Anda di halaman 1dari 31

KARYA ILMIAH

Oleh
M. Zubad Nurul Yaqin, M.Pd

JENIS KARYA ILMIAH


Makalah Artikel ilmiah Laporan penelitian Laporan penelitian institusi/individual Skripsi Tesis Disertasi Proposal

BAHASA KARYA ILMIAH


Lugas (satu makna) Objektif (orientasi pd objek, bukan pd penulis) Denotatif (netral dari nilai rasa) Sesuai ejaan dan tanda baca Sesuai dengan penulisan kata dan istilah Menggunakan kalimat efektif Paragraf ditulis dan dikembangkan secara benar

EJAAN KARYA ILMIAH


Judul dan judul bab, huruf kapital semua Subbab I: awal suku kata, huruf kapital & dicetak tebal Subbab II dst: awal suku kata, huruf kapital & dicetak miring Awal kalimat dan nama orang ditulis dengan huruf kapital Tanda baca (titik, koma, dsb.) rapat dengan kata yang mendahului, sesudahnya diberi satu spasi Singkatan, menggunakan huruf kapital semua (TNI, dsb)

Akronim: jika berupa kumpulan huruf awal kata, maka semua ditulis dengan huruf kapital. Jika berupa gabungan sukukata, maka hanya awal kata yang ditulis dengan huruf kapital. Contoh: ABRI, Puskesmas, IKIP

Kata dan Istilah

Kata dan istilah asing dicetak miring Kata kajian vs kata populer
Kata/istilah kajian, yakni kata/istilah sesuai dengan bidang studi yang banyak digunakan dalam karya ilmiah kajian, misalnya Browsing, Mail server, Database (TI). fonem, morfem, frase, klausa, Sintaksis, stilistika (BI) Kata/istilah populer, yakni kata-kata dan istilah yang dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat

KALIMAT KARYA ILMIAH Lengkap Jelas, tidak ambigu Gramatikal Logis, Variatif Pararel Efisien/tidak boros

Efektif

Perhatikan! Karena begitu pentingnya email dalam dunia informasi. Maka perlu dibahas tentang bagaimana mengelola E-mail dengan digunakan program MDaemon, baik untuk LAN maupun internet

Bandingkan! Begitu pentingnya e-mail dalam sistem informasi, maka perlu dibahas tentang cara mengola e-mail dengan program MDaemon, baik untuk LAN maupun internet

SYARAT PARAGRAF KI
1. 2. 3. 4. Setiap paragraf hanya memuat satu ide pokok Memiliki ide penjelas yang cukup Tuntas/lengkap Memenuhi unsur kesatuan dan kepaduan (kohesi dan koherensi)

Bagaimana Menulis Paragraf? 1. Menjorok ke dalam 3 -10 ketukan (umumnya 6 ketukan) 2. Idealnya menggunakan spasi ganda (2 spasi) 3. Konsisten

TEKNIK PENGEMBANGAN PARAGRAF Alamiah/natural (urutan ruang dan waktu) Umum khusus, khusus umum Contoh-contoh Definisi Luas Antiklimaks (diawali dg informasi penting ke yang kurang penting) Sebab akibat, akibat sebab Deduktif (membahas masalah atas dasar kajian teori) Induktif (membahas masalah atas dasar data di lapangan) dsb.

Contoh Paragraf (teknik akibat-sebab dan defenisi luas: campuran) Seseorang tidak dapat menulis apabila ia tidak tahu apa yang akan ditulis. Oleh karena itu, penulis harus mampu menemukan dan memahami masalah atau apa yang hendak ditulis. Masalah atau apa yang akan ditulis itulah yang disebut dengan topik.

Hal-Hal yang Perlu diperhatikan Beri jarak 3 spasi antara tabel (gambar) dg teks sebelum atau sesudahnya Jika mungkin, tabel (gambar) dan judulnya hrs ditempatkan pada hlm yg sama. Penyebutan tabel (gambar) dlm teks menggunakan kata Tabel atau Gambar (diberi nomor sbg identitas). Tempatkan nomor hlm di pojok kanan atas pd setiap hlm, kecuali hlm pertama setiap bab dan hlm bagian awal. Nomor hlm awal bab dan bagian awal ditulis di tengah bagian bawah hlm.

Semua nama penulis dlm daftar rujukan hrs ditulis, walaupun penulis yg sama memiliki beberapa karya yg dijadikan acuan dlm teks.
Daftar Rujukan hanya berisi sumber yg digunakan sbg acuan dlm teks, dari semua sumber yg dikutip (secara langsung/tidak) hrs ditulis dlm Daftar Rujukan.

