P. 1
kesalahan pengukuran

kesalahan pengukuran

|Views: 161|Likes:
Dipublikasikan oleh agung_k

More info:

Published by: agung_k on Oct 24, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

KESALAHAN / PENYIMPANGAN

DALAM

PROSES PENGUKURAN

ELEMEN PENGUKURAN
 BENDA

UKUR  ALAT UKUR  PENGUKUR/PENGAMAT  LINGKUNGAN

Kesalahan/Penyimpangan dalam Proses Pengukuran
Penyimpangan bisa berasal dari :  Alat Ukur  Benda Ukur  Posisi Pengukuran  Lingkungan

Sifat Umum Alat Ukur
  


 


Rantai Kalibrasi & Keterlacakan (Calibration Chain & Traceability) Kecermatan (Resolution) Keterbacaan (Readability) Histerisis (Histerysis) Kepasifan/Kelambatan Reaksi (Passivity) Pergeseran (Shifting, Drift) Kestabilan Nol (Zero Stability) Pengambangan/Ketakpastian (Floating)

Rantai Kalibrasi
 Tingkat  Tingkat  Tingkat

1 2 3

Alat ukur kerja  alat ukur standar kerja
Alat ukur standar kerja  alat ukur standar Alat ukur standar  standar nasional
 Tingkat

4

Standar nasional  meter standar (internasional)

Penyimpangan yang Berasal Dari Benda Ukur

Penyimpangan yang Berasal Dari Posisi Pengukuran
 Prinsip

ABBE :

“Garis Ukur harus berimpit dengan garis dimensi”.

Penyimpangan yang Berasal Dari Posisi Pengukuran

Penyimpangan yang Berasal Dari Posisi Pengukuran

Penyimpangan yang Berasal Dari Posisi Pengukuran

Penyimpangan yang Berasal Dari Posisi Pengukuran

Penyimpangan yang Berasal Dari Lingkungan

“ Lingkungan harus memberikan kenyamanan bagi pengukur ”.

Penyimpangan yang Berasal Dari Lingkungan
Syarat yang diminta alat ukur dan benda ukur :

Kebersihan  Tingkat kebisingan yang rendah  Pencahayaan yang mencukupi  Temperatur 25-27 °C, kelembabab 70-75%

Orang yang pekerjaannya melakukan pengukuran harus :

   

Mempunyai pengalaman praktek yang didasari teori yang mendukung Mempunyai dasar-dasar pengetahuan akan alat ukur Waspada akan kemungkinan letak sumber kesalahan dan tahu cara mengeliminir Mampu menganalisis suatu persoalan pengukuran Sadar bahwa hasil pengukuran adalah sepenuhnya merupakan tanggungjawabnya

KETELITIAN (ACCURACY)

Hasil pengusahaan proses pengukuran supaya mencapai sasaran pengukuran, yaitu penunjukan “harga sebenarnya”

KETEPATAN / KETERULANGAN (PRECISION, REPEATABILITY)
Kewajaran proses pengukuran untuk menunjukkan hasil yang sama jika pengukuran diulang secara identik

PENYIMPANGAN
Perbedaan antara harga yang ditunjukkan alat ukur dengan harga yang dianggap benar

KATEGORI PENYIMPANGAN
 PENYIMPANGAN

RAMBANG (ACAK; RANDOM DEVIATION) SISTEMATIK ( SYSTEMATIC DEVIATION )

 PENYIMPANGAN

PENYIMPANGAN RAMBANG (ACAK, RANDOM DEVIATION)
Jika penyimpangan tidak melebihi kecermatan sasaran (besarnya toleransi kesalahan)

Predikat atau tanda (tera) teliti bisa diberikan bagi alat ukur yang bersangkutan

PENYIMPANGAN SISTEMATIK (ACAK, RANDOM DEVIATION)
Jika penyimpangan melebihi kecermatan sasaran (besarnya toleransi kesalahan) Tera teliti tidak bisa diberikan bagi alat ukur yang bersangkutan

A B lebih … dibandingkan A tepat

B

A

B

A lebih … dibandingkan B teliti

A

B

Mana yang bisa diperbaiki ?

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->