Anda di halaman 1dari 2

Langit Terbelah

Langit terbelah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat Bentuk awannya benar-benar membelah bumi. Kejadiannya begitu cepat, hanya sebelas menit aja. Saya pun nggak habis pikir, kok bisa yah ?, kata Ully, kepada wartawan media online, di Pontianak, Senin 14 November 2011. Salah seorang warga Pontianak lainnya bernama Jane (23), langsung mengambil gambar pemandangan langka tersebut. Gambarnya benar-benar seperti langit membelah bumi, kata dia. Sementara itu, menurut Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak, Sri Ningsih, fenomena langit terbelah itu kejadian biasa-biasa saja. Kejadian tersebut, sambung Sri, mungkin dikarenakan faktor cuaca alam yang tidak menentu (anomali cuaca) yang terjadi akhir-akhir ini di Kalimantan Barat pada umumnya. Fenomena langit terbelah ternyata tidak hanya terjadi di Pontianak, juga pernah terjadi di Yogyakarta dan Padang. Hal itu diungkapkan oleh Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin. Pernah muncul di Yogyakarta tahun 2010 lalu. Di banyak tempat bisa saja terjadi, kata Thomas saat berbincang dengan wartawan, Selasa (15/11). Fenomena langit terbelah di Yogyakarta dan Padang juga telah ramai beredar di situs YouTube. Fenomena langit terbelah juga bukan hanya terjadi di Indonesia. Fenomena serupa terlihat di atas Danau Michigan, Amerika Serikat, Agustus 2010. Uniknya, langit di atas Danau Michigan saat itu bahkan terbelah lebih dari tiga. Langit terbelah dikenal dengan istilah crepuscular rays. Disebut crepuscular rays bila ujung belahan tampak dari arah matahari terbit atau terbenam, dan disebut anticrepuscular rays apabila ujung belahan seolah tampak dari arah berlawanan dari matahari terbit atau terbenam, terang Thomas, seperti juga pernah ia jelaskan dalam blognya. Langit terbelah, menurut Thomas, disebabkan oleh adanya awan cumulus nimbus atau awan hujan yang menjulang di ufuk atau horizon, sehingga menghalangi cahaya matahari terbit atau terbenam. Cahaya matahari menjelang terbit atau yang baru terbenam, dihamburkan oleh atmosfer dan awan di sekitar ufuk, dan menjadikan langit berwarna merah.

Fenomena Aurora

Fenomena unik yang seringkali terjadi pada langit malam yang gelap tiba-tiba menjadi terang benderang di belahan bumi utara terutama Alaska dianggap sebagian orang sebagai peristiwa yang mengandung unsur-unsur kepercayaan kuno. Fenomena ini biasa dikenal dengan Aurora. Aurora biasanya muncul dengan warna hijau, merah, biru atau lembayung. Orang-orang kuno menghubung-hubungkan munculnya fenomena alam itu dengan penyakit dan peperangan. Aurora berwarna merah terang pernah dianggap sebagai kolam darah para pejuang yang gugur dalam peperangan. di North Country, Inggris, aurora dikenal sebagai lembing terbakar. Sebelum revolusi perancis meletus, sebuah aurora muncul. Penduduk Skotlandia dan Inggris mengaku mendengar suara pertempuran dan melihat peperangan di angkasa. Pada tanggal 24 Februari 1716, berbarengan dengan kematian James Ratcliffe, Earl Derwentwater terakhir, muncul aurora berwarna merah terang dan bergerak cepat di langit. Sejak saat itu aurora itu dikenal sebagai Cahaya Lord Derwenwater. Orang Eskimo atau suku Inuit percaya fenomena alam yang terkenal dengan sebutan Aurora Borealis atau Cahaya Utara itu muncul karena para arwah sedang bermain bola memakai tengkorak singa lautdi angkasa. Mereka juga percaya orang yang terlalu sering menonton pertandingan itu akan menjadi gila (www.tempointeraktif.com). Terlepas dari kepercayaan kuno tersebut, sebenarnya fenomena aurora dapat dijelaskan menurut hukum fisika. Fenomena ini merupakan peristiwa yang umum terjadi di bumi dan planet-planet lainnya khususnya di daerah kutub yang merupakan daerah dengan medan magnet yang kuat. Pengertian Aurora Aurora adalah fenomena pancaran cahaya yang menyala-nyala pada lapisan ionosfer dari sebuah planet sebagai akibat adanya interaksi antara medan magnetik yang dimiliki planet tersebut dengan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari (angin matahari)