Anda di halaman 1dari 1

Dalam konteks komunikasi, sinyal adalah sarana pembawa informasi dari satu perangkat ke perangkat lain dalam sebuah

sistem media transmisi. Biasanya sinyal ini berbentuk tanda-tanda, lampu-lampu, suara-suara, dan lain-lain. Secara teknis, sinyal didefinisikan sebagai energi pembawa informasi yang dapat dideteksi. Semakin kuat sinyal yang ditransmisikan, makan akan semakin baik komunikasi yang dilakukan melalui sebuah alat penerima (receiver), dan hal demikian akan berlaku sebaliknya, yaitu semakin lemah sinyal yang dikirimkan, maka komunkasi atau pengiriman data pun akan semakin kurang bagus. Secara umum, karakteristik sinyal dibedakan menjadi dua hal penting, yaitu: 1. Amplitudo, yaitu ketinggian gelombang, ukuran tinggi rendahnya tegangan dari sinyal analog. 2. Frekuensi, yaitu jumlah gelombang sinyal analog dalam satu detik 3. Phase adalah besar sudut dari sinyal analog pada saat tertentu. Untuk merekam suara seseorang, mula-mula kita harus merubah gelombang suara manusia tersebut menjadi besaran listrik, dan hal ini dilakukan dengan menggunakan mikrofon. Mikrofon akan menerima dan mengubah suara yang diterima menjadi besaran listrik. Sinyal berupa besaran listrik inilah yang kemudian ditransmisikan, keluaran dari mikrofon yang berupa sinyal elektrik ini mempunyai amplitudo yang berubah terhadap waktu dan dikenal sebagai sinyal analog atau bentuk gelombang analog. Sinyal yang berasal dari suara ucapan manusia dikenal sebagai bentuk gelombang suara manusia (speech waveform). Bentuk gelombang suara manusia mempunyai karakteristik kontinu (tidak diskrit) dalam hal waktu dan amplitudonya. Amplitudo gelombang suara manusia memiliki amplitudo yang sebanding dengan banyaknya udara per satuan waktu yang dikeluarkan pada saat proses pembentukan suara tersebut. Gelombang suara manusia penuh dengan informasi yang memungkinkan orang lain untuk membedakan karakteristik dan ciri-ciri suara tersebut, sehingga pendengar dapat mengerti maksud dari pembicara secara tepat. Karakteristik dari gelombang suara berbeda-beda bergantung pada jaraknya dari sumber suara. Makin jauh pendengar dari sumber suara, maka amplitudo yang diterima makin lemah, sebaliknya makin dekat maka makin besar amplitudo suara dan makin keras suara yang diterima.