Anda di halaman 1dari 8
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA M A T E R I M A T A K U

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

M A T E R I

M A T A K U L I A H

FM-UII-AA-FKA-07/R0

Fakultas

: MIPA

Pertemuan ke

: 6 (enam)

Program Studi

: DIII Analis Kimia

Modul ke

: VI (enam)

Kode Matakuliah

: 21400332

Jumlah Halaman

: 5 (lima)

Nama Matakuliah

: Kimia Anorganik II

Mulai Berlaku

: 2011

Dosen

: Reni Banowati Istiningrum, S.Si.

I. Petunjuk Umum

1. Kompetensi Dasar

MODUL VI KIMIA KOORDINASI

1)

Mahasiswa memahami definisi senyawa komplek

2)

Mahasiswa memahami Teori Koordinasi Werner

3)

Mahasiswa memahami jenis-jenis ligan

4)

Mahasiswa memahami konsep penamaan senyawa komplek

2. Materi Perkuliahan

1)

Definisi Senyawa Komplek

2)

Interaksi Ion Logam Pusat dengan Ligan

3)

Jenis-jenis Ligan

4)

Penamaan Senyawa Komplek

3. Indikator Pencapaian

1)

Mahasiswa mampu menjelaskan komposisi dari senyawa komplek

2)

Mahasiswa mampu menjelaslaskan Teori Koordinasi Werner dan postulatnya

3)

Mahasiswa mampu menyebutkan jenis-jenis ligan dan contohnya

4) Mahasiswa mempu menyebutkan nama senyawa komplek dari strukturnya dan sebaliknya

4. Referensi

Chang, R., 2005, Kimia Dasar : Konsep-Konsep Inti, Jilid 2, Penerbit Erlangga, Jakarta

Saputro, A.N.C., _, Coordination Chemistry, Lecture Presentation,

5. Strategi Pembelajaran

Pembelajaran dilakukan dengan penyampaian materi perkuliahan secara interaktif yang melibatkan partisipasi dosen dan mahasiswa selama satu kali tatap muka setiap 1 pekan dengan bobot 2 SKS.

6. Lembar Kegiatan Pembelajaran

1)

Berusaha mempelajari materi sebelum perkuliahan dimulai

2)

Memahami materi setelah mengikuti perkuliahan

3)

Melakukan kegiatan belajar mandiri melalui tugas yang diberikan

4)

Melakukan latihan dalam memecahkan permasalahan dan mendiskusikannya

7. Evaluasi

1)

Post test

2)

UTS

Versi : 1

Revisi : 0

Halaman :

1

dari 5

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA M A T E R I M A T A K U

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

M A T E R I

M A T A K U L I A H

FM-UII-AA-FKA-07/R0

Fakultas

: MIPA

Pertemuan ke

: 6 (enam)

Program Studi

: DIII Analis Kimia

Modul ke

: VI (enam)

Kode Matakuliah

: 21400332

Jumlah Halaman

: 5 (lima)

Nama Matakuliah

: Kimia Anorganik II

Mulai Berlaku

: 2011

Dosen

: Reni Banowati Istiningrum, S.Si.

II. Materi Kuliah

Sejarah dan Definisi Senyawa Komplek

Logam-logam transisi, seperti telah dijelaskan dalam modul V, memiliki sifat salah satunya dapat membentuk senyawa berwarna, dimana senyawa berwarna ini tidak lain adalah senyawa koordinasi atau senyawa komplek. Jadi dalam lingkup kimia koordinasi dipelajari sifat-sifat dari senyawa komplek tersebut.

Teori Koordinasi Werner

Kimiawan pertama yang mempelajari berbagai sifat dan karakteristik dari senyawa komplek adalah Alfred Werner (kimiawan dari Swiss). Ia pada tahun 1893 mengajukan suatu teori yang disebut Teori Koordinasi. Dalam teorinya Werner mengusulkan tiga postulat yaitu :

1. Kebanyakan unsur memiliki dua jenis valensi, yaitu valensi primer dan valensi sekunder.

Valensi primer (yang sekarang disebut bilangan oksidasi) dapat terionisasi sedangkan valensi sekunder (yang sekarang disebut bilangan koordinasi) tidak dapat terionisasi.

