Nama : Ervianti Dela Rosa NRP : 2443010136

EFEK ANTIGLIKEMIA EKSTRAK KULIT BATANG SAGA TELIK (Abrus Precatorius Linn) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI DENGAN ALLOXAN
Disusun Oleh : Intan Permatasari Suprapto (2443005002) ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang efek antihiperglikemia ekstrak kulit batang saga telik (Abrus precatorius Linn) pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi alloxan. Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan galur wistar dengan berat 150 – 200 g, berusia 2 – 3 bulan sebanyak 25 ekor. Setiap tikus putih dengan kadar gula darah normal diberi alloxan monohidrat 8% b/v dalam pelarut NaCl 0,9% secara intraperitoneal dengan dosis tunggal 350 mg/kgBB dan volume pemberian 0,44 ml/ 100 g BB untuk membuat diabetes (200 – 400 mg/dl). Setelah 2 hari, tikus yang diabetes alloxan dikelompokkan menjadi 5 kelompok dari masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok K (-) sebagai kelompok kontrol yang diberi suspensi PGA 3%. Kelompok E1, E2, E3 sebagai kelompok perlakuan yang diberi ekstrak kulit batang saga telik dengan dosis 1,0 g/kgBB, 1,5 g/kgBB, 2 g/kgBB dan kelompok K (+) sebagai kelompok pembanding yang diberi metformin HCl dengan dosis 0,045 g/kgBB, kemudian diperiksa kadar gula darahnya pada menit ke 0, 60, 120, 180. Dan perhitungan statistik dengan menggunakan Anova Rancangan Rambang Lugas (=0,05) yang dilanjutkan dengan uji HSD 5% dan HSD 1% menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang saga telik dengan dosis 1,0 g/kgBB; 1,5 g/kgBB; dan 2,0 g/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan yang diinduksi alloxan. Namun tidak ada hubungan antara peningkatan dosis ekstrak kulit batang saga telik terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan yang diinduksi alloxan Kata-Kata Kunci: Kulit Batang Saga Telik, Diabetes, Alloxan

Kulit Batang Saga Telik . Setelah 2 hari.9% secara intraperitoneal dengan dosis tunggal 350 mg/kgBB dan volume pemberian 0. tikus yang diabetes alloxan dikelompokkan menjadi 5 kelompok dari masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus.44 ml/ 100 g BB untuk membuat diabetes (200 – 400 mg/dl).0 g/kgBB. E3 sebagai kelompok perlakuan yang diberi ekstrak kulit batang saga telik dengan dosis 1.5 g/kgBB. Diabetes.0 g/kgBB dapat menurunkan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan yang diinduksi alloxan. dan 2. 1. 180. Kelompok K (-) sebagai kelompok kontrol yang diberi suspensi PGA 3%. E2. Setiap tikus putih dengan kadar gula darah normal diberi alloxan monohidrat 8% b/v dalam pelarut NaCl 0. berusia 2 – 3 bulan sebanyak 25 ekor.Introduction: tidak ada Objective: Telah dilakukan penelitian tentang efek antihiperglikemia ekstrak kulit batang saga telik (Abrus precatorius Linn) pada tikus putih jantan galur wistar yang diinduksi alloxan. 60.0 g/kgBB.5 g/kgBB. kemudian diperiksa kadar gula darahnya pada menit ke 0. Conclusion: Namun tidak ada hubungan antara peningkatan dosis ekstrak kulit batang saga telik terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan yang diinduksi alloxan Keywords: Alloxan.05) yang dilanjutkan dengan uji HSD 5% dan HSD 1% menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang saga telik dengan dosis 1. Kelompok E1. Method: Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan galur wistar dengan berat 150 – 200 g. 1.045 g/kgBB. Result and Discussion: Dan perhitungan statistik dengan menggunakan Anova Rancangan Rambang Lugas (=0. 2 g/kgBB dan kelompok K (+) sebagai kelompok pembanding yang diberi metformin HCl dengan dosis 0. Antihiperglikemia. 120.

