Anda di halaman 1dari 2

Bahasa Tubuh

Vertigo
ewaktu berjalan-jalan di mal, tanpa sengaja Tanto menjatuhkan tiket parkir. Saat memungutnya, tiba-tiba dia merasakan sekelilingnya berputar hebat. Tanto pun kalang kabut berusaha mencari pegangan. Pakaiannya basah kuyup dengan keringat dan rasa mual yang hebat menyerangnya sehingga dia memuntahkan makanan yang baru dimakannya tadi siang. Kejadian seperti yang digambarkan di atas dinamakan vertigo, dan mungkin Anda atau kenalan Anda pernah mengalaminya. Secara medis, vertigo didefinisikan sebagai sensasi atau ilusi pergerakan (baik sirkuler maupun linier) dari tubuh atau lingkungan, yang dapat disertai gejala telinga berdenging, mual/muntah, dan keringat dingin. Penyakit ini

Selama ini mungkin Anda pernah mendengar kata vertigo. Tapi, pahamkah Anda apa itu vertigo? Bagaimana bisa terjadi? Dan, bagaimana menanganinya? Dr. I. I Husein Barnedh, Sp.S,* menjawabnya.

Si Pengguncang Tubuh
disebabkan adanya kelainan di alat keseimbangan, serabut saraf keseimbangan, dan bagian dari otak, yaitu batang otak dan otak kecil. Vertigo merupakan penyakit yang umum, angka kejadian penyakit ini mencapai 5-10 persen dari populasi. Vertigo Perifer dan Vertigo Sentral Secara garis besar, vertigo dibagi menjadi vertigo yang disebabkan oleh kelainan di luar otak (vertigo perifer) dan yang disebabkan kelainan di otak (vertigo sentral). Vertigo perifer antara lain disebabkan oleh Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV). BPPV merupakan jenis vertigo yang paling sering dijumpai. Gejalanya adalah vertigo yang timbul tiba-tiba, dan perubahan posisi kepala memperburuk gejala vertigonya. Vertigo jenis ini umumnya hanya berlangsung sebentar dan berangsur-angsur menghilang dan tidak menyebabkan gangguan pendengaran maupun kelainan saraf. Meskipun demikian, vertigo ini dapat berulang kali kambuh sehingga sangat menganggu penderitanya. Vertigo perifer juga dapat disebabkan peradangan saraf keseimbangan (neuritis vestibularis atau labyrinthitis). Vertigo ini sering timbul setelah terkena infeksi virus berupa

48

Bahasa Tubuh
pilek, demam, atau sakit tenggorokan. Gejalanya mirip dengan BPPV, tetapi berlangsung lebih lama (berhari-hari atau berminggu-minggu) dan lebih berat serta dapat disertai gangguan pendengaran. Selain itu, vertigo perifer dapat disebabkan oleh trauma/benturan di kepala, penyakit Menierre, dan beberapa obat maupun bahan kimia seperti alkohol, antibiotika tertentu (golongan aminoglikosida, kina), dan kemoterapi. Vertigo sentral atau vertigo yang disebabkan kelainan di otak, penyebab yang umum adalah stroke. Stroke adalah gangguan saraf yang timbul mendadak, disebabkan adanya kelainan pembuluh darah di otak, baik karena penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah otak. Stroke dapat menyebabkan vertigo bila menyerang otak kecil atau batang otak. Serangan vertigo karena stroke biasanya sangat mendadak, menyebabkan gangguan pendengaran disertai kelainan saraf yang lain, seperti gangguan keseimbangan (jalan menjadi sempoyongan), kesemutan/baal sekitar bibir, penglihatan ganda, gangguan bicara, atau gangguan menelan. Bila yang terjadi stroke karena pecahnya pembuluh darah otak biasanya timbul nyeri kepala yang disertai muntah dan kesadaran yang menurun. Vertigo yang disebabkan stroke merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat menyebabkan cacat permanen dan kematian. Vertigo sentral juga dapat disebabkan tumor otak dan penyebaran dari kanker (di luar otak) ke batang

Vertigo jadi serius bila disertai gangguan pendengaran, nyeri kepala yang hebat, atau gangguan saraf.

otak dan otak kecil. Benturan yang cukup keras di kepala juga bisa menyebabkan perdarahan di otak kecil dan menyebabkan vertigo. Jangan Panik Saat Vertigo datang Vertigo menjadi penyakit yang serius bila disertai gangguan pendengaran, nyeri kepala yang hebat, atau gangguan saraf seperti yang disebut di atas. Vertigo juga membuat aktivitas penderita terganggu karena pergerakan atau perubahan posisi kepala yang memicu vertigo, dengan gejala yang menyertainya (mual/muntah, keringat dingin, dan sebagainya). Vertigo juga bisa berefek lebih ringan, seperti perasaan melayang, goyang, atau seperti gempa bumi. Vertigo jenis ini sering menyertai penderita tension headache (nyeri kepala tipe tegang) dan gangguan refraksi mata. Bila nyeri kepala dan gangguan mata diobati, vertigo akan berkurang. Jika Anda mengalami vertigo, jangan panik. Hal yang paling mudah yang dapat Anda lakukan adalah tutup mata dan cari tempat untuk berbaring bila memungkinkan. Amati, bila Anda menoleh ke arah mana vertigo tersebut timbul, kemudian coba memaksa kepala menoleh ke arah tersebut berkalikali sampai vertigonya hilang. Bila usaha Anda tidak berhasil, segera hubungi dokter saraf terdekat.

* Dr. I. I Husein Barnedh, Sp.S, dokter spesialis saraf RS Puri Indah

49