Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Dalam lingkungan kerja terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi
jalannya suatu pekerjaan. Faktor-faktor ini penting untuk diperhatikan, karena
apabila tidak diperhatikan akan dapat menimbulkan kerugian, sebaliknya apabila
diperhatikan dan diatur dengan baik, maka dapat memberikan keuntungan bagi
perusahaan itu sendiri.
Salah satu faktor yang mempengaruhi suatu pekerjaan adalah komponen
penyusun dari sistem kerja tersebut. Untuk itu dalam perancangan sistem kerja
yang melibatkan manusia harus diperhatikan kelebihan dan kekurangan manusia
dari segi fisik harus dapat disesuaikan dengan komponen dari sistem kerja yang
berupa fasilitas kerja dan tempat kerjanya. Penyesuaian tersebut akan sangat
membantu kerja manusia tersebut, sehingga sistem akan berjalan optimal. Untuk
itulah diperlukan suatu pengukuran antropometri.
Pengukuran antropometri merupakan pengukuran yang dilakukan terhadap
dimensi-dimensi tubuh manusia. Hasil dari pengukuran ini kemudian dapat
diaplikasikan pada sistem kerja yang melibatkan manusia saat melakukan
interaksi dengan komponen sistem kerja tersebut baik secara langsung maupun
tidak langsung. Dalam melakukan perancangan suatu fasilitas dan tempat kerja
pada suatu sistem diperlukan pengetahuan mengenai ergonomi dan antropometri
untuk dapat menghasilkan suatu rancangan yang tepat dan optimal dengan
memanfaatkan data-data pengukuran dimensi tubuh manusia yang akan
berinteraksi dengan fasilitas dan tempat kerja tersebut.

1.2 Tujuan Praktikum


Tujuan dari praktikum antropometri ini adalah:

Praktikan mampu mengukur berbagai dimensi tubuh.

Praktikan mampu mengetahui kelebihan dan kelemahan suatu produk atau


lingkungan kerja dari segi antropometri.

Praktikan mampu mendesain suatu produk maupun lingkungan kerja


dengan menggunakan data-data antropometri.

Praktikan mengetahui betapa pentingnya perancangan fasilitas dan tempat


kerja yang ergonomi untuk menghindari kecelakaan dan rasa sakit pada
saat kerja.

1.3 Alat dan Bahan Praktikum


Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
Meteran ukur
Penggaris
Alat tulis
Lembar data hasil praktikum

1.4 Prosedur Pelaksanaan Praktikum


Berikut ini adalah langkah-langkah kerja yang akan dilakukan dalam
praktikum antropometri:
1. Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam melaksanakan praktikum
ini.
2. Mencari 10 orang untuk diambil data ukuran tubuhnya sebagai sampel.
3. Mengukur dimensi tubuh ke-10 orang tersebut sebanyak 26 macam
dimensi tubuh.
4. Mencatat hasil pengukuran pada lembar data yang disediakan
5. Menginputkan data yang telah diperoleh ke dalam program Microsoft
Excel.
6. Mengolah dan menganalisis data yang diperoleh.

1.5 Prosedur Pengambilan Keputusan Melalui Uji Hipotesa


Pengambilan keputusan dapat melalui banyak cara, salah satunya adalah uji
hipotesa. Langkah-langkah untuk melakukan uji hipotesa adalah sebagai
berikut:
1. Tentukan hipotesa awal (H0) dan hipotesa yang diajukan (H1)
2. Menentukan interval kepercayaan (confidence interfal) yaitu tingkat
kepercayaan untuk menerima H0
3. Tentukan daerah kritis atau daerah penolakan H0
4. Mengolah data menggunakan SPSS
5. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil dari SPSS

