Anda di halaman 1dari 7

PROVINSI BENGKULU GAMBARAN UMUM Secara astronomis, provinsi Bengkulu terletak di antara 2o16 LU dan 3 o 31 LS dan 101 o 01 03 o 41 BT .

. Dan secara geografis, Provinsi Bengkulu berada di sebelah barat pegunungan Bukit Barisan dengan luas wilayah mencapai + 1.991.933 hektar atau sekitar 19.919,33 km dengan garis pantai sepanjang + 525 km. Pada bagian utara, provinsi Bengkulu berbatasan langsung dengan provinsi Sumatera Barat, pada bagian selatan berbatasan dengan provinsi Lampung dan Samudera Indonesia, bagian barat berbatasan dengan Samudera Indonesia dan pada bagian timur berbatasan dengan provinsi Jambi dan provinsi Sumatera Selatan. Topografi di provinsi Bengkulu sebelah barat berupa dataran rendah yang relatif sempit, memanjang dari utara hingga ke selatan dengan diselingi daerah bergelombang. Sedangkan di sebelah timur cenderung berbukit-bukit dengan dataran tinggi yang subur. Dari segi pemerintahan, hingga saat ini di provinsi Bengkulu terdapat 9 kabupaten dan 1 kota, yaitu Kabupaten Bengkulu Selatan, Rejang Lebong, Bengkulu Utara, Kaur, Seluma, Muko-muko, Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu. POTENSI SUMBER DAYA ALAM (SDA) Pertanian Komoditas padi yang terdiri dari padi sawah dan padi ladang adalah produk utama sektor bahan makanan. Komoditas unggulan tanaman pangan lainnya adalah tanaman palawija, seperti jagung, kedelai dan kacang tanah. Deskripsi 1. Padi a. Luas Arel Produksi (Panen) b. Jumlah Produksi Gabah c. Produksi Beras 2. Jagung a. Luas Arel Produksi (Panen) b. Jumlah Produksi 3. Kedelai a. Luas Arel Produksi (Panen) b. Jumlah Produksi 4. Singkong dan umbi-umbian a. Luas Arel Produksi (Panen) b. Jumlah Produksi Periode 2006

2004

2005

2007

110.929 31.371 88.572,80 18.774 452.792 207.908,60 321.398,84 77.556,66 262.118 441.276 97.892 0 20.049 50.012 3.309 3.053 8.829 95.027 18.024 58.397 2.194 2.631 9.260 107.165 27.554 78.423,50 1.512 2.768,70 1.545 17.277,30 95 109,33

16.739 698 186.662,80 23.112,40

Perkebunan Usaha perkebunan di provinsi Bengkulu sebagian dilakukan oleh perkebunan rakyat dan sebagian lagi diusahakan oleh perkebunan swasta. Tanaman perkebunan yang banyak diusahakan di rumah tangga di provinsi Bengkulu adalah:

Karet Karet merupakan salah satu komoditas unggulan provinsi Bengkulu. Produksi karet pada tahun 2008 mencapai 45.064 Ton dan luas lahan yang digunakan untuk perkebunan karet + 72.993 Ha. Kelapa Komoditi kelapa di provinsi Bengkulu pada tahun 2008 diproduksi sebanyak 8.200 Ton dengan luas lahan yang sudah digunakan adalah 8.031 Ha. Kopi Komoditi kopi yang ada di provinsi Bengkulu terletak di beberapa lokasi, yaitu: Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Kepahiang. Produksi kopi pada tahun 2008 tercatat sebanyak 318.876 Ton. Lahan yang sudah digunakan untuk komoditas kopi seluas 557.460 Ha. Cokelat Produksi komoditi ini pada tahun 2008 adalah sebesar 5.443 Ton. Lahan yang sudah digunakan adalah seluas 15.312 Ha. Kelapa sawit Perkebunan kelapa sawit tersebar hampir di seluruh wilayah provinsi Bengkulu. Produksi kelapa sawit pada tahun 2008 mencapai 450.278 Ton. Lahan yang sudah digunakan untuk perkebunan sawit di Bengkulu seluas 202.863 Ha. Komoditi ungulan lain di Bengkulu adalah lada. Produksi lada pada tahun 2008 tercatat sebanyak 3.668 Ton. Luas lahan yang sudah digunakan untuk perkebunan lada adalah 7.107 Ha. Hasil komoditas perkebunan lainnya, seperti cengkeh, enau, teh, tembakau, kemiri, kapuk dan pinang tersebar di seluruh wilayah Bengkulu. Kehutanan Deskripsi 1. Hasil Hutan non HPH a. Kayu Bulat b. Kayu Gergajian/Olahan c. Kayu Olahan e. Rotan h. Damar 2. Luas Lahan Kritis 3. Luas Lahan Reboisasi 4. Luas Lahan Penghijauan Periode 2005 10.200,35 940.546,60 0 140.130 15 0 5.795 3.760

