Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN AKHIR KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN PPM)

Disusun Oleh : NURNA FATHIYAH 0910222041

UNIVERSITAS ANDALAS PADANG 2011

HALAMAN PENGESAHAN LAPORAN AKHIR KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN PPM) 1. Lokasi KKN : Nagari Lawang Mandahiling Kecamatan Salimpaung Kabupaten Tanah Datar 2. Nama MAhasiswa BP No. regristasi KKN Fakultas Jurusan 3. Dosen Pembimbing Lapangan a. Nama Lengkap b. NIP c. Jurusan d. Fakultas 4. Waktu Pelaksanaan : Dr. Ir. Hidrayani, MSc : 196102271987022001 : Hama dan Penyakit Tanaman : Pertanian : 4 Juni s/d 17 Juli 2012 Lawang Mandahiling , 23 Juli 2012 Mengetahui : Walinagari Lawang Mandahiling : Nurna Fathiyah : 0910222041 : 12.01.174/SEP : Pertanian : Agribisnis

H. Firman

Nurna Fathiyah BP : 0910222041


2

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada SWT yang telah memberikan nikmat tiada tara sehingga penulis mampu mengikuti KKN PPM UNAND 2012 di Kabupaten Tanah Datar, Kecamatan Salimpaung, Kenagarian Lawang Mandahiling, dan menyelesaikan laporan akhir ini tepat pada waktunya. Salawat beriring salam penulis doakan untuk Nabi Muhammad SAW yang telah membawa kabar gembira bagi kita semua. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Orangtua yang telah memberikan dukungan morildan materil. 2. Ibu Dr. Ir. Hidrayani, MSc, selaku dosen pembimbing lapangan yang telah menuntun penulis dalam melaksanakan KKN. 3. Bapak H. Firman, selaku Walinagari Lawang Mandahiling yang telah menerima penulis dan kawan-kawan dan membimbing kami. 4. Bapak Chairuman dan keluarga,selaku Wali jorong sekaligus orangtua asuh yang telah bersedia menerima kami dirumah beliau. 5. Seluruh warga Lawang Mandahiling yang telah bersedia berbagi pengalaman dengan penulis 6. Rekan-rekan KKN di Lawang Mandahiling yang telah sabar dalam menghadapi setiap keadaan, dan memberikan dukunga pada penulis. Akhirnya penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penulisan laporan ini.Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan laporan akhir KKN-PPM ini. Lawang Mandahiling, 23 Juli 2012

Penulis
3

DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................... KATA PENGANTAR ....................................................................... DAFTAR ISI...................................................................................... DAFTAR TABEL .............................................................................. DAFTAR GAMBAR ......................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................... BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Tujuan dan Filosofi KKN ................................................ 1.2 Profil Nagari..................................................................... 1.3 Identifikasi Masalah ......................................................... BAB II. PELAKSANAAN KEGIATAN 2.1 Pemanfaatan Hasil Sisa Panen (Kulit Kakao) untuk Pembuatan Mikroorganisme Lokal.. 2.1.1 Tujuan ..................................................................... 2.1.2 Waktu dan Tempat .................................................. 2.1.3 Peserta ..................................................................... 2.1.4 Metode Pelaksanaan................................................ 2.1.5 Hasil dan Pembahasan ............................................ 2.1.6 Kesimpulan dan Saran ............................................ 2.2 Penanaman Jagung Manis

i ii iii iv v vi

1 2 4

6 6 6 6 6 7 8 8
4

2.2.1 Tujuan ..................................................................... 2.2.2 Waktu dan Tempat .................................................. 2.2.3 Peserta ..................................................................... 2.2.4 Metode Pelaksanaan................................................ 2.2.5 Hasil dan Pembahasan ............................................ 2.2.6 Keseimpulan dan Saran........................................... 2.3 Kegiatan Tambahan ................................................... 2.3.1 Profil Nagari 2.3.2 Kegiatan Rumah Pangan Mandiri ........................... 2.3.2.1 Tujuan .. 2.3.2.2 Waktu dan Tempat .............................................. 2.3.2.3 Peserta .................................................................. 2.3.2.4 Metode Pelaksanaan............................................. 2.3.2.5 Hasil dan Pembahasan ......................................... 2.3.2.6 Keseimpulan dan Saran........................................ 2.3.3 Galanggang Anak Nagari (GANARI) .................... 2.3.31 Tujuan ................................................................... 2.3.3.2 Waktu dan Tempat ............................................... 2.3.3.3 Peserta .................................................................. 2.3.3.4 Metode Pelaksanaan............................................. 2.3.3.5 Hasil dan Pembahasan

8 9 9 9 10 12 12 12 12 12 12 13 13 13 14 14 14 14 14 15 15

2.3.3.6 Kesimpulan dan Saran 2.4 Kegiatan Khusus ....................................................... 2.4.1 Khatam Al-Quran Mesjd Taqwa Lawang .............. 2.4.2 Lomba MSQ,Kaligrafi, dan Sholat ......................... 2.4.3 Perpisahan SD N 24 Kandang Melabung ............... 2.4.4 Perpisahan SDN23 Mandahiling............................. 2.4.5 Gotongroyong di Malintang .................................... 2.4.6 Pemeriksaan Golongan Darah Gratis ..................... 2.5 Kegiatan Pendukung ...................... 2.5.1 Tujuan ..................................................................... 2.5.2 Waktu dan Tempat .................................................. 2.5.3Peserta ...................................................................... 2.5.4 Metode Pelaksanaan................................................

