Kabupaten Tasikmalaya terletak di bagian tenggara Propinsi Jawa Barat, dengan koordinat 07o10-07o49 LS dan 107o56-108o80

BT, dengan batas sebelah barat Kabupaten Tasikmalaya yaitu Kota Tasikmalaya, Kab. Ciamis dan Majalengka, sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia, Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Garut, Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Ciamis. Luas wilayah Kab. Tasikmalaya 2.563,35 Km2 atau 271.251,71 Ha. Secara administratif terbagi kedalam 39 Kecamatan dan 351 Desa, jumlah penduduk tahun 2006 1.743.324 jiwa dengan kepadatan penduduk ssebesar 757,38 per km2. Luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya adalah 268.090 ha. Adapun penggunaan lahan tersebut terdiri dari lahan sawah seluas 49.662 ha dan lahan darat/bukan sawah seluas 218.428 ha. Karakteristik topografi wilayah Kabupaten Tasikmalaya sangat bervariasi yang terdiri dari zona pegunungan, perbukitan dan pedataran. Wilayah tertinggi adalah gunung Galunggung yang terletak 1.600 m.dpl dan terendah adalah di sepanjang pesisir pantai Samudera Indonesia.

Pengembangan investasi di sektor agribisnis sangat terbuka, mengingat ketersediaan lahan yang belum tergarap optimal masih cukup luas. Dukungan lain untuk pengembangan agribisnis di Kabupaten Tasikmalaya adalah jenis tanah, cuaca, maupun sumber daya alam lainnya. Sektor peternakan juga sangat terkait erat dengan pengembangan sektor agribisnis. Sektor peternakan diharapkan mampu menunjang pengembangan sektor agribisnis yang diarahkan pada pengembangan komoditi unggulan yang ramah lingkungan dan berbahan organik.

Pengembangan sektor peternakan di kabupaten ini diprioritaskan pada ternak besar maupun unggas. Pola pengembanan ternak besar diarahkan pada usaha penggemukan maupun peranakan. Lokasi pengembangan di arahkan ke wilayah bagian tengah dan selatan kabupaten. Sedangkan untuk pengembangan ternak unggas diarahkan di wilayah utara kabupaten. Wilayah Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu daerah tangkapan air. Kondisi ini menyebabkan persedian air di Kabupaten Tasikmalaya cukup melimpah, sehingga sangat baik untuk pengembangan/budidaya perikanan air tawar.Disampingitu, kabupaten ini juga menyimpan potensi sumber daya hayati kelautan di Zoa Ekonomi Ekslusif Samudera Indonesia yang belum optimal di ekploitasi. Kabupaten Tasikmalaya juga memiliki panjang pantai sejauh 54 km yang menyimpan potensi sumber daya perairan untuk pengembangan tembak udah dan ikan air payau.

Potensi sektor industri kecil di Kabupaten Tasikmalaya cukup beragam dan memiliki karakter yang khas. Sektor industri kecil merupakan penopang pertumbuhan perekonomian rakyat yang cukup berkembang di kabupaten ini. Produksi dilaksanakan secara home industri dan tersebar di berbagai wilayah kecamatan. Produk-produk sektor industri kecil di Kabupaten Tasikmalaya diarahkan pada peningkatan daya saing produksi melalui pemanfaatan keunggulan komparatif dan kompetitif dengan basis bahan baku lokal untuk pemenuhan pasar lokal, regional maupun ekspor.

html Kondisi perekonomian makro Kabupaten Tasikmalaya mengalami pertumbuhan pada kurun waktu tahun 2006-2009.17%. Dengan demikian peluang investasi di sektor pertambangan masih terbuka lebar. Peluang pengembangan investasi di sektor pariwisata adalah pembangunan sarana akomodasi wisata yang representatif maupun sarana penunjang wisata lainnya. Hal yang juga mendukung peningkatan LPE adalah terkendalinya laju inflasi. Lokasi potensial yang memiliki daya tarik wisata adalah Kecamatan Sukaratu. Manonjaya. konsumsi dan bertambahnya kegiatan investasi. .13% pada tahun 2009. hal ini ditunjukkan dengan peningkatan LPE sebesar 4. Kecamatan Salawu. wisata petualangan dan wisata budaya/religi. yaitu sekitar 43. (Sukaresik.Potensi sektor pertambangan juga cukup melimpah. sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang paling efektif untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah perdesaan melalui peningkatan pendapatan mereka yang bekerja di sektor pertanian.22% kesempatan kerja berasal dari sektor pertanian. Cineam. Inflasi yang tinggi pada tahun 2008 disebabkan oleh kenaikan harga sektor pangan. Hingga saat ini potensi pertambangan yang ada di Kabupaten Tasikmalaya belum diadakan kajian secara seksama melalui feasibility study sehingga cadangan (deposit) bahan tambang belum diketahui secara pasti. dan jasa-jasa 11. Sektor pertanian merupakan penyedia utama kebutuhan pangan masyarakat yang merupakan kebutuhan dasar dan hak asasi manusia. Sukahening dan Salawu). Sektor pertanian sebagai sektor penyedia lapangan kerja Kabupaten Tasikmalaya terbesar. Angka inflasi ini merupakan inflasi Kota Tasikmalaya yang merupakan rujukan dari inflasi di daerah Priangan Timur. diikuti perdagangan 24.07% pada tahun 2008. wisata pantai.01% pada tahun 2006 menjadi 4. Sektor pertanian juga menyediakan pasar yang sangat besar untuk produk manufaktur karena jumlah penduduk perdesaan yang besar dan terus mengalami peningkatan. Inflasi pada tahun 2009 tercatat sebesar 4. Karakteristik potensi wisata di kabupaten ini terdiri dari wisata pegunungan.blogspot. Menurut Bank Indonesia (2007). peningkatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya tersebut didukung oleh stabilitas ekonomi nasional yang tetap terjaga dan bersumber dari meningkatnya perdagangan luar negeri. Komoditas unggulan sektor pertanian Kabupaten Tasikmalaya yang sudah berorientasi ekspor antara lain: Padi Organik (SRI) dengan sentra di 7 (tujuh) Kecamatan. Manggis dengan sentra di Puspahiang. Kecamatan Bantarkalong dan Kecamatan Cikalong serta Cipatujah. Kabupaten Tasikmalaya juga menyimpan potensi pariwisata yang cukup menjanjikan dengan keragaman daya tarik wisata yang dimiliki. Dengan demikian.com/2009/12/profil-kabupaten-tasikmalaya_5977. Sukaraja.08 %. Cisayong. Terdapat 39 jenis bahan tambang yang telah diidentifikasikan.75 %. turun dari 12. http://aa-tasikmalaya. Sebagian potensi bahan tambang sudah dilakukan eksplorasi maupun eksploitasi oleh pengusaha kecil lokal dan sebagian kecil oleh investor luar.

Hal ini dapat kita amati pada struktur perekonomian Kabupaten Tasikmalaya yang didominasi sektor pertanian dengan kontribusinya sebesar 43.id/site/index. http://tasikmalayakab..75 persen.go.php/profil-kabupaten-tasikmalaya/ekonomi Membangun Potensi Ekonomi Lokal Kabupaten Tasikmalaya Oleh : Amran Saefullah. Pertanian menjadi sektor dominan dalam struktur ekonomi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Rangkaian kegiatan tersebut merupakan aktifitas ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat. MM* Pembangunan ekonomi suatu daerah pada hakekatnya merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sadar dan terus menerus untuk mewujudkan keadaan yang lebih baik secara bersama-sama dan berkesinambungan.09 persen merupakan sektor ketiga terbesar setelah sektor pertanian dan sektor perdagangan. SE. Sektor Jasa-jasa peranannya sebesar11.22 persen pada tahun 2009.Mendong dan Golok Galonggong Manonjaya. Dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi. Arsyad (1999:108) dalam bukunya ekonomi pembangunan. Pembangunan ekonomi juga ditujukan untuk memacu pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata. (Sumber : PDRB Kab. Kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah agraris dengan kehidupan masyarakatnya sebagian besar adalah petani. hotel dan restoran. hotel dan restoran mempunyai andil terbesar kedua dalam pembentukan PDRB di Kabupaten Tasikmalaya di Tahun 2009 dengan andil sebesar 24. Tasikmalaya 2009). pemerintah daerah memfokuskan pembangunan ekonomi daerah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Sektor perdagangan. . mendefinisikan pembangunan ekonomi daerah adalah suatu proses di mana pemerintah daerah dan masyarakatnya mengelola sumber daya yang ada dan membentuk suatu pola kemitraan antara pemerintah daerah dengan sektor swasta untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru dan merangsang perkembangan kegiatan ekonomi atau pertumbuhan ekonomi dalam wilayah tersebut. Sedangkan pada sektor industri adalah kerajinan dengan sentra di Rajapolah dan bordir dengan sentra di Sukaraja.

sedangkan hilir diartikan sebagai pengembangan produk-produk pertanian yang dihasilkan melalui sektor industri. Dalam RPJMD Kabupaten Tasikmalaya 2006 . Dengan hadirnya UU Otonomi daerah tersebut telah mempengaruhi pula pengembangan ekonomi di Kabupaten Tasikmalaya. Kabupaten Tasikmalaya dengan potensi pertanian dan agribisnis dapat dikembangkan menjadi mata rantai ekonomi yang kuat mulai dari hulu sampai hilir.Dalam upaya mendorong peningkatan partisipasi. serta mendorong pemerataan hasil-hasil pembangunan di seluruh daerah yang memanfaatkan potensi dan keanekaragaman daerah maka pemerintah pusat mengeluarkan suatu kebijakan memberikan otonomi daerah dengan menetapkan Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang nomor 25 tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pusat dan Daerah. jasa maupun pengembangan yang lain yang berhubungan dengan komoditi tersebut. Undang-undang Otonomi daerah telah mengatur penyelenggaraan pemerintahan daerah yang lebih mengutamakan pelaksanaan desentralisasi. Visi kabupaten Tasikmalaya merupakan suatu target capaian bagi keberhasilan pembangunan Kabupaten Tasikmalaya. Dalam pertanian ada istilah on farm dan off farm. Otonomi daerah merupakan kewenangan daerah otonom untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Subsistem agribisnis yang meliputi subsistem hulu yaitu penyedia sarana produksi pertanian. Kabupaten Tasikmalaya mempunyai kewenangan yang lebih luas dalam menentukan arah pembangunan. Tentunya kondisi sekarang merupakan refleksi dari proses pembangunan yang telah kita laksanakan bersama. prakarsa dan kreativitas masyarakat dalam pembangunan. subsistem on farm merupakam budidaya komoditi pertanian. Pengembangan pertanian sebagai suatu sistem terdiri dari subsistem yang saling mendukung. dan .termasuk dalam menetapkan Visi sebagai target acuan yang diharapkan tercapai dalam proses pembangunan. Bahkan Undang-undang otonomi daerah ini pun telah diperbaharui melalui Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 Tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat Dan Daerah. Setiap daerah memiliki potensi ekonomi yang berbeda-beda. subsistem off farm atau hilir adalah pengolahan dan pemasaran hasil pertanian. perdagangan.2010 ditegaskan visi Kabupaten Tasikmalaya yaitu “Mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang religius islami sebagai kabupaten yang maju dan sejahtera serta kompetitif dalam bidang agribisnis di Jawa Barat pada tahun 2010”. Hulu diartikan pertanian sebagai basis sektoral sarana pertanian. Secara sederhana Hulu merupakan awal dari pengembangan sektor pertanian dan hilir merupakan akhir dari pengembangan sektor pertanian.

