Istilah utk Pendidikan Kewarganegaraan

1. Civic Education 2. Citizenship Education 3. Democracy Education
Pendidikan Kewarganegaraan disejajarkan dgn Civics Education

TUJUAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
1. MENGANTAR PESERTA DIDIK MEMILIKI WAWASAN KEBANGSAAN DAN KESADARAN BERNEGARA SEHINGGA TERBENTUK DAYA TANGKAL SEBAGAI KETAHANAN NASIONAL. 2. MENGANTARKAN PESERTA DIDIK MEMILIKI WAWASAN KESADARAN BERNEGARA UNTUK BELA NEGARA...........

LANJUTAN ..........
2.DAN MEMILIKI POLA PIKIR, POLA SIKAP, DAN PERILAKU UNTUK CINTA TANAH AIR INDONESIA.

3.MENUMBUH KEMBANGKAN PESERTA DIDIK UNTUK MEMPUNYAI POLA SIKAP DAN POLA PIKIR YANG KOMPREHENSIF, INTEGRAL PADA ASPEK KEHIDUPAN NASIONAL

Sebagai bidang Ilmiah mempunyai obyek tertentu;
• Obyek materiilnya, ialah segala hal yang berkaitan dgn warganegara baik yang meliputi wawasan, sikap dan perilaku w.n dalam kesatuan bangsa. • Obyek formilnya, 1. segi hubungan antara w.n dgn negara dan antara w.n dgn w.n 2. segi pembelaan negara

LANDASAN HUKUM
• UNDANG-UNDANG DASAR 1945, ALINEA II & IV, PASAL 27, 30 & 31 • TAP MPR no.II/MPR/1999 • UNDANG-UNDANG no. 20 –1982, PASAL 18 & 19 jo. UU.no.3 - 2002 • UNDANG-UNDANG no. 20 –2003 & S.K MENT DIK NAS no. 232/U/2000 Jo.no. 45/U/2002, bahwa Pend. Kewarganegaraan wajib diberikan pada setiap Program Studi sbg MPK.

SK DIRJEN DIKTI 43/Dikti/2006
Ruang lingkup Pendidikan Kewar – ganegaraan meliputi; 1. Pancasila sbg Dasar Negara 2. Identitas Nasional 3. Hak dan Kewajiban Warganegara. 4. Demokrasi & Pendidikan Demokra-si. 5. Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia..........................

Lanjutan .................
6. Wawasan Nusantara sebagai Geopolitik Indonesia. 7. Ketahanan Nasional sebagai geostrategi Indonesia

• KEWARGANEGARAAN adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah warganeg. • Warganegara adalah warga suatu NEGARA yang ditetapkan dgn UU yang berlaku. • Disamping pengertian W.N ada juga pengertian Penduduk didalam suatu Negara. Penduduk itu terdiri dari W.N dan Orang Asing.( y.i setiap orang yang bukan W.N). • Dewasa ini UU yang mengatur ttg W.N di Indonesia adalah UU no. 12 th 2006

KEWARGANEGARAAN & WARGANEGARA.

NEGARA adalah;
= Suatu masyarakat hukum yang berkedudukan di suatu daerah tertentu dan utk menyelenggarakan kebahagiaan umum mempunyai kekuasaan tertinggi (Bellefroid) = Gabungan manusia terorganisasi di suatu daerah tertentu yg dilengkapi dgn suatu kekuasaan asli utk memerintah ( G.Jellinek & P.Laband)

Berdasarkan Ps. 4 huruf a, Warganegara R.I adalah;
• Setiap orang yang berdasarkan peraturan perUU-an dan atau berdasarkan perjanjian Pem. R.I dgn Neg. lain sbl UU ini berlaku sdh menjadi WNI • Berdasarkan ketentuan tsb berarti WNI adalah orang yang; • 1. Berdasar UU no.3 – 1946 jo. UU no. 62 – 1958 sdh menjadi Warganegara R.I

2. Berdasarkan perjanjian dgn Neg lain sdh menj.WNI
• Perjanjian tsb adalah Persetujuan Perihal Pembagian W.N yg merupakan bagian dari Konv Meja Bundar, sbb; 1. Gol Orang-orang Belanda menjadi W.N Belanda.Tetapi utk keturunannya yang lahir atau bertempat tinggal di Indonesia dpt memilih menjadi W.N.I. 2. Gol orang Asli Indon.(Bumiputera) yg bertempat di Indon. Memperoleh Kewarganegaraan Indon.kecuali mereka yg bertempat di Suriname & kep. Antillen Bld dpt memilih Kewarganegaraan Indonesia 3. Utk gol. T.A ada 2 kemungkinan, y.i bila bertempat di Ind. Menj. WNI sedang yg berada di BLD menj W.N Belanda

KESIMPULAN:
• Dari ketentuan ttg Persetujuan Perihal Pembagian Warganegara tsb dapat disimpulkan bahwa Warganegara Indo adalah; 1. Keturunan Belanda yg lahir dan bertempat tinggal di Indon. 2. Orang Indon. Asli (Bumiputera). 3. Orang Gol T.A (Arab & Tionghoa) yg bertempat tinggal di Indon. Penentuan ttg W.N tsb berdasar asas ius soli.

•Pasal 163 I.S (Indische Staatsregeling), menyatakan;
• Bahwa kaula kerajaan Belanda yg bertempat tinggal di Hindia Belanda terdiri dari:

1. GOLONGAN EROPA y.i ORANG BELANDA,atau ORANG2 YG BERASAL DARI EROPA, 2. GOLONGAN TIMUR ASING (TIONGHOA & BK TIONGHOA) 3. GOLONGAN BUMIPUTERA

SEJAK INDONESIA MERDEKA UU TTG KEWARGANEGARAAN YG PERNAH BERLAKU;
1. UNDANG-UNDANG NO. 3 –1946. 1. UNDANG-UNDANG NO. 62 –1958 DAN SEKARANG......... 1. UNDANG-UNDANG NO. 12 –2006 ttg KEWARGANEGARAAN R.I L.N 2006 no. 63.

UU no. 3 –1946 jo.UU no.6— 1947(UU no. 3-1946 disempurna kan);
1. Orang asli dlm daerah neg. Ind. 2. Keturunan gol tsb dan lahir, bertempat tinggal/berkdudukan dan kediaman dlm daerah Ind. 3. Orang yg mendapat kewarganeg. Ind dgn cara naturalisasi. 4. Anak sah , disahkan atau diakui dgn cara sah oleh bapaknya, yg pada waktu lahirnya bapaknya....

Lanjutan........
.........bapaknya mempunyai ke warganegaraan Ind. 5. Anak yg hanya oleh ibunya diakui dgn cara sah, yg pada waktu lahirnya mempunyai kewargane-garaan Ind. 6. Anak yg diangkat secara sah oleh seorang W.N.I. 7. Anak yg lahir dlm daerah negara Indonesia, yg oleh bp/ibunya tidak diakui dgn cara yg sah ..............

........ Lanjutan......
8. Anak yg lahir didlm daerah neg. Ind. , yg tidak diketahui siapa orang tuanya. 9. Badan Hukum yg didirikan menurut hukum yg berlaku dlm negara Ind. dan bertempat kedudukan di Indonesia.

BADAN HUKUM
• Adalah organisasi/kumpulan/lembaga yang oleh hukum diberi kedudukan sbg subyek hukum(spt manusia). • Syarat utk menjadi bd hk; 1. Harus mempunyai kekayaan sendiri. 2. Disahkan oleh yang berwenang. 3. Mempunyai tujuan tertentu.

SYARAT NATURALISASI
1. SDH USIA 21 TAHUN 2. LAHIR DALAM WILAYAH INDONESIA ATAU BERTEMPAT TINGGAL DI INDONESIA SEDIKITNYA 5 TH 3. BILA DIA LELAKI YG SDH NIKAH HARUS IZIN ISTERINYA 4. DPT BERBAHASA INDNESIA 5. MEMPUNYAI PENCARIAN TETAP 6. SEHAT ROHANI & JASMANI

AKIBAT NATURALISASI
• MEMBAWA AKIBAT HUKUM BAGI ISTERINYA DAN ANAK-ANAKNYA;

1. SEORANG PEREMPUAN ASING YG KAWIN DGN SEORANG WNI MENJADI MEMPEROLEH KEWARGANEGARAAN RI. 2. ANAK YG BELUM BERUSIA 18 TH MEMPUNYAI HUB. KEL. DGN AYAH MEMPEROLEH KEWARGANEG. RI

ASAS-ASAS PENENTUAN KEWARGANEGARAAN 1. ASAS IUS SOLI y.i ASAS TEMPAT KELAHIRAN. 2. ASAS IUS SANGUINES y.i ASAS BERDASAR KETURUNAN DARAH Didalam UU no.12-2006 dua asas tsb dipakai secara bersama y.i agar tidak terjadi bipatride atau apatride

BUKTINYA;
• PASAL 4 huruf J; ―ANAK YG BARU LAHIR YG DITEMUKAN DI WILAYAH NEGARA Republik indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui‖ • PASAL 5 ayat(1):‖ ANAK WNI YG LAHIR DILUAR PERKAWINAN YG SAH BELUM BERUSIA 18 th DAN BELUM KAWIN DIAKUI SECARA SAH OLEH AYAHNYA YG BERKEWARGANEGARAAN ASING TETAP DIAKUI SBG WNI‖

KEHILANGAN KEWARGANEGARAAN R.I;
1. MEMPEROLEH KEWARGANEGARAAN LAIN ATAS KEMAUAN SENDIRI, 2. TIDAK MENOLAK/MELEPASKAN KEWARGANEGARAAN LAIN, SEDANGKAN YG BERSANGKUTAN MENDAPAT KESEMPATAN UNTUK ITU 3. DINYATAKAN HILANG KEWARGANEGARAANNYA OLEH PRESIDEN ATAS PERMOHONANNYA SENDIRI, YG BERSANGKUTAN SDH BERUMUR 18th DAN BERTEMPAT........

LANJUTAN...........
3.DAN BERTEMPAT TINGGAL DI LUAR NEGERI........... 4.MASUK DINAS TENTARA ASING TANPA IZIN TERLEBIH DAHULU DARI PRESIDEN, 5.SECARA SUKARELA MASUK DLM DINAS NEGARA ASING, YG JABATAN DLM DINAS SEMACAM ITU DI INDONESIA SESUAI DGN KETENTUAN PER-UU-AN HANYA DPT DIJABAT OLEH WNI.......DSTNYA

HAK-HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA;
1. KEWAJIBAN BELA NEGARA 2. KEWAJIBAN MENJUNJUNG TINGGI – HUKUM DAN PEMERINTAH NEGARA. 3. KEWAJIBAN MEMPUNYAI PERHATIAN KEPADA POLITIK. SIKAP ACUH TAK ACUH DALAM POLITIK AKAN MEMEROSOTKAN GENSI NEGARA. 4. KEWAJIBAN MEMBAYAR PAJAK.

ORANG ASING=ORANG YG BU KAN WARGANEGARA
• DI DLM NEGARA R.I OR. ASING TIDAK MEMPUNYAI HAK2 TERTENTU, SEPERTI MISALNYA;

1. HAK UTK MENJADI PEGAWAI NEGERI. 2. HAK UTK MENJADI ANGGOTA TENTARA/POLISI. 3. HAK UTK MENJADI ANGGOTA PARTAI POLITIK dsbnya

HAK-HAK WARGANEGARA;
• DALAM BIDANG POLITIK: 1. HAK BERKUMPUL DAN BERAPAT. 2. HAK BERDEMONSTRASI DAN MOGOK. 3. HAK UTK TURUT SERTA DLM PEMERINTAHAN. 4. HAK MENJUNJUNG PENGADUAN DAN PERMOHONAN KEPADA PENGUASA.

DLM BID. EK. SOS.BUD. DAN HANKAM.
• DLM. BID. EKONOMI;
1. BERHAK MEMPUNYAI HAK MILIK. 2. PENCABUTAN HAK MILIK UTK KEPENTINGAN UMUM.

• DLM. BID. SOSIAL;

1. BERHAK ATAS PEKERJAAN YG LAYAK, SESUAI DGN KECAKAPAN. 2. BERHAK MENDIRIKAN SERIKAT SEKERJA

DLM BID. BUDAYA;
• HAK MENDAPAT PENGAJARAN, • HAK KEBEBASAN MENGUSAHAKAN KEBUDAYAAN SERTA KESENIAN & IL. PENGETAHUAN. • PENGUASA WAJIB MEMAJUKAN PERKEMBANGAN RAKYAT, BAIK ROKHANI DAN JASMANI. • SEDANG DLM BID. HANKAM; BERHAK UTK TURUT SERTA DLM PERTAHAN NEGARA & BELANEGARA

DALAM BIDANG HUKUM
1. SETIAP ORANG DIAKUI SEBAGAI MANUSIA PRIBADI TERHADAP UNDANG2. 2. TIADA SEORANG PUN DIPERBUDAK/DIPERULUR/ DIPERHAMBA. HAK2 TSB MRPKAN HAK2 ASASI YG TERCANTUM DLM UUDS 1950

HAK2 KEMERDEKAAN PERSEORANGAN
1. SEMUA ORANG BERHAK SAMA UTK MENUNTUT PERLINDUNGAN BAGI DIRI DAN HARTANYA 2. SETIAP OR. BERHAK UTK BERGERAK BEBAS. 3. TAK SEORANGPUN BOLEH DITANG – KAP/DITAHAN KECUALI ATAS KETENTUAN uu 4. TAK SEORANG BOLEH DITUNTUT UTK DIHUKUM DAN DIJATUHI PIDANA, KECUALI KARENA ATURAN HK YG SDH ADA SEBELUMNYA

HAK ASASI MANUSIA
• =SEPARANGKAT HAK YG MELEKAT PADA HAKEKAT KEBERADAAN MENUSIA SEBAGAI MAKLUK TUHAN Y.M.E (UU no. 39 th 1999).

• JADI HAK INI ADALAH MERUPAKAN HAK2 DASAR ATAU HAK2 POKOK YG MELEKAT PD DIRI MANUSIA SBG ANUGERAH TUHAN Y.M.E

CIRI-CIRI HAK ASASI MANUSIA

1. HAKIKI, ARTINYA HAK ASASI MANUSIA ADALAH HAK ASASI SEMUA UMAT MAN. SEJAK SAAT LAHIR 2. UNIVERSAL 3. TIDAK DAPAT DICABUT 4. TIDAK DAPAT DIBAGI-BAGI

SECARA UMUM HAK ASASI MAN. TERDIRI DR 6 MACAM;
1. HAK ASASI PRIBADI(PERSONAL RIGHTS) 2. HAK ASASI EKONOMI(PROPERTY RIGHTS) 3. HAK ASASI POLITIK(POLITICAL RIGHTS) 4. HAK ASASI UTK MEMPEROLEH PERLAKUAN YG SAMA DLM HK DAN PEMERINTAHAN(RIGHTS OF LEGAL EQUALITY)

.......LANJUTAN.....
5. HAK ASASI SOSIAL DAN KEBUDAYAAN (SOCIAL AND CULTURAL RIGHTS) 6. HAK ASASI UNTUK MEMPEROLEH PERLAKUAN TATACARA PERADILAN DAN PERLINDUNGAN (PROCEDURAL RIGHTS)

PENCANTUMAN HAM DLM PEMBUKAAN UUD 1945

• ALINEA I; pada hakekatnya merupakan pengakuan akan adanya kebebasan untuk merdeka. • Pengakuan akan perikemanusiaan adalah intisari dari hak2 azasi manusia

ALINEA II;
• Disebutkan Indonesia adalah sebagai negara yang adil. • Kata adil, jelas menunjukkan kpd salah satu tujuan Neg. Hukum. • Bilamana prinsip Neg. Hk ini dilaksanakan betul2, maka dgn sendirinya hak2 azasi manusia akan terlaksana dgn baik. Karena adanya pengakuan thd HAM adalah salah satu ciri dari negara hukum (Rechtsstaat)

CIRI2 NEG.HK (RECHTSSTAAT)
YAITU ADANYA; 1. PENGAKUAN HAK2 AZASI MANUSIA 2. PEMISAHAN KEKUASAAN UTK MENJAMIN HAK2 tsb. 3. PEMERINTAHAN BERDASARKAN PERATURAN2 UU. 4. PERADILAN ADMINISTRASI

ALINEA III;
• Bahwa rakyat Indonesia menyatakan kemerdekaannya supaya terjelma kehidupan bangsa Indonesia yg bebas. Hal ini adalah merupakan salah satu dari pengakuan dan perlindungan hak2 azasi yg mengandung persamaan dlm bentuk politik.

ALINEA IV;
• ADALAH; • Menunjukkan pengakuan dan perlindungan terhadap hak2 azasi dlm segala bidang, yaitu; politik, hankam, sosial, kultur dan ekonomi,serta hukum.

Penjabaran nilai2 Pancasila
• Melalui tahapan, sbb; • 1. sila2/nilai2 Pancasila masuk melalui Pembukaan UUD 1945. • 2. Pemb. UUD 45 memuat pokok2 pikiran. • 3. pokok2 pikiran tsb kemudian di jabarkan ke dlm pasal2 UUD45. • 4. selanjutnya ps2 UUD dijabarkan ke berbagai perat.dibawahnya

Pencantuman dlm ps2 UUD’45
• Sebelum diamandemen; • Pada pasal-pasal 27 s/d 34; • Ps 27 ------- persamaan dlm hk dan pemerintahan. • Ps 28 ------- kemerdekaan utk berserikat • Ps 29 ------ jaminan utk memeluk agama • Ps 30 ------ hak utk membela negara

Lanjutan........
• Ps 31----- hak utk mendapat pengajaran • Ps 32----- hak utk mengembangkan budaya • Ps 33----- hak utk berekonomi • Ps 34----- hak sosial bagi fakir miskin dan anak terlantar dipelihara negara

Setelah UUD’45 di amandemen
• Rincian ttg hak asasi lebih banyak seperti ; ps 28 menjadi 28A s/d 28J • Menjadi Bab baru y.i Bab XA dan pasal 30 ay(1) dipindahkan kedlm ps 27 ay(3) • Bab XII ps 30 isinya diganti dgn ketentuan ttg pertahanan dan keamanan negara berisi 5 ayat, dimana HANKAMNAS menggunakan SISTEM HANKAMRATA

NEGARA, KONSTITUSIONALISME & KONSTITUSI
Negara yg berlandaskan konstitusi disebut NEG. KONSTITUSIONAL. Konstitusionalisme adalah merupa kan suatu ide, gagasan atau paham bahwa kekuasaan neg. ha rus dibatasi, serta hak2 dasar rakyat dijamin dlm suatu konstitu si negara yang bersangkutan

CIRI2 KONSTITUSIONALISME
Di dalam gagasan konstitusionalis me, isi dari pada konstitusi nega ra tsb bercirikan 2(dua) hal, sbb; 1). Konstitusi itu membatasi kekuasaan pemerintah/penguasa agar tidak bertindak se-wenang2 thd warganegaranya. 2). Konstitusi itu menjamin hak2 dasar dan kebebasan warga-neg.

PANDANGAN BEBERAPA AHLI
Daniel S.Lev memandang konstitusionalisme sbg paham ―Negara Terbatas‖ Immanuel Kant & F.Y. Stahl menyebut dgn istilah ―Rechtsstaat‖ A.V Dicey memakai istilah ―Rule of Law‖. Di Indonesia istilah Rechsstaat dan Rule of law diterjemahkan sebagai ―Negara Hukum‖

Pengertian KONSTITUSI
1).DALAM ARTI LUAS: meliputi hukum dasar tertulis dan tidak tertulis. 2).DALAM ARTI SEMPIT: sebagai hukum dasar-tertulis dan dikenal dgn pengertian UUD

KEDUDUKAN KONSTITUSI
1).SEBAGAI HUKUM DASAR 2).SEBAGAI HUKUM TERTINGGI

TAP MPRS no. XX/MPRS/1966

• Dikukuhkan dgn TAP. MPR no. V/MPR/1973, tata urutan peraturan per- UU-an, sbb; 1. UNDANG-UNDANG DASAR 1945. 2. KETETAPAN MPR. 3. UNDANG-UNDANG/PERPU 4. PERATURAN PEMERINTAH. 5. KEPRES 6. PERATURAN PELAKSANAAN LAINNYA, spt; perat. Menteri, Inst Men

TAP MPR NO. III/MPR/2000
• 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. TATAURUTAN PERAT.UU, sbb; Undang-Undang Dasar 1945. Tap. MPR R.I Undang-undang Perpu P.P KepPres Peraturan Daerah

UU no. 10 – 2004.
Tentang pembentukan peraturan Perundang2-an, sbb; 1. UNDANG2 DASAR NEGARA R.I 1945 2. UNDANG2/PERPU 3. PERATURAN PEMERINTAH 4. PERATURAN PRESIDEN 5. PERATURAN DAERAH

UNDANG.2 no. 12 - 2011
• 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Hierarki Perat. Per-UU-an terdiri atas; Undang2 Dasar Neg. R.I tahun 1945 TAP.MPR. UNDANG2/PERPU PERATURAN PEMERINTAH PERATURAN PRESIDEN PERDA PROVINSI PERDA KABUPATEN/KOTA

Dari hal tsb diatas Konstitusi
• Adalah merupakan aturan hukum yg tertinggi kedudukannya. • Hierarchie semacam itu membawa konsekuensi hukum tak tertulis,sbb; 1. Aturan yg di atas merupakan dasar dari yg bawah, 2. Aturan yg bawah tidak boleh bertentangan dgn yg di atas 3. Untuk mengubah aturan hrs dgn aturan yg sederajat

Isi, tujuan dan fungsi Konst negara
Memuat ; 1) organisasi negara 2) Hak2 Asasi Manusia 3) Prosedur mengubah UUD 4) Adakalanya memuat larangan2 utk mengubah sifat2 tertentu dari UUD Tujuannya. Memberi pembatasan thd kekuasaan politik dan menjamin hak2 dasar warga negara.

PANCASILA & UUD 1945
PANCASILA SEBAGAI DASAR FALSAFAH NEGARA (NEG. REPUBLIK INDONESIA)
UNDANG-UNDANG DASAR SBG DASAR HUKUM NEGARA R.I

Pancasila sbg dasar falsafah neg. Republik Indonesia
Mengandung makna bahwa nilai2 yg terkandung dlm Pancasila menjadi pedoman bagi pe – nyelenggaraan bernegara. Nilai2 Pancasila pada dasarnya adalah nilai2 filsafati yg bersifat mendasar. Nilai2 dasar Pancasila bersifat abstrak, normatif (sbg ASAS2)

IMPLEMENTASI PANCASILA dlmUNDANG2 DASAR 1945
1). Asas ―Ketuhanan Yang Maha Esa‖ -------- pasal 29 UUD1945 ttg Agama 2). Asas ―Kemanusiaan yg adil dan beradab‖ ------- pasal2, 27, 28 & ps 31(ay.1) ttg ― Hak2 Asasi Warganegara. 3). Asas ―Persatuan Indonesia‖. ------ pasal2; 31(ay.2), 32, 35 &36 UUD 1945.

LANJUTAN...........
TTG -. Pendidikan Nasional -. Kebudayaan Nasional. -. Bendera Nasional. -. Bahasa Nasional 4). Asas ―Kerakyatan yg dipimpin oleh kebiksanaan dlm permusyawaratan / perwakilan‖. -------- pasal, 2(ay1) ttg MPR pasal 19 s/d 22 ttg DPR pasal 18 ttg Pem. Daerah

LANJUTAN ........
5). Asas ―Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia‖. -------- pasa2 33 &34 UUD 1945. ttg Perekonomian Nasional &Kesejahteraan Sosial. Jadi nilai2 Pancasila menjadi pedoman normatif bagi penyelenggaraan bernegara dan seluruh per-uu-an merupakan pencerminan dari nilai2 Pancasila

Menurut STUFEN THEORIE DARI HANS KELSEN.
Pancasila sebagai norma dasar dari negara Indonesia dan disebut sebagai norma fundamental negara (STAATSFUNDAMENTAL – NORM) atau Grundnorm yang merupakan norma hk tertinggi dlm negara, dan dibawah Grundnorm terdapat norma2 hk yg lebih rendah tingkatannya

TERTIB HUKUM
NORMA2 HUKUM YG BERTINGKATTINGKAT TADI MEMBENTUK SUSUNAN HIERARKIS yg disebut ―TERTIB Hukum‖.
PANCASILA Grundnorm

Pem UUD

Pem.UUD

UUD 1945 UUD1945 P.P

UU/Perpu

Per Pres/Keppres P.P Per.daerah Perpres Perda

Menurut HANS NAWIASKY
Bahwa kelompok norma hukum negara terdiri dari 4(empat) kelompok besar, yaitu; 1. STAATSFUNDAMENTALNORM. 2. STAATSGRUNDGESETZ(ATURAN DASAR/POKOK NEGARA 3. FORMELLGESETZ(UNDANG2) 4. VERORDNUNG dan OTONOME STATZUNG (ATURAN2 PELAKSANAAN)

HAKEKAT HANKAMNAS
• =SUATU PERTAHANAN KEAMANAN RAKYAT SEMESTA, DIMANA SELURUH POTENSI DI BIDANG IPOLEKSOSBUDHANKAM DISU – SUN, DIKERAHKAN DAN DIGERAK KAN GUNA MENGHADAPI SEGALA MACAM ANCAMAN YG DATANG BAIK DARI DLM MAUPUN DARI LUAR.

TUJUAN HANKAMNAS

• UNTUK MENGAMANKAN SERTA MENYELAMATKAN NEGARA DAN BANGSA SERTA TUJUAN NASIONAL • Oleh karena itu agar tujuan tsb dapat dicapai dgn baik, jika seluruh raktyat diikut sertakan sesuai dgn bidang & keahliannya masing2

PENYELENGGARAAN HANKAMNAS MELALUI;
1. UPAYA PERTAHANAN, yaitu utk menghadapi kemungkinan serangan/invasi dari luar. 2. Upaya menghadapi kemungkinan gangguan keamanan dari dlm negeri. Upaya-upaya tsb tak dpt dipisahpisahkan satu sama lain, sehingga merupakan suatu sistem yg disebut ―SISTEM HANKAMRATA‖

SIFAT-SIFAT HANKAMRATA 1.KERAKYATAN, 1. KESEMESTAAN, 1. KEWILAYAHAN.

MAKNA KERAKYATAN,

BERARTI SELURUH RAK – YAT DIIKUTKANDLM PERTAHANAN NEGARA. KESEMESTAAN BERARTI SEL. SDA HRS MAMPU UTK DIMOBILISASIKAN UTK MEMPERTAHAN KAN NEGARA

KEWILAYAHAN BERARTI
• BAHWA SELURUH WILAYAH/ DAERAH MERUPAKAN BEN – TENG/TUMPUAN BAGI PERTAHANAN NEGARA

Berdasarkan SK Dirjen Dikti no. 43/Dikti/2006
Ruang lingkup Pend. Kewarganegaraan; Pancasila sbg Dasar Neg. &Idiologi Nas. Identitas Nasional. Hak dan Kewajiban Warga Negara Demokrasi dan Pendidikan Demokrasi. Negara Hukum dan Hak Asasi Manusia. Wawasan Nusantara sbg Geopolitik Ind. Ketahanan Nasional sbg Geostrategi Indonesia.

KETAHANAN NASIONAL(TANNAS) • KONDISI DINAMIK SUATU BANGSA YANG BERISI KEULETAN DAN KETANGGUHAN, YANG MAMPU MENGEMBANGKAN KEKUATAN NASIONAL, DIDALAM MENGHADAPI DAN MENGATASI SEGALA TANTANGAN , HAMBATAN, SERTA GANGGUAN, BAIK YANG DATANG DARI DALAM MAUPUN DARI LUAR, YANG LANGSUNG MAUPUN YANG TIDAK LANGSUNG MEMBAHAYAKAN INTEGRITAS, IDENTITAS, SERTA KELANGSUNGAN HIDUP BANGSA DAN NEGARA.

Hakekat dari TANNAS
Dari pengertian tsb dapat disimpulkan bahwa hakekat Ketahanan Nasional adalah merupakan kemampuan dan ketangguhan suatu bangsa untuk dapat menjamin kelangsungan hidupnya menuju kejayaan bangsa dan negara.