Caffeine potentiated the increase in CD11b and GFAP in the striatum but not in the SNc of MDMA-treated mice. Psychostimulants . we investigated whether caffeine interferes with MDMA-induced astroglia and microglia activation. MDMA was associated with significantly higher CD11b and GFAP immunoreactivity in striatum. whereas only CD11b was significantly higher than vesicle in SNc. Drug of abuse . The abuse of MDMA is a growing worldwide problem. thus facilitating its neurotoxicity. Striatum . MDMA (4 x 20 mg/kg) was acutely administered to mice alone or in combination with caffeine (10 mg/kg). Since recreational use of MDMA is often associated with caffeinated beverages. CD11b and GFAP immunoreactivity were evaluated as markers of microglia and astroglia activation in the substantia nigra pars-compacta (SNc) and striatum.4-METHYLENEDIOXYMETHAMPHETAMINE (‘ECSTASY’) IN MOUSE BRAIN Abstract Several reports suggest that 3.4-methylenedioxymethamphetamine (MDMA) induces neurotoxic effects and gliosis.Nama : Ervianti Dela Rosa NRP : 2443010136 CAFFEINE ENHANCES ASTROGLIA AND MICROGLIA REACTIVITY INDUCED BY 3. Keywords : Glial cell . the results of this study suggest that combination of MDMA plus caffeine by increasing glial activation might have harmful health consequences. Adenosine .

Caffeine potentiated the increase in CD11b and GFAP in the striatum but not in the SNc of MDMA-treated mice. Striatum .4-methylenedioxymethamphetamine (MDMA) induces neurotoxic effects and gliosis. Objective : we investigated whether caffeine interferes with MDMA-induced astroglia and microglia activation. Psychostimulants. CD11b and GFAP immunoreactivity were evaluated as markers of microglia and astroglia activation in the substantia nigra pars-compacta (SNc) and striatum. whereas only CD11b was significantly higher than vesicle in SNc. Adenosine. the results of this study suggest that combination of MDMA plus caffeine by increasing glial activation might have harmful health consequences. Result & Discussion : MDMA was associated with significantly higher CD11b and GFAP immunoreactivity in striatum. Since recreational use of MDMA is often associated with caffeinated beverages.Introduction : Several reports suggest that 3. Drug of abuse. Keywords :. Glial cell. Conclussion : The abuse of MDMA is a growing worldwide problem. thus facilitating its neurotoxicity. Method : MDMA (4 x 20 mg/kg) was acutely administered to mice alone or in combination with caffeine (10 mg/kg).

tenaga kerja yang profesional dan memiliki etika yang baik. ruang tunggu. dan ruang konseling bagi pasien atau masyarakat yang ingin melakukan konsultasi kepada apoteker untuk menanyakan lebih jauh tentang obat yang baru digunakan maupun obat yang sudah lama digunakan. untuk menghindari penyalahgunaan obat dan masyarakat juga diberi informasi dalam penggunaan obat. efek terapi obat. dimana letak tempat dibangunnya apotik berada di jalan Tanjung Karang. tepatnya berada di kota Palu di provinsi Sulawesi Tengah dengan sasaran konsumen adalah semua pasien atau masyarakat tanpa terkecuali yang membutuhkan pengobatan. indikasi maupun kontraindikasi dari obat yang dikonsumsi. . efek samping obat. diapotik juga dibuka tempat praktek dokter umum sehingga masyarakat sekitar atau pasien yang memiliki keluhan-keluhan dapat langsung diperiksa tanpa harus periksa ke rumah sakit dan resep dari dokternya dapat langsung ditebus.Nama : Ervianti Dela Rosa NRP : 2443010136 PERUMUSAN KONSEP BISNIS Saya akan membuat apotik “Sejahtera” dengan keunggulan mendapatkan pekerjaan yang memuaskan disertai dengan fasilitas-fasilitas yang menunjang. dilengkapi dengan ruang peracikan obat. Selain itu. setiap masyarakat yang datang untuk membeli obat akan didata. Selain itu. dengan motto melayani masyarakat dengan sepenuh hati dan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik demi kesejahteraan masyarakat. obat karsinogenik dan lainlain. Apotik Sejahtera yang ingin dibangun. ruang untuk obat-obat khusus seperti obat golongan narkotika. terutama obat-obat khusus atau obat dengan resep dokter yang meliputi: aturan pakai obat. Lokasi pembangunan apotik harus pada tempat yang strategis misalnya terletak dipinggiran kota sehingga daya persaingannya juga kurang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful