nama 'Chaldaean' sejak zaman Khalifah al-Mamun dan mengadopsi nama Sabiun. Mereka ingin melindungi diri terhadap serangan Islam karena mereka berlatih ritual pagan termasuk pengorbanan manusia. Pada akhirnya mereka berhasil dalam memajukan benteng pengaman sebagai kaum Sabian dalam Quran. Tetapi beberapa penulis Arab dalam kelompok ini kemudian menyebut juga bahwa Sabi'an dari Irak sebagai Sabian 'asli ' yang monoteis dengan sebuah kitab suci dan para nabinya. Menurut sumber-sumber rujukan Islam, Sabian adalah salah satu 'umat berkitab' dan juga dikenal sebagai para pemeluk sekte monotheis yang didasarkan di Babilonia. Sabian ini adalah Sabi'an Suriah (Irak) dan bukan Sabian yang di Harran. Kitab suci Islam menyebutkan Sabian di QS 2:62, 5:69 dan 22:17. Sekte gnostik yang disebut Mandean masih ada sampai saat ini di Irak dan Khuzistan. Imam mereka disebut 'tarmidia' (yang artinya : para murid) dan para imam diinisiasi

ke dalam doktrin rahasia nazuraiia (nasoreans - 'nasranis' dalam bahasa Arab). Sistem kultus / keyakinan ini bertahan terutama karena penekanan pada kultus, terutama baptisan, yang dipandang sebagai diperlukan untuk menyucikan diri dari semua jenis polusi dan penting bagi keselamatan. Kepercayaan mereka dalam baptisan ini terkait dengan Yohanes Pembaptis (Yahya), dan kepercayaan dalam roh. Mereka percaya bahwa kemurnian tubuh dan jiwa merupakan dasar untuk mencapai 'roh ilahi' melalui 'roh manusiawi. Mereka mempercayai bahwa alam semesta diatur oleh banyak roh selain 'roh-roh yang dimuliakan (malaikat ?), dan roh-roh ini tinggal di antara tujuh planet. Kepercayaan bahwa tuhan dapat dihubungi melalui para roh membuat Musa dan Yesus tidak berguna. Ajaran ini meniadakan kebutuhan akan kenabian. Beberapa personifikasi dipercaya sebagai tokoh-tokoh penyelamat seperti Manda-dHiia/Yahya (Pengetahuan hidup), Hibil-Zia (Pembawa Cahaya), Yawar-Zia (Terjaga atau 'Cahaya Membangkitkan') dan Kushta ('kebenaran' atau itikad baik, juga personifikasi dari ritual jabat tangan yang melambangkan pakta dan aliansi). Roh Keberuntungan (utria) dan setan-setan yang tak terhitung banyaknya. Penyakit adalah hasil dari pekerjaan setan setan- penyakit. Para penganut yang saleh lebih suka cara-cara pengusiran roh jahat dari pada obat (kebiasaan ini masih ada di antara masyarakat baik Yahudi, Kristen, Islam atau agama lokal lainnya). Baptisan / inisiasi diadakan lewat melakukan sakramen sederhana berkaitan dengan air (mambuha) dan roti (pihta). Dan ritus ini adalah salah satu dari serangkaian razia (misteri/ rahasia) yang paling penting adalah 'masiqta,' makan ritual khidmat dirayakan oleh para imam hanya untuk membangkitkan (atau kebangkitan) orang mati. Makan ritual lainnya adalah 'lofani,' makan biasa yang dimakan dalam rangka dan untuk kepentingan orang mati, dan persembahan khusus pemberkatan pada pernikahan dan pemakaman. Seperti dalam agama-agama gnostik lainnya, tubuh disebut 'makam jiwa dan kematian dipandang sebagai pembebasan dari penjara atau kandang.

(Kaum Sabian mengakui derajat perempuan setara dengan laki-laki. Para perempuan tidak diwajibkan memakai jilbab, kecuali pada saat baptisan, dan memakai tudung kepala pada saat baptisan adalah kewajiban baik untuk lelaki maupun perempuan.) Istilah kaum Kristen Santo Yohanes diberikan kepada kaum Mandean oleh para pelancong abad pertengahan berdasarkan klaim oleh imam mereka bahwa Yohanes Pembaptis adalah anggota sekte mereka (Nasoreans). Namun Yesus bagi mereka adalah mesias palsu. Tradisi

Mandaean, didukung oleh bukti internal dan penelitian ilmiah, klaim barat sebagai rumah asli dari sekte tersebut, meskipun bahasa teks mereka adalah dialek timur bahasa Aram. Referensi dalam literatur Mandaean tentang hijrah mereka dari Yudea dan penganiayaan terhadap mereka menunjukan keterhubungan dengan gnostisisme Yahudi awal. Meskipun tulisan-tulisan mereka mengandung banyak kesamaan yang mencolok dengan Injil Yohanes, karena Mandean tampaknya memiliki hubungan dengan kelompok awal yang sangat menghormati Yohanes Pembaptis (Yahya), namun tampaknya meragukan apakah inti ajaran mereka telah mempengaruhi kekristenan. Adalah berbahaya untuk menggunakannya untuk menerangkan teks-teks Kristen awal. Oleh karena itu relevan bahwa Injil Keempat / Injil Yohanes tampaknya memiliki jalannya sendiri untuk menekankan keunggulan ilah yang menjelma jadi manusia (Yesus) yang melebihi sang pelopornya (Yohanes Pembaptis). Perpustakaan-perpustakaan yang memiliki gulungan dan naskah Mandaic terdiri terutama dari fragmen tulisan pra-Islam, dikumpulkan langsung setelah penaklukan Muslim di abad ke-7 Mereka yang mengklaim bahwa Mandean adalah Sabian yang asli, memanggil komunitas Harranian sebagai 'kaum kafir dari Haran'. Bagian 2

Sumber foto : http://coloringmyselfin.blogspot.com/2009/12/baptism-of-spirit-ii.html

IMAN SABAN SEBAGAI PELOPOR

Jika Abraham yang diklaim baik oleh orang Ibrani dan Islam adalah seorang nabi Sabian, kita dapat dengan mudah mengatakan bahwa tanpa iman Sabian baik Yudaisme maupun Islam tidak akan ada. Iman Sabian telah bertindak sebagai sumber berbagai sistem kepercayaan di Timur Tengah dan sekitarnya, dan sumber yang sangat penting dan relevan bagi Islam. Beberapa sarjana yang adalah pengikut dari ' tiga agama berkitab ' membuat klaim bahwa iman Sabian mengambil dogma dasarnya dari sistem keyakinan mereka. Hal ini tampaknya tidak mungkin. Mengapa? Karena iman Sabian adalah awal dari semua tiga agama berkitab. Bila kita mempelajari kisah nabi Abraham kita menemukan jejak dia sebagai seorang Sabian. Karena Abraham, sang Patriak, ada sebelum Yudaisme, iman Abraham paling mungkin adalah iman Sabian, dan tidak mungkin muncul lebih lambat dari pada 3 agama berkitab. Tetapi sebaliknya iman Sabian lebih awal dari ketiga agama ini. Iman Sabian telah memberikan dogmadogma untuk Yudaisme, Kristen dan Islam. Sarjana muslim mengakui fakta ini. Kepercayaan sistem dari Sabian adalah iman tertua dan bahasa mereka adalah yang paling tersebar luas di antara bahasa-bahasa dunia pada jaman itu, tulis bin Hazm (994 M?). Beberapa sumber Islam menulis komunitas Syria adalah yang tertua di antara lain dan, Adam dan bahasa anak-anaknya adalah bahasa Siria, dan agama komunitas ini adalah iman Sabian. Dalam buku yang ditulis oleh seorang patriark Syria tentang sejarah bahasa Syria dan sastranya, kita membaca sebagai berikut: Bahasa Aramaik-Siria adalah salah satu bahasa Semit. Sebuah bagian dari kitab ilahi diwahyukan dalam bahasa ini, seperti halnya Kitab Daniel di Perjanjian Lama dan Injil Matius Beberapa ahli mengklaim bahasa Aram-Siria sebagai bahasa tertua di dunia. Dan ada orangorang yang lebih moderat dan menerimanya sebagai salah satu dari bahasa-bahasa tertua . .. Sebuah penyelidikan ke dalam masalah tersebut memberi kita kesan bahwa bahasa Adam adalah bahasa Aramaik-Syria, tulis seorang ulama Syria dan sejarawan dalam bukunya berjudul History of the Turkish Syriacs, dan berusaha keras untuk mendasarkan klaim pada Kejadian 10 : 31 dan 11:01 dari Perjanjian Lama. Meskipun, berdasarkan interpretasi dari Perjanjian Lama, dapat dikatakan bahwa komunitas Syria adalah yang tertua dalam sejarah dan bahasa mereka yang tertua di bumi, ini tidak dapat diterima dalam kriteria ilmiah. Iman Sabian dari Syriacs tidak bisa dianggap sebagai agama tertua di bumi. Prasyarat 'menjadi agama pertama' adalah : Ia harus merupakan agama paling primitif dari manusia di bumi ini. Ia tidak boleh mengambil alih pengajaran apapun dari agama lain yang mendahuluinya.