2. Valensi sekunder harus dipenuhi oleh anion atau molekul dengan pasangan elektron bebas

3. Valensi sekunder memiliki ruang dan struktur geometri tertentu

Sebagai contoh adalah senyawa CoCl 3 .6NH 3 , valensi primer adalah 3 (bilangan oksidasi Co : 3+) dan valensi sekunder adalah 6 (6 molekul NH 3 diikat secara kovalen koordinasi). Ion Cl - bukan bagian dari ion komplek, tetapi terikat ke ion komplek oleh gaya ionik. Sekarang kita menuliskan senyawa tersebut, yang merupakan senyawa komplek, sebagai Co(NH 3 ) 6 Cl 3 .

Senyawa komplek adalah senyawa yang mengandung logam pusat dan ligan dimana keduanya terikat secara kovalen koordinasi. Logam pusat umumnya merupakan logam transisi sedangkan ligan dapat berupa kation (NH 4 + ), anion (Cl - , C 2 O 4 2- , molekul kecil (H 2 O, NH 3 ) atau makro molekul (protein). Senyawa komplek dapat berupa senyawa ionik maupun netral.

Interaksi Ion Logam Pusat dengan Ligan

Interaksi antara ion logam pusat dengan ligan adalah seperti interaksi asam dengan basa Lewis. Teori asam-basa Lewis menyebutkan bahwa asam adalah spesies yang menerima pasangan elektron sedangkan basa adalah spesies yang mendonorkan pasangan elektron. Dalam ion komplek, ligan bertindak sebagai basa Lewis (donor pasangan elektron) dengan menyumbangkan pasangan elektronnya pada ion logam pusat (yang menyediakan orbital kosong), sehingga ion logam pusat merupakan asam Lewis (aseptor pasangan elektron). Oleh karena itu syarat suatu spesies dapat bertindak sebagai ligan adalah memiliki pasangan elektron bebas.

Asam Lewis +

Basa Lewis

6 CN - (aq)

6 NH 3(aq)

Ion Komplek

Fe(CN) 6 3- (aq)

Ni(NH 3 ) 6 4- (aq)

Fe 3+ (aq)

Ni 2+ (aq)

+

+

Jumlah ikatan koordinasi yang terbentuk antara ligan dan logam pusat disebut bilangan koordinasi. Baik Fe(CN) 6 3- maupun Ni(NH 3 ) 6 4- memiliki bilangan koordinasi 6.

Versi : 1

Revisi : 0

Halaman :

2

dari 5

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA M A T E R I M A T A K U

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

M A T E R I

M A T A K U L I A H

FM-UII-AA-FKA-07/R0

Fakultas

: MIPA

Pertemuan ke

: 6 (enam)

Program Studi

: DIII Analis Kimia

Modul ke

: VI (enam)

Kode Matakuliah

: 21400332

Jumlah Halaman

: 5 (lima)

Nama Matakuliah

: Kimia Anorganik II

Mulai Berlaku

: 2011

Dosen

: Reni Banowati Istiningrum, S.Si.

Ligan

Muatan ion komplek

: Reni Banowati Istiningrum, S.Si. Ligan Muatan ion komplek Counter Ion K 3 Ion logam pusat
: Reni Banowati Istiningrum, S.Si. Ligan Muatan ion komplek Counter Ion K 3 Ion logam pusat

Counter Ion

K 3
K 3

Ion logam pusat

Fe(CN) 6 3-

Counter Ion K 3 Ion logam pusat  Fe(CN) 6  3 - Bilangan koordinasi Jenis-jenis

Bilangan koordinasi

Jenis-jenis Ligan

Syarat suatu spesies untuk dapat menjadi ligan adalah memiliki pasangan elektron bebas. Ligan dibedakan menjadi :

a. Monodentat (unidentat) Ligan monodentat adalah ligan yang hanya mampu menyumbangkan satu pasang elektron bebas saja atau dengan kata lain hanya dapat membentuk satu ikatan kovalen koordinasi dengan ion logam pusat. Kebanyakan ligan adalah monodentat, misalnya Cl - , Br - , H 2 O, NH 3 , dan OH - . Walaupun ion atau molekul ini memiliki lebih dari satu pasang elektron bebas tetapi yang dapat disumbangkan ke ion logam pusat hanya satu pasang (mono : satu, dent : gigi).

