1

= BIO DATA =
Nama Tempat/Tgl Lahir Jabatan Alamat Kantor Bidang Studi Alamat Rumah Telp / HP Email
PENGALAMAN KERJA

: Ir. Abdul Hamid, M.Si : Tabing/ 10 Nopember 1965 : Widyaiswara Madya : Jl. Raya Indarung – Pdg. Besi : Administrasi Publik : Komplek Perumdam III/4 Blok K/8 Padang : 0751-463615 / 081535214448 : hamid.abdulwi@yahoo.co.id

Pendidikan terakhir : Strata II STIA – LAN Bandung

2

ICE BREAKING

kucoba-coba melamar gadis.• Kucoba-coba melempar manggis. Reff. cucak rowo dowo buntute. iki piye. mangis kulempar mangga kudapat. iki piye. gadis kulamar janda kudapat • Jamane-jamane jaman edan wong tuwo rabi perawan prawane yeng bengi nangis wae mergo wedi hih karo manuke • Iki piye. …………… . buntute sing akeh wulune. wong tuwo rabi perawan. yen digoyang ser-ser aduh penake. prawane yeng bengi nagis wae amargo wedi karo manuke • Manuke-manuke cucak-rowo.

17 1 2 3 4 5 6 7 8 9 17 17 .

.

C. Kepemerintahan Yg Baik Permasalahan Dan Upaya Mewujudkan Kepemerintahan Yg Baik 8 . Konsepsi Kepemerintahan Yg Baik Prinsip-prinsip Kepemerintahan Yg Baik Penerapan Prinsip-prinsip Kepemerintahan Yg Baik D. E. B.MENU PEMBELAJARAN “KEPEMERINTAHAN YANG BAIK” (GOOD GOVERNANCE) A.

TULISKAN HARAPANHARAPAN ANDA TERHADAP MATERI INI 9 .

B. Menjelaskan konsepsi kepemerintahan yg baik Menjelaskan prinsip-prinsip kepemerintahan yg baik Menjelaskan Penerapan prinsip-prinsip kepemerintahan yg baik Menjelaskan Contoh-contoh penerapan prinsip-prinsip E.KOMPETENSI DASAR Setelah mengikuti pembe lajaran ini peserta Diharap kan mampu memahami Kepemerintahan yang baik INDIKATOR KEBERHASILAN A. F. Menjelaskan Kepemerintahan yg baik Menjelaskan Permasalahan dan upaya mewujudkan kepemerintahan yg baik 10 . C. D.

POSISI PEMBELAJARAN ANDRAGOGI FASILITATOR P E S E R T A P E S E R T A PESERTA 11 .

Kontras. pembangunan dan pelayanan publik Saat ini telah banyak berkembang organisasi non pemerintahan seperti LSM MTI. Walhi dan YLKI dsb .PENDAHULUAN Sejarah Administrasi Publik di Indonesia mengalami pergeseran dari peranan sektor publik ke arah peranan sektor swasta dan masyarakat Pola interaksi dan kolaborasi pemerintah dan swasta maupun masyarakat yang sering disebut kemitraan Pola pengelolaan program diarahkan untuk mencari bentuk atau format-format baru dlm penyelenggaraan pemerintahan. ICW.

Dibangun dan dilayani . Pemerintah dg masyarakat : 1. leg. Ada dua buah tantangan yang harus dihadapi dlm hub. berarti mengurangi kemampuan dan kapasitas kinerja pemerintah pada bidang yang lain  pemerintah secara sadar telah mulai melakukan serangkaian kebijakan untk mengalihkan beban tsb ke swasta dan masyarakat. Dimana setiap penambahan beban tugas penyelenggaraan pemerintahan. Upaya untuk menangani apa yang harus diatur. pelayanan publik oleh perangkat negara (Eks. Bagaimana melakukan perubahan dlm cara2 pengelolaan jalannya pemerintahan. yud) mengalami berbagai kendala dan keterbatasan.Kapasitas penyelenggaraan pemerintahan. S Pemerintah berada pada batas kapasitas optimalnya. M. pembangunan.  kolaborasi P. Yan publik 2.

