Anda di halaman 1dari 2

1.

LEADERSHIP
Peran menejer dalam menjalankan suatu perusahaan adalah sangat sentral, sebab para manajerlah yang menjadi orang yang akan mengambil keputusan-keputusan penting dalam menjalankan seluuh aktivitas perusahaan. Kepemimpinan yang beretika dan perilaku beritika; dan ini tampak dalam konteks individu dan organisasi. Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan yang beretika dan berperilaku secara beretika pula, serta megupayakan agar organisasi memahami dan menerapkannya dalam kode-kode etika. Bila pemimpin yang beretika memiliki nilai-nilai etika pribadi yang jeles dan nilainilai etika organisasi, maka perilaku etika dalam perjalanan organisasinya pun akan konsisten sesuai dengan nilai-nilai tersebut. Blanchard dan Peale (1998) menyebutkan beberapa hal yang dilakukan oleh pemimpin yang beretika, yaitu : 1. Mereka berperilaku sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuannya dan organisasi (Blanchard dan Peale mendefinisikannya sebagai jalan yang igin dilalui dalam hidup ini; jalan yang memberikan makna hidup pemimpin tersebut). Sebuah tujuan pribadi yang jelas merupakan dasar bagi perilaku etika. Sebuah tujuan organisasi yang jelas juga akan memperkuat perilaku organisasi yang etika. 2. Mereka akan sedemikian rupa sehingga secara pribadi dia merasa bangga akan perilakunya. Kepercayaan diri merupakan seperangkat peralatan yang kuat bagi

perilaku etika. Karna kepercayaan diri merupakan rasa bangga (pride) yang diramu dengan kerendahan hati secara seimbang dan menumbuhkan keyakinan kuat saat dirinya harus menghadapi sebuah dilema dalam menentukan sikap yang etis. 3. Mereka berperilaku dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan yang diambilnya dan dirinya sendiri. Kesabaran, kata Blanchard dan Peale, menolong orang untuk bisa tetap memilih perilaku terbaik dalam jangka panjang, serta menghindarkan kita dari jebakan hal-hal yang terjadi secara tiba-tiba. 4. Mereka berperilaku dengan teguh. Ini berarti berperilaku secara etika sepanjang waktu, bukan hanya bila dia merasa nyaman untuk melakukannya. 5. Seorang pemimpin etika, menurut Blanchard dan Peale, memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya. 6. Mereka berperilaku secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Dengan kata lain dia tetap menjaga perspektif. Perspekif mengajak orang untuk melakukan

refleksi dan melihat hal-hal lebih jernih sehingga orang bisa melihat apa yang benarbenar penting untuk menuntun perilaku dirinya sendiri.

2. STRATEGI DAN PERFORMASI


Sebuah fungsi penting dari manajemen adalah untuk kreatif dalam menghadapi tingginya tingkat persaingan yang membuat perusahaannya mencapai tujuan perusahaan terutama dari sisi keuangan tanpa harus menodai aktivitas bisnisnya berbagai kompromi etika. Sebuah perusahaan yang jelek akan memiliki kesulitan besar untuk menyelaraskan target yang ingin dicapai perusahaanya dengan standar-standar etika. Karena keseluruhan strategi perusahaan yang disebut exellence harus bisa melaksanakan seluruh kebijakankebijakan perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan dengan cara jujur. Survey yang dilakukan ole majalah SWA desember 2005 yang lalu menunjukkan bahwa 95,56% keberhasilan penerapan program-progam Corporate Social Responsibility di indonesia karena program-program tersebut dimasukkan dalam strategi perusahaan. Bahkan 51,11% perusahaan menempatkan program CSR mereka untuk program jangka panjang juga 26,67% untuk jangka pendek dan jangka panjang dan 17,78% untuk jangka pendek. ss