Anda di halaman 1dari 13

PROSES ASUHAN GIZI KLINIK PADA PASIEN PANSITOPENIA POST PARTUM dengan DECOMPENSASI CORDIS

1. DATA IDENTITAS a. Nama Pasien b. Umur c. Jenis Kelamin d. Agama e. Pekerjaan f. Tanggal Masuk RS g. No. Rec Med h. Ruang Perawatan i. Diagnosa Medis Cordis j. Terapi Diet yang diberikan k. Tanggal Menjadi Kasus

: Ny. A : 25 Tahun : Perempuan : Islam : IRT : 27 Juni 2012 : 23 93 72 : Ruangan Antasena : Pasnsitopenia Post Partum dengan Decompensasi : Diet Rendah Garam, dan Diet Jantung II : 28 30 Juni 2012

2. DATA SUBJEKTIF a. Keluhan : Bengkak seleuruh tubuh b. Riwayat Penyakit sekarang : o Muka bengkak (Oedem Anasarka) o Nafsu Makan (Anoreksia) o Mual (Nausea) o BAK jarang o Sesak nafas c. Riwayat Penyakit Terdahulu Tidak ada riwayat penyakit terdahulu d. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada riwayat penyakit keluarga e. Riwayat Gizi Sebelum masuk RS : Frekuensi makan 1x sehari berupa nasi putih, dengan lauk nabati berupa tempe atau tahu, lauk hewani ikan asin, telur, dan kadang-kadang ayam. Penderita suka mengkonsumsi ikan asin, tahu, dan tempe. 3. DATA OBJEKTIF Status gizi normal Anemia (Hb 8,7g/dl) a. Data Antropometri Tinggi Badan (TB) : 144 cm Berat Badan : 42,8 kg 5%(oedem) = 40,6 BB/TB : 40,6

(1,44) : 19,5 (normal) b. Data Biokimia


Pemeriksaan Hemoglobin Hematologi Leukosit Hematokrit Trombosit SGOT SGPT Ureum Creatinin Glukosa Urin Analisa Warna Protein Glukosa Urobilinogen Bilirubin Ketone Nitrit BD Blood Sedimen leukosit Sedimen eritrosit Sedimen Ephitrit Hasil 8,7 mg/dl 2.650/mm 28% 60 rb/ml 16 u/u 10 41,9 mg/dl Nilai Normal 13-18 mg/dl 4-10 rb/mm 40-54% 150-400 rb/ML <42 <47 10-50 0,67-1,36 <140 Penilaian Rendah Rendah Rendah Rendah Normal Normal Normal Normal Normal

Jenis pemeriksaan

Kimia Darah

0,9 mg/dl
107 mg/dl keruh

1
Negatif Normal (-) (-) (-)

1,015
Positif +1

+1,2/IP3
+3-4/IP3

(+)

c.

Data Klinis 28 Juni 2012


Composmentis 120/80 36C 100 20 x

Parameter
Kesadaran Tekanan Darah (mmHg) Suhu Tubuh Nadi Respirasi

29 Juni 2012
Composmentis 100/80 36C 80 20 x

30 Juni 2012
Composmentis 120/80 35C 80 20x

4.

PATOFISIOLOGI
Kelainan intrinsik pada kontraktilitas myokard yang khas pada gagal jantung akibat penyakit jantung iskemik,mengganggu kemampuan pengosongan ventrikel yang efektif.Kontraktilitas ventrikel kiri yang menurun mengurangi curah sekuncup,dan meningkatkan volume residu ventrikel.

Sebagai respon terhadap gagal jantung,ada tiga mekanisme primer yang dapat dilihat: 1) meningkatnya aktivitas adrenergic simpatik,2) Meningkatnya beban awal akibat aktivasi system rennin angiotensin aldosteron,dan 3) Hipertrofi ventrikel.Ketiga respon kompensatorik ini mencerminkan usaha untuk mempertahankan curah jantung.Kelainan pad kerja ventrikel dan menurunnya curah jantung biasanya tampak pada keadaan beraktivitas.Dengan berlanjutnya gagal jantung maka kompensasi akan menjadi semakin kurang efektif. Meurunnya curah sekuncup pada gagal jantung akan membangkitkan respon simpatik kompensatorik.Meningkatnya aktivitas adrenergic simpatik merangang pengeluaran katekolamin dari saraf saraf adrenergic jantung dan medulla adrenal.Denyut jantuing dan kekuatan kontraksi akan meningkat untuk menambah curah jantung.Juga terjadi vasokonstriksi arteria perifer untuk menstabilkan tekanan arteria dan redistribusi volume darah dengan mengurangi aliran darah ke organ organ yang rendah metabolismenya seperti kulit dan ginjal,agar perfusi ke jantung dan otak dapat dipertahankan. Penurunan curah jantung pada gagal jantung akan memulai serangkaian peristiwa :1) penurunan aliran darah ginjal an akhirnya laju filtrasi glomerulus,2) pelepasan rennin dari apparatus juksta glomerulus,3)interaksi rennin dengan angiotensinogen dalam darah untuk menghasilkan angiotensin I, 4) konversi angiotensin I menjadi angiotensin II, 5) Perangsangan sekresi aldosteron dari kelenjar adrenal, dan 6) retansi natrium dan air pada tubulus distal dan duktus pengumpul. Respon kompensatorik terakhir pada gagal jantung adalah hipertrofi miokardium atau bertambahnya tebal dinding.Hipertrofi meningkatkan jumlah sarkomer dalam sel-sel miokardium;tergantung dari jenis beban hemodinamik yang mengakibatkan gagal jantung,sarkomer dapat bertambah secara parallel atau serial.Respon miokardium terhadap beban volume,seperti pada regurgitasi aorta,ditandai dengan dilatasi dan bertambahnya tebal dinding. Berdasarkan bagian jantung yang mengalami kegagalan pemompaan,gagal jantung terbagi atas gagal jantung kiri,gagal jantung kanan,dan gagal jantung kongestif. Pada gagal jantung kiri terjadi dyspneu deffort,fatigue,ortopnea,dispnea nocturnal paroksismal,batuk,pembesaran jantung,irama derap,ventricular heaving,bunyi derap S3 dan S4,pernapasan cheyne stokes,takikardi,pulsusu alternans,ronkhi dan kongesti vena pulmonalis. Pada gagal jantung kanan timbul edema,liver engorgement,anoreksia,dan kembung.Pada pemeriksaan fisik didapatkan hipertrofi jantung kanan,heaving ventrikel kanan,irama derap atrium kanan,murmur,tanda tanda penyakit paru kronik,tekanan vena jugularis meningkat,bunyi P2 mengeras,asites,hidrothoraks,peningkatan tekanan vena,hepatomegali,dan pitting edema

5.

ASSESMENT GIZI
Istilah Normal Anoreksia Nausea Masalah Gizi Asupan gizi menurun Gangguan pembentukan sel darah merah gangguan keseimbangan cairan Tujuan Diet Meningkatkan Asupan Menormalkan hemoglobin menormalkan kadar albumin darah Jenis Intervensi Meningkatkan jumlah energi dan protein Meningkatkan asupan fe membatasi asupan cairan Monitoring Status gizi Asupan

Tanda dan Gejala Penyakit, Laboratorium IMT/U= 0.15 Tidak nafsu makan Hemoglobin Hb= 8,7g/dl Cairan dirongga abdomen Bengkak pada wajah

Anemia

Hemoglobin

Asites Oedem Anasarka

Cairan

6. DIAGNOSA GIZI a. Domain Asupan : Inadekuat intake berhubungan dengan keluhan pasien mual dan muntah sehingga asupan makan menurun. Penurunan nafsu makan(anoreksia) berhubungan dengan asupan makan yang menurun. b. Domain Klinis : Perubahan nilsi laboratorium berhubungan dengan penya Anemia yang diderita pasien ditunjukkan dengan nilai hemoglobin yang rendah yaitu 8,7g/dl. 7. INTERVENSI GIZI a. Jenis Intervensi Diet yang diberikan kepada pasien adalah diet jantung 2, garam rendah dengan konsistensi lunak. b. Tujuan Intervensi Memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung Mencegah atau menghilangkan penimbunan garam dan air c. Syarat Diet Energi cukup, untuk mencapai dan mempertahnkan berat badan normal Protein 0,8g/KgBB Lemak 30% dari kebutuhan energi sehari Kolesterol rendah Vitamin dan mineral cukup Garam rendah, 2-3g/hari, apabila disertai oedem Serat cukup untuk menghindari konstipasi

8. Kebutuhan Energi dan Zat Gizi a. Kebutuhan Energi (WHO/ = AMB x FA x FS = 655 + (9,6 x BB) + (1,7 x TB) (4,7 x U) = 655 + (9,6 x 40,6) + (1,7 x 144) ( 4,7 x 25) = 655 + 389,76 + 244,8 117,5 = 1172,06 Energi = AMB x FA x FS = 1172,06 x 1,3 x 1,1 = 1676 Kal = 1676 Kal b. Kebutuhan Protein (Atmatsier, 2007) Protein = 0,8g/ KgBB = 0,8 x 40,6 = 32,5 g c. Kebutuhan Lemak (Atmatsier, 2007) Lemak = 30% x 1676 = 55,8 g 9 d. Kebutuhan Karbohidrat (dari sisa perhitungan protein dan lemak) KH = Sisa perhitungan protein dan lemak dari energi sehari = 1676 ((60,9 x 9 ) + (32,5 x 4 )) 4 = 276,1 g 9. Perencanaan Menu Berikut merupakan perencanaan menu yang akan deberikan kepada pasien, disajikan pada tabel berikut. Tabel 4. hasil perencanaan menu Energi AMB

Waktu Makan

kerangka menu ma. Pokok l.hewani hidangan bubur ayam sewir saos tiram telur rebus tm labu siam, soun , wortel Bahan Beras ayam Minyak Telur labu siam Wortel Soun TOTAL tepung beras 0,4 0,2 0,5 0,5 1 0,25 0,25 0,25 SP 1 1

berat g 50 40 5

Kandungan Gizi (DKBM) E (Kal) 175 50 50 75 6 6 6 368 20 7 5 15 70 35 18 67 190 P (g) 4 8 7 0,3 0,3 0,3 19 1,6 1,6 2 5,2 4 8 7 5 0,5 0,5 24,0 2 2 4 7 5 0,3 0,3 0,3 16 66,2 L (g) 2 5 5 12 2,3 2,3 4,6 2 5 3 5 15,0 2,3 2,3 5 3 5 13 46,9 KH (g) 40 1,3 1,3 1,3 43,9 16 2,3 4,5 9,7 32,5 40 7 4 2,5 2,5 12 68,0 9,7 9,7 40 7 1,3 1,3 1,3 50,9 205

makan pagi

ex,L, Hewani

55
25 25 25

sayur

selingan pagi

snack

bubur sumsum Susu

susu fullcream gula merah

minuman

susu entrakid TOTAL Beras ikan Telur Tempe

m,pokok L,hewani ex,L, Hewani

bubur pepes ikan telur rebus tempe bacem tumis oyong wortel pisang TOTAL

1 1 1 1 5 0,4 0,5 0,5 1

50 40 55 50 5 4 50 50 90

175 50 75 75 50 14 13 13 50 515

m,siang

L,nabati

Minyak gula merah

sayur buah

Wortel Oyong pisang ambon

Selingan

minuman

Susu TOTAL

susu entrakid

0,5

15

67 67

m,pokok l,hewani l,nabati

bubur telur ceplok sauc tomat tempe kuah bening tumis oyong wortel, soun TOTAL TOTAL SEHARI

Beras telur Tempe Minyak Wortel

1 1 1 1

50 55 50 5 25 25 25

175 75 75 50 6 6 6 393 1533

M,malam

Sayur

sawi ijo kb tahu

0,25 0,25 0,25

10. Asupan Zat Gizi Asupan zat gizi penderita selama tiga hari yaitu dari tanggal 28-30 Juni 2012 diperoleh melalui metode recall (dapat dilihat pada lampiran). Perbandingan kebutuhan, ketersediaan, dan asupan pasien selama tiga ahri dapat dilihat pada tabel.

Ketersediaan Energi Protein Lemak Karbohidrat Kebutuhan Energi Protein Lemak Karbohidrat Asupan Energi Protein Lemak Karbohidrat

Hari ke 1 1568 47,5 61 228,6

Hari ke 2 1648 66,3 57,7 187,2 1676 32,5 55,8 276,1

Hari ke 3 1670 61,1 59,9 206,9

Rata-rata 1628,6 58,3 59,5 206,2

974 28,8 41,1 137,6

1146 49,7 55,3 89,1

1163 53 49,9 114,7

1094 43,8 48,8 113,8

tingkat kecukupan energi sehari


80.0% 60.0% 40.0% 20.0% 0.0% hari 1 hari 2 hari 3 40.2% 68.4% 68.4% hari 1 hari 2 hari 3

Tabel Tingket Kecukupan Energi Sehari

tingkat kecukupan protein sehari


200.0% 150.0% 100.0% 50.0% 0.0% hari 1 hari 2 hari 3 88.6% 152.9% 163.1% hari 1 hari 2 hari 3

Tabel Tingket Kecukupan Protein Sehari

11. Konsultasi Gizi Tema : diet pada penyakit pansitopenia dengan decompensansi cordis Media : leaflet diet penyakit pansitopenia dengan decompensasi cordis Sasaran : pasien dan kelurga (kedua orang tua pasien) Tempat : ruang Antasena kelas III Waktu : + 45 menit Motode : wawancara Isi Materi : Penjelasan tentang penyakit Penjelasan tentang tujuan pemberian diet Penjelasan tentang prinsip dan syarat diet pemberian makanan sesuai keadaan pasien Penjelasan tentang pengaturan dan penilaian bahan makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan. 12. Monitoring Evaluasi dan Zat Gizi a. Status Gizi
Berat Badan 40,6 Tinggi Badan 144 IMT 19,5

b.

Perhitungan IMT menunjukkan status gizi pasien yaitu normal, sehingga tujuan intervensinya yaitu mempertahankan status gizi normal. Asupan
Keadaan Masalah Mual dan tidak nafsu makan Asupan Menurun

Asupan yang menurun akan berakibat malnutrisi, untuk itu perlu pengaturan yang tepat supaya tidak beresiko malnutrisi. Asupan dapat ditingkatkan dengan cara memotifasi pasien supaya nafsu makan meningkat. c. Nilai Hemoglobin
Pemeriksaan Hemoglobin Hasil 28 Juni 2012 8,2 29 Juni 2012 10,6 30 Juni 2012 9,5

d.

Nilai hemoglobin dari hasil pengamatan yaitu tanggal 28-29 Juni mengalami peningkatan, namun pada tanggal 30 mengalami penurunan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa hemoglobin pasien tidak stabil, sehingga perlu pengaturan perlu diperhatikan lagi supaya kadar hemoglobin pasien menjadi normal. Cairan Selama pengamatan tiga hari yaitu tanggal 28 Juni- 30 Juni penumpukan cairan belum teratasi sehingga jumlah cairan yang akan diberikan harus dibatasi sesuai keadaan pasien.

LAMPIRAN

Tabel Ketersediaan dan Asupan Makanan Pada Hari 1


Waktu makan kerangka menu m, pokok L,hewani m,pagi sayur sop macaroni bubur orak-arik telur Beras telur minyak wortel buncis kb. Kol berat hidangan Bahan SP 1 1 0,6 0,25 0,25 0,25 0,4 g 50 55 3 25 25 25 2 Kandungan Gizi (DKBM) E (Kal) 180 89 27 11 9 6 18 340 P (g) 3,4 7 0 0,3 0,6 0,6 0 11,9 L (g) 0,4 6,3 3 0,1 0,1 0,1 2 11,5 KH (g) 39,5 0,4 0 2,3 1,9 1,2 0 45,3 340 11,9 11,5 45,3 100 340 11,9 11,5 45,3 Kontribusi(konsumsi) makanan % E (Kal) P (g) L (g) KH (g)

minyak TOTAL tepung terigu selingan pagi snack kue marmer margarin telur gula pasir minuman susu susu optimum TOTAL m,pokok L,hewani bubur gurame bb kuning tempe bening cah buncis, jg manis, dan wortel Jeruk TOTAL selingan sore minuman susu susu optimum beras Ayam minyak Tahu minyak wortel Sayur cah Polkcay TOTAL TOTAL SEHARI pokcay minyak beras ikan gurame minyak tempe minyak buncis jg. Semi wortel minyak Jeruk

180

3,1

11,4

17,8

100

180

3,1

11,4

17,8

0,3

10

48 228

1,5 4,6 3,4 5,1 0 4,5 0 0,6 0,6 0,3 0 0,5 15 1,5 1,5 3,4 6 0 2,3 0 0,3 0,5 0 12,5 45,5

1,5 12,9 0,4 1,4 5 1 2 0,1 0 0,1 3 0,1 12,6 1,5 1,5 0,4 2 5 1,4 2 0,1 0,1 5 15,5 54

2,1 19,9 39,5 0 0 3,2 0 1,9 19 2,3 0 18,2 84,1 2,1 2,1 39,5 0 0 0,5 0 2,3 1,1 0 43,4 194,8

100

48 228

1,5 4,6 1,7 5,1

1,5 12,9 0,0 6,4

2,1 19,9 19,8 0

1 0,75 1 1 0,4 0,25 0,25 0,25 0,6 0,5

50 30 5 25 2 25 25 25 3 55

180 34 45 38 18 9 8 11 27 25 395

50 100

90 79

L,nabati m,siang

sayur

100

55

1,5

3,1

23,2

buah

75

19 243

0,4 8,7 1,5 1,5 0,0

0,1 9,6 1,5 1,5 0,0

13,7 56,6 2,1 2,1 0,0

0,3

10

48 48

100

48 48

m,pokok l,hewani

bubur Semur Ayam Tahu Bening

1 1 1 0,3 0,4 0,25 0,25 1

50 40 5 30 2 25 25 5

180 50 45 20 18 11 6 45 375 1386

M,malam

l,nabati

0,0

0,0

0,0

0 0 859

0 26,7

0 35,5

0 123,9

Tabel 2 Ketersediaan dan Asupan Makanan Pada Hari 2


Waktu makan kerangka menu m, pokok L,hewani m,pagi sayur hidangan bubur bistik daging tumis , wortel, jagung, dan buncis bahan beras daging minyak jagung wortel buncis SP 1 1 0,4 0,25 0,25 0,1 0,4 berat g 50 35 2 25 25 5 2 Kandungan Gizi (DKBM) E KH P (g) L (g) (Kal) (g) 180 3,4 0,4 39,5 72 18 35 11 9 18 410 6,6 0 1,2 0,3 0,6 0 13 4,9 2 0,3 0,1 0,1 2 9,7 0 0 5,5 2,3 1,9 0 61,9 163 8,7 9,3 9,7 Kontribusi(konsumsi) makanan % 0 100 E (Kal) 0,0 90 P (g) 0,0 6,6 L (g) 0,0 6,9 KH (g) 0,0 0,0

100

73

2,1

2,4

9,7

selingan pagi

snack minuman m,pokok

minyak TOTAL gula pasir puding agar coklat santan susu TOTAL bubur beras ayam minyak telur tahu minyak bayam lb. Siam wortel minyak pepaya

135 0,3 1 1 0,4 1 0,5 0,4 0,25 0,25 0,25 1 1 10 50 40 2 55 50 2 25 25 25 5 11 0 50 50 2 55 50 2 25 25 25 5 68 203 180 50 18 89 34 18 9 6 11 45 46 506

0,6 1,5 2,1 3,4 8 0 7 3,8 0 0,9 0,2 0,3 0 0,5 24,1 3,4 6,4 0 7 9,3 0 0,3 0,6 0,5 0 27,5 66,3

3,5 1,5 5 0,4 2 2 6,3 2,3 2 0,1 0 0,1 5 0 19,7 0,4 5,8 2 6,3 2 2 0,1 0,1 0,1 5 23,3 57,7

13,4 2,1 15,5 39,5 0 0 0,4 0,8 0 1,6 1,7 2,3 0 12,2 58,5 39,5 0,4

100 100

135 68 203

0,6 1,5 2,1

3,5 1,5 5

13,4 2,1 15,5

susu

L,hewani

ayam bb kuning telur rebus

L,nabati m,siang

tahu bening bening bayam, labu siam dan wortel Pepaya TOTAL

100

506

24

20

59

sayur

buah

m,pokok

bubur telur puyuh bb kining telur rebus

beras telur puyuh minyak telur tempe minyak wortel kb. Kol sawi ijo minyak

1 1 0,4 1 1 0,4 0,25 0,25 0,25 1

180 81 18 89 75 18 11 6 6 45 529 1648

506 0

24,1 0

19,7 0

58,5 0

100 0 0,4 6,4 0 2,3 1,2 1,1 0 51,3 187, 2 100 0

99

6,4

7,8

0,4

l,hewani M,malam l,nabati

89 0

7,0 0

6,3 0

0,4 0

tempe bening tumis sayuran TOTAL

Sayur

100

86

1,4

7,2

4,6

274 1146

14,8 49,7

21,3 55,3

5,4 89,1

TOTAL SEHARI

Tabel 3 Ketersediaan dan Asupan Makanan Pada Hari 3


Waktu makan kerangka menu m, pokok hidangan bubur cah ayam brokoli bahan beras ayam L,hewani m,pagi tumis labu siam, wortel, soun minyak brokoli lb. Siam wortel soun berat SP 1 1 1 0,25 0,25 0,25 '0,1 1 g 50 40 5 25 25 25 5 5 Kandungan Gizi (DKBM) E L KH P (g) (Kal) (g) (g) 180 3,4 0,4 39,5 50 45 6 6 11 18 45 361 20 7 20 0,3 1 1 1 1 0,5 0,18 0,25 0,25 1 10 50 35 5 55 100 10 25 25 110 68 268 180 72 45 89 83 30 11 31 541 beras ikan gurame minyak telur tahu minyak wortel Sayur sayur bb kuning TOTAL TOTAL SEHARI lb. Siam minyak 1 1 1 1 0,5 1 0'25 0,25 1 50 40 5 55 50 5 25 25 5 180 45 45 89 34 45 11 6 45 500 1670 1,5 4,6 3,4 6,6 0 7 2 2,3 0,3 0,6 22,2 3,4 6,8 0 7 3,9 0 0,3 0,2 0 21,6 61,1 1,5 3,7 0,4 4,9 5 6,3 0,1 2,1 0,1 0,2 18,6 0,4 1,9 5 6,3 2,3 5 0,1 0 5 25,5 59,9 2,1 44,4 39,5 0 0 0,4 19,1 0,1 2,3 7,6 69 39,5 0 0 100 0,4 0,8 0 2,3 1,7 0 44,7 206,9 258 1163 17,7 53,0 20,5 49,9 1,2 114,7 0 0 0,0 0,0 0,0 258,0 17,7 20,5 1,2 25 50 100 100 100 100 68 268 90 117 89 113 1,5 4,6 1,7 6,6 7 4 1,5 3,7 0,0 9,9 6,3 2 2,1 44,4 19,8 0 0,4 19 200 3,1 2,2 42,3 100 200 3,1 2,2 42,3 8 0 0,6 0,2 0,3 0,2 0 12,7 2 5 0,1 0 0,1 0 5 12,1 0 0 1,2 1,7 2,3 4,1 0 48,8 191 10,3 7,1 21,0 0 0,0 0,0 0,0 0,0 Kontribusi(konsumsi) makanan E L KH % P (g) (Kal) (g) (g) 50 90 1,7 0 19,8

100

101

8,6

7,1

1,2

sayur

minyak TOTAL tepung beras

selingan pagi

snack

bubur sum-sum

susu fullcream gula merah susu beras daging minyak telur kentang telur wortel ketimun semangka

TOTAL m,pokok bubur soto daging teur rebus m,siang L,nabati pergedel kentang acar kuning semangka TOTAL m,pokok bubur asam manis gurame telur rebus l,nabati oseng tahu

L,hewani

sayur buah

50 100

6 31 446 45,0

0,2 0,6 20,4 0,9

0,0 0,2 18,6 0,0

1,2 7,6 48,1 9,9

l,hewani

M,malam