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Antropometri
Secara harafiah, kata antropometri berasal dari bahasa Yunani
(baca: anthropos) yang berarti manusia dan (baca:metron) yang berarti
mengukur sehingga dapat diartikan sebagai ilmu mengukur tubuh manusia.
Menurut Liliana dkk, antropometri merupakan bidang ilmu yang berhubungan
dengan dimensi tubuh manusia [1].
Dalam perancangan suatu produk dianjurkan untuk memperhatikan 6 kriteria
yaitu teknis, ekonomis, ergonomis, sosial budaya, hemat energi dan tidak merusak
lingkungan [2]. Keberadaan antropometri sangatlah diperlukan karena selain
mempertimbangkan sisi ekonomisnya kita juga perlu melihat dalam aspek
kenyamanan pengguna agar tidak terjadi kerugian-kerugian maupun bahaya
terhadap manusia yang menggunakan produk tersebut meskipun sebenarnya
kerugian yang dapat terjadi itu tidak hanya berasal dari faktor desain produk saja
namun juga dari faktor pengguna itu sendiri atau human error [3].
Antropometri sangat penting untuk kegiatan perancangan, baik itu
perancangan produk sehari-hari, perancangan area kerja, peralatan dan mesin,
maupun lingkungan kerja fisik.
Berdasarkan karakteristik tubuh yang diukur, antropometri terbagi kedalam 2
kategori yaitu:
1.

Antropometri Statis/Struktural
Adalah cabang ilmu antropometri yang mengukur tubuh seseorang

dalam keadan statis (diam) dengan beberapa dimensi tubuh yang sudah
distandarisasikan. Antropometri Statis biasanya digunakan untuk membuat
produk yang diperlukan oleh tubuh dalam keadaan diam atau sedikit bergerak
misalnya,

kursi, meja, mobil, sepeda motor, dan mesin-mesin yang

digunakan oleh operator dalam keadaan diam.

Beberapa dimensi tubuh yang diukur adalah seperti yang terlihat pada
gambar berikut.

Gambar 2.1 Dimensi Tubuh Manusia yang Diukur

Keterangan gambar:
1.

Dimensi tubuh dalam posisi tegak.

2.

Tinggi mata dalam posisi berdiri tegak.

3.

Tinggi bahu dalam posisi berdiri tegak.

4.

Tinggi siku dalam posisi berdiri tegak.

5.

Tinggi kepalan tangan yang terjulur ke depan diukur dari lantai.

6.

Tinggi tubuh dalam posisi duduk (diukur dari alas tempat duduk sampai
dengan kepala).

7.

Tinggi mata dalam posisi duduk.

8.

Tinggi bahu dalam posisi duduk.

9.

Tinggi siku dalam posisi duduk.

10. Tebak atau lebar paha.


11. Panjang paha diukur dari pantat sampai ujung lutut.
12. Panjang paha diukur dari pantat sampai dari belakang lutut/betis.
13. Tinggi lutut yang bisa diukur baik dalam posisi berdiri maupun duduk.
14. Tinggi tubuh dalam posisi duduk yang diukur dari lantai sampai dengan
paha.
15. Lebar dari bahu (dapat diukur pada posisi berdiri maupun duduk).
16. Lebar pinggul atau pantat.
17. Lebar dari dada dalam keadaan membusung.
18. Lebar perut.
19. Panjang siku yang diukur dari siku sampai ujung jari dalam posisi siku
tegak lurus.
20. Lebar kepala.
21. Lebar telapak tangan.
22. Panjang jari tangan diukur dari pergelanan tangan sampai ujung jari.
23. Lebar tangan dalalm posisi tangan terbentang lebar ke samping kiri dan
kanan (dalam gambar tidak ditunjukkan).
24. Tinggi jangkauan tangan diukur dari lantai sampai dengan telapak
tangan terjangkau lurus ke atas.
25. Tinggi jangkauan tangan dalam posisi duduk tegak.
26. Jarak jangkauan tangan yang terjulur ke depan diukur dari bahu sampai
ujung jari tangan.

2.

Antropometri Dinamis/Fungsional
Adalah cabang ilmu Antropometri yang mengukur keadaan tubuh

seseorang saat bergerak atau melakukan aktivitas. Kegunaan Antropometri

Dinamis misalnya untuk merancang lebar antara etalase yang satu dengan
yang lainnya dalam sebuah pasar swalayan atau dalam sebuah perpustakaan.
Dalam menggunakan ilmu Antropometri, kita harus memperhatikan
beberapa faktor yang mempengaruhi ukuran tubuh manusia:

Usia
Manusia bertumbuh dan berkembang sampai usia 21 tahun untuk
laki-laki dan usia 18 tahun untuk perempuan. Sedangkan semakin
tua, tubuh kita cenderung menyusut terutama usia 60 tahun keatas.

Ras/Suku
Orang timur memiliki kecenderungan tubuh yang lebih kecil
dibandingkan orang Eropa.

Gizi
Orang dengan gizi yang baik biasanya memiliki tubuh yang lebih
besar daripada orang yang kekurangan gizi.

Pekerjaan
Kegiatan yang dilakukan sehari-hari sangat mempengaruhi bentuk
dan ukuran tubuh seseorang.

Jenis Kelamin
Pria biasanya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari wanita.

2.2 Uji Normalitas


Penggunaan ilmu antropometri dalam perancangan suatu produk sangatlah
tepat bila didukung dengan ilmu statistik mengenai uji normalitas, karena dengan
menggunakan uji kenormalitasan data, maka dapat diketahui apakah data sampel
yang digunakan dapat mewakili populasi atau tidak. Hal ini akan sangat
dibutuhkan dalam perancangan produk yang ekonomis dan ergonomis (nyaman
digunakan) bagi sebagian besar konsumen.
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan uji normalitas, yaitu:
1.

Berdasarkan kemiringan/Gradient/Skewnes dan Kurtosis.


Suatu kurva populasi yang terdistribusi normal biasanya memiliki

bentuk yang simetris kiri kanan sehingga berbentuk seperti lonceng, namun

bila data tersebut tidak normal maka akan cenderung kiri atau kanan [4].
Perhitungan kurva kemiringan dihitung berdasarkan koefisien kemiringan
Pearson:

Bila hasil kemiringan negatif, maka kurva miring ke kiri. Bila hasil
kemiringan positif, maka kurva miring ke kanan dan bila kemiringan bernilai
nol, maka populasi terdistribusi normal [5].
2.

Uji Kolmogorov Smirnov


Konsep dari uji normalitas menggunakan Kolmogorov Smirnov adalah

dengan mengubah data sampel menjadi data normal (nilai dalam Z) sehingga
dapat dibandingkan dengan distribusi normal baku. Apabila signifikansinya
kurang dari 0.05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara data
sampel dengan populasi yang sebenarnya sehingga dapat disimpulkan bahwa
data yang diambil tidak mewakili populasi atau tidak normal, demikian pula
sebaliknya, bila signifikansi lebih besar dari 0.05 maka dapat dikatakan
bahwa data yang diambil adalah data normal dan mewakili populasi.
Untuk mencari nilai Z, dapat menggunakan rumus:
Z=

XX

Dalam praktikum ini, praktikan menggunakan alat bantu yaitu SPSS


untuk uji normalitas Kolmogorov Smirnov.

BAB III
HASIL DAN PENGOLAHAN DATA

3.1 Hasil Praktikum


Pengukuran dilakukan secara random terhadap 30 orang mahasiswa
Universitas Ma Chung yang berusia antara 19 sampai 20 tahun. Data hasil
pengukuran 26 dimensi tubuh manusia ditunjukkan pada tabel dibawah ini:
Tabel 3.1 Data Hasil Praktikum Pengukuran Antropometri Dalam mm
Orang ke-

10

20

20

20

20

20

20

19

19

19

20

1580

1734

1700

1650

1670

1646

1573

1654

1546

1601

1570

1616

1585

1540

1530

1544

1472

1538

1452

1445

1300

1430

1430

1381

1314

1374

1316

1362

1283

1316

900

1110

1100

1041

1010

1030

982

1020

955

961

1200

1360

1400

1290

1360

1350

1240

1250

1214

1240

830

880

862

800

880

870

754

830

800

812

700

750

770

715

774

780

684

710

690

711

550

580

533

556

568

582

550

558

528

533

280

260

240

210

250

252

205

230

237

200

10

160

145

135

110

110

108

125

130

113

114

11

490

555

550

560

530

511

522

600

543

533

12

370

472

410

447

440

428

450

485

424

434

13

490

535

550

525

510

515

500

535

495

492

14

430

460

435

435

460

432

408

430

410

389

15

430

493

430

373

420

350

417

410

370

382

16

310

352

330

333

300

300

343

360

288

293

17

340

370

345

326

355

265

305

330

295

280

18

310

330

270

242

30

234

260

320

230

260

19

420

493

470

433

452

423

417

430

440

405

20

180

190

180

170

191

150

168

170

165

180

Gender
Usia
Dimensi

Tabel 3.1 Data Hasil Praktikum Pengukuran Antropometri Dalam mm (lanjutan)


21

176

190

185

175

192

175

165

175

180

162

22

80

90

90

75

82

70

71

75

75

75

23

1580

1790

1720

1684

1703

1614

1622

1650

1613

1630

24

1996

2183

2155

2090

2120

2060

1950

2033

1976

2045

25

1650

1742

1714

1696

1750

1710

1550

1602

1548

1605

26

6680

790

780

745

750

730

725

690

740

752

Tabel 3.2 Data Hasil Praktikum Pengukuran Antropometri Dalam mm (lanjutan)


Orang ke-

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

Gender

21

20

20

20

20

20

21

20

20

20

1765

1560

1673

1757

1675

1741

1512

1567

1478

1552

1665

1450

1570

1618

1553

1623

1400

1430

1360

1425

1461

1292

1395

1471

1396

1425

1246

1306

1187

1270

1125

976

1082

1080

1030

1080

936

983

909

940

1372

1230

1302

1380

1322

1398

1165

1256

1160

1218

928

774

854

850

880

912

786

855

761

815

792

666

765

744

773

810

656

730

655

707

616

492

587

594

584

624

517

568

466

530

312

175

263

216

274

235

208

271

173

220

10

144

160

164

130

136

160

124

172

106

154

11

557

544

610

584

434

612

543

546

443

557

12

440

470

479

449

450

462

448

445

370

508

13

522

465

517

561

496

558

476

472

448

466

14

431

402

434

448

426

435

381

390

379

402

15

418

367

425

430

482

506

392

420

337

371

16

344

316

357

320

332

370

280

340

280

312

17

320

273

345

349

361

372

272

295

231

273

18

240

246

333

285

284

353

210

300

212

250

19

463

414

466

477

452

503

392

446

385

435

20

184

154

168

170

171

169

156

167

170

170

21

194

175

189

198

190

200

160

172

160

161

Usia
Dimensi

Tabel 3.2 Data Hasil Praktikum Pengukuran Antropometri Dalam mm (lanjutan)


22

84

78

86

85

87

89

72

72

70

73
15

23

1760

1615

1782

1810

1683

1758

1498

1616

1466

57
19

24

2188

1963

2150

2255

2130

2222

1832

1990

1839

73
15

25

1742

1552

1765

1722

1708

1751

1553

1677

1532

88
71

26

768

683

765

794

794

800

652

713

664

Tabel 3.3 Data Hasil Praktikum Pengukuran Antropometri Dalam mm (lanjutan)


Orang ke-

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

Gender

19

20

20

20

19

19

20

19

20

20

1768

1697

1710

1720

1649

1657

1667

1520

1510

1762

1650

1584

1583

1588

1520

1537

1540

1380

1412

1659

1478

1394

1375

1455

1352

1364

1395

1236

1220

1486

1109

981

1060

1064

983

1033

1026

913

931

1104

1406

1351

1248

1454

1188

1365

1290

1167

1232

1444

908

834

902

840

864

839

873

812

848

872

759

721

756

748

760

731

753

666

656

769

603

532

602

546

542

566

590

535

536

575

225

244

233

188

211

234

218

218

212

176

10

167

138

130

152

107

101

132

130

112

127

11

565

568

564

572

563

536

554

520

513

561

12

480

463

471

464

481

455

444

400

459

457

13

566

529

518

520

497

495

546

450

527

562

14

469

418

412

420

429

406

435

372

441

458

15

419

423

410

436

398

364

448

414

352

452

16

313

306

340

339

333

307

309

380

310

299

17

381

352

350

361

273

270

325

305

307

345

18

339

270

293

289

260

222

290

294

238

268

19

483

492

470

461

439

415

462

408

425

487

Usia
Dimensi

Tabel 3.3 Data Hasil Praktikum Pengukuran Antropometri Dalam mm (lanjutan)


20

176

180

187

172

163

175

164

180

138

170

21

199

205

180

169

184

170

190

170

170

195

22

80

89

83

76

82

69

83

77

70

81

23

1788

1774

1743

1713

1667

1566

1662

1523

1536

1875

24

2044

2027

2128

2141

2068

2080

2075

1865

1906

2298

25

1782

1703

1720

1705

1671

1654

1730

1500

1628

1829

26

780

797

760

788

716

710

764

668

682

816

Tabel 3.4 Rata-rata dan Standar Deviasi Tiap Dimensi Dalam mm

Dimensi yang diukur

Rata-rata

Standar Deviasi

1643.133

85.89598

1527.967

86.24443

1357

80.94443

1015.133

67.00733

1295.067

86.98035

844.1667

44.28441

730.0333

43.83471

558.1

35.6161

229

32.55552

10

133.2

20.72879

11

544.6667

39.87855

12

448.5

30.96355

13

511.2667

33.08498

14

422.5667

25.10211

15

411.3

41.15836

16

323.2

26.02572

17

319.0333

39.1861

18

265.4

58.61129

19

445.2667

31.52879

20

170.9333

11.55178

Tabel 3.4 Rata-rata dan Standar Deviasi Tiap Dimensi Dalam mm

21

180.2

13.13957

22

78.96667

6.672038

23

1666.6

101.5554

24

2059.4

117.5628

25

1669.3

85.06028

26

740.0667

47.39048

3.2 Pembahasan
Dari 26 dimensi tubuh yang diukur, praktikan melakukan uji normalitas
data sampel dengan menguji data dari 5 dimensi untuk mewakili keseluruhan
data yang ada. Dimensi yang diambil yaitu:
Dimensi

Keterangan

Tubuh dalam posisi tegak

Tinggi mata dalam posisi berdiri tegak

Tinggi bahu dalam posisi berdiri tegak

Tinggi siku dalam posisi berdiri tegak

Tinggi kepalan tangan yang terjulur ke depan diukur dari lantai


Kemudian praktikan melakukan langkah-langkah pengujian data:
1. H0: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata
sampel dengan rata-rata populasi yang sebenarnya
H1: terdapat perbedaan yang signifika antara rata-rata sampel
dengan rata-rata populasi yang sebenarnya
2. Confidence interval yang digunakan adalah 95% dan itu berarti
=0.05
3. Menentukan daerah penolakan H0 adalah p < 0.05
4. Kemudian praktikan mengolah data menggunakan SPSS dan data
yang didapatkan adalah sebagai berikut:

Tabel 3.5 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Dimensi_1

Dimensi_2

Dimensi_3

Dimensi_4

Dimensi_5

30

30

30

30

30

1623.20

1527.97

1357.00

1017.13

1297.07

86.244

80.944

70.553

90.248

.175

.143

.094

.119

.142

Positive

.134

.111

.094

.119

.142

Negative

-.175

-.143

-.091

-.080

-.121

Kolmogorov-Smirnov Z

.959

.782

.514

.652

.778

Asymp. Sig. (2-tailed)

.317

.574

.955

.789

.580

N
Normal

Mean
a

Parameters
Most

Std. Deviation 130.967

Extreme Absolute

Differences

Dengan kurva normal seperti yang ditunjukkan gambar dibawah ini:

Gambar 3.1 Distribusi Dimensi 1 Terhadap Kurva Normal

Gambar 3.2 Distribusi Dimensi 2 Terhadap Kurva Normal

Gambar 3.3 Distribusi Dimensi 3 Terhadap Kurva Normal

Gambar 3.4 Distribusi Dimensi 4 Terhadap Kurva Normal

Gambar 3.5 Distribusi Dimensi 5 Terhadap Kurva Normal

5. Setelah melihat hasil keluaran SPSS, dapat disimpulkan bahwa


kelima data terdistribusi normal dan dapat mewakili populasi, hal
ini berarti semua dimensi tubuh yang diukur juga terdistribusi
normal.

Praktikan juga telah memisahkan data pengukuran responden pria dan wanita.
Tujuan pemisahan ini adalah untuk melihat perbedaan rata-rata setiap dimensi
yang diukur akibat perbedaan gender.

Tabel 3.6 Hasil Pengukuran Responden Pria Dalam mm


3
4
5
6
7
8

Di

men

si

20

20

20

20

21

20

20

20

20

1580

1734

1700

1670

1765

1673

1757

1675

1741

1570

1616

1585

1530

1665

1570

1618

1553

1623

1300

1430

1430

1314

1461

1395

1471

1396

1425

900

1110

1100

1010

1125

1082

1080

1030

1080

1200

1360

1400

1360

1372

1302

1380

1322

1398

830

880

862

880

928

854

850

880

912

700

750

770

774

792

765

744

773

810

550

580

533

568

616

587

594

584

624

280

260

240

250

312

263

216

274

235

10

160

145

135

110

144

164

130

136

160

11

490

555

550

530

557

610

584

434

612

12

370

472

410

440

440

479

449

450

462

13

490

535

550

510

522

517

561

496

558

14

430

460

435

460

431

434

448

426

435

15

430

493

430

420

418

425

430

482

506

16

310

352

330

300

344

357

320

332

370

17

340

370

345

355

320

345

349

361

372

18

310

330

270

30

240

333

285

284

353

19

420

493

470

452

463

466

477

452

503

20

180

190

180

191

184

168

170

171

169

21

176

190

185

192

194

189

198

190

200

22

80

90

90

82

84

86

85

87

89

Tabel 3.6 Hasil Pengukuran Responden Pria Dalam mm (lanjutan)


23

1580

1790

1720

1703

1760

1782

1810

1683

1758

24

1996

2183

2155

2120

2188

2150

2255

2130

2222

25

1650

1742

1714

1750

1742

1765

1722

1708

1751

26

6680

790

780

750

768

765

794

794

800

Tabel 3.6 Hasil Pengukuran Responden Pria Dalam mm (lanjutan)


Dimensi

10

11

12

13

14

15

tubuh

19

20

20

20

19

20

1768

1697

1710

1720

1649

1762

1650

1584

1583

1588

1520

1659

1478

1394

1375

1455

1352

1486

1109

981

1060

1064

983

1104

1406

1351

1248

1454

1188

1444

908

834

902

840

864

872

759

721

756

748

760

769

603

532

602

546

542

575

225

244

233

188

211

176

10

167

138

130

152

107

127

11

565

568

564

572

563

561

12

480

463

471

464

481

457

13

566

529

518

520

497

562

14

469

418

412

420

429

458

15

419

423

410

436

398

452

16

313

306

340

339

333

299

17

381

352

350

361

273

345

18

339

270

293

289

260

268

19

483

492

470

461

439

487

20

176

180

187

172

163

170

21

199

205

180

169

184

195

22

80

89

83

76

82

81

23

1788

1774

1743

1713

1667

1875

24

2044

2027

2128

2141

2068

2298

25

1782

1703

1720

1705

1671

1829

26

780

797

760

788

716

816

Tabel 3.8Hasil Pengukuran Responden Wanita Dalam mm


2
3
4
5
6
7

20

20

19

19

19

20

20

21

20

1650

1646

1573

1654

1546

1601

1560

1512

1567

1540

1544

1472

1538

1452

1445

1450

1400

1430

1381

1374

1316

1362

1283

1316

1292

1246

1306

1041

1030

982

1020

955

961

976

936

983

1290

1350

1240

1250

1214

1240

1230

1165

1256

800

870

754

830

800

812

774

786

855

715

780

684

710

690

711

666

656

730

556

582

550

558

528

533

492

517

568

210

252

205

230

237

200

175

208

271

10

110

108

125

130

113

114

160

124

172

11

560

511

522

600

543

533

544

543

546

12

447

428

450

485

424

434

470

448

445

13

525

515

500

535

495

492

465

476

472

14

435

432

408

430

410

389

402

381

390

15

373

350

417

410

370

382

367

392

420

16

333

300

343

360

288

293

316

280

340

17

326

265

305

330

295

280

273

272

295

18

242

234

260

320

230

260

246

210

300

19

433

423

417

430

440

405

414

392

446

20

170

150

168

170

165

180

154

156

167

21

175

175

165

175

180

162

175

160

172

22

75

70

71

75

75

75

78

72

72

23

1684

1614

1622

1650

1613

1630

1615

1498

1616

24

2090

2060

1950

2033

1976

2045

1963

1832

1990

25

1696

1710

1550

1602

1548

1605

1552

1553

1677

26

745

730

725

690

740

752

683

652

713

Di
me
nsi

Tabel 3.9 Hasil Pengukuran Responden Wanita Dalam mm (lanjutan)


Dimensi

10

11

12

13

14

15

tubuh

20

20

19

20

19

20

1478

1552

1657

1667

1520

1510

1360

1425

1537

1540

1380

1412

1187

1270

1364

1395

1236

1220

909

940

1033

1026

913

931

1160

1218

1365

1290

1167

1232

761

815

839

873

812

848

655

707

731

753

666

656

466

530

566

590

535

536

10

173

220

234

218

218

212

11

106

154

101

132

130

112

12

443

557

536

554

520

513

13

370

508

455

444

400

459

14

448

466

495

546

450

527

15

379

402

406

435

372

441

16

337

371

364

448

414

352

17

280

312

307

309

380

310

18

231

273

270

325

305

307

19

212

250

222

290

294

238

20

385

435

415

462

408

425

21

170

170

175

164

180

138

22

160

161

170

190

170

170

23

70

73

69

83

77

70

24

1466

1557

1566

1662

1523

1536

25

1839

1973

2080

2075

1865

1906

26

1532

1588

1654

1730

1500

1628

Berikut akan disajikan rata-rata dimensi tubuh pria dan rata-rata dimensi
tubuh wanita:
Tabel 3.10 Rata-rata dan Standar Deviasi Antropometri Pria dan Wanita Dalam mm
Dimensi tubuh

Pria

Wanita

yang diukur

Rata-Rata

Standar Deviasi

Rata-rata

Standar Deviasi

1707

52.00476

1580

62.53784

1594

43.95203

1462

63.68972

1411

57.53533

1303

63.71275

1055

62.49785

975.7

45.47757

1346

80.68073

1244

60.62751

873.1

29.65388

815.3

37.32572

759.4

26.3596

700.7

37.91281

575.7

29.77887

540.5

32.78037

240.5

35.35305

217.5

25.76506

10

140.3

18.30561

126.1

21.11691

11

554.3

44.21323

535

33.75119

12

452.5

29.62833

444.5

32.76075

13

528.7

25.61938

493.8

30.9405

14

437.7

17.31913

407.5

22.73093

15

438.1

31.44125

384.5

31.26583

16

329.7

21.42651

316.7

29.22931

17

347.9

25.4347

290.1

27.27863

18

276.9

75.599

253.9

33.40202

19

468.5

22.09029

422

20.27666

20

176.7

8.622783

165.1

11.40092

21

189.7

9.684057

170.7

8.312355

22

84.27

4.216747

73.67

3.77334

23

1743

69.7531

1590

62.99645

24

2140

83.6401

1978

87.16312

25

1730

43.91301

1608

71.37293

26

771.1

37.46706

709.1

34.48285

Terlihat bahwa rata-rata tubuh pria lebih besar daripada wanita dan itu
berarti gender memang mempengaruhi bentuk antropometri manusia.

DAFTAR PUSTAKA

1. Liliana, W., S., dan Abhitoki, A., 2007,Pertimbangan Antropometri Pada


Pendesainan,Makalah disajikan dalam Seminar Nasional III SDM
Teknologi Nuklir, Sekolah Tinggi Teknologi nuklir-BATAN, Yogyakarta,
21-22 November 2007.
2. Manuaba. A., 2005,Accelerating OHS-Ergonomics Program By
Integrating Built-In Within The Industrys Economic Development
Scheme Is A Must-With Special Attention To Small and Medium Enteprises
(SMEs), Proceedings the 21st Annual Conference of The Asia Pasific
Occupational Safety & Health Organization, Bali, 5-8 September.
3. Sutalaksana, I.Z., dkk.,1979, Teknik Tata Cara. Laboratorium Tata cara
Kerja dan Ergonomi Departemen Teknik Industri, ITB.
4. Cahyono, T., 2006,Uji Normalitas.
5. Nadhifah, S., Momen, Kemiringan, dan Kurtosis, dalam Pusat
Pengembangan Bahan Ajar-UMB