15 15 15 16 16 16 17 17 19 19 19 19 19

BAB III. PENUTUP .......................................................................... DAFTAR PUSTAKA ........................................................................ LAMPIRAN

21 22

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Filosofi dan Tujuan KKN Kuliah Kerja Nyata atau KKN merupakan suatu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang dilandaskan kepada Tri Dharma Perguruan Tinggi.KKN dilaksanakan oleh Perguruan Tinggi sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa dan untuk mendapatkan nilai tambah pada pendidikan tinggi. Berdasarkan Undang-Undang No. 22 Tahun 1961 tentang pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang didukung oleh Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 1999 (Pendidikan Tinggi) Bab 3 (Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi), Pasal 3 Ayat 1 dan 4 tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi, KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang dilaksanakan pertama kali oleh Universitas Andalas pada tahun 1971 bertujuan untuk memberikan pengabdian kepada masyarakat, yang mana pengabdian pada masyarakat merupakan salah satu dari tiga komponen penyusun Tri Dharma Perguruan Tinggi disamping pendidikan dan penelitian. KKN merupakan salah satu kegiatan dalam pendidikan tinggi yang diselenggarakan berdasarkan UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional juncto Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 60 Tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Pendidikan pada dasarnya merupakan proses pendewasaan dan pemandirian manusia secara sistematis, agar siap menjalani kehidupan secara bertanggung jawab. Menjalani kehidupan secara bertanggungjawab berarti berani mengambil keputusan yang bijaksana sekaligus berani menanggung segala konsekuensi yang ditimbulkannya. Salah satu dari unsur KKN adalah sasaran masyarakat yang mana diwujudkan dengan kepedulian sosial peserta KKN terhadap kehidupan masyarakat di daerah. Mahasiswa disini berperan sebagai inovator, motivator, dinamisator, fasilitator, dan problem solver untuk masalahmasalah yang terjadi di lingkungan masyarakat. Disamping itu, mahasiswa juga berfungsi untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam merencanakan dan melaksanakan program pembangunan atau pemberdayaan masyarakat dengan berpedoman pada pemanfaatan potensi

sumber daya alam sehingga masyarakat dan mahasiswa berkoordinasi bersama guna meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat. 1.2 Profil Lokasi KKN Nagari Lawang Mandahiling, satu dari enam nagari yang berada dalam wilayah Kecamatan Salimpaung. Letaknya sangat strategis karena pusat pemerintahannya berada di Jalan utama Batusangkar ke Bukittinggi. Nagari Lawang Mandahiling memiliki luas 1668,7 ha, terdiri atas luas lahan pertanian sawah teririgasi 103 ha, sawah tadah hujan 769 ha, luas lahan pemukiman 158,8 ha dan kawasan rawan bencana 15 ha. Nagari ini memiliki jumlah penduduk 5.461 jiwa (1376 KK), terdiri 2.733 laki-laki dan 2.728 perempuan.Ada empat jorong. Jorong Lawang, Mandahiling, Malintang dan Kandang Malabung. Salah satu potensi andalan ekonomi masyarakat di samping usaha pertanian dengan komoditi sayur-sayuran (lobak, terung dan buncis), juga memiliki usaha industri kripik talas, ubi jalar, keripik pisang. Hingga kini tercatat 36 usaha industri rumah tangga yang dikembangkan. Pemasarannya tidak saja di Batusangkar, tapi juga telah menjangkau kabupaten atau kota lainnya di Sumbar, termasuk ke provinsi tetangga seperti keripik talas Uni Rosi, Rahmat, Kripik Talas Nan Ampuak, Bani Rawi. Selama tahun 2010, industri rumah tangga ini telah menyerap 131 tenaga kerja dengan nilai investasi Rp283.240.000. Sementara dari segi pembangunan, loncatan pembangunan nagari dalam berapa tahun ini telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Bahkan pemerintah nagari bersama KAN, BPRN juga telah berhasil mengeluarkan berbagai peraturan nagari.Di antaranya APB Nagari, perhitungan anggaran, pemberantasan pekat.Sumber keuangan nagari dan pembudidayaan tanaman talas juga didukung organisasi yang ada di nagari termasuk Babinsa, Kamtibmas dan Lembaga Peradilan Adat. Untuk kegiatan pembangunan, pihaknya selalu melibatkan seluruh unsur komponen nagari sehingga ikut mendorong peningkatan partisipasi dan swadaya masyarakat. Termasuk LPM selalu bekerja sama dengan wali nagari setiap kegiatan gotong royong melalui dana DPAN yang diterima setiap tahun oleh Nagari Lawang Mandahiling. Untuk pembangunan fisik sarana prasarana yang membutuhkan biaya yang cukup besar.Di samping mengajukan proposal kepada pemkab, pemerintah nagari juga melakukan

Muresbang Nagari. Tahun 2010, pihaknya berhasil mendapatkan dana untuk pembangunan Jembatan Lurah sebesar Rp 798.163.000, pengaspalan jalan Mandahiling ke Sitapuang Rp 643.631.800, pembangunan jembatan Mandahiling Rp 259.819.000.

Letak dan Batas Administrasi Wilayah Secara geografis Nagari Lawang Mandahiling terletak pada posisi secara administratif berbatasan dengan : Batas Sebelah Utara Sebelah Selatan Sebelah Timur Sebelah Barat Desa / Kelurahan Barulak Salimpaung Supayang Gunung Merapi Gambar 1: Letak dan Batas Administrasi Wilayah Nagari Lawang Mandahiling terletak di Kecamatan Salimpaung yang terdiri dari 4 Jorong dengan luas 1668,7 ha, dengan uraian sebagai berikut : Potensi Sumber daya Manusia Jenis Jumlah laki-laki Jumlah perempuan Jumlah total Jumlah Kepala Keluarga Kepadatan Penduduk Jumlah 2.733 orang 2.728 orang 5.461 orang 1.376 KK 3.12 per km Kecamatan Tanjung baru Salimpaung Salimpaung Salimpaung

Gambar 2: Potensi Sumber daya Manusia

Visi dan Misi Nagari Visi Menjadikan masyarakat Nagari Lawang Mandahiling mandiri, madani, makmur dan sejahtera. Misi 1. Pemberdayaan ekonomi masyarakat di bidang pertanian, industri rumah tangga, perdagangan dan industri tepat guna. a. Melakukan pelatihan teknologi tepat guna terutama bagi home industri b. Penambahan modal kelompok melalui kredit mikro, LKMA dan SPP c. Membina pedagang kecil dan industri rumah tangga 2. Meningkatkan Iman dan Taqwa a. Membina TPA dan TPSA b. Meningkatkan kesejahteraan guru TPA 4 jinih Mesjid dan Alim Ulama c. Meningkatkan kegiatan LDS d. Pembentukan MUI tingkat nagari 3. Menciptakan pemerintahan good goverment a. Reformasi terhadap perangkat nagari b. Meningkatkan kinerja pemerintah nagari c. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan terhadap masyarakat 4. Membina Infra Struktur a. Pembangunan saluran irigasi b. Pembangunan sarana transportasi c. Pembangunan / rehap sekolah negeri ataupun swasta d. Pembangunan sarana kesehatan e. Pembangunan sarana dan prasarana sosial f. Pembangunan tempat ibadah
10

g. Pembangunan objek wisata 1.3 Identifikasi Masalah Berdasarkan survey pendahulu yang penulis lakukan di Nagari Lawang Mandahiling, penulis mengamati bahwa masyarakat umumnya bertani, dan salah satu yang menjadikomoditi adalah kakao.Sisa panen kakao berupa kulit kakao tidak dimanfaatkan oleh petani kakao, dan hanya ditumpuk ditepi jalan. Masyarakat khususnya petani, belum mengetahui cara pemanfaatan kulit kakao, maupun cara pemanfaatan sisa hasil panen lain dan sisa kunsumsi sehari-hari. Disamping itu, petani umumnya menginginkan adanya pelatihan pembudiadayaan jagung manis, karena petani belum mengetahui cara pembudidayaan jagung manis, sehingga tidak banyak petani yang membudidayakan jagung manis. Apalagi petani di Nagari Lawang Mandahiling tergabung dalam beberapa kelompok tani dan kelompok wanita tani yang mampu penjadi wadah untuk pelatihan penanaman jagung manis.

11

BAB II. PELAKSANAAN KEGIATAN

2.2 Pemanfaatan Hasil Sisa Panen (Kulit Kakao) untuk Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL). 2.2.1 Tujuan kegiatan Tujuan dan Mamfaat dari diadakannya kegiatan ini yaitu: (1) Memberikan pengetahuan seputar MOL (Mikroorganisme Lokal), dan manfaatnya, kepada petani. (2) Mencoba memberikan suatu kebiasaan baru bagi petani, sehingga petani dapat membuat pestisida pupuk alternatif yang bahannya didapat dari pemamfaatan hasil sisa panen.. (3) Memperbaiki sifat fisik dari tanah, memberikan asupan unsur hara kepada tanah, dan juga dapat memperbaiki perkembangan organisme/mikroorganisme tanah yang akan berdampak bagus untuk pertumbuhan tanaman. (4) Mengurangi ketergantungan petani akan pupuk dan pestisida buatan. (5) Mengurangi pengeluaran biaya produksi petani, karena biaya pembuatannya sangat murah jika dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk pupuk dan pestida buatan. 2.2.2 Waktu dan Tempat Hari/Tanggal Pukul Tempat 2.2.3 Peserta : 15Juni 2012 dan Jumat 29 Juni 2012 : 09.00-Selesai WIB : Ladang Kelompok Wanita Tani Cempaka Putih

12

Peserta kegiatan program ini adalah Mahasiswa KKN-PPM nagari Lawang Mandahiling dan Kelompok wanita tani Cempaka Putih yang ada di Jorong Malintang. 2.2.4 Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegitan ini adalah : a. Observasi Observasi dilakukan untuk mengetahui dimana saja terdapat petani yang menanam kakao di nagari LawangcvMandahiling b. Penyuluhan Penyuluhan dilakukan dengan memberikan informasi tentang cara pembuatan MOL dan manfaatnya bagi c. Praktek di lapangan Setelah diberikan penyuluhan, petani langsung diajak melihat cara pembutan MOL dengan membawa alat dan bahan sebagai percontohan d. Pengamatan dan evaluasi Setelah melakukan praktek di lapangan, pengamatan diperlukan untuk melihat bagaimana pengaruh pemberian MOL pada tanaman. Evaluasi penting untuk melihat tingkat keberhasilan program yang terlaksana. Dalam hal ini, yang dapat dievaluasi diantaranya adalah : 1. 2. 3. Masyarakat / petani mengerti dan memahami tentang cara pembuatan MOL Masyarakat /petani manfaat MOL. Masyarakat/ petani mengerti bagaimana cara penggunaan.

