Anda di halaman 1dari 39

Tes PAULI

Pertemuan 6-9

Pengantar

Diciptakan oleh Richard Pauli yang mengembangkan gagasan Kraeplin. Pauli melakukan perubahan yang mendasar, ia membalikkan cara mengerjakan tes nya, bukan lagi dari bawah ke atas, melainkan dari atas ke bawah.

Pengantar
Pauli juga menentukan waktu 3 menit sebagai satuan waktu terkecil dan rentang waktu pengerjaan tes Pauli adalah 60 menit. Tes Pauli mengukur sikap kerja seseorang, tidak ada hubungannya dengan inteligensi dan tidak dapat dipakai untuk melihat tindakan seseorang, karena tindakan masih ditentukan oleh motivasi, suatu aspek yang tidak terukur dalam tes Pauli.
3

Konsep Kepribadian menurut Pauli

Pauli memiliki konsep mengenai kepribadian, dimana kepribadian mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : a) Bisa belajar / dilatih b) Bisa terangsang / tergerakkan / tertarik c) Bisa jenuh

Konsep Kepribadian menurut Pauli


Selain itu, Pauli berpendapat bahwa orang bisa mencapai sesuatu dengan melakukan kegiatan-kegiatan atau denganbekerja. Selanjutnya, Pauli berasumsi bahwa kita bisa melihat proses-proses kejiwaan melalui cara orang bekerja. Menurut Pauli, untuk menghitung 5 atau 6 angka sebenarnya hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 0,1 detik

Konsep Kepribadian menurut Pauli


Jadi seharusnya dalam 1 detik, orang bisa menghasilkan 10 angka, 1 menit 600 angka (10 angka x 60 detik) dan 1 jam dapat menjumlahkan36000 (60 menit x 600 angka) Tapi pada kenyataannya, di dalam satu jam, individu tidak mendapatkan hasil seperti yang diungkapkannya secara teoretis tadi (36000 angka).
6

Dasar Pemikiran Pembuatan Konstruksi Tes Pauli


Tingkah laku merupakan produk dari person dan environment B = f (P,E) Proses yg terjadi dalam pengerjaan tes Pauli :

Lanjutan .

Dari proses tsb dapat diketahui kepribadian kerja seseorang Performance mrpkn hasil dari motivasi dan kemampuan Motivasi mempuanyai komponen niat dan kemauan, sedangkan kemauan mengandung unsur sikap dan situasi saat itu

Lanjutan .

Niat Motivasi Sikap Kemauan Kemampuan Situasi

Performance

Lanjutan .
Hal-hal yang mencerminkan kepribadian dalam tes Pauli tercermin dari taraf keseluruhan, yaitu menyangkut jumlah dan bentuk grafik. Jumlah menunjukkan prestasi, yaitu kemampuan kerja, daya tahan, dan kesediaan kerja

10

Lanjutan .
Jumlah menyangkut aspek-aspek : jumlah keseluruhan, jumlah salah, dan jumlah dibetulkan Sedangkan bentuk grafik memperlihatkan kualitas kerja seseorang Bentuk grafik ini menyangkut aspek-aspek : simpangan, tanjakan, tempat puncak, hasil awal, dan penurunan pertama.
11

Makna Setiap Aspek


1) 2) 3) 4) 5) 6) Jumlah keseluruhan : sumber daya Salah dan dibetulkan : ketelitian, konsentrasi, ketahanan kerja Penyimpangan : pengendalian suasana hati dan emosi Tempat puncak : pengerahan energi Tanjakan : usaha untuk maju Titik terendah/penurunan awal : (syaratnya terjadi pada kuadran I dan harus lebih dari 5 satuan), penyesuaian diri terhadap tugas 7) Hasil awal : taraf kesiagaan

12

Administrasi Tes Pauli

Peralatan yang harus disiapkan 1) Selembar kertas yang berisi angka-angka yang tersusun dalam 80 lajur (setiap lajur terdiri dari 51 angka satuan), dicetak bolak-balik 2) Sebuah meja yang rata permukaannya 3) Sebuah alat tulis (lebih baik yang permukaannya tidak licin) 4) Selembar grafik untuk mencatat hasil

13

Administrasi Tes Pauli


Waktu Pelaksanaan Kalau dilakukan dalam suatu rangkaian tes, Pauli diletakkan paling akhir. Dalam konsisi lelah (karena dengan demikian kita bisa mengukur sikap kerja orang dalam keadaan lelah/dibawah tekanan Tempat Pelaksanaan Meja kerja subjek harus bersih dari benda apapun,s elain alat tulisnya (jika subjek akan menggunakan pensil, siapkan dua buah)

14

Administrasi Tes Pauli


Instruksi Instruksi diberikan dengan menuliskan sembarang angka di papan tulis sebagai contoh. Kemudian instruktur menginformasikan bahwa setiap kali instruktur mengatakan garis!, maka subjek harus membuat garis ( _____ ) dibawah jumlah angka terakhir pada saat kata garis tersebut diucapkan. Perintah membuat garis ini dilakukan setiap 3 menit.

15

Bila subjek ingin mengubah angka, perintahkan subjek untuk mencoret pada angka yang salah dan letakkan angka yang benar disampingnya. Pastikan agar semua subjek memahami instruksi yang Anda berikan.

16

Hal-hal yang harus tercakup dalam instruksi antara lain adalah :

1) Setiap angka yang berdekatan harus dijumlahkan, hasil penjumlahan angka satuan saja (misal hasil penjumlahan adalah 10, cukup ditulis angka 0, hasilnya 13 tulis angka 3 saja, dst) 2) Penjumlahan dilakukan terus-menerus dari atas ke bawah 3) Setelah selesai satu lajur, pindah ke lajur berikutnya 4) Setiap lajur berdiri sendiri 5) Pada waktu-waktu tertentu (setiap 3 menit) akan terdengar aba-aba garis dari instruktur

17

Hal-hal yang harus tercakup dalam instruksi antara lain adalah :

6) Kalau mendengar aba-aba itu subjek harus membubuhkan tanda garis di bawah angka terakhir yang saat itu dijumlahkan 7) Setelah membubuhkan tanda garis, subjek langsung meneruskan pekerjaannya, tanpa menunggu instruksi lagi dan tanpa melewati satu angkapun

18

8) Kalau salah, diperbaiki dengan mencoret angka/hasil yang dianggap salah. Kemudian angka/hasil yang dianggap benar diletakkan di samping angka yang salah 9) Kalau satu lajur terlewat, tidak perlu dihiraukan, lanjtkan saja pada lajur berikutnya (supaya tidak mengacaukan pencatatan) 10) Cara membalikkan kertas istimewa (untuk memudahkan cara pengerjaannya)

19

Hal-hal yang harus diperhatikan oleh Instruktur / Pengawas

1) Pada kurun waktu pertama, instruktur dan pengawas harus keliling untuk memastikan bahwa setiap subjek mengerjakan tes dengan benar. Kalau ada subjek yang melakukan kesalahan, segera perbaiki. 1) Selama tes berlangsung, instruktur harus melakukan observasi. Bila ada subjek yang bisa menyelesaikan lebih dari satu lembar tes ini, instruktur harus segera memberikan tambahannya tanpa menunggu subjek tersebut meminta (usahakan subjek tidak membuang waktunya terlalu lama, waktu pindah dari kerta lama ke kertas baru)

20

3) Instruktur harus mencatat segala hal yang terjadi termasuk jika ia salah memberikan aba-aba garis (pada menit ke berapa). 4) Setelah waktu habis (60 menit) jangan langsung berhenti, tetaplah berikan aba-aba garis yang terakhir lalu biarkan subjek meneruskan pekerjaannya sebentar (kurang lebih 30 menit). Baru kemudian berikan aba-aba Letakkan alat tulisnya

21

Hal-hal yang harus diperhatikan oleh Instruktur / Pengawas

4) Dalam tes klasikal, mintalah subjek untuk melihat hasil tesnya (2 lipatan) dengan nama subjek menghadap ke depan, untuk yang lebih dari satu lembar, mintalah subjek untuk menuliskan namanya pada lembar yang baru dan menyelipkan lembaran kedua itu dalam lembaran pertama (jadi hanya ada satu hasil terlipat rapi dengan nama menghadap ke depan)

22

Skoring Pauli

Siapkan : lembaran grafik, alat tulis berwarna, kalkulator, dan penggaris


Dalam keadaan normal (jika instruktur tidak salah memberikan aba-aba garis tepat 20 garis @ 3 menit) maka yang pertama dilakukan adalah memberikan tanda berwarna (biasanya merah, supaya jelas). Pada 20 garis itu, pastikan ada 20 garis. Bila instruktur lupa memberikan aba-aba garis atau melewati waktu 3 menit pada menit tertentu, maka perlu diadakan garis perbaikan bagi semua peserta untuk menit tersebut. Caranya : hitunglah ada berapa angka dalam kurun waktu yang salah itu (X), lalu bagilah menjadi dua, bubuhkan garis baru pada titik (X : 2)

23

Skoring Pauli

Contoh : Misal anda melakukan kesalahan pada menit ke-15, maka lihatlah tanda garis pada mebit ke-14 dan tanda garis pada menit ke16, dalam jarak garis menit 14 dan 16 itu hitung ada berapa angka (katakan 150), maka garis 15 harus anda letakkan pada hitungan ke 150 : 2 = 75

24

Setelah memberi tanda garis dan sudah ada 20, hitunglah jumlah/hasil pekerjaan subjek anda, tulislah hasil tersebut di atas kertas dekat namanya dengan an gka yang mencolok (perhatikan kalau ada angka-angka yang terlewat, biasanya dibawah garis atau ada lajur kosong, maka jangan lupa mengurangi hasil pekerjaannya dengan yang kosong/terlewat itu dan jangan lupa tulis di lembar grafik kolom keterangan hal yang terlewati sebagai observasi.

25

Skoring Pauli

Hitunglah jumlah kesalahan dan jumlah yang dibetulkan : a) Untuk yang hasil pekerjaannya < 4000, lajur 13 sampai dengan 20 (karena kalau sudah sampai lajur ini, artinya individu sudah bekerja lebih kurang 12 menit, dianggap sudah dapat menyesuaikan diri/stabil. Sehingga kesalahan yang dibuatnya sudah mencerminkan kesalahan yang sebenarnya

26

b) Untuk yang hasil pekerjaannya > 4000, ditambah dengan lajur 39 sampai dengan 40, dan kemudian a dan b dibandingkan untuk mencari yang benar. Seharusnya b lebih banyak kesalahan karena sudah lelah, sehingga b lebih bisa dianggap bukan mencerminkan kesalahan yang sebenarnya (pada kasus-kasus tertentu, b lebih naik)

27

Skoring Pauli
c) Parit (lajur yang terlewat) dihitung sebgaai kesalahan d) Untuk memudahkan perhitungan salah, dibetulkan atau terlewat, berikan tanda dengan warna merah yang berbeda, X untuk salah, 0 untuk dibetulkan, dan untuk yang terlewat e) Tuliskan jumlah salah dan dibetulkan (yang terlewat termasuk salah), dibagian atas kertas dekat nama/identitas

28

Skoring Pauli
Masukkan hasil pekerjaan individu ke dalam grafik, per kurun waktu yang telah disediakan. Perhatikan tanda-tanda garis kurun waktu yang sudah ada. Caranya :

a) Garis kedua setiap kolom hanya untuk lima puluh dan kelipatannya (100, 150, 200, dst)

29

b) Hitunglah berapa jumlah/hasil yang diperoleh individu

pada kurun waktu pertama, masukkan kelipatan 50-nya pada kolom kedua dan sisanya (yaitu jumlah angka sampai dengan tanda garis pada kurun waktu pertama) dimasukkan dalam kolom ke tiga c) Hitunglah jumlah kolom ke dua dan ke tiga. Tulislah pada kolom ke empat. Jumlah ini merupakan hasil individu dalam kurun waktu pertama

