Anda di halaman 1dari 3

--Harapan diantara Terpaan--

Bumiku hidup merambat peradaban masa lalu Mengembalikan cerita zaman Ketika altarnya kembali patah menguncangkan pijakan Bergetar hati setiap insan sehingga lengah Tanpa isyarat praduga prasangka Laut tenang memuntahkan gelombang dasyat Menghujam tanpa ampun Bersambut-sambut Terpaan belum berdiam diri Merapi tinggi ikut merangkum bencana Menghempaskan badai nan panas dan banjir lahar dingin

Penghuni peradaban ketakutan Berteriak menggelegar memecah cakrawala Berhamburan tanpa arah bagai kapas berterbangan Hempasan badai menghangtam setiap sudut alam raya Tercengang seluruh pandangan penjuru dunia Gelombang bergerak semakin tinggi Tinggi melampaui batas akal

Merenggut jiwa-jiwa terhormat Bapak, ibu, kakak, adik, sanak saudara, dan sahabat Hilang ditelan terseret arus air Tertimpa puing-puing bangunan

Terpanggang oleh awan panas meruah Bergelimpangan raga manusia terbujur kaku tanpa jiwa Cucuran air mata darah kami mengalir pedih tersayat-sayat menyaksikan

Jangan menangis lagi Negeriku Hapuslah air mata bumi pertiwi Kegelapan sesaat akan bersinar di ufuk kebangkitan Bangkit melawan ketakutan yang menghalau segala kegalauan Ada kekuatan yang menyatukan Kekuatan bertahan untuk berdiri menyambut hari esok Uluran tangan mengalir bahu membahu

Kalian tidak sendiri Kita saling menopang Menahan tiang semangat yang runtuh Karena masih ada yang tersisa kawan Harapan dan doa Harapan hidup di tengah badai Doa mustajab di antara kesulitan

Untuk selalu bersyukur di kala kekurangan Dan selalu bersabar di kala berlebih agar tak serakah

Wahai negeriku. Ini adalah rencana Tuhan

Rahasia alam yang menyimpan ilmu samar Dibalik semua tragedi, tersemat hikmah penuh sarat Lembaran pembelajaran baru bagi kita Menyonsong matahari baru dengan senyuman ketabahan Indonesiaku

Oleh: Ayu Harisa Pemikir alam