2.2.5 Hasil dan pembahasan a. Hasil Hasil yang bisa dicapai darikegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan petani tentang cara pemanfaatan sisa hasilpanen kakao, dan cara pemakaian yang tepat pada tanaman. b. Pembahasan

13

MOL (Mikroorganisme Lokal) adalah salah satu pupuk organik yang berbentuk cair. Yang berguna untuk nutrisi tambahan untuk tanaman(POC/PPC/PH), sebagai aktivator/starter/dekomposer kompos, serta nutrisi tambahan ikandan ternak. Prinsip dasar pembuatan pupuk MOL: a. Kumpulkan 4kg kulit kakao, hancurkan dengan ditumbuk atau blender,masukan dalam toples. b. Siapkan pelarut seperti air kepala, air cucian beras, urine ternak,limbah pembuatan tempe/tahu. c. Tambahkan gula aren untuk menambah kualitas d. Fermentasi selama 10-15 hari e. Tutup agar tidak dihinggapi lalat f. Hindarkan dari sinar matahari 2.1.5 Kesimpulan dan Saran a. Kesimpulan Dari lapangan, pembuatan MOL dapat mengefektifkan sisa hasil panen kakao,dan sisa konsumsi harian dirumah tangga. Pemberian MOlsecaratepatdapat meningkatkan pertumbuhan tanaman,sehingga meningkatkan produksi. b. Saran Agar hasil yang didapatkan lebih baik lagi, diharapkan agar pemanfaatan sisapenen terus dilakukan Diharapkan kepada petani dan masyarakat mampu menggunakan MOL dengan tepat.

2.3 Penanaman Jagung Manis 2.3.1 Tujuan


14

Tujuan dan Mamfaat dari diadakannya kegiatan ini yaitu: (1) Memberikan pengetahuan seputar jagung manis, dan manfaatnya, kepada masyarakat. (2) Menjadikan jagung manis sebagai salah satu komoditi andalan di Salimpaung (3) Menambah variasi pangan masyarakat sekitar 2.3.2 Waktu dan Tempat 1. Jorong Kandang Melabung Tanggal Tempat : 13 & 20 Juni 2012 : kebun warga jorong Kandang Melabung

2. Jorong Malintang Hari/tanggal Tempat : 22 & 29 Juni 2012 : kebun kelompok SPP Cempaka Putih

3. Jorong Lawang Tanggal : 25 &30 Juni 2012 Tempat 2.3.3 Peserta Peserta kegiatan program ini adalah Mahasiswa KKN-PPM nagari Lawang Mandahiling dan beberapa warga yang ada di nagari Rambatan. Di jorong Malintang,yang menjadi sasaran programini adalah kepompok SPP CempakaPutih. 2.3.4 Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegitan ini adalah : a. Observasi Observasi dilakukan untuk mengetahui lahan yang sesuai dengan syarat pembudidayan jagung manis b. Penyuluhan : kebun warga jorong Lawang

15

Penyuluhan

dilakukan

dengan

memberikan

informasi

tentang

cara

pembudidayaan jagung manis dan prospek kedepan mengenai keuntungan menanam jagung manis. c. Praktek di lapangan Setelah diberikan penyuluhan, Kelompok SPP langsung diajak menanam jagung sesuai dengan prosedur yang dianjurkan d. Pengamatan dan evaluasi Setelah melakukan praktek di lapangan, pengamatan diperlukan untuk melihat bagaimana pemahaman masyarakat dan petani,khususnya kelompok SPP tentang cara pembudidayaan jagung manis. Evaluasi penting untuk melihat tingkat keberhasilan program yang terlaksana. Dalam hal ini, yang dapat dievaluasi diantaranya adalah : Masyarakat / petani mengerti dan memahami tentang pembudidayaan tanaman jagung manis. Masyarakat /petani mengerti hama dan penyakit yang menyerang tanaman jagung manis. Masyarakat/ petani mengerti bagaimana cara pemeliharaan dan pemberian pupukyang baik. 2.3.5 Hasil dan Pembahasan a. Hasil Hasil yang bisa dicapai dari kegiatan ini adalah bertambahnya pengetahuan dari petani tentang cara pembudidayaan jagung manis. b. Pembahasan Menanam jagung manis relatif mudah. Setelah lahan dicangkul sampai halus, barulah ditajuk dengan kedalaman tiga sentimeter untuk menaruh bibit yang akan ditanam.

Kemudian, bibit ditimbun sekadarnya. Tekstur tanahnya harus gembur. Tidak boleh diinjak karena dapat menyebabkan tanah menjadi padat. Setiap lubang diisi sebutir benih dengan jarak 2070 sentimeter.

