Anda di halaman 1dari 21

KELOMPOK III BUDI JOKO SANTOSO CASJO SRI DIYANTO D.

BUDI YOWONO ISHARYANTO KHASOL KODIRIN NISAM SETYA PAMBUDI SUNARSO TEGUH PRAYITNO TEGUH WALUYO A21100402 A21100403 A21100405 A21100417 A21100419 A21100420 A21100429 A21100443 A21100453 A21100455 A21100457

KANKER SERVIKS
Kanker serviks atau kanker leher rahim disebabkan oleh Virus Human Papilloma virus (HPV). Setidaknya ada 118 jenis HPV berbeda yang menjadi penyebabnya tapi hanya 8 tipe HPV yang paling banyak menularkan pada lebih dari 90 persen kasus kanker serviks yaitu tipe 16, 18, 45, 33, 31, 52, 58 dan 35.

B. MORFOLOGI
Human Papiloma Virus merupakan virus DNA dengan klasifikasi Familia : Papovaviridae Genus : Papillomavirus Spesies : Human Papillomavirus

Dengan mikroskop elektron virus, HPV berbentuk

ikosahedral dengan ukuran 55 nm, memiliki 72 kapsomer dan 2 protein kapsid, yaitu L1 dan L2. Virus DNA ini dapat bersifat mutagen. Infeksi HPV telah dibuktikan menjadi penyebab lesi prakanker, kondiloma akuminatum, dan kanker. Ada lebih dari seratus virus yang dikenal sebagai virus papilloma manusia (human papilloma virus/HPV). HPV dapat menyebabkan kanker leher rahim karena dapat membuat pertumbuhan sel menjadi tidak normal (dengan cara virus masuk ke dalam inti sel di leher rahim dan mengubah bentuk sel sehingga sel menjadi mudah rapuh dan pertumbuhannya menjadi tidak beraturan).

C. CARA PENULARAN HPV adalah virus yang ditularkan melalui hubungan seksual. Faktor resiko kanker serviks lainnya adalah - Melakukan seks diusia dini kurang 20 tahun - Merokok - Berganti-ganti pasangan seks - Memiliki system imun yang lemah - Riwayat Pap smear sebelumnya abnormal - Ibu dan Saudara perempuan terkena kanker serviks - Penyakit seksual menular lainnya.

D. KELAINAN YANG DI TIMBULKAN Kelainan yang ditimbulkan oleh HPV pada leher rahim adalah sebagai berikut :
Normal : licin, merah muda, bentuk porsio normal Atipik : servisitis (inflamasi,hiperemis), banyak fluor, ektropion, polip atau polipoid. Abnormal : plakputih, tukak, epitelacetowhite ( bercakputih) Kanker serviks : pertumbuhan seperti bunga kol, tukak menggaung, pertumbuhan mudah berdarah.

E. CARA PENCEGAHAN. Untuk mengurangi morbiditas dan mortalitas kanker serviks perlu upaya upaya pencegahan. Pencegahan terdiri dari beberapa tahap, yaitu : 1. Pencegahan Primer : yaitu usaha untuk mengurangi atau menghilangkan kontak dengan karsinogen untuk mencegah inisiasi dan promosi pada proses karsinogenesis. Pada tahap ini yang dilakukan adalah promosi dan edukasi, serta vaksinasi HPV. 2. Pencegahan Sekunder : termasuk upaya skrining dan deteksi dini, untuk menemukan kasus kasus dini sehingga kemungkinan penyembuhan dapat di tingkatkan. Pada tahap ini juga termasuk upaya terapi dini. 3. PencegahanTersier : yaitu pengobatan untuk kasus yang ditemukan pada skrining atau deteksi dini serta mencegah komplikasi klinik dan kematian awal. Upaya paliatif termasuk pada tahapan ini.

Vaksin HPV

PENGOBATAN
Pengobatan kanker serviks : Ada 3 jenis pengobatan yang umum pada Kanker Serviks,

yaitu: 1. Operasi, 2. Kemoterapi . 3. Terapi Radiasi Pengobatan ini dapat digunakan secara tunggal (hanya operasi saja, Kemoterapi saja atau radiasi saja) atau kombinasi dari 2 atau lebih jenis pengobatan. Pemilihan pengobatan kanker serviks didasarkan pada beberapa faktor seperti stadium kanker, kondisi kesehatan pasien secara umum dan juga mempertimbangkan pengobatan lain yang digunakan.

Operasi atau Pembedahan kanker seerviks Operasi pada kanker serviks meliputi: Lymphadenectomy, yaitu membuang nodus limfe pada daerah serviks. Jenis operasi ini umum dilakukan padakanker serviks. Radikal trachelectomy, yaitu membuang serviks dan jaringan yang ada disekitarnya. Kombinasi radikal trachelectomy dan lymphadenectomy merupakan pilihan operasi bagi wanita muda yang mengidap kanker serviks stadium awal bagi yang ingin mempertahankan kesuburannya. Radikal hysterectomy, yaitu operasi mengangkat uterus, serviks dan sebagaian vagina. Pada beberapa kasus, ovarium, tuba falopi dan nodus limfe juga ikut diangkat. Jenis operasi ini dikombinasikan dengan kemoterapi atau terapi radiasi. Bilateral Salpingo-oophorectomy, yaitu operasi mengangkat kedua ovarium dan tuba falopi. Jenis operasi ini pada beberapa kasus dikombinasikan dengan hysterectomy.

Radikal Trachelectomy

Kemoterapi Pada Kanker Serviks Kemoterapi diberikan untuk mengobati kanker serviks dan juga membantu agar terapi radiasi lebih efektif. Obat kemoterapu bekerja dengan membunuh sel kanker atau mencegah pembelahan. Ada beberapa obat kemoterapi yang digunakan untuk pengobatan kanker serviks dan diberikan berdasarkan pada stadium dan jenis kanker serviks dan juga factor kesehatan pasien.

Kemoterapi

Terapi Radiasi Kanker Serviks Terapi radiasi menggunakan energy tinggi seperti sinar-x untuk menurunkan ukuran tumor atau membunuh sel kanker. Jenis pengobatan ini dapat digunakan secara internal dengan material radioaktif yang ditanam dalam bentuk implant dan dimasukkan pada uterus atau secara eksternal dengan menggunakan mesin terapi radiasi.