logam pusat hanya satu pasang (mono : satu, dent : gigi). b. Bidentat Ligan bidentat dapat

b. Bidentat Ligan bidentat dapat menyumbangkan dua pasang elektron bebasnya pada ion logam pusat (memiliki dua ”gigi”) sehingga membentuk dua ikatan kovalen koordinasi. Contoh ligan bidentat adalah sebagai berikut :

koordinasi. Contoh ligan bidentat adalah sebagai berikut : Dimana bipy : 2,2'-bipyridine, en :

Dimana

bipy

: 2,2'-bipyridine,

en

: ethylenediamine,

dppe

: diphenylphosphinoethane,

acac

: acetylacetonate

ox

: oxalate

c. Tridentat Dien atau dietilentriamin adalah salah satu contoh ligan tridentat, yaitu ligan yang dapat menyumbangkan 3 pasang elektron pada ion logam pusat.

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA M A T E R I M A T A K U

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

M A T E R I

M A T A K U L I A H

FM-UII-AA-FKA-07/R0

Fakultas

: MIPA

Pertemuan ke

: 6 (enam)

Program Studi

: DIII Analis Kimia

Modul ke

: VI (enam)

Kode Matakuliah

: 21400332

Jumlah Halaman

: 5 (lima)

Nama Matakuliah

: Kimia Anorganik II

Mulai Berlaku

: 2011

Dosen

: Reni Banowati Istiningrum, S.Si.

: 2011 Dosen : Reni Banowati Istiningrum, S.Si. d. Polidentat (multidentat) Suatu molekul yang dapat

d. Polidentat (multidentat) Suatu molekul yang dapat menyumbangkan lebih dari tiga pasang elektron bebas disebut polidentat, misalnya etilendiamintetraasetat (EDTA)

disebut polidentat, misalnya etilendiamintetraasetat (EDTA) e. Chelating Ligan Ligan yang mampu menyumbangkan lebih dari

e. Chelating Ligan Ligan yang mampu menyumbangkan lebih dari satu pasang elektron bebas akan berikatan dengan ion logam pusat dengan membentuk cincin, senyawa seperti ini disebut senyawa chelat sedangkan ligannya disebut chelating ligan.

pusat dengan membentuk cincin, senyawa seperti ini disebut senyawa chelat sedangkan ligannya disebut chelating ligan.
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA M A T E R I M A T A K U

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

M A T E R I

M A T A K U L I A H

FM-UII-AA-FKA-07/R0

Fakultas

: MIPA

Pertemuan ke

: 6 (enam)

Program Studi

: DIII Analis Kimia

Modul ke

: VI (enam)

Kode Matakuliah

: 21400332

Jumlah Halaman

: 5 (lima)

Nama Matakuliah

: Kimia Anorganik II

Mulai Berlaku

: 2011

Dosen

: Reni Banowati Istiningrum, S.Si.

: 2011 Dosen : Reni Banowati Istiningrum, S.Si. Etilendiamin (en) ion oksalat Tata Nama/Nomenclature Senyawa

Etilendiamin (en)

: Reni Banowati Istiningrum, S.Si. Etilendiamin (en) ion oksalat Tata Nama/Nomenclature Senyawa Komplek Tata

ion oksalat

Tata Nama/Nomenclature Senyawa Komplek

Tata tulis rumus kimia (formula) senyawa komplek.

Senyawa komplek ionik tersusun dari ion komplek dan ion penyeimbang (counter ion). Tata tulis ion komplek didasarkan aturan yang direkomendasikan oleh International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC) yaitu sebagai berikut :

1. Urutan penulisan lambang atom

Ion logam pusat ditulis paling depan, diikuti oleh ligan-ligan negatif yang disusun secara alfabetik, kemudian ligan-ligan netral yang juga disusun secara alfabetik.

atom pusat-ligan negatif-ligan netral

2. Pemakaian tanda kurung

Rumus kimia seluruh anggota ion kompleks, baik bermuatan atau netral ditulis dalam tanda kurung siku, [ ].

Rumus kimia ligan poliatomik maupun singkatan ligan ditulis dalam tanda kurung kecil ( ).

Tidak ada spasi yang memisahkan antar ligan dalam formula kompleks.

[atom pusat(ligan negatif)(ligan netral)]

3. Muatan ionik dan bilangan oksidasi

Muatan ion kompleks ditulis di luar kurung siku [ ] sebelah kanan sebagai supercript dengan tanda plus atau minus mengikuti nomor muatannya.

Bilangan oksidasi atom pusat mungkin dituliskan dengan angka Romawi di sebelah kanan simbol atom sebagai supercript.

Contoh :

PtCl 6 3-

Cr III (NCS) 4 (NH 3 ) 2 -

Co(en) 3 2+

Tata nama senyawa komplek

Pada awal dipelajarinya (sebelum tahun 1930) senyawa komplek, nama senyawa komplek diberikan berdasarkan penemunya atau warnanya.

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA M A T E R I M A T A K U

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

M A T E R I

M A T A K U L I A H

FM-UII-AA-FKA-07/R0

Fakultas

: MIPA

Pertemuan ke

: 6 (enam)

Program Studi

: DIII Analis Kimia

Modul ke

: VI (enam)

Kode Matakuliah

: 21400332

Jumlah Halaman

: 5 (lima)

Nama Matakuliah

: Kimia Anorganik II

Mulai Berlaku

: 2011

Dosen

: Reni Banowati Istiningrum, S.Si.

 

Kompleks

 

Nama

 

Rumus sekarang

Cr(SCN) 3 .NH 4 SCN.2NH 3

Garam Reinecke

 

NH 4 [Cr(NH 3 ) 2 (NCS) 4 ]

PtCl 2 .2NH 3

 

Garam Magnus

[Pt(NH 3 ) 4 ][PrCl 4 ]

Co(NO 2 ) 3 .KNO 2 .2NH 3

Garam Erdmann

K[Co(NH 3 ) 2 (NO 2 ) 4 ]

PtCl 2 .KCl.C 2 H 4

 

Garam Zeise

K[Pt(C 2 H 4 )Cl 3 ]

Kompleks

Warna

Nama

Rumus sekarang

CoCl

3

.6NH

3

Yellow

Luteo complex

[Co(NH 3 ) 6 ]Cl 3

CoCl

3

.5NH

3

Purple

Purpureo complex

 

[Co(NH 3 ) 5 Cl]Cl 2

CoCl

3

.4NH

3

Green

Praseo complex

Trans-[Co(NH 3 ) 4 Cl 2 ]Cl

CoCl

3

.3NH

3

Violet

Violeo complex

Cis-[Co(NH 3 ) 4 Cl 2 ]Cl

Sekarang tata nama senyawa komplek didasarkan aturan yang dikeluarkan oleh Inorganic Nomenclature Committee of International Union of Pure and Applaied Chemistry.

1. Nama Ligan

Berikut adalah tabel nama-nama ligan dan rumus kimianya,

 

Rumus Kimia

Nama Ligan

 

Rumus Kimia

Nama Ligan

H 2 O

akua

I

-

iodo

NH 3

amin

CN -

 

siano

CO

karbonil

SCN -

 

tiosianato

NO

nitrosil

CO 3

2-

 

karbonato

H 2 NC 2 H 4 NH 2 (en)

etilendiamin

O

2

2-

perokso

OH -

hidrokso

H

-

hidrido

O 2-

okso

CH 3

 

metal

F -

fluoro

C

2 H 5

 

etil

Cl

-

kloro

C

2 O 4

2-

oksalato

Br

-

bromo

NO 2

 

nitrito

Bila di dalam senyawa kompleks terdapat lebih dari satu macam ligan, urutan penyebutan nama ligan adalah secara alfabetik terlepas dari jumlah dan muatan ligan yang ada.