16

Pada umur empat hari setelah bibit tumbuh, pupuklah dengan pupuk berimbang (Urea, TS, dan KCL). Kemudian, pada umur 35 hari pemupukan kedua dengan jenis pupuk sama. Usai pemupukan, jagung tidak dirawat lagi walaupun ditumbuhi rerumputan untuk menjaga agat tidak mengganggu proses perbungaan sampai siap dipanen. Dalam satu batang, jagung manis memiliki satutiga tongkol, tapi untuk menjaga agar buah maksimal satu batang ditinggalkan satu tongkol. Sedangkan soleng (buah muda) bisa dipanen dan dijual untuk konsumsi sayur pada umur 50 hari.Dengan menjual soleng tersebut, biasanya mampu mengembalikan modal petani untuk pengadaan pupuk dan bibit, sehingga petani mendapatkan keuntungan utuh saat panen. Selain soleng, daun jagung juga bisa dijual untuk pakan ternak. Dalam satu hektare menghabiskan 200 kg Urea, 100 kg TS, dan 100 kg KCl, untuk dua kali pemupukan.Tetapi, lebih memuaskan dibantu dengan pupuk kandang untuk mengurangi pupuk kimia.Pada kondisi sekarang, jagung muda dapat dipanen pada umur 70 hari.Waktu panen singkat itu ditambah lagi dengan pengolahan yang tidak sulit. Jika ada gejala serangan hama atau penyakit, segera konsultasikan dengan penyuluh pertanian yang ada atau semprotkan pestisida yang disarankan Dinas Pertanian. Penggunakan pestisida digunakan secara bijaksana.Artinya, jika serangan

hama/penyakit di atas ambang batas serangan, baru disemprot. Tanaman jagung membutuhkan air yang cukup untuk pertumbuhan dan memberikan hasil produksi yang baik.Air diperlukan saat penanaman, pembungaan (4555 hari) dan pengisian biji (6080 hari).Perlu diperhatikan drainase yang baik dan hindari tanaman tergenang air. Panen dan Pemasaran Hasil Tanaman jagung manis dapat dipanen jika berumur 70 hari.
17

Ciri jagung dapat dipanen: Kelobot (bungkus janggel jagung) berwarna cokelat muda dan kering serta bijinya mengilat. Setelah dipanen, jagung dipipil dan dikeringkan hingga kadar air 15%, sebaiknya dipanen saat jagung sudah benar-benar kering. Jagung pun siap dijual dengan hasil yang layak. 2.3.6 Kesimpulan dan Saran a. Kesimpulan Dari lapangan, dapat disimpulkan warga terutama kelompok SPP sangat membutuhkan infrormasi tentang pembudidayaan jagung manis. Lahan kelompok SPP dapat dimanfaatkan untuk pembudidayaan jagung masin b. Saran Diharapkan masyarakat khusunya kelompok SPP dapat meneruskan pembudidayaan jagung manis sesuai dengan prosedur. Diharapkan kelompok SPP dapat memanen hasil jagung manis tepat pada waktunya. 2.4 Kegiatan Tambahan (Kegiatan C) 2.4.1 Profil Nagari Hari/Tanggal Waktu Tempat Peserta Uraian : Selasa, 26 Juni 2012 : 16.00 s/d 18.00 WIB : Jorong Kandang Melabung : Masyarakat Kandang Melabung : menjalankan profil nagari yang merupakan permintaan dari walinagari untuk membantu mengumpulkan data penduduk Nagari lawing mandahiling.

2.4.2 Kegiatan Rumah Pangan Mandiri 2.4.2.1 Tujuan Tujuan darikegiatan ini adalah :
18

(1) Menumbuhkan kesadaran keluarga untukkecukupan gizi dan sumber pangan (2) Mengetahui sumber pangan yangada di wilayah sekitar (3) Penumbuhan kelompokwanita tani

2.4.2.2 Waktu dan tempat Hari/Tanggal : 9 13 Junidan 10 Juli2012 Tempat : Pekarangn rumah warga di Jorong Malintang, Kandang Melabung dan Lawang. 2.4.2.3 Peserta Peserta kegiatan program ini adalah Mahasiswa KKN-PPM nagari Lawang Mandahiling, beberapa dan beberapawargayang ada di Jorong Lawang, Kandang Melabung,dan Kelompok wanita tani Cempaka Putih di Jorong Malintang. 2.4.2.4 Metode Pelaksanaan Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegitan ini adalah : a. Observasi Observasi dilakukan untuk dimana tempat warga yang ,memiliki pekarangan yang bisa dimanfaatkan untuk rumah pangan mandiri b. Penyuluhan Penyuluhan dilakukan dengan memberikan informasi tentang tujuan pembuaitan Rumah Pangan Mandiri, berbagai metode yang dapat digunakan untuk penanaman, dan manfaatnya bagi keluarga. c. Praktek di lapangan Praktek dilakukan oleh mahasiswa KKN PPM2012 bersama beberapa warga d. Pengamatan dan evaluasi Setelah melakukan praktek di lapangan, pengamatan diperlukan untuk melihat bagaimanapemahaman masyarakat tentang Rumah Pangan Mandiri. . Evaluasi penting untuk melihat tingkat keberhasilan program yang terlaksana. Dalam hal ini, yang dapat dievaluasi diantaranya adalah : Masyarakat / petani mengerti dan memahami tentang manfaat Rumah Pangan Mandiri
19

Masyarakat /petani termotivasi untuk pembuatan Rumah Pangan Mandiri.

