Anda di halaman 1dari 1

JENIS -JENIS DEMAM Demam berdasarkan penyebabnya: 1.

Demam infeksi Demam infeksi adalah demam yang disebabkan karena adanya infeksi, yaitu masuknya kuman, bakteri, virus atau binatang kecil lainnya ke dalam tubuh. Beberapa peny akit yang dapat menyebabkan infeksi dan akhirnya mengakibatkan demam pada anak b alita antara lain: Tetanus; Mumps atau parotitis epidemic, Morbili atau Measles atau Rubella, Demam Berdarah, TBC, Batuk Rejan. 2. Demam non-infeksi Demam non-infeksi adalah demam yang bukan disebabkan oleh masuknya bibit penyaki t ke dalam tubuh. Demam ini timbul karena adanya kelainan pada tubuh yang dibawa sejak lahir, dan tidak ditangani dengan baik. Contoh: demam karena penyakit ber at seperti leukimia atau kanker darah, tumor, atau adanya penyakit autoimun sese orang seperti rematik, lupus, dan lain-lain. 3. Demam fisiologis Demam fisiologis adalah demam yang bukan disebabkan oleh infeksi virus dan bakte ri, juga bukan disebabkan hal-hal yang sifatnya turunan. Demam fisiologis sepert i kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain. D emam jenis ini yang tidak memerlukan pengobatan, dan umumnya jarang melebihi 38C. Demam berdasarkan perubahan suhunya: 1. Demam Septik: Pada tipe demam septik, suhu badan berangsur naik ketingka t yang tinggi sekali pada malam hari dan turun kembali ke tingkat di atas normal pada pagi hari. Sering disertai keluhan menggigil dan berkeringat. Bila demam y ang tinggi tersebut turun ketingkat yang normal dinamakan juga demam hektik. 2. Demam Remiten: Pada tipe demam remiten, suhu badan dapat turun setiap ha ri tetapi tidak pernah mencapai suhu badan normal. Perbedaan suhu yang mungkin t ercatat dapat mencapai dua derajat dan tidak sebesar perbedaan suhu yang dicatat pada demam septik. 3. Demam Intermiten: Pada tipe damam intermiten, suhu badan turun ke tingka t yang normal selama beberapa jam dalam satu hari. Bila demam seperti ini terjad i setiap dua hari sekali disebut tersiana dan bila terjadi dua hari bebas demam diantara dua serangan demam disebut kuartana. 4. Demam Kontinyu: Pada tipe demam kontinyu variasi suhu sepanjang hari tid ak berbeda lebih dari satu derajat. Pada tingkat demam yang terus menerus tinggi sekali disebut hiperpireksia. 5. Demam Siklik: Pada tipe demam siklik terjadi kenaikan suhu badan selama beberapa hari yang diikuti oleh periode bebas demam untuk beberapa hari yang kem udian diikuti oleh kenaikan suhu seperti semula.