Anda di halaman 1dari 13

SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI S E S I 1 Pembicara I Prof.

Isnawati Rais Pemberian ASI dalam Pandangan Islam anak adalah buah hati yang didambakan setiap pasangan. Memiliki anak yang sehat dan tumbuh optimal merupakan tujuan orang tua dimanapun.Masa bayi antara 0-24 bulan merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.Karena itu masa ini merupakan kesempatan yang baik bagi orang tua untuk mencapai hal tersebut yaitu melalui pola makan yang baik.Banyak orang yang tidak mau menyusui karena tidak ingin / takut kecantikannya hialng (geuk), tetapi justru dengan tidak menyusui dapat menyebabkan kanker payudara pada ibu. Tujuan syariat Islam - Memelihara / melindungi agama - Memelihara / melindungi jiwa - Memelihara / melindungi akal - Memelihara / melindungi keturunan - Memelihara / melindungi harta Memelihara / melindungi jiwa Dengan memberikan ASI sistem imun anak akan kuat dan menurunkan jumlah kematian anak Memelihara / melindungi akal Kecerdasan anak yang menyusu dengan ASI, terbukti 6 digit lebih tinggi dari anak yang meminum susu formula Memelihara / melindungi harta Hanya bermodal dengan ibu memakan sayur, nasi dan bahan makanan lain yang lazim di makan sehari-harinya ibu sudah dapat menghasilkan ASI dengan komposisi yang sesuai kebutuhan bayi. Berbeda dengan ibu yang memberikan susu fomula kepada bayi-nya, makin lengkap kandungan di dalam susu formula maka makin mahal harga yang ditawarkan belum lagi ibu harus membeli berbgai peralatan yang mendukung pemberian susu formula. Anjuran pemberian ASI dalam Al-Quran - QS. Al-Baqarah ayat 233 Tidak hanya ibu kandung yang boleh menyusui, komponen susu ibu sangat cocok sampai bayi berusia 2 tahun - QS. Lukman ayat 14 Penekanan / penegasan untuk menyusui hingga bayi berusia 2 tahun - QS. Al-Ahqaf ayat 15 Menjelaskan bahwa menyusui selama 30 bulan, masa menyusui selama 24 bulan dengan kehamilan sekurang-kurangnya 6 bulan dan ini menjadikan jarak antar anak selama 42 bulan, maka dapat di katakana ASI sebagai kontrasepsi yang alami. - QS. At-Talaq ayat 6 Menjelaskan yang berhak memberikan ASI o Ibu kandung

2 SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI o Wanita lain, jika ibu tidak dapat menyusui maka dilakukan pengalihan kepada orang lain, dengan syarat Rupawan Bau wangi Memakan makanan yang baik-baik Tinggal di lingkungan yang baik-baik Hal ini dilakukan karena susu akan menjadi sesuati di dalam tubuh si anak, wajah ibu akan membentuk kepribadian si anak. Wanita non-muslim Boleh, dengan syarat tidak memakan / meminum yang diharamkan oleh islam

Kandungan ASI Kandungan ASI setiap ibu berbeda, sesuai dengan kebutuhan sang anak, teknologi tidak akan pernah bisa menyamai ASI yang merupakan ciptaan Allah. Menyusui: Hak anak atau kewajiban ibu? (pendapat para ulama) SUNNAH bagi seorang ibu menyusui anaknya, kecuali dalam kondisi tertentu seperti jika anak tersebut tidak mau menyusu kepada selain ibu kandungnya atau suaminya tidak mampu untuk membayar biaya penyusuan anaknya, atau dia mampu namun tidak ada orang yang mau menyusui anaknya. Dalam kondisi pengecualian tersebut maka hokum menyusui anak adalah WAJIB. (Jamhur Ulama) Menyusui dan Puasa Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah (yaitu) memberi makan seorang miskin. (QS. Al-Baqarah ayat 184) Wanita yang hamil atau menyusui bila ia khawatir akan diri dan janinya diperbolehkan berbuka (puasa), kemudian ia wajib memberi makan orang miskin (fidyah) setiap harinya, dan ia tidak wajib mengqada puasanya. (Imam Ahmad, Ibnu Abbas dan Ibnu Umar) Jika seorang wanita hamil dan menyusui khawatir akan janinnya bila ia berpuasa, maka ia boleh berbuka dengan mengqada di hari lain dan disamping itu juga wajib memberi makan orang miskin. Tapi jika khawatir akan dirinya sendiri tidak kuat berpuasa karena hamil dan menyusui. Maka ia cukup mengqada saja tanpa harus memberi makan orang miskin. (Syaikh Shalil bin Fauzan)

SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI Pembicara II Dr. Asti Praborini, SpA. IBCLC ASI Dalam Standard Emas Makanan ASI - pada tahun 1867 seorang ahli gizi bernama Nestle membuat susu formula bayi yang berasal dari susu sapi. - Pada tahun 1918 kematian bayi yang diberi PASI melalui botol tujuh kali lebih tinggi dari bayi yang mengkonsumsi ASI - 1939 seorang dokter anak dari Australia mengatakan setiap orang yan memberi susu formula kepada bayi adalah seorang pembunuh - 1970 Nestle adalah pembuhun bayi Rekomendasi WHO - IMD (Inisiasi Menyusu Dini) - ASI eksklusif sampai usia 6 bulan - MPASI mulai pada usia 6 bulan - Pemberian ASI dilanjutkan sampai bayi berusia 2 tahun - Setelah bayi dilahirkan harus langsung disusui dengan ASI Saat ASI dihisap oleh bayi, maka akan mengecilkan rahin ibu, ASI adalah sesuatu yang hidup, berbeda dengan susu formula yang sudah menjadi arang. Diawal kelahiran ukuran lambung bayi hanya sebesar bola kelerang dan telus membesar sesuai dengan pertumbuhan dan kebutuhan bayi.Anak yang meminum ASI jauh lebih pandai dalam mengatur emosi, karena di dalam ASI terdapat serotonin. Berbeda dengan anak yang meminum susu formula yang mengandung Mn dan dapat menurunkan serotonin. Botol bayi yang beredar di pasaran kebanyakan berbahan dari plastic bernomol 7 yang jelas jika dipanaskan akan menimbulkan racun dan nantinya akan bercampur dengan susu bayi dan terminum oleh bayi. Dengan memberikan susu emnggunakan botol dapat menyebabkan bayi tidak dapat menyusu dengan benar pada putting susu ibu, ini dapat diatasi dengan pengobatan skintoskin.

4 SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI Pembicara III Ayu Anggraeni Diyah P, SKM, MPH Peraturan dan Kebijakan Seputar ASI 10 Langkah menuju kesuksesan menyusui (10 LMKM) 1. menetapkan kebijakan peningkatan pemberian ASI secara rutin dokomunikasikan kepada semua petugas 2. melakukan pelatihan bagi petugas untuk menerappkan kebijakan tersebut 3. memberikan penjelasan kepada ibu hamil tentang menfaat menyusui dan tata laksana dumulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir hingga bayi berusia 2 tahun 4. membantu ibu mulai menyusi bayinya dalam 60 menit menit setelah melahirkan di ruang bersalin 5. membantu ibu untuk memehami cara menyusi yang benar dan cara mempertahankan meyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis 6. tidak memberikan makan atau minum apapun selain ASI kepada bayi baru lahir 7. melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi selama 24 jam 8. membantu ibu menyusui semau bayi semau ibu, tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi menyusui 9. tidak memberikan dot atau empeng kepada bayi yang diberi ASI 10. mengupayakan terbentuknya kelompok pendukung ASI di masyarakt dan merujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari rumah sakit. Faktor lain yang mendukung suksesnya pemberian ASI - Dukungan suami, keluarga dan masyarakat. Dengan memberikan pengetahuan yang memadai mengenai manfaat dan cara yang benar dalam pemberian ASI - Dukungan Fasilitas kesehatan Dukungan yang dimaksud adalah memberikan fasilitas pelayanan kesehatan, pelayanan kehamilan, IMD, rawat gabung, tidak menyediakan susu formula dan dot, tidak memberikan makanan dan minumam selain ASI. Selain itu dukungan konseling menyusui membantu ibu untuk dapat menyusui ayinya, pelatihan petugas kesehatan dan mendorong pembentukan kelompok pendukung ASI. - Dukungan kebijakan Yang diperlukan untuk pemberian ASI diantaranya pengawasan promosi dan peredaran susu formula, penyadiaan tempat di public arean dan tempat kerja serta memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para pekerja untuk menyusui. Pasal-pasal tentang ASI dalam undang-undang No. 36 Tahun 2009 pasal 128 (1) setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu eksklusif sejak dilahirkan selama 6 bulan, kecuali atas indikasi medis (2) selama pemberian air susu, pihak keluarga, pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat harus mendukung ibu bayi secara penuh dengan penyediaan waktu dan fasilitas khusus (3) penyediaan fasilitas khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diakan di temoat kerja dan tempat sarana umum

SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI Pasal 129 (1) pemerintah bertanggung jawab menetapkan kebijakan dalam rangka menjamin hak bayi untuk mendapatkan ASI secara eksklusif (2) ketentuan lebih lanjut sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan pemerintah

6 SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI S E S I 2 Pembicara I dr. Wiyarni Pambudi, SpA. IBCLC Keajaiban ASI kandungan nilai gizi dalam ASI sangatlah berbeda pada setiap pasangan ibu dan bayi, bahkan pada seorang ibu yang memiliki bayi kembar sekalipun ibu dapat menghasilkan ASI dengan komposisi yang berbeda untuk kedua anak kembarnya tersebut. Menyusui merupakan ibadahnya para kaum ibu, jika ibu tidak dapat memberikan ASI maka dapat disusui oleh wanita lain selama wanita tersebut mengkonsumsi makanan yang tidak melanggar syariat islam. Tidak aka nada susu formula yang dapat menandingi ASI, bahkan bila otak dua orang professor disatukan sekalipun tidak akan pernah bisa untuk membuat susu formula yang sebanding dengan ASI. Tidak hanya bayi yang membutuhkan ASI, bahkan sang ibu perlu untuk menyusui. Colostrum adalah susu yang dikeluarkan oleh ibu diawal-awal saat melahirkan, colostrum ini sangat berbeda dan memiliki komposisi yang special, karena mengandung protein yang sangat tinggi yang akan digunakan oleh bayi untuk membuat saluran cernanya berfungsi dengan sempurna, untuk bayi yang tidak pernah mendapatkan colostrum maka bayi tersebut telah kehilangan kesempatan untuk menjadikan saluran cernanya menjadi berfungsi dengan sempurna. Di dalam colostrum terdapat NaCl dengan jumlah rendah serta laktosa yang rendah hal ini berhubungan dengan fungsi ginjal bayi yang belum dapat bekerja dengan sempurna, sehingga ginjal tidak terbebani dengan beban yang berat. Akan berbeda dengan bayi baru lahir yang langsung diberikan susu formula hingga ber-usia 6 bulandengan komposisi yang sama setiap saatnya membuat ginjal tidak dapat mematangkan fungsinya. Setelah foremilk (ASI yang keluar di awal) keluar beberapa saat kemudian akan keluar hindmilk. Pada saat pertama kali yang dirasakan bayi adalah lapar dan haus di dalam foremilk terdapat banyak air dan karbohidrat, setelah rasa haus dan lapar ini hilang maka hindmilk yang banyak mengandung lemak akan keluar, lemak ini akan di pakai bayi untuk membuat jaringan otot dan otak sehingga bayi harus dibiarkan menyusu pada ibu sampai bayi puas, maka otot dan otal bayi akan berkembang dengan baik. Komposisi ASI dapat berubah sesuai dengan kebutuhan bayi, misalnya pada saat bayi sakit ASI yang dihasilkan oleh ibu akan mengandung lebih banyak antibodi, demikian juga pada saat ibu sakit, ibu akan menghasilkan ASI dengan komposisi yang banyak terdapat antibody ini akan melindungi / menambah kekebalan tubuh bayi sehingga bayi tidak sakit/tertular penyakit. ASI adalah cairan hidup sehingga tidak dapat digantikan oleh susu formula. Di dalam cairan hidup terdapat enzim yang tidak mungkin terdapat pada susu formula. Di dalam cairan hidup terdapat sel-sel yang hidup seperti hormone, antobodi dan enzim yang tidak mungkin terdapat pada produk susu buatan apa lagi yang dalam prosesnya susu formula dikeringkan sehingga mengurangi kandungan nutrisi. Komposisi lemak, karbohidrat dan protein yang terdapat di dalam ASI tidak akan dapat ditandingi dengan apa yang ada di dalam susu formula. Misalnya lemak, lemak kaya akan kolestrol di dalam ASI merupakan lemak yang dapat teradopsi seluruhnya, yang akan dibuat untuk menjadi selubung saraf, jika

SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI selubung saraf itu tidak terbungkus dengan baik akan menyebabkan anak memiliki daya tangkap yang lemah. Protein yang terdapat di dalam ASI merupakan protein whey, tetapi pada susu hewan yang digunakan sebagai bahan baku susu formula mengandung lebih banyak kasein dan protein kasein yang terdapat dalam susu hewan lebih sulit untuk dicerna di dalam tubuh bayi.Protein merupakan zat proteksi (perlindungan) dan menjadikan vitamin-vitamin dan mineral-mineral dapat terserap jauh lebih baik bila di bandingkan dengan penyerapan yang didampingi oleh protein yang terdapat pada susu hewan yang diformulasi untuk bayi. Pada beberapa penelitian bayi-bayi ASI eksklusif memiliki kemampuan kognitif yang jauh lebih baik dibanding dengan bayi yang tidak mendapatkan ASI eksklusif. Tidak mungkin ada susu formula yang di dalamnya terdapat enzim yang dapat membantu pencernaan nutrisi dalam tubuh bayi. Selain itu terdapat hormone di dalam ASI yaitu hormone tiroid yang berguna untuk memacu pertumbuhan, bila kekurangan hormone ini maka bayi akan tumbuh dengan tubuh yang kerdil (pendek) dengan tingkat kecerdasan yang rendah. Rasa ASI berfariasi tergantung dengan jenis makanan yang dimakan ibu dan ini dapat membantu bayi lebih cepat menyesuaikan diri saat diberi makanan yang biasa dikonsumsi orang dewasa ketika sudah terlepas dari masa ASI eksklusif. Berbeda dengan susu formula yang selalu memiliki rasa yang sama akan menyebabkan bayi sulit untuk menyesuaikan didi ketika mengkonsumsi makanan pengganti ASI ketika masa ASI eksklusif telah selai. Kemudian dari segi biaya, bayi ASI akan lebih hemat. Lain dengan bayi susu formula, ibu harus membeli susu formula, botol susu, dot / empeng, gas untuk memanaskan air susu / untuk merebus botol susu, belum lagi biaya yang harus dikeluarkan ketika si anak sering sakit karena diberikan susu formula. Keuntungan untuk bayi yang diberi ASI dapat terlihat dari ujung kepala hingga ujung kaki.Kepala, berbagai penelitian telah membuktikan bahwa IQ anak ASI akan lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang mengkonsumsi susu formula. Mata, penglihatan anak ASI jauh lebih bagus karena di dalam ASI terdapat pula komponen yang dapat membuat penglihatan menjadi bagus, fortifikasi berbagai zat nutrisi ke dalam susu formula tidak akan dapat menyami kandungan yang terdapat pada AS. Telinga, pendengaran bayi ASI jauh lebih bagus dan gigi jauh lebih bagus pula. ASI akan menghindari bayi dari pembengkakan tonsil, menurunkan resiko obesitas, penyakit astma, penyakit jantung dan resiko penyakit metabolit lain. Kemudian demikian pula pada sistem pencernaan, akan menekan kejadian diare, kemudian menurunkan resiko alergi makanan pada bayi. Frekuensi BAB dan BAK per-hari akan berkurang. Menurunkan risiko kangker pada bayi ASI dapat ditekan. Imunitas bayi ASI akan lebih tinggi. Susu yang diberikan kepada bayi mempengaruhi kondisi kesehatan seorang bayi pada saat dia dewasa, ternyata bayi ASI akan cendrung lebih memilih makanan sehat. Manfaat ASI untuk ibu antara lain adalah menurunkan berat badan, menghilangkan diabetes gestasional (mengembalikan kadar gula darah), menurunkan risiko kanker payudara pada ibu.

8 SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI Mengapa inisisasi menyusu dini? - penelitian pada 10.947 bayi lahir antara juli dan juni 2004 - pada bayi yang disusui dalam 1 jam pertama kematian neonatal 22% lebih kecil disbanding kelompok bayi inisisasi menyusui pada lebih dari 1 jam - kemungkinan kematian meningkat secara bermaksa setiap hari pemulaan menyusu ditangguhkan Manfaat ASI Bagi bayi: - mudah dicerna dan diserap - mengandung enzim pencernaan (maka sering merasa lapar) - mengandung zat penangkal penyakit seperti: o makrofag o limfosit o immunoglobulin o laktoferin o factor bifidus yang berfungsi membunuh kuman - mengoptimalkan perkembangan - meningkatkan hubungan ibu dan bayi - menjadi orang yang percaya diri - mengurangi kemungkinan berbagai penyakit kronik dikemudian hari misalnya: o diabetes mellitus o penyakit jantungpenyakit keganasan Areas of knowledge - manfaat ASI - risiko (risk of artificial feeding) - mechanism of lactase dan mengisap - bagaimana membantu ibu mengawali dan mempertahankan menyusui - bagaimana mengatasi kesulitan - kebijakan dan pelayanan RS - merubah sikap negative yang menyebabkan hambatan - bagaimana menilai menyusui

SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI Pembicara II Nia Umar, S. sos, IBCLC ASI Sebagai Harapan dan Tantangan Dalam mendukung ibu dan bayi menyusui di perlukan dukungan yg sangat menyeluruh (ayah, nenek, kakak) dalam pola asuh kakak memiliki peran misalnya pada saat ibu sedang menyusui (mengasuh adik) maka sang ayah dapat menemani si kakak dan sebaliknya. Dalam menyusui di butuhkan kerja sama team dalam keluarga. Dalam kegiatan menyusui sepasang ibu dan bayi membutuhkan dukungan orangorang terdekat mereka tapi itu saja tidak cukup ternyata dibutuhkan dukungandukungan lain. Komunitas social Komunitas social memiliki peranan besar, misalnya tetangga, posyandu, dan pemuka agama.Diharapkan pemuka-pemuka agama di Indonesia dapat memasukan materi tentang menyusui dalam dakwahnya karena menyusui termasuk ke dalam ibadah (ibadah seorang perempuan). Pelayanan masyarakat dan tenaga kerja Seperti Tenaga kesehatan, rumah sakit, sekolah dan perusahaan memegang peran penting dalam upaya preventif utamanya pada kalangan tenaga kesehatan. Pemerintah Pemerintah membuat peraturan-peraturan yang melindungi kegiatan menyusui.Seorang ibu menyusui membutuhkan bantuan banyak orang bahkan butuh dukungan dari Negara. Faktor ibu Pemahaman ibu yang tidak menyeluruh tentang menyusui karena kurangnya sosialisasi. Seringkali para ibu termakan oleh mitos (jangan menyusui karena ASI basi) atau karena takut akan merusak penampilan. Tidak mendapat dukungan dari keluarga (kurangnya pengetahuan tentang menyusui dari keluarga). Promosi PASI yang cendrung dapat mempengaruhi ibu dan akhirnya ibu akan memberikan PASI kepada bayi ketimbang memberikan ASI Faktor bayi Bayi terpisah dari ibu sehingga insting menyusu pada bayi tidak terlatih.Ternyata bayi yang baru lahir telah dibekali oleh Allah insting untuk bertahan hidup dengan mencari sumber kehidupannya yaitu dengan menyusu pada ibunya.tetapi sayangnya banyak bayi yang dipisahkan dari ibu-nya setelah lahir dengan memasukkan bayi ke dalam incubator. Bayi yang lahir dengan kelainan anatomy tubuhnya namun ini dapat diatasi dengan bantuan para ahli kesehatan agar bayi dapat tetap menyusu pada ibu-nya. Bayi diberi makanan selain ASI karena kurangnya pengetahuan si bayi diberi makanan tambahan selain ASI karena takut ASI yang diberikan kurang, tetapi justru ini akan menghambat proses menyusui bayi, ketika bayi disaat awal kelahiran yang seharusnya di susui oleh ibu tetapi di susui menggunakan botol tidak akan mau lagi menyusu pada ibu-nya karena ketika bayi menyusu pada botol bayi dapat dengan mudah mendapatkan susu tanpa harus memompa terlebih dahulu menggunakan mulutnya seperti pada payudara ibu.

10 SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI

Dukungan pasangan Dengan adanya dukungan pasangan akan meningkatkan hormone oksitosin pada ibu yang memudahkan ibu dalam menyusui bayi. Karena hormone oksitosin akan mmebantu dalam memudahkan keluarnya ASI di payudara. Tetapi jika pasangan tidak menyukai aktifitas menyusui maka akan membuat turunnya hormone oksitosin dan menyulitkan keluarnya ASI. Pasangan tidak mengetahui manfaat dari menyusui. Pasangan tidak menjalankan peran dalam proses menyusui antara ibu dan bayi. Peran pasangan sesungguhnya sangat mempengaruhi perkembangan psikologis anak dan menentukan kondisi psikologis pada bayi. Memandang urusan rumah tangga adalah urusan perempuan. Dukungan keluarga Peranan mertua, membuat sebagian ibu merasa sangat berat karena perbedaan generasi membuat perbedaan dalam pola asuh.Mereka cendrung merasa lebih tahu karena pengalaman mereka.Dan menganggap perbedaan pola asuh sebagai penolakan pada diri mertua. Dukungan masyarakat Butuh tokoh masyarakat untuk melakukan sosialisasi seperti AIMI. Pelayanan di fasilitas kesehatan Yang sering terlupakan adalah memisahkan ruangan rawat antara ibu dan anak, memberikan terter susu formula kepada ibu yang menyebabkan ibu terpengaruh untuk memberikannya kepada bayi.

SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI Pembicara III Mia Sutanto, SH, LLM Sukses Menyusui Perlu Kebersamaan Bayi manusia diciptakan untuk menyusu dari ibunya dan ibu manusia diciptakan untuk menyusui bayi-nya, setiap detik komposisi ASI selalu berubah sesuai kebutuhan bayi berbeda dengan susu formula. Jika ingin anak dapat meraih potensi paling baik dan tumbuh kembang secara optimal maka berikan standar menyusui yaitu: - IMD - ASI eksklusif dari lahir hingga 6 bulan - Makanan pendamping ASI yang merupakan makanan keluarga - ASI diberikan hingga usia 2 tahun atau lebih (WHO) Kebersamaan pasangan Seorang pasangan (suami) dapat melakukan kebersamaan tentang menyusui dimulai dari masa kehamilan, kunjungan/periksa kehamilan dan pada saat itu juga pasangan diharuskan memiliki pengetahuan tentang menyusui.Angka keberhalisan menyusui dengan ASI dipengaruhi oleh kebersamaan pasangan penelitian menunjukkan pada kelompok yang mendapat kebersamaan pasangan dalam menyusui mencapai angka keberhasilan hampir 100%. Peran ayah yang diharapkan - ayah harus belajar mengenai pengetahuan tentang menyusui sejak masa kehamilan - ayah harus mendukung ibu untuk menyusui - ayah harus menghargai usaha istri untuk menyusui bayi - memuji/menyenangkan istri agar dapat meningkatkan hormone oksitosin pada ibu dan memudahkan proses menyusui bayi Dukungan lingkungan - rekan kerja - lingkungan keluarga - tetangga - pendidikan bayi harus dibiasakan mengkonsumsi ASI agar ketika dewasa akan membawa kebiasaan itu kepada keturunannya dan tidak menggunakan formula. Bahkan anak balita harus diperkenalkan bahwa pemberian ASI merupakan sesuatu yang lazim dan normal. Dukungan keluarga Dukungan keluarga sangat penting untuk memberikan motovasi, pembentukan psikologis maupun persiapan nutrisi selama berlangsungnya aktifitas menyusui. Keluarga juga berperan dalam memberikan dukungan emosional , informasi, dan memberikan penilaian.