S.Muncul pemikiran baru mengarah kepada perubahan pola penyelenggara an pemerintahan yaitu dari pola tradisional/konvensional menjadi polapola baru penyelenggaraan . memiliki relevansi yang signifikan. Pemerintahan yg melibatkan kolabarasi P. . Rule of low 3. Transparancy 2. Akuntabel Reformasi pemerintahan di Indonesia. Karakteristik utama kepemerintahan yang baik : 1.M. . meningkatkan keberdayaan partisipasi masyarakat serta pencegahan dan pemberantasan KKN.dikenal dg pergeseran paradigma dari Government  Governance. khususnya mengembalikan kepercayaan masyarakat.

Proses demokratisasi politik pemerintah tidak hanya menuntut profesionalitas serta kemampuan aparatur dlm pelayanan publik tetapi jug menuntut terwujudnya kepemerintahan yang baik. merupakan salah salah satu kompetensi yg harus dimiliki oleh aparatur maka materi MEMBANGUN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK ditetapkan sebagai mata diklat . pelayanan publik dan pembangunan Arah kebijakan nasional dalam upaya membangun sistem penyelenggaraan negara yg sesuai dg prinsip dan karakteristik kepemerintahan yang baik. Melalui kegiatan admininstrasi pemerintahan. bersih bebas KKN Pemahaman konsepsi kepemerintahan yg baik beserta prinsip2 dan karakteristiknya sangat berguna bagi aparatur sbg acuan berinteraksi scr langsung dg masy.

 merebak pendalaman kapitalis dan rezim otoriter 16 . pembangunan berkiblat kebarat walaupun belum cocok dg di negara asiah. ekonomi dan kontrol kuat thd ruang politik dlm masy. regulasi politik.  implikasinya meningkatnya pengeluaran pemerintah utk yan publik  negara mrpkan kendaraan tangguh yang membawa perubahan TAHAP III ERA 1960 – 1970-an Dilakukan modernisasi pada negara dunia ke 3. afrika.TRANSFORMASI DARI GOVERNMENT KE GOVERNANCE TAHAP I ERA ABAD KE 20 Konsolidasi pemerintahan demokrasi di dunia barat TAHAP II PASCA PERANG DUNIA II Pemerintah high profil.

 Muncul istilah governance dan Good Governance pergeseren perspektif Government ke Governance. dominasi. kewenangan. Awalnya dimaknai sbg kinerja pemerintahan efektif (pengalaman yang buruk sebelumnya) 17 . Pemerintah dipandang sbg akar masalah krisis. Peranan swasta dan pasar kuat dan melemahnya peran pemerintah TAHAP V ERA 1990-an Government identik dg kekuasaan.TAHAP IV MEMASUKI DEKADE 1980-an Pada masa ini mulai terjadi krisis ekonomi dan finansial negara2 di dunia.

KENAPA KITA MELAKUKAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK 18 .

d. b. e.DILATAR BELAKANGI OLEH : : I. Thompson (dalam Imawan. XIX ABAB Adanya regulasi yang berlebihan (over regulation) sehingga menyebabkan “ekonomi biaya tinggi”. Tidak adanya aturan hukum yang jelas dan sikap pemerintah Negara Kepolisian yang tidak kondusif untuk pembangunan. Prioritas pembangunan yang tidak konsisten. dan Tidak adanya transparansi dalam pengambilan keputuasan. 2002:49) 19 . a. c. BAD GOVERNANCE Tidak adaya pemisahan yang jelas antara kekeyaan dan sumber milik rakyat dan milik pribadi.

b.1999 ttg Penyelenggaraan Negara Yang Bebas dan Bersih Dari KKN ------- UU No.28 Th. c.20 Th. Masyarakaat menuntut agar pem sungguh2 menanggulangi KKN UU No.a.2003 ttg Timtastipikor dsb. Agar GG menjadi kenyataan. Bergulirnya reformasi 1997/1998 dgn tuntutan demokrasi & transparansi penyelenggaraan pemerintahan menumbuhkan paradigma pemerintahan dari Bad Governance ke Good Governance.II. Konsep GG merupakan isu sentral yg paling menonjol sesuai pengaruh globalisasi. dibutuhkan komitmen & keterlibatan 1) Pemerintah 2) Swasta & 3) Masyarakat d. Ngamuk 20 .