Iman Sabian adalah bentuk singkat dari kedua kondisi. Sabian telah meninggalkan ' fase primitif ' mereka jauh sebelumnya. Mereka tahu tulis-menulis. Mereka telah berkarya bagi peradaban. Iman Sabian bukan yang pertama, karena ada animisme dan totemisme dan sistem kepercayaan primitif sebelumnya, dan iman Sabian telah mengadopsi banyak aspek dari mereka. Iman Sabian hanya bisa dianggap sebagai yang tertua di antara sistem kepercayaan berkitab. Tetapi pengetahuan kuno yang mereka miliki mungkin adalah yang pertama dalam artian bahwa ia diduga berasal dari sejarah di Sumeria!

Ingat : Kaum Sabian jangan sampai tertukar dengan Sabaean, yang adalah penduduk kerajaan Saba di Barat Daya Saudi pada jaman pra-Quran.

PEMUJAAN BULAN Upaya untuk menemukan asal-usul allah/dewa/tuhan dan hukum yang kita temukan dalam kitab-kitab suci memerlukan studi tidak hanya dari Kultus Matahari, tapi juga Kultus Bulan juga. Kita melihat kultus Bulan sebagian besar dan terutama di antara orang Kasdim. Hal ini diterima secara umum bahwa astrologi kuno dan kepercayaan religius pada makhluk surgawi mulai di antara bangsa Kasdim dan dari sana menyebar ke komunitas lain. Pemujaan pada bintang, planet dan terutama Matahari dan Bulan tersebar luas di antara masyarakat pada jaman itu. Salah satu sejarawan Islam terkenal Masudi (w. 957 M) membuat sebuah kutipan yang menarik sesuai dengan tujuh kuil yang ada yang semuanya digambarkan sebagai sangat besar. Kuil ini dibangun untuk menyembah Matahari, Bulan dan lima planet. Salah satunya adalah Ka'bah di Mekah. Tiga dari mereka yang di Esfahan dan Khorasan, di Iran. Keempat adalah dalam Sa'na di Yaman. Keenam di India dan ketujuh di Cina. Di Khorasan kita memiliki dua kuil, salah satunya Kuil Matahari di Fergana dan yang lainnya adalah Kuil Bulan di Balkh.

KONSEP SABIAN TENTANG TUHAN Inilah konsep kaum Sabian tentang tuhan / allah / sesembahan mereka : Alam semesta memiliki alasan yang kekal (penyebab pertama tuhan).... Ia adalah satu-satunya. Ia tidak menghasilkan keturunan / beranak. Ia membuat keilahiannya dikenal oleh ciptaannya, yang memampukan mereka untuk memilih yang baik dari yang jahat (kehendak untuk hidup bijaksana). Ia telah menunjukkan semua orang jalan yang benar dan mengirim mereka para nabi untuk menunjukkan kepada mereka jalan yang benar. Para nabi berkewajiban menunjukkan bukti tentang allah sesembahannya, sang allah ini meme- rintahkan nabi untuk memanggil semua orang ke jalan yang benar yang akan membuat mereka bahagia;. dan mengumumkan bahwa semua orang harus menyelamatkan diri dari murka-Nya; orang-orang yang mengindahkan peringatan itu akan mencapai berkat tanpa akhir (surga); mereka yang tidak mengindahkan fatwa itu akan dihukum setimpal. Wahai para penganut agama berkitab Yudaisme, Kristen dan Muslim dapatkah kalian mengenali asal-usul ajaran paling mendasar dari iman kalian? Selalu dikatakan bahwa kitab Sabian telah memasukkan kisah-kisah penciptaan, pohon terlarang, ketelanjangan Adam dan kisah tentang ia menutup ketelanjangan tubuhnya itu. Sabian percaya pada tuhan. Mereka percaya bahwa perbuatan baik dan buruk setiap orang akan menetap di dunia lain setelah kematian (hari penghakiman, akhirat). Oleh karena itu mereka merasa wajib untuk tetap berpegang pada perilaku yang tepat.

BAGAIMANA KAUM SABIAN MENYAPA TUHAN : Omar Ibn'ul Verdi - seorang sejarawan Islam - mengatakan ia telah melihat selembar halaman yang ia klaim milik kaum Sabian. Lembar halaman ini dikatakan telah mengandung keterangan bagaimana kaum Sabian menyapa / mengungkapkan Tuhan mereka :

Engkaulah yang kekal, dimana semua penguasa dan pemerintahan bergantung padamu. Engkaulah Tuhan dari semua mahluk berakal dan yang ada dalam dunia indera. Engkaulah dalah kepala dunia dan gembala alam. Engkaulah Rabb dari semua malaikat dan para penghulunya. Kebijaksanaan berasal dariMu dan sampai kepada para pemimpin dunia. Engkaulah penyebab pertama. Engkau yang membungkus segala yang ada. Engkau tak terbatas dalam kesatuan. Engkau satu yang tak terselami. Engkaulah pengawas dari para penguasa surgawi dan sumber cahaya yang kekal. Engkau penguasa dari di atas segala penguasa yang mendiktekan semua hal yang baik dan memperingatkan sebelumnya melalu wahyu-wahyu dan tanda-tanda. Terciptanya dan berkembangnya semua makhluk disebabkan oleh Dirimu. Para pemerintahan mengambil jalan yang benar dengan petunjukmu. Sinar-sinar memancar hanya darimu. Engkaulah penyebab tertua yang ada sebelum segala sesuatu. kami memintaMu memurnikan diri (roh) kami. kami ingin berhasil memenangkan berkat dariMu. Sekarang dan selalu. Hingga keabadian. O! dewa yang murni dari segala macam noda, buatlah akal kami sehat, dan berilah kami kesehatan gratis dari segala macam penyakit. Ubahlah kekhawatiran kami menjadi sukacita. Kami berlindung dan takut hanya padaMu. Kami memohon padaMu biarlah kami berhasil dalam mengungkapkan kebesaranMu yang hanya bisa dinyatakan oleh manifestasi. KebesaranMu ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Semua orang, dan segalanya berasal dariMu. Segalanya dan pencapaian segala keberhasilan bergantung padaMu. Engkaulah keinginan dan harapan bagi dunia. Dan engkaulah penopang seluruh manusia. Di sini jelas terdengar gema pemikiran Yunani kuno, sebab komunitas Syria yang termasuk Sabian, akrab dengan Yunani kuno sedini jaman kuno. Selama kekhalifahan Abbasiyah dari ketika orang Arab / Muslim berada di bawah tudung gelap kebodohan dan kefanatikan, masyarakat Syria termasuk komunitas Sabian mengukuhkan hubungan antara Arab dan Barat yang berakhir dengan pelunakan pemikiran Arab / Muslim.

Saya yakin jika anda yang kebingungan dengan asal mula atribut-atribut tuhan yang digunakan untuk menyapa tuhan di Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, dan Quran, sekarang tahu darimana mereka mengambilnya, dari komunitas Sabian (kuno) seperti yang dikutip di atas. [..]