Hal-Hal yang Tidak Boleh dilakukan Halaman tdk boleh ada yang kosong, kecuali halaman bagian akhir bab. Tabel tdk boleh dipotong, jika bisa tempatkan pada halaman yang sama. Tdk boleh menempatkan judul subbab dan identitas tabel pada akhir halaman. Rincian menggunakan (, dsb.), tdk boleh dg tanda hubung (-). Besar kecilnya disesuaikan dengan ukuran huruf yang digunakan. Angka digunakan jika memuat pengertian, langkah-langkah/prosedur. Tidak boleh memberi tanda apa pun sebagai pertanda berakhirnya suatu bab. Tdk boleh menambah spasi antarkata dg tujuan meratakan tepi kanan. Daftar Rujukan tdk boleh ditempatkan di akhir setiap bab, tetapi ditempatkan setelah bab dan sebelum lampiran (jika ada).

PENGGUNAAN BAHASA

Menggunakan bahasa Indonesia yang baku Kalimat lengkap. Ada S, P, O dan atau K. Satu paragraf minimal terdiri dari dua kalimat, yakni kalimat inti dan penjelas. Menggunakan istilah Indonesia atau yang sudah diindonesiakan. Istilah (terminologi) asing boleh digunakan jika memang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia atau bila memang dirasa perlu (sebagai penjelas istilah, diletakkan dalam kurung), dan diketik dengan menggunakan huruf miring. Kutipan dalam bahasa asing diperkenankan namun harus diterjemahkan atau dijelaskan maksudnya, dan ditulis dengan huruf miring (italic).

Beberapa contoh kesalahan yang sering dijumpai dalam penulisan karya ilmiah beserta koreksinya

HUBUNGAN SUBYEK DAN PREDIKAT

Salah: Menurut Ichlasul (1994) mengatakan bahwa pemerintah Indonesia menghadapi dilema dalam melakukan desentralisasi dan demokratisasi. Benar: Ichlasul (1994) mengatakan bahwa pemerintah Indonesia menghadapi dilema dalam melakukan desentralisasi dan demokratisasi
di dan ke Sbg Kata Depan Dan Awalan

Salah: : Sistem pemerintahan ditingkat desa telah di sempurnakan. Di lihat dari perspektif politik, Kepala Desa yang di pilih langsung memiliki posisi tawar yang lebih di banding Kepala Desa yang di tunjuk. Karenanya, arus aspirasi otonom dari bawah keatas mengalir deras. Benar: : Sistem pemerintahan di tingkat desa telah disempurnakan. Dilihat dari perspektif politik, Kepala Desa yang dipilih langsung memiliki posisi tawar yang lebih besar dibanding Kepala Desa yang ditunjuk. Karenanya, arus aspirasi otonom dari bawah ke atas mengalir deras.

Penggunaan tanda kurung Salah: : Angkatan Bersenjata Republik Indonesia ( ABRI ) telah direorganisasi tenjadi Tentara Nasional Indonesia ( TNI ) dan Kepolisian Republik Indonesia ( Polri ). Benar: : Angkatan Bersenjata Republik Indones (ABRI) telah direorganisasi menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Penggunaan huruf besar dan kecil Salah: : Kecamatan long iram terdiri dari beberapa Desa, yang sebagian di antaranya tidak bisa dijangkau dengan transportasi darat.

Benar: : Kecamatan Long Iram terdiri dari beberapa desa, yang sebagian di antaranya tidak bisa dijangkau dengan transportasi darat.

Penggunaan tanda baca Salah: : Bagaimanakah hubungan antara identifikasi partai dengan voting behaviour dalam pemilihan umum ? Bagaimanakah hubungan antara identifikasi partai dengan voting behaviour dalam pemilihan umum ? Salah: : Bagaimanakah hubungan antara identifikasi partai dengan voting behaviour dalam pemilihan umum?. Benar: : Bagaimanakah hubungan antara identifikasi partai dengan voting behaviour dalam pemilihan umum? Salah: Jika pemerintah tidak hanya memberi otonomi administrasi tapi juga otonomi politik. Maka daerah otonom akan lebih leluasa dalam menyelesaikan persolanpersoalan di daerahnya. Benar: Jika pemerintah tidak hanya memberi otonomi administrasi tapi juga otonomi politik, maka daerah otonom akan lebih leluasa dalam penyelesaikan persoalanpersoalan di daerahnya. Penggunaan Jika-maka

Format Penulisan Karya Ilmiah

Bahan dan Ukuran Kertas Kertas jenis HVS putih ukuran A4 (21,0 cm x 29,7 cm), kuarto (21 cm x 28 cm) minimal 70 gram untuk skripsi, tesis dan disertasi 60 gram untuk makalah artikel, dan laporan penelitian

Pengetikan Jenis dan Ukuran Huruf Bilangan dan Satuan Jarak Baris Batas Tepi Pengisian Ruangan Alinea Baru Permulaan Kalimat Judul karya ilmiah, bab, sub bab, dan lain sebagainya Penomoran Lambang Satuan dan Singkatan Penulisan Rumus dan Cetak Miring Cara Mengutip Pustaka Cara Menulis Daftar Pustaka

spesies, istilah asing, simbol matematika.