2.3.6.4 Hasil dan Pembahasan a. Hasil Hasil yang bisa dicapai dari kegiatan ini masyarakat mau untuk mengganti tanaman di pekarangan rumah dari jenis bunga-bungaan menjadi tanaman sayur-sayuran. b. Pembahasan Sumatra barat adalah profinsi pengkonsumsi karbohidrat terbesar no.4 di

Indonesia.Untuk itu pemerintah ingin mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap karbohidrat. Maka badan pertahanan pangan nasional mengadakan program Rumah Pangan Mandiri sehingga setiap rumah memiliki cadangan pangan yang beragam dengan semboyanPanganku beragam,bergizi,berimbang, dan aman Manfaat yang diharapkan : (1) Termanfaatkannya lahan pekarangan ditingat keluarga di desa (2) Hasil pekarngan untuk konsumsi keluarga (3) Menambah pendapatan keluarga (4) Mengurangi gizi buruk Bahan dan Alat Bahan : Bibit, tanah yang sudah dicampur pupuk, air, bambu. Alat : Parang, kapak,gergaji, cangkul

2.3.6.5 Kesimpulan dan Saran a. Kesimpulan Program Rumah Pangan Mandiri yang menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah ini dapat membantu masyarakat untuk melengkapi kebutuhan seharihari ini, b. Saran Agar hasil dari penanaman sayuran dapat dimanfaatkan dan masyarakat terus melanjukan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai lahan untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari.

2.4.3 Galanggang Anak Nagari (GANARI)


20

2.4.3.1 Tujuan Tujuan dari Program ini adalah: Memupuk kesadaran para pemuda/i akan budaya adat Minang Kabau. Mengetahui beberapa pidato adat

2.4.3.2 Waktu dan Tempat Hari/Tanggal Tempat : Setiap Hari Kamis / 14 Juni s/d 12 Juli 2012 : Aula Kantor Wali Nagari

2.3.7.3 Peserta GANARI ini melibatkan pemuda/i di Nagari Lawang Mandahiling, beserta mahasiswa KKN Nagari Lawang Mandahiling.

2.3.7.4 Metode Pelaksanaan Berupa Pemberian materi oleh pemateri, Pak Naro. Materi yang diberikan berupa sejarah Minangkabau dan beberapa pidato adat. Acara dilakukan pukul 8.30 WIB s/d selesai, 5 kali dalam seminggu selama periode pelaksanaan KKN. 2.3.7.5 Hasil dan Pembahasan a. Hasil Peserta dapat lebih mengetahui dan mengerti, serta menghargai kebudayaan adat Minang kabau. b. Pembahasan Galanggang Anak Nagari (GANARI) adalah sebuah kepedulian dalam penggoresan aktualisasi ekpresi peduli budaya ranah minang ke kanvas budaya

ranah Minangkabau yang sepertinya sudah mulai terlupakan oleh semua generasi, terkhusus generasi muda sebagai generai penerus. 2.3.7.6 Kesimpulan dan Saran a. Kesimpulan Dari terselesaikannya acara GANARI diharapkan kesadaran akan adat Minangkabau baik dari segi Agama, budaya berpakaian, tatakrama sopan santun dan kesenianpun akan semakin meningkat.
21

b. Saran Agar untuk KKN ditahun-tahun berikutnya GANARI harus tetap ada dan lebih diperhatikan lagi.

2.4 2.4.1

Kegiatan Khusus (Kegiatan D) Khatam Al-Quran Mesjid Taqwa Lawang Hari/Tanggal Waktu Tempat Peserta Uraian : Minggu, 24 Juni 2012 : 13.00 s/d 23.00 WIB : Mesjid Taqwa Lawang : Seluruh siswa kelas 4 TPA Mesjid Taqwa Lawang : persiapan mendekorasi masjd dan ruang kelas serta membantu ibu-ibu memasakuntuk acara khatam AlQuran esok harinya.

2.4.2 Lomba MTQ, Kaligrafi dan Sholat Hari/Tanggal Waktu Tempat Peserta : Minggu, 17 Juni 2011 : 09.00 s/d 13.00 WIB : Mesjid Al-Falah Kandang Melabung : Seluruh TPA Se Kecamatan Salimpaung (masing masing TPA memiliki utusan.) Uraian : perlombaan MTQ, Kaligrafi, Sholat terbaik antar seluruh TPA se-Kecamatan Salimpaung yang di seleksi melalui penjurian. 2.4.3 Perpisahan SD N 24 Kandang Melabung Hari/Tanggal Waktu Tempat Peserta : Sabtu, 16 Juni 2012 : 09.00 s/d 13.00 WIB : SD N 24 Kandang Melabung : Seluruh siswa, guru,dan komite SD N 24 Kandang Melabung serta orang tua murid kelas enam.

22

Uraian

: Latihan menari dan penyusunan acara oleh mahsiswa KKN untuk persiapan penampilan bakat dari siswa SD N 24 Kandang Melabung.

2.4.4 Perpisahan SD N 23 Mandahiling Hari/Tanggal Waktu Tempat Peserta : Sabtu, 23 Juni 2012 : 09.00 s/d 13.00 WIB : SD N 23 Mandahiling : Seluruh siswa, guru,dan komite SD N 23 Mandahiling serta orang tua murid kelas enam Uraian : Latihan menari dan penyusunan acara oleh mahasiswa KKN untuk persiapan penampilan bakat dari siswa SD N 23 Mandahiling 2.4.5 Gotong royong di Malintang Hari/Tanggal Waktu Tempat : Minggu, 26 Juni 2012 : 08.00 s/d 12.30 WIB : Samping kantor walinagari Lawang Mandahiling, Malintang Peserta Uraian : masyarakat Malintang dan Mahasiswa KKN. : Gotongroyong membersihkan halaman di samping kantor walinagari Lawang Mandahiling agar dapat ditanami bunga 2.4.6 Pemeriksaan Golongan Darah 2.4.6.1 Tujuan a. Meningkatkan peran aktif mahasiswa dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang meliputi usaha pelayanan promotif, preventif dan kuratif kepada masyarakat. b. Mewujudkan tridharma perguruan tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. c. Membantu masyarakat untuk mengetahui golongan darahnya. 2.4.6.2 Waktu dan tempat