30

Skoring Pauli
d) Tuliskah jumlah angka sisa dibawah tanda garis pada kurun waktu pertama sampai pada batas lajur itu pada kolom 1 lajur berikutnya. Masukkan kelipatan 50 pada kolom ke dua dan sisanya (jumlah angka sampai tanda garis pada kurun waktu ke dua) pada kolom ke tiga. Jumlahkan hasil pada kolom satu, dua, dan tiga, tulislah hasil penjumlahan ini pada kolom ke empat. Jumlah ini merupakan hasil individu dalam kurun waktu ke dua.

d) Demikian seterusnya sampai dengan kurun waktu terakhir

31

Skoring Pauli

Berikan tanda untuk jumlah angka tertinggi dan tanda untuk jumlah angka terendah Buatlah titik awal grafik dengan memperhatikan angka tertinggi dan angka terendah, grafik hanya dapat memuat 100 titik, Karena itu perlu ditetapkan berapa titik 0 grafik (biasanya kelipatan 50, tetapi bisa juga tidak).

32

Berilah titik grafik dalam setiap kurun waktu sesuai dengan hasil/jumlah yang diperoleh individu, sambunglah titik-titik itu dengan menggunakan warna dasar (hitam atau bitu), maka grafik satu telah terbentuk

33

Skoring Pauli
Buatlah grafik kedua dengan menggunakan pensil (tipis), caranya L hubungkanlah titik grafik I yang memotong garis tipis diantara titik kurun waktu satu dan titik kurun waktu II (sebagai titik I grafik dua di kuadran waktu I = 15 menit pertama). Hubungkanlah ke dua titik, maka grafik kedua terbentuk untuk kuadran waktu I. Buatlah grafik kedua untuk kuadran waktu ke II, III, dank e IV dengan cara yang sama. Grafik dua ini terpisah-pisah pada setiap kuadrannya.

34

Skoring Pauli
Grafik ke dua yang tipis pada setiap kuadran akan memotong garis tebal pada grafik yang di bawahnya diberikan tanda ! (garis tebal ini terletak di tengah-tengah setiap kuadran), perpotongan ini (ada 5) merupakan titik-titik untuk grafik ke tiga yang merupakan grafik sikap kerja utama individu. Grafik ke tiga ini dibuat mencolok, biasanya dengan warna merah. Hitunglah hasil rata-rata yang diperoleh individu (X), kemudian berilah tanda yang mencolok pada grafik yang menunjukkan tempat X ini terletak. Menghitung simpangan Rumus : 125N ---------%
35

Skoring Pauli
Hitunglah hasil rata-rata yang diperoleh individu (X), kemudian berilah tanda yang mencolok pada grafik yang menunjukkan tempat X ini terletak. Menghitung simpangan Rumus : 125N ---------% Keterangan : N : jml selisih antara titik grafik ketiga dg titik grafik ke satu dari kurun waktu III sampai dengan kurun waktu XVIII : jumlah seluruh hasil tes subjek

36

Skoring Pauli
Masukkan hasil tes subjek dalam kolom yang disediakan (diatas pada lembaran grafik), untuk memasukkannya lihat norma, kolom teratas menunjukkan hasil di atas rata-rata, kolom tengah menunjukkan ratarata, kolom bawah menunjukkna hasil dibawah rata-rata. Keterangan kolom pada lembaran grafik : Jumlah : jelas Salah dan dibetulkan : di lajur 13 s/d 20 : salah/dibetulkan --------------------- X 100% 400 di lajur 39 s/d 40 : salah / dibetulkan
37

Skoring Pauli
Tinggi Titik puncak Hasil awal Penurunan awal Rerata : hasil tertinggi () hasil terendah () : kurun waktu yang menunjukkan titik : hasil pada kurun waktu pertama (Ha) : Ha hasil terendah () : jumlah kerja -----------------20

38

Terima kasih

39