FUNGSI DARI TANNAS
• SEBAGAI STRATEGI UTK MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUP BERBANGSA DAN BERNEGARA, YAITU NEGARA R.I. • DI PILIH SBG STRATEGI KARENA ANCAMAN YG MENGANCAM DIRI KITA TERTUJU KPD SELURUH ASPEK KEHIDUPAN BERNEGARA

SEBAGAI KONDISI
• YANG MENJADI PERHATIAN KITA DISINI ADALAH PADA ADANYA ANCAMAN, GANGGUAN, HAMBATAN DAN TANTANGAN. • PENGERTIAN ANCAMAN DLM ARTI LUAS, MELIPUTI ANCAMAN, HAMBATAN, TANTANGAN DAN GANGGUAN. • SEDANG DLM ARTI SEMPIT HANYA MENCAKUP ANCAMAN SAJA

ANCAMAN, GANGGUAN, HAMBATAN DAN TANTANGAN
• ANCAMAN = HAL/USAHA YG
BERSIFAT MENGUBAH/MEROMBAK KEBIJAKSANAAN DAN DILAKUKAN SECARA KONSEPSIONAL, KRIMINAL SERTA POLITIK.
BERASAL DR LUAR YG BERTUJUAN MELEMAHKAN DAN MENGHALANGI SECARA TIDAK KONSEPSIONAL.

• GANGGUAN = HAL/USAHA YG

LANJUTAN..........
• HAMBATAN = HAL/USAHA YG DR DALAM DIRI SENDIRI YG BERSIFAT/BERTUJUAN MELEMAHKAN/MENGHALANGI SECARA TIDAK KONSEPSIONAL. • TANTANGAN = USAHA YG BERTUJUAN MENGGUGAH KEMAMPUAN.

DARI SUMBERNYA;

ANCAMAN DI LIHAT DARI SUMBERNYA DAN DARI BENTUKNYA

1. ANCAMAN DR DLM NEGERI 2. DARI LUAR NEGERI

DR. SEGI BENTUKNYA;
1. ANCAMAN TERENCANA

2. ANCAMAN RESIDUAL

ANCAMAN DARI DALAM NEGERI
ANCAMAN TERENCANA; • SUBVERSI = KEGIATAN UTK MENIADAKAN, MENGHANCURKAN ATAU MENGACAUKAN EKSISTENSI KEDAULATAN, PENGARUH/WIBAWA LAWAN DGN JALAN MERONGRONG KELEMBAGAAN/PEMERINTAH LAWAN.

BENTUK SUBVERSI; 1.SUBVERSI YG PALING SEDERHANA. 2.SUBVERSI YG PALING BERBAHAYA. 3.SUBVERSI BENTUK YG LAIN  PEMBERONTAKAN

ANCAMAN RESIDUAL
• YAITU BERBAGAI KEADAAN DALAM MASYARAKAT YG MERUPAKAN KERAWANAN EKONOMI, SOSIAL, DAN POLITIK YANG JIKA TIDAK DITANGANI SECARA TUNTAS PADA WAKTUNYA, AKAN DAPAT MENJADI PICU YG MELEDAKKAN KERUSUHAN-KERUSUHAN.

ANCAMAN DARI LUAR NEGERI
1. INFILTRASI, 2. SUBVERSI, 3. SABOTASE, 4. INVASI

SABOTASE
KEGIATAN2 PENGHANCURAN/ PERUSAKAN TERHADAP MILIK/ SUMBER2 KEKUATAN LAWAN DGN TUJUAN MENGACAUKAN ASPEK2 KEHIDUPAN LAWAN/ MELEMAHKAN PEMERINTAH LAWAN

INVASI BIASANYA SELALU DIHINDARI,SEBAB BANYAK KERUGIAN2-NYA, SEPERTI;
1. BIAYANYA MAHAL 2. SETIAP INVASI SELALU DIPANDANG SBG AGRESOR 3. PERLAWANAN YG DIHADAPI BIASANYA BUKANLAH ANGKATAN PERANGNYA NEG MUSUH, MELAINKAN JUSTRU SELURUH RAKYATNYA,SEHINGGA MENIMBULKAN PERANG YG BER-LARUT2

SIFAT-SIFAT TANNAS
1. 2. 3. 4. 5. MANUNGGAL/INTEGRATIF, MAWAS KEDALAM, BERKEWIBAWAAN, BERUBAH MENURUT WAKTU, TIDAK MEMBENARKAN SIKAP ADU KEKUATAN DAN KEKUASAAN 6. PERCAYA PADA DIRI SENDIRI 7. TIDAK BERGANTUNG PADA PIHAK LAIN.

ASPEK-ASPEK KEHIDUPAN NASIONAL

 ASPEK ALAMIAH:
1. ASPEK GEOGRAFI, 2. ASPEK KEKAYAAN ALAM, 3. ASPEK KEPENDUDUKAN

 ASPEK SOSIAL:
1. 2. 3. 4. 5. IDIOLOGI. POLITIK. EKONOMI. SOSIAL BUDAYA DAN HANKAM

ASPEK GEOGRAFI

• a.l dgn mengetrapkan asas archipelago • Diawali dgn pengumuman pemerintah atau yg dikenal dgn Deklarasi Djuanda 13 – Desember – 1957, disini terkandung adanya ―Asas-Nusantara‖ . • Dilaksanakan dgn Undang-undang nomor. 4 Prp 1960, dimana ditentukan batas perairan R.I menjadi 12 mil dihitung dari garis dasar. Menggantikan TZMKO 1939 (TERRITORIALE ZEE EN MARITIEME KRINGEN ORDONNANTIE)

ASPEK KEKAYAAN ALAM
• DI UPAYAKAN DGN DILAKSANAKAN MENGGUNAKAN ASAS;

• MAKSIMAL, • LESTARI DAN • BERDAYA SAING

POLA DASAR PEMANFAATAN KEKAYAAN ALAM, HARUS;
1. MENYUSUSN POLA PENGELOLAAN BERDASAR PRINSIP KESEJAHTERA-AN DAN KEAMANAN 2. MENGEMBANGKAN ILMU&TEKNOLO-GI. 3. MEMBINA KESADARAN NASIONAL. 4. MENYUSUN PROGRAM PEMB. YG SE-RASI. 5. MENGADAKAN MODAL YG CUKUP 6. MENCIPTAKAN DAYA BELI MASY.

ASPEK KEPENDUDUKAN
• TANNAS DI BID. KEPENDUDUKAN DIPENGARUHI OLEH FAKTOR2;

1. JUMLAH PENDUDUK. 2. KOMPOSISI PENDUDUK 3. PENYEBARAN PENDUDUK.

TIGA FAKTOR tsb DIPENGARUHI OLEH: KELAHIRAN, KEMATIAN &

MIGRASI

TANNAS DI BID. IDIOLOGI
PENGERTIAN;
• ADALAH SUATU PERANGKAT PRINSIP PENGARAHAN YG BERISI SISTEM NILAI YG DIJADIKAN DASAR SERTA MEMBERI ARAH DAN TUJUAN YG HENDAK DICA PAI DLM MELANGSUNGKAN DAN MENGEMBANGKAN HIDUP DAN KEHIDUPAN NASIONAL SUATU BANGSA DAN NEGARA.

UNSUR2 DLM DEFINISI tsb;
1. IDIOLOGI MENGANDUNG GAGASAN, KEYAKINAN, ATAU NILAI2 DASAR DAN MENDALAM. 2. GAGASAN, KEYAKINAN DAN NILAI2 tsb TERSUSUN SECARA SISTEMATIS SEHINGGA MEMBENTUK SUATU KEBULATAN SECARA MENYELURUH. 3. IDIOLOGI AKAN MENDASARI KEHIDUPAN BERSAMA BAGI SUATU KELOMPOK, GOLONGAN ATAU BANGSA. 4. NILAI,GAGASAN DLM IDIOLOGI BERSIFAT KHAS.

CIRI-CIRI DARI IDIOLOGI
1. MENGANDUNG SUATU TEORI YG SECARA KOMPREHENSIF MENJELASKAN TENTANG ARTI DARI PENGALAMAN MANUSIA. 2. MEMPUNYAI RENCANA TENTANG KELMBAGAAN SOSIAL DAN POLITIK SECARA ABSTRAK & UMUM. 3. MENGANGGAP BAHWA REALISA- SI DARI RENCANA tsb AKAN MEMERLUKAN PERJUANGAN. 4. MENCARI PENGIKUT YG LOYAL DAN MEMINTA KOMITMEN. 5. DITUJUKAN UTK MASY.LUAS

MACAM-MACAM IDIOLOGI;
1. IDIOLOGI TERBUKA YAITU SISTEM
AJARAN YG MENDASARKAN KEPADA SISTEM NILAI YG TIDAK DIPAKSAKAN DAN LUAS, MELAINKAN DIGALI DARI HARTA KEKAYAAN ROHANI, MORAL DAN BUDAYA MASY. SENDIRI. YG ISI AJARANNYA TIDAK BOLEH DIPERTANYAKAN LAGI, KEBENARANNYA TIDAK BOLEH DIRAGUKAN LAGI ISINYA DOGMATIS DAN APRIORI

2. IDIOLOGI TERTUTUP YAITU IDIOLOGI

CIRI IDIOLOGI TERTUTUP
1. TIDAK DIAMBIL DARI MASY. MELAIN-KAN MERUPAKAN FIKIRAN DARI ELIT TERTENTU YG HARUS DIPROPAGANDAKAN DAN DISEBARKAN KPD MASY. 2. TIDAK MENDASARKAN DIRI PADA NILAI2 DAN PANDANGAN MORAL MA-SYARAKAT. 3. SELALU HRS DIPACU OLEH ELIT TERTENTU YG MEMEGANG KUASA TANPA MEMPERHITUNGKAN MOTIVA-SI NATURAL DLM MASYARAKAT

TANNAS DIBID. IDIOLOGI, 1.DIPENGARUHI OLEH PELAKSA-NAAN SECARA OBYEKTIF DAN 2.SECARA SUBYEKTIF. •

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful