Anda di halaman 1dari 22

LOGO

Aspek Hukum Perusahaan Multinasional

Mata Kuliah Pengantar Hukum Bisnis

JAKARTA- Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) selama 2011 mencapai Rp251,3 triliun, naik 20,5% dibanding sebelumnya Rp208,5 triliun. Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2011 realisasi PMA mencapai Rp175,3 triliun, naik 18,45 persen dibanding realisasi PMA 2010 sebesar Rp148,0 triliun. Sedangkan PMDN mencapai Rp76 triliun, tumbuh 25,61% dibanding realisasi PMDN 2010 sebesar Rp60,5 triliun. Secara keseluruhan total investasi sebesar Rp251,3 triliun pada 2011 itu, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya sebesar Rp240 triliun.

Berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi PMDN, terbesar pada industri tanaman pangan dan perkebunan senilai Rp9,4 triliun, disusul industri kertas, barang dan kertas dan percetakan (Rp9,3 triliun). Kemudian listrik dan air (Rp9,1 triliun), transportsi, gudang dan telekomunikasi (Rp8,1 triliun), dan industri makanan (Rp8 triliun).

Sedangkan PMA berdasarkan sektor, terbesar adalah transportasi, gudang dan telekomunikasi (3,8 miliar dolar AS), pertambangan (3,6 miliar dolar AS), listrik, gas dan air (1,9 miliar dolar), industri logam, barang logam, mesin dan elektronik (1,8 miliar dolar AS), industri kimia dasar, barang kimia dan farmasi (1,5 miliar dolar AS).
Selama tahun 2011, DKI Jakarta masih merupakan tujuan investasi PMA terbesar dengan nilai 4,8 miliar dolar AS, disusul Jawa Barat 3,8 miliar dolar AS, Banten 2,2 miliar dolar AS, Papua 1,3 miliar dolar AS, dan Jawa Timur 1,3 miliar dolar AS. Dari sisi negara asal investor, Singapura merupakan yang tertinggi senilai 5,1 miliar dolar AS, Amerika Serikat 1,5 miliar dolar AS, Belanda 1,4 miliar dolar AS, dan Korea Selatan 1,2 miliar dolar AS. Adapun penyerapan tenaga kerja Indonesia selama 2011 mencapai 404.039 orang terdiri atas 137.217 orang bekerja pada proyek PMDN, dan 266,822 orang pada proyek PMA.(ant/hrb)

Pengertian MNCs/MNE
Sebuah perusahaan yang berbasis di satu negara (disebut negara induk) dan memiliki kegiatan produksi dan pemasaran di satu atau lebih negara asing (negara tuan rumah) -W.F. Schoell et.al. (1993) Perusahaan multinasional menurut S.C. Certo (1997) adalah sebuah perusahaan yang memiliki operasi yang signifikan pada lebih dari satu negara

Karakteristik MNCs
Membentuk afiliasi di luar negeri Visi dan strategi mendunia (global) Kecenderungan memilih jenis kegiatan bisnis tertentu,umumnya manufakturing Menempatkan afiliasi di negara-negara maju

Keuntungan MNCs
Basis pajak yang lebih besar Meningkatnya jumlah tempat (kesempatan) kerja Alih teknologi Ekspansi modal Diperkenalkannya jenis industri khusus Pengembangan sumber daya lokal

Keuntungan Umum MNCs


Pertumbuhan Penghasilan Pembelajaran Pembangunan

Keluhan Tuan Rumah atas MNCs Mencari laba yang berlebihan Mendominasi perekonomian setempat Hanya mempekerjakan tenaga lokal yang sangat berbakat Gagal melakukan alih teknologi yang maju Melakukan intervensi terhadap pemerintah Kurang membantu perkembangan perusahaan domestik Kurang menghormati adat, hukum dan kebutuhan setempat Keluhan MNCs terhadapTuan Rumah Pembatasan laba Harga sumber daya lebih mahal Pembatasan devisa Peraturan yang bersifat eksploitatif Kegagalan memenuhi kewajiban kontrak

PBB melalui UNTC (United Nations Code of Conduct on Transnasional Corporation) secara global mengatur kode etik sbb :
1. Definisi, Luas Lingkup & Aplikasi Berlaku kepada semua sektor (public & private sector) Berlaku bagi parent company dan afiliasinya Istilah transnational company berlaku terhadap semua lembaga(entity) 2. Kegiatan Perusahaan Multinasional Menghormati kedaulatan negara setempat, kultur, hak asasi Menaati policy & prioritas serta tujuan ekonomi & pembangunan Tidak mengenal rezim rasialis Tidak mencampuri urusan dalam negri host country Tidak melakukan korupsi, perusakan lingkungan Transfer teknologi & Disclosure of information, dll

2 Ajaran dalam menentukan Nasionalitas PMN : 1. Ajaran Inkorporasi, Ajaran ini memandang negara tempat perusahaan didirikan merupakan nasionalitas perusahaan tersebut (common law) Ajaran Siege Reel, Negara tempat dipusatkannya kebijakan umum perusahaan itu di buat (Head quarters) merupakan Nasionalitas perusahaan tersebut (civil Law)

2.

Top 10 Perusahaan Terbesar Dunia Majalah Fortune 2011

Kriteria terbesar dilihat dari sales revenue (pendapatan) yang dicapai pada tahun 2011 dalam rupiah. 1. Royal Dutch Shell -> revenue 4.300 trilyun 2. Exxon Mobil > 4.050 T 3. Wal-Mart Store > 4.000 T 4. British Petroleum -> 3.400 T 5. Sinopec Oil Group -> 3.300 T 6. China National Petroleum > 3.100 T 7. State Grid (PLN China) -> 2.300 T 8. Chevron (dulu Caltex) > 2.200 T 9. ConocoPhillips -> 2.130 T 10. Toyota Motor > 2.100 T

Top 10 Perusahaan Terbaik Dunia Majalah Forbes 2011

Berikut 10 besar perusahaan publik terbaik dunia yang dirilis Forbes : 1. Exxon Mobil dengan keuntungan 41,1 miliar dollar AS 2. JP Morgan Chase dengan keuntungan 19 miliar dollar AS 3. General Electric dengan keuntungan 14,2 miliar dollar AS 4. Royal Dutch Shell dengan keuntungan 30,9 miliar dollar AS 5. ICBC dengan keuntungan 25,1 miliar dollar AS 6. HSBC Holdings dengan keuntungan 16,2 miliar dollar AS 7. PetroChina dengan keuntungan 20,6 miliar dollar AS 8. Berkshire Hathaway dengan keuntungan 10,3 miliar dollar AS 9. Wells Fargo dengan keuntungan 15,9 miliar dollar AS 10. Petrobras-Petroleo Brasil dengan keuntungan 20,1 miliar dollar AS

LOGO

Anti Monopoli & Persaingan tidak sehat

Mata Kuliah Pengantar Hukum Bisnis

IKLIM USAHA (SEBELUM UU NO 5 TH 1999 DAN SEKARANG . ?)


STRUKTUR DAN PERILAKU PASAR CENDERUNG ANTI KOMPETITIF, HANYA MENGHASILKAN PENGUSAHA BESAR KARENA KEMUDAHAN DAN PERSEKONGKOKOLAN. INDIKASI: PENGUASAAN PASAR OLEH SEGELINTIR PENGUSAHA, PRAKTEK2 MONOPOLI, KARTEL MELALUI ASOSIASI BISNIS TTT, PERATURAN DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH YG MEMIHAK, KOLUSI ANTARA BADAN2 PEMERINTAH DGN KALANGAN PENGUSAHA TTT DALAM PENYEDIAAN KEBUTUHAN PEMERINTAH MELALUI TENDER SECARA SEPIHAK DLL.

REAKSI ATAS KONDISI TERSEBUT:


SECARA SECARA POLITIS : SOSIOLOGIS : MUNCUL DARI KRITIKAN, TULISAN, DESAKAN HASIL PENELITIAN INTERNASIONAL THDP KEBIJAKAN EKONOMI DAN PERDAGANGAN PEMERINTAH.

Pelaku usaha (UU No.5 Tahun 1999) :


Setiap orang perseorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan usaha dalam wilayah hukum NKRI, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian, menyelenggarakan kegiatan usaha dalam bidang ekonomi.

Monopoli (UU No.5 Tahun 1999) :


Suatu bentuk penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau penggunaan jasa tertentu oleh suatu pelaku atau suatu kelompok pelaku usaha.
Akibat yang ditimbulkan : - Persaingan usaha tidak sehat , mematikan usaha kecil menengah - Merugikan kepentingan umum, harga yang tak terkendali/lepas dari mekanisme pasar

KEGIATAN YANG DILARANG (UU NO 5 TAHUN 1999)


A. B. C. Monopoli , penguasaan atas produksi dan atau pemasaran & jasa Monopsoni , menguasai pasokan atau menjadi pembeli tunggal Penguasaan Pasar, menolak/menghalangi kegiatan usaha lainnya,menghalangi konsumen, membatasi peredaran, dan diskriminasi Persekongkolan, mengatur proses tender, mencuri informasi rahasia perusahaan lain, menghambat produksi dan pemasaran. Posisi Dominan , tidak mempunyai pesaing / posisi tertinggi diantara pesaing lainnya dengan cara-cara yang melanggar hukum Jabatan Rangkap , direksi dan komisaris pada perusahaan lain yang pasarnya berhubungan Pemilikan Saham , pada perusahaan lain yang pasarnya berhubungan Penggabungan, Peleburan, dan Pengambilalihan

D. E.

F. G. H.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Diatur dalam pasal 1 angka 18,30 dan pasal 31 UU No.5 Tahun 1999 Komisi yang dibentuk untuk mengawasi pelaku usaha agar tidak melakukan praktik monopoli/persaingan usaha tidak sehat Merupakan lembaga independen yang bertugas mengawasi pelaksanaan UU no 5 th 1999 dan bertanggung jawab kepada Presiden Jumlah anggota 7 orang Diangkat dan diberhentikan oleh Presiden dengan persetujuan DPR Masa Jabatan 5 tahun

Sanksi terhadap pelanggaran UU berupa : Administratif Penetapan pembatalan perjanjian Pidana pokok Pidana tambahan

1.

2. 3. 4.

5.
6.

Tugas dan Wewenang Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Melakukan penilaian terhadap perjanjian yg dapat mengakibatkan terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat Melakukan penilaian terhadap kegiatan usaha dan atau tindakan pelaku usaha Melakukan penilaian thd ada tidaknya penyalahgunaan posisi dominan Memberikan saran dan pertimbangan terhadap kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat Menyususn pedoman dan atau publikasi yang berkaitan dengan UU ini Memberikan laporan secara berkala atas hasil kerja komisi kepada presiden dan DPR

LOGO

www.themegallery.com