Anda di halaman 1dari 12

ANGGARAN BAHAN BAKU

Modul 5
Pengertian Bahan baku yang digunakan untuk proses produksi terdiri dari bahan baku baku langsung (direct material) dan bahan baku tidak langsung (indirect material). Bahan baku langsung adalah bahan baku yang secara langsung berperan dalam proses produksi dan mempunyai hubungan yang erat dengan jumlah produk yang dihasilkan. Bahan baku tidak langsung adalah bahan baku yang secara tidak langsung ikut berperan dalam proses produksi. Anggaran bahan baku merencanakan kebutuhan dan penggunaan bahan baku langsung, sedangkan kebutuhan bahan baku langsung akan direncanakan dalam anggaran biaya overhead pabrik. Dengan demikian anggaran bahan baku adalah semua anggaran yang berhubungan dengan perencanaan secara lebih terperinci mengenai penggunaan bahan baku untuk proses produksi selama peride yang akan dating. Tujuan Penyusunan Anggaran Bahan Baku Memperkirakan jemlah kebutuhan bahan baku langsung Memperkirakan jumlah pembelian bahan baku langsung yang diperlukan Sebagai dasar memperkirakan kebutuhan dana yang diperlukan untuk melaksanakan pembelian bahan baku langsung

Sebagai dasar penentuan harga pokok produksi yaitu memperkirakan komponen harga pokok pabrik karena penggunaan bahan baku langsung dalam proses produksi

Sebagai dasar melaksankan fingsi pengendalian bahan baku langsung.

Elemen Angran Bahan Baku Anggaran kebutuhan baku langsung Anggaran yang disusun untuk merencanakan kuantitas fisik bahan baku langsung yang dibutuhkan untuk keperluan produksi pada periode yang akan dating Anggaran pembelian bahan baku langsung

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Darman, SE.,MM.

ANGGARAN PERUSAHAAN

Anggaran yang disusun untuk merencanakan kuatitas fisik bahan baku langsung yang harus dibeli pada periode yang kan dating dengan mempertimbangkan factor persediaan dan kebutuhan bahan baku langsung untuk keperluan produksi.

Anggran persediaan bahan baku langsung Anggaran yang disusun untuk merencanakan kuantitas fisik bahan baku langsung yang harus disimpan sebagai persediaan Anggaran biaya bahan baku langsung yang habis di gunakan dalam produksi Anggaran yang disusun untuk merencanakan nilai (dinyatakan dalam satuan uang) bahan baku langsung yang digunakan dalam proses produksi

Anggaran pembelian bahan baku dapat diformulasikan sebagai berikut : Kebutuhan bahan baku untuk produksi Oersediaan akhir bahan baku Jumlah kebutuihan bahan baku Persediaan awal bahan baku Pembelian bahan baku XX XX ----- + XX ----- XX

Adapun factor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam penyusunan anggaran pembelian baku adalah : Anggaran unit kebutuhan bahan baku Biaya pengadaan (set-up cost) Biaya-biaya penyimpanan dan risiko penyimpanan (carrying cost) Fluktuasi harga bahan baku di pasar Tersedianya bahan baku di pasar Modal kerja yang tersedia Kebijaksanaan perusahaan terhadap persediaan bahan baku, yang pada umumnya dipengaruhi oleh : fluktuasi produksi, fasilitas tempat penyimpanan, risiko kerugian, biaya-biaya penyimpanan, tingkat perputaran persediaan bahan baku, lead time dan modal kerja yang dimiliki

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Darman, SE.,MM.

ANGGARAN PERUSAHAAN

Dalam penyusunan anggaran pembelian bahan baku, yang penting harus diperhatikan adalah jumlah pembelian yang paling ekonomis (economical order quantity/EOQ). Untuk menghitung EOQ biasanya dipertimbangkan dua jenis biaya variable yaitu :

a. Biaya pemesanan (ordering cost)


b. Biaya penyimpanan (carring cost) yang berubah-ubah sesuai dengan jumlah bahan baku yang disimpan EOQ dapat diformulasikan sebagai beriku : 2 RS EOQ = -----PI Dimana : R = Jumlah bahan baku yang akan dibeli dalam suatu jangka waktu tertentu. S = Biaya pemesanan P = Harga perunit bahan baku I = Biaya penyimpanan (% dari persediaan rata-rata) C = Biaya penyimpanan setiap unit bahan mentah Atau 2 RS EOQ = -----------C/perunit Asumsi a. Permintaan barang dimasa mendatang dapat diketahui dengan pasti dan konstan dari waktu kewaktu. b. Penjualan dapat diramalkan c. Pemakaian sepanjang tahun tetap

d. Persediaan bias segera diperoleh


Agar kegiatan penjualan tidak terganggu -asumsi bahwa pesanan bisa segera dilakukan dan barang bias segera diperoleh perlu dilonggarkan karena adanya tenggang waktu

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Darman, SE.,MM.

ANGGARAN PERUSAHAAN

(Lead Time) antara pemesanan dan penerimaan barang- perusahaan harus memiliki persediaan selama masa tenggang waktu. Selanjutnya, demi menjaga kelancaran proses produksi, tidak cukup hanya menentukan jumlah bahan baku yang dibeli saja, namun harus ditentukan pula waktu pemesanan bahan baku agar dapat dating tepat pada waktu diperlukan, karena bahan baku yang terlambat kadang-kadang harus dicarikan bahan penggantinya agar proses produksi tidak terhenti. Biaya biaya yang terpaksa dikeluarkan karena keterlambatan datangnya bahan baku disebut stock out cost (SOC), sebaliknya bahan baku yang datangnya terlalu awal juga akan menimbulkan biaya, disebut extra carrying cost (ECC). Oleh karena itu dalam menentukan waktu pemesanan bahan baku perlu diperhatikan factor lead time, yaitu jangka waktu sejak dilakukan pemesanan sampai datangnya bahan baku yang dipesan. Setelah diperhitungkan adanya lead time, dapat ditentukan pula reorder point (ROP), yaitu saat dimana harus dilakukan pemesanan kembali bahan mentah yang diperlukan. Contoh Soal : Suatu perusahaan memperkirakan kebutuhan bahan baku selama satu tahun 6000 unit dengan harga Rp 4000 perunit. Biaya pemesanan setiap kali pesan adalah Rp 5000 dan biaya penyimpanan Rp 60 perunit. Lead time yang diperlukan selama 9 hari (1 tahun = 360 hari) dan safety stock ditetapkan sebesar 200 unit.. Stock out cost diketahui sebesar Rp 150 perunit dan lead time adalah Lead time 4 hari 5 hari 6 hari 7 hari Pertanyaan a. Hitung EOQ b. ROP c. Lead time yang paling menguntungkan Jawab Probabilitas 15% 30% 25% 30%

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Darman, SE.,MM.

ANGGARAN PERUSAHAAN

2 RS EOQ = ------------ = C

2 (6000) (5000) ------------------- = 1000 unit 60

ROP a. Pemakaian selama lead time b. Safety stock ROP c. ECC (extra carrying cost) Biaya pemelioharaan perhari perorder Bila lead time 4 hari ECC = Rp 0 Bila lead time 5 hari ECC = 1 (0,15) (Rp 166,67) = Rp 25 Bila lead time 6 hari ECC = {2 (0,15) + (0,30){ 166,67 = Rp 100 = Rp 216,67 1000 x Ro 60/360 = Rp 166,67 = 9/12 x 6000 = 150 unit = 200 unit ---------350 unit

Bila lead time 7 hari ECC = 3 (0,15) +2 (0,30) + 1 (0,25){ 166,67 d. SOC Kebutuhan bahan mentah perhari = 6000/360 = 16,67 = 17 Bila lead time 4 hari Bila lead time5 hari Bila lead time 6 hari Bila lead time 7 hari

Dari perhitungan diatas, ternyata lead time 7 hari mempunyai total biaya exktra paling kecil yaityu a. Safety stock b. Kebituhan selama lead time 7 x 17 unit Reirden point Cotoh 1 Standar pemakian bahan baku 200 unit 119 unit 319 unit

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Darman, SE.,MM.

ANGGARAN PERUSAHAAN

Kedelai Kecap Manis Kecap Asin 2 Ons 3 Ons

Gula merah 3 Ons 2 Ons

Harga bahan baku kedelai = Rp. 200/ons, dan Gula merah = Rp. 300/ons Tingkat persediaan bahan baku awal th 2002 untuk Kedelai = 80 ons, dan gula merah = 100 ons.

Tabel : 3

Anggaran Pemakaian bahan baku PT. X untuk th 2002 Jenis Produk si (bt) 100 100 200 100 100 200 101 101 202 101 101 202 804 Kedelai Standar (ons) 2 3 Gula Jumlah (ons) 200 300 500 200 300 500 202 303 505 202 303 505 2010 Produksi (bt) merah Standar (ons) 100 100 200 100 100 200 101 101 202 101 101 202 804 3 2 300 200 500 300 200 500 303 202 505 303 202 505 2010 Jumlah (ons)

Kw

keca p

Mani s Asin Juml

II

ah Mani s Asin Juml

2 3

3 2

III

ah Mani s Asin Juml

2 3

3 2

IV

ah Mani s Asin Juml ah Total (th)

2 3

3 2

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Darman, SE.,MM.

ANGGARAN PERUSAHAAN

Tabel : 4

Anggaran biaya bahan baku PT. X untuk th 2002 Keb. (ons) 500 500 505 505 2.010 Kedelai Harga/ons Rp. 200 200 200 200 Jumlah (Rp) 100.000 100.000 101.000 101.000 402.000 Keb (ons) 500 500 505 505 2.010 Gula merah Harga/ons Rp. 300 300 300 300 Jumlah (Rp) 150.000 150.000 151.000 151.000 603.000 Total (Rp) 250.000 250.000 252.000 252.000 1.005.00 0

Kw I II III IV Tahu n

a. ANGGARAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU Persediaan bahan baku akhir = Biaya bahan baku persediaan Tingkat perputaran persediaan bahan baku baku Awal Misalkan : tingkat perputaran persediaan bahan baku = 8x bahan x2-

Tabel :5 Kw

Anggaran persediaan bahan baku PT.X untuk th 2002 Kedel ai dala m rupia h 9.000 Harg a/ ons Dala m Ons Perhitungan Gula Merah Dalam rupiah 150.000 x 27.500 Harg a/ ons Rp 300 Dala m Ons Jumla h Rupia h 16.50

Perhitungan

100.000 x 2

200

45

25

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Darman, SE.,MM.

ANGGARAN PERUSAHAAN

16.000 II 8 100.000 x 2 9.000 III 8 101.000 x 2 16.000 8 101.000 x 2 9.250 8 16.00 0 9.250 200 46,3 200 80

30.000 8 150.000 x 27.500 8 151.500 x 2 30.000 16.00 0 200 80 8 151.500 x 2 7.875 8 30.000 300 100 7.875 300 26,3 30.000 300 100

0 46.00 0 17.12 5 46.00 0

IV

Tabel : 6

Anggaran Pembelian bahan baku PT. X untuk tahun 2002 Kw I ons 100.0 500 500 100 0 1. Persd. Akhir 16.00 80 100 0 30.00 0 46.00 0 46,3 26,3 9.250 7.875 17.12 5 80 100 117.0 00 181.5 00 298.5 00 80 100 16.000 30.000 00 150.0 00 250.0 00 500 500 100 0 Rp Kw II ons 100.0 00 150.0 00 250.0 00 505 505 1.01 0 Rp Kw III ons 101.0 00 151.0 00 252.0 00 505 505 1.01 0 Rp Kw IV ons 101.0 00 151.0 00 252.0 00 Rp Tahu n ons 2.01 0 2.01 0 4.02 0 402.000 603.000 1.005.0 00 Rp

Keterang an Biaya b.b Kedelai Gula merah Jumlah

Kedelai Gula merah Jumlah b.b

45 25

9.000 7.500 16.50 0

70

180

72,6

180

180

46.000

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Darman, SE.,MM.

ANGGARAN PERUSAHAAN

dibutuhk an Kedelai Gula merah Jumlah 2. Kedelai Gula merah Jumlah Pembelia n. b.baku Kedelai Gula merah Jumlah 890 465 425 93.00 0 127.5 00 220.5 00 535 575 1.1 10 107.0 00 172.5 00 279.5 00 471, 3 431, 3 902, 6 94.25 0 129.3 75 223.6 25 538, 7 578, 7 1.11 7,4 2.090 2.110 2.01 0 2.01 0 4.02 0 402.000 603.000 1.005.0 00 Persd. Awal 16.00 80 100 0 30.00 0 46.00 0 45 25 9.000 7.500 16.50 0 80 100 16.00 0 30.00 0 46.00 0 46,3 26,3 107.7 50 173.6 25 281.3 75 80 100 16.000 30.000 1.0 70 545 525 109.0 00 157.5 00 266.5 00 580 600 1.1 80 116.0 00 180.0 00 296.0 00 551, 3 531, 3 1.08 2,6 110.2 50 159.3 75 269.6 25 585 605 1.19 0 9.250 7.875 17.12 5 2.09 0 2.11 0 4.20 0 418.000 633.000 1.051.0 00

180

70

180

72,6

180

46.000

4.200

Soal soal : PT. Amburadul memproduksi satu jenis produk dengan harga pokok standar / unit produk sebagai berikut : Biaya bahan baku 0.5 Kg @ Rp 500 Biaya tenaga kerja langsung 1 jam @ Rp 2.000 Biaya overhead pabrik variabel 0.8 jam @ Rp 700 Biaya overhead pabrik tetap 0.5 jam @ Rp 600 Kapasitas normal 1 tahun produksi 5.000 unit. Biaya depresiasi pabrik tiap triwulan Rp 200.000. Selama tahun 2004 ini, perusahaan merencanakan tingkat produksi sebagai berikut : Triwulan I 800 unit

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Darman, SE.,MM.

ANGGARAN PERUSAHAAN

Triwulan II Triwulan III Triwulan IV

1.200 unit 1.800 unit 1.000 unit

Dari data tersebut diatas : 1. Buatlah anggaran biaya bahan baku. 2. Anggaran jam kerja langsung dan anggaran biaya tenaga kerja langsung. 3. Anggaran biaya overhead pabrik disertai pembayaran tunai untuk overhead pabrik tersebut. Penyelesaian 1. Rencana penjualan selama triwulan I tahun 2004 dari perusahaan Wajik Amandit adalah sebagai berikut : Januari Februari Maret 5.000 Kg @ Rp 1.000 5.500 Kg @ Rp 1.000 6.000 Kg @ Rp 1.000

Taksiran beban usaha tiap bulan sebagai berikut : Komisi penjualan 10 % dari penjualan bulan bersangkutan, angkutan penjualan 5 % dari penjualan bulan bersangkutan, administrasi penjualan Rp 100.000, administrasi dan umum tunai Rp 200.000, depresiasi alat penjualan Rp 20.000. depresiasi alat kantor Rp 30.000. Dari data tersebut diatas, susunlah tiap bulan anggaran beban usaha dan pembayaran beban usaha tunai tiap bulan.

2. PT. Cende yang saat ini masih berusaha dengan modal sendiri dan bermaksud
pada tahun 2004 menambah modal dengan meminjam di Bank. Untuk pinjam di Bank tersebut PT. Cende diminta oleh pihak Bank untuk menyusun anggaran rugi / laba dan anggaran kas dalam tiap triwulan selama tahun 2004. Untuk keperluan penyusunan anggaran tersebut PT. Cende mengumpulkan data sebagai berikut : a. Keadaan harta per 1 januari 2004 terdiri dari : Kas Persediaan bahan baku Rp 1.000.000 Rp 100.000 unit @ Rp 100

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Darman, SE.,MM.

ANGGARAN PERUSAHAAN

10

Pabrik dan alat nilai bersih Kantor dan alat nilai bersih b. c. Triwulan I Triwulan II Triwulan III Triwulan IV d. e.

Rp 5.000.000 Rp 3.000.000

Aktiva tetap disusut tiap triwulan 2 % dari nilai buku bersih Rencana penjualan tahun 2004 : Rp 5.000.000 Rp 6.000.000 Rp 5.000.000 Rp 4.000.000 Pembayaran atas penjualan 30 % dibayar pada Persediaan barang jadi setiap akhir triwulan

Harga jual barang jadi / unit Rp 1.000 triwulan penjualan dan 70 % pada triwulan berikutnya. direncanakan 500 unit. Pada awal Januari 2004 tidak terdapat persediaan barang jadi dan tidak juga untuk persediaan barang dalam proses. f. Setiap unit barang jadi memerlukan : = Rp 200 = Rp 300 = Rp 50 Bahan baku dibayar tunai 75 % dan 25 % Bahan baku 2 unit @ Rp 100 Tenaga kerja langsung Overhead pabrik variabel g. dengan awal. h. i. Biaya overhead pabrik tetap tiap triwulan Rencana pada tgl 1 april 2004 dibeli mesin Rp 500.000 tidak termasuk biaya penyusutan senilai Rp 4.000.000 yang pembayarannya Rp 3.000.000 pada bulan april dan Rp 1.000.000 pada bulan juli 2004. j. k. l. triwulan. Alat penjualan rencananya dibeli tunai 1 april 2004 seharga Rp 2.000.000 Biaya penjualan tunai tiap triwulan di Biaya administrasi tunai Rp 300.000 tiap perkirakan 10 % dari penjulan.

dibayar pada triwulan berikutnya. Persediaan bahan baku akhir sama

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Darman, SE.,MM.

ANGGARAN PERUSAHAAN

11

m. n. triwulan Rp 200.000.

Kas minimum Rp 1.000.000 dan pajak Pinjaman dibank direncanakan awal januari

penghasilan 10 % yang dibayar tiap triwulan. 2004 sebesar Rp 7.000.000 dengan bunga yang dibayar tiap akhir

Dari data tersebut anda diminta untuk menyusun anggaran yang dimaksud oleh Bank.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Darman, SE.,MM.

ANGGARAN PERUSAHAAN

12