BAGAIMANA KAUM SABIAN MEMPRAKTEKAN IMAN MEREKA ? HUKUM Asal-usul kata Arab namus (menghormati) berasal dari bahasa Yunani nomos yang berarti hukum atau hukum agama. Sehingga kaum beriman diterima sebagai mulia (Bagaimana dengan yang lain? Menurut kalian orang yang tak beriman dianggap apa? Penjahat, begitu?). Beberapa orientalis mengatakan bahwa kata namus dalam bahasa Arab merupakan kata kuno yang memiliki banyak arti termasuk uang. Untuk menemukan petunjuk asal-usul idea yang berkaitan dengan namus dari agama-agama berkitab, kita harus membaca buku yang ditulis oleh Zaynudin Ibn ul Verdi (Tetummet'ul Muhtasar Fi Akhbari'l Beer) dimana ia menyebutkan sebuah lembaran halaman yang ia pernah lihat, yang ia klaim milik kaum Sabian. Sayangnya kita tidak memiliki lembaran halaman itu, tetapi berkat para periset yang tertarik dengan kajian ini, saya memberi terjemahan dari bahasa arab tentang lembaran halaman yang menyoal namus, yakni : Menahan diri melakukan sesuatu kepada orang lain, hal-hal yang kamu sendiri tak mau orang lain lakukan kepadamu. Jangan pamer diri, jangan berusaha mengagung-agungkan dirimu dan kebajikan yang kau buat. Jangan bersumpah atas nama Tuhan ketika kamu berkata-kata bohong, dan jangan tergesagesa mengambil sumpah untuk membuat orang lain percaya. Berpegang pada kejujuran sehingga ya berarti ya dan tidak berarti tidak. Jauhkan diri dari berbohong, apalagi berjanji atas nama Tuhan. Kalau tidak kamu akan mengambil bagian dalam dosa-dosa mereka, khususnya jika kamu tahu mereka akan mengingkarinya kelak. Tautkanlah segala sesuatu dan setiap orang kepada Tuhan yang tahu segala rahasia. Ia akan menjadi hakim dan pembela yang adil yang menunjukan kepadamu jalan keluar dari masalah. Hindari berkata-kata tak berguna,, keliru, dan negatif. . Jangan bergaul dengan orang-orang yang ngaco. . Jangan terlalu banyak bercanda dan tertawa. Jangan mengkritik atau mengumpat seseorang. Jangan mengatakan kata-kata negatif ketika kamu marah, sebab ini akan membawamu pada situasi yang memalukan, berdosa dan bermasalah. Ia yang mampu mengalahkan kemarahannya mengatur kata-kata yang keluar dari mulutnya,

memurnikan pikirannya, dan menjaga dirinya murni akan mampu mengalahkan semua kejahatan. . Hidup dalam kesadaran. Hidup dalam kesalehan. Biasakan hidup bermartabat dan dewasa. Hiasilah dirmu dengan prilaku yang baik dan patut. Seimbanglah dalam apapun yang kau lakukan. Jangan terburu-buru khususnya dalam memberikan hukuman kepada yang bersalah. Setiap orang harus

segera menjauh dari mereka yang mengambil jalan yang salah, melakukan kejahatan, dan halhal yang ganjil. Kita tidak boleh berpikir bahwa kita bisa selamat sekalipun terus bergaul dengan orang-orang macam begitu. Mari kita andaikan bahwa kita berhasil menutupi perbuatan kita di dunia ini;. Tetapi tidak boleh meragukan kesalahan kita akan nampak di hadapan semua orang di Hari Penghakiman.

(Naiel Thejel Ganeen, seorang pemimpin komunitas Mandaean Sabian di Irak, diculik pada tahun 2006 (oleh siapa lagi kalau bukan kelompok taik anjing Radikalis Islam ?) dan ditahan selama sembilan hari penyiksaan, dan berulang kali dicemooh sebagai kafir. Ia dibebaskan setelah para penculik menerima uang tebusan$ 40.000. Ia ditinggalkan dengan lengan terluka menderita pecahan peluru dalam percobaan eksekusi. Sumber : http://digitaljournal.com/article/304026#ixzz1ctcad5Ws )

DOA HARIAN

Kaum Sabian memiliki doa-doa harian dengan ritual meliputi : membungkuk dan bersujud (Kristen Syriak dan Koptik, dan Islam memiliki tradisi ini). Mereka berdoa 3 kali sehari, sebelum matahari terbit, tengah hari, dan pada saat matahari tenggelam). Ini adalah kewajiban. Islam pada awalnya memiliki jumlah shalat yang sama, 3 kali, namun kemudian jumlah ini ditambah menjadi 5 kali (dan diciptakanlah kisah Isra Miraj dan tawar menawar allah dengan Muhammad). Ada 3 kali lagi doa harian namun dianggap bukan sebagai kewajiban untuk dilaksanakan : pada jam kedua setelah tengah hari, pada jam ke sembilan setelah siang hari, dan pada jam ketiga setelah malam hari. Kaum Sabian memulai doa harian mereka dengan menyatakan niat untuk menyelesaikannya dalam doanya (Islampun mengadopsinya.) Doa di kuburan dilakukan tanpa membungkuk dan bersujud (Islampun mengadopsinya). Kewajiban untuk Membersihkan diri / wudhu sebelum doa adalah praktek iman Sabian (dan Islam juga mengadopsinya). Kaum Sabian memiliki panggilan sebelum melakukan doa (dan islam mengadopsinya). Kaum Sabian berpaling ke arah tertentu pada waktu mereka berdoa. Sabian di Irak mengarah ke

konstelasi Capricorn. Sabian di jaman kita memelihara praktek ini (Pada awalnya Islam mengadopsi praktek ini dengan menetapkan Yerusalem al Quds sebagai kiblat. Namun kiblat yang sebenarnya adalah Bakka / Bekke / Behe). Saya telah menulis sebelumnya bahwa kaum sabian sangat mengutamakan pemurnian tubuh secara kanonik (yang diatur kitab suci) sebelum setiap doa (Dengan kata lain, suatu wudhu; kata umum untuk kebersihan pemurnian ini disebut taharot dalam Yudaisme dan taharat dalam Islam). Oleh karena itu, setelah hubungan seksual tubuh harus dibersihkan. Kaum Sabian diwajibkan untuk membenamkan diri sepenuhnya dalam air yang mengalir untuk mendapatkan pembersihan tubuh. Setelah kencing, buang air besar, kentut, menyentuh seorang wanita yang sedang menstruasi, menyentuh seorang wanita dalam periode empat puluh hari setelah melahirkan, menyentuh orang asing, dan pendarahan dari hidung mengharuskan wudhu (kecuali perihal menyentuh orang asing, Islam mengadopsi semua syaratsyarat dan kebiasaan ini). Menurut cabang Mandaean dari sistem kepercayaan ini, doa - tujuh kali sehari diwajibkan untuk Adam, dan praktek ini berlanjut sampai Yohanes Pembaptis (Yahya) merubahnya menjadi tiga kali sehari. PUASA Ada tradisi berpuasa dalam iman Sabian. Puasa ini berlangsung selama 30 hari. Periode ini terkait dengan gerakan Bulan. Aturannya adalah lihatlah bulan dan mulailah berpuasa, lihatlah bulan dan mulailah bersukacita. Islam mengadopsi dengan tepat periode berpuasa dan aturan puasa-sukacita ini (yakni bahwa puasa bukanlah kewajiban yang berat, tapi suatu upaya pembersihan diri, waktu untuk bersukacita dalam melakukan amalan demi mendapatkan ridha ilahi Penerjemah).

