Anda di halaman 1dari 23

PROPOSAL KKN ALTERNATIF MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

PENERAPAN IT UNTUK MENUNJANG PROMOSI PRODUK KERAJINAN DAN MAKANAN HASIL INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KELURAHAN KRABOKAN

Oleh: 1. Dillah Septian 2. Alfiana Hendrawati 3. Mamila Ziyyit Tuqo 4. Delvita Puspita Sari 5. Ani Fauziyah 6. Cipto Heri 7. Mustika Dewi Kusumastiti 8. Arka Yanitama 9. Maulida Mitayani 10. Tulus Prihadi 11. Metha Setiana 12. Eko Nur Pujiyanto 42114090 42114090 42114090 42114090 42114090 42114090 42114090 42114090 42114090 42114090 42114090 42114090 Fisika/FMIPA Fisika/FMIPA Fisika/FMIPA Fisika/FMIPA Fisika/FMIPA Fisika/FMIPA Fisika/FMIPA Fisika/FMIPA Fisika/FMIPA Fisika/FMIPA Fisika/FMIPA Fisika/FMIPA

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2012

HALAMAN PENGESAHAN USULAN KEGIATAN 1. Judul Kegiatan : Penerapan IT Untuk Menunjang Promosi Produk Kerajinan Dan Makanan Hasil Industri Rumah Tangga Di Kelurahan Krabokan 2. Ketua Pelaksana Kegiatan Nama Lengkap : Fakultas/Jurusan : 3. Anggota Pelaksana : 4. Dosen Pendamping Nama Lengkap : NIP : Waktu Pelaksanaan : 5. Lokasi Kegiatan : 6. Biaya yang Diperlukan :

FMIPA/Fisika 11 orang

Bulan Desa Rp

Semarang, 9 Juni 2010 Mengetahui; Kapus Kuliah Kerja Nyata Unnes Koordinator KKN Alternatif

Drs. Sutaryono, M. Pd. NIP 19570828 198303 1 005

Noor Hidayatiningsih NIM 4101408199

Menyetujui Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Drs. Bambang Budi Raharjo, M.Si NIP 196012171986011001

A. JUDUL PENERAPAN IT UNTUK MENUNJANG PROMOSI PRODUK KERAJINAN DAN MAKANAN HASIL INDUSTRI RUMAH TANGGA DI KELURAHAN KRABOKAN

B. ANALISIS SITUASI Krobokan merupakan salah satu nama kelurahan di Kecamatan Gunungpati Kabupaten Semarang. Kelurahan ini memiliki luas daerah 343,946 ha yang terbagi menjadi 5 RW dan 27 RT. Di sebelah utara kelurahan ini berbatasan dengan kelurahan Sadeng, sebelah selatan berbatasan dengan kelurahan Nongkosawit, sebelah barat berbatasan dengan kelurahan Kandri, sebelah timur berbatasan dengan kelurahan Ngijo dan Kalisegoro. Penduduk di Desa Krobokan terdiri dari 1366 kepala

keluarga dan jumlah total penduduk 4907 jiwa. Desa Krobokan memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan di berbagai bidang terutama bidang pertanian. Hasil bidang pertanian yang paling signifikan adalah buah pisang dan ketela pohon. Panenan tanaman tersebut tidak mengenal musiman. Untuk tanaman pisang dan tanaman ketela pohon bisa diproduksi 42 ton per tahun. Permasalahannya selama ini adalah hasil panen tanaman tersebut hanya dijual begitu saja tanpa melalui proses pengolahan lanjut terlebih dahulu sehingga harga jualnya relatif rendah. Selain itu, sampah yang dihasilkan dari proses pertanian cukup banyak, belum lagi ditambah dengan sampah rumah tangga. Sampah yang dihasilkan dapat menjadi peluang ketersediaan bahan untuk bisa menghasilkan produk dari sampah. Lahan sawah mencapai 20 % dari total luas wilayah, memungkinkan aplikasi awal pemanfaatan produk pupuk kompos organik. Sebagian besar penduduk bermatapencaharian sebagai buruh, yakni 1261 orang dari total jumlah penduduk 4907 orang. Pada

tingkat kedua, mereka bermatapencaharian sebagai petani sejumlah 379 orang. Dari realitas mata pencaharian yang tersebut dapat dianalisis bahwa penduduk memiliki pendapatan berkisar UMR mencapai Rp 900.000,00 per bulan. Bahkan terkadang kurang menjanjikan karena sistem kontrak yang sekarang diterapkan oleh pabrik-pabrik yang menyerap banyak tenaga kerja. Dengan

pendapatan tersebut masih bisa dikatakan belum memenuhi kebutuhan hidupnya. Di sisi lain pekerjaan sebagai seorang buruh memiliki waktu luang di luar jam kerjanya untuk bisa mendapatkan pendapatan sampingan. Dari kedua hal tersebut mengerucut pada satu titik masalah, yakni dibutuhkan alternatif solusi untuk bisa mencukupi kebutuhan hidup penduduk dengan inovasi sumber pendapatan yang memungkinkan di kerjakan di sisa waktu luang yang mereka miliki setelah bekerja sebagai buruh. Kelurahan Krobokan belum memiliki budaya membuang sampah dengan pemilahan. Pembuangan sampah hanya sekedar dikumpulkan dan dijadikan satu dalam satu tempat kemudian

dibakar di pojok halaman rumah. Semua macam sampah baik sampah plastik, daun, botol, besi dan lain sebagainya dibuang dalam satu tempat dan berujung pada pembakaran atau teronggok begitu saja. Dari segi kebersihan lingkungan mengakibatkan lingkungan menjadi kotor, apabila dibakar akan mengeluarkan gas karbon monoksida yang turut memberi andil pada global warming. Jika musin hujan tiba, sampah dari kaleng atau botol plastik bisa menjadi sarang nyamuk penyebab demam berdarah. Sehingga perlu solusi untuk memberikan kesadaran warga pentingnya mengelola sampah. Mayoritas penduduk golongan produktif adalah lulusan SMP/SMA. Sekolah formal di desa tersebut sudah terdapat 3 taman kanak-kanak, 1 sekolah dasar negeri. Adapun Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas belum ada walaupun masih bisa dijangkau di kota Kecamatan. Budaya belajar secara formal di

sekolah-sekolah masih bisa dijangkau, tetapi untuk aplikatif seperti pendidikan lingkungan hidup,

pendidikan penambahan

ketrampilan hidup belum ada. Pendidikan aplikatif akan menjadi penting sebagai alternatif penopang pendapatan sehingga kualitas hidup mereka akan menjadi meningkat. Oleh karena itu kami menawarkan solusi diversifikasi pangan yaitu melalui pengolahan tanaman ketela diolah menjadi kripik ketela beraneka rasa, gado-gado serta kripik daun ketela. Aneka rasa kripik tersebut diantaranya rasa balado, ayam bawang, manis, asin dan lain-lain. Untuk penjualannya dikemas dalam kemasan yang menarik. Selain itu juga kami menawarkan program pengolahan sampah lingkungan, mengingat hasil pertanian dan produksi akan menghasilkan sampah. Di samping itu dengan adanya brand atau merk khalayak luas menjadi pedoman ke mana harus pergi ketika ingin memesan keripik ketela pohon dan daun ketela misalnya sebagai oleh-oleh atau sekedar camilan favorit keluarga. Dengan adanya usaha memproduksi keripik ketela pohon dan daun ketela pohon maka banyak peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan peluang kerja yang menjanjikan dan dapat meningkatkan taraf hidup. Selain itu, kisaran penduduk kelurahan Krobokan yang berusia remaja mencapai 1257 orang menjadi potensi tersendiri sebagai penggerak inovasi pengelolaan sampah dan marketisasi produk olahan untuk dijadikan sebagai alternatif sumber pendapatan penduduk. Serta adanya kelompok ibu-ibu PKK dan Karang Taruna memungkinkan perintisan kelompok usaha tersebut. Berdasarkan survey yang telah kami lakukan, diperoleh data bahwa banyak penduduk usia pendidikan yaitu 4-6 tahun sebanyak 356 orang, 7-12 tahun sebanyak 393 orang, 13-15 tahun 365 orang, dan 16-19 tahun sebanyak 473 orang. Jadi, jumlah penduduk usia pendidikan sebanyak 1.587 orang. Oleh karena itu, menurut kami

pengembangan di bidang pendidikan sangat diperlukan. Program pengembangan bidang pendidikan yang kami rencanakan

diantaranya meliputi pemberian bimbingan belajar untuk anak sekolah, taman bacaan umum dan pemberdayaan tenaga pengajar pramuka. Sebagaimana telah dipaparkan di atas, maka kami memilih Program Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Keluarga Untuk

Menganggulangi Kemiskinan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera Berbasis Keluarga, Usaha Mikro dan Kecil Melalui Posdaya di Kelurahan Krobokan sebagai judul dari kegiatan KKN alternatif ini.

C. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan analisis situasi di atas, dapat dirumuskan beberapa masalah pada KKN Alternatif ini adalah: 1. Bagaimana menciptakan sebuah media promosi yang efektif dengan memanfaatkan kecanggihan IT? 2. Bagaimana cara mempromosikan produk Industri Rumah Tangga kelurahan Krobokan menggunakan media IT? 3. Bagaimana memberdayakan masyarakat kelurahan Krobokan dalam menggunakan IT dalam rangka mempromosikan produk rumah tangga? 4. Bagaimana menciptakan strategi untuk menjaga keberlanjutan program KKN ini?

D. TUJUAN DAN TARGET LUARAN Tujuan dan target kegiatan KKN alternatif ini adalah : 1. Menciptakan sebuah media promosi yang efektif dengan memanfaatkan kecanggihan IT. 2. Mempromosikan produk Industri rumah Tangga kelurahan Krobokan menggunakan media IT.

3. Memberdayakan

masyarakat

kelurahan

Krobokan

dalam

menggunakan IT dalam rangka mempromosikan produk rumah tangga 4. Menciptakan strategi untuk menjaga keberlanjutan program KKN ini

Target yang ingin dicapai dalam KKN Alternatif ini adalah sebagai berikut. 1. Terciptanya sebuah media promosi yang efektif dengan memanfaatkan kecanggihan IT. 2. Promosi Produk Industri rumah Tangga kelurahan Krobokan dengan media IT dapat terealisasi. 3. Masyarakat kelurahan Krobokan dapat mempergunakan IT dalam rangka mempromosikan produk rumah tangga 4. Terciptanya strategi untuk menjaga keberlanjutan program KKN ini.

E. MANFAAT KEGIATAN Beberapa manfaat kegiatan antara lain: 1. Bagi pemerintah, pendapatan perkapita daerah meningkat dan turunnya jumlah pengangguran. 2. Bagi masyarakat, masyarakat memiliki skill untuk mengelola pemasaran produk industri rumah tangga di daerahnya dengan memanfaatkan kecanggihan IT. 3. Bagi akademisi, meningkatkan kecakapan dalam membangun hubungan sosial dengan masyarakat.

F. KHALAYAK SASARAN KEGIATAN Sasaran kegiatan KKN alternatif ini adalah seluruh

masyarakat di RW 1 dan 2 kelurahan Krobokan, terutama Ibu-Ibu

PKK, Kelompok Karang Taruna kelurahan Krobokan dan anak-anak usia sekolah.

G. METODE PELAKSANAAN Kegiatan ini dilaksanakan selama 45 hari mulai dari tanggal 31 Oktober sampai tanggal 11 Desember 2011. Sebelum pelaksanaan program kerja, terlebih dahulu disusun pembagian wilayah kerja dan rencana kegiatan selama 45 hari. Langkah-langkah tersebut digunakan untuk mempermudah dan merapikan pelaksanaan program kerja. Pelaksanaan program KKN ini melalui langkahlangkah sebagai berikut : 1. Persiapan Tahap ini meliputi hal-hal sebagai berikut. a. Survei dan analisa situasi daerah yang berpotensi menjadi lokasi KKN Alternatif, analisis masalah dan potensi yang mungkin dikembangkan. b. Koordinasi antar personel yang tergabung dalam tim KKN alternatif untuk merancang program selama 45 hari. c. Koordinasi dengan pihak desa sasaran KKN alternatif dan pihak-pihak lain yang mendukung pelaksanaan program tersebut. d. Sosialisasi program Sosialisasi program diadakan untuk memberikan informasi tentang program KKN Alternatif yang dilaksanakan di kelurahan Krobokan dengan sasaran seluruh masyarakat di kelurahan Krobokan, terutama Pemilik Industri Rumah Tangga dan Kelompok Karang Taruna kelurahan Krobokan. Kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan meliputi:

1)

Menjelaskan maksud dan tujuan tentang KKN Alternatif di kelurahan Krobokan, yaitu untuk memberikan program pengabdian masyarakat antara lain sebagai berikut. a) Ekonomi (1) Pengolahan Web sebagai media promosi produk industri rumah tangga. (2) Pemasaran produk industri rumah tangga melalui media IT. (3) Pelatihan pembuatan laporan keuangan. b) Pendidikan (1)Bimbingan belajar SD-SMP (2)Pengadaan pelatihan IT bagi kelompok karang taruna. (3)Pengadaan TPA bagi anak-anak TK-SD (4)Pengadaan Tadarrus Al-Quran c) Kesehatan (1)Penyuluhan kesehatan. (2)Senam bareng dan jalan sehat (3)Pengolahan anorganik. d) Infrastruktur (1)Optimalisasi poskampling (2)Reboisasi (3)Pengadaan tempat sampah organik dan anorganik sampah organik dan

2)

Memberikan penjelasan tentang keuntungan dari media IT sebagai penunjang promosi produk industry rumah tangga di kelurahan Krobokan.

e.

Penyediaan alat dan bahan 1) Ekonomi a) Pengolahan Web sebagai media promosi produk industri rumah tangga. b) Pemasaran produk industri rumah tangga melalui media IT. c) Pelatihan pembuatan laporan keuangan.

a) Program Pengolahan Web sebagai media promosi produk industry rumah tangga. Media Promosi: Peralatan: Laptop Modem Printer Modul Bahan: 1. Kertas A4 2. Tinta Printer

b) Pemasaran Produk Industri Rumah Tangga melalui media IT. 2) Blog/Web Desain merk Tampilan Produk Harga jual produk

c) Pelatihan pembuatan laporan keuangan Modul pelatihan Papan tulis Kapur

Pendidikan 1. Bimbingan belajar SD-SMP 2. Pengadaan pelatihan IT bagi kelompok karang taruna.

10

3. Pengadaan TPA bagi anak-anak TK-SD

a) Bimbingan belajar SD-SMP Alat tulis Modul belajar

b) Pengadaan pelatihan IT bagi kelompok karang taruna. Peralatan: 3) Laptop Modem Printer Modul Bahan: 1. Kertas A4/HVS 2. Tinta Printer

c) Pengadaan TPQ bagi anak-anak TK-SD Papan Tulis Kapur Meja Qiroati

d) Pengadaan Tadarrus Al-Quran Meja Al-Quran

Kesehatan a) Penyuluhan kesehatan. b) Senam bareng dan jalan sehat c) Pengolahan sampah organik dan anorganik

a) Penyuluhan kesehatan b) Senam bareng dan jalan sehat Doorprise Sound system VCD senam sehat

11

c) Pengolahan sampah organik dan anorganik Pengolahan sampah organik Peralatan: Sekop Tong besar Kayu Bahan : EM4 Pengolahan sampah anorganik Peralatan: Gunting Jarum Benang Bahan: Spon Hati Plastik cover Lem Kardus

2.

Pelaksanaan 1. Ekonomi i. Pengolahan Web sebagai media promosi produk industri rumah tangga. ii. Pemasaran produk industri rumah tangga melalui media IT. iii. Pelatihan pembuatan laporan keuangan.

1. Program Pengolahan Web sebagai media promosi produk industri rumah tangga. a. Membuat situs Web b. Mendesain Produk yang akan dipromosikan c. Mambuat label/tampilan luar produk dalam bentuk gambar. 2. Pemasaran produk industri rumah tangga melalui media IT.

12

a. Menetapkan harga jual pada masing-masing produk didalam tampilan IT. b. Membuat catalog di dalam IT Contoh:

3. Pelatihan Pembuatan Laporan Keuangan Pelatihan pembuatan laporan keuangan diperlukan untuk melatih dan memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana membuat laporan keuangan pada proses produksi. Hal ini digunakan untuk mengetahui

bagaimana analisis keuangan proses produksi, proyeksi laba/rugi, dan titik impas.

2. Pendidikan i. Bimbingan belajar SD-SMP ii. Pengadaan pelatihan IT bagi kelompok karang taruna. iii. Pengadaan TPA bagi anak-anak TK-SD iv. Pengadaan Tadarrus Al-Quran

1) Pemberian bimbingan belajar SD-SMP

13

Bimbingan belajar dilakukan dengan harapan membantu anak-anak yang mengalami kesulitan dalam memahami mata pelajaran di sekolah mereka. Program ini juga sebagai upaya untuk

mengoptimalkan fungsi perpustakaan dengan cara pemberian tugas atau pemberian materi dari buku yang ada di perpustaakaan.

2) Pengadaan pelatihan IT bagi kelompok karang taruna. Salah satu upaya untuk mengefektifkan media promosi dengan IT, maka diperlukan adanya tenagatenaga kreatif untuk membuat suatu design serta pembuatan web. Untuk itu diperlukan adanya pelatihan IT khususnya bagi kelompok karang taruna karena tenaga-tenaga muda lebih produktif untuk menciptakan suatu ide-ide kreatif. . 3) Pengadaan TPQ bagi anak-anak TK-SD TPQ ini diadakan untuk meningkatkan

kemampuan anak-anak khususnya dalam babagan agama. Selain bersifat positif, juga untuk

memanfaatkan kegiatan di bulan ramadhan dengan ibadah. 4) Pengadaan Tadarrus Alquran Pengadaan Tadarrus Alquran disini

dimaksudkan untuk mengisi kegiatan setelah sholat isya/tarawih(bulan ramadhan) dengan hal yang positif. Selain untuk tujuan ibahadah, juga untuk bersosialisasi dengan masyarakat.

14

3. Kesehatan Istana Sampah adalah istilah untuk pengelolaan sampah lanjutan setelah pemilahan sampah. Ada dua tahap sebagai tindak lanjut pemilahan sampah yang kami kategorikan dalam program Istana Sampah ini yaitu

pembuatan produk dari sampah dan marketisasi produk dari sampah. Pembuatan produk dari sampah mencakup

pengolahan sampah organik menjadi pupuk dan pengolahan sampah anorganik menjadi kerajinan sampah. Istana Sampah terealisasi dalam suatu kelompok kecil masyarakat yang konsentrasi dalam mengelola

pengolahan sampah hingga pemasaran produk olahan dari sampah. (1) Pengolahan Pupuk Kompos Organik dan Anorganik Pengolahan sampah organik Setelah sampah dipilah menjadi sampah organik dan anorganik maka selanjutnya sampah dapat diproses menjadi produk yang bernilai manfaat lebih. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos organik yang relatif mudah dan murah proses produksi, sedangkan sampah anorganik dapat di gunakan kembali dengan membuatnya menjadi kerajinan yang bernilai komersial. Pupuk kompos merupakan hasil fermentasi dari bahan-bahan organik.Pupuk kompos yang dihasilkan

berwarna kehitam-hitaman, tidak berbau dan telah berubah bentuknya dari bentuk awal. Pengomposan merupakan proses penguraian bahan-bahan organik dalam suhu yang tinggi sehingga mikroorganisme dapat aktif menguraikan bahanbahan organik. Pengelolaan Sampah organik menjadi pupuk organik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan pupuk berbahan kimia, sebagai berikut:

15

a.

Mudah dalam proses produksi Proses Pembuatan Kompos Dengan Aktivator EM-4 Salah satu metode pengomposan adalah dengan

menggunakan aktivator EM-4, yaitu berupa mikroorganisme dalam media cair yang berfungsi untuk mempercepat pengkomposan dan memperkaya mikroba. EM-4

mengandung berbagai mikrobia efektif dimana didominasi oleh Lactobacillus. Bahan-bahan yang digunakan adalah : Bahan Baku Utama, yaitu berupa sampah organik, kotoran Ternak, EM-4, molase dan air. Untuk keperluan ini diperlukan peralatan sebagai berikut: sekop, cakar, keranjang, termometer, alat pencacah, mesin giling kompos dan ayakan. Adapun tahapan pembuatan kompos dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Pencacahan Sampah organik yang telah terkumpul dicacah dengan ukuran 3-4 cm. Pencacahan dilakukan untuk

mempercepat proses pembusukan karena pencampuran dengan bahan baku yang lain seperti kotoran ternak dan EM-4 menjadi rata sehingga mikroorganisme akan bekerja serana efektif dalam proses fermentasi. 2. Pencampuran Bahan Baku Sampah yang sudah dicacah dideder di tempat yang telah disediakan kemudian dicampur dengan kotoran ternak. Pencampuran/pengadukan dilakukan secara merata

kemudian dicampurkan pula campuran EM-4, molase dan air di atas campuran sampah dan kotoran ternak. Pencampuran dilakukan sekali lagi agar seluruh bahan bercampur secara merata. Komposisi bahan-bahan ini adalah sampah cacahan (1,3 m-3), EM-4 (375 ml), kotoran ternak kering (1/5 dari sampah cacahan).

16

3.

Penumpukan Bahan Baku Setelah dilakukan pencampuran secara merata kemudian dilakukan penumpukan dengan ketentuan tinggi 1,5 m, lebar 1,75 m dan panjang 2 m. Penumpukan dapat dilakukan dengan model trapesium, gunungan maupun persegi panjang. Dalam tumpukan inilah terjadi proses fermentasi sampah organik menjadi kompos.

4.

Pemantauan Dalam masa penumpukan akan terjadi peningkatan suhu sebagai akibat proses fermentasi. Untuk hari pertama sampai kelima suhu biasanya mencapai 65 C atau lebih. Hal ini berguna untuk membunuh bakteri yang tidak dibutuhkan dan melunakkan bahan. Pada hari keenam dan seterusnya suhu dijaga antara 40-50 C dengan kelembaban lebih kurang 50 %. Suhu dan kelembaban dapat dipertahankan dengan perlakuan antara lain penyiraman dan pembalikan tumpukan.

5.

Pematangan Pengkomposan berjalan dengan baik dengan suhu ratarata dalam bahan menurun dan bahan telah lapuk dan berubah warna menjadi coklat kehitaman. Tujuan pematangan untuk menjamin kompos benar-benar aman bagi konsumen.

6.

Pengeringan Setelah usia tumpukan mencapai usia 21 hari/3 minggu, maka sampah organik Selanjutnya dilakukan sudah menjadi kompos. pembongkaran dapat untuk dilakukan

dikeringkan/dijemur.

Pengeringan

selama kurang lebih 1 minggu sampai kadar air kira-kira mencapai 20-25%. 7. Penggilingan dan Pengayakan

17

Proses

selanjutnya

adalah

dilakukan

penggilingan

terhadap kompos yang sudah kering. Untuk mendapatkan butiran-butiran kompos yang siap untuk dikemas dilakukan pengayakan sesuai dengan kebutuhan. b. Dapat diproduksi dalam skala rumah tangga Pupuk organik dapat diproduksi dengan alat yang sangat sederhana, berupa komposter (tong bertutup), aktivator EM4, kotoran ternak, dedak dan bahan dasar berupa sampah organik, dengan tahapan yang sederhana pula sebagai

berikut. Pembuatan Kompos ini dapat juga dilakukan dalam skala rumah tangga dengan menggunakan komposter seperti gambar berikut:

Adapun cara pembuatannya adalah sbb: 1. cacah sampah organik hingga kecil dan masukkan ke dalam komposter.
2.

kemudian siramkan atau semprotkan EM4 dan dilakukan secara rutin 5x sehari

3.

setelah satu bulan kompos sudah dapat dipakai dan air yang terdapat di bagian bawah juga dapat digunakan

18

sebagai pupuk cair, namun dalam pemakaiannya perlu dicampur dengan air terlebih dahulu. c. Murah dalam proses produksi Bahan dasar pupuk organik ini adalah sampah yang notabene tidak bernilai sehingga untuk bahan dasar bisa dikatakan nol rupiah. Hanya dibutuhkan bahan berupa aktivator dan alat sederhana. d. Pupuk organik adalah pupuk yang aman bagi lingkungan 1) Pupuk organik mengandung unsur hara yang lengkap, baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Kondisi ini tidak dimiliki oleh pupuk buatan (anorganik). 2) Pupuk organik mengandung asam - asam organik, antara lain asam humic, asam fulfic, hormon dan enzym yang tidak terdapat dalam pupuk buatan yang sangat berguna baik bagi tanaman maupun lingkungan dan

mikroorganisme. 3) Pupuk organik mengandung makro dan mikro organisme tanah yang mempunyai pengaruh yang sangat baik terhadap perbaikan sifat fisik tanah dan terutama sifat biologis tanah. 4) Memperbaiki dan menjaga struktur tanah. 5) Menjadi penyangga pH tanah. 6) Menjadi diberikan. 7) Membantu menjaga kelembaban tanah 8) Aman dipakai dalam jumlah besar dan sekalipun Pengolahan sampah anorganik Sampah anorganik kini tengah marak menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Hal ini bisa dilihat dari berlebih penyangga unsur hara anorganik yang

19

beberapa kelompok masyarakat yang mulai mengembangkan kerajinan sampah untuk dikomersialkan. Sampah anorganik sendiri adalah segala jenis sampah yang tidak dapat diuraikan dengan cepat oleh dekomposer alami. Secara umum sampah anorganik dapat digolongkan menjadi sampah sampah kertas, plastik, sampah kaca, sampah sterofoam, sampah logam. Semua jenis sampah ini dapat diubah dengan kreativitas menjadi segala bentuk kerajinan tangan. Berikut beberapa contoh kerajinan dari sampah : a. Bunga berbahan dasar sampah botol plastik Botol plastik seperti botol tempat pembersih muka dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan bunga. Botol plastik bekas yang digunakan dalam pembuatan produk bunga ini dipilih botol plastik yang lentur dan berwarna, sehingga mudah dipotong dan cukup menari tanpa memberi warna tambahan. Contoh botol plastik yang digunakan adalah botol sabun pembersih muka, botol pemutih muka dan lain sebagainya. Proses pembuatan produk bunga dari botol plastik bekas ini dilakukan dengan mengumpulkan bahan sampai jumlahnya cukup untuk membuat rangkain mahkota bunga, dibersihkan dan dikeringkan, lalu dipotong dan dibentuk menjadi lembaran mahkota bunga yang selanjutnya dirangkai menjadi kuntum bunga. Berikut contoh gambar hasil bunga dari sampah botol plastik .

20

b.

Tas berbahan dasar bekas bungkus detergen dan pewangi. Plastik bungkus detergen atau pun plasti bungkus pewangi cenderung mudah untuk dibentuk, selain karena berupa lembaran juga mudah dipotong dan dilipat. Salah satu contoh produk yang dapat dikembangkan dari sampah jenis tersebut adalah tas. Tas dibuat dengan cara dianyam dan kemudian dibentuk dan dijahit. Berikut gambar contoh produk dari sampah bungkus detergen dan pewangi.

Sampah

anorganik

kini tengah marak menjadi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Hal ini bisa dilihat dari beberapa kelompok masyarakat yang mulai mengembangkan kerajinan sampah untuk dikomersialkan. Sampah anorganik sendiri adalah segala jenis sampah yang tidak dapat diuraikan dengan cepat oleh dekomposer alami. Secara umum sampah anorganik dapat digolongkan menjadi sampah sampah kertas, plastik, sampah kaca, sampah sterofoam, sampah logam. Semua jenis sampah ini dapat diubah dengan kreativitas menjadi segala bentuk kerajinan tangan. Berikut beberapa contoh kerajinan dari sampah : c. Kotak Pensil berbahan dasar sampah kertas, kardus dasar gelas dan botol air mineral dan koran

21

d.

Hiasan dinding berbahan dasar segala macam sampah Untuk poin d dan f dibuat berdasarkan kreativitas pembuat dalam memadu-padankan sampah sebagai bahan yang tersedia menjadi hiasan yang artististik dan bernilai ekonomis.

Marketisasi Produk dari sampah Marketisasi produk dari sampah dapat dilakukan dengan merintis manajemen distribusi. Manajemen distribusi yang kami maksudkan disini adalah dengan membentuk suatu kelompok masyarakat yang mengelola manajemen

pengumpulan produk dari sampah dan standarisasi harga hingga pemasaran dan distribusi ke daerah sasaran

pemasaran. (2) Penyuluhan kesehatan Penyuluhan kesehatan ini dibagi menjadi 2 tahap, tahap yang pertama dengan sasaran bapak dan ibu kelurahan Krobokan dengan tema BKKBN dan tahap yang kedua dengan sasaran anak-anak diajarkan mengenai gosok gi.gi yang benar (3) Senam bareng dan jalan sehat Senam bareng dilakukan setiap minggu pagi. Selain untuk menjaga kebugaran jasmani, senam bareng dapat mengakrabkan tim KKN dengan masyarakat kelurahan Krobokan.

22

4.

Infrastruktur Optimalisasi poskamling Program ini bertujuan memaksimalkan penggunaan poskamling dan penataan sarana poskamling itu sendiri. Reboisasi Reboisasi dilakukan dalam rangka mendukung Unnes Konservasi. Selain itu akan diadakan program penanaman bibit tanaman yang produktif untuk meningkatkan perekonomian penduduk serta memb ntu pemyerapan air tanah. Pengadaan tempat sampah organik dan anorganik Program ini mendukung program pengolahan sampah organik dan anorganik dengan pengadaan dua jenis tempat sampah yaitu organik dan organik. Selain itu juga membudayakan masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

3.

Tahap Evaluasi Pada tahap ini, tim KKN melaksanakan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program KKN alternatif. Evaluasi dikenakan pada ketuntasan program, pencapaian keahlian masyarakat sasaran dalam membuat pengeloalaan sampah, pembuatan pupuk organik dan kerajinan tangan dari sampah, perintisan manajemen marketisasi produk dari sampah dalam wadah yang disebut Gudang Karya dari Sampah.

4.

Penyusunan Laporan Laporan disusun setelah seluruh program selesai dilaksanakan dan evaluasi telah dijalankan.

23