Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Heat exchanger adalah suatu alat yang banyak digunakan di dalam dunia industri. Alat ini digunakan untuk memindahkan sejumlah energi dalam bentuk panas dari suatu fluida ke fluida yang lain yang mempunyai perbedaan temperatur.

(a)

(b)

(c) Gambar 1.1. Tipe aliran heat exchanger (a) counter flow; (b) pararel flow; (c) cross flow Berdasarkan arah alirannya maka heat exchanger dapat dibedakan menjadi 4, yaitu pararel flow, counter flow, cross flow dan gabungan dua atau tiga pola aliran. Suatu aliran dikatakan sebagai aliran pararel flow apabila kedua fluida masuk pada ujung yang sama, mengalir dengan arah yang sama dan keluar pada ujung yang sama. Aliran counter flow apabila kedua fluida masuk pada

2 ujung yang berlawanan, mengalir dengan arah yang berlawanan dan keluar pada ujung yang berlawanan. Aliran cross flow apabila kedua aliran saling melintang atau tegak lurus.

(a)

(b)

(c) Gambar 1.2. Konfigurasi heat exchanger (a) concentric heat exchanger; (b) shell and tube heat exchanger; (c) compact heat exchanger Berdasarkan konfigurasinya heat exchanger dibagi menjadi 3, yaitu concentric heat exchanger, shell and tube heat exchanger dan compact heat exchanger. Dalam sebuah siklus PLTU Pembangkit Listrik Tenaga Uap , aplikasi heat exchanger sangat diperlukan untuk menjaga agar sebuah siklus pembangkit dapat terus beroperasi. Salah satu

3 aplikasi tersebut adalah pemakaian heat exchanger sebagai pemanas air pengisi boiler boiler feedwater heater . Pada umumnya pemanas air pengisi boiler ini menggunakan jenis shell and tube heat exchanger, yang fluida kerjanya menggunakan uap yang diekstraksi dari turbin untuk memanaskan air pengisi boiler feedwater sebelum masuk ke boiler. Pada proses selanjutnya air tersebut diubah menjadi steam uap yang kemudian digunakan sebagai tenaga penggerak turbin uap. Berdasarkan tekanan kerjanya feedwater heater terbagi menjadi dua macam, yaitu high pressure feedwater heater dan low pressure feedwater heater.

Gambar 1.3 Diagram alir PLTU PLTU unit PAITON adalah salah satu pembangkit yang menggunakan beberapa feedwater heater jenis High Pressure Feedwater Heater HPH dalam siklus pembangkitnya. Diantaranya adalah HPH 5 yang memanfaatkan media pemanas steam extraction dari intermediate turbin dan drain water dari HPH 6. Secara umum skema proses kerja HPH dari PLTU unit PAITON dapat dilihat pada Gambar 1.3 dan 1.4.

Gambar 1.4 Siklus regeneratif dengan tiga Closed Feedwater Heater Mengingat begitu pentingnya High Pressure Feedwater Heater ini, maka dilakukan beberapa penelitian tentang mekanisme kerusakan yang terjadi pada peralatan ini. Bagian yang sering terjadi kerusakan pada jenis alat penukar panas ini adalah pada sisi tube. Kerusakan ini diakibatkan oleh tumbukan (impact) fluida masuk yang langsung menumbuk tube seperti yang terlihat pada gambar berikut :

Gambar 1.5 Zone feed water heater

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kerusakan adalah dengan menambahkan impingement plate pada sisi inlet nozzle heat exchanger, sehingga fluida yang masuk tidak langsung menumbuk susunan tube akan tetapi menumbuk impingement plate terlebih dahulu. Alat ini diletakkan di dalam shell dan tube heat exchanger diantara nozzle dan tube bundle. Pada penelitian ini akan dilakukan variasi terhadap sudut impingement plate, dimana sudut impingement plate tersebut dimanifestasikan sebagai kondisi inlet untuk mendapatkan nilai perpindakan panas yang optimum.

Gambar 1.6 Peletakan impingement plate pada shell and tube heat exchanger 1.2 Permasalahan Pada penelitian ini dilakukan analisa secara numerik mengenai aliran 2 dimensi yang melalui tube bundle heat exchanger. Permasalahan yang akan dikaji adalah fenomena aliran dan karakteristik perpindahan panas yang terjadi akibat variasi sudut impingement plate di sisi inlet fluida.

6 1.3 Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh variasi sudut impingement yang dimanifestasikan sebagai kondisi inlet tehadap karakteristik perpindahan panas di tube bundle heat exchanger. Dan juga untuk mengkaji perpindahan panas yang optimal dengan adanya variasi sudut impingement plate. 1.4 Batasan masalah Dalam penelitian kali ini digunakan beberapa batasan masalah dan asumsi asumsi sebagi beriut : 1. Pemodelan dibuat dengan menggunakan perangkat lunak GAMBIT 2.2.30 dan disimulasikan dengan perangkat lunak FLUENT 6.3.26. 2. Domain aliran berupa 2 dimensi. 3. Kondisi operasi diasumsikan steady state. 4. Fluida yang mengalir di dalam domain komputasi adalah steam dengan temperatur 600 K dan tube dianggap isothermal 439,58 K. 5. Perpindahan panas terjadi secara konduksi dan konveksi dengan mangabaikan perpindahan panas secara radiasi. 6. Pada sisi inlet dikondisikan berupa mass flow inlet, dan outflow untuk sisi outletnya. 1.5 Manfaat Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan pertimbangan kepada designer heat exchanger khususnya shell and tube heat exchanger dalam pemilihan sudut impingement plate. Dengan berbagai variasi sudut impingement plate akan menghasilkan karakteristik aliran dan perpindahan panas yang berbeda beda.

7 1.6 Sistematika Penulisan Adapun sistematika penulisan laporan ini adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi uraian singkat mengenai latar belakang, permasalahan, tujuan dan metodologi penelitian. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini menjelaskan mengenai penelitian-penelitian terdahulu, serta dasar teori yang berhubungan dengan perpindahan panas secara konveksi. BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisi tentang prosedur penelitian yang berupa domain komputasi serta flowchart penelitian. BAB IV ANALISA DAN DISKUSI Bab ini menjelaskan hasil penelitian yang berupa perhitungan, tampilan kontur dan vektor kecepatan, serta penyajian grafik-grafik. BAB V PENUTUP Bab ini berisi kesimpulan hasil penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya.

( halaman ini sengaja dikosongkan )

Anda mungkin juga menyukai