KUIL SUCI Utusan kaum Hagarin (yang umum dikenal sebagai Muhammad) mengatakan bahwa Kabbah di Mekkah adalah kuil suci Sabian yang dibangun Abraham dan anaknya Ismail. Kuil Matahari berbentuk segi empat (berdasarkan Masudi) dan Kabbah diberi nama demikian sebab ia (berdasarkan sumber-sumber muslim) berbentuk demikian (yakni, berbentuk kubus). Dalam beberapa kamus Islam Kabbah digambarkan sebagai bangunan berbentuk kubus. Jadi kabbah pastilah sebuah kuil untuk Dewa Matahari. Para sarjana Islam, khususnya Abul Fida, menuliskan bahwa kaum sabian sangat menghormati rumah allah di Mekka dan mengunjunginya secara berkala (Islam mengadopsi praktek ini). Beberapa orientalis menunjukan bahwa di antara tradisi haji yang diterima Islam, terdapat tradisi-tradisi yang berasal dari upacara kultus terhadap Dewa Matahari. Mereka mengklaim bahwa praktek melempar batu kepada Iblis (jumrah) berasal dari praktek kaum pagan yang berusaha mengusir Ifrit (jin / setan) yang hendak menelan matahari. KORBAN PERSEMBAHAN Kaum sabian memiliki tradisi korban persembahan. Di sini mari kita menyegarkan ingatan kita tentang Abraham dan usahanya untuk mempersembahkan anaknya, Ishak. Abraham membuat altar, menata tumpukan kayu secara teratur, kemudian mengikat anaknya dan meletakannya di tumpukan kayu itu. Dan ini secara penuh merujuk pada tradisi kaum Sabian (Haran), sebab dahulu dalam kaum Sabian (Haran) ada praktek membunuh anak pertama dan membakarnya. Kadangkadang dagingnya akan diambil dan dicampur dengan adonan dan dimakan, dan sisa dari mayat, rambut dan tulangnya tidak dibakar. Namun ini tradisi ini berasal dari Haran, bukan milik kaum Sabean Mandaean. Kaum Sabean Mandaean mengorbankan binatang, bukan manusia. Jadi kisah tentang Abraham yang mengorbankan Ishak mungkin ditulis karena penulis kitab Kejadian mempercayai Abraham berasal dari Haran sebelum ia tinggal di Kanaan. Karena Abraham dipercaya berasal dari Haran dan kaum Sabean Haran melakukan pengorbanan anak pertama, maka fragmen pengorbanan Ishak muncul. SUMPAH Dalam system kepercayaan Sabean ada kebiasaan bersumpah demi sesuatu untuk menyatakan keseriusan si pengambil sumpah. Tuhan sesembahan dalam Quran juga sering mengucapkan sumpah atas apapun (QS 91:1-8, 95:1-3)

PEMBERSIHAN TUBUH / WUDHU

Ada praktek pembersihan tubuh secara penuh dalam iman Sabian. Hal ini diperlukan setelah hubungan seksual. Jenis pembersihan tubuh ini secara fundamental adalah tradisi perendaman tubuh dalam air. Bahkan sesaat setelah kelahiran, sang bayi yang baru lahir dicelupkan dalam air. Ini pada dasarnya adalah baptisan Kristen. (Ingat, salah satu nabi besar dalam Sabean adalah Yohanes Pembaptis, dan Yesus adalah murid dari Yohanes Pembaptis ! ). Selain pembersihan tubuh, wudhu sebelum doa sehari-hari adalah suatu keharusan dalam iman Sabian. (Pembersihan tubuh sebelum-doa harian dadopsi oleh Yudaisme, Kristen-kristen Ortodoks Timur spt Koptik, Etiopia, Syriak dan kemudian Islam dalam berbagai variasi, tapi secara mendasar intinya adalah sama, tubuh dianggap kotor, dan tidak layak menghadap tuhan / allah sebelum dibersihkan dalam air dan doa-doa - Penerjemah).

(Salem Chahili, imam dan juga Sekretaris dari Mandaean Association of Iran, mempersiapkan melati untuk ritual baptisan di tepi sungai Karoun. Sebagai pengikut Yahya Pembaptis, para anggota kelompok keagamaan kecil ini, berikisar antara 5,000 10,000 di Iran, belum termasuk di Iran dan yang emigrasi ke negara-negara Eropa, Australia & Amerika Utara, mencelupkan diri mereka ke dalam air setiap hari Minggu. Karena ritual kelahiran, baptisan, pernikahan dan kematian selalu berhubungan dengan air, maka dari dulu mereka selalu tinggal dekat dengan sungai, di Karoun - Khuzestan provinsi Iran Barat Daya, and the Tigris, dan Euphrates di Irak. (Photo: Hasan Sarbakhshian) sumber : http://www.abdolian.com/thoughts/?p=3939 )

MONOGAMI ATAU POLIGAMI?

Kaum sabian di Haran, dan Sabian lain yang mengikuti pola keyakinan Sabian di Haran, mempercayai kebaikan-kebaikan dari monogamy. Namun bagi Sabian di tempat lain menikah dengan lebih dari satu orang wanita dimungkinkan jika perempuan-perempuan itu diperlakukan adil. Kekristenan mengadopsi solusi pertama, yakni monogami, sedang Yudaisme dan Islam mengadopsi solusi kedua, yakni poligami. Seorang Sabian hanya bisa menikah dengan pengikut Sabian lainnya. Mereka yang menikah dengan orang asing atau orang dari system kepercayaan yang berbeda dianggap sebagi murtad (Yudaisme dan Islam mengadopsi kedua peraturan ini). Ikatan pernikahan disahkan dihadapan para saksi (Yudaisme, dan khususnya Kristen dan Islam mengadopsi peraturan ini). PERJINAHAN Perjinahan merupakan salah satu larangan yang fundamental. Yudaisme dan Islam mendaftarkan hukuman yang sangat-sangat berat. Bahkan dalam kasus-kasus tertentu menyebabkan kematian. PERCERAIAN Di antara kaum Sabian yang tinggal di Haran dan Sabian yang mengakui kewenangan Haran, perceraian dianggap mustahil, kecuali adanya kasus perzinahan atau tanpa bukti konkret itu. Hal ini hampir identik dalam kekristenan. Tetapi bagi kaum Sabian yang yang dipahami telah mengembangkan rasa kepemilikan, kasus kasus pencurian, tidak mencuci selama menstruasi, dan tidak melakukan doa harian juga dianggap sebagai penyebab perceraian. SUNAT Sunat merupakan kewajiban sosial sangat penting di antara para Hanif, yang adalah kaum Sabian Abraham (Praktek Sabian ini diadopsi secara eksplitis oleh Yudaisme dan Islam). MAKANAN YANG DILARANG Ada hewan-hewan yang dagingnya dilarang untuk makan sesuai dengan iman Sabian, yakni semua jenis bangkai; semua hewan yang dibunuh tanpa mengeluarkan darah, semua jenis karnivora dengan kuku belah, terutama babi dan anjing, burung pemangsa dan keledai. (Ini disebut herem dalam Yudaisme dan haram dalam Islam. Periksa Kuran 5:3). Babi dilarang dalam Yudaisme, dan akibatnya juga dalam Islam (Perjanjian Lama Imamat, Ulangan 14:8). Larangan babi berasal dari keyakinan orang-orang yang hidup sebelum masa Perjanjian Lama ditulis, dan kaum Sabean. Pelarangan ini berkaitan dengan pelarangan totem. Babi adalah binatang totem. Para anggota clan membangun ikatan antara binatang totem dan diri mereka sendiri. Menurut orang-orang ini binatang totem memiliki atribut luar biasa, dan super, dan dapat melindungi anggota klan. Itulah sebabnya hewan ini tidak boleh dibunuh, dagingnya tidak boleh dikonsumsi. Babi adalah hewan dewa lain yang adalah musuh Osiris, menurut Herodotus. Dan bahwa dewa itu disebut babi. Di malam-mala ketika bulan cahaya penuh, babi-babi dikorbankan untuk dewa tersebut, dan dagingnya dikonsumis pada upacara tersebut. Menurut Ibn Nadim, kaum Sabi'in / Sabean terbiasa mengorbankan babi-babi untuk dewa mereka dan memakan daging babi setahun sekali, pada upacara itu saja.

