Anda di halaman 1dari 5

DAMPAK SIARAN TELEVISI TERHADAP REMAJA

A.PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG MASALAH Televisi merupakan media yang paling efektif untuk menyebarkan pengaruh kepada audiensnya. Sedangkan remaja, sebagai individu yang sedang mencari jati dirinya merupakan audiens yang mudah terkena pengaruh buruk televisi. Dengan berbagai acara yang ditayangkan, televisi telah mampu membius para pemirsanya terutama remaja untuk terus menyaksikan acara demi acara yang dikemas sedemikian rupa. Tingginya intensitas dalam menonton tayangan televisi akan memberikan dampak bagi remaja baik secara kognitif, perkembangan sosial, dan kepribadian. Ini merupakan suatu problema yang terjadi dan perlu mendapat perhatian, khususnya bagi orang tua untuk selalu mengawasi aktivitas anaknya. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam karya tulis ini akan dibahas beberapa hal mengenai pengaruh televisi terhadap remaja. 2. RUMUSAN MASALAH a. Bagaimana dampak positif dan dampak negatif siaran televisi bagi remaja? b. Bagaimana cara mencari jalan keluar untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan acara televisi tersebut? 3. TUJUAN PENULISAN Penulisan karya ilmiah ini bertujuan agar masyarakat memahami bagaimana dampak yang ditimbukan dengan adanya televisi. Oleh karena itu, kita diharapkan agar lebih berhati-hati terhadap acara-acara yang disiarkan di televisi dan bisa mengantisipasi dampak-dampak yang ditimbulkan dari acara-acara televisi, serta lebih selektif dalam memilih acara, sehingga televisi sebagai sarana informatif, edukatif, rekreatif dan sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman dapat berjalan sebagaimana mestinya..

4. ISI Televisi merupakan media massa elektronik yang sangat digemari hampir disegala jenjang usia.Masa remaja adalah masa hura-hura. Ini merupakan masa bagi banyak orang untuk mengembangkan perilaku. Dengan alasan inilah mengapa banyak acara televisi yang diarahkan pada para remaja. Berdasarkan kenyataan yang ada, ternyata televisi berpengaruh besar dalam kehidupan para remaja, apalagi dengan penayangan televisi non stop selama 24 jam. Pengaruh tersebut tentu dapat menimbulkan dampak positif dan negatif bagi para penerus bangsa ini. a. Dampak Positif

1. Televisi Sebagai Hiburan (Sarana Rekreatif) Pada dasarnya fungsi televisi adalah memberikan hiburan yang sehat serta pengetahuan kepada pemirsanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa remaja juga membutuhkan hiburan.Hiburan-hiburan yang sehat yang ditayangkan di televisi seperti musik, film, infotainment dan lain-lain sangat bermanfaat untuk mencairkan kejenuhan setelah beraktivitas.. 2. Televisi sebagai sarana edukatif dan informatif Televisi bisa mengerutkan dunia dan melaksanakan penyebaran berita dan gagasan lebih cepat. Kita bisa memperoleh berbagai informasi tentang apa yang terjadi di dunia. Dengan menonton tayangan televisi akan bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita. b. Dampak Negatif 1. Merusak moral Banyak tayangan televisi saat ini yang sudah kehilangan fungsi. Yang seharusnya memberikan hiburan untuk membangun ahklak malah dapat menjadi alat penghancur moral bangsa. Banyak remaja yang dengan sengaja menunda ibadahnya hanya demi televisi, banyak remaja lebih memilih menghapal lagu yang ditayangkan di televisi daripada pelajaran atau Al-Quran, dan banyak remaja yang berani melawan orang tuanya karena meniru adegan yang mengandung kekerasan. 2. Terjadinya penumpukan kepekaan ( desentisiasi). Berbagai tayangan kekerasan baik melalui film-film laga, film kartun, pemberitaan tentang kriminalitas yang tinggi frekuensinya ditayangkan di televisi akan melahirkan desentisasi (penumpukan kepekaan). Ketika Saat menonton tayangan-tayangan yang bermuatan kekerasan, remaja menikmatinya dengan santai tanpa rasa bersalah sama sekali. Bahkan tetasan darah, pemukulan terhadap orang, tembakan dan tendaangan menjadi hiburan tersendiri bagi mereka. Pola konsumsi yang terus menerus dan berulang ini, pada akhirnya kekerasan akan dianggap sebagai suatu tindakan yang biasa-biasa saja, dan bukan sebuah kekerasan yang tidak boleh dilakukan.