Versi : 1

Revisi : 0

Halaman :

6

dari 5

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA M A T E R I M A T A K U

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

M A T E R I

M A T A K U L I A H

FM-UII-AA-FKA-07/R0

Fakultas

: MIPA

Pertemuan ke

: 6 (enam)

Program Studi

: DIII Analis Kimia

Modul ke

: VI (enam)

Kode Matakuliah

: 21400332

Jumlah Halaman

: 5 (lima)

Nama Matakuliah

: Kimia Anorganik II

Mulai Berlaku

: 2011

Dosen

: Reni Banowati Istiningrum, S.Si.

2. Jumlah ligan yang ada dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra dan seterusnya.

3. Apabila awalan-awalan tersebut telah digunakan untuk menyebut jumlah substituen yang ada pada ligan, maka jumlah ligan yang ada dinyatakan dengan awalan bis, tris, tetrakis dan seterusnya. Ligan yang terdiri dari dua atau lebih atom ditulis di dalam tanda kurung.

4. Nama senyawa kompleks netral dinyatakan dengan satu kata, sedangkan nama senyawa kompleks ionik dinyatakan dengan dua kata dimana nama kation disebut lebih dahulu, baru anionnya.

5. Kompleks anion, nama logamnya berakhiran at, sedangkan kompleks kation atau netral, nama logamnya tetap. kompleks anion :

kromium

kromat

kobalt

kobaltat

mangan

manganat

rhodium

rhodat

Nama khusus :

besi

ferat

tembaga

kuprat

perak

argentat

emas

aurat

kompleks kation dan netral :

kromium

kobalt

kromium

kobalt

Contoh :

KOMPLEKS NETRAL

[BaI 2 (py) 6 ]

: diiodoheksapiridinbarium(II)

[Ni(CO) 4 ]

: tetrakarbonilnikel

[Co(NH 3 ) 3 (NO 2 ) 3 ]

: triamintrinitrokobalt(III)

[AgCl(PPh 3 ) 3 ]

: klorotris(trifenilfosfina)perak(I)

KOMPLEKS IONIK

K

3 [Fe(CN) 6 ]

: Kalium heksasianoferat(III)

K

4 [Fe(CN) 6 ]

: Kalium heksasianoferat(II)

[V(CO) 5 ] 3-

: Ion pentakarbonilvanadat(III)

[Fe(CO) 4 ] 2-

: Ion tetrakarbonilferat(II)

[Co(en) 2 Cl(NO 2 )]Cl

: bisetilendiaminkloronitritokobalt(II) klorida

III. Lembar Kerja

Untuk masing ion komplek berikut, tentukan :

Atom pusat

Ligan

Bilangan koordinasi

Nama

Versi : 1

Revisi : 0

Halaman :

7

dari 5

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA M A T E R I M A T A K U

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

M A T E R I

M A T A K U L I A H

FM-UII-AA-FKA-07/R0

Fakultas

: MIPA

Pertemuan ke

: 6 (enam)

Program Studi

: DIII Analis Kimia

Modul ke

: VI (enam)

Kode Matakuliah

: 21400332

Jumlah Halaman

: 5 (lima)

Nama Matakuliah

: Kimia Anorganik II

Mulai Berlaku

: 2011

Dosen

: Reni Banowati Istiningrum, S.Si.

a. [Cu(NH 3 ) 4 (H 2 O) 2 ] 2+

b. [Al(H 2 O) 2 (OH) 4 ] -

c. [Ni(en) 3 ] 2+

d. Cu(EDTA)2-

e. Al(NH 2 CH 2 CH 2 NH 2 ) 3 3+

f. [Cr(NH 3 ) 4 Cl 2 ]Br

g. K 3 [Cr (C 2 O 4 ) 3 ]

Versi : 1

Revisi : 0

Halaman :

8

dari 5