Penguatan sektor pertanian sebagai potensi lokal dan kekuatan ekonomi masyarakat akan menjadi keunggulan kompetitif bagi Kabupaten Tasikmalaya dibandingkan dengan daerah-daerah yang lainnya.subsistem supporting service yaitu pelayanan penunjang pertanian. Komoditi padi SRI dapat diolah . Seperti buah manggis bisa kita kembangkan menjadi produk sirup manggis. Selain itu pula dengan pengembangan potensi lokal akan menimbulkan keunggulan komparatif. melainkan proses dan barang hasil produksi akan menjadi nilai tambah yang baru dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Keunggulan komparatif seperti dijelaskan pula dalam teori David Ricardo mampu memproduksi komoditi lebih banyak. Potensi pertanian lain yang dimiliki Kabupaten Tasikmalaya adalah salak dan cabe. Sehingga nilai tambah yang terjadi tidak hanya berasal dari komoditi tersebut. Buah manggis kabupaten Tasikmalaya merupakan komoditi yang unggul dikarenakan kualitasnya yang baik. Secara ideal semua subsistem harus berjalan secara simultan dan sinergis. Inisiasi kedepan untuk pembangunan potensi ekonomi yang berkelanjutan (sustainable). Sehingga dengan kondisi ini Kabupaten Tasikmalaya memiliki keunggulan kompetitif dalam bidang pertanian. bahkan telah memiliki pasar yang cukup potensial untuk diekspor. Dan sangat dimungkinkan perdagangan komoditi pertanian antar daerah terjadi. Beberapa komoditi unggulan dari pertanian Kabupaten Tasikmalaya bisa dikembangkan melalui ide ini. bahkan untuk ekspor sekalipun. Pengembangan komoditi pertanian akan mempunyai nilai tambah yang lebih (value added) jika melewati proses pengolahan. jelas akan dapat meningkatkan daya saing yang kompetitif dan terciptanya nilai tambah (value added creation) dari setiap komoditas usaha tani yang dikembangkan tersebut. buah kaleng atau bahkan ekstrak manggis yang bisa digunakan untuk bahan pembuatan kosmetik. Selain itu padi SRI lebih sehat untuk dikonsumsi karena menggunakan pupuk organik sehingga bebas bahan kimia. Hal ini tentunya sesuai dengan harapan kita pengembangan potensi ekonomi lokal menjadi keunggulan yang kompetitif. Saat ini berbagai komoditi pertanian yang dihasilkan Kabupaten Tasikmalaya memiliki keunggulan. Seperti sudah di ketahui bersama padi SRI saat ini sedang digalakkan pengembangannya karena memiliki beberapa keuntungan yaitu panen bisa dilakukan lebih banyak dalam setahun. pengembangan sektor hilir pertanian atau off farmdalam subsistem pertanian menjadi urgensi tersendiri bagi kemajuan pembangunan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya. Selain manggis. termasuk subsistem on farm (budidaya) dengan subsistem off farm(pengolahan dan pemasaran). kualitasnya lebih baik dan harganya lebih murah. Dengan terciptanya kondisi tersebut. potensi pertanian lain yang telah tembus ke pasar ekspor adalah tanaman padi jenis SRI (System of Rice Intensification). salah satunya adalah buah manggis.