Jenis dan Ukuran Huruf

Italic, digunakan untuk istilah asing/daerah, memberi penekanan, pembedaan (termasuk pembedaan sub-judul yang hierarkinya tidak setingkat), dan sejenisnya. Sub judul dan sub-bab dibuat dengan kombinasi huruf italic dan bold. Selanjutnya subsub judul, sub-sub bab, dan seterusnya ditulis italic biasa. Lambang, huruf Yunani/tanda yang tidak bisa diketik harus ditulis tangan dengan rapi memakai tinta hitam. Hard cover dan soft cover, huruf tegak (kecuali istilah asing) dan dicetak bold dengan ukuran 12 sampai 16 (disesuaikan dengan panjang judul). Catatan kaki (footnotes), ukuran 10. Bold untuk judul dan sub-judul (sub-bab, sub sub-bab), memberi penekanan, pembedaan, dan sejenisnya

Bilangan dan Satuan


Bilangan diketik dengan angka, kecuali pada awal kalimat yang harus dieja. Contoh: Umur mesin 10 tahun. Sepuluh perusahaan besar dan seterusnya. Bilangan desimal ditandai dengan koma (contoh: Rp1.150,25) Satuan dinyatakan dengan singkatan resmi tanpa titik (kg, cm, dan lain-lain)

Pecahan yang berdiri sendiri ditulis dengan angka, pecahan yang bergabung dengan bilangan bulat harus ditulis dengan huruf/dieja. Contoh: tiga dua pertiga.

Jarak Baris Bagian awal: Riwayat Hidup dan Kata Pengantar ditulis dengan spasi ganda. Daftar Isi, Daftar Tabel, Daftar Gambar, Daftar Lampiran disusun dengan spasi 1. Bagian isi: Meliputi Bab I sampai BAB V, disusun dengan menggunakan spasi ganda. Bagian akhir:

Terdiri dari Daftar Pustaka: daftar referensinya memakai spasi tunggal dan indensi gantung (jarak antar referensi dengan spasi ganda), dan Lampiran ditulis dengan spasi tunggal atau disesuaikan dengan bentuk/jenis lampiran.

Batas Tepi: Tepi atas 4 cm, tepi bawah 3 cm, tepi kiri 4 cm, dan tepi kanan 3 cm. Pengetikan harus mulai dari batas tepi kiri sampai batas tepi kanan. Jangan ada ruangan yang kosong, kecuali jika memulai alinea baru, penamaan tabel, gambar, sub judul, atau hal-hal khusus, misalnya batas akhir alinea.

Langkah Langkah Menulis


Tahap I: Prewriting/Perencanaan Menentukan Tema Mengembangkan Tema (sub tema) melalui 5W + 1H Menentukan Sistematika Substansi 5W + 1H ke dalam Sistematika Out Line / Kerangka Karangan Tahap II: Writing Mencari bahan sesuai out line Mengkasifikasi bahan Mengembangkan dengan memberi kohesi koherensi Draf selesai

Tahap III: Finishing Editing / Penyuntingan Revisi Karya Selesai Publikasi

PENYUNTINGAN (EDITING)
isi Penataan gagasan Format Sistematika Bahasa
Relevansi

Relevansi Isi
Kesesuaian antara topik dengan: Judul Masalah/subtopik Tujuan Pembahasan Simpulan Saran

Penataan Gagasan

Ketepatan dan kekonsistenan pola pengembangan gagasan Penataan gagasan sesuai dengan prinsip urutan/penalaran

Format dan Sistematika

Pastikan jenis makalah panjang/pendek: sesuaikan dengan format Sistematika harus konsistenkan (huruf/digit/tanpa huruf dan tanpa digit)!

Bahasa Kesalahan pengetikan Kesalahan ejaan dan tanda baca Kesalahan pemilihan dan penulisan kata dan istilah Kesalahan kalimat efektif Kesalahan paragraf Kesalahan margin dan penomoran halaman

Terima kasih