2.TIGA FENOMENA GLOBAL YANG BERPENGARUH TERHADAP LAHIRNYA PARADIGMA GOOD GOVERNANCE. YAKNI. Negara 3. Gelombang ini mula-mula muncul di Korea Selatan dan beberapa negara di kawasan Amerika Latin. Terjadinya kehancuran secara sistematik berbagai dasar institusional bagi proses pengelolaan maupun distribusi sumber-sumber ekonomi pada sebagian besar masyarakat Dunia Ketiga. Munculnya fenomena “GELOMBANG KETIGA DEMOKRATISASI BERSKALA GLOBAL”. 21 . Program ini memiliki dan menganut asumsi dasar bahwa negara merupakan satu-satunya lembaga penghambat bagi proses terjadinya globalisasi ekonomi. Terakumulasinya kegagalan penyesuaian Kepolisian (STRUCTURAL struktural ABAB IMF ADJUSTMEN PROGRAM) yang diprakarsai olehXIX dan Bank Dunia. yang kemudian secara dahsyat menenggelamkan sistem politik birokratik otoriter pada dasawarsa 1980-an dan berlanjut terus hingga menyapu bersih sosialisme otoriter di Eropa Timur awal dasawarsa 1990-an. 1.

22 . Globalisasi ekonomi menghendaki diterapkannya prinsip-prinsip universal seperti pengelolaan yang baik (good governance). Pidato tertulis presiden di Gedung PBB tanggal 8 September 2000. (Tjokroamidjojo. dikatakan bahwa pembangunan kembali perekonomian untuk mencapai cita-cita kemerdekaan dilaksanakan dalam lingkup global yang terus berubah. mengelola lingkungan.Komitmen Negara RI melaksanakan GOOD GOVERNANCE disampaikan dalam dua pidato penting  Megawati Soekarno Putri 1. meningkatkan kesejahteraan. dan penegakkan HAM serta memperkuat lembaga-lembaga demokrasi. 2. rnenegaskan bahwa kami mendukung pemikiran good governance untuk menerapkan keadilan. penerapan dan perlindungan hak asasi manusia serta perlindungan dan pemeliharaan lingkungan hidup. Pidato presiden di Gedung MPR 16 Agustus 2000. 2000:98).

WORLD BANK Mensinonimkan “Good Governance dengan penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggungjawab yang sejalan dengan demokrasi dan pasar yang efesien. political governance. dan pencegahan korupsi. 23 . and administrative governance. menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal and political framework bagi tumbuhnya aktivitas kewirausahaan. menilai defenisi yang dikemukakan UNDP mengisyaratkan terdapat tiga jenis good governance. LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA (2000:5). yaitu economic governance. penghindaran salah alokasi dana investasi yang langka.

intermezo 24 .OSBORNE DAN GAEBLER Mendefenisikan governace sebagai proses dimana kita memecahkan masalah kita bersama dan memenuhi kebutuhan masyarakat MEUTIA GANI DAN RAHMAN mendefenisikan Governance sbg pengelolaan sumber daya ekonomi dan sosial yg melibatkan negara dan sektor non pemerintah dlm suatu usaha kolektif.

Pendekatan Sentralistik Pemerintahan orde baru  menimbulkan ketidakpuasan dari kalangan bangsa Indonesia 25 . Pemerintahan masa orde Baru hanya dikembangkan Pemerintah Yang Bersih (Clean Government) saja dan belum menyertakan partisipasi dan transparansi kepada masyarakat.I. 2. KONSEPSI KEPEMERINTAHAN YG BAIK 1.

Tuntutan Reformasi  1997/1998  UU 22 tahun 1999 (sekarang UU 32 Tahun 2004)  Pendekatan Desentralistik  perubahan struktural disegala bidang ditandai dengan : -Proses demokrasi yang semakin tumbuh -Pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat -Penegakan supremasi hukum dan pemberantasan KKN -Penghormatan HAM -Interaksi sosial. Proses perubahan terjadi  Kecenderungan Perkembangan Paradigma Pembangunan Dan Pemerintahan dalam Skala Global  Kepemerintahan yang baik (good governance) Nyanyi 26 . politik dan ekonomi antara pemerintah dan masyarakat.3. 4.

beraneka ragam tuntutannya. menguasai. bergesear dr sasaran warga negara ( government ) ---- kepemerintahan ( governance ).31) INTERAKSI SOSPOL 27 . mengurus. Governance : a. Memerintah. Karakter masyarakat kini : kompleks. mengelola ( Prof Bintoro Tjokroamidjojo.5. Proses interaksi sospol pemerintahan dgn masy dalam berbagai hal yg terkait dgn kepentingan masy & intervensi pem atas kepentingan2-kepentingan b. Terkait dgn hal tersebut peran pemerintah (terutama dlm negara berkembang) yang sangat dominan. Dasar-Dasar Good Governance. dinamis.