* Penulis adalah Staff Pelaksana pada BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Kabupaten Tasikmalaya http://bappeda. Lalu komoditi salak bisa dikembangkan menjadi dodol salak.atau kita pasarkan dengan kemasan yang menarik. atau bahkan produk makanan ringan yang menggunakan bahan dasar padi SRI. Tentunya pengembangan pertanian sebagai potensi ekonomi lokal inipun perlu kita lakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan. pasar salak.php/eko/15-membangun-potensi-ekonomi-lokalkabupaten-tasikmalaya .id/index. Selain itu pula supporting service atau pelayanan penunjang pertanian perlu mendapat prioritas dalam pengembangan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya. yang akan melanjutkan estafet pembangunan. Dan selanjutnya cabe dapat diolah menjadi produk bumbu kemasan. Pelayanan penunjang pertanian ini dapat dilaksanakan dalam bentuk pengembangan dan pembangunan pasar pertanian itu sendiri. menjadi beras kemasan.go. pasar beras. pihak swasta maupun masyarakat merupakan stakeholderyang mempunyai kepentingan bersama memajukan pembangunan Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini tidak lain merupakan bentuk upaya pembangunan penunjang sektor pertanian yang diharapkan para stakeholder pertanian dimudahkan dalam aktifitasnya terutama hubungannya dengan pemasaran dan penjualan hasil-hasil pertanian. saus dan banyak lagi ide-ide lainnya yang tentunya akan memberi nilai tambah (value added) secara ekonomis. yaitu pasar yang khusus menjual komoditi pertanian. Atau jika lebih berani lagi lebih spesifik berdasarkan lokasi potensi kita bentuk pasar manggis. pasar cabe dll. Termasuk siapa pun nanti yang akan memimpin Kabupaten Tasikmalaya.tasikmalayakab. Untuk mewujudkan harapan ini tentunya perlu upaya bersama yang terencana. Misalkan dengan komoditi pertanian yang unggul kita dapat mengupayakan pembentukan pasar pertanian. Selain pemerintah. tepung beras padi SRI. Keterlibatan semua pihak akan menunjang pengembangan potensi ekonomi lokal menjadi potensi ekonomi yang kompetitif dan berkelanjutan. makanan kaleng buah salak dan lain-lain.

situ. Potensi Nilam Tasikmalaya Tingginya permintaan pasar ekspor minyak nilam.200 sampai 1. Tak terkecuali Kabupaten Tasikmalaya. Tidak heran bila beragam jenis potensi bisnis banyak ditemukan di daerah tersebut. kerajinan mendong.Kabupaten Tasikmalaya Miliki Beragam Kekayaan Alam Menggali potensi bisnis di Provinsi Jawa Barat memang seakan tak pernah ada habisnya. Bahkan bisa dikatakan perekonomian daerah tersebut semakin membaik dengan mengembangkan agrobisnis salak. Kabupaten Tasikmalaya juga memiliki potensi salak yang tak kalah enak yakni salak Manonjaya. Rajapolah. Menjadikan perekonomian di Provinsi Jawa Barat semakin berkembang pesat setiap tahunnya. Terletak di sebelah tenggara Daerah Priangan. Tasikmalaya merupakan daerah perbukitan hijau yang memiliki tanah relatif subur. yaitu Kecamatan Cibalong. Leuwisari. Manonjaya. Swis. Melimpahnya sumber daya alam di kawasan Tanah Pasundan ini serta tingginya kreativitas para SDM yang ada di provinsi tersebut.400 ton minyak nilam setiap tahunnya. Jerman dan Belanda. Potensi Ikan Gurame Tidak hanya memiliki lahan pertanian yang cukup subur. membuat pengembangan tanaman nilam di Tasikmalaya semakin mudah. Sekarang ini. Sementara ini sentra budidaya ikan gurame tersebar di Kecamatan Singaparna. . Sukarame. aneka macam kerajinan pandan. serta perairan umum lainnya yang dimanfaatkan untuk memelihara ikan. Cibeureum. serta ketersediaan sumber daya air yang sangat melimpah. Cineam. ikan gurame. sawah (tumpangsari mina pagi). Sebagai salah satu kabupaten yang cukup besar di Jawa Barat. Padakembang. Potensi Salak Manonjaya Seperti halnya Kabupaten Sleman Yogyakarta yang memiliki potensi unggulan salak pondoh. sekarang ini penanaman salak di Manonjaya menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat setempat. Inggris. kolam air deras. serta beberapa potensi bahan tambang yang memiliki nilai jual cukup besar. pasar dunia membutuhkan sekitar 1. Buah khas Tasikmalaya ini tersebar di enam kecamatan. dan 80-90% kebutuhan tersebut kini berhasil dipasok oleh Indonesia. seperti misalnya potensi salak. Kabupaten Tasikmalaya memiliki luas wilayah sekitar 2. Cisayong. Sejak terpisah dari Kota Tasikmalaya yang berkembang menjadi kota otonom pada tanggal 21 Juni 2001 silam. Beberapa lahan perikanan gurame yang dikembangkan masyarakat antara lain kolam plastik. Kondisi inilah yang mendorong masyarakat setempat untuk memanfaatkan potensi alam yang ada dengan mengembangkan sentra budidaya perikanan air tawar. nilam. Kawalu. Sehingga tidak heran bila belakangan ini banyak petani yang mulai memanfaatkan lahan kering di wilayah Tasikmalaya. Dari keenam wilayah tersebut.563. yang menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat dan memiliki beragam jenis potensi kekayaan alam. Kecamatan Manonjaya merupakan daerah sentra penghasil salak yang paling besar. Habitatnya yang sangat cocok dibudidayakan pada lahan kering. dan Sukaraja. Memanfaatkan lahan pertanian dan pekarangan rumah sebagai kebun salak. kolam batu. Sariwangi. Prancis. Kabupaten ini sedikitnya membawahi 39 kecamatan dan selanjutnya terbagi lagi menjadi 351 desa dan kelurahan.35 km2. membuat masyarakat Tasikmalaya mulai tergiur untuk mengembangkan potensi tanaman nilam. termasuk diantaranya adalah ikan gurame. Beberapa negara pengimpor minyak nilam yang permintaannya cukup besar antara lain Amerika Serikat. Tasikmalaya juga memiliki sumber air yang melimpah. sebagai ladang untuk membudidayakan tanaman nilam.

Parungponteng. bahan tambang yang kandungannya sudah berhasil diperkirakan petugas adalah pasir besi yang tahun ini sudah dimanfaatkan sekitar 91. Gunungtanjung. Gali terus potensi daerah Anda dan ciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya. Manonjaya. dan Kecamatan Pancatengah. Sedangkan untuk kerajinan anyaman mendong yang telah ditetapkan sebagai komoditas kerajinan khas daerah Kabupaten Tasikmalaya.html . Sementara itu. para ibu rumah tangga di sekitar Tasikmalaya menekuni bisnis tersebut untuk mendapatkan tambahan penghasilan setiap harinya. Taraju. dan Salopa). Salam sukses! http://umkmcentre. Cikalong. Cipatujah. Salawu.php/detil_berita/99/Kabupaten_Tasikmalaya_Miliki_Beragam _Kekayaan_Alam. Cineam. Cikatomas. diproduksi di 22 desa yang merata di beberapa wilayah kecamatan (Kec. Potensi Tambang Menurut data dari Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Tasikmalaya. dan Pagerageung). Industri Kerajinan Pandan dan Mendong Selain memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah. Rajapolah. serta beberapa kolam batu di daerah Kecamatan Cikatomas. dan Kecamatan Bojongambir. Salopa. Potensi tambang emas berada di Kecamatan Cineam.395.Cigalontang.ac. Cipatujah. Ada juga potensi tambang batubara di sekitar Kecamatan Taraju. Karangjaya. tersebar di 21 desa yang berada di lima wilayah kecamatan (Kec. Bojonggambir. masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya juga menekuni industri kerajinan pandan dan mendong secara turun temurun. Karangjaya. Untuk sentra kerajinan pandan.426 ton dari Kecamatan Cikalong. tidak menutup kemungkinan bila kesejahteraan masyarakat setempat ikut meningkat dan perekonomian daerah tersebut bisa stabil setiap tahunnya. dan Kecamatan Karangnunggal. Karangnunggal. Cikalong. Bermodalkan peralatan tradisional.narotama. Bojongasih. Melihat Kabupaten Tasikmalaya miliki beragam kekayaan alam. serta kolam plastik di Kecamatan Cineama dan Manonjaya.id/index. Cikatomas. Sukahening. pada dasarnya ada sekitar 35 bahan tambang yang tersebar di Kabupaten Tasikmalaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful