Anda di halaman 1dari 16

TBC

Devinisi
Tuberculosis paru adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dengan gejala yang sangat bervariasi. (Mansjoer, 1999 :472). Tuberculosis (TB) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB ( Mycobacterium tuberculosis). (depkes RI, 2001 :7).

Etiologi
Agens infeksius utama, Mycobacterium tuberculosis adalah batang aerobic tahan asam yang tubuh dengan lambat dan sensitif terhadap panas dan sinar ultraviolet, dengan ukuran panjang 1- 4/ um dan tebal 0,3 0,6/um. Yang tergolong dalam kuman Mycobacterium tuberculosis komplek adalah : a. Mycobacterium tuberculosis b. Varian asam c. Varian african I

Manifestasi Klinis
Demam Batuk Sesak napas Nyeri dada Malaise anoreksia meriang keringat malam badan kurus

Cara Penularan
Imigrasi dari negara dengan insiden TB yang tinggi Mereka yang kontak dengan seseorang yang mempunyai TB aktif. Daerah perumahan kumuh, sanitasi yang buruk menyebabkan imun buruk, sehingga

Patofisiologi

Komplikasi
Obstruksi jalan nafas Efusi pleura, Karsinoma Pleuritis, dan Langiritis dan Kerusakan paru Empiema parenkim berat Sindrome Penyebaran infeksi ke gagal nafas organ lain seperti dewasa otak, tulang, (ARDS) persendian, Dan ginjal

Pemeriksaan Penunjang
A.

tuberculin.
D.

Tes kulit

B.

Vaksin BCG

Pemeriksaan bakteriologi

Tes E. laboratoriu m spesimen dahak

Pemerik C saan Radiogra fik

Manajemen terapi
Jangka pendek
Streptomisin injeksi 750 mg ethambutol 1000 mg isoniazid 400 mg Dengan tata cara pengobatan : setiap hari dengan jangka waktu 1-3 bulan

Manajemen terapi
Jangka panjang
Rifampicin Isoniazid (INH) Ethambutol Pyridoxin (B6)

Tata cara pengobatan : setiap 2 x seminggu, dengan lama pengobatan kesembuhan menjadi 69 bulan.

Asuhan keperawatan pada pasien TBC

Diagnosa Bersihan jalan napas tak efektif berhubungan dengan sekresi yang kental/darah
Tujuan : Kebersihan jalan napas efektif Kriteria hasil : a. Mencari posisi yang nyaman yang memudahkan peningkatan pertukaran udara b. Mendemontrasikan batuk efektif. c. Menyatakan strategi untuk menurunkan kekentalan sekresi.

Rencana Tindakan : a. Jelaskan klien tentang kegunaan batuk yang efektif dan mengapa terdapat penumpukan sekret di sal. pernapasan. b. Ajarkan klien tentang metode yang tepat pengontrolan batuk c. Napas dalam dan perlahan saat duduk setegak mungkin d. Lakukan pernapasan diafragma. e. Tarik nafas, tahan dan hembuskan mel mulut sebanyak 2x lalu batukkan dari dada dengan melakukan 2 batuk pendek

Tujuan : Pertukaran gas efektif. Kriteria hasil : a. Memperlihatkan frekuensi pernapasan yang efektif. b. Mengalami perbaikan pertukaran gas-gas pada paru. c. Adaptive mengatasi faktor-faktor penyebab.

Diagnosa Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan kerusakan membran alveolarkapiler

Rencana tindakan : a. Berikan posisi yang nyaman, biasanya dengan peninggian kepala tempat tidur. Balik ke sisi yang sakit. Dorong klien untuk duduk sebanyak mungkin. b. Observasi fungsi pernapasan, catat frekuensi pernapasan, dispnea atau perubahan tanda-tanda vital c. Jelaskan pada klien bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk menjamin keamanan d. Jelaskan pada klien tentang etiologi/faktor