P. 1

|Views: 321|Likes:
Dipublikasikan oleh HerinaEvaLepertery

More info:

Published by: HerinaEvaLepertery on Oct 28, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2014

pdf

text

original

Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur

Gege Edition

MEMORI PENJELASAN PERATURAN ORGANISASI ANGKATAN MUDA GPM

PENJELASAN UMUM.
Bahwa AD/ART AM GPM sebagai ketentuan hukum ditingkat keputusan Organisasi tertinggi, mendasari seluruh cara kerja anggota maupun alat-alat kelengkapan Organisasi pada semua jenjang kepemimpinan Organisasi. Walaupun demikian, sebagai akibat dari kedudukan AD/ART sebagai produk hukum yang hanya mengatur hal-hal bersifat pokok saja, maka dalam praktek Organisasi sangat sering muncul berbagai masalah yang tidak semua pemecahannya dapat diselesaikan dengan hanya menunjuk dan atau berdasar pada AD/ART yang ada. Pada dasarnya kemungkinan terjadi masalah-masalah tersebut sudah diantisipasi oleh AD/ART; yang telah membuka peluang bagi penyusunan suatu peraturan yang terperinci sifatnya (baca : Peraturan Organisasi). Bagian akhir ART (Bab X Pasal 27 ayat 3) misalnya secara tegas memberi kemungkinan bagi tingkat keputusan yang lebih rendah. Disamping bagian pasal AD/ART juga nmenghendaki adanya suatu Peraturan Organisasi (PO) yang mengatur hal-hal yang belum jelas tercantum di dalam AD/ART AM GPM. Sesuai dengan kedudukannya, maka fungsi dan tujuan Peraturan Organisasi (PO) ini adalah wujud keseragaman pemahaman (penafsiran) terhadap konstitusi Organisasi (AD/ART) serta mewujudkan pemerataan/keseragaman langgam dan tindak kerja aparat dan kaderemua jenjang kepemimpinan AM GPM (AD Bab IX Pasal 14 jo. ART Bab V Pasal 15-18). Pemahaman yang benar atas konstitusi dan ketentuan-ketentuan lain yang terkait akan sangat membantu aparat dan para kader Organisasi dalam rangka pelaksanaan program-program Organisasi, sebagai sarana pencapaian tujuan Organisasi (AD Bab V Pasal 7,8 jo. ART Bab I Pasal 1).

PENJELASAN PASAL PER PASAL.
PASAL 1. Cukup jelas

© Pengurus AMGPM Ranting Abusur

Page 20

Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur

Gege Edition

PASAL 2. Ayat (1)

Butir 1.1 Masa alih status adalah Jenjang dasar Pendidikan kader formal organisasi AM GPM, yang diatur dalam sistim pendidikan kader AM GPM. Ketentuan ini tidak berlaku bagi anggota AM GPM yang telah ada sebelum berlakunya PO ini. Butir 1.2 Huruf a,b,c Cukup jelas. Huruf d. Jika pada Ranting tertentu, para Pengurus belum terbiasa melaksanakan acara-acara yang bersifat formal organisasi. Butir 1.3, 1.4 Cukup jelas. Butir 1.5 Butir ini menunjukkan, bahwa walaupun AM GPM menganut stelsel keanggotaan pasif (keanggotaan yang tidak bersifat otomatis) tetapi demi kepentingan penataan keanggotaan organisasi secara objektif, menyeluruh dan terkendali maka Pengurus Besar wajib mengeluarkan Kartu Anggota AM GPM. Butir 1.6, 1.7 Cukup jelas. Butir 2.1 Yang dimaksud dengan Anggota Luar Biasa dalam butir ini adalah seseorang yang berumur 17-45 tahun tetapi bukan Anggota GPM. Ia dapat menjadi Anggota AM GPM jika yang bersangkutan telah menjadi anggota GPM dan memenuhi syarat-syarat keanggotaan sebagaimana diatur dalam AD/ART AM GPM maupun dalam PO ini. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah mereka yang berasal dari kelompok agama lain dan atau aliran denominasi gereja-gereja lain. Butir 2.2 Cukup jelas. Butir 3.1, 3.2, 3.3, 3.4 Cukup jelas. Butir 4.1, 4.2 Cukup jelas. Butir 5.1, 5.2 Cukup jelas. Ini yang disebut Agenda Konstitusi Organisasi atau agenda lima tahunan. Disebut Kongres Istimewa apabila :

Ayat (2)

Ayat (3) Ayat (4) Ayat (5) Pasal 3. Ayat (1) Ayat (2)

© Pengurus AMGPM Ranting Abusur

Page 21

Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur

Gege Edition

a. Kongres berlangsung sebelum masa 5 tahun (cf. ART Bab IV Pasal 7 Ayat 6). b. Kongres tersebut hanya melaksanakan salah satu atau sebagian dari tugas-tugas Kongres (cf. ART Bab IV Pasal 7 Ayat 7). Misalnya Kongres dilaksanakan hanya untuk tugas merubah atau menetapkan AD/ART atau hanya untuk memilih Pengurus Besar, dalam hal ini Ketua Umum dan Sekretaris Umum. Ayat (3), (4), (5) Cukup jelas. Ayat (6) Yang dimaksud “ dalam keadaan tertentu ” adalah keadaan perang, sengketa bersenjata, perubahan peta politik nasional dan idiologi negara atau dalam keadaan darurat. Pelaksanaan Kongres Istimewa dalam keadaan tertentu, Pengurus Besar tidak perlu mendapat persetujuan dari 2/3 dari jumlah Daerah yang ada. Pasal 4. Ayat (1), (2) Ayat (3) Ayat (4) Ayat (5) Ayat (6) Cukup jelas. Butir 3.1, 3.2, 3.3, 3.4, 3.5, 3.6, 3.7, 3.8 Cukup jelas. Utusan Daerah harus mendapat mandat dari Daerah yang bersangkutan, sedangkan peninjau dari Daerah dikoordinasikan dengan Pengurus Besar. Tugas Badan Pembantu adalah tugas pembantuan/asistensi bagi Pengurus Besar. Dapat bersifat permanen atau bersifat sementara sesuai kebutuhan. “ Demisioner ” artinya masa dimana Pengurus Besar mengembalikan mandat kepada Kongres, tetapi Pengurus Besar masih tetap bertanggung jawab atas jalannya Kongres dan masih tetap melaksanakan tugas sehari-hari sambil menunggu dikukuhkannya Pengurus Besar yang baru. Pengurus Besar dinyatakan demisioner pada saat laporan pertanggungjawabannya diterima dan disahkan oleh Kongres. Pengurus Besar didemisionerkan oleh Majelis Ketua dalam kedudukannya selaku Pimpinan Kongres. Mekanisme dan tata cara

© Pengurus AMGPM Ranting Abusur

Page 22

Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur

Gege Edition

pelaksanaan acara demisioner sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat 2 butir 2.3 PO ini. Ayat (7) Inventarisasi organisasi adalah seluruh kekayaan organisasi baik bergerak maupun yang tidak bergerak. Ayat (8), (9), (10), (11) Cukup jelas. Pasal 5. Ayat (1), (2), (3) Cukup jelas. Ayat (4) Butir 4.1, 4.2 Cukup jelas. Pasal 6. Ayat (1) Ayat (2) Cukup jelas. Disebut “ Konperda Istimewa “ apabila : a. Konperda berlangsung sebelum masa 5 tahun (cf. ART Bab IV Pasal 9 Ayat 6). b. Konperda tersebut hanya melaksanakan salah satu atau sebagian dari tugas-tugas Konperda (cf. ART Bab IV Pasal 9 Ayat 7). Misalnya Konperda dilaksanakan hanya untuk tugas memilih Pengurus Daerah (Ketua dan atau Sekretaris Daerah) atau hanya untuk tugas-tugas yang lain yang menjadi tugas Konperda. “ Harus mendapat persetujuan Pengurus Besar ” dalam arti bahwa pelaksanaan Konperda Istimewa sepatutnya harus mendapat pertimbangan yang matang dari Pengurus Besar. Pengurus Besar dalam kedudukannya selaku penanggung jawab dan pengarah organisasi harus melakukan langkah-langkah inventarisasi atas pokok-pokok masalah yang melatarbelakangi dilaksanakannya Konperda Istimewa dimaksud. Pengujian atas layak tidaknya Konperda Istimewa harus didasarkan pada pertimbanganpertimbangan yang rasional, objektif dan konstitusional. “ atas panggilan Pengurus Besar ” harus mendapat persetujuan Pengurus Besar (lihat penjelasan ayat 2 pasal ini “ bagian persetujuan PB ”). Huruf a, b Cukup jelas.

Ayat (3) Ayat (4)

© Pengurus AMGPM Ranting Abusur

Page 23

Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur

Gege Edition

Pasal 7. Ayat (1) Ayat (2), (3) Ayat (4)

Butir 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5, 1.6, 1.7, 1.8 Cukup jelas. Cukup jelas. “ Demisioner ” artinya masa dimana Pengurus Daerah (PD) mengembalikan mandat kepada Konperda, tetapi PD masih tetap bertanggung jawab atas jalannya Konperda dan masih tetap melaksanakan tugas sehari-hari sambil menunggu pelantikan PD yang baru. PD dinyatakan demisioner pada saat laporan pertanggungjawabannya diterima dan disahkan oleh Konperda. PD didemisionerkan oleh PB. Mekanisme dan tata cara pelaksanaan acara demisioner sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat 2 butir 2.3 PO ini. Ayat (5) Lihat penjelasan Pasal 4 ayat 7 PO ini. Ayat (6), (7), (8), (9) Cukup jelas. Pasal 8. Ayat (1) Ayat (2) Cukup jelas. Disebut “ Konpercab Istimewa “ apabila : a. Konpercab berlangsung sebelum masa 5 tahun (cf. ART Bab IV Pasal 11 Ayat 6). b. Konpercab tersebut hanya melaksanakan salah satu atau sebagian dari tugas-tugas Konpercab (cf. ART Bab IV Pasal 11 Ayat 7). Misalnya Konpercab dilaksanakan hanya untuk tugas memilih Pengurus Cabang (Ketua dan atau Sekretaris Cabang) atau hanya untuk tugas-tugas yang lain yang menjadi tugas Konpercab. “ Harus mendapat persetujuan Pengurus Daerah ” dalam arti bahwa pelaksanaan Konpercab Istimewa sepatutnya harus mendapat pertimbangan yang matang dari Pengurus Daerah. Pengurus Daerah dalam kedudukannya selaku penanggung jawab dan pengarah organisasi di tingkat Daerah harus melakukan langkah-langkah inventarisasi atas pokok-pokok masalah yang melatarbelakangi dilaksanakannya Konpercab Istimewa dimaksud. Pengujian atas layak

© Pengurus AMGPM Ranting Abusur

Page 24

Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur

Gege Edition

Ayat (3) Ayat (4) Pasal 9. Ayat (1) Ayat (2), (3) Ayat (4)

tidaknya Konpercab Istimewa harus didasarkan pada pertimbanganpertimbangan yang rasional, objektif dan konstitusional. “ atas panggilan Pengurus Cabang ” harus mendapat persetujuan Pengurus Daerah (lihat penjelasan ayat 3 pasal 6 “ bagian persetujuan PB ”). Huruf a, b Cukup jelas.

Butir 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5, 1.6, 1.7, 1.8 Cukup jelas. Cukup jelas. “ Demisioner ” artinya masa dimana Pengurus Cabang (PC) mengembalikan mandat kepada Konpercab, tetapi PC masih tetap bertanggung jawab atas jalannya Konpercab dan masih tetap melaksanakan tugas sehari-hari sambil menunggu pelantikan PC yang baru. PC dinyatakan demisioner pada saat laporan pertanggungjawabannya diterima dan disahkan oleh Konpercab. PC didemisionerkan oleh PD. Mekanisme dan tata cara pelaksanaan acara demisioner sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat 2 butir 2.3 PO ini. Ayat (5) Lihat penjelasan Pasal 4 ayat 7 PO ini. Ayat (6), (7), (8), (9) Cukup jelas. Pasal 10. Ayat (1) Ayat (2) Cukup jelas. Disebut “ Rapat Ranting Istimewa “ apabila : a. Rapat Ranting berlangsung sebelum masa 2 tahun (cf. ART Bab IV Pasal 13 Ayat 6). b. Rapat Ranting tersebut hanya melaksanakan salah satu atau sebagian dari tugas-tugas Rapat Ranting (cf. ART Bab IV Pasal 13 Ayat 7). Misalnya Rapat Ranting dilaksanakan hanya untuk tugas memilih Pengurus Ranting (Ketua dan atau Sekretaris Ranting) atau hanya untuk tugas-tugas yang lain yang menjadi tugas Rapat Ranting. “ Harus mendapat persetujuan Pengurus Cabang ” dalam arti bahwa pelaksanaan Rapat Ranting Istimewa sepatutnya harus mendapat

© Pengurus AMGPM Ranting Abusur

Page 25

Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur

Gege Edition

Ayat (3) Ayat (4) Pasal 11. Ayat (1) Ayat (2)

pertimbangan yang matang dari Pengurus Cabang. Pengurus Cabang dalam kedudukannya selaku penanggung jawab dan pengarah organisasi di tingkat Cabang harus melakukan langkah-langkah inventarisasi atas pokok-pokok masalah yang melatarbelakangi dilaksanakannya Rapat Ranting Istimewa dimaksud. Pengujian atas layak tidaknya Rapat Ranting Istimewa harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan yang rasional, objektif dan konstitusional. “ atas panggilan Pengurus Ranting ” harus mendapat persetujuan Pengurus Cabang (lihat penjelasan ayat 2 pasal 6 “ bagian persetujuan PB ”). Huruf a, b Cukup jelas.

Butir 1.1, 1.2, 1.3, 1.4, 1.5, 1.6, 1.7, 1.8, 1.9 Cukup jelas. Peninjau adalah khusus bagi anggota yang berada pada Masa Alih Status. Ayat (3), (4) Cukup jelas. Ayat (5) “ Demisioner ” artinya masa dimana Pengurus Ranting (PR) mengembalikan mandat kepada Rapat Ranting, tetapi PR masih tetap bertanggung jawab atas jalannya Rapat Ranting dan masih tetap melaksanakan tugas sehari-hari sambil menunggu pelantikan PR yang baru. PR dinyatakan demisioner pada saat laporan pertanggungjawabannya diterima dan disahkan oleh Rapat Ranting. PR didemisionerkan oleh PC. Mekanisme dan tata cara pelaksanaan acara demisioner sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat 2 butir 2.3 PO ini. Ayat (5) Lihat penjelasan Pasal 4 ayat 7 PO ini. Ayat (6), (7), (8), (9), (10) Cukup jelas. Pasal 12. Ayat (1) Butir 1.1, 1.2, 1.3 Butir 1.4 Huruf a Cukup jelas. Cukup jelas.

© Pengurus AMGPM Ranting Abusur

Page 26

Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur

Gege Edition

Ayat (2) Ayat (3)

Ayat (4)

Disiplin Gereja diberikan bila ada pemberitahuan resmi dari Pimpinan Gereja kepada PB, PD, PC, PR untuk diterapkan. Huruf c Cukup jelas. “ Persetujuan “ dalam ayat ini adalah langkah-langkah koordinasi dan konsultasi antara perangkat kepengurusan yang bersangkutan dengan perangkat kepengurusan di atasnya. “ Persidangan Pengurus ” bukanlah forum Legislatif Istimewa, tetapi forum Eksekutif. Pada tingkat PB, PD, PC, PR. Persidangan Pengurus dapat dilakukan dengan 2 cara : Pertama. Persidangan Pengurus Intern. Yaitu PB, PD, PC, PR menentukan/menetapkan sendiri calon pengganti anggota Pengurus dan memberitahukan kepada anggota melalui forum MPP, MPPD, MPPC yang akan diselenggarakan kemudian. Kedua. Persidangan Pengurus Yang Diperluas. Yaitu Pengurus yang bersangkutan dapat mengundang perangkat Pengurus di bawahnya untuk bermusyawarah dan menentukan/menetapkan calon pengganti anggota Pengurus tersebut. Yang dimaksud dengan Penanggung jawab Organisasi adalah Ketua Umum/Sekretaris Umum pada tingkat PB, Ketua/Sekretaris Daerah pada tingkat PD, Ketua/Sekretaris Cabang pada tingkat PC, Ketua/Sekretaris Ranting pada tingkat PR. Sedangkan Lembaga Legislatif yang dimaksud adalah Kongres Istimewa untuk tingkat PB, Konperda Istimewa untuk tingkat Daerah, Konpercab Istimewa untuk tingkat Cabang dan Rapat Ranting Istimewa untuk tingkat Ranting. Mekanisme dan tata cara pelaksanaan Kongres Istimewa/Konperda Istimewa/Konpercab Istimewa/Rapat Ranting Istimewa untuk maksud ini dapat menggunakan mekanisme dan tata cara pelaksanaan Kongres /Konperda /Konpercab /Rapat Ranting pada umumnya, dengan ketentuan hanya melaksanakan agenda tunggal yaitu pemilihan Penanggung jawab Organisasi (Ketua atau Sekretaris) atau dapat pula menyertakan agenda-agenda lainnya yang sesuai dengan kebutuhan.

Huruf b

© Pengurus AMGPM Ranting Abusur

Page 27

Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur

Gege Edition

Ayat (5)

Ayat (6)

Istilah Pelantikan hanya dikenal pada tingkat PD, PC, PR. Pelantikan pada dasarnya berhubungan langsung dengan kewenangan Mengesahkan yang melekat pada perangkat kepengurusan yang berda di atas. Pada tingkat PB, tidak dikenal istilah pelantikan tetapi istilah Pengukuhan. Sebab PB adalah aparat tertinggi dalam organisasi. Dengan pengukuhan berarti PB meminta aparat/badan lain di luar jenjang dan struktur organisasi AM GPM yang dalam ini BPH Sinode GPM selaku Pimpinan GPM. Kehadiran BPH Sinode GPM pada acara pengukuhan bukan untuk mengesahkan anggota calon pengganti PB tetapi untuk meresmikan dan memberi penguatan. Sesuatu hal dalam ayat ini dapat berupa : a. Berpindah tempat domisili. b. Meninggal dunia. c. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri. d. Atau karena sebab-sebab lain yang sangat prinsip objektif, rasional dan konstitusional. Sedangkan yang dimaksud dengan belum memungkinkan dalam bagian ini menunjukkan pada fakta-fakta objektif yang ada di Daerah/Cabang/Ranting yang bersangkutan. Dan oleh karena itu, sebelum perangkat kepengurusan yang ada di atas memberikan persetujuan, ia wajib melakukan penelitian atas fakta-fakta dimaksud. Ketentuan ini tidak berlaku untuk jabatan di luar organisasi AM GPM. Cukup jelas. Jika kepengurusan yang bersangkutan sekurang-kurangnya dalam 1 tahun belum dapat melaksanakan Konperda, Konpercab dan Rapat Ranting. Care Taker yang ditunjuk harus diambil dari lingkup jenjang Organisasi di atasnya dan atau pelayan yang ditunjuk. Butir 1.1, 1.2, 1.3 Cukup jelas. Butir 2.1, 2.2, 2.3, Cukup jelas.

Pasal 13. Ayat (1) Ayat (2) Pasal 14. Ayat (1)

Ayat (2)

© Pengurus AMGPM Ranting Abusur

Page 28

Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur

Gege Edition

Ayat (3), (4)

Cukup jelas. Cukup jelas.

Pasal 15. Ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7) Pasal 16. Ayat (1) Ayat (2) Ayat (3), (4) Pasal 17. Ayat (1)

Cukup jelas. sikap dan pernyataan adalah sikap dan pernyataan Organisasi dan bukan sikap dan pernyataan orang per-orang. Cukup jelas.

Yang dimaksud dengan Pengakuan di sini adalah pengakuan sebagaimana yang idatur dalam AD Bab III Pasal 4 ayat 1, 2 dan 3. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Butir 3.1, 3.2, 3.3, 3.4 Cukup jelas. Ayat (4) Butir 4.1, 4.2, 4.3, 4.4 Cukup jelas. Ayat (5), (6), (7) Cukup jelas. Pasal 18 Ayat (1) Ayat (2) Cukup jelas. Butir 2.1 Yang dimaksudkan dengan bersifat umum intern organisasi adalah upacara yang dilaksanakan oleh AM GPM berkaitan dengan acara-acara yang bersifat umum tetapi dilaksanakan secara intern organisasi. Misalnya resepsi peringatan hari-hari besar Nasional/Internasional, Hari Besar Gerejawi atau kegiatan-kegiatan kemasyarakatan lainnya. Butir 2.1 Huruf a, b, c Cukup jelas. Huruf d Para pejabat/pihak yang memberikan sambutan, antara lain :  Penanggung jawab Organisasi pada jenjangnya.  Penanggung jawab Organisasi pada jenjang di atasnya.  Pejabat Gereja.
Page 29

© Pengurus AMGPM Ranting Abusur

Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur

Gege Edition

 Pejabat Pemerintah  Atau Pejabat lain yang diundang sesuai kebutuhan Huruf e Cukup jelas. Butir 2.1 Yang dimaksud dengan bersifat khusus organisasi adalah upacara yang dilaksanakan oleh AM GPM berkaitan dengan acara khusus Organisasi. Misalnya acara HUT AM GPM, acara Pelantikan/Pengukuhan Pengurus, acara Kongres/Kongres Istimewa, Konperda/Konperda Istimewa, Konpercab/Konpercab Istimewa, Rapat Ranting/Rapat Ranting Istimewa atau MPP/MPPD/MPPC/Rapat Ranting. Huruf a, b, c, d, e Cukup jelas. Huruf e Pidato disampaikan oleh penanggung jawab Organisasi pada jenjangnya. Huruf f Pejabat/pihak yang menyampaikan sambutan antara lain :  Penanggung jawab Organisasi pada jenjang di atasnya.  Pejabat Gereja.  Pejabat Pemerintah  Atau Pejabat lain yang diundang sesuai kebutuhan Huruf g Cukup jelas. Butir 2.3 Huruf a, b, c, d, e Cukup jelas. Butir 2.4 Akta prosesi adalah perangkat kepengurusan yang melaksanakan acara dimaksud bersama-sama dengan perangkat kepengurusan diatasnya. Huruf a, b, c, d Cukup jelas. Butir 2.5 Huruf a, b, c Cukup jelas. Pasal 19. Ayat (1) Ayat (2) Tingkat Daerah sekurang-kurangnya terdapat 3 Cabang/Ranting, pada tingkat Cabang sekurang-kurangnya terdapat 3 Ranting dan pada tingkat Ranting sekurang-kurangnya terdapat 25 anggota. Butir 2.1, 2.2 Cukup jelas. Huruf a, b, c, d Cukup jelas.

© Pengurus AMGPM Ranting Abusur

Page 30

Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur

Gege Edition

Ayat (3), (4) Pasal 20. Ayat (1) Ayat (2) Pasal 21. Ayat (1), (2)

Butir 2.3 Cukup jelas. Butir 2.4 Huruf a, b, c Cukup jelas. Butir 2.5, 2.6, 2.7 Cukup jelas. Cukup jelas. Butir 1.1, 1.2, 1.3, 1.4 Cukup jelas. Butir 2.1, 2.2, 2.3, 2.4 Cukup jelas. Cukup jelas. DITETAPKAN DI PADA TANGGAL PIMPINAN MUSYAWARAH PENGURUS BESAR ANGKATAN MUDA GEREJA PROTESTAN MALUKU Cap/Ttd : WAETUREN : 07 NOPEMBER 2003

Pdt. Drs. John Ruhulessin, M.Si Ketua Umum Disalin sesuai dengan Asli Oleh GERRY JO

Pdt. Drs. Herry Lekahena Sekretaris Umum

© Pengurus AMGPM Ranting Abusur

Page 31

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->