Anda di halaman 1dari 3

ACARA 2 PENGUKURAN LAJU KONSUMSI OKSIGEN GRYLLUS ASSIMILIS DALAM RESPIROMETER

NAMA NIM GOL. NAMA ASISTEN

: Arief Eko Wiranto : 12898 : PN 2 / 47 : Oki

LABORATORIUM BIOLOGI UMUM UNIVERSITAS GADJAH MADA 2012

I. A. LATAR BELAKANG

PENDAHULUAN

Proses respirasi pada hewan terdiri dari glikolisis, siklus krebs, dan transport elektron. Dalam glikolisis, ATP dihasilkan serta glukosa diubah menjadi dua asam piruvat yang masing-masing memiliki tiga atom karbon. Asam piruvat kemudian mengalami dekarboksilasi menjadi asetil-KoA. Dalam siklus krebs dihasilkan 3 CO2, 4 NADH, 2 FADH2, dan satu ATP untuk setiap satu asam piruvat yang masuk. NADH dan FADH2 kemudian diubah menjadi ATP di sistem transpor elektron. Ketiga proses ini menghasilkan produk berupa karbon dioksida, dan air. Dalam bernafas hewan selalu mengeluarkan gas CO2 dan uap air. B. TUJUAN Percobaan dilakukan untuk mengukur laju respirasi jangkrik dengan cara menghitung laju diserapnya oksigen dari udara didalam tabung metabolisme. II. DASAR TEORI

Semua aktif sel terus melakukan respirasi, menyerap oksigen dan melepaskan karbondioksida dalam volume yang sama. Setelah diteliti lebih jauh, respirasi ternyata lebih sederhana daripada sekedar pertukaran gas. Keseluruhan proses adalah oksidasi dan reduksi dimana senyawa dioksidasi menjadi CO2 dan O2 direduksi untuk membentuk H2O. Pati, fruktosa, sukrosa atau gula lainnya, lemak, asam organik, dan dalam kondisi tertentu protein. (Salisbury, 1991)

III. METODE

A. ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakkan adalah dua buah tabung metabolisme (metabolism chamber) sebagai alat untuk mengukur kecepatan pernafasan organisme yang berada didalamnya, klep penjepit, pipa kapiler, larutan index berwarna, larutan KOH yang diencerkan menjadi 0,5 M sebagai penyerap karbon dioksida yang dihasilkan oleh proses respirasi organisme, forsep, dan jangkrik (Gryllus assimilis).

B. CARA KERJA Tabung berongga pertama dimasukkan jangkrik dan kemudian diberi sumbat plastik dengan jarak 2,5 cm dari ujung tiap tabung. Tabung berongga kedua diberi sumbat plastik seperti pada tabung pertama namun tanpa diberi jangkrik. Kedua tabung dimasukkan kedalam masing-masing tabung metabolisme. Kemudian tiap tabung metabolisme diberi larutan KOH tetapi diluar tabung berongga dengan menggunakan penjepit. Larutan index berwarna sebanyak 0,2 mililiter dimasukkan kedalam tiap pipa kapiler yang kemudian disambungkan ke masingmasing tabung metabolisme. Kedua tabung diletakkan secara horizontal dan posisi larutan index awal diberi tanda. Selanjutnya dilakukan pengukuran dan pencatatan posisi larutan index yang bergerak dari posisi awal setiap satu menit selama lima menit. Namun apabila pergerakan larutan index terlalu cepat, pengamatan dapat dilakukkan setiap 15 atau 30 detik. Pengamatan juga dapat dilakukan dalam interval yang lebih lama apabila larutan index bergerak sangat lambat. Jumlah oksigen yang dikonsumsi oleh jangkrik dapat dihitung dengan rumus :
Nilai perubahan skala pipa kapiler x 0,01 cc x 60 detik x 60 menit = a cc O2/jam Waktu (detik) 1 min. 1 jam

Dari percobaan tersebut dapat dibuat grafik jumlah oksigen yang digunakkan untuk respirasi jangkrik.

III.

DAFTAR PUSTAKA

Salisbury and Ross. 1991. Plant Physiology: 4th edition. Wadsworth Publishing Company. Belmont, California.