LARANGAN MEMAKAN DARAH Ini adalah tabu masyarakat primitif dari zaman animisme. Kisah Perjanjian Lama tentang hal ini memiliki petunjuknya: Tuhan/Dewa/ Allah orang Ibrani (tuhannya Islam juga ) berbicara dalam Imamat 17:10: Dan setiap orang dari bangsa Israel dan dari orang asing yang tinggal di tengah-tengah mereka, yang makan darah apapun juga, Aku sendiri akan menentang dia dan melenyakpan dia dari tengah-tengah bangsanya. Apa yang bisa menjadi alasannya ? Dia memberikan alasannya dalam Imamat 17:11: Karena nyawa makhluk ada di dalam darah dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa. Jadi demikianlah! Tabu yang tersisa dari jaman animisme telah menjadi tabu bagi orang Ibrani dan juga untuk kaum Muslim. BUNGA UANG Bunga, dan keuntungan berdasarkan bunga jelas dilarang dalam iman Sabian. Larangan ini diambil alih oleh para penulis Perjanjian Lama, dan para penulis Quran telah membuatnya menjadi bagian dari sistem kepercayaan mereka. Di sini kita perlu menjelaskan apa yang tidak diperbolehkan dan apa yang harus diterima. Bunga, atau keuntungan berdasarkan bunga, disebut riba dalam bahasa Arab. Praktek ini disebut 'riba' ini telah menimbulkan tanggung jawab yang tidak proporsional pada si peminjam ketika membayar kembali bunganya. Karena pembayaran yang tidak proporsional ini bukan dari suatu imbalan yang nyata maka ia dinyatakan haram / harem dan praktek itu dilarang. Dalam masyarakat Arab sebelum Islam orang yang tidak mampu membayar kembali pada waktunya harus membayar riba kedua. Jadi dia dibuat untuk membayar lebih dari yang dipinjam. Hal inimembuat yang kaya semakin kaya, dan yang miskinsemakin miskin. Ini adalah dilarang. Namun catatlah: saat ini bunga yang dibayar oleh bank-bank dengan imbalan deposito tidak seperti ini.Uang memiliki biaya. Mereka yang menggunakan uang ini untuk keperluan mereka harus membayar 'biaya' ini. Bunga hari ini adalah biaya uang, tidak ada hubungannya dengan riba dalam pemahaman Arab jaman dahulu. Dan akhirnya, seperti yang dapat dilihat di artikel ini, Iman Sabian adalah salah satu dari sistem-sistem dasar hukum agama yang memiliki efek permanen pada agama-agama yang datang di kemudian hari. NABI ABRAHAM (?) oleh Mudarras Kadhir Gaznavi

AV'RAM Para buku kode dari tiga sistem keyakinan surgawi (Yudaisme, Kristen, Islam) memiliki asal-usul mereka di Timur Tengah. Perjanjian Lama, Perjanjian Baru (kompilasi dari teks-teks yang ditulis oleh para murid Yesus), dan Kuran menyebutkan satu orang sebagai 'ayah-patriark-nenek moyang' dari Yudaisme, Kristen dan Islam: Av'ram ('nama' oleh tuhannya seperti Abraham di kemudian hari). Mereka memanggilnya nabi. Bagaimana bisa orang yang sama menjadi 'ayah-patriarkleluhur' untuk tiga sistem kepercayaan yang berbeda? Yah, pertama dari semua sistem kepercayaan yang tidak jauh berbeda pada dasarnya: Av'ram memasuki panggung dengan Perjanjian Lama, yang merupakan buku yang ditulis, diubah, expurgated, dibersihkan, ditulis ulang selama 800-900 tahun. Kedua, codebook disebut, Perjanjian Baru, telah memperkenalkan interpretasi baru dari Perjanjian Lama saya menggunakan ekspresi 's o disebut' karena Yesus tidak memiliki baru atau sebuah buku khusus.. Codebook Nya adalah Perjanjian Lama. Dia telah berkhotbah dari itu, sangat mungkin menafsirkannya sesuai dengan kebutuhan dan menambahkan komentarnya. Tapi pengikutnya mencoba untuk mengingat apa yang ia katakan dan mereka menulis mereka. Sementara melakukan itu mereka telah menambahkan pandangan pribadi mereka dan lain-lain penafsiran mereka, dan semua ini telah terjadi lama setelah Yesus 'keluar' panggung Palestina. Jadi, bagaimana th e stor y tentang 'sebuah buku kode yang diberikan kepada Yesus' telah terjadi? Yang berperan penting dalam menciptakan cerita yang 'Perjanjian Baru adalah wahyu dari tuhan' Baca Galatia 1:11 dimana Paulus postle mengatakan bahwa Injil yang ia khotbahkan itu tidak diberikan kepadanya oleh seorang pria,? Dan dalam Galatia 1:12 ia mengungkapkan kebenaran-Nya: "Saya belum menerimanya dari seorang pria, itu tidak diajarkan kepada saya, itu adalah wahyu dari Yesus Kristus." Berikut adalah solusi untuk teka-teki. Yesus tidak diberikan codebook tetapi menjadi 'tuhan dalam daging' mengungkapkan bahwa dia 'buku' (!) Untuk rasul-Nya. Dimulai dengan pengumuman ini oleh rasul Paulus, orang-orang yang terburu-buru memutuskan bahwa Yesus memiliki codebook -. Yang tentu saja berarti dengan kesimpulan bahwa g od telah mengungkapkan pesan kepadanya Tidak ada hal yang diwahyukan kepadanya. Keseluruhan cerita adalah buatan manusia. Sebuah penemuan oleh Paulus Baik ideolog dari ajaran Hagarene dan t ia penulis Ku berlari telah memasukkan banyak subjek dalam dua buku, meringkas sini, memperbesar sana;. Membuat perubahan sesuai dengan persyaratan ir, di mana tampaknya diperlukan. Singkatnya, yang terakhir sebagian besar merupakan oleh-produk dari budaya Yahudi dan Kristen. Seorang pria bernama Av'ram adalah inisiator dari sistem keyakinan dengan persetujuan populer. SIAPAKAH DIA?

Siapa Av'ram ini? Kapan dia hidup? Mana dia berasal?

Pertama, jika kita lanjutkan dengan apa yang kita miliki dalam buku kode, kita tidak dalam posisi untuk memberikan jawaban yang jelas atas pertanyaan-pertanyaan. Jadi, mari kita mulai dengan apa orang yang disebut Av'ram telah dimulai. Menurut Perjanjian Lama ia dilaporkan telah memulai sejarah Ibrani. Pada kenyataannya Perjanjian Lama dipandang sebagai karya sastra (satu gagal!) Terkait peristiwa sejarah dan khususnya sejarah Israel. Kisah Av'ram adalah semacam sebuah cerita epik yang diciptakan di bawah pengaruh dari berbagai budaya selama jangka waktu yang panjang. Dalam bagian-bagian dari Perjanjian Lama yang berhubungan dengan Av'ram ada banyak cerita tak bermoral perzinahan, inses, pembunuhan, kecemburuan, iri hati, dan penipuan,

semua yang tidak pantas bagi pria agama. Jadi, ideolog Kristen era sekarang telah menghilangkan cerita ini (serta bagian-bagian yang menggambarkan tertinggi menjadi sebagai yang marah dan tak kenal ampun) dari salinan dari codebook Kristen ditujukan untuk konsumsi anak-anak. Dalam tulisan abad ke-9 dan ke-8 SM tidak dikembangkan cukup untuk menuliskan teks-teks yang kita baca dalam Perjanjian Lama saat ini. Dokumen tertulis pertama dalam Perjanjian Lama pada Av'ram dan keluarganya adalah Kejadian, yang ditulis 1500 tahun kemudian maka Av'ram waktu dan keluarganya dianggap telah tinggal Yah,. Apakah ia pernah tinggal, saat itu bisa bisa? Av'ram dan orang-orang di sekitarnya diyakini telah hidup sekitar 1900-1800 SM Tetapi beberapa orang mengatakan bahwa ia harus hidup di kemudian hari. Kita tidak tahu pasti apakah Av'ram, I'zak dan Ya'kub (Sesepuh) telah benar-benar hidup. Jika Av'ram pernah hidup, khususnya pada periode diasumsikan (1900-1800 SM) "yang Baik Arab maupun Ibrani ada kemudian" (Max Dimont, Yahudi, dewa dan Sejarah). Tidak ada dokumen, milik era Av'ram dan keluarganya ditemukan. Jadi tidak ada yang akan membuktikan eksistensi mereka sekali waktu. Kesaksian hanya Perjanjian Lama, yang telah mengambil bentuk finalnya ditulis dalam abad ke-4 SM, setelah pembuangan Babel. Hal yang pasti, karena mitos-mitos penciptaan, Adam, surga, dan banjir tidak ada di Kanaan yang merupakan bukti lebih lanjut bahwa bentuk akhir diberikan kepada Perjanjian Lama berikut pembuangan Babel. Itu diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani kuno di Alexandria pada 3. abad SM teks dalam Perjanjian Baru adalah dari era lama kemudian. Jadi satu-satunya sumber nyata dan berharga yang kami miliki adalah Perjanjian Lama. Untuk memotong cerita panjang pendek, Av'ram, setelah menjadi Abraham sebagai akibat dari saran ilahi (!) Telah datang dikenal sebagai utusan ayah (kepala keluarga) dari sistem kepercayaan Musa, Kekristenan telah menerimanya secara alami. Itu adalah kelihaian dari Messenger Hagarene bahwa Abraham (Ibrahim) telah menjadi nenek moyang dari Hagarenes-Sabian, dan ketika ajaran ini ditransformasikan oleh orang Arab gurun, ideologi nasionalis Arab dianggap Ibrahim sebagai keuntungan atas Musa dan sistem kepercayaan Kristen , dengan kata lain, mereka melakukannya karena kebutuhan. MANA DIA DATANG DARI? Saya telah mengatakan kepada Anda bahwa menurut Perjanjian Lama, Av'ram telah memulai sejarah Ibrani. Bagaimana dia memulai itu? Nah, Perjanjian Lama mengatakan bahwa ia telah berbicara dengan yang tertinggi (satu pribadi tentu saja!) Ini pengawas tertinggi akan melalui sebuah proses transformasi dan g pribadi od dari Av'ram akhirnya akan berubah menjadi pencipta yang universal dan. arbiter mundi dengan kedatangan Islam (Kita akan lihat nanti). Menurut cerita Av'ram berbicara dengan pengawas pribadi tertinggi, seperti dilaporkan dalam Perjanjian Lama (Kejadian 12:1), bahwa 'entitas' memerintahkan Av'ram;

".. Untuk keluar dari tempat ia hidup dan pergi ke sebuah negara yang dia (g od) akan menunjukkan." (Perlu diingat ayat ini sangat penting seperti yang akan kita lihat nanti).

Av'ram itu penilik tertinggi menunjukkan dirinya Av'ram untuk kedua kalinya (ketika dia 99 tahun), menegaskan kembali nya perjanjian , dan mengatakan kepadanya bahwa ia tidak akan disebut Av'ram lagi, namanya akan Abraham. Jadi ini adalah utusan memanggil Abraham, yang juga utusan ayah Islam ('Muhammad' menyebutnya 'nenek moyangnya'). Mana nenek moyang orang Yahudi datang dari Yosua 24:2 Berikut adalah?:

"... Demikian kata TUHAN, Allah Israel, ayah Anda tinggal di sisi lain dari banjir dalam waktu yang lama Bahkan Terah, ayah Abraham, dan ayah Nachor:. Dan mereka melayani allah lain." (Perlu diingat ayat ini sangat penting seperti yang akan kita lihat nanti).

Mereka tinggal di sisi lain dari banjir. Apa yang Anda pahami dari pernyataan ini? W hich banjir itu? Apakah ini yang terkenal 'f lood' atau seharusnya kita memahami sebuah sungai yang memiliki kebiasaan membanjiri daerah sekitarnya sering? W e akan melihat Kejadian 12:4 memberitahu kita. "... Dan Av'ram berumur tujuh dan lima tahun ketika ia berangkat keluar dari Haran." Menurut Kejadian 10-11, Av'ram, Nachor dan Haran yang lahir ketika Terah berumur 70 tahun. Terah mengumpulkan keluarganya dan pergi ke Haran. Terah meninggal di Haran ketika ia 205 (!) Tahun. Av'ram seharusnya sudah 135 tahun ketika ayahnya meninggal. Namun Kejadian 12:4 memberitahu kita bahwa ketika Av'ram telah berangkat dari Haran, seperti yang diperintahkan oleh dewa, ia adalah 75 tahun. Jadi siapa yang mengatakan yang sebenarnya? Kisah Para Rasul 07:04 melanjutkan:

"Kemudian dia keluar dari tanah orang Kasdim, dan tinggal di Charran, dan dari sana, ketika ayahnya meninggal, Allah menyuruh dia pindah ke negeri ini, dimana Anda sekarang tinggal." (Perlu diingat ayat ini sangat penting seperti yang akan kita lihat nanti).

Jadi, mari kita ikuti perjalanannya:

Av'ram set off dari tanah orang Kasdim (Yang saat ini Irak, dan Irak adalah pada 'sisi lain dari banjir'). B ut kota Ur tidak disebutkan di sini. Ur adalah tambahan kemudian teks, selama salah satu dari banyak editorial dan bekerja memperbarui dilakukan pada buku. Av'ram tinggal di Charran (Haran, saat ini Harran). Ada dua kata yang berbeda di sini, untuk ternyata tempat yang sama, yang mungkin dianggap sebagai indikasi untuk dua penulis yang terpisah. Lalu ia datang ke Palestina. Jika tanggal yang diberikan dalam Perjanjian Lama dapat dianggap sebagai indikator kemungkinan (kemungkinan karena kita berhadapan dengan cerita-cerita yang dilaporkan telah ditulis ulang dan diubah kali begitu banyak dan begitu luas bahwa tidak ada yang jelas) kita dituntun untuk percaya bahwa 'Av ram telah meninggalkan tempat asalnya, Haran, 645 tahun sebelum kitab Keluaran Keluaran Karena diduga telah terjadi di abad ke-13 B.. C, Av'ram harus hidup sekitar 1900 B. C

Beberapa peneliti mengatakan bahwa Av'ram telah berangkat dari kota Mari . Sarjana akrab dengan kota kerajaan Mari untuk waktu yang lama, yang ditampilkan dalam prasasti tua banyak dari Babilonia dan Asyur. Satu teks telah mengklaim bahwa Mari adalah kota kesepuluh harus didirikan setelah OOD 'global' fl. Penghuninya adalah orang Amori . Mencari di Mari tampaknya untuk mengkonfirmasi keakuratan account Perjanjian Lama. Menurut bukti arsip istana Haran dan Nachor berdua kota berkembang sekitar 1900 B. C - Ini adalah fakta Tapi kita tahu mereka sebagai nama orang Apakah Haran dan Nachor manusia atau kota Apakah kita memiliki narasi simbolik di sini..?? Pada awal dari Mari sekitar 1800 B. C tampaknya setuju sangat baik dengan penanggalan tradisional dari B iblical p atriarchs sekitar atau segera setelah tahun 2000 B. C Selanjutnya arsip Nuzi di dekat Kirkuk Yorgan Tepe (Saat ini sebuah provinsi di utara Ira k) memimpin kita untuk percaya bahwa ini adalah tempat yang mungkin yang dapat memberikan kita dengan informasi untuk memecahkan masalah ini. Tertulis dokumen (tertanggal 1500 B. C) dari orang Hori kota

kerajaan Mitanni (Kerajaan Hurrians) dan praktik-praktik hukum atriarchs p setuju untuk sebuah tingkatan yang menakjubkan dengan teks iblical B. Namun ada sesuatu yang salah!

Jika atriarchs p telah mengikuti kebiasaan hukum kaum orang Hori dari B abad ke-15. C. bagaimana mereka bisa tinggal di B, 18, 19, abad ke-20. C? Dengan kata lain 300 sampai 500 tahun sebelumnya. Bisakah kita mengatakan bahwa orang Hori mengikuti praktek-praktek hukum atriarchs p? Bisakah kita mengatakan bahwa praktek-praktek hukum Av'ram waktu tertentu yang diserahkan ke Hori? Apakah Av'ram benar-benar hidup di ingdom k tentang Mari? Atau haruskah kita mencari dia abad kemudian di dalam Kerajaan Mitanni? Atau ia dapat ditemukan di tempat lain? (Kita akan lihat nanti.)

Konsep-konsep tertentu dari periode p atriarchs di bidang agama dicocokkan oleh ide-ide yang terkandung dalam teks-teks dari Ugarit yang klasik masa datang masih kemudian di abad ke-15 B atau 14. C.

Oleh karena itu kita sebaiknya menempatkan nenek moyang Alkitab Israel bahkan kemudian? Ada yang bisa mengkonfirmasi Abraham tinggal di Mesir (yang hanya ditunjukkan secara kebetulan bahkan di dalam Alkitab) dari sumber-sumber non-alkitabiah?

Pertanyaan, pertanyaan .. Penggalian s di Tell el-Mardikh selatan Aleppo (di Suriah) menyebabkan penemuan kota Ebla, yang berasal dari 3. milenium B. C Penemuan pertama adalah bahwa tingkat tinggi budaya dengan struktur sosial yang sangat berbeda telah ada ada di zaman prasejarah hampir. Kedua, arsip kaya dari tanah liat tablet dalam Ebla mungkin menunjukkan bahwa semua pendapat air yang ketat telah dibangun di atas landasan tidak aman. Sehubungan dengan pertanyaan tentang nama, ulama sepakat bahwa nama-nama atriarchs p telah ditemukan di sumber lain. Ebla teks berasal dari ke-3. milenium B. C berisi nama yang akrab bagi kita dari Alkitab. Abraham ada, serta Sodom dan Gomora, Adma, Zeboim di Laut Mati, yang semuanya hancur oleh api.

Apa pendapat Anda tentang Sodom dan Gomora muncul di arsip dari ke-3. milenium B. C? Kami diberitahu bahwa insiden Sodom dan Gomora telah terjadi di kemudian hari banyak, bukan kita? Dan kita telah menyadari nama-nama ini karena petualangan Abraham, h ave kita tidak?

Kami berpikir bahwa Abraham harus telah hidup sekitar tahun 1900 B. C, tetapi arsip milik ke-3. milenium B. C Dengan kata lain, 1000 tahun sebelum Abraham. Jika nama, Sodom dan Gomora benar-benar terjadi dalam arsip 3. milenium B. C di Suriah, maka kita tidak punya pilihan selain menerima bahwa cerita di atriarchs p dan Sodom dan Gomora dan tempat-tempat lain milik periode sebelumnya.

Kejadian 13:10 mengatakan bahwa, kembali dari Mesir, Abraham dan Lot dipisahkan. Lot pergi ke Erden cekungan di Yordania / Yordan dimana kota Sodom dan Gomora berada, dan Lot menemukan wilayah disiram dengan baik dan dalam kelimpahan, seperti 'taman Tuhan', seperti tanah Mesir. Arkeologi menemukan menunjukkan bahwa memang ada sebuah peradaban di daerah ini lebih awal dari 2000 B. C Tapi tiba-tiba sekitar 1900 SM kota-kota hancur dan orang-orang kembali ke kehidupan nomaden. Entah ada gempa bumi atau sebagai beberapa ulama menyarankan, letusan gunung berapi terjadi gempa bumi dengan menyertai fraktur sepanjang ini luar biasa didefinisikan dalam kerak bumi di mana dua lempeng tektonik sangat aktif bergerak dalam arah yang berbeda. Cerita tentang Sodom dan Gomora juga menunjukkan bahwa kota-kota pergi di bawah perairan Laut Araba (Laut hari ini Mati). Meskipun tidak ada yang pasti, hilangnya peradaban di kawasan ini mungkin karena bencana alam. Jika Av'ram sekitar ketika kota-kota hancur, dia pasti hidup sekitar 20-19 B berabad-abad. C. Dimana kebenaran? Apakah ini sebuah proyeksi kepribadian yang disengaja untuk suatu periode waktu tertentu? Ya! Av'ram diproyeksikan ke dalam periode yang berbeda daripada-Nya, tetapi kita akan melihat itu nanti. Beberapa menyarankan bahwa Av'ram telah tinggal di era kemudian. Jangan pernah lupa bahwa nama-nama orang dan tempat dalam cerita ini muncul di arsip Ebla, tanggal ke-3 tersebut. milenium B. C Hanya penulis O l d Perjanjian telah diketahui kebenarannya. Tapi mereka sudah lama berlalu. Hanya kaum beriman dan kaum penghisap yang tertinggal.

Jadi, apa yang Anda pikirkan tentang adat diterima untuk tanggal awal periode p atriarchs? Apa pendapat Anda tentang atriarchs p sendiri? Apakah mereka nyata? Apakah mereka pernah hidup? Apakah mereka hidup dalam periode yang disebutkan dalam Perjanjian Lama?

Kami dituntun untuk percaya Av'ram yang berangkat dari kota Ur ('dari Kasdim' di Irak), di situs yang ibukota kerajaan Sumeria berdiri. Sumeria tidak Semit seperti Ibrani . Av'ram tidak akan pernah menjadi warga kota metropolis Sumeria, karena kesan yang kita miliki adalah bahwa ia adalah seorang penghuni tenda, bergerak dari padang rumput ke padang rumput, dari sumur ke sumur. Dia tidak hidup seperti warga negara dari sebuah kota besar, ia menjalani kehidupan seorang pengembara yang khas. Tapi, Kejadian menyajikan Av'ram sebagai seorang pangeran, suka berperang pedagang. Menurut cerita dalam Kejadian 14:14, "... ia mempersenjatai dan melatih 318 pegawai, lahir di rumah sendiri dan mengejar .... mereka (Raja lokal) kepada Dan." Bagaimana benar! Dia adalah anggota dari sebuah rumah besar sekali, tapi dibuat untuk meninggalkan komunitasnya. Mari kita pergi. Cerita mungkin sudah mulai di tempat yang lebih jauh ke utara dari bulan sabit subur di mana kisah atriarchs p dari Perjanjian Lama telah diduga dimulai. Negara yang Perjanjian Lama menyebutkan dalam kasus ini harus Haran. Terah, Av'ram anaknya, anak-mertuanya Saray dan Lot cucunya harus tinggal di sana. Haran (ini harus menjadi hari ini Harran di tenggara Anatolia) terletak di tengah wilayah yang kemudian disebut 'Padan-Aram' di barat laut Mesopotamia Saat ini Suriah). Menurut deskripsi yang kita miliki, Haran pasti kota berkembang di B abad 19 dan 18. C. Ini Haran, pasti kota Av'ram rumah, dan tempat kelahiran orang-orang Ibrani. Jauh di lembah yang sama berbaring Balikh kota dengan nama yang sama Alkitab terkenal, Nachor,