3. Pasif Mendorong perilaku malas dan kurang kreatif Tingginya frekuensi anak dalam menonton televisi, membuat mereka tidak bergerak, hanya pasif, duduk diam, bahkan seringkali kalau sedang asyik,dipanggilpun tidak menyahut, apalagi bergerak.hal tersebut juga akan mengurangi kemampuan mereka untuk menyenangkan diri sendiri dan melumpuhkan kemampuannya untuk mengemukakan pendapatnya secara logis dan sensitif. Karena tontonan televisi menggantikan kegiatan bermain yang aktif dengan bersikap pasif. 4. Kurang bersosialisasi dengan lingkungan. Kelebihan jam menonton televisi menjadikan remaja kurang mempunyai waktu untuk bersosialisasi dengan teman sebaya. Daya tarik televisi dengan gambar, gerak dan suara telah menyihir mereka, dan enggan meninggalkannya. Akibatnya remajapun lebih suka di depan televisi daripada bermainmain dengan temannya, berinteraksi dengan keluarganya atau saudara-saudaranya. Kondisi tersebut mengakibatkan mereka kurang mampu bersosialisasi dengan lingkungan dan cenderung individualias. 5. Menyita Banyak Waktu Berharga. Televisi telah memanjakan pemirsanya sehingga membuat orang lupa untuk beraktivitas, Banyak acara populer yang ditayangkan pada tengah malam atau subuh. Para penggemar acara tersebut akan memilih untuk duduk di depan televisi semalaman dari pada memikirkan tugas sekolah maupun kuliah, 6. Membangun budaya konsumtif. Selain isi dari acara televisi yang harus kita waspadai adalah iklannya itu sendiri. Karena iklan akan membangun budaya konsumtif dalam diri anak dan bersikap boros.

Cara mengatasi dampak yang ditimbulkan

Di antara berbagai media massa, televisi memainkan peran yang terbesar dalam menyajikan informasi yang tidak layak dan terlalu dini bagi remaja. Untuk itu sebagai generasi muda yang sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak, kita harusnya mampu mengontrol diri agar tidak mudah terpengaruh dampak buruk yang ditimbulkan televisi. Pertama, mengurangi waktu untuk menonton televisi, bisa dibantu dengan mengikuti organisasi seperti ekstrakulikuler atau kursus. Kedua, meningkatkan iman dan takwa. Ketiga, lebih memilih mengetahui berita dari surat kabar. Keempat, selektif dalam memilih acara yang ditonton. Peran serta orang tua juga sangat besar untuk mengurangi pengaruh buruk televisi pada remaja. Hal yang dapat dilakukan para orang tua untuk mengarahkan anak-

anaknya dalam menonton program televisi yang pantas untuk ditonton yaitu pertama, proaktif bertanya dan melihat seperti apa program kesukaan dari anaknya sebagai cara untuk mengidentifikasi acara-acara favorit anak itu layak untuk ditonton atau tidak. Kedua,membuat kesepakatan. Dibuat kesepakatan antara orang tua dengan anak tentang apa saja acara yang layak dan tidak layak ditonton, kapan waktu boleh menonton televisi, waktu belajar, waktu tidur, waktu ibadah, mandi dan sebagainya.Ketiga, orang tua perlu mendampingi anak saat menonton televisi untuk mengawasi dan mengarahkan anak terhadap tayangan yang pantas ditonton.Selain itu orang tua juga menghindari menyediakan TV dikamar anak karena dengan begitu orang tua akan mengalami kesulitan dalam mengantisipasi tayangan yang tidak layak ditonton remaja. Dalam hal ini pemerintah dan pihak penyelenggara/penyiar televisit juga memiliki andil besar. Pemerintah harus melakukan penyaringan terhadap setiap acara televisi serta harus adanya standarisasi film yang layak untuk di tayangkan atau tidak layak.Begitupun Bagi pihak penyiar televisi, seharusnya tidak hanya mementingkan keuntungan tetapi harus mempertimbangkan dampak dari acara tersebut. Mereka harus mengatur acara televisi agar fungsi dari televisi sebagai sarana informatif, edukatif, rekreatif dan sebagai sarana mensosialisasikan nilai-nilai atau pemahaman-pemahaman baik yang lama maupun yang baru, dapat berjalan sebagaimana fungsinya.

B.PENUTUP

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil angket yang telah kami sebarkan ke 20 responden yang semuanya adalah remaja di kota jambi ternyata penayangan acara di televisi berpengaruh terhadap kehidupan mereka. Kebanyakan dari mereka menonton TV pada pukul 19.00-21.00 Wib dimana pada jam tersebut banyak ditayangkan sinetron-sinetron yang memaparkan tentang kekerasan, percintaan yang tentu saja tidak bersifat mendidik. .dan diantara mereka lebih memilih program hiburan dibandingkan acara informatif maupun edukatif. Mereka memilih menonton TV untuk mengisi waktu kosong yang sebenarnya bisa digunakan untuk belajar atau melakukan hal lain yang bermanfaat dan mereka juga menganggap kegiatan menonton TV merupakan suatu kebutuhan sehari-hari.kebanyakan dari mereka tidak selektif dalam memilih acara, hanya memilih acara yang mereka suka dibanding acara yang berbau pendidikan dan menambah wawasan. Disamping memberikan dampak positif, televisi juga dapat memberikan dampak negatif bahkan apabila dikaji lebih jauh, dampak negatifnya jauh lebih besar dibandingkan dampak positif. Untuk itu untuk mengantisipasi adanya dampak buruk yang diakibatkan maka perlu adanya kerja sama antara anak/remaja untuk dapat mengontrol diri dan Orang tua untuk dapat mengawasi, mendampingi dan menseleksi acara-acara televisi yang menjadi tontonan anaknya.Tidak hanya itu,pihak penyelenggara sebaiknya lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat,terutama bagi perkembangan moral remaja sebagai asset bangsa.