23

Waktu Tempat

: 14 Juli 2012 : Aula kantor wali nagari

2.4.6.3 Peserta Peserta pemeriksaan golongan darah ini adalah 100 orang terpilih, yang terdiri dari 25 orang perjorongnya. Yang memenuhi syarat : Usia produktif Sehat jasmani Bersedia memberikan darahnya untuk donor 2.4.6.4 Metode Pelaksanaan Acara dilaksanakan pukul 08.30 WIB, dan dilakukan dengan beberapa tahap, diawali dengan registrasi, dilanjutkan dengan pemeriksaan tekanan darah dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan golongan darah. Indikator keberhasilan: Masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui golongan darahnya menjadi tahu golongan darahnya. 2.4.6.5 Hasil dan Pembahasan Kegiatan pemeriksaan golongan darah ini bertujuan untuk mengetahui golongan darah. Jadi apabila dikemudian hari ada salah satu warga atau dirinya sendiri yang membutuhkan darah dapat dengan mudahnya mendapatkan darah. Kegiatan berjalan dengan lancar dan peserta cukup antusias mengikuti kegiatan pemeriksaan golongan darah ini sebab mereka dapat mengetahui golongan darah mereka. Karena sebagian besar masyarakat masih belum mengetahui apa golongan darahnya. Selain itu mereka juga dapat mengetahui tekanan darah mereka, karena sebelum pemeriksaan golongan darah dilakukan pemeriksaan tekanan darah. Tetapi masih ada warga yang meskipun sudah diundang tidak datang, ini dikarenakan beberapa alasan : Jarak dari jorong mereka ke lokasi pemeriksaan yang lumayan jauh Tidak adanya sarana transportasi ke lokasi pemeriksaan Acara yang dilakukan dipagi hari, sedangkan kebanyakan masyarakat pergi ke ladang dan anak-anak sekolah yang bersekolah di jam tersebut.
24

2.4.6.6 Kesimpulan dan Saran : Dari hasil kegiatan pemeriksaan golongan darah yang sudah berlangsung, dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat. Semoga dengan diadakannya pemeriksaan golongan darah ini, dapat bermanfaat bagi mereka, dan mereka jadi tahu apa golongan darah mereka Dari kesimpulan tersebut, dapat dikemukakan saran-saran, yaitu : 1. Kegiatan seperti ini sebaiknya diadakan untuk seluruh masyarakat, bukannya hanya untuk peserta terpilih saja. 2. Sebaiknya kegiatan ini tidak terpusat di kantor wali nagari, melainkan diadakan di setiap jorong. Karena jarak satu jorong ke jorong yang jauh sedangkan transportasi tidak ada membuat masyarakat malas untuk datang.

2.5 Kegiatan Pendukung 2.5.1 Tujuan Tujuan dari program ini adalah untuk membantu rekan-rekan dalam melaksanakan program kerja mereka baik program utama maupun pendukung. 2.5.2 Waktu dan tempat Waktu dan tempat sesuai dengan jadwal program kerja rekan-rekan Mahasiswa KKNPPM UNAND nagari Lawang Mandahiling. 2.5.3 Peserta Peserta dari kegitan ini adalah peserta yang terdapat di program kerja rekan-rekan Mahasiswa KKN-PPM nagari Lawang Mandahiling. 2.5.4 Metode Pelaksanaan Rincian kegiatannya sebagai berikut : 1. Pengukuran Jalur Irigasi Capo di Kandang Melabung (18 Juni 2012) Ketua Pelaksana : M. Taufik Esman

2. Pembuatan Kompos (19 Juni 2012) Ketua Pelaksana : Ronal Sanjaya

3. Pelatihan dokter kecil (20 Juni 2012) Ketua Pelaksana : Nila Soswita Yusuf
25

4. Posyandu Bidan Yen di mandahiling (20 Juni 2012) Ketua Pelaksana : Nila Soswita Yusuf

5. Penyuluhan Peran Perempuan di nagari ( 6 Juli 2012) Ketua Pelaksana : Mahasiswa KKN-PPM Tabek Patah

6. Pelatihan pembuatan tempe (29 Juni 2012) Ketua Pelaksana : M. Ubaidirrahman

7. Penanaman TOGA (14 Juli 2012) Ketua Pelaksana : Nadia Yenita

8. Les persiapan ujian semester (10-12 Juni 2012) Ketua Pelaksana : Rica Silvia

26

BAB III PENUTUP

KKN-PPM Universitas Andalas tahun 2012 di Nagari Lawang Mandahiling berjalan baik dalam pelaksanaan program-program yang telah direncanakan program yang telah dilaksanakan dan membantu program-program yang ada di nagari/jorong. Hal ini tidak terlepas dari peran aktif dan sambutan yang baik dari warga Nagari Lawang Mandahiling, pemerintah nagari dan semua pihak yang telah membantu kelancaran program-program yang ada. Dari kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan, kami mendapat banyak pengalaman bagaimana terjun langsung ke masyarakat, menghadapi permasalahan yang ada dan bagaimana cara menyelesaikannya. Program yang dilaksanakan oleh penulis seperti Pelatihan Pembuatan MOL (Mikroorganisme Lokal) , penulis mendapat respon yang baik dari masyarakat. Ini mendukung tersampaikannya informasi tentang MOL kepada Masysrakat/petani. Selanjutnya Program Penanaman Jagung Manis juga mendapatkan respon yang baik dari masyarakat dan kelompok SPP. Kelompok SPPmelaksanakan pertemuan 1 kali seminggu untuk mengikuti pelatihan penanaman jagung manis. Sehingga masyarakat dapat mengetahui dan merasakan manfaat dari penanaman jagung manis,dan dapat terus membudidayakannya disertai dengan pemanfaatan sisa hasil panen.

