Anda di halaman 1dari 8

SUPLEMEN ZAT BESI DAN VIT.

A
BY KELOMPOK II

Sulpemen Zat Besi


Pengertian suplemen zat besi adalah senyawa obat yang mengandung unsur dengan komposisi FE yaitu kadar zat besi yang dapat di fungsikan untuk menambah zat besi dalam sel darah merah yang berkurang.

Pada masa kehamilan akan terjadi hemodilusi yaitu pengenceran volume darah akibat cairan plasma selama hamil. Sehingga jumlah hemoglobin darah pada ibu hamil menurun tetapi keadaan ini tidak mempengaruhi keadaan ibu dan harus di tunjang dengan pemberian suplemen zat besibaik selama kehamilan maupun masa nifas.

KOMPONEN ZAT BESI


Seng absorbsi seng di hambat dengan masuknya zat besi dan asam folat dalam jumlah besar. Wanita yang memakan suplemen zat besi dan asam folat, harus mengkonsumsi makanan yang kaya seng setiap hari vegetarian sangat cocok. Asam folat masukan asam folat yang di anjurkan meningkat dari 180 ug pada wanita yang tidak hamil menjadi 400 ug pada kehamilan hal ini diperlukan baik untuk produksisel darah merah ibu maupun sintesis DNA pada janin dan pertumbuhan plasenta.

Vitamin A Vit. A adalah bagian yang bernilai penting dari makanan kita, kita mendapatkan semua vit. A yang di butuhkan dari pola makanan yang seimbang . Dosis kapsul vit.A untuk ibu nifas adalah 200.000 IU. Pemberian kapsul pertama segera setelah melahirkan dan kapsul kedua dengan selang waktu minimal 24jam tidak lebih dari 6 mgg setelah melahirkan.

PEMBERIAN KAPSUL VIT. A PADA IBU NIFAS


Apa itu masa nifas? masa nifas yaiti masa setelah melahirkan selama 6 mggsetelah kelahiran. Apa manfaat kapsul vit. A untuk ibu nifas? a. Meningkatkan kandungan vit. A dalam air susu ibu ( ASI ) b. Bayi lebih kebal dan jarang kena penyakit karena infeksi. c. Kesehatan ibu cepat pulih setelah melahirkan.

Apa itu vit.A ? vit. A merupakan salah satu zat gizi penting yang larut dalam lemak dan disimpan dalam hati, tidak dapat di buat oleh tubuh, sehingga harus di penuhi dari luar ( esensial ), berfungsi untuk penglihatan, pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.