12 SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI Kebersamaan ditempat kerja Seluruh tempat kerja wajib memberikan fasilitas untuk mendukung aktifitas pemberian ASI eksklusif dengan melakukan tiga hal yaitu: - memiliki kebijakan tertulis mengenai aktifitas pemberian ASI - memberikan kesempatan kepada karyawan wanita untuk menyusui lebih dari sekali sehari selain pada jam istirahat - menyediakan ruang menyusui yang layak (tertutup, terdapat wastafel, sofa dan lemari es / cooler box) Dukungan sesama ibu menyusui Dengan mendapatakan dukungan sesama ibu menyusui, ibu akan menyusui bayi dengan waktu yang lebih lama. Dukungan itu diantaranya, yaitu: - dukungan emosional - bertukar informasi 10 Langkah Menuju Kesuksesan Menyusui (10 LMKM) (1) menetapkan kebijakan peningkatan pemberian ASI secara rutin dokomunikasikan kepada semua petugas (2) melakukan pelatihan bagi petugas untuk menerappkan kebijakan tersebut (3) memberikan penjelasan kepada ibu hamil tentang menfaat menyusui dan tata laksana dumulai sejak masa kehamilan, masa bayi lahir hingga bayi berusia 2 tahun (4) membantu ibu mulai menyusi bayinya dalam 60 menit menit setelah melahirkan di ruang bersalin (5) membantu ibu untuk memehami cara menyusi yang benar dan cara mempertahankan meyusui meski ibu dipisah dari bayi atas indikasi medis (6) tidak memberikan makan atau minum apapun selain ASI kepada bayi baru lahir (7) melaksanakan rawat gabung dengan mengupayakan ibu bersama bayi selama 24 jam (8) membantu ibu menyusui semau bayi semau ibu, tanpa pembatasan terhadap lama dan frekuensi menyusui (9) tidak memberikan dot atau empeng kepada bayi yang diberi ASI (10) mengupayakan terbentuknya kelompok pendukung ASI di masyarakt dan merujuk ibu kepada kelompok tersebut ketika pulang dari rumah sakit. Dukungan tenaga kesehatan Adanya tenaga kesehatan yang pro-aksi

SEMINAR SEHARI, 23 OKTOBER 2012 TEMA PEDULI ASI PEDULI GENERASI Pembicara IV Rachmad Hidayat Peran Ayah Dalam Keberhasilan ASI Peran ayah mulai dari seks hingga melahirkan tidak dapat putus karena menentukan kualitas matarantai berikutnya, maka itu peran ayah secara naruliah men is like a natural manager; born to be a leader. Ayah memiliki peran dalam menanamkan sifat adaptasi, belajar, sportif dan having fun pada bayi. Bayi harus mendapatkan sisi feminim ibu dan sisi maskulin ayah hal ini dapat tercapai dengan beberapa cara yaitu: - membantu terciptanya suasana menyusui yang positif untuk bayi dan ibu - menjadi partner terbaik istri sepanjang proses menyusui - bonding dengan si bayi - melakukan kontribusi, seperti menggendong, menyendawahkan, menyanyikan dan sebagainya Keuntungan? Menjadi lebih hemat, membangun relasi dan emosi baik itu pada bayi, ibu maupun pada diri ayah itu sendiri. Seharusnya para ayah saling membantu untuk belajar agar menambah kasih sayang kepada istri dan bayi.