rumah Rebeka, istri zak saya. Jadi kita memiliki dua cerita yang berbeda. Apakah Av'ram berangkat dari kota Ur, atau dari Haran? Beberapa sarjana menggabungkan dua cerita dan mengatakan Av'ram yang berangkat dari kota Ur ('dari Kasdim'), datang ke Haran, tinggal di sana, dan setelah intervensi ilahi memerintahkan dia untuk pindah ke darat "yang akan yang ditunjukkan kepadanya, "bersama-sama dengan orang di sekelilingnya memasuki Palestina sebagai koloni pedagang. Kita harus berhenti di sini sejenak dan melihat ke dalam cerita ini secara rinci. Ur ('dari Kasdim') dianggap ibukota Sumeria dan kota M oon-g od Nanna. Jika Av'ram dan keluarganya berangkat dari kota Sumeria Ur, Perjanjian Lama akan disebutkan Sumeria. Apakah ada yang membaca apa-apa tentang Sumer dalam Perjanjian Lama? Tidak Dalam versi dari Perjanjian Lama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani kuno di 3.. abad ke-B. C tidak ada yang dikatakan tentang kota ini. Hal ini menyebabkan banyak peneliti pada kesimpulan bahwa, nama kota ini ditambahkan ke teks di kemudian hari (Ya, itu adalah tambahan kemudian). Dalam teks Ibrani nama kota ini ditulis sebagai Ur-Kasdim. Menurut tablet runcing digali di reruntuhan kota Mari (saat ini Katakan Hariri), yang ditulis di bagian timur Semit, tempat yang disebut UrKasdim harus menjadi kota dekat Haran di utara, dan tidak di selatan Mesopotamia. Kami masih tidak memiliki bukti untuk tujuan ini, tetapi ada bukti sejarah ke arah itu. Dalam era Ur ketiga sekitar 2000 B. C Mari dan Nuzi dan di era kemudian beberapa koloni yang disebut Ur didirikan ke utara menurut orang Het dan runcing teks Ugarit. Dalam teks-teks Ugarit ada tertulis bahwa para pedagang dari 'Ur-a' tidak bisa tenang di sana secara permanen, dan harus kembali ke kota mereka di musim dingin. Beberapa ahli mengklaim bahwa 'Ur-a' seharusnya di dekat Haran, menurut para teks. Dalam 'Ur-ha' teks-teks Ugarit adalah nama seseorang. Selain itu ada ada port yang disebut 'Ur-' di Kilikia di tenggara Asia Kecil. Mengutip nama kuno Urfa (Sebuah kota di sebelah tenggara Republik Turki hari ini), yang Ur, Urha, Ur-hai, Al-Ruha, Edessa , Antiokhea, Kallirhoe, Rohe, Orroes, Khurrai, para ulama Turki berpikir bahwa tempat yang disebut 'Ur' dalam Perjanjian Lama bisa menjadi kota hari ini Turki Urfa. Ada ada arkeologi menemukan belum milik periode itu. Namun, penggalian di Nevali Cori (Nevalieri) dan Gbekli Tepe dekat Urfa telah membuktikan bahwa ada orang-orang menetap di sana sekitar 10000 SM. Mereka tidak tahu bagaimana membuat gerabah, tetapi pemukiman didirikan dan mengembangkan sistem kepercayaan. Kenyataan bahwa bahkan pada saat-saat yang sangat awal sebuah sistem kepercayaan yang dikembangkan di sini, mungkin telah berubah daerah ini menjadi pusat agama Kota Urfa dikenal oleh masyarakat lokal sebagai 'kota para nabi,'. Dan ada banyak cerita di sana tentang Abraham ini dapat diambil sebagai indikasi lain mendukung Urfa.. Ada sebuah cerita tentang Urfa yang telah didirikan oleh Nabi Idris (Hermes) Selain itu ada klaim bahwa Urfa didirikan oleh bangsa Sumeria atau Asyur.. Adam dan Hawa yang mengklaim telah tinggal di sana. Ibu Abraham diperkirakan telah melahirkan dia di Urfa. Kita harus mengatakan beberapa kata tentang raja Nimrod yang muncul di salah satu cerita tentang Abraham? Tidak ada orang tersebut disebut "Nimrod" dalam sejarah. Asumsi adalah bahwa Nimrod sebenarnya Ninurta (dewa perang) yang konon melemparkan Abraham ke dalam api di Urfa, di mana air yang turun dari 'atas sana' dengan intervensi (!) Ilahi membentuk kolam, dan kayu bakar menjadi ikan di kolam. Menurut Edward Bocon (Versunkene Kulturen, Geheimnis und Rtsel Frher Welten, Kln, 1963) Blistin Aeteria yang pergi ke kota ini dalam 6 th abad ke -5 B C,. Melaporkan bahwa ikan-ikan ini tidak dikonsumsi karena mereka diduga milik untuk planet ini Atargadis (Venus). Orang-orang di sana menyembah Matahari, Bulan, Jupiter, Merkurius, Saturnus

dan Mars. Salah satu gerbang kota itu disebut Bet-Shamash (Sun Gate). Pra-Kristen koin yang digunakan ada bulan sabit M oon pada mereka. Meskipun tidak ada bukti nyata berkaitan dengan kultus oon-M di Urfa ditemukan belum, kita tahu bahwa di Haran dekat Urfa bulan-sekte dipraktekkan sampai hampir waktu kita oleh Sabiin (Ini bukan Sabian nyata, mereka adalah Harranians yang datang dapat disebut Sabi'in setelah penaklukan Islam) Bulan-g od dipuja di dalam dan sekitar Haran sekitar 3. Satu abad D. Dalam Haran teks runcing. ditulis sebagai Harran, Harranu, yang berarti 'jalan'. Bahkan tempat ini benar-benar sebuah persimpangan jalan ke dan dari Iran, Mesopotamia, Suriah dan Asia Kecil. penulis Islam mengklaim bahwa Harran adalah kota pertama didirikan berikut lood f global'''Beberapa yang lain mengklaim bahwa Harran didirikan oleh Kayman, salah satu anak Nuh grand, atau dengan Aram, saudara Abraham (Tidak ada penyebutan saudara ini. Perjanjian Lama). Reruntuhan sebuah emple t bawah hari ini g rand m osque di Harran menunjukkan transisi dari menyembah berhala Islam. Ini emple t dikatakan telah milik Sabi'in (sebenarnya Harranians), yang menyembah Bulan, bintang dan matahari. Mereka punya dua buku religius yang disebut Safvet ul-Ukala dan Makalat- Hermes. Mereka bukan orangorang yang Ku berlari mengakui sebagai orang-orang beriman di 2:62, 5:69 dan 22:17. Mereka punya dua nabi, Hermes dan Azimn (Agathodaimon, Agarhademon, SIT) Suatu titik terakhir:. Sebuah desa bernama 'Selm-i dosa' telah ada di dekat Harran di masa lalu. 'Dosa' adalah nama dewa bulan. Selm-i dosa berarti 's dalam-s nada' atau 'citra nada s dalam'. Nah, yang ini Sabi'in? M oon-sekte tampaknya berasal oleh Kaldea . Menurut beberapa peneliti, mulai dari awal kali, ada sebuah tempat di wilayah ini yang merupakan ulang persen dari kultus oon M: Haran. Perjanjian Lama menyebut kota Ur sebuah 'kota Kasdim. " Di antara orang-orang Kasdim, ada Aram timur. Apakah ongst Aram ini ada iman Sabian nyata. Mereka adalah Mandean (para 'penjaga pengetahuan rahasia kuno').

Jika Av'ram telah berangkat dari Ur ('dari Kasdim') dan datang ke Haran, sistem kepercayaan Sabian mungkin telah diperkenalkan oleh dia ke Haran,

atau

Orang percaya dari sistem kepercayaan Sabian mungkin telah tiba dan menetap di Haran sebelum Av'ram. Av'ram mungkin telah dari keyakinan ini, maka ia, dengan keluarganya, mungkin harus mengikuti mereka ke Haran.

Ku berlari menggambarkan dia sebagai 'hanif', yang berarti 'orang percaya agama nyata dan murni' Sementara itu menurut kamus Islam itu berarti,. 'Orang percaya kepada dewa-satunya sebelum kedatangan Islam. " Tapi apakah ini kebenaran? 'Hanif' adalah bahasa Arab dan dianggap sebagai korupsi 'Hanefo', 'Hanifu' dalam bahasa Aram dan Syria, yang berarti "penyembah berhala." Sabian berarti 'bintang penyembah.' Jadi di sini adalah beberapa pertanyaan untuk Anda:

Bagaimana monoteis Hagarene utusan ('Muhammad') telah diakui dan disebutkan dalam codebook nya sistem kepercayaan yang didasarkan pada penyembahan benda-benda langit?

Jika Abraham bintang-penyembah, bagaimana utusan Hagarene monoteis telah menerima dia sebagai nenek moyang dan bagaimana orang Arab gurun telah mengklaim telah ditindaklanjuti (Abraham) sistem kepercayaan untuk prestasi dalam Islam? Bagaimana uslims M memiliki bintang ini disebut-pemuja am uslim ('O ne yang menyerah ed untuk tuhan')?

Ada sesuatu yang salah di suatu tempat. ? Tapi di mana Berikut adalah pertanyaan lain:

Mengapa Av'ram meninggalkan tempat asalnya? (Dia punya alasan mendesak, yang membuatnya meninggalkan komunitasnya. Kita akan lihat nanti).

Nah, para arkeolog dan ahli geologi telah mengevaluasi temuan arkeologis dan memutuskan bahwa kekeringan set di sekitar Urfa dan sepanjang batas-Suriah Anatolia sekitar 4000 tahun yang lalu. Jadi apa? Nah - jika pernah mereka ada - Av'ram dan orang di sekelilingnya, dan orang-orang lain yang tinggal di wilayah tersebut mungkin telah meninggalkan daerah karena ini fenomena alam dan bermigrasi ke Palestina.