2004 2.318,48 16.172,05 0 36.743 1.545 0 0 0

2006 23.531,39 11.378,72 31,5 69.045 1.451,47 4.100.000 1.300 775

Peternakan

Komoditas peternakan yang banyak dikembangkan di Provinsi Bengkulu adalah sapi, kerbau, domba, kambing, babi, ayam buras, ayam ras pedaging, ayam ras petelur dan itik. Samapi saat ini potensi peternakan di provinsi Bengkulu belum tergarap dengan baik, dan pada kurun waktu 2000-2009 kontribusi sub-sektor peternakan dalam PDRB Provinsi Bengkulu rata-rata kurang dari 4% /tahun. Deskripsi 1. Jumlah populasi sapi potong 2. Jumlah pemotongan sapi potong 3. Jumlah populasi sapi perah 4. Jumlah produksi susu 5. Jumlah populasi kambing 6. Jumlah populasi domba 7. Jumlah populasi babi 8. Jumlah populasi Ayam buras 9. Jumlah produksi daging ayam buras 10. Jumlah produksi telur ayam buras 11. Jumlah populasi Ayam petelur 12. Jumlah produksi daging ayam petelur 13. Jumlah produksi telur ayam petelur 14. Jumlah populasi Ayam pedaging 15. Jumlah produksi daging 16. Jumlah populasi Itik 17. Produksi daging Itik 18. Produksi telur Itik Periode 2004 2005 2006 88.278 9.582 34.004 10.120 1.998 5.716 342 163 15 7.441,99 0 117.000 124.545 21.687 65.316 6.517 418 3.747 1.732 0 43 2.981.243 417.317 1.605.772 1.440,27 1.854.758 186.211,63 1.033,80 1.171 94.211,62 76.175 14.871 43.874 37,31 23.961 107.292,11 253,94 158 27.223,40 3.617.185 1.776.284 1.877.643 3.214,74 1.564,93 493,8 210.899 38.926 168.918 59,18 52.934 9.658,01 692,18 693 554.411,80

2007 26.235 2.987 0 0 26.976 0 192 0 669.551 0 0 7.679 0 0 149.970 961.227 0 0

Perikanan Deskripsi 1. Perikanan Laut a. Jumlah Tangkapan b. Jumlah Kapal Penangkap Ikan c. Jumlah Tempat Pelelangan Ikan 2. Perikanan darat a. Luas tambak b. Jumlah Produksi Tambak c. Luas Kolam d. Jumlah Produksi Kolam e. Luas Karamba f. Jumlah produksi Karamba g. Luas perikanan perairan umum (rawa, danau sungai) h. Jumlah produksi perikanan perairan umum 3. Perusahaan Pengolahan Ikan Periode 2005

2004 16.820,90 615 11 164 45.045.132,26 87,3 35.996.049,44 0 3.867.750 0 7.712,46 0

2006

2007 3.228 308 0 180 46 1.070,84 2.021,62 32,75 105,27 4,73 11,49 0

18.446,70 32.639,05 656 2.259 9 17 164 132,26 3.025 49,44 0,52 39 0 142,46 0 8.525,53 712,81 2.132.475,96 2.538,22 8.336,06 31,2 928.131,55 294,57 47

