Anda di halaman 1dari 25

Pengertian Dasar Penelitian

Ilmu dan Proses Berfikir

Definisi Ilmu
Pengetahuan yang bersifat umum dan sistematik, dimana disimpulkan dalil-dalil tertentu menurut kaidah-kaidah umum

Pengetahuan yang sudah dicoba dan diatur menurut urutan dan arti secara menyeluruh dan sistematik

Definisi Ilmu
Maranon (1953)
Meliputi aspek kemajuan manusia secara menyeluruh

Ilmu

Ilmu Pengetahuan

Dirumuskan secara sistematis melalui pengamatan & percobaan yang terus menerus

Menghasilkan kebenaran yang bersifat umum

Definisi Ilmu
Tan (1954)

Ilmu

Himpunan pengetahuan yang sistematis

Metoda dan sistem

Ilmu menemukan materi-materi alamiah serta memberikan suatu rasionalisasi hukum alam

Ilmu meningkatkan keterampilan, observasi, percobaan, klasifikasi, analisa, serta memuat generalisasi

Sifat ilmu
Objektif
Keberadaan objeknya tidak bergantung pada ada atau tidaknya pengetahuan si subjek tentang objek tersebut

Subjektif
Ilmu yang keberadaan objeknya bergantung kepada ada tidaknya subjek Keberadaan ilmu dalam kondisi relatif

KONSEP antara ILMU & BERFIKIR adalah sama

Memecahkan persoalan

Mulai dari rasa ingin tahu, kebutuhan

Dipilih pemecahan tentatif untuk penyelidikan

Timbul pernyataan yang khas

BERFIKIR secara NALAR

2 kriteria penting : Ada unsur LOGIS Ada unsur ANALITIS

CIRI BERFIKIR

LOGIS

Tiap bentuk berfikir ada LOGIKANYA

Berfikir secara NALAR

Berfikir secara LOGIS

Konotasi Jamak

ANALITIS

Unsur Analitis dalam berfikir

Melakukan kegiatan analitis dalam menggunakan logika secara ilmiah

Daya imaginatif seseorang

Merangkaikan rambu-rambu pikiran

Dalam pola tertentu

RASIO / FAKTA

Sumber utama dari NALAR / Sumber Berfikir

Penelitian

Penelitian

Research

Riset

Definisi Penelitian
Websters Hillway (1956)
Penyelidikan yang hati-hati & kritis dalam mencari FAKTA & PRINSIP untuk menentukan sesuatu

Metoda study penyelidikan sempurna sehingga diperoleh pemecahan masalah yang tepat
Pencarian (INQUIRY) secara SISTEMATIS terhadap pemecahan masalah Pencarian fakta menurut metoda yang jelas menjelaskan hubungan antara fakta yang menghasilkan dalil / hukum Metoda untuk menentukan kebenaran pemikiran yang kritis (critical thinking)
Pencarian, penyelidikan, investigasi tehadap pengetahuan baru yang menghasilkan INTERPRETASI BARU. Metoda ilmiah / tidak Pandangan harus kritis prosedur harus sempurna

Withney (1960) & Person (1946) John (1949)


Woody (1927) Gee (1957)

pengetahuan &

Pencarian

Penelitian

pengertian yang terus menerus terhadap sesuatu Menggunakan metoda ilmiah (scientific method)

UNSUR OBSERVASI (pengamatan menggunakan persepsi / sense of perseption)

Penelitian ilmiah (scientific research)

UNSUR NALAR (kekuatan untuk mengartikan/menafsirk an arti fakta-fakta, hubungan, & interelasi terhadap pengetahuan yang terjadi)

Ilmu, Penelitian, dan Kebenaran

Hubungan Ilmu dan Pengetahuan


Alamack (1930) Penelitian Ilmu Proses Hasil

Whitney (1960)

Penelitian Proses

Ilmu Proses

Kebenaran Hasil

Berfikir, Penelitian, dan Ilmu

Proses Mencari Kebenaran Yang diperoleh melalui penelitian terhadap fenomena yang fana
Koheren : pernyataan konsisten dengan pernyataan sebelumnya yang dianggap benar
Koresponden : jika materi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut berhubungan dengan objek yang dituju

Refleksi yang hati hati dan teratur

Kebenaran yang ditemukan melalu proses ilmiah


Sifat kebenaran dari berfikir ilmuwan

Kebenaran Ilmiah

Pragmatis : mempunyai sifat fungsional dalam kehidupan sehari-hari

Dapat diterima karena : 1. Adanya koheren 2. Adanya koresponden 3. pragmatis

Kebenaran Non Ilmiah


Penemuan kebenaran secara kebetulan
Contoh : penemuan kristal urease

Penemuan kebenaran secara common sense


Akal sehat dapat menghasilkan kebenaran, dapat juga tidak

Penemuan melalui wahyu


Bukan upaya penalaran manusia secara aktif, tetapi kebenaran yang dibawakan melalui wahyu

Penemuan secara intuitif


Berdasarkan intuisi, diperoleh secara cepat, melalui proses luar sadar, tanpa menggunakan penalaran & proses berpikir atau renungan Susah dipercaya tidak menggunakan langkah sistematis

Penemuan kebenaran melalui trial & error


Melakukan sesuatu secara aktif mengulang pekerjaan berkali-kali menukar-nukar cara dan materi

Penemuan kebenaran melalui spekulasi


Dibimbing oleh suatu pertimbangan penuh dengan resiko tidak dianggap cara ilmiah

Penemuan kebenaran karena wibawa


Pendapat ilmuwan yang berbobot tinggi diterima begitu saja tanpa diuji kebenarannya tanpa prosedur ilmiah

Proposisi, Dalil, Teori, dan Fakta


Pernyataan tentang sifat & realita, dapat diuji kebenarannya

HIPOTESIS

Dirumuskan, sementara diterima untuk diuji kebenarannya

Proposisi

Pernyataan dua atau lebih dari suatu konsep

Dapat menghubungkan dua faktor

Jangkauaannya luas, didukung data empiris

DALIL Singkatan dari suatu pengetahuan tentang hubungan sifat-sifat tertentu yang bentuknya lebih umum, dibandingkan dengan penemuan empiris dasarnya

Lanjutan Proposisi, Dalil, Teori, dan Fakta

TEORI
Satu set konsep yang berhubungan satu dan lainnya Satu set proposisi yang mengandung suatu pandangan sistematis dari fenomena, terdiri dari hubungan yang sudah didefinisikan secara luas dan jelas Sarana pokok untuk menyatakan hubungan sistematik dalam suatu gejala yang akan diteliti Menjelaskan hubungan antar variabel, sehingga pandangan sistematik dari fenomena fenomena yang diterangkan oleh variabel jelas terlihat Menerangkan fenomena dengan cara menspesifikan hubungan antar variabel

Lanjutan Proposisi, Dalil, Teori, dan Fakta

FAKTA
Pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris

Tanpa teori, tidak akan menghasilkan apa - apa Dikumpulkan secara sistematis dengan beberapa sistem & pokok pokok pengurutan dapat menjadi ilmu

Lanjutan Proposisi, Dalil, Teori, dan Fakta

Fakta Ilmiah

Produk pengamatan yang bukan random, dan mempunyai arti

Relevan dengan Teori

Fakta & teori tidak bertentangan

TEORI

Memperlihatkan hubungan antar fakta atau Pengurutan fakta yang mempunyai arti

Lanjutan Proposisi, Dalil, Teori, dan Fakta

Peranan Teori
Mendefinisikan orientasi utama dari ilmu Teori memberikan rencana konseptual, fenomena-fenomena yang relevan disistematiskan, diklasifikasikan, dan dihubungkan Teori memberikan ringkasan terhadap fakta generalisasi empiris dan sistem generalisasi Teori memberikan prediksi terhadap fakta Teori memperjelas celah dalam pengetahuan

Lanjutan Proposisi, Dalil, Teori, dan Fakta

Peranan Fakta terhadap Teori


Fakta memprakarsai teori

Fakta memberi jalan dalam mengubah atau merumuskan teori baru

Fakta membuat penolakan terhadap teori

Fakta memperjelas, memberi definisi kembali terhadap teori Fakta mengubah fokus dan oriantasi teori