Anda di halaman 1dari 25

Pinjaman Subordinasi, Modal Pinjaman, dan Modal Bank

Kelompok 5

PINJAMAN SUBORDINASI
Pinjaman subordinasi adalah pinjaman yang diperoleh berdasarkan suatu perjanjian antara bank dengan pihak lain yang hanya dapat dilunasi apabila bank telah memenuhi persyaratan tertentu. Dalam hal terjadi likuidasi, pelunasan atas kewajiban tersebut hanya dapat dilakukan apabila dana atau simpanan yang ada dalam bank seluruhnya telah dilunasi. Dalam menerima pinjaman ini, beban bank akan bertambah karena pinjaman subordinasi ini memiliki bunga.

Akuntansi Untuk Pinjaman Subordinasi


Penerimaan Pinjaman Subordinasi
contoh : Bank Omega menerima pinjaman subordinasi sebesar Rp 400 juta. Oleh Bank Omega akan dicatat dengan ayat jurnal sebagai berikut :

D : Bank Indonesia Giro K : Pinjaman Subordinal

Rp 400.000.000 Rp 400.000.000

Rekening ini akan tetap outstanding selama belum ada pelunasan yang dilakukan oleh Bank Omega.

Perhitungan Bunga

contoh : Apabila pinjaman subordinasi sebesar 12% setahun, maka beban selama tahun pertama menjadi sebesar Rp 48 juta dan harus dibukukan sebagai beban bunga periode berjalan. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi ini adalah sebagai berikut: D : Biaya Bunga Pinjaman Subordinasi K : Bunga yang Masih Harus Dibayar Rp 48 juta Rp 48 juta

Pelunasan Pinjaman Subordinasi Contoh :


apabila pinjaman subordinasi di atas dilunasi sebesar Rp 300 juta atas beban rekening giro Bank Omega pada bank lain, akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut. D : Pinjaman Subordinasi K : BI Giro Rp 300.000.000 Rp 300.000.000

Dengan dibukukannya ayat jurnal di atas, sisa pinjaman subordinasi akan berjumlah Rp 100 juta.

Penyajian Dalam Neraca


Pinjaman subordinasi disajikan dalam neraca sebesar saldo pinjaman subordinasi yang belum dilunasi pada tanggal laporan, yakni pada saat penyusunan neraca. Apabila bank memiliki pinjaman subordinasi dalam valuta asing, maka akan dijabarkan ke dalam Rupiah dengan mempergunakan kurs tengah pada tanggal laporan. Pengungkapan ini wajib dilakukan oleh setiap bank yang memiliki pinjaman subordinasi.

Merupakan pinjaman yang didukung dengan menggunakan instrumen yang disebut capital notes, loan stock atau warkat lain yang dipersamakan dengan itu, dan mempunyai sifat modal sendiri. Ciri-ciri modal pinjaman : a. Tidak dijamin oleh bank penerbit dan sifatnya dipersamakan dengan modal serta telah dibayar penuh. b. Tidak dapat dilunasi atau ditarik atas inisiatif pemilik (pemegang capital notes). c. Kedudukan yang sama dengan modal dalam hal jumlah kerugian bank melebihi laba ditahan dan cadangan cadangan yang termasuk modal inti, meskipun bank belum dilikuidasi. d. Pembayaran bunga dapat ditangguhkan apabila bank dalam keadaan rugi atau labanya tidak mencukupi untuk membayar bunga tersebut.

MODAL PINJAMAN

Akuntansi Modal Pinjaman


Transaksi modal pinjaman dengan penerbitan warkat (loan stock atau capital notes) harus dicatat oleh bank menurut nilai nominalnya. Apabila dalam mengupayakan penerbitan modal pinjaman ini terdapat biaya-biaya tersebut tidak perlu diperlakukan sebagai beban dalam periode berjalan dimana modal pinjaman tersebut diterbitkan. Semua biaya-biaya yang telah dikeluarkan akan ditangguhkan dan diamortisasikan secara sistematis selama taksiran jangka waktu modal pinjaman tersebut. Biaya-biaya yang timbul karena penerbitan modal pinjaman dapat ditangguhkan dan diamortisasi selama jangka waktu selama-lamanya 5 tahun.

Penerbitan

contoh : Apabila Bank Omega menerbitkan capital notes sebanyak 100 lembar @ Rp 4 juta atau sebesar Rp 400 juta untuk mendapatkan modal pinjaman. Suku bunga sebesar 12% setahun. Jangka waktu 4 tahun. Modal pinjaman ini diterima untuk keuntungan rekening giro Bank Omega pada Bank ABC. Biaya-biaya untuk pengurusan penerbitan modal ini telah dikeluarkan sebesar Rp 20 juta tunai. Ayat jurnal untuk mencatat transaksi ini sebagai berikut. D : Bank Lain Giro Rp 400 juta D : Biaya Penerbitan Modal Pinjaman dibayar Di muka Rp 20 juta K : Modal Pinjaman Rp 400 juta K : Kas Rp 20 juta

Amortisasi Biaya
contoh : Amortisasi biaya penerbitan ini dilakukan selama 4 tahun, yaitu selama Rp 20.000.000 dibagi 4 tahun, atau sebesar Rp 5.000.000 setahunnya. Ayat jurnal untuk mencatat amortisasi ini sebagai berikut. D : Biaya Penerbitan Modal Pinjaman K : Biaya Penerbitan Modal Pinjaman dibayar Di muka Rp 5 juta
Rp 5 juta

Perhitungan Bunga
contoh : Beban bunga tahunan sebesar 12% dari pokok pinjaman sebesar Rp 400 juta, yaitu Rp 48 harus dibayar oleh Bank Omega sepanjang Bank Omega memperoleh laba . Pembayaran bunga dapat ditangguhkan apabila Bank Omega tidak memperoleh laba atau labanya tidak mencukupi untuk membayar bunga tersebut. Bila biaya dibayar tunai, ayat jurnal yang harus di buat Bank Omega jika Bank Omega memperoleh laba adalah : D : Biaya Bunga Modal Pinjaman Rp 48 juta K : Kas Rp. 48 juta

Lanjutan ...

Namun, apabila Bank Omega tidak mampu untuk membayar bunga modal pinjaman ini yang disebabkan karena laba tidak mencukupi atau terdapat saldo rugi maka ayat jurnal penangguhan bunga ini dapat dilakukan sebagai berikut: D : Biaya bunga modal pinjaman Rp 48 juta K : Bunga modal pinjaman yang ditangguhkan Rp 48 juta

Pelunasan seluruh penangguhan biaya bunga harus dilunasi baru kemudian pokok pinjaman. contoh : apabila bank Omega hendak melunasi seluruh hutang modal pinjamannya sebesar Rp 400.000.000 atas beban rekening giro pada Bank Indonesia, akan dibukukan dengan ayat jurnal sebagai berikut. D : Modal Pinjaman Rp 400 juta K : Bank Indonesia Giro Rp 400 juta

Data yang perlu diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan berkenaan dengan modal pinjaman adalah sebagai berikut. a. Persyaratan modal pinjaman. b. Jumlah lembar. c. Nama pemegang atau pemilik warkat modal pinjaman. d. Hak dan kewajiban bank dan pemegang warkat modal pinjaman. Penyajian dalam neraca harus dilakukan sebesar nilai nominal dari warkat yang telah diterbitkan.

Pengungkapan Dalam Neraca

MODAL BANK
Merupakan hak pemilik bank kepada bank yang bersangkutan. Merupakan hutang bank kepada para pemiliknya, oleh sebab itu disajikan sebagai salah satu komponen passiva di sebelah kanan neraca. Merupakan modal awal pada saat pendirian bank yang jumlahnya telah ditetapkan dalam suatu ketentuan atau pendirian bank.

Paket Februari 1991


Jumlah minimum modal yang harus disetor oleh tiap jenis bank bermacam-macam. Dalam Paket februari 1991, jumlah minimal modal yang ditempatkan untuk bank umum adalah sebesar Rp 50 Milyar. Bukan hanya sekedar jumlah modal minimum yang harus dimiliki pada waktu hendak mendirikan bank, tetapi juga perbandingan antara jumlah seluruh komponen modal terhadap aktiva tertimbang menurut resiko (ATMR) juga telah diatur oleh Bank Indonesia. Perbandingan ini dikenal dengan capital adequacy ratio (CAR).

Salah satu maksud dari memenuhi ketentuan CAR ini diantara lain adalah untuk meningkatkan disiplin dan profesionalisme bagi tiap bank dalam mengelola seluruh earning assets yang dimilikinya agar dapat menghasilkan keuntungan bagi ban, antara lain dalam bentuk pendapatan bunga.

Komponen Modal Bank


Ada beberapa komponen modal bank dalam neraca antara lain: modal saham yang ditempatkan dan disetor, modal sumbangan, laba ditahan dengan tujuan, laba ditahan tanpa tujuan, penilaian kembali aktiva tetap, dan modal sumbangan (modal donasi).

Saat Penyetoran Dana Modal

Akuntansi Untuk Modal

contoh : apabila pada saat mendirikan Bank Omega, dilakukan setoran modal saham dari pemiliknya dalam bentuk: Uang tunai langsung pada rekening giro Bank Indonesia sebesar Rp 40 milyar Gedung kantor di Jakarta senilai Rp 18 milyar Inventaris kantor senilai Rp 300 juta Kendaraan dinas senilai Rp 100 juta

Oleh Bank Omega akan dibukukan dengan ayat jurnal : D : Bank Indonesia Giro Rp 40 milyar D : Aktiva Tetap Gedung Rp 18 milyar D : Aktiva Tetap Inventaris Kantor Rp 300 juta D : Aktiva Tetap Kendaraan Rp 100 juta K : Modal Saham Rp 58,4 milyar

Lanjutan ...

Penyisihan Laba Usaha Bank

Contoh : Apabila pada akhir tahun, Bank Omega mendapatkan laba sebesar Rp 24.000.000.000 dan diputuskan direksi untuk mencadangkan sebagai berikut. a. Pembagian laba Rp 5 milyar b. Pembayaran hutang jk. panjang Rp 2 milyar Oleh Bank Omega dibukukan:

Lanjutan ...
D: Ikhtisar Laba Rugi Laba Tahun Berjalan K: Laba Ditahan Penyisihan Pembagian Laba K: Laba Ditahan Pembayaran Hutang Jangka Panjang K: Laba Ditahan Tanpa Tujuan Rp 24 M Rp 5 M Rp 2 M Rp 17 M

Penambahan dan Pengurangan Lainnya

Komponen modal bisa bertambah apabila ada agio saham (premium) dan akan berkurang apabila ada disagio saham (discount).

Lanjutan ...

Contoh : apabila nilai nominal saham Bank Omega sebesar Rp 1 juta dan dijual sebanyak 200 lembar dengan kurs sebesar 102% tunai, maka oleh Bank Omega akan dibukukan : D : Kas Rp 204.000.000 K : Modal Saham Rp 200.000.000 K : Agio Saham Rp 4.000.000

Selain agio dan disagio saham, komponen lain yang akan menambah komponen modal adalah komponen yang diterima dari sumbangan, atau dikenal dengan modal sumbangan (donated capital). Contoh : apabila Bank Omega menerima hibah dalam bentuk seperangkat komputer IBM sistim 4341 dari sebuah perusahaan besar di Jakarta, nilai pasarnya ditaksir Rp 400.000.000. Oleh Bank Omega akan dibukukan sebagai berikut. D : Aset Tetap komputer Rp 400.000.000 K : Modal Sumbangan Rp 400.000.000

Terima Kasih