4. Jumlah Hot Chery (rumah pembenihan)

276,41

Berdasarkan data dari BPS Provinsi Bengkulu pada tahun 2009, produksi perikanan darat dan laut provinsi Bengkulu telah meningkat 6.94 % dibandingkan tahun 2008 sehingga mencapai jumlah 58.179,05 Ton. Pertambangan dan Energi Provinsi Bengkulu sebenarnya menyimpan cukup banyak potensi komoditi bahan galian. Hingga saat ini yang telah menjadi komoditas ekspor hanya 2 jenis yaitu batubara dan pasir besi. Cadangan batubara tersebar di kabupaten Bengkulu Utara dan kabupaten Seluma dengan total cadangan masing-masing sebesar 128,548,185.54 ton dan 32,940,923.87 ton. Produksi batubara di Bengkulu pada tahun 2008 adalah 787.291 ton. KOMPOSISI PENDUDUK Penduduk Provinsi Bengkulu pada tahun 2010 mencapai 1.715.518 jiwa. Sedangkan pada tahun 2011 berjumlah 1.742.080 atau meningkat 1.55 %, dengan laju pertumbuhan penduduk pertahun pada periode 1990-2000 sebesar 2.97 % (diatas rata-rata laju pertumbuhan penduduk pertahun Indonesia, yaitu 1.49 % dan menempati urutan ke-6 provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi di Indonesia)1. Namun pada periode 2000-2010 laju pertumbuhan penduduk di Provinsi Bengkulu telah turun secara cukup signifikan menjadi 1.67 % walaupun masih diatas rata-rata laju pertumbuhan penduduk di Indonesia sebesar 1,49 % per tahun pada periode tersebut. Jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dari pada perempuan, dengan jumlah 893.396 dan 848.684. Rasio jenis kelamin Provinsi Bengkulu pada tahun 2011 sebesar 105. Hal ini berarti bahwa dari setiap 100 penduduk perempuan terdapat 105 penduduk laki-laki. Dari 10 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Bengkulu, hanya Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kaur, Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang lebong dan yang memiliki rasio jenis kelamin di bawah 105, masing-masing adalah: 103, 103, 104 dan 104. Sementara Kabupaten Lebong memiliki rasio jenis kelamin paling tinggi yakni sebesar 111.2 Umur Berdasarkan kelompok umur, jumlah penduduk terbesar terdapat pada rentang usia 10-14 tahun dengan jumlah 183.172 jiwa dan jumlah penduduk terkecil terdapat pada rentang usia 70-74 dengan jumlah 17.744 jiwa. Jumlah angkatan kerja di provinsi Bengkulu pada tahun 2011, yang didefinisikan sebagai jumlah penduduk usia 15 tahun keatas yang bekerja, sementara tidak bekerja/sedang mencari kerja adalah sebanyak 894.934 jiwa. Sedangkan tingkat pengangguran sebesar 2,37 %. Angka pengangguran ini didefinisikan sebagai penduduk usia kerja yang mencari pekerjaan,

Disarikan dari Tabel Laju Pertumbuhan Penduduk menurut Provinsi, Sumber : Sensus Penduduk 1971, 1980 , 1990 , 2000 , dan Sensus Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1995, http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1&tabel=1&daftar=1&id_subyek=12&notab=2, diunduh pada hari Jumat, 14 September 2012 2 Nama publikasi: Bengkulu dalam Angka 2012, http://bengkulu.bps.go.id/2012/bengkulu-dalam-angka-2012, diunduh pada hari Jumat, 14 September 2012

mempersiapkan usaha, merasa tidak mungkin mendapat pekerjaan, dan yang sudah mendapat pekerjaan tetapi belum mulai bekerja. Jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) di provinsi Bengkulu berdasarkan data dari BPS provinsi Bengkulu tahun 2011 adalah sebesar 1.137.530 jiwa atau 65,92 % total penduduk provinsi Bengkulu, sedangkan sebanyak 604.550 jiwa bukan merupakan penduduk usia produktif yang menjadi beban kelompok penduduk usia produktif. Berdasarkan tabel komposisi penduduk dan angka beban ketergantungan tahun 2011, angka beban ketergantungan di provinsi Begkulu adalah 53. Dan jika dilihat dari piramida penduduk provinsi Bengkulu tahun 2011, dapat disimpulkan bahwa karakteristik penduduk provinsi Bengkulu pada tahun 2011 berciri ekspansif dimana sebagian besar penduduk provinsi Bengkulu berada pada kelompok umur muda.3 Mata pencaharian Dilihat dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) bulan Agustus 2011 yang dimuat dalam publikasi Bengkulu Dalam Angka 2012 oleh BPS Provinsi Bengkulu, mayoritas rakyat Bengkulu berusia 15 tahun keatas bekerja di sektor pertanian (52.24 %), kemudian di sektor Perdagangan (18.43 %), Jasa-jasa lainnya (15.34 %), Konstruksi (4.99 %), Angkutan dan komunikasi (3 %), Industri (2.9 %), Bank dan Lembaga (1.69 %), Pertambangan (1.09 %) dan paling sedikit di sektor listrik dan air minum (0.32 %). Menurut hasil sensus penduduk yang dilakukan BPS pada tahun 2010, sebanyak 23.03 % penduduk berusaha sendiri dalam melaksanakan pekerjaan utamanya, 13.54 % berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar, 3.4 % berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar, 33.12 % bekerja sebagai buruh/karyawan/pegawai, 12.12 % pekerja bebas, dan 14.72 % pekerja keluarga/tidak dibayar. Pendidikan Pada tahun 2011 angka melek huruf di Provinsi Bengkulu telah relatif tinggi, yaitu sebesar 95, 13 % yang berarti bahwa dari setiap 100 penduduk di provinsi Bengkulu 95 orang diantaranya telah melek huruf. Ditinjau dari kabupaten/kota, angka melek huruf untuk usia 15 tahun keatas, tertinggi terdapat di Kota Bengkulu sebesar 99.22 % dan terendah di Kabupaten Bengkulu Tengah sebesar 91.56 %. Rata-rata lama bersekolah penduduk provinsi Bengkulu menurut data tahun 2011 adalah 8,33 tahun, dimana hal ini meunjukkan bahwa sebagian besar penduduk provinsi Bengkulu masih berpendidikan belum tamat SMP. Menurut data persentase penduduk 10 tahun keatas di provinsi Bengkulu menurut tingkat pendidikan ditamatkan 20114, persentase penduduk yang belum tamat SD adalah 23.19 % , tamat SD 28.24 %, tamat SLTP 20 %, tamat SLTA 21.51 %, tamat Diploma/Akademi 2.12 %, dan tamat Universitas sebesar 4.95 %. Pendapatan

Nama publikasi: Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bengkulu 2011, http://bengkulu.bps.go.id/publikasi/publikasiv2.php, diunduh diunduh pada hari Jumat, 14 September 2012 4 Nama publikasi: Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Bengkulu 2011, halaman 41, http://bengkulu.bps.go.id/publikasi/publikasiv2.php, diunduh diunduh pada hari Jumat, 14 September 2012

