Anda di halaman 1dari 8

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Tahun Pelajaran Alokasi Waktu

: SMA : Biologi : 2012 / 2013 : 2 x 45

Kelas / Program / Semester : XI / IPA / Ganjil

STANDAR KOMPETENSI 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada Salingtemas. KOMPETENSI DASAR 3.1 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem gerak pada manusia. A. Indikator 1. Kognitif
a. Produk.

1.
2.

Menjelaskan mekanisme pembentukan energi untuk kontraksi otot Menjelaskan mekanisme gerak pada otot b. Proses Mengamati vidio tentang mekanisme gerak pada otot Afektif

1.

2. jujur.

Menunjukkan sikap aktif, bekerjasama, bertanggung jawab, berani berpendapat dan

B. Tujuan

1. Kognitif a.
1.

Produk Dengan melakukan diskusi, siswa dapat menjelaskan mekanisme pembentukan Dengan melakukan pengamatan vidio, siswa dapat menjelaskan mekanisme Proses Siswa dapat melakukan pengamatan terhadap vidio tentang mekanisme gerak energi untuk kontraksi otot
2.

gerak pada otot b.


1.

pada otot

2.

Afektif

Siswa dapat menunjukkan sikap aktif, bekerjasama, bertanggung jawab, berani berpendapat dan jujur.
C.

Materi Pembelajaran

Otot dan Gerak Gerak adalah sifat unik dari hewan. Gerak suatu hewan memiliki beberapa tipe yakni gerak sitoplasmik, gerak ameboid, gerak silia dan flagel serta gerak otot. Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang fungsinya menggerakkan organ-organ tubuh. Kemampuan tersebut disebabkan karena jaringan otot mampu berkontraksi. Kontraksi otot dapat berlangsung karena molekul-molekul protein yang membangun sel otot dapat memanjang dan memendek. Energi untuk kontraksi otot Energi untuk kontraksi otot diperoleh dari penguraian ATP (Adenosin trifosfat). Sewaktu kontraksi, ATP terurai menjadi ADP (Adenosin difosfat) dan melepaskan energi yang digunakan untuk mengikatkan aktin dan miosin. Selanjutnya ADP masih dapat dipecah lagi menjadi AMP dan melepaskan energi. Bila ATP dan ADP dalam otot telah

habis, maka otot tidak mampu lagi berkontraksi. Untuk dapat berkontraksi kembali maka ATP harus dibentuk lagi. Energi untuk membentuk kembali ATP berasal dari hasil penguraian glikogen. Glikogen akan diubah dulu menjadi laktasidogen lalu diubah menjadi glukosa (bentuk gula yang larut dalam darah). Glukosa akan dioksidasi secara aerob dan menghasilkan energi untuk mengikatkan gugus P pada ADP sehingga terbentuk ATP yang siap kembali digunakan untuk sumber energi bagi kontraksi otot. Proses respirasi aerob ini dilepaskan CO2 dan H2O. Bila otot bekerja amat keras diperlukan banyak ATP yang tidak bisa tercukupi dengan respirasi aerob saja. Untuk itu selain respirasi aerob, juga berlangsung respirasi anaerob dimana glukosa dipecah tanpa oksigen menghasilkan energi dan CO2 dengan hasil samping asam laktat yang menyebabkan lelah dan linu pada otot.

Skema pembentukan energi

Mekanisme Kontraksi Filamen miosin dan aktin tersusun dengan pola yang sangat simetris sehingga tiap filamen miosin dikelilingi oleh enam filamen aktin, sebaliknya tiap filamen aktin terletak diantara tiga filamen miosin. Kedua macam filamen itu saling dikaitkan oleh jembatanjembatan molekular. Selama kontraksi, jembatan-jembatan itu berayun dengan cepat ke depan dan ke belakang berganti-ganti melekat dan dan lepas dari bagian aktif aktin, sehingga filamen aktin dapat digerakkan jauh kearah dalam sarkomer.

Menurut model filamen bergeser yang dikemukakan oleh A.F. Huxley dan H.E. Huxley, kontraksi berlangsung jika filamen miosin dan filamen aktin saling bergeser. Kedua filamen itu tidak berubah ukuran panjangnya, tetapi filamin aktin bergeser masuk kedalam pita A. Jika kontraksi berlanjut, kedua garis Z tertarik makin mendekat. Pada kontraksi yang sangat kuat, filamen aktin dari dua arah akan saling menyentuh, kemudian menggumpal ditengah-tengah pita A.

a) a) a) a) a) a) a) a) a) a) a) a)
kontraksi otot lurik menurut teori filamen bergeser b) struktur miosin, c) struktur aktin

Peranan Ca dalam kontraksi Salah satu peristiwa penting dalam kontraksi otot ialah pembuatan dan pemutusan jembatan-jembatan silang (molekular) antara miosin dengan aktin. ATPase miosin diaktifkan oleh aktin jika tersedia Mg++. Jika Ca++ tidak ada, troponin akan mencegah interaksi antara aktin dengan miosin. Ketika terlepas dari kantung terminal, ion Ca++ dipungut oleh bagian troponin yang mengikat kalsium, dan troponin bereaksi terhadap pengikatan ini dengan suatu perubahan konformasional. Perubahan konformasional ini menyebabkan terjadinya perpindahan posisi

tropomiosin, akibatnya tropomiosin menghentikan inhibisinya pada aktin. Jadi aktin menjadi bebas untuk berikatan dengan jembatan silang dari miosin, dan proses kontraksi dimulai.

Peran Ca++ dalam kontraksi

D. Model dan Metode Pembelajaran

Model Pembelajaran Metode Pembelajaran


E. Alat/ Sumber Belajar

: STAD : Ceramah, diskusi.

Alat: 1. 2. 3. Proyektor LDS Alat Tulis 1.


2.

Sumber: Aryulina, Diah, dkk. 2007. Biologi SMA dan MA untuk Kelas XI. Jakarta: Esis Vidio You Tube

F. Kegiatan Belajar Mengajar Kegiatan Pembelajaran Tahap Waktu A. Kegiatan awal 10 1. Apersepsi menit

Kegiatan Guru menunjukkan vidio robot yang bergerak. Kemudian menjelaskan

sedang

bahwa untuk dapat bergerak robot melulia mekanisme secara bertahap sama halnya dengan gerak pada otot manusia. 2. Prasyarat Guru menggali pengetahuan siswa: Ada yang tahu bagian-bagian penyusun otot rangka? 3. Motivasi B. Kegiatan inti 1) Transisi 60 menit 5* Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok yang heterogen

Guru menjelaskan tujuan pembelajaran pada siswa.

Kelompok

Siswa duduk didalam sebuah kelompok yang telah dibagi oleh guru.

10* 2) Intruksi (Eksplorasi)

Guru membagikan LDS dan menjelaskan tentang prosedur diskusi. Guru bertanya pada siswa: Apa ada pertanyaan prosedur percobaan?

40* 3) Belajar Kelompok dan Monitoring (Elaborasi)

Siswa dalam kelompok mengamati vidio

berdikusi untuk menjawab pertanyaan di LDS.


Guru membimbing tiap kelompok dalam

mengerjakan LDS.
Masing-masing kelompok mempresentasikan

hasil diskusi kelompok. Guru memberikan penguatan terhadap hasil diskusi siswa.

10 menit 4) Tes

Guru memberikan postest mekanisme

gerak pada otot.


Siswa mengerjakan postest yang diberikan

(Konfirmasi) 5 menit 5) Penghargaan 5 enit m

oleh guru.

Guru memberikan penghargaan pada baik sebagai individu maupun

siswa

kelompok yang memperoleh nilai tertinggi.

C. Kegiatan Akhir 1. Evaluasi

Guru

membimbing

siswa

untuk tentang untuk

menyimpulkan 2. Tindak Lanjut

pembelajaran siswa

mekanisme gerak pada otot. Guru menugaskan memahami kembali mekanisme gerak pada

otot dengan membaca di rumah.

G. Penilaian Penilaian kognitif produk


Penilaian kognitif proses

: Tes Tertulis : Lembar Diskusi Siswa : Lembar Observasi

Penilaian afektif

Mengetahui, Guru Pamong

Bengkulu, Oktober 2012 Praktikan

Nurokhim, S.Pd NIP. 1965310 199002 1 002

Susantri Dharmawati NPM. A1D009083