Anda di halaman 1dari 4

a.

SEKILAS LUMUT DAN PAKU Untuk membahas tentang metagenesis kita gunakan lumut dan paku karena memiliki dua cara dalam bereproduksi , namunsebelum itu mari kita mengenal paku dan lumut untuk mempermudah mempelajarinya
1.

Hingga saat ini tumbuhan nonvaskuler (lumut daun dan lumut hati dan antocerros ) dikelompokkan bersama dalam satu divisi tunggal. Divisio itu adalah Bryophyta yang berasal dari bahasa Yunani Brion yang berarti lumut

2.

3. 4. 5. 6.

Gamet Bryophta berkembang di dalam gametangia. Gametangium jantan dikenal dengan Anteredium, menghasilkan sperma berflagella. Gametangium betina disebut dengan Arkogonium yang menghasilkan sel telur. Sel telur tersebut dibuahi di dalam arkegonium yang kemudian terbentuk zygot didalamnya

7.

Zygote kemudian membelah secara mitosis terus menerus membentuk Embryo yang kemudian menjadi badan yang menggelembung yang disebut Sporogonium

8.

Walaupun dengan embrio yang terlindungi, bryophta tidak sepenuhnya tidak memerlukan air , tetap haris ada air namun tidak perlu habitat perairan , cuku[ ditempat lembab saja cukup ( Hygrophyt_.

9. 10.

Tumbuhan Bryophyta memerlukan air untuk bereproduksi. Bryophta tidak memiliki jaringan yang diperkuat oleh lignin, yang diperlukan untuk menyokong tumbuhan tinggi seperti tumbuhan di daratan.

11. 12. 13.

Meskipun Bryopyhta dapat merentang secara horizontal sebagai hamparan lumut, Bryophta selalu memiliki profil yang rendah. Sebagian besar tingginya hanya 1 - 2 cm. Pada umumnya lumut mempunyai warna yang benar-benar hijau (ever gteen)

14.

Warna hijau itu karena Lumut mempunyai sel-sel dengan plastida yang menghasilkan klorofil a dan b,

15.

Sehingga lumut bisa melakukan Fotosintesis , dengan demikian lumut bersifat Autotrof.

16.

Bryophyta tumbuh di darat dan di tempat-tempat seperti: tanah, bebatuan, gambut, kulit pohon, dan kondisi ekstrem yang lain sehingga Lumut digologkan organisme Kosmopoltan .

17. 18. 19.

Lumut pada batangnya belum terdapat berkas pengangkut xylem dan floem Maka kemudian dikelompokkan dalam tumbuhan Non Tracheophyta . Tumbuhan lumut mempunyai pergiliran keturunan atau generasi antara sporofit dan gametofit

20.

Generasi Gametofit adalah Generasi yang menghasilkan sel kelamin Gemerasi itu terdapat pada Tubuhnya sendiri , terletak pada ujung batangnya , sehingga Tumbuhan lumut tidak dijumpai spora pada daunnya

21.

Generasi Sporofit adalah menghasalailkan spora sporogoniumnya .

, [ada lumut pada bagian

22.

Jadi bentuk gametofitnya berupa tumbuhan lumut , dan sporofitnya adalah Sporogoniumnya yang akan menghasilkan spora yang di dalamnya terdapat sporangium.

23.

Bryophyta berkembang biak dengan spora dan telah menunjukkan pergantian keturunan yang nyata.

24.

Gametofit berupa tumbuhan lumutnya., Sporofit berupa sporogonium atau kapsul spora yang terdapat pada gametofit dan sporofit yang belum terpisah.

25.

Dari spora tidak lalu terjadi tumbuhan lumut, melainkan protonema dulu yang kemudian baru menjadi lumut.

26.

Berdasarkan struktur tubuhnya, Tumbuhan Lumut telah berkormus.(batang akar dan daunnya sudah bisa dibedakan)

27.

Lebih tepatnya lumut merupakan peralihan antara tumbuhan bertalus dengan tumbuhan berkormus.

b. ADAPTASI LUMUT DAN PAKU Lumut melakukan adaptasi yang memungkinkan untuk tumbuh di tanah yaitu,
1.

Pertama tumbuhnya diselubungi oleh kutikula lilin yang menolong tubuhnya menyimpan air.

2.

Kedua, gamet-gametnya berkembang dalam metangia, sebagai akibatnya zigot hasil vertilisasinya berkembang didalam jaket pelindung.

3.

Oleh karena lumut belum memiliki jaringan pengangkut, maka air masuk ke tubuh lumut secara imbibisi.

4.

Setelah air masuk ke tubuh lumut, kemudian didistribusikan ke bagian-bagian tumbuhan secara Osmose dengan gaya kapilaritas maupun aliran sitoplasma.

5.

Sistem pengangkutan air seperti itu menyebabkan lumut hanya dapat hidup di rawa dan tempat-tempat teduh.

6.

Lumut tidak pernah berukuran tinggi dan besar, kebanyakan hanya 1-2 cm, dan seringkali besarnya kurang dari 20cm.

c. SEKILAS PAKU
1.

Paku-pakuan merupakan golongan tumbuhan yang benar-benar telah berkormus (mempunyai akar, batang dan daun).

2. 3.

Paku-pakuan merupakan kelompok tumbuhan berpembuluh yang paling sederhana. Kurang lebih 550 juta tahun yang lalu (zaman karbon) hutan paku raksasa mendominasi permukaan bumi.

4.

Semua anggota divisi paku-pakuan memiliki 4 struktur penting yang tidak terdapat pada ganggang tingkat tinggi dan terkompleks sekalipun, yaitu

5. 6. 7. 8.

lapisan pelindung sel (jaket steril) yang terdapat di sekeliling organ reproduksi, embrio multiseluler. Yang terdapat dalam arkegonia, kutikula pada bagian luar membungkus epidermis sistem transfor internal yang mengangkut air dan zat makanan dari dalam tanah, sistem ini sama baiknya seperti pengorganisasian transfor air dan zat makanan pada tumbuhan tingkat tinggi.

d. PERSAMAAN TUMBUHAN LUMUT DAN PAKU 1. Sama-sama melakukan fotosintesis. 2. Sama-sama melakukan reproduksi generatif dan vegetatif. 3. Daur hidup mengalami pergiliran keturunan. 4. Sporofit merupakan keturunan generatif. 5. Berkembangbiak dengan spora. 6. Sama-sama memiliki klorofil. 7. Sama-sama menyukai habitat yang lembab. 8. Kebanyakan tinggal di daerah tropis

Anda mungkin juga menyukai