Upah Minimum Provinsi di Bengkulu pada tahun 2012 adalah sebesar 930.000 dengan pengeluaran riil perkapita untuk tahun 2009 sebesar 626.820. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan indikator untuk mengukur pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Pada tahun 2011 PDRB Provinsi Bengkulu atas dasar harga berlaku telah mencapai 21,15 triliun rupiah, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 sebesar 8,87 triliun rupiah. Apabila dibandingkan dengan tahun 2010, PDRB Provinsi Bengkulu tahun 2011 atas harga berlaku telah mengalami perkembangan sebesar 13,41 persen, sedangkan PDRB Provinsi Bengkulu tahun 2011 atas dasar harga konstan mengalami pertumbuhan sebesar 6,40 persen. Peranan sektor pertanian dalam perekonomian Provinsi Bengkulu hingga tahun 2011 masih sangat dominan. Kedudukan sektor pertanian sebagai leading sector dalam perekonomian Provinsi Bengkulu masih sulit digeser oleh sektor-sektor lainnya. Fenomena itu terlihat dari relatif besarnya peranan sektor pertanian dalam PDRB Provinsi Bengkulu atas dasar harga berlaku dibandingkan sektor-sektor lainnya. Nilai nominal PDRB sektor pertanian atas dasar harga berlaku pada tahun 2011 sebesar 8,43 triliun rupiah dan peranannya dalam PDRB Provinsi Bengkulu sebesar 39,90 persen. Kemudian diikuti sektor perdagangan, hotel, dan restoran dengan nilai nominal atas dasar harga berlaku pada tahun 2011 sebesar 3,96 triliun rupiah dengan peran sebesar 18,74 persen. KEUNGGULAN PROVINSI BENGKULU Komoditi unggulan Provinsi Bengkulu yaitu sektor pertanian dan sektor jasa. Sektor pertanian komoditi yang diunggulkan yaitu sub sektor tanaman perkebunan dengan komoditi berupa kelapa sawit, kelapa, kakao, lada, kopi dan karet. Sedangkan sub sektor perikanan yaitu perikanan tangkap. Sementara untuk komoditi penunjang pada sektor pertanian yaitu sub sektor perikanan, meliputi budidaya tambak, budidaya kolam dan budidaya sawah. Sektor jasa komoditi yang diunggulkan yaitu bidang pariwisata, berupa wisata alam maupun wisata bahari. Sedangkan komoditi penunjang lainnya terdapat di sektor pertambangan dengan hasil tambang berupa batu bara. Provinsi Bengkulu mempunyai potensi yang cukup besar dalam perdagangan luar negeri melalui ekspor berbagai komoditas khususnya komoditas yang berbasis sumber daya alam. Komoditas ekspor provinsi Bengkulu antara lain terdiri dari batu bara, karet, kelapa sawit dan pasir besi. Ditinjau dari volumenya, batu bara menrupakan komoditas utama ekspor (82.44 % dari total ekspor) diikuti komoditas kelapa sawit (14.03 %) dan karet (3.53 %). Sedangkan dari nilai ekspornya, komoditas karet menempati peringkat pertama penyumbang devisa terbesar bagi provinsi Bengkulu pada tahun 2009 yaitu sebesar 63.93 juta USD atau sebesar 58.59 % kemudian diikuti komoditas batu bara sebesar 40.7 juta USD atau 37.3 %. Komoditas karet diekspor ke Amerika Serikat, Jepang, China dan Belanda. Negara tujuan utama ekspor batu bara adalah India, Malaysia dan Thailand, sedangkan kelapa sawit ke Thailand. Untuk menunjang kegiatan perekonomian, Provinsi Bengkulu memiliki 2 kawasan industri yaitu Salau dan Sekunyit yang keduanya terletak di Kabupaten Bengkulu Selatan. Provinsi ini juga memiliki 3 (tiga) pelabuhan laut yaitu Pelabuhan Bintuhan/Linau yang terletak di Kabupaten Muko Muko, Pelabuhan Malakoni Enggano di Kota Bengkulu dan Pelabuhan Pulau Baai di Kabupaten Bengkulu Utara. Untuk transportasi udara, provinsi ini memiliki 2 (dua) bandar udara yaitu Bandara Fatmawati yang mampu menampung pesawat ukuran kecil hingga sedang, terletak di Kota Bengkulu dan

Bandara Muko Muko yang hanya untuk melayani jenis pesawat kecil, terletak di Kabupetan Muko Muko. MASALAH KRUSIAL DI PROVINSI BENGKULU (DARI ASPEK PANCAGATRA)