Anda di halaman 1dari 16

Gangguan pola makan bukan merupakan kegagalan akan sesuatu ataupun prilaku; akan tetapi, nyata, penyakit medis

yang muncul dari beberapa pola makan yang menyimpang dalam hidup seseorang. Salah satu tipe gangguan pola makan adalah anorexia nervosa dan bulimia nervosa Bulimia nervosa adalah pesta makanan yang diikuti dengan mencuci perut atau sampai muntah. Rata-rata 1.1 sampai 4.2 persen dari wanita pernah mengalami bulimia nervosa semasa hidupnya. Gangguan ketiga adalah Gangguan Makan Banyak (Binge-Eating disorder),

PEMBAHASAN Gangguan pola makan biasanya muncul bersamaan dengan penyakit lain seperti depresi, menjadi bagian dari sebuah kekerasan, dan gangguan kecemasan. Dalam hal ini, orang yang menderita gangguan pola makan bisa mengalami komplikasi kesehatan fisik yang lebih jauh lagi, termasuk masalah kondisi kerja hati dan gagal ginjal yang mana dapat menyebabkan kematian. Anoreksia Nervosa Gangguan yang dikarakteristikan oleh badan kurus yang terjadi sebagai akibat dari kelaparan yang ditimbulkan sendiri. Anoreksia Nervosa merupakan keadaan psiokofisiologik, yang biasanya terlihat pada wanita, dicirikan oleh penolakan untuk mempertahankan berat badan normal, rasa takut menjadi gemuk, gangguan citra tubuh, dan amenore

Penyebab pasti anoreksia tidak diketahui. Sama seperti gangguan mental lain, ada banyak faktor yang mungkin memainkan peran terjadinya gangguan makan, seperti gen, kebiasaan tertentu, gangguan psikologis serta pengaruh keluarga dan lingkungan: Bilogis, Kebiasaan tertentu, Kesehatan emosional, Lingkungan, Kultur budaya barat ,

Penurunan berat badan Amenore sekunder Bradikardi Suhu tubuh rendah Penurunan TD Intoleran terhadap dingin Kulit kering dan turgor buruk Kuku rapuh Rambut lanugo Penurunan nafsu makan Atropi payudara Penurunan rambut aksila dan pubis Gangguan tidur Konstipasi Peningkatan kerentanan terhadap infeksi

Kerusakan organ khususnya jantung, otak dan ginjal. Penurunan tekanan darah, nadi dan frekuensi nafas. Rambut rontok. Detak jantung yang tidak teratur. Osteoporosis. Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Kematian akibat kelaparan atau bunuh diri. Pembengkakan kelenjar parotis dan kelenjar submaksilaris (sialadenosis). Muka tembem. Tanda Russelpembentukan jaringan parut dan kalus pada buku-buku jari. Erosi email gigi. Nyeri tekan atau nyeri abdomen. Esofagitis, gastritis. Gangguan fungsi untuk bersekolah dan sosial karena terobsesi dengan makanan

Komplikasi yang paling sering anoreksia adalah amenore dan kehilangan karakteristik seks sekunder dengan penurunan kadar estrogen, yang akhirnya dapat menyebabkan osteoporosis.

JDL dengan diferensial; menentukan adanya leukopenia, limpositosis, anemia. Pemeriksaan serum darah Hipoglikemia, hipokolesteremia, hipokalemia, hiponatremia Penurunan kadar estrogen, peningkatan BUN Pemeriksaan urine: penurunan ketosteroid17 urine, terdapat keton

Penetapan beratnya gangguan nutrisi Bila hebat, pemberian makan melalui nasogastrik bila klien menolak makanan Cairan parenteral dengan elektrolit/hiperalimentasi untuk mengatasi dehidrasi atau malnutrisi yang mengancam jiwa Terapi modifikasi perilaku Penimbangan setiap hari Rujukan pada psikoterapi dengan pendekatan terapi keluarga untuk perawatan

Bulimia Nervosa adalah episode makan yang berlebih yang terjadi berulang kali dengan perasaan kurang pengendalian terhadap perilaku makan dan sangat perihatin dengan bentuk dan berat tubuh. Individu juga secara teratur berusaha untuk memuntahkan kembali yang dimakannya, menggunakan pencahar diit berlebih dan berpuasa untuk melawan efek makan yang berlebihan.

Beberapa faktor pencetus : Faktor Biologik Faktor Psikologi Faktor Sosiokultural

Ada 2 jenis Bulimia Nervosa, yaitu: 1. Jenis yang membatasi diit, yaitu individu tersebut sangat membatasi makanan dan memaksa diri menjalankan berbagai latihan, serta tidak terlibat secara teratur dalam pesta makan atau perilaku pembersihan (muntah yang diinduksi sendiri atau penyalahgunaan laksatif, diuretik atau enema). 2. Jenis yang suka makan dan pembersihan, yaitu individu secara teratur terlibat dalam pesta makan dan diikuti perilaku pembersihan. Pemakaian obat pengurang nafsu makan yang berlebihan atau pil diet terdapat pada kedua jenis di atas. Perilaku pembersihan dan setengah puasa dapat menimbulkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit serta masalah jantung yang pada akhirnya dapat berakibat fatal.

1. Menolak mempertahankan berat badan pada atau di atas berat badan normal minimal sesuai umur dan tinggi badan. 2. Ketakutan yang hebat tentang naiknya berat badan atau menjadi gemuk meski sebenarnya berat badannya kurang. 3. Gangguan pada cara seseorang menerima berat badan atau bentuk tubuhnya. 4. Berkurangnya berat badan dilakukan sendiri dengan menghindarkan makanan yang mengandung lemak dan salah merangsang muntah oleh diri sendiri menggunakan pencahar atau memakai obat penekan nafsu makan atau diuretika 5. Adanya gangguan endokrin yang meluas dengan manifestasi pada wanita sebagai aminore dan pada pria kehilangan minat dan potensi seksual.

1Penurunan berat badan mendadak, tanpa penyebab yang jelas. 2. Tampilan kurus kering, hilangnya lemak subcutan 3. Perubahan kebiasaan makan, waktu makan yang tidak lazim. 4. Latihan dan aktivitas fisik yang berlebihan 5. Amenorea 6. Kulit kering bersisik 7. Lanugo pada ekstremitas, punggung dan wajah 8. Kulit berubah kekuningan 9. Gangguan tidur 10. Konstipasi 11. Erosi eosopagus 12. Alam perasaan depresi 13. Fokus yang berlebihan pada pencapaian hasil yang tinggi 14. Perhatian berlebihan terhadap makanan dan penampilan tubuh 15. Erosi email dan dentin tinggi

1. Jantung: bradikardi, tachikardi, aritmia, hipotensi, gagal jantung. 2. Gastrointestinal: esofagitis, ulcus peptikum, hepatomegali 3. Ginjal; abnormalitas urea serum dan elektrolit 4. Skelet; osteoporosis, faktor patologi 5. Endokrine; penurunan fertilitas, peningkatan kadar kortisol dan hormon pertumbuhan, peningkatan glukoneogenesi 6. Metabolik; penurunan BMR, gangguan pengaturan suhu badan, gangguan tidue