Anda di halaman 1dari 3

Interprestasi Keperilakuan pada Desentralisasi

Arti dari Desentralisasi


Istilah desentralisasi digunakan dalam sjumlah besar literature yang beragam. Dengan demikian, istilah ini memiliki arti berbeda bagi orang yang berbeda. Dalam hal ini desentralisasi dibahas hanya dalam konteks perusahaan bisnis yang mempunyai beberapa arti. Definisi yang paling popular dari desentralisasi adalah definisi yang diberikan oleh H.A Simon : suatu organisasi administrative adalah tersentralisasi sejauh keputusan dibuat pada tingkatan yang relative tinggi dalam organisasi tersebut; terdesentralisasi sejauh keputusan itu diselegasikan oleh manajemen puncak kepada tingkatan wewenang eksekutif yang lebih rendah. Sementara dalam teori definisi di atas adalah sangat jelas, dalam praktiknya, definisi ini sulit untuk diterapkan. Hal ini terutama disebabkan karena konsep mengenai keputusan yang dapat diidentifikasikan merupakan suatu konsep yang samar-samar.

Lingkup sebagai Faktor Penentu Desentralisasi


Suatu pembahasan umum mengenai alasan-alasan dibutuhkannya desentralisasi mencakup halhal berikut ini : Desentralisasi membebaskan manajemen puncak untuk focus kepada keputusan-keputusan strategi jangka panjang dan bukannya terlibat dalam keputusan-keputusan operasi. Desentralisasi memungkinkan organisasi untuk memberikan resons secara cepat dan efektif terhadap masalah, karena mereka yang berada paling dekat dengan suatu masalah (manajer local) memiliki informasi yang paling baik dan oleh sebab itu dapat memberikan respos lebih baik terhadap kebutuhan-kebutuhan local. System yang tersentralisasi tidak mampu menangani semua informasi rumit yang diperlukan untuk membuat keputusan yang optimal. Desentralisasi menyediakan dasar pelatihan yang baik bagi manajemen puncak masa depan. Desentralisasi memenuhi kebutuhan akan otonomi dan dengan demikian merupakan suatu alat motivasional yang kuat bagi para manajer. Landasan teoritis dan empiris yang paling komprehensif untuk memahami desentralisasi diberikan oleh Chandler dalam dua karya besar. Pertama, strategi and structure (1962), menyatakan bahwa struktur suatu perusahaan merupakan tanggapan terhadap strateginya. Kedua, the visible hand (1977), menyediakan suatu survey historis yang mendukung dalil diatas. Fitur utama dari struktur organisasi divisional bagi Chandler adalah desentralisasi. Desentralisasi yang memungkinkan perusahaan mengatasi masalah-masalah koordinasi dengan cara mendelegasikan keputusan-keputusan operasional ketingkat yang lebih rendah. Tesis dasar Chandler mengenai hubungan antara lingkungan, strategi, dan struktur diterima secara luas sebagai penjelasan dari desentralisasi dan telah menjadi dasar bagi banyak riset berikutnya.

1. 2.

3. 4. 5.

Memilih suatu Struktur


Pilihan atas struktur desentralisasi yang sesuai membutuhkan dua keputusan inti, yaitu : 1) bagaimana membagi tugas/keputusan dalam suatu organisasi, dan 2) system akuntanbilitas

seperti apa yang sebaiknya diterapkan sebagai sumber daya yang digunakan dalam melaksanakan berbagai tugas/keputusan. 1. Pembagian tugas/keputusan Komplikasi tambahan dalam membagi tugas/keputusan pada kebanyakan organisasi besar adalah penyebaran geografis dari unit-unitnya. Geografi menambah masalah koordinasi, terutama ketika unit-unit tersebut melewati batas-batas Negara. Perusahaan sekarang harus diatur berdasarkan wilayah, dimana setiap wilayah memiliki organisasi fungsional atau produk yang lebih lanjut. Suatu masalah yang sulit timbul ketika hanya ada beberapa produk saja dari banyak produk perusahaan tersebtu yang dijual diberbagai wilayah. Dalam situasi semacam itu, organisasi dihadapkan pada pilihan yang sulit antara menduplikasikan divisi produknya disemua wilayah atau menggunakan divisi geografis untuk seluruh produknya. 2. Merencanakan akuntanbilitas sumber daya Langkah kedua dalam memilih suatu struktur adalah merencanakan suatu system yang sesuai untuk akuntanbilitas sumber daya pada berbagai sub unit fungsional, produk, atau wilayah. Biasanya, suatu struktur akuntanbilitas sumber daya mengikuti logika dari distribusi fisik aktivitas dan keputusan yang dicapai oleh penciptaan subunit. Empat jenis unit akuntansi sumber daya yang dikenal dalam literature terdiri atas : pusat biaya, pusat pendapatan, pusat laba, dan pusat investasi.

Pengembangan Anggaran Dasar


1) Pendelegasian aktivitas Dalam teori, system terdesentralisasi penuh akan mendelegasikan seluruh aktivitas yang dapat dipisahkan kepada subunit, dengan hanya sedikit atau tidak sama sekali peran dari manajemen sentral. 2) Menetapkan norma-norma keperilakuan Norma-norma keperilakuan yang paling penting adalah sosialisasi, spesialisasi, standarsisasi, dan formalisasi. 3) Klasifikasi hubungan antarunit Anggaran dasar yang baik juga memberikan peraturan-peraturan dasar untuk mengelola pertukaran antarunit. Pertukaran ini adalah perlu ketika subunit-subunit saling bergantung satu sama lain untuk input atau output. 4) Pendekatan kompetitif vesrsus kolaboratif Pendekatan kompetitif, mengandalkan pada mekanisme pasar dan mensubsitusi pasar internal yang fiktif dengan pasar eksternal. Pendekatan kolaboratif,menekankan pada keanggotaan organisasional dan mendorong individu untuk bekerja sebagai satu tim dengan menggunakan aturan, penghargaan, dan nilai yang sesuai. 5) Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan a. Tersedianya pasar eksternal b. Saling ketergantungan yang strategis c. Ketidaklengkapan harga

d. Tersedianya opsi untuk keluar 6) Desentralisasi dan penentu harga transfer Harga transfer mendukung dan mendorong jenis-jenis perilaku tertentu dalam organisasi. 7) Jenis-jeins harga transfer a. Harga pasar b. Harga biaya plus c. Biaya variable d. Harga yang dinegoisasikan e. Harga yang diputuskan atau diperintahkan 8) Harga transfer dan anggaran dasar desentralisasi Bagian ini menyatakan bahwa elemen utama dari desentralisasi adalah kebutuhan untuk mengembangkan anggaran dasar yang sesuai. Anggaran dasar yang semacam itu harus memutuskan aktivitas dan keputusan manakah yang akan dibuat oleh kantor pusat dan manakah yang akan didelegasikan kepadaunit-unit individual.

Mengukur dan Mengevaluasi Kinerja


Atribut-atribut dari ukuran-ukuran kinerja yang kemungkinan besar akan mengarah pada keselarasan tujuan adalah : a) Kontrolabilitas Dianggap dinginkan karena kontrolabilitas mengeluarkan aspek-aspek kinerja yang tidak dapat dikendalikan oleh seorang manajer dari pengukuran. b) Kelengkapan Mengacu pada tingkat sejauh mana suatu ukuran dapat mencakup semua dimensi kinerja yang relevan. c) Pemisahan aktivitas dan evaluasi manajerial Dirancang untuk membedakan daya tarik ekonomi dari suatu aktivitas denga cara aktivitas tersebut dikelola.