27

DAFTAR PUSTAKA

BPKKN.2011.Format Laporan KKN.Padang:Unand

28

LAMPIRAN 1

SURAT PERNYATAAN MELAKSANAKAN KEGIATAN KKN PPM UNAND 2012


Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Nama No. BP No. Reg KKN Jurusan Fakultas : : : : : NURNA FATHIYAH 0910222041 12.01.174/SEP AGRIBISNIS PERTANIAN

dengan ini menyatakan bahwa saya telah melaksanakan kegiatan KKN PPM Unand tahun 2012, dan bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana dengan rincian kegiatan sebagai berikut: Jenis Kegiatan Nama Program Kerja : Kegiatan Utama : Pemanfaatan Hasil Sisa Panen (Kulit Kakao) untuk Pembuatan

Mikroorganisme Lokal (MOL). Sasaran/Peserta Jumlah Sasaran/Peserta Tanggal Pelaksanaan Jumlah Hari Efektif Pelaksanaan Tempat Kegiatan Anggota Panitia : Kelompok SPP Anggrek dan SPP Cempaka Putih : Tak terbatas : 15 dan 29 Juni 2012 : 2 hari : Ladang Pertanian Kelompok SPP Cempaka Putih : Melly Surya Anggraini, Rica Silvia, NadiaYenita, M. Taufik Esman, Nikolayevik Muhamedoff, Ronal Sanjaya, dan M. Ubaidittahman

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dengan daftar hadir kegiatan terlampir. Lawang Mandahiling, 21 Juli 2012 Diperiksa oleh DPL Diketahui Wali Nagari Dibuat oleh

(Dr. Ir. Hidrayani, MSc)

(H. Firman)

(Nurna Fathiyah)
29

SURAT PERNYATAAN MELAKSANAKAN KEGIATAN KKN PPM UNAND 2012


Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Nama No. BP No. Reg KKN Jurusan Fakultas : : : : : NURNA FATHIYAH 0910222041 12.01.174/SEP AGRIBISNIS PERTANIAN

dengan ini menyatakan bahwa saya telah melaksanakan kegiatan KKN PPM Unand tahun 2012, dan bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana dengan rincian kegiatan sebagai berikut: Jenis Kegiatan Nama Program Kerja Sasaran/Peserta Jumlah Sasaran/Peserta Tanggal Pelaksanaan : Kegiatan Utama : Penanaman Jagung Manis : Kelompok SPP Cempaka Putih, Mahasiswa dan Masyarakat : Tak terbatas : - 13 & 20 Juni 2012 di lahan Kd. Melabung - 22 & 29 Juni 2012 dilahan Malintang - 25 &30 Juni 2012 di lahan Lawang : 6 hari : Ladang Pertanian Kelompok SPP Cempaka Putih,Ladang Warga Jorong Lawang dan Kandang Melabung. : Seluruh Mahasiswa KKN Lawang Mandahiling.

Jumlah Hari Efektif Pelaksanaan Tempat Kegiatan

Anggota Panitia

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dengan daftar hadir kegiatan terlampir. Lawang Mandahiling, 21 Juli 2012 Diperiksa oleh DPL Diketahui Wali Nagari Dibuat oleh

(Dr. Ir. Hidrayani, MSc)

(H. Firman)

(Nurna Fathiyah)
30

SURAT PERNYATAAN MELAKSANAKAN KEGIATAN KKN PPM UNAND 2012


Saya yang bertanda tangan di bawah ini, Nama No. BP No. Reg KKN Jurusan Fakultas : : : : : NURNA FATHIYAH 0910222041 12.01.174/SEP AGRIBISNIS PERTANIAN

dengan ini menyatakan bahwa saya telah melaksanakan kegiatan KKN PPM Unand tahun 2012, dan bertindak sebagai Ketua Panitia Pelaksana dengan rincian kegiatan sebagai berikut: Jenis Kegiatan Nama Program Kerja Sasaran/Peserta Jumlah Sasaran/Peserta Tanggal Pelaksanaan Jumlah Hari Efektif Pelaksanaan Tempat Kegiatan Anggota Panitia : Kegiatan Tambahan : Rumah Pangan Mandiri : Kelompok SPP Cempaka Putih,MahasiswaKKN dan masyarakat. : Tak terbatas : 9-13 Juni dan 10 Juli 2012 : 6 hari : Pekarangan rumah warga : Seluruh Mahasiswa KKN Lawang Mandahiling

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dengan daftar hadir kegiatan terlampir. Lawang Mandahiling, 21 Juli 2012 Diperiksa oleh DPL Diketahui Wali Nagari Dibuat oleh

(Dr. Ir. Hidrayani, MSc)

(H. Firman)

(Nurna Fathiyah)

31

32