UNDP mengartikan kepemerintahan adalah pelaksanaan kewenangan / kekuasaan di bidang ekonomi. integritas. yi sistim implementasi kebijakan. 28 . sosial dalam masyarakat. UNDP mengklasifikasi 3 model kepemerintahan : 1) Economic governace. politik & administrasi utk mengelola berbagai urusan negara pada setiap tingkatan & mrpk instrumen kebijakan negara utk mendorong terciptanya kesejahteraan. yg meliputi proses pembuatan kpts ( decision making processes ) yg memfasilitasi keg ekon dlm neg & interaksi antar penyelengg ekonomi 2) Political governance.c. Berdasarkan pengertian tsb. yg meliputi proses pembuatan berbagai kpts utk merumuskan kebijakan 3) Administratif governance.

PEMNEG CIVIL MADA NI . MASY.SEIMBANG SWASTA/ .ANTI KKN .YAN PRIMA .TERINTEGRASI MASY.SALING KETERBISNIS GANTUNGAN SWASTA/ GOOD GOVERNANCE (GG) INDIKATOR GG: . EFEKTIF & PRODUKTIF BISNIS 3 KERJASAMA Ngamuk .GOOD GOVERNANCE MELIBATKAN BERBAGAI SEKTOR DAN INDIKATOR PEMNEG .EFISIEN.

MANA YANG ANDA PILIH ? 30 .

!!! INDIKATOR PEMERINTAH PEMERINTAHAN KEPEMERINTAHAN ? ? ? .Diskusikan….

Rendahnya efesiensi kelembagaan Kelembagaan yang tidak ideal  inefisiensi yg sangat mempengaruhi penyediaan fasilitas.Kelembagaan kurang responsif rendahnya Efektifitas dan efisiensi kelembagaan mk struktur perangkat daerah kurang mampu menciptakan respon yang optimal 32 . Kelembagaan . pembinaan pegawai serta kualitas pelayanan .KONDISI PELAKSANAAN GOOD GOVERNANCE SEKTOR PEMERINTAHAN 1.

waktu dan tenaga bila dikaitkan dg pelayanan  menimbulkan biaya tinggi. Prosedur kerja dan ketatalaksanaan . rendahnya daya saing .2. menjadi salah satu penyebab munculnya masalah transparansi SPM sdh dibuat tapi belum sepenuhnya sesuai dg harapan dan pengukuran Indeks Kepuasan Masy.Transparan perlu ditingkatkan keterbatasan melakukan sosialisasi dan publikasi.Partisipasi belum sepenuhnya terpenuhi masih memerlukan penyempurnaan dan menciptakan mekanisme yg > baik. Baru dpt dilaks.Rendahnya efesiensi Prosedur kerja yang memiliki celah kelemahan yang cukup besar  terjadinya inefisiensi biaya. shg ruang partisipsi akan terbuka lebih lebar . Utk bbrp unit pelayanan .Akuntabilitas administrative accountability masih rendah 33 .

kepedulian dan daya tanggap serta kesungguhan aparatur dlm pekerjaan masih belum sesuai dg harapan good governance . sinisme.  menimbulkan perasaan tidak enak kpd pengambil kpts .Pelakuan sama perlakuan sama menmbulkan fitnah. Aparatur Capaian kinerja. disiplin.3. responsif dan komitmen menyebabkan tidak tersedia informasi yang cukup utk setiap pengambil keputusan akibatnya sering kali setiap keputusan dianggap sbg keputusan pribadi.Komitmen keperpihakan Program dan kegiatan sesuai dengan kebutuhan masyarakat bukan keinginan 34 pemerintah . sikap dan prilaku. bernuansa kroni dan koncoisme dan praktek2 yg tidak sehat akibtnya orang2 berprestasi menjadi kehilangan gairah .Dianggap sebagai keputusan Pribadi ketiadaan instrumen utk pengukuran kinerja. semangat korps lemah  terbuka peluang utk memecah belah antara pimpinan dan bawahan .lemahnya semangat KORPS Meroroh kantong utk berurusan sesama pegawai.

4. 2.MASYARAKAT 1. Mentalitas kewirausahaan 2. Terjebak oleh kemudahan jalan pintas Pemaksaan kehendak Kecenderungan menghindari kewajiban Sulit mengharapkan partisipasi masyarakat DUNIA USAHA 1. Keterbatasan Kemampuan 35 . 3.

Efektivitas 8.1 Th. Supremasi hukum 9. Transparansi 4. Pelayanan prima 5. Provesionalisme 2.2000 MENETAPKAN PRINSIP-PRINSIP KEPEM’ERINTAHAN YG BAIK : 1.II. Akuntabilitas 3. Demokrasi 6. Diterima oleh publik Salah Pengertian ertian 36 . PP No. Efisiensi 7. PRINSIP-PRINSIP KEPEMERINTAHAN YG BAIK (GG) A.

B. UNDP ( 1997 ) MENGEMUKAKAN PRINSIP KEPEMERINTAHAN YG BAIK ( yg hrs dikembangkan dlm praktek penyelenggaraan kepemerintahan ) : 1. Partisipasi ( participation ) 2. Aturan Hukum ( rule of law ) 3. Transparansi ( transparency ) 4. Daya Tanggap ( responsiveness ) 5. Berorientasi Konsensus ( concensus oriented ) 6. Berkeadilan ( Equity ) 7. Efektivitas & Efisiensi ( Effectiveness and Efficiency ) 8. Akuntabilitas ( Accuntability ) 9. Bervisi Strategis ( Strategic Vision ) 10. Saling Keterkaitan ( Interrelated )

.
37

Menurut Bappenas
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11.

Prinsip-PrinsipTata kepemerintahan yang baik

Wawasan kedepan (Visionary) Keterbukaan dan transparan (oppenes and transparancy) Partisipasi Masyarakat (partisipation) Tanggung Gugat (Accountability) Supremasi Hukum Demokrasi (Democracy) Profesional dankompetensi (Profesionalism and Competency) Daya tanggap (Responsiveness) Keefisienan dan keefektifan (Efficiency and Effectiveness) Desentralisasi (Decentralization) Kemitraan dengan Dunia usaha dan Masyarakat (Private sector and Civil Society Partnership) 12. Komitmen pada pengurangan kesenjangan 13. Komitmen pada lingkungan hidup 14. Komitmen pada pasar yang fair

38

Yang Mana Aku ya…?
39

JANGAN TIDUR

disuatu ketika… 41 .Ini Aku.

perundang2an. keputusan dan keadilan dlm setiap kebijakan ASAS TERTIB PENYELENGGARAAN NEGARA = keserasian. keseimbangan dan keselarasan dlm penyelenggaran negera AZAS KEPENTINGAN UMUM = mendahulukukan kesejahteraan umum dg cara aspiratif. 3. keserasian dan keseimbangan = megutamakan keahlian dan kode etik AZAS AKUNTABILITAS = hrs mempertanggungjawabkan hsl akhir kpd masyarakat . 5. 4.42 TELAH DITETAPKAN AZAS-AZAS 1. AZAS KEPASTIAN HUKUM = azas yg mengutamakan landasan peraturan 2. 6. 7. jujur dan tdk diskriminatif AZAS PROPORSIONALITAS = keseimbangan antara hak dan kewajiban AZAS PROFESIONALITAS azas yg menjadi landasan keteraturan. akomodatif dan kolektif AZAS KETERBUKAAN = membuka diri thd hak masy utk memperoleh informasi yg benar.

& masy ( sosiety ). UNDP mendifinisikan GG sbg hubungan yg sinergis & konstruktif diantara neg. sektor swasta. KEPEM’N YG BAIK ( GOOD GOVERNANCE ) 1. sektor swasta & masy ( sosiety ) b. pelayanan prima. transparansi.B. efisiensi & efektivitas. serta efisien & efektif dgn menjaga kesinergisan interaksi yg konstruktif diantara domein2 neg. akuntabilitas. .2000 ) c. & dpt diterima seluruh masy ( PP No. Penyelengg’n pem’n neg yg solid & bertangg jwb. Kepem’n yg mengembangkan & menerapkan prinsip2 profesionalitas. supremasi hkm.101 Th. Pengertian Kepem’n yg Baik ( GG ) a. demokrasi.

Gabungkan ke 16 titik dengan 6 buah garis tanpa terputus Pangkal dan ujungnya tidak bertemu 44 .

45 .

Prosedur kerja dan ketatalaksanaan . Kelembagaan .Transparan perlu ditingkatkan .Akuntabilitas 46 .Rendahnya efesiensi kelembagaan .Rendahnya efesiensi .Kelembagaan kurang responsif 2.KONDISI PELAKSANAAN GOOD GOVERNANCE SEKTOR PEMERINTAHAN 1.Partisipasi belum sepenuhnya terpenuhi .

Aparatur .Komitmen keperpihakan MASYARAKAT 1.3. Pemaksaan kehendak 3. Sulit mengharapkan partisipasi masyarakat DUNIA USAHA 1. Mentalitas kewirausahaan 2. Kecenderungan menghindari kewajiban 4.Pelakuan sama . Keterbatasan Kemampuan 47 .lemahnya semangat KORPS . Terjebak oleh kemudahan jalan pintas 2.Dianggap sebagai keputusan Pribadi .

III.2) PENGET’N & KETRAM’N AKUNTABEL PROFE SIONA LISME SEMANGAT PRODUKTIVITAS Perubahan diri PELAKSANAAN 48 . PENERAPAN PRINSIP2 KEPEM’N YG BAIK A. PROFESIONALISME (gbr.

3) RENC AKUNTA BILITAS LAP LAKS 49 .B. AKUNTABILITAS (gbr.

STAF TRANSP DLM JAK’N. TRANSPARANSI (gbr. PELAKS & LAP TIT SEKJEN/ SEKDA/ KAHUMAS PIMP UNIT KERJA / SKPD sketsa 50 .C.4) PIM DEP / KDH PIMPRO.

5) MAKNA PELAYANAN (Std Min) SIKAP PELAYANAN PELAYANAN PRIMA ESENSI PELAYANAN (Terbaik) STANDAR PELAYANAN STRATEGI PELAYANAN (Kepuasan) 51 . PELAYANAN PRIMA (gbr.D.

DEMOKRASI & HAM (gbr.E.6) HAK RAKYAT HAM DEMOKRASI UU BID POL TGS & KWJB LBG PWK RAKYAT LBG PWKL RAKYAT 52 .

7) SDM WAKTU EFEKTIF & EFISIEN UANG BARANG 53 . EFISIEN & EFEKTIF (gbr.F.

8) PENETAPAN HUKUM PUTUSAN PENGADILAN SUPREMASI HUKUM PENEGAK HUKUM OBYEK HUKUM 54 . SUPREMASI HUKUM (gbr.G.

9) VISI JAK MISI STRATEGIC VISION SASARAN TUJUAN 55 . STRATEGIC VISION (gbr.H.

INTERRELATED (gbr.I.10) PROFESIONAL STRATEGIC VISION AKUNTABILITAS INTER RELATED RULE OF LAW TRANSPARANSI EFEKTIF & EFISIEN PELAYANAN PRIMA 56 .

IA BELAJAR MERASA BERSALAH DORONGAN. IA BELAJAR MENARUH KEPERCAYAAN PERSAHABATAN. IA BELAJAR BERKELAHI KETAKUTAN. IA BELAJAR MENCINTAI DUKUNGAN. IA BELAJAR RENDAH DIRI DIPERMALUKAN. IA BELAJAR RASA AMAN. IA BELAJAR MEMAKI PERMUSUHAN. IA BELAJAR GELISAH RASA IBA. IA BELAJAR KEDERMAWANAN KEJUJURAN DAN KETERBUKAAN. IA BELAJAR MENGENALI TUJUAN RASA BERBAGI. IA BELAJAR MENYESALI DIRI OLOK-OLOK. IA BELAJAR MENAHAN DIRI PUJIAN . IA BELAJAR BERDAMAI DENGAN JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN KEBENARAN DAN KEADILAN  JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN  JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN DALAM KEHIDUPAN  JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PIKIRAN DOROTHY LAW NOLTE. DALAM “THE LEARNING REVOLUTION” . IA BELAJAR MENYENANGI DIRI PENGAKUAN. IA BELAJAR MENEMUKAN CINTA KETENTERAMAN.ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA               JIKA JIKA JIKA JIKA JIKA JIKA ANAK ANAK ANAK ANAK ANAK ANAK DIBESARKAN DIBESARKAN DIBESARKAN DIBESARKAN DIBESARKAN DIBESARKAN DENGAN DENGAN DENGAN DENGAN DENGAN DENGAN CELAAN. IA BELAJAR PERCAYA DIRI TOLERANSI. IA BELAJAR MENGHARGAI PENERIMAAN.

4. 5. 8. 2.PRINSIP PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN YG BAIK MENURUT OSBORNE DAN GAEBLER DALAM BUKUNYA REINVENTING GOVERNMENT YG ORIENTASINYA LEBIH KONTEKTUAL DAN AKTUAL : 1. Pemerintah harus berorientasi pada pasar/pelayanan dlm memenuhi tuntutan permintaan/kebutuhan masyarakat 58 . 7. 9. Dari pada melayani 3. Pemerintah menciptakan iklim persaingan yg sehat terutama dlm pelaksanaan kpd masyarakat. Pemerintah lebih berorientasi kpd misi dan bukan kpd aturan pelaksanaan “tugas yg kaku Pemerintah lebih berorientasi pada hasil 6. Pemerintah lebih berorientasi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat bukan kepentingan birokrasi itu sendiri Pemerintah yg menerapkan prinsip perusahaan memperoleh ketimbang mengeluarkan uang Pemerintah memiliki daya tanggap dan mampu mengantisipasi semua tantangan yg terjadi Pemerintah yg didesentralisasikan : meningkatkan partisipasi dan kerjasama 10. Pemerintah berperan sbg pengendali dan bukan sbg pendayung Pemerintah lebih berperan dlm memberdayakan masy.

59 . pelayanan prima. sektor swasta.2000 ) c. KEPEMERINTAHAN YG BAIK ( GOOD GOVERNANCE ) 1. Pengertian Kepemerintahan yang Baik ( GG ) a. efisiensi & efektivitas.1 Th. & masyarakat ( sosiety ). UNDP mendifinisikan GG sbg hubungan yg sinergis & konstruktif diantara neg. Kepemerintahan yg mengembangkan & menerapkan prinsip2 profesionalitas. demokrasi. supremasi hkm. & dpt diterima seluruh masy ( PP No. sektor swasta & masy ( sosiety ) b. transparansi. akuntabilitas.IV. Penyelenggaraan pemerintahan neg yg solid & bertang gungjawab serta efisien & efektif dgn menjaga kesinergisan interaksi yg konstruktif diantara domain domain neg.

al : 1. linier.V. di pusat/dh 2. PERMASALAHAN Permasalahannya. 3. KKN sudah merambah ke semua sektor penyelenggaraan neg & tdk/blm diselesaikan sbgm mestinya. Kurangnya ketauladanan pimp’n di berbagai jenis & tingkatan 60 . baik di legislatif. Prinsip2 kepem’n yg baik tdk mendapatkan perhatian sbgm mestinya dr penyelenggara neg. eksekutif maupun yudikatif. bahkan masih berlanjut terus. kedaerahan dsb sulit dirubah menjadi berfikir sistem 5. sukuisme. Berfikir parsial. PERMASALAHAN & UPAYA MEWUJUDKAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK A. Kerugian neg/dh sbg akibat korupsi juga tdk terselesaikan sbgmn mestinya 4.

Penegakan hkm di semua sektor tdk terlaks sbgm mestinya 7.6. jangankan maksimal/prima. perijinan dsb. eksekutif& yudikatif. Kepercayaan sbgn masy kpd pem semakin rendah 8. Realitas pelayanan kpd masy. Moral/etika sbgn aparat/angg legislatif. 9. minimalpun banyak yg belum dirasakan masy. pendidikan. Perubahan diri 61 . swasta & masy di pusat/dh tdk kondusif dlm mewujudkan kepem’n yg baik di bidangnya masing2. baik di bidang kesehatan.

Belum adanya akuntansi pemda yang baik dan dapat mendukung pelaksanaan pencatatan dan pelaporan yang handal  lemahnya pengendalian internal 2. 62 . Belum adanya standar akuntasi keuangan sektor publik yang baku. Sangat terbatasnya jlh personil pemda yang berlatar belakang pendidikan akuntansi  shg mereka tidak begitu peduli atau tidak mengerti dg permasalahan tsb 3.HAMBATAN DALAM MEWUJUDKAN GOOD GOVERNANCE 1.

SWASTA.B. UPAYA MEWUJUDKAN KEPEM’N YG BAIK ( gambar 11) : KOMITMEN SEMUA PIHAK. . HRS : BERSIH KKN. KEPERCAYAAN MASY. & MASY TUNTUTAN : • GLOBALISASI • SWASTA • MASYARAKAT GOOD GOVERNANCE (KEPEMERINTAHAN YANG BAIK) PEM. MORAL .. AKUNTABEL. DLL HAMBATAN YG HRS DIATASI : KKN & KERUGIAN NEG/DH TDK TERSELESAIKAN DG BAIK.ETIKA BAIK : PEM. KINERJA PEM KURANGNYA KETAULADANAN 63 . PROF. TRANS.

SIAPAKAH PEMIMPIN – PEMIMPIN MASA DEPAN? • MEREKALAH. YANG TIDAK HANYA UNGGUL OTAK DAN TERAMPIL. DI ANTARANYA MANUSIA-MANUSIA UNGGUL INDONESIA. TABIAT PERILAKU DAN PUNYA HATI TERHADAP RAKYAT. TETAPI JUGA UNGGUL DALAM KOMITMEN. 64 .

ROLE PLAYING 65 .

Percaya kata-katamu.o. Tetapi ternyata dirimu bermain di belakangku Reff: Wo.*) Saat ku melihatmu. Karena dirimu. Kau takkan pernah selingkuh. Pacaran lagi. Kau sedang bermesraan dengan seorang.. Cinta sesaatku . Teman baikku (2X) Back to *) Tapi tak mengapa. dengan dirinya. Terakhir kau bilang padaku. Aku tak kecewa. Karena ku hanya melihat semua dari parasmu.. kamu ketahuan. Yang kukenal Ketahuan Dari awal aku tak pernah.

Teman baikku (2X) Back to *) Tapi tak mengapa. Tetapi kuharap dirimu meningkat di s’mangatmu Reff: Wo. idola sesaatku . Kegiatan lagi. Karena dirimu. Aku tak kecewa.*) Saat ku melihatmu. Yang kukenal Kemajuan Dari awal aku tak pernah. Percaya kata-katamu.o. Karena ku hanya melihat semua dari kerjamu.. dengan dirinya. Kau takkan pernah mengeluh.. Terakhir kau bilang padaku. kamu kemajuan. Kau sedang kegiatan dengan stakeholders.

Susy S .Song and game Dr.

PUBLIC enter .

Download Publikasi Go To Website Home .

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Pilih diantara anggota Kelompok -Ketua /Moderator -Pembicara -Sekretaris/Notulen -Diskusikanlah secara kelompok tentang : Studi kasus yang berhubungan dengan KELOMPOK I Tata kepemerintahan yang baik (good KELOMPOK II Studi Kasus tentang Sistem Governance) Pemerintahan daerah KELOMPOK III PenyelenggaraanBagamana Proses manajeman Studi Kasus dan Pemerintahan daerah -Apa Judul kasusnya ? -Apa Substansinya? -Bagaimana Mekanismenya? -Prinsip apa yang dimilikinya? -Siapa – siapa yang terlibat /pelakunya? -Bagaimana yang seharusnya ? 85 .TUGAS KELOMPOK Bentuklah Pengurus Kelompok.

2 Bidang Pendidikan (Kel II) No 2 PERMASALAHAN bidang Pendidikan Penyebab terjadinya masalah implikasinya terhadap kemiskinan perubahan Pra Reformasi Pasca Reformasi Apa yang harus diperbaiki Siapa yang seharusnya berubah 1.Bidang Kesehatan ( Kel I) No 2 PERMASALAHAN bidang kesehatan Penyebab terjadinya masalah implikasinya terhadap kemiskinan perubahan Pra Reformasi Pasca Reformasi Apa yang harus diperbaiki Siapa yang seharusnya berubah 1. 2 . 2 Bidang Ekonomi (Kel III) No 2 PERMASALAHAN bidang Ekonomi Penyebab terjadinya masalah implikasinya terhadap kemiskinan perubahan Pra Reformasi Pasca Reformasi Apa yang harus diperbaiki Siapa yang seharusnya berubah 1.

87 .

SEMOGA BERMANFAAT DAN SUKSES SELALU “Sampai Jumpa” 88 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful